75643 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Pola Makan dan Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Depresi di Masa Pandemi pada Pelajar SMAN 1 Manyar Gresik
Finalisasi unggah file repositori tanggal 6 Juni 2022_KurnadiKondisi pandemi yang saat ini terjadi meningkatkan resiko depresi dan
perubahan gaya hidup. Kondisi depresi di masa pandemi dapat dialami
oleh beragam usia, termasuk pelajar SMA. Depresi yang dialami
disebabkan oleh berbagai stressor seperti permasalahan finansial,
terbatasnya interaksi sosial, ketakutan akibat situasi pandemi yang tidak
menentu, permasalahan pembelajaran daring, dan sebagainya. Sementara
perubahan gaya hidup ditandai dengan adanya penurunan aktivitas fisik
dan konsumsi makanan tidak sehat. Rendahnya aktivitas fisik
menimbulkan stress dimana salah satu pengalihannya adalah mengonsumsi
makanan tidak sehat. Konsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak,
garam, gula, dan mengandung zat aditif sintetik memicu gejala depresi.
Selain itu, kondisi depresi yang dialami dapat meningkat jika tidak
diimbangi dengan asupan nutrisi secara keseluruhan dalam variasi yang
beragam dari 5 kelompok pangan utama yang dikonsumsi berimbang dan
teratur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara
pola makan yang dianalisis dari jenis, frekuensi, dan asupan makronutrien
sebagai penyumbang nutrisi essensial terbesar, lalu tingkat aktivitas fisik
terhadap gejala depresi yang dialami oleh pelajar kelas 12 di SMA N 1
Manyar Gresik.
Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi
cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5-25 Desember 2021
di Gresik. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelajar kelas 12 di SMA N
1 Manyar Gresik. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 78 responden yang berpartisipasi. Pengambilan data identitas
responden yang meliputi nama, usia, jenis kelamin, berat badan, tingkat
pendidikan orangtua, dan rata-rata penghasilan menggunakan kuesioner
identitas responden. Kemudian, tingkat depresi dinilai berdasarkan
kuesioner Modifikasi BDI- II, pola makan diukur menggunakan kuesioner
Food Frequency Questionnaire, Food Recall 2x24 jam, dan aktivitas fisik
dianalisis berdasarkan kuesioner IPAQ-SF. Data dianalisis secara univariat
dengan deskriptif, dan bivariat melalui uji korelasi kendall.
Hasil penelitian menunjukkan jika mayoritas responden
mengonsumsi pola makan dengan dominasi minimally processed foods (94
%) , mengonsumsi makronutrien dalam kategori normal (42-55%) dengan
rincian sebagai berikut : konsumsi kalori dalam kategori normal (42 %),
konsumsi karbohidrat dalam kategori normal (42 %), konsumsi protein
dalam kategori normal (55 %), dan konsumsi lemak dalam kategori normal
(46 %). Kemudian, responden menjalani aktivitas fisik dalam intensitas
rendah (60 %), dan tidak mengalami depresi (42 %). Sementara itu, hasil
analisis bivariat menunjukkan jika terdapat hubungan antara pola makan
terhadap tingkat depresi dengan kekuatan korelasi cukup dan arah
hubungan searah. Hubungan antara asupan makronutrien terhadap tingkat
depresi, dengan rincian sebagai berikut : asupan kalori terhadap tingkat
depresi memiliki korelasi cukup dan arah hubungan searah, asupan
karbohidrat terhadap tingkat depresi memiliki korelasi cukup dan arah
hubungan searah, asupan protein terhadap tingkat depresi memiliki korelasi
kuat dan arah hubungan searah, dan asupan lemak terhadap tingkat depresi
memiliki korelasi cukup dan arah hubungan searah. Lalu, aktivitas fisik
memiliki hubungan terhadap tingkat depresi dengan korelasi sangat kuat
dan arah hubungan berlawanan.
Saran dari penelitian ini yaitu dapat dilaksanakan penelitian lebih lanjut
menggunakan desain penelitian cohort ataupun case control supaya hasil
penelitian korelasi lebih akurat, melakukan penelitian mengenai pola makan dengan variabel dan pengukuran yang berbeda dan lebih lengkap,
dan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai depresi berdasarkan faktor
resiko lain dan pada cakupan responden yang lebih luas. Terhadap
masyarakat, diharapkan hasil penelitian dapat menambah wawasan baru dan
mendorong untuk menerapkan gaya hidup sehat. Sementara bagi pelajar di
SMA N 1 Manyar Gresik diharapkan dapat meningkatkan aktivitas fisik,
mengonsumsi bahan makanan minimally processed foods dengan
memperhatikan asupan nutrisi yang didapatkan, dan memeriksakan diri pada
fasilitas kesehatan jika mengalami gejala depresi.Dosen Pembimbing utama : dr. Ancah Caesarina Novi M., Ph.D.
Dosen Pembimbing anggota : dr. Muhammad Hasan, M. Kes., Sp.O
Analisis Fraud Diamond dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan dengan Good Corporate Governance sebagai Variabel Moderasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraud diamond terhadap
potensi kecurangan laporan keuangan dengan good corporate governance sebagai
variabel moderasi. Fraud diamond merupakan konsep yang menjelaskan mengenai
faktor-faktor yang menjadi penyebab seseorang dalam melakukan kecurangan,
yaitu pressure, opportunity, rationalization dan capability. Dalam penelitian ini,
variabel pressure diproksikan dengan menggunakan external pressure, variabel
opportunity diproksikan dengan menggunakan organizational structure, variabel
rationalization diproksikan dengan menggunakan change in auditor dan terakhir
variabel capability diproksikan dengan menggunakan perubahan direksi. Penelitian
ini menggunakan F-Score Model dalam menganalisis potensi kecurangan laporan
keuangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan
sektor keuangan dan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan
menggunakan data sekunder deret waktu (time series) yang dimulai dari tahun
2017-2019. Jumlah perusahaan yang menjadi populasi dalam penelitian ini
berjumlah 53 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari
laporan tahunan (annual report) perusahaan yang bersangkutan. Keseluruhan data
yang diperoleh sebagai bahan penelitian diperoleh dari situs resmi Otoritas Jasa
Keuangan, yaitu www.idx.co.id dan website perusahaan yang bersangkutan.
Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu merode
penyampelan data berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis
regresi data panel dan uji hipotesis menggunakan uji moderated regression analysis
(MRA), serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
variabel pressure, opportunity, rationalization, capability yang dimoderasi good
corporate governance berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan laporan
keuangan
Renoprotective Activity of Moringa Oleifera Lamk toward Kidney Injury Rats Induced by Streptozotocin
Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion. Chronic hyperglycemia in diabetes causes dysfunction and
failure of various organs of the body such as the kidneys, eyes, nerves,
heart and blood vessels. The purpose of this study was to analyze
how the effect of the treatment given by Moringa leaves on diabetes
mellitus conditions, especially on glomerular histopathological damage. In this study, to make diabetic mice using the induction of
streptozotocin after which Moringa leaves were given as a form of
treatment. The dosage of Moringa leaf extract was divided into 5
groups, namely 62.5mg / kg, 125mg / kg, 250mg / kg, 500mg / kg, and
1000mg / kg doses. The histopathological image obtained will be assessed using scoring, and for data analysis using the Kruskal-Wallis
test and followed by the post hoc test using the Mann-Whitney test.
The results of this study indicate that there is an effect of giving
Moringa leaf extract on glomerular histopathological damage. The
results of the Kruskal-Wallis data analysis test showed significant
results, namely p = 0.001, after the data obtained were significant
data, then it was continued with the post hoc test using the MannWhitney test with significant results when compared with negative
controls ranging from the 125mg / kg dose group 1000mg / kg
Revealing the Meanings on William Wordsworth’s Poem Strange Fits of Passion Have I Known
This study investigates a literary work, a poem, from a linguistic framework. The aim of this study is to reveal the meanings found in William Wordsworth’s poem ‘Strange Fits of Passion Have I Known’ from systemic stylistic analysis in the framework of Systemic Functional Linguistics and Verbal Art Semiotics. The data were collected by library study and analyzed with a descriptive, deconstructive method and content analysis with an intrinsic objective approach. This result of the study proves that the subject matter of this poem is ‘the poet rode a horse to Lucy’s cottage from the rice of evening till the drop of the bright moon”. The deep level of meaning refers to the last clause complex ‘O that is a mercy, to myself I cried If Lucy should be dead.’ The deeper level of meaning of this poem is about ‘the death of a young girl named Lucy’, and finally, the deepest level or the theme of this poem is about ‘death is a natural part of life cycle.
Gambaran Implementasi Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas/Latihan: Mobilisasi DI Ruang ICU oleh Mahasiswa Profesi Keperawatan
Pasien yang dirawat di ICU umumnya akan mengalami kondisi tirah baring yang lama akibat indikasi perawatan intensive yang harus dijalaninya. Tirah baring dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan pasien mengalami penurunan kondisi, atrofi otot, risiko infeksi, nyeri pinggang kronis, kontraktur, dekubitus dan gangguan pembekuan darah. Akibat yang mungkin dapat terjadi pada penderita dengan penurunan kesadaran antara lain adalah kerusakan mobilitas, jalan napas yang tidak paten, sirkulasi yang bisa terganggu akibat imobilisasi serta hambatan komunikasi (Olviani 2015). Mobilisasi juga merupakan suatu kompetensi inti keperawatan serta merupakan kegiatan mandiri perawat yang wajib diberikan sebagai intervensi pemenuhan kebutuhan dasar aktifitas pasien (Klempel, et al. 2021). Mobilisasi yang diimplementasikan kepada penderita diharapkan dapat menimbulkan respon yang baik. Mahasiswa keperawatan ialah penerus profesi perawat di masa depan sehingga butuh diberikan bekal pengetahuan ataupun skill, untuk menunjang perkembangan dunia keperawatan dimasa depan (Sari, 2015). Untuk melatih tenaga kesehatan yang profesional, beberapa program pembelajaran telah dikembangkan, seperti Program Pendidikan D-III Keperawatan, Program Pendidikan Perawat, Program Magister Keperawatan, Program Pakar Keperawatan, dan Program Doktor Keperawatan (Kusnanto dalam Lydya, 2015). Efisiensi mahasiswa pofesi dapat dijadikan narasumber dalam melakukan mobilisasi pasien di ICU yaitu pendidikan Profesi Ners dilakanakan dengan tujuan mempersiapkan mahasiswa melalui penyesuaian profesional, dalam bentuk pengalaman belajar di klinik dan lapangan secara komprehensif, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan professional dan mampu menerapkan konsep dan teori, melaksanakan asuhan keperawatan, mendokumentasikan seluruh proses keperawatan, serta mengelola pelayanan keperawatan (Sari et al., 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran implementasi keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhaan aktivitas oleh mahasiswa profesi keperawatan. Penelitian ini telah dilakukan dari 7 Januari 2022 hingga 9 Januari 2022 pada Mahasiswa Profesi UNEJ Angkatan 26. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan Teknik total sampling menggunakan instrument penelitian berisi 14 item pertanyaan. Mahasiswa keperawatan yang memahami dasar pengetahuan mengenai tindakan-tindakan yang dilakukan di tatanan klinik memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengimplementasikan tindakan tersebut. Dari hal ini, dapat diartikan bahwa pengimplementasian tindakan keperawatan dapat dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang dialami oleh mahasiswa secara langsung dalam tatanan klinik serta lingkungan pembelajaran dalam tatanan klinik. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah (55,56%) mahasiswa yang pernah melakukan praktik profesi di ruangan ICU telah melakukan implementasi keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan baik. Dari hasil penelitian, peneliti berasumsi bahwa faktor lingkungan klinis serta faktor pada pasien dapat mempengaruhi tingkat implementasi keperawatan pada pasien di ruang ICU dengan gangguan pemenuhan kebutuhan aktivitas oleh mahasiswa profesi yang telah melaksanakan praktik di ruang ICU.Ns. Siswoyo, S.Kep., M. Kep (Dosen Pembimbing I)
Ns. Dicky Endrian K, S.Kep,. M.Kep (Dosen Pembimbing II
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Informed Consent dalam Menunjang Mutu Rekam Medis di Rumah Sakit Graha Medika Banyuwangi
Informed consent merupakan persetujuan yang diberikan pasien atau keluarga
setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau
kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh pasien guna peningkatan mutu
pelayanan. Rumah Sakit Graha Medika adalah rumah sakit tipe C yang telah
melakukan penilaian mutu oleh Komite Mutu Rumah Sakit salah satunya mutu
kelengkapan informed consent adalah 100%. Pelaksanaan penulisan informed
consent di RS Graha Medika pada Triwulan III tahun 2020 sejumlah 11,14%,
26,90%, dan 41 %. Angka ketidaklengkapan informed consent yang terus naik ini
artinya kelengkapan pengisian informed consent belum tercapai (Oktavia et al,
2020). Kendala yang dialami oleh dokter terkait waktu dan pengisian kelengkapan
ini dapat menjadi beban tersendiri jika pasien banyak sehingga pengisian tertunda
dan terjadi penumpukan. Dampak dari ketidaklengkapan pengisian informed
consent adalah pada kualitas dan mutu rekam medis, serta jaminan kepastian
hukum pasien, tenaga kesehatan maupun rumah sakit (Oktavia et al, 2020).
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan
informed consent dalam menunjang mutu rekam medis di Rumah Sakit Graha
Medika Banyuwangi.
Jenis penelitian observasional analitik dengan rancang bangun penelitian cross
sectional. Lokasi penelitian berada di Rumah Sakit Graha Medika Banyuwangi
dengan waktu 4 bulan. Populasi dalam penelitian adalah formulir informed
consent Triwulan IV tahun 2020 sejumlah 722 formulir dengan sampel sejumlah
258 formulir informed consent dan pengambilan sampel menggunakan simple
random sampling. Unit analisis menggunakan dokter sebanyak 30 dokter. Sumber
data yaitu data primer berupa kuesioner dan data sekunder berupa checklist
ketidaklengkapan formulir informed consent. Variabel bebas adalah faktor
individu (kemampuan, latar belakang keluarga, pengalaman, umur, jenis kelamin),
faktor psikologis (persepsi, sikap, kepribadian, belajar, motivasi), faktor
organisasi (sumber daya dan kepemimpinan) dan variabel terikat yaitu
ketidaklengkapan informed consent. Analisis data menggunakan univariat,
bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan software SPSS dan multivariat
menggunakanConfirmatory Factors Analysis (CFA) dengan software SmartPLS
3.0.
Hasil identifikasi ketidaklengkapan informed consent sebesar 83% dalam tingkat
ketidaklengkapan 0-20% artinya kelengkapan sangat baik dan dapat
mencerminkan salah satu profesionalisme dalam pelayanan kesehatan. Hasil
identifikasi kemampuan dalam kategori sangat mampu, latar belakang dalam
kategori keluarga lengkap, pengalaman dalam kategori baru, umur dengan
kategori dewasa awal dan akhir, dan jenis kelamin sebesar 62,4% laki-laki.
Distribusi frekuensi masing-masing indikator diketahui sebagian besar berada
dalam kondisi yang positif, sedangkan fakta dari penelitian menyebutkan hal yang
berbeda dari teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh indikator
dari faktor individu (kemampuan, latar belakang, pengalaman, umur, dan jenis
kelamin) tidak memiliki hubungan dengan ketidaklengkapan informed consent
dikarenakan adanya faktor lain yang lebih kuat berpengaruh terhadap individu
dokter dalam melengkapi informed consent adalah tingginya rutinitas aktivitas
dokter di beberapa tempat berakibat menurunkan perhatian pada pengisian
kelengkapan informed consent (Ramadani, 2017). Identifikasi indikator persepsi,
kepribadian, belajar dan motivasi dalam kategori sangat baik, serta sikap dengan
kategori baik. Identifikasi indikator sumber daya dalam kategori sangat
mendukung dan kepemimpinan dalam kategori sangat baik. Analisis bivariat
didapatkan hasil indikator sumber daya memiliki hubungan dengan
ketidaklengkapan informed consent dengan nilai 0.005. Analisis multivariat
didapatkan hasil faktor organisasi memiliki hubungan dengan ketidaklengkapan
informed consent dengan nilai 0.001. Hasil penelitian secara tabulatif bahwa
sebesar 51.2 % bahwa sumberdaya di sangat mendukung tersedianya informed
consent yang lengkap. Sumberdaya yang terangkum dalam man, money, methodDr.rer.biol.hum. dr. Erma Sulistyaningsih,
M.Si., GCert.AgHealthMed (Pembimbing I)
Dr. Leersia Yusi Ratnawati, S.KM. M.Kes.(Pembimbing II
Penyembunyian Pesan Terenkripsi pada Citra Menggunakan Algoritma LSB dan Transposisi Kolom
Pengamanan data merupakan hal yang sangat penting dilakukan agar pesan atau informasi yang dikirim kepada seseorang tidak diketahui oleh orang yang tidak berkepentingan. Teknik pengamanan data yang sering digunakan saat ini yaitu kriptografi dan steganografi. Pada penelitian ini, data yang akan digunakan berupa teks. Pesan teks ini akan disembunyikan kedalam suatu wadah berupa citra (cover image). Pesan teks akan disembunyikan pada citra menggunakan algoritma LSB dan trasnposisi kolom. Untuk memperlapis keamanan, pesan teks tersebut akan di enkripsi dahulu menggunakan algoritma vigenere cipher dan transposisi kolom. Hasil penelitian menunjukan stego image yang dihasilkan secara kasat mata sangat mirip dengan citra asli (cover image). Berdasarkan hasil analisis MSE dan PSNR, dapat diketahui bahwa kualitas citra yang dihasilkan dengan metode yang diajukan dapat dikategorikan baik. Hal ini bisa dilihat dari nilai PSNR diatas 50 dB dan bahkan ada yang diatas 60 dB. Berdasarkan hasil analisis enhanced LSB, kejanggalan pada stego image tidak terlihat sehingga tidak akan dicurigai oleh orang yang tidak berkepentingan akan adanya pesan yang disembunyikan.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Kiswara Agung Santoso, S.Si., M.Kom.
Dosen Pembimbing Anggota : Abduh Riski, S.Si., M.Si
Senior High School English Teachers' Knowledge of Intercultural Values
This study uses survey research design to examine the level of senior high school English teachers in Jember toward intercultural value. This study uses descriptive statistic test to measure and describe how the level of intercultural value among English teachers is. It is also expected to give a deep understanding of intercultural value in the teachers’ perspective and the way it influences teaching-learning process and communication of each English teachers.
To know the teachers’ understanding of cultural knowledge in culturally diverse setting, the researcher uses the questionnaire developed by Early & Ang (2003). In this questionnaire, there were four dimensions, they were metacognitive dimension, cognitive dimension, motivational dimension, and behavioral dimension.Drs. Bambang Arya Wija Putra, Dip.Ed., Ph.D
Areta Puspa, S.Pd, M.P
The Effect of Application Quality and Trust on Satisfaction and Repurchase Intention to Traveloka Consumers
Tujuan peneliti melakukan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh applcation quality dan trust terhadap kepuasan konsumen, untuk mengetahi dan menganalisis pengaruh application quality dan trust terhadap repurchase intention, serta untuk mengetahui pengaruh application quality, trust, dan kepuasan terhadap repurchase intention. Sampel pada penelitian ini adalah 140 responden yang menggunakan aplikasi Traveloka. Hasil penelitian ini dukumpulkan melalui kuseioner yang diproses dan dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Kemudian melakukan uji kualitas data yang digunakan adalah uji validitas dengan menggunakan signifikan dan uji reliabilitas menggunakan crobach alpha. Untuk uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dan uji determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signikan applicatio quality terhadapkepuasan konsumen Traveloka, terdapat pengaruh yang tidak signifikan trust terhadap kepuasan konsumen konsumen Traveloka, terdapat pengaruh yang signfikan application quality terhadap repurchase intention konsumen Traveloka, terdapat pengaruh yang signifikan trust terhadap repurchase intention konsumen Traveloka, terdapat pengaruh signfikan kepuasan terhadap repurchase intention konsumen Traveloka. Kepuasan ditemukan tidak memediasi pengaruh trust terhadap repurchase intention, namun memediasi pengaruh application quality terhadap repurchase intention.Prof. Dr. Diah Yulisetiarini, M.Si (Dosen Pembimbing I)
Kristian Suhartadi Widi Nugraha, S.E., M.M. (Dosen Pembimbing II
Analisis Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK EMKM Dengan Aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Infromasi Keuangan) Pada Bisnis E-Commerce Kuzan Apparel
Sebuah badan usaha dalam menjalankan usahanya memiliki beberapa aspek penting yang harus diperhatikan untuk mencapai kesejahteraan ekonomi. Aspek keuangan merupakan salah satu aspek yang penting dan memberikan pengaruh pada semua unit badan usaha. Bentuk output dari aspek keuangan ini yaitu Laporan Keuangan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyusun laporan keuangan pada EMKM Kuzan Apparel menggunakan Aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Keuangan) dengan konsep TAM (Technology Accepted Model). Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumnetasi. Pengukuran validitas data menggunakan teknik triangulasi dan SAK EKM. EMKM Kuzan Apparel belum menyusun laporan keuangan dalam usahanya. Peneliti membantu menyusun laporan keuangan EMKM Kuzan Apparel dengan dukungan teknologi yaitu Aplikasi SIAPIK, peneliti memberikan penjelasan tentang kegunaan fitur-fitur dan prosedur input data dalam menggunakan aplikasi SIAPIK sampai output laporan keuangan yang disusun yang terdiri dari : (1) Laporan Laba Rugi, (2) Laporan Posisi Keuangan dan (3) CALK (Catatan Atas Laporan Keuangan). Peneliti Memberikan penjelasan tentang kesesuaian fitur-fitur pada aplikasi SIAPIK dengan SAK EMKM. EMKM Kuzan Apparel dapat menyusun laporan keuangan dengan aplikasi SIAPIK dan dari laporan keuangan yang dibuat dapat mengambil keputusan ekonomi untuk mengembangkan usahanya.Pembimbing I : Aisa Tri Agustini, S.E.,M.Sc., CPA
Pembimbing II : Dr. Alwan Sri Kustono, S.E., M.Si., A