75643 research outputs found
Sort by
Pengaruh Campuran Ekstrak Daun dan Bunga Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Toksisitas Larva Nyamuk Aedes Aegypti Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue
Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiDemam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus
dengan tanda-tanda demam tinggi disertai dengan manifestasi perdarahan. Nyamuk
betina Aedes aegypti merupakan vektor utama dari penyebaran penyakit demam
berdarah dengue. Pengendalian vektor merupakan salah satu upaya guna
mengurangi populasi vektor. Pemakaian insektisida sintetik yang tidak diiringi
dengan atensi terhadap dampak yang dapat terjadi. Salah satu jalan pintas yang
dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut yaitu menggunakan
pemanfaatan insektisida yang berasal dari tumbuhan ataupun bahan alami yang lain.
Di Indonesia banyak terdapat tanaman sukun dan memiliki potensi sebagai bahan
penolak nyamuk. Pada beberapa penelitian yang sebelumnya telah dilakukan,
dijelaskan bahwa pada ekstrak daun dan bunga sukun terdapat kandungan senyawa
kimia yang dapat mematikan larva nyamuk.
Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui potensi ekstrak daun, bunga, serta
campuran daun dan bunga sukun sebagai larvasida yang dapat mematikan larva
Aedes aegypti vektor penyakit demam berdarah dengue. Diharapkan pada
pencampuran dari ekstrak daun dan bunga sukun mampu menunjukkan efek
sinergis sehingga dapat meningkatkan jumlah mortalitas larva Aedes aegypti
dibandingkan dengan penggunaan ekstrak tunggal. Studi ini menggunakan desain
penelitian True Experimental Design dengan metode post-test only. Penelitian ini
dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok uji, dengan sampel larva Aedes
aegypti sebanyak 860 larva. Konsentrasi ekstrak yang digunakan pada masingmasing ekstrak daun, bunga, serta ekstrak campuran daun dan bunga sukun adalah
serial konsentrasu yang sama yaitu 1000, 2750, 4500, dan 6250 ppm. Setelah
pemberian perlakuan, kedua kelompok di observasi pada waktu 6, 9, dan 24 jam
untuk mengetahui jumlah mortalitas larva uji.
Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan analisa menggunakan uji
statistik, pada ekstrak daun, bunga, serta campuran ekstrak daun dan bunga sukun
memiliki pengaruh terhadap kematian larva Aedes aegypti. Nilai LC50 ekstrak daun
sukun adalah 2531 ppm dengan nilai LT50 adalah pada waktu 10,8 jam. Nilai LC50
ekstrak bunga sukun adalah 1871 ppm, dengan nilai LT50 adalah 4,2 jam. Nilai LC50
ekstrak campuran daun dan bunga sukun adalah 903 ppm, dengan LT50 adalah pada
waktu 3,7 jam.
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
yang signifikan dalam penggunaan ekstrak daun, bunga, serta ekstrak campuran
daun dan bunga sukun terhadap toksisitas larva Aedes aegypti. Campuran ekstrak
daun dan bunga sukun memiliki toksisitas yang paling tinggi jika dibandingkan
ekstrak tunggal untuk mematikan larva Aedes aegypti Berdasarkan hasil studi ini,
peneliti menyarankan beberapa hal yang dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan oleh beberapa pihak, bagi pemerintah diharapkan daun dan bunga
tanaman sukun dapat dimanfaatkan menjadi alternatif pengendalian vektor, karena
selama ini daun dan bunga tanaman sukun hanya menjadi bahan yang tidak dapat
dimanfaatkan. Pemerintah juga dapat memberikan pelatihan mengenai
pemanfaatan daun dan bunga sukun sebagai larvasida, kepada masyarakat
khususnya yang disekitar tempat tinggalnya masih banyak terdapat tanaman sukun.
Serta bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut
mengenai isolasi senyawa aktif untuk mengetahui efek dari senyawa murni yang
terkandung pada masing-masing ekstrak, penelitian lanjutan mengenai dampak
jangka panjang tentang pemakaian ekstrak daun, bunga serta ekstrak campuran
daun dan bunga sukun terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan,
memerlukan adanya hasil produk dari penelitian agar dapat memudahkan
penggunaannya dalam pengendalian vektor, serta memerlukan formulasi ekstrak
dalam bentuk lain yang lebih aman bagi masyarakat sehingga dapat digunakan
sebagai larvasida.Dr, Dwi Wahyuni, M.Kes
Dr. Isa Ma'rufi, S.KM., M.Kes
Regulatory compliance ofskincare product advertisements on Instagram
Introduction: Significant progress has been shown in the selling of cosmetic products. The
number of companies working in this industry increased from 153 in 2017 to 760 in 2018. The
National Agency of Drug and Food Control (NA-DFC) of Indonesia (BPOM) is authorised to
supervise circulating cosmetic products, including cosmetic advertisements. BPOM issues
regulations on Technical Guidelines for Supervision of Cosmetic Ads which are updated
regularly. Skincare products are the type of cosmetics that are advertised on social media.
Instagram is one of the most widely used social media platforms for the advertisement of
skincare products in Indonesia Objectives: To determine the regulatory compliance of
skincare product advertisements on Instagram. Method: The study was conducted by
collecting data online via Instagram from 30 November to 6 December 2020. All advertisements
of skincare products that were found in the most popular search menus and that were
uploaded in 2020 were used. A checklist of regulatory compliance based on recent regulation
was made as an instrument of study. Result: There were 135 samples of skincare product
advertisements. They consisted of cleansing (58 products), moisturiser (66 products), sun
protector (five products), and peeling (five products). The average regulatory compliance was
91.44%. Conclusion: The regulatory compliance of skincare product advertisements is close
to 100%. However, some points of assessment need improvement
Analisis Risiko pada Penganggaran Modal dengan Simulasi Monte Carlo Pengembangan Usaha Jasa Pemasangan WiFi
Operator telekomunikasi saat ini sedang berubah lini bisnis mereka dari apa yang dulu sibuk pada layanan telekomunikasi suara atau panggilan suara dan layanan SMS untuk berubah menjadi berbasis data/internet jasa. Namun, layanan internet dari operator telekomunikasi tidak merata tersebar di seluruh Indonesia, masih ada banyak daerah terpencil atau pedesaan yang belum dapat menikmati layanan internet dari ini operator telekomunikasi karena infrastruktur permasalahan yang belum merata. satu dari tren dalam perkembangan informasi teknologi yang memberikan pemerataan fasilitas internet dengan cakupan yang lebih luas adalah RT/RW Net. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang bergerak di bidang internet jasa khususnya CV. Aisya Cahaya Quanta yang membuat investasi jangka panjang dalam bisnis perkembangan. Masalah yang menjadi faktor kegagalan adalah bahwa keputusan perencanaan investasi hanya menggunakan naluri dan pemikiran pribadi pemilik bisnis. Meskipun demikian dana yang akan diinvestasikan oleh perusahaan ke dalam pengembangan bisnis memiliki relatif kecil, investasinya harus tetap diperhitungkan secara cermat dan tepat, serta harus mampu untuk memberikan yang maksimal. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Riset dilakukan dengan menggunakan modal analisis penganggaran dan analisis risiko ke internet proyek perluasan jaringan yang akan dilakukan oleh CV. Aisyah Cahaya Quanta. hasil berdasarkan perhitungan evaluasi finansial dan analisis risiko menggunakan simulasi Monte Carlo, internet proyek promosi jaringan dianggap layak. Jadi bahwa proyek memperluas jaringan internet yang akan dilakukan oleh CV. Aisya Cahaya Quanta adalah disarankan untuk melanjutkan
Pengaruh Harga, Iklan, dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Indihome di Kota Jember
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Harga, Iklan, Dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Indihome di Kota Jember. Penelitian ini termasuk jenis penelitian explanatory research. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 92.681 rumah tangga yang ada di kota jember yang mencakup 3 kecamatan. Sampel yang diambil adalah sebanyak 100 responden. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkah bahwa variabel iklan dan citra merek berpengaruh terhadap kepututusan pembelian, sedangkan variabel harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen indihome di kota Jember.Drs. Ketut Indraningrat, M.Si
Dr. Hari Sukarno, M.M., CRA., CSF
Pewarnaan Titik Ketakteraturan Lokal Inklusif pada Keluarga Graf Unicyclic
Finalisasi unggah file repositori tanggal 20 April 2022_KurnadiPewarnaan titik ketakteraturan lokal inklusif merupakan pengembangan
dari pewarnaan titik ketakteraturan lokal dimana bobot titik yang dihasilkan yaitu
dengan menjumlahkan label titik-titik yang bertetangga dengan label titik dirinya
sendiri. Pewarnaan titik ketakteraturan lokal inklusif menggabungkan antara
pelabelan ketakteraturan dan pewarnaan dimana pelabelan dan pewarnaan yang
dihasilkan harus seminimal mungkin
Penelitian ini membahas mengenai pewarnaan titik ketakteraturan lokal
inklusif pada keluarga graf unicyclic yang meliputi graf cricket, graf tadpole, graf
peach, graf net, dan graf bull. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
metode eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran
mengenai suatu topik penelitian yang akan di eksplorasi secara mendalam
Adapun hasil dari penelitian ini mengasilkan teorema baru mengenai
pewarnaan titik ketakteraturan lokal inklusif pada keluarga grafi unicyclic yang
terurai sebagai berikut .
i. Bilangan kromatik ketakteraturan lokal inklusif pada graf cricket ( ) Crm n,
adalah ( ) ,
4 genap dan 3
5 ganjil dan 3
i
lis m n
m n
Cr
m n
=
ii. Bilangan kromatik ketakteraturan lokal inkludif pada graf tadpole ( ) Tm n,
( ) ,
4, untuk genap, 3
5, untuk ganjil, 3Dosen Pembimbing 1 : Dr. Arika Indah Kristiana, S.Si., M.Pd.
Dosen Pembimbing 2 : Robiatul Adawiyah, S.Pd., M.Si
Pengaruh Media Aplikasi Android Eduplasa Disertai Lkpd Pada Materi Pesawat Sederhana Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Minat Belajar Siswa SMP
Tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh media aplikasi android eduplasa disertai LKPD pada materi pesawat sederhana untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan minat belajar siswa SMP. Desain penelitian ini menggunakan Non-equivalent Control Group Design dengan menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen secara tidak random. Teknik analisis data penelitian ini yaitu uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji parametrik (uji independent sample t-test) dan uji hipotesis. Berdasarkan uji independen Sampel t-test pada kolom t-test Equality of Means menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa h0 ditolak dan diterima artinya terdapat perbedaan nilai antara kelas eksperimen dan kelas kontrol ha yang dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi android eduplasa disertai LKPD terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen. sedangkan Hasil uji independen sample t-test pada kolom t-test Equality of Means untuk data minat belajar menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,006 dan 0,008. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa h0 ditolak dan ha diterima artinya terdapat perbedaan nilai antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi android eduplasa disertai LKPD pada kelas eksperimen.Prof. Dr. I Ketut Mahardika, M.Si
Zainur Rasyid Ridlo, S.Pd., M.P
Hubungan Burnout Syndrome dengan Depresi Tenaga Kesehatan Pasca Masa Pandemi COVID-19 di RSD Dr Soebandi Kabupaten Jember
Pandemi COVID-19 telah mewabah Indonesia selama kurang lebih satu
setengah tahun. Jawa Timur menjadi provinsi dengan penambahan pasien COVID-19
tertinggi, dan salah satu daerah yang menyumbang angka tersebut adalah Jember.
Varian Delta yang masuk Indonesia pada bulan Juni lalu memiliki tingkat penyebaran
yang sangat cepat dan menyebabkan rumah sakit sempat penuh dengan pasien
COVID-19. Beratnya beban tenaga kesehatan sebagai garda terdepan saat pandemi
COVID-19 ini merisikokan tenaga kesehatan pada masalah kesehatan mental. Mereka
berisiko terkena burnout syndrome dan depresi selama pandemi. Tak banyak
penelitian di Indonesia yang membahas keterkaitan tentang burnout syndrome dan
depresi terutama dalam konteks pandemi COVID-19, sehingga kemungkinan burnout
syndrome dan depresi saling bertumpang tindih belum terpecahkan. Penelitian
dilakukan untuk mengetahui hubungan burnout syndrome dengan depresi pada tenaga
kesehatan pada masa pandemi COVID-19 di RSD Dr. Soebandi Kabupaten Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan
pendekatan cross-sectional, yang dilakukan di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi
Jember pada bulan Agustus - November 2021. Responden penelitian adalah dokter
atau perawat yang bekerja di RSD dr. Soebandi. Data diperoleh dari hasil pengisian
kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk menilai burnout syndrome dan
Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) untuk menilai depresi. Data yang diperoleh
akan diuji menggunakan uji regresi logistik biner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi burnout syndrome pada
tenaga kesehatan di RSD Dr Soebandi sebesar 81,18% untuk burnout derajat rendah,
16,47% untuk burnout derajat sedang, dan 2,35% untuk burnout derajat cukup.
Sebanyak 20% tenaga kesehatan mengalami depresi, sedangkan 80% lainnya tidak
mengalami depresi. Terdapat hubungan signifikan antara burnout syndrome dengan
kejadian depresi pada tenaga kesehatan di RSD Dr Soebandi. (p = 0,000). Kelelahan
emosional dan depersonalisasi merupakan dimensi burnout yang memiliki hubungan
signifikan dengan kejadian depresi (p= 0,004 dan p= 0,045), sedangkan penurunan
capaian diri tidak berhubungan signifikan. Penelitian ini turut memberikan bukti
bahwa burnout syndrome dan depresi adalah dua hal yang saling terkait namun dapat
dibedakan. Dua hal tersebut dapat berkembang bersama dalam situasi stres pekerjaan
dan stres psikologis yang tinggi, sehingga screening kesehatan mental pada tenaga
kesehatan pasca pandemi perlu dilakukan beserta pemberian terapi yang sesuai agar
tidak berkembang menjadi lebih berat.dr Ancah Caesarina Novi M, Ph. D
dr Inke Kusumastuti, M. Biomed., Sp. K
Relevansi Keterbukaan Perdagangan dan Pendalaman Keuangan Terhadap Ketimpangan Pendapatan ASEAN 3
Unsur Dramatik pada Plot Film Genre Misteri Memento
Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiFilm Memento adalah film genre misteri yang mengisahkan perjalanan Leonard Shelby dengan gangguan ingatan short term memory loss melakukan investigasi untuk menemukan pembunuh istrinya. Film Memento memiliki cara penceritaan atau penerapan plot yang tidak biasa yaitu cerita berjalan dengan dua trek dalam gambar berbeda dan bergerak menuju peristiwa yang menghubungkan kedua trek cerita tersebut. Plot merupakan cara pembuat film menuturkan cerita untuk menciptakan efek tertentu baik unsur dramatik sebagai salah satu perangkat film yang digunakan untuk menggerakkan emosi penonton. Penelitian dengan judul “Unsur Dramatik pada Plot Film Genre Misteri Memento”, peneliti lakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan plot dalam film Memento mempengaruhi unsur dramatik dalam film.
Peneliti menganalisis jenis plot yang pembuat film gunakan dalam film Memento, mengkategorikan jenis plot yang terdapat dalam film Memento dari sepuluh jenis plot yang ada yaitu real time, chronological time, in medias res, frame narrative, parallel time, non-chronological narratives i: subjective time, non-chronological narratives ii: repeated time, non-chronological narratives iii: reverse chronology (Rabiger dan Hurbis-Cherrier 2013: 60) kemudian menafsirkan efek yang ditimbulkan suatu jenis plot pada empat unsur dramatik film yaitu konflik, suspense, curiosity, dan surprise (Lutters, 2010: 100). Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan memulai proses penelitian dengan menentukan topik kemudian merumuskan masalah, mengumpulkan data primer dan sekunder menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, menganalisis data berdasarkan temuan hasil lapangan dan teori yang digunakan, menafsirkan temuan dalam proses analisis, merangkumnya dan menyelesaikan penelitian dalam tahapan menyajikan hasil analisis yang telah dilakukan secara deskriptif. Peneliti mendapatkan hasil bahwa plot mempengaruhi unsur dramatik pada film Memento dengan memilih peristiwa yang ditampilkan dan menentukan penempatan peristiwa tersebut dalam keseluruhan rangkaian film.
Film Memento menggunakan plot nonchronological narratives: reverse chronology untuk menuturkan plot utama dan plot chronological time sebagai subplot. Film Memento menampilkan sesuatu yang belum jelas melalui plot nonchronological narratives: reverse chronology dengan menunda sebab dan menampilkan akibat terlebih dahulu untuk menempatkan penonton pada konflik dengan halangan kondisi yang mirip dengan tokoh utama dan penuturan terbalik juga menciptakan curiosity yang kuat namun tidak menghasilkan emosi yang cukup untuk membangun suspense karena penyelesaian dituturkan terlalu dini. Plot chronological time sebagai subplot mengisahkan cerita kedua dengan runut dan membangun cukup emosi mulai dari awal penyebab peristiwa terjadi hingga pada persimpangan keberhasilan dan kegagalan tokoh dalam mencapai tujuannya untuk menimbulkan suspense di akhir film. Film Memento berjalan dengan membangun persepsi mengenai tokoh utama serta hubungannya dengan tokoh lain dan membeberkan sedikit informasi mengenai masa depan tokoh utama secara bersamaan untuk membangun suspense hingga pada peristiwa yang menghubungkan dua trek cerita di akhir film. Film Memento berjalan dengan memainkan garis hubung sebab-akibat antara peristiwa pada dua trek cerita untuk menjaga keraguan penonton kemudian menampilkan peristiwa yang berada di luar dugaan untuk menciptakan surprise.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Bambang Aris Kartika, M.A.
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Mochamad Ilham, M.Si
Optimasi Penjadwalan Tebang Angkut Tebu di Pabrik Gula Kebon Agung Menggunakan Linear Programming
Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiPabrik Gula Kebonagung merupakan salah satu Perusahaan Besar Swasta tebu di Jawa Timur yang masih beroperasi hingga saat ini. PG. Kebonagung melakukan kegiatan mulai dari penanaman tebu hingga pengolahan tebu menjadi produk yang siap dipasarkan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PG Kebonagung adalah kegiatan tebang angkut tebu. Dari hasil penelitian kegiatan tebang angkut di PG. Kebonagung, ditemukan kendala yakni kemungkinan inefisiensi biaya tebang angkut yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah pada kegiatan pengangkutan tebu ke penggilingan. Faktor lainnya adalah lamanya waktu tebang tebu, yang dipengaruhi oleh luas lahan panen, jumlah tenaga kerja, kapasitas transportasi, dan juga faktor alam seperti cuaca.
Kemungkinan inefisiensi biaya tebang angkut dapat ditekan dengan memperhatikan sejumlah faktor, diantaranya penghematan luas lahan, perencanaan jumlah tenaga kerja dan armada transportasi yang digunakan. Namun, upaya penghematan luas lahan dan penurunan jumlah transportasi juga dapat menyebabkan kendala lainnya, yakni berkurangnya jumlah produksi tebu yang dibawa ke tempat penggilingan untuk memenuhi target giling PG. Sehingga, dilakukan upaya optimasi penjadwalan pada kegiatan tebang angkut di PG Kebonagung menggunakan pendekatan model linear programming.
Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisasi biaya tebang angkut yang ada di Pabrik Gula Kebonagung, menentukan faktor-faktor yang berpengaruh pada proses penjadwalan tebang angkut tebu dan merancang model matematis optimasi penjadwalan kegiatan tebang angkut tebu di PG Kebonagung. Perancangan model matematis menggunakan sejumlah variabel yakni luas lahan, produktivitas lahan, biaya tebang, biaya angkut, kapasitas angkut armada transportasi, dan kapasitas giling. Variabel model matematis diperoleh melalui pengolahan data aktual hasil penelitian. Kemudian, dilakukan simulasi model matematis menggunakan software LINGO.
Berdasarkan hasil simulasi model, diperoleh sejumlah penghematan dibandingkan kondisi aktual. Nilai biaya total tebang angkut untuk satu musim giling yang awalnya sebesar Rp.1.905.072.000,- menjadi Rp.1.273.368.000,- (menghemat sebesar 0,331%); luas lahan total aktual sebesar 139,69 ha, menurun menjadi 137,87 ha; hasil produksi tebu aktual per musim giling meningkat sebanyak 0,246%, dari semula 11.140 ton menjadi 13.887 ton per musim giling; kebutuhan armada transportasi menurun sebanyak 39%, awalnya sebanyak 2.870 unit menurun menjadi 1.736 unit; kemudian untuk kapasitas giling yang semula sebesar minimal 805 ton setiap periode gilingnya, sekarang telah bisa dimaksimalkan sesuai target perusahaan yakni sebesar 1.000 ton. Dari analisis hasil simulasi model juga telah disusun tabel penjadwalan tebang angkut tebu, sebagai rekomendasi kebijakan bagi pihak PG. Kebonagung.Dr. Bambang Herry P., S.TP., M.Si. (Dosen Pembimbing