75643 research outputs found
Sort by
Optimasi Desain dan Analisis Rangka Mobil Listrik Jenis Spaceframe untuk Kendaraan Kompetisi
Sasis kendaraan berfungsi sebagai komponen tulang punggung kendaraan yang
menerima beban baik dari kendaraan maupun selama kendaraan melaju dilintasan.
Performa struktur sasis kendaraan dalam menerima pembebanan pada kondisi kritis
kendaraan perlu direncanakan untuk mencapai performa kendaraan yang baik dan
menunjang keamanan pengemudi. Simulasi pemodelan dengan finite element
methode (FEA) mengacu pada kondisi kritis kendaraan saat berbelok dan saat
tabrakan pada arah depan atau front crash impact. Kondisi kendaraan saat berbelok
digunakan untuk menentukan pembebanan puntir sasis kendaraan pada sumbu
depan, sumbu belakang dan kombinasi sumbu depan belakang. Simulasi pemodelan
struktur sasis kendaraan dilakukan untuk mengetahui reaksi desain sasis yang
digunakan tim mobil listrik saat ini dengan digunakan sebagai dasar analisa dan
optimasi sasis dalam bentuk 2 desain spaceframe yakni sasis optimasi 1 yang
memiliki posisi center of grafity yang rendah dan sasis optimasi 2 dengan posisi
bagian bawah sasis kendaraan yang datar. Sasis spaceframe yang digunakan
sebagai desain optimasi mengacu pada kemampuan membentuk susunan struktur
triangulasi yang baik. Setelah didapatkan hasil simulasi pemodelan akan dilakukan
analisa dan perbandingan performa sasis yang digunakan tim dengan sasis optimasi
1 dan optimasi 2. Karakteristik performa sasis kendaraan berdasarkan pada nilai
torsional stiffness, safety factor, posisi kritis sasis dan massa sasis yang dihasilkan
dalam penelitian. Hasil didapatkan dari desain masing masing sasis menunjukan
karakteristik desain sasis optimasi 1 dengan susunan secara triangulasi dan posisi
pusat center of gravity yang rendah memiliki karakteristik paling baik diantara
desain sasis lainnya. Desain optimasi 1 menghasilkan nilai torsional stifness
(Nm/deg°) & safety factor masing masing posisi pembebanan sumbu depan
14314,99 & 2,052; sumbu belakang 11600,84 & 2,306; kombinasi sumbu depan belakang 17824,3 & 2,306. Sasis Optimasi 1 menghasilkan reduksi massa sasis
dibanding desain sasis tim sebesar 20 Kg dan dalam pembebanan front crash impact
menghasilkan nilai safety factor sebesar 1,469 dengan kondisi tabrakan dari arah
depan dengan kecepatan 70 Km/h dan waktu tabrakan 0,2 second.Dr. Muh. Nurkoyim Kustanto S.T., M.T.
Dr. Ir. Agus Triono S.T., M.T
Implementasi Metode K-Means Clustering Untuk Analisis Trend Topik Skripsi (Studi Kasus: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember)
Perkembangan teknologi informasi menyebabkan banyaknya jumlah dokumen digital khususnya dokumen skripsi sehingga dapat memunculkan peluang mahasiswa mengambil topik yang sama dan tidak variatif. Dokumen skripsi dapat dikelompokkan berdasarkan topiknya dengan mengidentifikasi bagian abstrak. Hasil pengelompokkan dapat diketahui trend-nya dengan visualisasi data sehingga dapat di analisis untuk mengetahui trend setiap topiknya. Pengambilan data pada repository Universitas Jember melalui proses web scraping sebanyak 490 dokumen skripsi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember. Tahap preprocessing dilakukan dengan metode text mining yang meliputi cleaning, filtering, stemming, dan tokenizing. Lalu menghitung bobot setiap kata dengan algoritma Term Frequency - Inverse Document Frequency, dilanjutkan proses reduksi dimensi menggunakan algoritma Principal Component Analysis yang dilakukan normalisasi Z-Score terlebih dahulu. Proses outliers removal dilakukan sebelum mengelompokkan dokumen. Selanjutnya pengelompokkan dokumen menggunakan metode K-Means Clustering dengan Cosine Similarity sebagai perhitungan jarak dan algoritma Silhouette Coefficient sebagai pengujiannya. Hasil pengujian dilakukan dengan nilai kyang bervariasi dan didapatkan nilai optimal pada k = 2 dengan nilai Silhouette 0,80. Lalu pendeteksian topik menggunakan algoritma Latent Dirichlet Allocation pada setiap cluster yang telah terbentuk. Setiap cluster dilakukan visualisasi dengan line chart dan algoritma Least Square serta di analisis untuk mengetahui trend yang terjadi. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa topik Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan terjadi trend turun, dan topik Pengukuran Kinerja TI dan Peramalan terjadi trend naik. Maka dapat disimpulkan topik Pengembangan Sistem Penunjang Keputusan perlu dikurangi sehingga topik-topik lain dapat muncul.Dosen Pembimbing Utama : Achmad Maududie, S.T., M.Sc.
Dosen Pembimbing Anggota : Fajrin Nurman Arifin, S.T., M.Eng
The Evaluation of Deep Learning Using Convolutional Neural Network (CNN) Approach for Identifying Arabica and Robusta Coffee Plants
Purpose Arabica and Robusta coffee plants are physically distinctive as manifested in their leaves, leaf shape, color, and size.
However, for ordinary people or those who have just begun their business in coffee cultivation, identifying the type of coffee
plant can be challenging. In this study, we incorporated and evaluated deep learning technology to identify the types of coffee
based on leaf image identification.
Methods In this study, we designed a deep learning architecture and compared it with the well-known approaches, including
LeNet, AlexNet, ResNet-50, and GoogleNet. A total of 19,980 image datasets were split into training and testing data, consisting
of 15,984 images and 3,996 images, respectively.
Results The hyperparameters were taken into account where the use of 100 epoch and 0.0001 learning rate provided the highest
accuracy. In addition, 10-fold cross-validation and ROC were used for evaluating the proposed architectures. The results show
that the developed convolutional neural network (CNN) generated the highest accuracy of 97.67% compared to LeNet, AlexNet,
ResNet-50, and GoogleNet with an accuracy rate of 97.20%, 95.10%, 72.35%, and 82,16%, respectively.
Conclusions The modified-CNN algorithm had satisfactory accuracy in identifying different types of coffee. The underlying
principles of such classification draw specific attention to the leaf shape, size, and color of Arabica and Robusta coffee. For future
works, it is a potential method that can be used to rapidly identify diverse varieties of Robusta and Arabica coffee plants based on
leaf tissue and above canopy characteristics
Pewarnaan Graceful pada Graf Petersen Diperumum
Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiTopik yang dijadikan sebagai kajian dalam skripsi ini adalah satu dari
sekian banyak topik dalam bidang teori graf, khususnya dalam bidang pewarnaan
graf, yaitu pewarnaan graceful. Pewarnaan dasar graf terdiri atas pewarnaan titik,
sisi, dan wilayah. Pewarnaan titik adalah pemberian warna setiap titik pada suatu
graf sedemikian hingga titik yang saling bertetangga (adjacent) diberi warna yang
berbeda. Pewarnaan sisi adalah pemberian warna setiap sisi pada graf sedemikian
hingga sisi yang saling bertetangga (adjacent) diberi warna yang berbeda.
Pewarnaan wilayah adalah pemberian warna setiap wilayah pada graf sedemikian
hingga wilayah yang saling bertetangga diberi warna yang berbeda. Pewarnaan
graceful adalah bentuk pewarnaan titik yang nantinya menginduksi pewarnaan sisi
nya melalui selisih positif dua buah titik yang saling bertetangga.
k-pewarnaan graceful dari graf G adalah pewarnaan titik proper ܿǣ ܸሺܩሻ ՜
ሼͳǡʹǡ ǥ ǡ ݇ሽ, dimana ݇ ʹ yang menginduksi pewarnaan sisi proper ܿᇱ
ǣ ܧሺܩሻ ՜
ሼͳǡʹǡ ǥ ǡ ݇ െ ͳሽ yang didefinisikan oleh ܿᇱ
ሺݒݑሻ ൌ ȁܿሺݑሻ െ ܿሺݒሻȁ. Pewarnaan titik
proper c dari graf G adalah pewarnaan graceful jika c adalah k-pewarnaan
graceful untuk ݇ א Ȩ. Bilangan kromatik graceful dari graf G dilambangkan
dengan ߯ሺܩሻ, adalah nilai k minimal dimana graf G memiliki k-pewarnaan
graceful. Graf yang digunakan dalam penelitian ini adalah graf petersen
diperumum dengan nilai lompatan sisi dalam dari 1 sampai dengan 4.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pola pewarnaan
graceful untuk mencari bilangan kromatiknya pada graf petersen diperumum
dengan batasan permasalahan yaitu nilai lompatan sisi bagian dalam yaitu dari 1
sampai dengan 4.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, dalam penelitian ini diperoleh empat
buah teorema diantaranya sebagai berikut:
1. Teorema 1. Diberikan ܲሺ݊ǡ ͳሻ adalah suatu graf petersen diperumum
dengan nilai lompatan sisi dalam yaitu 1, maka ߯൫ܲሺ݊ǡ ͳሻ൯ ൌ , untuk
݊ ͵.
2. Teorema 2. Diberikan ܲሺ݊ǡ ʹሻ adalah suatu graf petersen diperumum
dengan nilai lompatan sisi dalam yaitu 2, maka:
߯൫ܲሺ݊ǡ ʹሻ൯ ൌ ൞
ሻ݀ ͵݉Ͳሺ ؠ ݊ ݇ݑݐ݊ݑ ǡ
ܽݕ݈݊݊݅ܽ ݊ ݇ݑݐ݊ݑ ͺǡ
3. Teorema 3. Diberikan ܲሺ݊ǡ ͵ሻ adalah suatu graf petersen diperumum
dengan nilai lompatan sisi dalam yaitu 3, maka:
߯ሺܲሺ݊ǡ ͵ሻሻ ൌ ǡ untuk ݊ ؠ Ͳሺ݉ ݀Ͷሻ dan
߯൫ܲሺ݊ǡ ͵ሻ൯ ͺ ݑ݊ݑݐ݈݊݊݅ܽ ݊ ݇ݕܽ
4. Teorema 4. Diberikan ܲሺ݊ǡ Ͷሻ adalah suatu graf petersen diperumum
dengan nilai lompatan sisi dalam yaitu 4, maka:
߯൫ܲሺ݊ǡ Ͷሻ൯ ൌ ൞
ሻ݀ ͵݉Ͳሺ ؠ ݊ ݇ݑݐ݊ݑ ǡ
ܽݕ݈݊݊݅ܽ ݊ ݇ݑݐ݊ݑ ͺǡDosen Pembimbing 1 : Dr. Arika Indah Kristiana, S.Si., M.Pd
Dosen Pembimbing 2 : Ermita Rizki Albirri, S.Pd., M.Si
Efisiensi Pemberian Konsentrasi Nutrisi Secara Manual dan Otomatis dengan Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) pada Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 8 Juni 2022_KurnadiPermintaan komoditas bayam merah semakin meningkat sehingga diperlukan solusi untuk meningkatkan produksi. Teknik hidroponik NFT merupakan solusi yang tepat dan teknologi alat kontrol pemberian nutrisi secara otomatis digunakan untuk menjaga pemberian nutrisi sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi nutrisi secara manual dan otomatis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter hasil analisis sidik ragam menggunakan ANOVA yaitu parameter tinggi tanaman, jumlah daun pertanaman, berat basah, luas daun, panjang akar, jam kerja memiliki hasil yang lebih baik untuk perlakuan nutrisi secara otomati sedangkan berat kering dan jumlah nutrisi memberikan hasil yang sama.Dosen Pembimbing utama : Dr. Ir. Cahyoadi Bow
Analisis Pengelolaan Penanganan Bahan Baku Biji Kopi pada Industri Roastery Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 Mei 2022_KurnadiChampoan merupakan industri yang bergerak dalam pengolahan biji kopi
dengan bahan baku biji kopi yang diperoleh dari dalam wilayah Jember. Banyaknya
pemilik bisnis coffe shop yang membuat permintaan biji kopi olahan semakin kesini
semakin tinggi.
Ada beberapa metode yang dapat idigunakan dalam pengendalian persediaan
bahan baku, salah satunya adalah metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode
EOQ dapat menentukan besar persediaan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan
yakni tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu rendah sehingga dapat menekan kerugian
yang terjadi di perusahaan akibat kurang tepatnya perusahaan mengolah persediaan di
perusahaan mereka. Metode EOQ dirasa akan efektif untuk industri ini karena metode
tersebut adalah metode simple yang bisa diterapkan untuk industri sekelas UMKM
dan baru mengawali system pengendalian bahan baku pada perusahaan.
Hasil analisis didapatkan bahwa Metode EOQ cocok untuk industri UMKM
yang dapat memberikan jumlah pembelian ekonomis dengan rinican waktu dan biaya
yang lebih efisien pada Industri. Pemesanan yang dilakukan 12 frekuensi dalam satu
tahun dapat menjadi 10 frekuensi dengan perhitungan metode EOQ. Persediaan
Safety stock pada industri champoan sudah dapat diketahui yaitu 69 Kg dan nilai
Reorder Point (ROP) adalah 140 Kg. Selisish biaya antara ketentuan perusahaan
tanpa EOQ dan dengan EOQ adalah Rp. 819.500 untuk bahan baku produk Robusta
Attack.
Champoan merupakan industri yang bergerak dalam pengolahan biji kopi dengan bahan baku biji kopi yang diperoleh dari dalam wilayah Jember. Banyaknya pemilik bisnis coffe shop yang membuat permintaan biji kopi olahan semakin kesini semakin tinggi.
Ada beberapa metode yang dapat idigunakan dalam pengendalian persediaan bahan baku, salah satunya adalah metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode EOQ dapat menentukan besar persediaan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan yakni tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu rendah sehingga dapat menekan kerugian yang terjadi di perusahaan akibat kurang tepatnya perusahaan mengolah persediaan di perusahaan mereka. Metode EOQ dirasa akan efektif untuk industri ini karena metode tersebut adalah metode simple yang bisa diterapkan untuk industri sekelas UMKM dan baru mengawali system pengendalian bahan baku pada perusahaan.
Hasil analisis didapatkan bahwa Metode EOQ cocok untuk industri UMKM yang dapat memberikan jumlah pembelian ekonomis dengan rinican waktu dan biaya yang lebih efisien pada Industri. Pemesanan yang dilakukan 12 frekuensi dalam satu tahun dapat menjadi 10 frekuensi dengan perhitungan metode EOQ. Persediaan Safety stock pada industri champoan sudah dapat diketahui yaitu 69 Kg dan nilai Reorder Point (ROP) adalah 140 Kg. Selisish biaya antara ketentuan perusahaan tanpa EOQ dan dengan EOQ adalah Rp. 819.500 untuk bahan baku produk Robusta Attack.Dosen Pembimbing Utama: Andrew Setiawan R. S.TP., M.S
Aspek-aspek Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Autumn in Paris Karya Ilana Tan: Kajian Psikologi Wanita
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiNovel Ilana Tan yang berjudul Autumn in Paris merupakan salah satu novel
bergenre metropop yang telah banyak dinikmati oleh penggemar novel Indonesia.
Banyaknya penikmat novel Autumn in Paris membuat Ilana Tan dinobatkan
sebagai pengarang mega bestseller dengan 29 kali cetakan. Novel Autumn in Paris
menceritakan tentang seorang wanita bernama Tara yang tinggal di Paris bersama
ayahnya setelah orang tuanya bercerai dan ibunya tinggal di Indonesia. Tara
merupakan seorang wanita yang berkepribadian menyenangkan dan mudah dekat
dengan siapa saja. Ia merupakan seorang wanita yang mudah memperlihatkan
suasana hatinya dan mudah merasa kesal terhadap hal-hal kecil. Kepribadian Tara
yang menyenangkan tersebut membuatnya mudah dekat dengan sosok laki-laki
bernama Tatsuya. Kedekatan Tara dan Tatsuya ternyata mengalami permasalahan
setelah keduanya mengetahui bahwa mereka merupakan saudara seayah.
Berdasarkan permasalahan yang terdapat dalam novel tersebut, peneliti
menggunakan kajian psikologi wanita untuk menganalisis aspek-aspek psikologis
tokoh utama dalam novel Autumn in Paris. Analisis yang dilakukan bertujuan
mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural, serta mendeskripsikan aspekaspek psikologis tokoh utama novel Autumn in Paris berdasarkan kajian psikologi
wanita. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Tema mayor yang terdapat dalam novel Autumn in Paris adalah kisah cinta
seorang wanita terhadap pria yang merupakan saudara seayahnya. Tema minor
terdiri dari lima hal yaitu persahabatan antara laki-laki dengan perempuan,
persahabatan antara perempuan dengan perempuan, hubungan antara ayah dan
anak, bertanggung jawab dan cekatan dalam bekerja, dan membantu sesama. Tema
tersebut secara garis besar menggambarkan perwatakan tokoh utama, serta tokohtokoh bawahannya. Tokoh utama dalam novel Autumn in Paris karya Ilana Tan
adalah Tara. Tokoh bawahan yang paling banyak berinteraksi dengan tokoh utama
yaitu Tatsuya, Sebastien, Élise, Jean-Daniel, Kenichi Fujisawa, Keiko Ishida,
Juliette, Edouard, dan Laurent Delacour. Latar tempat dalam novel ini adalah Paris,
Tokyo, dan lingkungan di sekitarnya. Latar waktu yang terdapat dalam novel ialah
musim gugur pada era modern. Latar sosial yang terdapat dalam novel mengarah
pada kondisi sosial masyarakat Paris yang merupakan kota metropolitan. Konflik
yang terdapat dalam novel adalah konflik fisik dan konflik batin. Konflik fisik yang
terjadi adalah konflik antara manusia dan manusia dominan terjadi antara Tara,
Sebastien, Jean-Daniel, dan Tatsuya. Konflik antara manusia dan masyarakat
terjadi antara Tara dengan pencopet-pencopet yang ada di Métro dan para
pengunjung bistro. Konflik antara manusia dan alam sekitar terjadi antara Tara
dengan suasana musim gugur dan Sungai Seine. Konflik batin berupa konflik antara
suatu ide dan ide lain terjadi ketika Tara memiliki pendapat yang berbeda dengan
Sebastien dan Jean-Daniel. Konflik batin berupa konflik antara seseorang dan kata
hatinya terjadi pada Tara.
Berdasarkan hasil analisis, Tara sebagai tokoh utama dalam novel Autumn
in Paris memperlihatkan sifat-sifat khas wanita berupa kecantikan melalui perilaku
ingin mempercantik diri, kelembutan melalui caranya menghibur orang-orang di
sekitarnya, rendah hati dengan usaha tidak mengunggulkan dirinya sendiri, dan sifat
memelihara yang diperlihatkannya melalui kerelaannya untuk berkorban dan
merawat orang-orang di sekitarnya. Sebagai wanita dewasa, Tara dapat
bertanggung jawab atas dirinya, menjadi pribadi yang mandiri, dan bekerja. Intuisi
wanita yang dimiliki Tara membuatnya memiliki cara berpikir kreatif, tetapi
intuisinya kerap diliputi oleh prasangka. Sebagai anak tunggal, Tara kerap
menginginkan keutamaan dan sebagai masyarakat Paris, Tara menerapkan
kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Paris. Konflik yang terjadi
antara Tara, Tatsuya, dan ayahnya membuat Tara mengalami depresi dan berniat
bunuh diri dengan melompat ke Sungai Seine. Tara mengalami depresi dan berniat
bunuh diri, serta mengalami titik patah yang diakibatkan oleh permasalahanpermasalahan yang terjadi antara dirinya, Tatsuya, dan ayahnya. Akan tetapi, Tara
mengalami fungsi revisi, sehingga menyembuhkan luka batinnya dan mengubah
total kebiasaannya.Dosen Pembimbing Utama : Dra. Titik Maslikatin, M.Hum.
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Heru Setya Puji Saputra, M.Hum
Sosioekonomi-Kultural Welas Asih
Menyaksikan kenaikan harga bahan pokok dalam menyongsong bulan Ramadan menjadikan sebuah budaya rutin yang terjadi setiap tahun. Namun, kenaikan tahun ini sudah dimulai jauh hari sebelum Ramadan dan berbagai aktivitas-aktivitas investasi bodong, kenaikan kedelai, kelangkaan minyak goreng, kenaikan tarif PPN menjadi 11 persen dan bahan bakar pertamax. Aktivitas yang diikuti dengan antrean, protes bahkan bantuan menjadikan pertunjukan krisis dan sulitnya kehidupan ini. Apakah yang memang harus seperti ini? Melihat saudara yang tertipu dan “menadahkan tangan” untuk demi menjamin kelangsungan hidupnya, sedangkan yang lainnya terus memperhatikan “sendiri” dengan mengistilahkan crazy rich.
Kondisi yang terjadi di tengah pandemi yang belum selesai dan himpitan ekonomi yang luar biasa menjadikan ilusi atau imajinasi untuk “mewah” memang lebih kuat dan mendalam. Dari segi keadilan sosial menjadikan pertunjukkan ketimpangan sosial dan keinginan untuk mendapatkan pengakuan sosial. Kebanggaan yang bukan sebenarnya jati diri warga negara Indonesia (baca butir ketujuh Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yaitu tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah, dan kedelapan yaitu tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum) yang lebih pada gerakan sosioekonomi-kultural.
Gerakan sosioekonomi-kultural melalui inisiatif sosial berbasis swadaya masyarakat harus diapresiasi sebagai kebajikan yang harus didukung pemerintah sebagai regulator. Kegiatan ini harus diperkuat dengan pendekatan struktural dalam rupa kebijakan pemerintah yang elegan, berupa tindakan welas asih. Nilai welas asih mendasarkan pada kebijakan dan program-program pembangunan yang menjunjung nilai-nilai kasih sayang, kesetaraan, toleransi, dan inklusif menunjukkan keteguhan dalam memegang dan melaksanakan nilai peradaban luhur bangsa yang dimiliki
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Stem Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Smp
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan pendekatan pembelajaran STEM terhadap kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar siswa SMP. Paradigma pendidikan nasional abad 21 menuntut siswa untuk memiliki pengetahuan, keterampilan-keterampilan baru, dan berbagai cara belajar yang dapat digunakan sebagai modal siswa dalam menghadapi berbagai tantangan dunia yang selalu berubah-ubah. Pendidikan di Indonesia masih banyak menggunakan metode dan pendekatan konvensional, sehingga kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar siswa masih di bawah rata-rata. Strategi pembelajaran yang potensial dirancang dan diimplementasikan sehingga siswa dapat berfikir kritis yaitu dengan menggunakan pendekatan STEM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif bersifat ekperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN 1 Jember pada tahun akademik 2021/2022. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari kelas kotrol dan kelas eksperimen. Instrument yang digunakan adalah soal posttest kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa tiap indikator pada siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol Maka penerapan pendekatan pembelajaran STEM berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMP.Pramudya Dwi Aristya Putra, S.Pd., M.Pd., Ph,D. (Dosen Pembimbing 1)
Ulin Nuha, S.Pd., M.Pd (Dosen Pembimbing 2
The Effect of Swedish Foot Massage Therapy On Blood Pressure Reduction in Hypertension Patients
Introduction: Hypertension is a condition in which there is a
continuous increase in systolic and diastolic blood pressure
140/90 mmHg. Hypertension is a major risk factor for
cardiovascular disease such as myocardial infarction, stroke
and complications. Hypertension can be treated
pharmacologically and non-pharmacologically. Nonpharmacological treatment for hypertensive patients is
Swedish foot massage therapy.
Method : This study used a quasi-experimental design with a
two group pre-post design method. The sample consisted of
20 respondents obtained from simple random sampling. The
sample was divided into two groups (10 respondents as the
treatment group and 10 respondents as the control group). The
treatment group was given an intervention during 3 days in a
row for 15 minutes. Data analysis of this study used the Tdependent, T-independent, Wilcoxon and Mann Whitney tests.
Result: The results of data analysis using the Mann Whitney
test showed that the significant difference between the
intervention group and the control group was p 0.002.
Therefore, it can be concluded that Swedish foot massage
therapy has an effect on reducing blood pressure in
hypertensive patients. Future studies should conduct research
on Swedish foot massage using a larger sample and a longer
time
Conclusion: This study used a quasi-experimental design with
a two group pre-post design method. The sample consisted of
20 respondents obtained from simple random sampling. The
sample was divided into two groups (10 respondents as the
treatment group and 10 respondents as the control group). The
treatment group was given an intervention during 3 days in a
row for 15 minutes. Data analysis of this study used the Tdependent, T-independent, Wilcoxon and Mann Whitney tests