Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Pengaruh Variasi Gas Input dan Arus Listrik Mesin DC Plasma Terhadap Karakteristik Partikel Nano Zno Dengan Metode DC Thermal Plasma

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiIndustri di abad 21 semakin hari semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dalam bidang material, penggunaan material berukuran makro mulai tergantikan dengan material berukuran nano yang memiliki kelebihan dari segi sifat fisika maupun kimia. Nanomaterial merupakan material dengan struktur eksternal maupun internal berskala nano (1-100 nm). Metode DC Thermal Plasma merupakan metode dengan sumber energi serbaguna dimana alat yang digunakan sangat efisien untuk proses sintesis nanopartikel logam dan oksida logam secara masal. Cara kerja dari metode DC Thermal Plasma adalah dengan menguapkan material prekursor dan mendinginkannya secara cepat. Penelitian ini menggunakan serbuk Zn sebagai material prekursor, sedangkan parameter yang digunakan yaitu variabel bebas gas input argon dan oksigen serta arus listrik mesin DC plasma sebesar 40 A dan 50 A, variabel kontrol yaitu powder carrier gas flow rate 10 lpm, plasma gas flow rate 15 lpm, proses pembakaran 15 detik, dan sudut injeksi prekursor 45º. Variabel terikat yaitu serbuk Zn dengan ukuran partikel < 45 µm yang akan diuji menggunakan Scanning Electron Microscope untuk mengetahui ukuran dan morfologi partikel serta X-Ray Diffraction untuk mengetahui ukuran kristal dan struktur kristal partikel. Hasil pengujian Scanning Electron Microscope menunjukkan ketiga variasi membentuk struktur nanorods dengan ukuran rata-rata sebesar 79 nm pada variasi Ar-40 A, 98 nm pada variasi O2-40 A, dan 88 nm pada variasi O2-50 A. Ukuran partikel terkecil yang ditemukan sebesar 26 nm pada variasi O2-50 A dan ukuran partikel terbesar yang ditemukan sebesar 271 nm pada variasi O2-50 A. Hasil pengujian X-Ray Diffraction menunjukkan ketiga variasi membentuk struktur kristal hexagonal wurtzite dengan parameter kisi a = 3,25 Å dan c = 5,21 Å. Ukuran kristal rata-rata yang terbentuk pada variasi Ar-40 A adalah sebesar 35 nm, variasi O2-40 A sebesar 40 nm, dan variasi O2-50 A sebesar 37 nm. Ukuran kristal terkecil yang ditemukan sebesar 28 nm pada variasi Ar-40 A dan ukuran kristal terbesar yang ditemukan sebesar 56 nm pada variasi O2-40 A.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Ir. Salahuddin Junus, S.T., M.T. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Ir. Andi Sanata, S.T., M.

    Correlation of Vertebral Slippage and Ligamentum Flavum Thickening of Spondylolisthesis Cases in RSD dr. Soebandi Jember

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiSpondilolistesis merupakan pergeseran segmen vertebrae terhadap vertebrae di bawahnya, baik ke arah anterior atau posterior yang dapat berakibat pada kompresi korda spinalis/stenosis spinalis, sehingga mengakibatkan defisit neurologis yang memengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Pada pergeseran yang progresif, spondilolistesis dapat mengakibatkan perubahan-perubahan pada struktur anatomi sekitarnya, salah satunya hipertrofi facet, penebalan ligamentum sekitar vertebrae, perubahan massa otot sekitar vertebrae hingga bulging dari diskus intervertebralis. Ligamentum penopang vertebra salah satunya adalah Anterior Longitudinal Ligament (ALL), Posterior Longitudinal Ligament (PLL) dan Ligamentum Flavum (LF) Pada interpretasi hasil pencitraan kasus spondilolistesis, banyak teknik yang dapat digunakan salah satunya metode klasifikasi Meyerding. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan di RSD dr. Soebandi Jember. Sampel penelitian adalah pasien spondilolistesis yang dirawat inap di RSD dr. Soebandi Jember yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien dan data pemeriksan penunjang magnetic resonance imaging (MRI). Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021 sampai bulan Januari 2022. Periode sampel yang diteliti adalah pasien pada tahun 2018 – 2021 dengan populasi sebanyak 102 pasien. Penelitian dengan total 34 sampel ini menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara pergeseran segmen vertebra dengan penebalan ligamentum flavum pada kasus spondilolistesis di RSD dr. Soebandi Jember (p-value = 0,00). Dua variabel dikatakan memiliki korelasi jika p-value < 0,05. Nilai koefisien korelasi (r) Spearman pada analisis tersebut sebesar 0,60 yang menunjukkan korelasi yang kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya korelasi yang kuat antara pergeseran segmen vertebra dan penebalan ligamentum flavum pada kasus spondilolistesis di RSD dr. Soebandi. Hal ini terjadi akibat stres mekanik yang berasal dari spondilolistesis. Stres mekanik memicu inflamasi kronis pada LF dan terjadi hipertrofi pada LF. Hipertrofi pada spondilolistesis mengakibatkan peningkatan dimensi lebar LF dan terjadi penebalan pada LF.Dosen Pembimbing Utama : dr. Heni Fatmawati, M.Kes, Sp.Rad (K) Dosen Pembimbing Anggota : dr. Nindya Shinta Rumastika, M.Ked, Sp.T.H.T.K.L

    Karakteristik Minuman Empon-Empon Celup Campuran Temulawak, Kayu Manis, Jahe Merah dengan Variasi Formulasi dan Ukuran Partikel

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiEmpon-empon telah dikenal masyarakat luas sebagai upaya pemeliharaan dan perawatan kesehatan juga pencegahan penyakit karena mengandung banyak senyawa bioaktif di dalamnya. Temulawak, kayu manis, dan jahe merah secara umum memiliki manfaat untuk meningkatkan kesehatan karena mengandung banyak senyawa bioaktif salah satunya sebagai antioksidan. Banyaknya manfaat dari ketiga bahan tersebut maka dapat dibuat produk empon-empon. Produk empon-empon seperti jamu biasanya diolah dalam bentuk rajangan maupun bentuk serbuk siap seduh dan menjadi warisan leluhur bangsa secara turun temurun. Seiring berkembangnya zaman, minuman jamu semakin bergeser dan kurang diminati terutama dikalangan milenial. Hal tersebut dikarenakan jamu memiliki rasa, bentuk dan aroma yang kurang menarik. Jamu juga dinilai tidak praktis dan memiliki daya simpan yang tidak lama sehingga tuntutan konsumen untuk minum jamu secara simpel, praktis dan daya simpan yang lama semakin digemari. Salah satu produk yang berpotensi dapat meningkatkan nilai guna minuman jamu yaitu diversifikasi produk siap saji pada kantong celup seperti minuman empon-empon celup. Campuran ekstrak jahe dan temulawak terbukti mampu meningkatkan aktivitas antioksidan dibandingkan diolah secara terpisah. Selain itu, ukuran partikel serbuk mempengaruhi hasil penyeduhan. Inovasi produk minuman empon-empon celup campuran temulawak, kayu manis, dan jahe merah dengan variasi formulasi dan ukuran partikel ini diharapkan selain memberikan efek antioksidasi dan manfaat lainnya juga dapat memberikan efek saling mendukung serta melengkapi dibandingkan diolah secara terpisah sehingga dihasilkan minuman yang baik dan disukai. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktorial masing-masing faktorial terdiri dari 4 taraf dan 3 taraf dengan 3 kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Parameter pengamatan yang digunakan yaitu uji fisik (warna (kekuningan), dan kelarutan), uji kimia (aktivitas antioksidan dan kadar total polifenol, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan keseluruhan) kemudian dilanjutkan dengan hasil efektivitas untuk mengetahui perlakuan terbaik pada sampel. Data selain parameter organoleptik yang diperoleh sebelum dianalisis keragamannya, dilakukan uji kenormalan menggunakan program SPSS 23. Apabila uji kenormalan tidak memenuhi syarat maka data perlu ditransformasi. ix Setelah itu diuji keragamannya dengan bantuan program Microsoft excel 2010. Jika terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test) pada taraf uji 5%. Data organoleptik dianalisis menggunakan Chi-Square pada taraf uji 5% dan diolah menggunakan program SPSS 23 (Statistical Product and Service Solut) kemudian data hasil uji kimia dan uji organoleptik di uji efektivitasnya untuk mengetahui perlakuan terbaik dari sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi formulasi berpengaruh nyata terhadap sifat fisik minuman empon-empon celup meliputi warna (tingkat kekuningan), sifat kimia meliputi aktivitas antioksidan dan kadar total polifenol, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelarutan. Pada variasi ukuran partikel berpengaruh nyata terhadap sifat fisik minuman empon-empon celup yang meliputi warna (tingkat kekuningan), kelarutan dan sifat kimia meliputi aktivitas antioksidan, kadar total polifenol. Uji organoleptik minuman empon-empon celup berdasarkan uji chi-square pada taraf uji 5% menunjukkan bahwa variasi formulasi dan ukuran partikel berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, dan keseluruhan namun tidak berpengaruh nyata terhadap rasa minuman empon-empon celup. Perlakuan terbaik minuman empon-empon celup berdasarkan nilai efektivitas terdapat pada sampel dengan perlakuan A3B1 (temulawak 1,2 g; kayu manis 0,4 g; jahe merah 1 g) dan ukuran partikel 80 (0,250 mm - 0,177 mm) yang memiliki aktivitas antioksidan 57,60%, kadar total polifenol 58,62 mg GAE/g, nilai kesukaan warna 5,60 (agak suka), nilai kesukaan aroma 5,80 (agak suka), nilai kesukaan rasa 4,84 (netral), nilai kesukaan keseluruhan 5,41 (agak suka).Dosen Pembimbing Utama :Dr. Ir. Herlina, M.P Dosen Pembimbing Anggota:Ir. Mukhammad Fauzi, M.Si

    Hubungan antara Kadar Feritin dengan Kadar Kalsium pada Pasien Thalassemia Beta Mayor di Rumah Sakit di Jember

    No full text
    Thalassemia β mayor merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan kelainan darah herediter yang disebabkan mutasi gen β globin yang mengatur pembentukan salah satu komponen penyusun hemoglobin sehingga produksi rantai β globin menjadi sedikit atau tidak terbentuk sama sekali. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019 jenis thalassemia yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah thalassemia β mayor sebanyak 50% dari populasi. Terapi yang dianjurkan untuk pasien thalassemia mayor adalah transfusi darah sepanjang hidupnya. Salah satu efek samping dari terapi transfusi darah berulang adalah iron overload yang menyebabkan hipokalsemia dan komplikasi osteoporosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kadar feritin dengan kadar kalsium pada pasien thalassemia β mayor. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSD dr. Soebandi Jember, RS Jember Klinik pada bulan Desember 2019-Januari 2020. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien berusia 1-18 tahun yang telah terdiagnosis thalassemia β mayor terdiri dari 13 sampel pasien. Hasil penelitian ini diuji dengan analisis Pearson korelasi kadar feritin dengan kadar kalsium didapatkan p=0,858 yang menunjukkan bahwa tidak adanya korelasi yang bermakna dengan nilai p<0,05 pada pasien thalassemia β mayor di RSD dr. Soebandi Jember dan RS Jember Klinik

    Evaluasi Penerimaan Pengguna Terhadap Sistem Informasi E-PPGBM dI Kabupaten Jember

    No full text
    Kabupaten Jember telah menerapakan sistem informasi e-PPGBM namun hingga saat ini, tingkat penerimaan penggunanya belum dapat diketahui dikarenakan belum adanya penelitian terkait. Oleh karena itu, evaluasi tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem informasi e-PPGBM di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Jember perlu dilakukan. Penelitian observasional ini, menggunakan rancang bangun cross sectional. Sampel penelitian dipilih sebanyak 44 pengguna dengan teknik simple random sampling dan dianalisis dengan uji Spearman. Sistem informasi e-PPGBM dinilai mudah untuk digunakan oleh para pengguna. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif antar variable penelitian, yaitu perceived ease of use dengan perceived usefulness (=0,001; p-value<0,05); perceived ease of use dengan attitude toward using technology (=0,614; p-value<0,05); perceived usefulness dengan attitude toward using technology (= 0,726; p-value<0,05); perceived usefulness dengan behavioral intention to use (=0,652; p-value<0,05); perceived usefulness dengan actual technology use (=0,585; pvalue<0,05); attitude toward using technology dengan behavioral intention to use (=0,78; p-value<0,05); attitude toward using technology dengan actual technology use (=0,492; p-value<0,05); behavioral e-ISSN:2528-665X; Vol.7 ; No.1 (February, 2022): 181-188 Jurnal Human Care 182 intention to use dengan actual technology use (=0,672; p-value<0,05) Penerimaan pengguna terhadap ePPGBM di Kabupaten Jember sudah sangat baik. Diharapkan e-PPGBM ini dapat dijadikan gambaran awal penerimaan sistem informasi kesehatan di Indonesia dan dijadikan acuan dalam pertimbangan oleh Pemerintah untuk mengevaluasi Sistem Informasi Kesehatan di Indonesi

    Terdampak Covid-19 pada Klausul Force Majeure sebagai Alasan Menunda Angsuran pada Akad Pembiayaan Al Ijarah

    No full text
    Penyebaran Covid-19 membuat pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk memberikan keringanan dalam hal pembayaran cicilan kredit kepada nasabah bank, melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (POJK). Namun, aturan tersebut tidak mengatur secara spesifik mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan restrukturisasi (keringanan) kredit. Apabila yang mendapatkan hak restrukturisasi hanya yang positif terinfeksi virus, maka menjadi tidak adil jika restrukturisasi tidak berlaku menyeluruh kepada setiap warga negara Indonesia, menimbang dampaknya yang mengimbas seluruh warga. Untuk mengetahui terdampak Covid-19 apakah termasuk dalam karateristik force majeure yang dapat digunakan untuk menunda pembayaran pada akad pembiayaan al-ijarah, maka peneliti menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan hasil bahwa pandemi Covid-19 dijadikan sebagai dalil force majeur dalam suatu kontrak bisnis didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran Covid-19. Alasan tersebut dijadikan pembelaan debitur atas tidak terlaksananya suatu kontrak karena suatu hal yang tidak dapat diduga

    Elsa Munawarotul Penggunaan Metode Tabel Dalam Menyelesaikan Soal Rangkaian Listrik Tertutup Dua Loop Pada Siswa Sma

    No full text
    Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang berkaitan erat dengan ilmu matematika karena sebagian besar teori dalam fisika dinyatakan dalam bentuk notasi matematis. Melalui pembelajaran fisika, siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan menyelesaikan masalah fisika baik dalam kehidupan sehari-hari maupun masalah dalam soal. Penyelesaian soal rangkaian listrik tertutup dua loop ini menggunakan konsep Hukum II Kirchoff dengan metode eliminasi-substitusi. Tahapan penyelesaian dengan metode tersebut membutuhkan waktu pengerjaan relatif lama karena membutuhkan analisis yang cukup panjang, rumit, dan memerlukan penjabaran lebih lanjut. Urgensi selanjutnya pada pelaksanaan CBT, siswa tidak lagi menggunakan kertas pada saat ujian, melainkan menggunakan komputer. Sehingga dibutuhkan metode alternatif yang lebih efektif, sederhana, mudah dan efisien, metode tersebut adalah metode tabel. Penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan metode tabel dalam menyelesaikan soal pada konsep rangkaian listrik tertutup dua loop pada siswa SMA kelas XII IPA, serta mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan metode tabel dalam menyelesaikan soal pada konsep rangkaian listrik tertutup dua loop. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif berbasis eksperimen. Tempat penelitian dilaksanakan di MAN 3 Jember, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember tahun ajaran 2021/2022 dengan kelas XII IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelasn XII IPA 3 sebagai kelas kontrol. Peneliti mengumpulkan data menggunakan intrumen berupa tes (pretest dan posttest), angket respon siswa, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan diuji menggunakan uji statistik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan fakta bahwa hipotesis penelitian yang telah dibuat adalah benar, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan metode tabel dalam menyelesaikan soal pada konsep rangkaian listrik tertutup dua loop terhadap hasil belajar siswa. Perbedaan nilai hasil belajar posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 93,92 dan 78,51. Hal tersebut terjadi karena metode tabel dapat menjadi solusi penyelesaian yang lebih mudah, ringkas, sederhana, dan efisien. Sehingga dapat membantu siswa dalam menyelesaikan soal rangkaian listrik tertutup dua loop. Selain itu, penggunaan metode tabel sebagai metode alternatif penyelesaian soal rangkaian listrik tertutup dua loop dalam pembelajaran fisika di kelas mendapatkan respon baik dan positif. Analisis data hasil angket respon siswa menunjukkan nilai persentase rata-rata 87,01%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode penyelesaian soal berbantuan tabel sangat layak dan patut digunakan untuk menyelesaikan soal rangkaian listrik tertutup dua loop pada siswa SMA. Berdasarkan uraian di atas, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan siswa tentang metode penyelesaian soal rangkaian listrik tertutup dua loop menggunakan metode tabel dan dapat dijadikan sebagai landasan bagi guru fisika untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menyelesaikan persoalan pada pokok bahasan rangkaian listrik tertutup dua loop. Serta diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti lain agar dapat dijadikan sebagai pedoman untuk terus menerus dikembangkan pada penelitian selanjutnya.Drs. Bambang Supriadi, M.Sc Drs. Maryani, M.P

    Implementasi Pengenalan Wajah dengan Metode Convolutional Neural Network pada Robot Yudisium Fakultas Teknik Universitas Jember

    No full text
    Sistem biometrik merupakan identifikasi secara otomatis terhadap manusia berdasarkan psikological atau karakeristik tingkah laku manusia. Salah satu teknik biometric yang sangat menarik adalah aplikasi yang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi wajah. Sistem pengenalan wajah (Face Recognition) banyak dipakai dengan menggunakan berbagai metode, Pada penelitian kali ini akan dikembangkan sistem pengenalan wajah yang dipasang pada robot yudisium Fakultas Teknik Universitas Jember dengan menggunakan CNN (Convolutional Neural Network) sebagai classifier. Robot yudisium ini dirancang secara manual dengan menggunakan 4 buah roda omnidirectional wheel, ditambah dengan manekin agar menyerupai manusia serta ditambah kamera diatas kepala robot agar robot dapat mengenali target. Pada sistem elektrikal robot yudisium terdapat beberapa komponen yang digunakan antara lain mikrokontroler Arduino Mega, driver motor, motor DC, dan Jetson Nano. Untuk pengendalian robot digunakan sebuah WebCam yang akan mengirim data ke NVIDIA Jetson Nano berupa gambar, kemudian data tersebut diolah untuk memberikan sinyal instruksi yang sesuai ke Arduino Mega. Pada saat pengolahan data inilah NVIDIA Jetson Nano diprogram sesuai dengan kaidah metode Convolution Neural Network. Sedangkan untuk penggerak robot menggunakan 4 buah driver motor BTS 7960 dan 4 buah motor DC PG45 24V. Berdasarkan pengujian keseluruhan yang telah dilakukan robot berhasil mengenali wajah sesuai target yang dimaksud, dengan indikator robot berhenti di depan target antara jarak 9 – 12 cm. Selain wajah target yang dimaksud, maka robot akan mengabaikan wajah tersebut dan terus berjalan untuk memindai wajah yang lain. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah diperlukan 9 lapisan CNN untuk menghasilkan akurasi pengenalan wajah yang tinggi. Metode CNN juga mampu mengenali wajah meskipun dengan ekspresi wajah yang berbeda – beda.Ir. Sumardi, S.T., M.T. Wahyu Muldayani, S.T., M.T

    Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi Lingkungan Ijen Geopark Wilayah Kabupaten Bondowoso

    No full text
    Ijen Geopark Wilayah Bondowoso menekankan pada konsep Pentahelix melalui Pengelola Geopark dan penerapan metode Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai bagian tak terpisahkan. Sosialisasi terkait Ijen Geopark diharapkan dapat mengedukasi dan membuat masyarakat sadar akan potensi wisata serta melindungi kawasan secara keseluruhan. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan evaluasi. Peserta sosialisasi adalah 20 orang perwakilan kelompok masyarakat di Wilayah Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. sosialisasi Ijen Geopark Di The Raung dilaksanakan secara efektif dengan hasil presentase yang menunjukan hasil baik (cukup, baik, sangat baiki). Materi yang diberikan oleh para narasumber meliputi cakupan wilayah Ijen Geopark beserta situsnya (geosite, biosite, dan cultural site) yang berfugsi sebagai geowisata, manfaat Ijen Geopark untuk masyarakat, peran serta dalam pengelolaan dan konservasi lingkungan Ijen Geopark sangat menarik bagi peserta

    Hubungan Antara Faktor Pekerjaan dengan Stres Kerja Dosen Universitas Jember

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiStres kerja adalah ketidaksesuaian antara beban kerja dengan kemampuan individu dalam mengerjakan tugasnya. Faktor stres kerja yang menjadi penyebab adanya stres kerja yaitu berasal dari individu/diri sendiri, dari pekerjaan, dan dari luar pekerjaan/lingkungan. Stres kerja dapat terjadi kepada siapa pun termasuk pada dosen. Hal ini dikarenakan aktivitas atau tuntutan tugas yang diterima dosen terlalu banyak sehingga dosen dapat menjadi traumatik dan penuh tekanan. Apabila stres kerja tersebut terjadi secara terus-menerus, maka akan menyebabkan beberapa gangguan masalah kesehatan, baik secara fisik dan psikologis. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti pada 20 dosen yang aktif mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember, diketahui bahwa dosen yang mengalami stres kerja rendah sebesar 45% dan stres kerja sedang sebanyak 55%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara faktor pekerjaan berupa divisi tempat kerja, beban kerja, jabatan fungsional, dan hubungan interpersonal dengan stres kerja dosen di Universitas Jember. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 1362 dosen berstatus aktif di Universitas Jember dan sampel sebanyak 100 dosen. Pemilihan sampel menggunakan non-probability sampling berupa quota sampling. Pengambilan data dengan teknik angket secara daring menggunakan google formulir. Variabel dependen penelitian ini adalah stres kerja dosen. Sedangkan, variabel independennya adalah divisi tempat kerja, beban kerja, jabatan fungsional, dan hubungan interpersonal. Data dianalisis secara statistik dengan Uji Chi-square dan Contingency Coeficient dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosen dari fakultas sains dan teknologi (bidang ilmu kesehatan, MIPA, teknik, teknologi, dan pertanian) memiliki jumlah yang sama dengan dosen dari fakultas sosial humaniora (bidang ilmu sosial, ekonomi, bisnis, manajemen, hukum, bahasa, dan budaya) yakni masing-masing 50 dosen, 62% dosen memiliki beban kerja sedang, 45% dosen berstatus asisten ahli pada jabatan fungsional, dan 59% dosen memiliki hubungan interpersonal yang dekat. Selain itu, 66% dosen memiliki stres kerja yang sedang. Hasil uji stastistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara divisi tempat kerja dengan stres kerja dosen di Universitas Jember (p=0.833), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja dosen di Universitas Jember (p=0,205), tidak terdapat hubungan hubungan yang signifikan antara jabatan fungsional dengan stres kerja dosen di Universitas Jember (p=0,226), dan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan interpersonal dengan stres kerja dosen di Universitas Jember (p=0,006). Kesimpulannya adalah hubungan interpersonal memiliki hubungan dengan stres kerja dosen di Universitas Jember. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pihak Universitas Jember dapat memberikan tuntutan kerja yang sesuai atau dapat diselesaikan sesuai waktu (deadline) yang disepakati, mengadakan bimbingan konseling untuk dosen yang memungkinkan dosen menyampaikan setiap masalah yang muncul terkait peran dan tanggung jawab dalam pekerjaan mereka, perlu meningkatkan hubungan interpersonal yang baik dengan cara pengadaan acara sharing mengenai masalah pekerjaan antar dosen agar antara pimpinan dan bawahan maupun antar sesama dosen dapat saling memahami dan saling mengerti, serta meningkatkan upaya untuk mengapresiasi kinerja dosen.Kurnia Ardiansyah Akbar, S.KM., M.KKK (Dosen Pembimbing I) dr. Ragil Ismi Hartanti, M.Sc (Dosen Pembimbing II

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇