Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Respon Pasar pada Perusahan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    No full text
    Adanya kebijakan dalam kewajiban pelaksanaan dan pengungkapan corporate social responsibility yang diterapkan oleh pemerintah, membuat suatu perusahaan diharapkan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan perusahaan dan sekitarnya. Pasal 74 UU Nomor 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas menyatakan bahwa “mengatur tanggung jawab sosial dan lingkungan, dimana Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam harus melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan tersebut”. Pengungkapan corporate social responsibility yang dimuat dalam sustainability report suatu perusahaan merupakan hal yang perlu diperhatikan karena saat ini corporate social responsibility berkaitan erat dengan isu lingkungan yang menarik perhatian para investor sehigga dianggap mampu memberikan respon untuk melakukan transaksi di pasar modal. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dan membuktikan bahwa pengungkapan corporate social responsibility mempunyai pengaruh terhadap respon pasar pada perusahaan pertambangan di Indonesia. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan pertambangan pada tahun 2017-2019 yang didapat dari website resmi BEI yaitu www.idx.co.id. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling kemudian diolah menggunakan analisis linier berganda pada software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan corporate social responsibility dan rasio profitabilitas yang diukur menggunakan return on equity terhadap respon pasar tidak berpengaruh terhadap respon pasar yang diukur menggunakan cummulative abnormal return.Dr. Wahyu Agus Winarno, S.E., M.Sc., Ak (Pembimbing I) Indah Purnamawati, S.E., M.Si., Ak. (Pembimbing II

    Peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Capung Alas dalam Proses Pengembangan Masyarakat Desa Wisata Pujon Kidul

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiDesa Wisata Pujon Kidul merupakan kawasan yang memiliki potensi dan Sumber Daya Alam (SDA) yang banyak, namun belum dapat dikelola dengan maksimal oleh masyarakat sekitar. Dari kondisi masyarakat dan potensi yang dimiliki oleh Desa Pujon Kidul, munculah inisiatif dan keinginan dari Pokdarwis Capung Alas untuk membangun desa melalui pengembangan desa wisata untuk meningkatkan kehidupan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Pujon Kidul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana proses pengembangan masyarakat Desa Wisata Pujon Kidul dan Peran Pokdarwis Capung Alas dalam proses pemgembangan masyarakat Desa Wisata Pujon Kidul. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan Informan dan lokasi menggunakan teknik purposive dan purposive area. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Teknik Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini didukung oleh beberapa konsep yaitu Konsep peran, kelompok, pengembangan masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), partisipasi masyarakat dan kesejahteraan sosial. Hasil penelitian ini ialah Pokdarwis Capung Alas melakukan proses pengembangan masyarakat yang dimulai dari tahap persiapan, assesment, pemformulasian rencana aksi, implementas dan evaluasi. Dalam proses pengembangan yang dilakukan oleh Pokdarwis Capung Alas terdapat peran – peran yang muncul yakni enabler, fasilitator, educator dan peran sebagai perwakilan.Dosen Pembimbing Drs. Syech Hariyono, M.S

    Determinant of Firm Value at Mining Companies Registered in Indonesia Stock Exchange

    No full text
    Manajer keuangan memiliki peran operasional utama dalam menentukan keputusan keuangan guna menaikkan harga saham perusahaan. Setiap keputusan yang dibuat saling mempengaruhi keputusan lainnya sehingga berdampak pada nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat menjadi petunjuk bagi manajemen keuangan untuk mengetahui persepsi pemegang saham atas kinerja perusahaan di masa lalu serta memperhitungkan peluang masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel leverage (DER), profitabilitas (ROE), manajemen aset (TATO) serta nilai tukar (SKurs) terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berbasis eksplanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama tahun 2018-2020. Melalui metode purposive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 15 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan, harga saham serta nilai tukar. Pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh antar variabel independen dan dependen dilakukan dengan metode regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hanya leverage yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap perusahaan. Artinya, peningkatan penggunaan utang akan meningkatkan nilai perusahaan pertambangan. Sedangkan, profitabilitas, manajemen aset dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Artinya, setiap perubahan dari profitabilitas, manajemen aset, dan nilai tukar tidak berdampak pada perubahan nilai perusahaan. Dengan demikian, maka determinan nilai perusahaan pertambangan adalah leverage.Hadi Paramu, S.E.,M.B.A.,Ph.D. (Dosen Pembimbing I) Dr. Sumani, M.Si (Dosen Pembimbing II

    Self-Confidence Attitude of Novice Primary Teachers Reflection on Teaching Mathematics

    No full text
    The teacher’s attitude towards mathematics teaching is seen as an essential factor in forming students’ attitudes towards mathematics. However, no one has extensively described the reflection of teachers’ self-confidence in teaching mathematics, especially for novice primary teachers. Therefore, the purpose of this study sought to describe a reflection of the selfconfidence attitude of novice primary teachers in teaching mathematics. A questionnaire based on novice primary teachers’ teaching experience was administered to a total of 28 novice primary teachers (N = 22 males, N = 6 females) conveniently selected to participate in the study reported in this article. The semi-structured interviews data explored novice primary teachers’ reflections on the given questionnaire scale items. The qualitative data obtained from semistructured interviews informed the quantitative information extracted from the questionnaires. The results showed that the reflection of the self-confidence attitude of novice primary teachers in low, moderate, and high participants on the scale of confidence in teaching mathematics raises three essential findings, specifically (1) ability on content knowledge, (2) ability to explain, and (3) ability in classroom management. The resulting reflection in low, moderate, and high participants on the scale was an attitude toward success in teaching mathematics, namely, the appraisal of others, and on the scale, the usefulness of mathematics teaching, namely the ability to understand the usefulness of mathematics

    Rancang Bangun Motor Brushless Direct Current Axial Flux Three Phase pada UAV (Unmanned Aerial Vehicle)

    No full text
    Seiring perkembangan zaman, manusia tidak terlepas dari energi listrik yang mana tingkat kebutuhan listrik semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Kebutuhan akan motor listrik yang memiliki efesiensi, torsi, kecepatan tinggi serta biaya perawatan rendah semakin meningkat. Salah satunya adalah UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau lebih dikenal dengan wahana tanpa awak yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri. Perkembangan tekonologi UAV tidak sebanding dengan motor listrik, khususnya motor BLDC di Indonesia. Motor BLDC ini digunakan untuk menggerakkan baling-baling yang membuat pesawat dapat terbang. Perancangan motor brushless direct current axial flux 3 phase untuk UAV ini memiliki stator tunggal dengan jumlah kutub sebanyak 6 kutub. Tiap kumparan stator terdiri dari 115 lilitan kawat email dengan daimeter kawat sebesar 0,5 mm. Memiliki rotor yang berjari-jari sebesar 2,5 cm. Pada sisi rotor dipasang magnet neodymium dengan dimensi 10 x 2 mm. Pada rotor terdiri dari 8 buah magnetyang dipasang secara bersilang. Untuk mengetahui hasil kinerja motor digunakan bantuan ESC yang diberi tegangan sebesar 12 volt berupa baterai dan untuk mengatur kecepatan putar motor digunakan servo tester. Hasil yang didapatkan berupa tegangan, arus motor, torsi, daya motor, dan kecepatan putar motor. Pengujian pertama mengetahui kinerja motor brushless direct current axial flux 3 phase dengan variasi tegangan sumber yang diberikan menghasilkan arus motor dan kecepatan putar motor yang berbeda sesuai dengan variasi tegangan sumber yang diberikan, untuk torsi dan daya yang didapatkan dari hasil perhitungan. Setelah data terkumpul semua kemudian membandingkan dengan hasil pengujian motor BLDC 2212 920 Kv. Dengan membandingkan gaya dorong dan kecepatan putar. Pengujian selanjutnya dilakuakan dengan melakukan pengujian gaya dorong motor terhadap UAV dengan tegangan sumber yang diberikan berupa baterai li-po 3500 mAh. Dengan variasi pengujian berupa kodisi Throttle yang dinaikkan dari 10% hingga 100%. Dari pengujian tersebut diketahui pengaruh tegangan terhadap kecepatan putar dan gaya dorong motor terhadap UAV.Ir. Widyono Hadi, M. T. (Pembimbing I) Ir. Gamma Aditya Rahardi, S.T, M.T (Pembimbing II

    Kualitas Visual Radiograf Periapikal Konvensional Setelah Penyimpanan Selama 21 Bulan di Ruang Arsip Rekam Medis RSGM Universitas Jember

    No full text
    Finalisasi unggah mandiri mahasiswa_20 April 2022_KurnadiRadiografi adalah dasar dari diagnostik penggambaran dalam kedokteran gigi karena fokus utama dalam bidang ini adalah jaringan keras gigi dan tulang penyangga gigi. Pemeriksaan radiografi gigi adalah pemeriksaan yang menunjang ditegakkannya diagnosis, pembuatan prognosis, perencanaan perawatan, dan untuk mengevaluasi hasil perawatan yang telah dilakukan pada pasien di bidang kedokteran gigi. Lama dan kondisi tempat penyimpanan radiograf dalam rekam medis merupakan faktor yang berperan dalam penyebab terjadinya penurunan kualitas radiograf. Menurut Keputusan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 01- P/Ka-BAPETEN/I-03 tentang Pedoman Dosis Pasien Radiodiagnostik Tahun 2003 Bab II.A, telah ditentukan persyaratan administrasi terkait jangka waktu penyimpanan arsip hasil radiologi sekurang-kurangnya adalah selama 5 (lima) tahun. Kenyataannya banyak ditemukan penurunan kualitas visual pada radiograf yang disimpan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penurunan kualitas visual radiograf periapikal konvensional kedokteran gigi melalui indikator timbulnya artefak/bercak kecokelatan setelah penyimpanan selama 21 bulan di Ruang Arsip Rekam Medis RSGM Universitas Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian yang digunakan adalah 75 radiograf periapikal konvensional kedokteran gigi yang telah disimpan selama 21 bulan di Ruang Arsip Rekam Medis RSGM Universitas Jember. Pengamatan dilakukan oleh 3 pengamat yang kompeten dalam waktu yang berbeda untuk mengatasi kesubjektifan pengamatan dengan cara mengaplikasikan radiograf pada kertas milimeter. Selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah total kotak pada kertas milimeter yang mengalami penurunan visual characteristic (terdapat artefak/bercak kecokelatan). Hasil penghitungan daerah yang mengalami penurunan visual kemudian diukur menggunakan rumus dan hasilnya dinilai berdasarkan skor yaitu: skor 0 (tidak terjadi penurunan kualitas visual radiograf), 1 (penurunan kualitas visual radiograf ringan), 2 (penurunan kualitas visual radiograf sedang), 3 (penurunan kualitas visual radiograf berat), dan 4 (penurunan kualitas visual radiograf sangat berat). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan persentase jumlah radiograf periapikal konvensional yang mengalami penurunan pada skor 4 merupakan persentase terbesar yaitu 50,67% dan skor 1 merupakan persentase terendah yaitu 6,22% dari 75 radiograf. Penurunan kualitas visual tertinggi sebesar 100% terdapat pada ratarata 31,67 (42,2267%) radiograf dari 75 radiograf periapikal konvensional yang diteliti, sedangkan penurunan yang terkecil sebesar 0% terdapat pada rata-rata 13,33 (17,77%) radiograf dari 75 radiograf periapikal konvensional yang diteliti. Penurunan kualitas visual radiograf periapikal konvensional setelah penyimpanan selama 21 bulan di Ruang Arsip Rekam Medis RSGM Universitas Jember adalah 64,81% dan termasuk skor 3 yaitu penurunan kualitas visual radiograf berat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat penurunan kualitas visual radiograf periapikal konvensional melalui indikator timbulnya artefak/bercak kecokelatan setelah penyimpanan selama 21 bulan di Ruang Arsip Rekam Medis RSGM Universitas Jember sebesar 64,81% (penurunan kualitas visual radiograf berat).drg. Swasthi Prasetyarini, M.Kes.(Pembimbing I) drg. Peni Pujiastuti, M.Kes.(Pembimbing II

    Identifikasi Pola Respon Sensor Gas Array Terhadap Aroma Kopi Robusta Argopuro Berdasarkan Variasi Ketinggian

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiKopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki peranan penting di Indonesia, serta merupakan komoditas yang strategis di Jawa Timur karena memiliki areal perkebunan yang cukup luas, terutama kopi jenis robusta. Salah satu penghasil kopi terbesar di Jawa Timur adalah Kabupaten Jember. Perkebunan kopi robusta di Jember tersebar di berbagai wilayah dataran tinggi dan salah satunya berada di kawasan lereng Pegunungan Argopuro. Dalam kawasan Pegunungan Argopuro terdapat perkebunan kopi robusta yang tersebar di enam kecamatan, salah satunya di Kecamatan Sukorambi. Aroma menjadi aspek penentu mutu kopi, di mana kopi memiliki karakteristik aroma yang berbeda dari satu jenis kopi dengan yang lainnya karena adanya beberapa senyawa volatil dalam kandungan kopi. Elevasi (ketinggian tempat) menjadi salah satu faktor penentu mutu aroma kopi karena memberikan pengaruh terhadap kandungan kimia pada kopi. Aroma kopi dapat diidentifikasi dengan mengandalkan human tester berdasarkan penciuman manusia (organoleptik). Namun hal tersebut masih terdapat keterbatasan personal karena bergantung pada kondisi human tester dan bersifat subjektif. Sebuah sistem elektronik yang memiliki cara kerja menyerupai hidung bernama electronic nose dapat digunakan untuk mengidentifikasi aroma, yang mana di dalamnya terdapat berbagai reseptor pengidentifikasi aroma. Penelitian menggunakan electronic nose ini difokuskan pada kajian pengaruh ketinggian kebun terhadap aroma kopi robusta Argopuro di Kecamatan Sukorambi, Jember menggunakan sensor gas array. Sampel diperoleh dari tiga desa di Kecamatan Sukorambi, yaitu Desa Klungkung, Desa Karangpring, dan Desa Sukorambi. Lokasi ketinggian kebun kopi pada setiap desa yaitu ±500, ±700, dan ±900 mdpl. Instrumen yang digunakan adalah sensor gas array dengan susunan menggunakan 8 jenis unit sensor MQ, yaitu MQ-136, MQ-135, MQ-3, MQ-6, MQ-7, MQ-8, MQ-9, dan MQ-2. Identifikasi aroma kopi dilakukan dengan menyeduh kopi menggunakan perbandingan massa bubuk kopi dengan volume air yaitu 1:15 hingga menghasilkan gas yang bersifat volatil, sehingga detektor dari sensor dapat mendeteksi gas tersebut. Gas yang dihasilkan akan teradsorpsi dan berinteraksi dengan permukaan sensor sehingga akan menurunkan resistansi dan mengakibatkan peningkatan nilai konduktivitas sensor. Sensor selanjutnya bekerja mengirimkan respon sensor berupa sinyal analog dan dikonversi menjadi sinyal digital dengan bantuan Arduino dan kemudian diproses oleh software LabVIEW hingga terbaca sebagai data output berupa tegangan. Nilai tegangan yang diperoleh dari masing-masing sensor sesuai sensitivitas sensor terhadap gas yang dihasilkan uap kopi. Konsentrasi zat yang dihasilkan uap kopi terdeteksi oleh sensor sehingga mempengaruhi penurunan resistansi sensor. Berdasarkan pola respon yang diperoleh menunjukkan bahwa kopi Klungkung dengan tiga variasi ketinggian menghasilkan pola respon yang mirip, sedangkan kopi Karangpring dan kopi Sukorambi menghasilkan pola respon yang berbeda. Meskipun menghasilkan pola respon yang mirip, kopi Klungkung menunjukkan bahwa respon tegangan sensor yang dihasilkan berbeda signifikan antara satu ketinggian dengan ketinggian lainnya berdasarkan hasil uji one way ANOVA. Hal tersebut menunjukkan bahwa faktor ketinggian kebun kopi berpengaruh terhadap respon tegangan sensor gas array dalam mendeteksi aroma kopi Klungkung. Selain itu, juga diketahui bahwa adanya korelasi ketinggian kebun dengan respon tegangan sensor gas array. Korelasi antara ketinggian kebun dengan respon tegangan sensor terhadap aroma seduhan kopi Klungkung dan kopi Sukorambi menunjukkan hubungan linier positif, sedangkan pada kopi Karangpring tidak menunjukkan hubungan linier. Karakteristik aroma kopi juga dapat dibedakan berdasarkan kemiripan karakteristik aroma dengan menghitung jarak Euclidean-nya. Hasil pengelompokan yang ditunjukkan pada dendogram menghasilkan terbentuknya 4 kelompok, yaitu kelompok 1 adalah kopi Klungkung (500, 700, dan 900 mdpl) dan kopi Karangpring (500 dan 900 mdpl), kelompok 2 yaitu kopi Sukorambi (500 dan 700 mdpl), kelompok 3 yaitu kopi Sukorambi 900 mdpl, dan kelompok 4 adalah kopi Karangpring 700 mdpl.Drs. Zulfikar, Ph.D Asnawati, S.Si, M.S

    Analisis Sentimen Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kesehatan Mental Menggunakan Klasifikasi Support Vector Machine (SVM)

    No full text
    Pandemi covid-19 mewabah di wilayah Indonesia pada awal tahun 2020. Dampak dari pandemi menyerang berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah pada psikologis seseorang. Perbedaan tipe kepribadian akan mempengaruhi perbedaan dampak dari pandemi yang diterima seseorang. Dampak yang akan diperoleh tidak selalu berbentuk negatif bisa juga berdampak positif. Banyak batasan diberlakukan pada masa pandemi dan meminta untuk setiap individu melakukan apapun di rumah. Hal tersebut menyebabkan media online sangat penting bagi masyarakat. Salah satu media online yang memiliki ikatan terdekat dengan masyarakat adalah media sosial. Pemakaian media sosial yang bijak dapat meminimalisir pengaruh negatif media sosial pada kesehatan mental. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan sentimental dampak pandemi covid-19, terhadap kesehatan mental dengan menggunakan metode klasifikasi SVM. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah diperolehnya hasil analisis sentimen. Selain itu, mendapatkan informasi mengenai kata-kata yang berasosiasi dengan tweet mengenai kesehatan mental. Sentimen yang digunakan pada penelitian ini adalah positif dan negatif. Manfaat yang dapat diperoleh dari tujuan tersebut adalah dapat ditemukan upaya umum dalam penanganan lanjut untuk subjek terdampak. Analisis sentimen merupakan bentuk dalam mengenali sentimentalitas opini yang dapat dilakukan secara otomatis. SVM adalah salah satu metode supervised learning yang biasanya digunakan untuk klasifikasi. Penelitian ini menggunakan data tweet dari Twitter pada rentang tanggal 1-31 Oktober 2021. Data yang digunakan sebanyak 1490 data tweet. Tahap sebelum memproses data dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir noise pada data. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan akurasi pada model. Model klasifikasi SVM mampu melakukan klasifikasi dengan baik menggunakan kernel terbaik. Sebesar 66,1% nilai akurasi terbaik dari kernel linier. Proporsi pembagian data training dan testing terbaik yaitu 80:20. Hasilnya tingkat akurasi terbaik diperoleh sebesar 96,5% dan 66,1%. Nilai akurasi tersebut didukung dengan adanya dominansi terhadap kelas sentimen positif pada data training dan testing. Berdasarkan hal tersebut diperoleh bahwa model SVM dapat melakukan klasifikasi secara baik. Selain memiliki akurasi yang cukup tinggi diperoleh kata dominan sesuai dengan kelas sentimennya, dimana kata “mental” merujuk pada kelas sentimen positif.Dian Anggraeni, S.Si., M.Si (Dosen Pembimbing I) Dr. Alfian Futuhul Hadi, S.Si., M.Si. (Dosen Pembimbing II

    Persaingan Usaha Tidak Sehat Pengiriman Barang Dengan Kargo Oleh Maskapai Penerbangan di Bandara Hang Nadim Bata (Studi Putusan KPPU NOMOR 07/KPPU-I/2020)

    No full text
    Negara kepulauan membuat Indonesia memerlukan adanya sektor transportasi udara untuk memudahkan aktivitas khususnya perekonomian. Industri penerbangan membantu kebutuhan masyarakat menjangkau wilayah yang lama menggunakan transportasi darat. Para pelaku usaha dalam industri penerbangan bersaing untuk mendapatkan keuntungan. Pemerintah telah mengeluarkan ketentuan hukum berupa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat. Namun pada kenyataannya, masih ada pelaku usaha yang melakukan persaingan usaha tidak sehat. Hal ini seperti yang terjadi di Bandara Hang Nadim Batam. Terdapat persaingan usaha tidak sehat pengiriman barang dengan kargo yang dilakukan oleh Maskapai Penerbangan. Permasalahan ini telah diproses di Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan telah diputus oleh Majelis Komisi dalam Putusan KPPU No. 07/KPPU-I/2020. Pelaku usaha yang disebut sebagai terlapor diputuskan telah melakukan pelanggaran pada Pasal 19 huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat mengenai penguasaan pasar dengan praktek diskriminasi. Adapun pihak yang menjadi Terlapor adalah PT. Lion Mentari, PT. Batik Air Indonesia, PT. Wings Abadi, dan PT. Lion Express. Permasalahan dimulai dengan adanya perjanjian kerjasama Nomor 004/LE/PKS/VNDR/2018 dalam pemberian kapasitas kargo per hari kepada PT. Lion Express menggunakan maskapai PT. Lion Mentari, PT. Batik Air Indonesia, dan PT. Wings Abadi. Dengan metode yuridis normatif, penelitian ini akan berfokus menganalisa dan memahami persaingan usaha tidak sehat yang terjadi di Bandara Hang Nadim Batam berdasarkan fakta yang terjadi dengan pendekatan rule of reason dan Pasal 1320 KUH Perdata, kesesuaian pertimbangan hukum dari putusan dengan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat, dan akibat hukum yang muncul dari Putusan KPPU No. 07/KPPU-I/2020 bagi maskapai penerbangan dan pelaku usaha pengiriman barang lainnya. Hasil dari pembahasan penelitian ini yakni persaingan usaha tidak sehat yang terjadi bermula dari perjanjian kerja sama antara PT. Lion Air Group, PT. Batik Air Indonesia, dan PT. Wings Abadi dengan PT. Lion Express yang termuat adanya hak ekslusifitas yang diterima PT. Lion Express dalam perjanjian kerjasama yang telah dibuat. Selain itu adanya penumpukan kargo di Bandara Hang Nadim yang disebabkan adanya ketidakseimbangan antara barang dan pesawat yang digunakan sehingga menghambat aktivitas kargo, serta adanya penghentian akses surat muatan udara bagi agen kargo sebagai akibat adanya perjanjian kerja sama tersebut. Melalui pendekatan rule of reason, permasalahan ini dianalisa dengan unsur pada Pasal 19 huruf d UU No. 5 Tahun 1999 dan juga menimbulkan dampak negatif yang menghambat dan merugikan banyak pihak. Selain itu, dari analisa berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata ditemukan tidak terpenuhinya syarat obyektif suatu perjanjian karena melanggar ketentuan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat. Untuk pertimbangan hukum pada Putusan KPPU No. 07/KPPU-I/2020 telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat. Sementara akibat hukum yang dikeluarkan dari Putusan KPPU No. 07/KPPU-I/2020 bagi maskapai penerbangan mendapatkan sanksi administratif yang tidak perlu dilaksanakan selama satu tahun kedepan sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Sementara bagi pelaku usaha pengiriman barang lainnya apabila mengetahui adanya tindakan yang telah terjadi dan/atau patut diduga melakukan pelanggaran yang berpotensi menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan apabila dirugikan dengan tindakan yang dilakukan para terlapor dapat melaporkan secara tertulis kepada Komisi Pengawas Persaingan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat. Akibat hukum dari analisa Pasal 1320 KUH Perdata adalah pembatalan perjanjian yang menimbulkan perjanjian batal demi hukum. Adapun saran yang dapat penulis berikan terbagi menjadi 4 (empat) yaitu Pertama, bagi Komisi Pengawas Persaingan Usaha dapat menjadikan pertimbangan hukum tidak hanya dengan peraturan yang berkaitan dengan persaingan usaha, namun juga dapat menggunakan KUH Perdata sebagai hukum yang berlaku di Indonesia. Kedua, bagi maskapai penerbangan yang terlibat agar tidak mengulangi perbuatan melanggar ketentuan undang-undang persaingan usaha, sementara bagi maskapai penerbangan yang tidak terlibat dapat dijadikan sebagai pedoman untuk tidak melakukan hal serupa. Ketiga, bagi pelaku usaha diharapkan tidak melakukan hal seperti itu dan bagi yang melakukan akan mendapat efek jera. Keempat, bagi masyarakat agar mengetahui dan memahami adanya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat sebab jika menemukan adanya tindakan yang berpotensi menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dapat melaporkan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha.Ikarini Dani Widiyanti, S.H., M.H. Nanang Suparto, S.H., M.H

    Skrining Fitokimia dan Potensi Daya Hambat Ekstrak Metanol Kulit Batang Merbau Pantai (Intsia bijuga) Terhadap Enzim α-Glukosidase

    No full text
    Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya kenaikan kadar glukosa darah dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan sekresi insulin. Potensi kulit batang merbau pantai sebagai antidiabetes hanya dilakukan berdasarkan survei etnobotani saja sehingga diperlukan penelitian experimental laboratories untuk mengetahui manfaatnya dari segi kesehatan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak metanol kulit batang merbau pantai, melakukan analisis profil kurva Lineweaver-Burk dan menentukan nilai presentase penghambatan untuk mengetahui jenis pola dan potensi hambatan yang dihasilkan senyawa yang terkandung dalam ekstrak metanol kulit batang merbau pantai terhadap reaksi enzimatik α-glukosidase. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif, dilanjutkan dengan uji penghambatan enzim α -glukosidase dan uji kinetikan pola hambat enzim α-glukosidase yang mana digunakan akarbosa sebagai kontrol positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin dan alkaloid. Pada konsentrasi 25-500 ppm menghasilkan presentase penghambatan yang cukup rendah jika dibandingkan dengan akarbosa yaitu 13-22%. Selain itu, diketahui pola penghambatan terhadap enzim α-glukosidase bekereja secara uncompetitive.Dosen pembimbing utama: Dr. apt. Ayik Rosita Puspaningtya

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇