75643 research outputs found
Sort by
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kopi Berdasarkan Kondisi Fisik Lingkungan di Perkebunan Gunung Pasang Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Tanaman kopi memiliki syarat tumbuh yang harus disesuaikan dengan kualitas dan karakteristik lahan tanaman kopi. Hasil produksi kopi di perkebunan Gunung Pasang dari tahun 2015-2020 mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evaluasi kesesuaian lahan tanaman kopi berdasarkan kondisi fisik lingkungan di perkebunan Gunung Pasang Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan dua tahapan (two stage approach), Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Teknik purporsive sampling. Data yang digunakan diperoleh dari hasil pengukuran langsung di lapangan, uji laboratorium dan data iklim yang diperoleh dari perkebunan Gunung Pasang. Analisis data yang digunakan adalah Analitycal Hierarcy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi kesesuaian lahan tanaman kopi termasuk dalam kelas S1 (sangat sesuai) dan S2 (cukup sesuai). Hasil bobot perhitungan AHP paling tinggi yaitu 28% untuk indikator lamanya masa kering (bulan) dan bobot 22% pada indikator kemiringan lereng.Dr. Yushardi, S.Si. M.Si
Fahrudi Ahwan Ikhsan, S.Pd., M.Pd
Model Pengembangan Ekonomi Kreatif Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi Berdasarkan Syirkah Mudharabah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya resesi yang dihadapi oleh Indonesia, dimana resesi tersebut mempengaruhi dan berdampak pada kegiatan ekonomi, seperti penurunan investasi, tingkat produksi atau komoditas, meningkatnya angka pengangguran, naiknya harga barang kebutuhan secara umum (inflasi), berkurangnya subsidi dan pendanaan pemerintah, serta menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat, dimana hal itu tentu berdampak pula terutama terhadap UMKM. Terkait demikian, maka diperlukan upaya pengembangan UMKM di tengah ancaman resesi ekonomi, salah satunya melalui kerjasama usaha berdasarkan syirkah mudharabah. Penelitian yang menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual ini menghasilkan temuan yaitu konsep atau model pengembangan ekonomi kreatif bagi UMKM di tengah ancaman resesi ekonomi berdasarkan syirkah mudharabah. Model ini diharapkan bisa digunakan oleh para pelaku UMKM dan stakeholder lainnya guna mengembangkan UMKM ditengah pandemic Covid-19
Penetapan Perwalian Hak Waris Anak Tiri Yang Masih Di Bawah Umur (Studi Penetapan Nomor 40/Pdt.P/2015/PA.Sit)
Latar belakang dalam penyusunan skripsi ini bahwasanya anak mempunyai hak-hak tertentu yang harus dipenuhi oleh orang tua sebagai kewajiban dan sebaliknya orang tua juga mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh anaknya sebagai kewajibannya. Hak-hak anak menurut Konvensi Hak-hak Anak dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu: hak untuk hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak untuk mendapat perlindungan, dan hak untuk berpartisipasi. Akan tetapi hak anak yang penting adalah hak atas nafkah (alimentasi) yang harus dipenuhi orang tuanya, terutama oleh ayah. Bahkan apabila orang tua lalai memenuhi nafkah anaknya, ia dapat digugat ke pengadilan untuk membayar nafkah. Hak anak untuk mendapatkan penghidupan yang layak seperti sandang, pangan, pendidikan dan kesehatan merupakan nafkah (alimentasi) anak yang harus dipenuhi orang tua (khususnya ayah), berlaku baik dalam masa perkawinan orang tua atau setelah perkawinan tersebut putus (cerai), maupun bila salah satu orang tua meninggal dunia. Timbul permasalahan menyangkut hak waris anak yang masih di bawah umur, menyangkut kewenangan dalam pengelolaan harta waris tersebut sampai anak tersebut dewasa. Berdasarkan hal tersebut dalam hal ini dilakukan kajian terhadap Penetapan Pengadilan Agama Situbondo Nomor 0040/PDT.P/2015/ PA. SIT. Rumusan masalah yang akan dibahas adalah : (1) Apakah ayah tiri mempunyai legal standing mengajukan hak perwalian anak di bawah umur ? dan
(2) Apakah dasar pertimbangan hukum hakim dalam Penetapan Pengadilan Agama Situbondo Nomor 0040/PDT.P/2015/PA.SIT sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku ? Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, sedangkan Pendekatan masalah menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual, dengan bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan bahan non hukum. Analisa bahan penelitian dalam skripsi ini menggunakan analisis normatif kualitatif. Guna menarik kesimpulan dari hasil penelitian dipergunakan metode analisa bahan hukum deduktif. Pada tinjauan pustaka menguraikan tentang landasan teori yang digunakan untuk mendeskripsikan permasalahan yang terdapat dalam skripsi ini antara lain tentang perkara perdata, waris, anak, dan penetapan pengadilan.
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan sebelumnya dalam kaitannya dengan pokok permasalahan yang ada, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Legal standing ayah tiri dalam mengajukan hak perwalian anak di bawah umur dalam hal ini karena ayah tiri tersebut merupakan suami sah dari ibu dari anak-anak tersebut, sehingga setelah istri meninggal suami yang merupakan ayah tiri tersebut berhak dan berkewajiban untuk memperoleh hak anak asuh berikut pengurusan terhadap harta peninggalan istri yang merupakan hak anak sampai ia dewasa. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam Penetapan Pengadilan Agama Situbondo Nomor 0040/PDT.P/ 2015/PA.SIT dengan ketentuan hukum yang berlaku, dimana majelis menilai bahwa permohonan perwalian anak aquo dilakukan oleh Pemohon untuk meningkatkan kesejahteraan dan kelangsungan pendidikan serta melindungi diri, agama dan mengelola harta kekayaan anak tersebut dimasa depan, dengan demikian permohonan ini telah memenuhi ketentuan Pasal 107 Kompilasi Hukum Islam Jo. Pasal 33 Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang bermaksud untuk kepentingan terbaik bagi anak aquo.
Bertitik tolak kepada permasalahan yang ada dan dikaitkan dengan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat saya berikan saran sebagai berikut : Wewenang suami istri terhadap harta benda, maka baik suami maupun istri bisa melakukan perbuatan hukum atas harta bersama, seperti misalnya menjamin harta bersama sebagai agunan kredit, walaupun harus dengan persetujuan suami isteri. Dengan demikian apabila salah satu orang tua meninggal dunia dan menjaga harta waris tersebut untuk anak-anaknya dengan arif dan bijaksana dalam mengelola dan menggunakannya dalam kapasitasnya sebagai wali bagi anak- anaknya. Kepada orang tua sebagai wali bagi anak-anaknya dapat mempergunakan harta peninggalan bagi anak-anaknya dengan baik sesuai hukum. Apabila memerlukan harta tersebut untuk hal yang baik dan tujuan yang positif hendaknya dapat melalui proses hukum yang baik yaitu melalui permohonan sehingga memperoleh penetapan pengadilan.Nanang Suparto,S.H., M.H.
Rhama Wisnu Wardhana., S.H, M.H
Pengaruh Harga, Citra Merek dan Label Halal Terhadap Minat Beli Konsumen Lipstik Wardah Di Kabupaten Banyuwangi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga, citra merek dan
label halal terhadap minat beli konsumen produk lipstik Wardah di wilayah Kabupaten
Banyuwangi. Populasi yang digunakan masyarakat Banyuwangi dengan sample 100 responden
yang menggunakan Lipstik Wardah. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier
berganda. Hasil dari penelitian ini diantaranya: a) Harga memiliki pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap minat beli konsumen produk lipstik Wardah di wilayah Kabupaten
Banyuwangi. b) Citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli
konsumen produk lipstik Wardah di wilayah Kabupaten Banyuwangi. c) Label halal berpengaruh
positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen produk lipstik Wardah di wilayah
Kabupaten Banyuwangi
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Pop – Up Book Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Terkait Premenstrual Syndrome di SMP Negeri 6 Jember
Finalisasi unggah mandiri mahasiswa_19 April 2022_KurnadiPremenstrual Syndrome merupakan sebuah kumpulan gejala yang terjadi
pada wanita biasanya saat 6-10 hari sebelum menstruasi dimulai serta akan hilang
dengan sendirinya saat menstruasi telah dimulai. premenstrual syndrome juga
merupakan suatu gejala yang tidak menyenangkan baik secara psikis maupun fisik,
yang terjadi pada perempuan menjelang masa menstruasi. Kurangnya pengetahuan
tentang premenstrual syndrome pada remaja putri dapat berdampak pada kesiapan
atau ketidaksiapan dalam mengatasi gejala – gejala premenstrual syndrome yang
terkadang dapat berdampak negatif pada aktivas sehari – hari. Sebagian besar
wanita pada usia reproduktif biasanya mengalami satu atau lebih gejala
premenstruasi pada sebagian besar siklus menstruasi. Tingkat terjadinya serta
frekuensi gejala yang akan dirasakan tidak akan sama antara setiap siklus gejala
yang terjadi. Pada saat Premenstrual Syndrome(PMS) gejala yang dirasakan paling
parah ialah depresi, gelisah, kelelahan, kosentrasi berkurang, pembengkakan dan
rasa tidak nyaman pada payudara, iritabilitas emosional dan tingkah laku, dan nyeri
didaerah perut.
Remaja putri yang memiliki pengetahuan sangat berpengaruh kepada
upayanya dalam menangani premenstrual syndrome (PMS) tingkatan pendidikan
yang berbeda pada setiap seseorang dapat menunjukan perbedaan dalam menyikapi
serta melakukan penanganan serta pencegahan terhadap premenstrual syndrome.
Kurang aktifnya remaja putri terkait pemanfaatan teknologi serta media massa
dalam mendapatkan suatu informasi terkait premenstrual syndrome ( PMS) ,
kurangnya komunikasi kepada orang tua juga dapat menyebabkan kurangnya
pengetahuan remaja putri. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki maka membuat
seseorang juga memiliki kebiasaan yang baik, sama dengan saat seseorang memiliki
pengetahuan yang kurang baik maka akan semakin buruk perilaku atau sikap yang
dimiliki seseorang tersebut. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam
meningkatkan pengetahuan mengenai premenstrual syndrome yaitu dengan
memberikan pendidikan kesehatan terhadap remaja putri agar mendapat informasi
terbaru terkait premenstrual syndrome.
Pendidikan kesehatan pada dasarnya merupakan suatu proses yang
dilakukan untuk memecahkan suatu masalah – masalah kesehatan yang dihadapi
oleh individu serta masyarakat. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pendidikan kesehatan dengan menggunakan media pop up book terhadap
pengetahuan remaja terkait premenstrual syndrome pada remaja putri di SMP
Negeri 6 Jember. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-experimental
dengan pendekatan one grup pre-test dan post-test design. Pengambilan sampel
data menggunakan cluster sampling dengan menggunakan cluster random
sampling, dengan jumlah responden sebanyak 77 remaja putri SMP Negeri 6
Jember. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan. Data
dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistic parametrik yaitu
uji paired sampel t-test yang diuji dengan menggunakan SPSS 26 for windows.
Hasil analisa univariat untuk karakteristik usia responden menyatakan
modus umur reposponden di SMP Negeri 6 Jember ialah 13 tahun yaitu sebanyak
54 responden (70,1%). Sedangkan kelompok usia paling sedikit terdapat pada
kelompok usia 14 tahun yaitu sebanyak 5 responden (6,5%). Untuk pengetahuan
Pengetahuan Premenstrual Syndrome pada kelompok eksperimen pada kuesioner
pretest memiliki skor nilai minimal dan maksimal yaitu 33 dan 93, sedangkan pada
kuesioner posttest memiliki skor minimal dan maksimal yaitu 73 dan 100. Lalu
mean pada pretest yaitu 70,38 dan posttest yaitu 87,22. Untuk tingkat pengetahuan
sebelum diberikan intervensi (pretest) didapatkan data terbanyak mengenai
pengetahuan remaja putri terkait Premenstrual Syndrome dengan tingkat
pengetahuan cukup sebanyak 46 (59,7%) dan di dapatkan jumlah paling sedikit
ialah pada tingkat kurang sebanyak 9 (11.7%). Untuk tingkat pengetahuan setelah
diberikan intervensi (posttest) didapatkan data terbanyak mengenai pengetahuan
remaja putri terkait Premenstrual Syndrome dengan tingkat pengetahuan Baik
sebanyak 64 (83,1%) dan di dapatkan jumlah paling sedikit ialah pada tingkat cukup
sebanyak 13 (16,9%). Berdasarkan analysis bivariat menunjukkan hasil statistik
menggunakan paired sampel test didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau
< 0,05 artinya dalam uji paired sampel t-test menyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha
diterima yang dapat disimpulkan bahwa menunjukkan adanya pengaruh yang
bermakna terhadap perbedaan perlakuan yang diberikan.
Kesimpulan penelitian ini yaitu pendidikan kesehatan dengan media pop up
book memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang
premenstrual syndrome pada remaja putri di SMP Negeri 6 Jember. Pendidikan
kesehatan dapat dijadikan sebagai media dalam meningkatkan pengetahuan
seseorang. Semakin sering pendidikan kesehatan diberikan serta diperoleh oleh
seseorang maka semakin luas informasi serta pengetahuan yang didapat atau
dimiliki individu khususnya remaja.Dosen Pembimbing Utama : Ns.Dini Kurniawati, M.Psi, M.Kep, Sp.Kep.Mat
Dosen Pembimbing Anggota : Ns.Eka Afdi Septiyono, M.Ke
Peran Ayah Terhadap Perkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember
Seiring perkembangan ekonomi, sosial dan budaya saat ini sosok seorang ibu kadangkala tidak dapat menemani anak-anak mereka di rumah, seperti halnya ada seorang ibu di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember yang berinisial “S” yang bekerja di pulau Bali dan meninggalkan anaknya di rumah dengan ayah dan neneknya. Dalam hal ini sosok ayah sangat penting dalam mengasuh anak dan diharapkan dapat memberikan kehangatan kepada anaknya agar tak merasakan kurangnya kasih sayang dari sosok ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang peran ayah terhadap perkembangan sosial emosional seorang anak yang berusia 5-6 tahun di Desa Ajung Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ayah terhadap perkembangan sosial dan emosional seorang anak yang berusia 5-6 tahun di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember yaitu ayah “A” memiliki rasa tanggung jawab yang cukup baik akan tetapi waktu interaksi yang terbatas dan menyebabkan pengasuhan lebih banyak dilakukan oleh nenek atau tante “A” serta nilai-nilai pengasuhan adalah tugas dari perempuan. Ayah “A” sering memberikan pengertian kepada nenek “A” untuk tidak sering memanjakan “A” akan tetapi hal tersebut kurang efektif karena kurangnya pengasuhan dari ayahnya sehingga berdampak terhadap beberapa perkembangan sosial dan emosional anak yang belum tercapai
Religiusitas Sebagai Variabel Moderasi Antara Sertifikasi Halal, Citra Destinasi dan Niat Berkunjung pada Keputusan Berkunjung Ke Wisata Religi Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid Tanggul
Wisata halal merupakan objek pariwisata yang sedang tren untuk dikunjungi saat ini, namun tidak semua wisatawan akan mengunjungi tempat wisata halal. Wisata halal sendiri memiliki perbedaan dengan tempat pariwisata lainnya, wisata halal sendiri mempunyai indikator-indikator yang menjadikan tempat pariwisata mempunyai sertivikasi tempat wisata halal, salah satunya mempunyai fasilitas tempat makan halal dan tempat untuk beribadah. Di antara tempat wisata halal lain wisata Habib Sholeh Tanggul menjadi salah satu tempat pariwisata halal yang paling menarik untuk dikaji. Hal ini dikarenakan tempat wisata religi Habib Sholeh Tanggul yang saat ini cukup ramai dikunjungi oleh para wisatawan religi di Kabupaten Jember.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah religiusitas dapat memperkuat pengaruh sertifikasi halal, citra destinasi dan niat berkunjung terhadap keputusan berkunjung pada objek wisata Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid Tanggul. Penelitian ini mengambil populasi seluruh wisatawan objek wisata Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid Tanggul. Pengambilan sempel penelitian ini menggunakan teknik non-probality sampling dengan metode convenience sampling, cara yang digunakan peneliti adalah dengan memberikan kuesionerr kepada seluruh wisatawan yang datang langsung ke objek wisata religi Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid Tanggul. Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer, dimana data primer adalah data yang didapatkan dari menyebarkan kuisioner secara langsung dengan jumlah responden 115.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linier berganda dan analisis regresi moderating (Moderate Regression Analysis). Hasil pengujian analisis regresi linier berganda dan analisis regresi moderating atas sertivikasi halal, citra destinasi, niat berkunjung dengan dimoderasi religiusitas terhdap keputusan berkunjung menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan.Ika Barokah Suryaningsih, SE.,MM.,CRA.,CMA.,CPIA
Kristian Suhartadi Widi Nugraha, SE.,M
Enhancing Junior High School Students’ Vocabulary Achievement through Online Dictionary
This research aimed to enhance the eighth grade junior high school
students’ vocabulary achievement by using online dictionary at MTsN 5
Ngawi. According to the preliminary study by interviewing with the English
teacher at MTsN Ngawi, it was found that the eighth grade students of class J
at MTsN 5 Ngawi were not very enthusiastic to study English because it was
hard to know the meaning of word and got bored with the vocabulary
teaching learning process. It was proven with the percentage of the students’
active participation of 34 students was 75% students, and the students’
previous vocabulary scores which only 67.64% students who achieved 71, as
the minimum requirement score of English subject in MTsN Ngawi.
Therefore, the researcher conducted this research to overcome the student’s
problem in learning vocabulary by using the online dictionary. This research
was conducted by using Classroom Action Research (CAR) design
consisting of four steps in each cycle. They were the planning of the action,
the implementation of the action, the observation and evaluation, and data
analysis and reflection of the action. In this research, the researcher collected
the data from the results of the students’ vocabulary post-test and the
observation in the vocabulary teaching and learning process. The criteria of
success in this research were 80% of the students were active in the
vocabulary teaching and learning process and the students who got score ≥
71 in vocabulary achievement test were 75%. The results of observation
showed that the average of percentage of the students’ active participation in
meeting 1 and meeting 2 was 83.7% which increased from 75% students in
pre-cycle. It means that the students’ participation in Cycle 1 achieved the
criteria of success of this research. Meanwhile, the result of vocabulary
achievement test showed that the students who got the score ≥71 in the
vocabulary test in Cycle 1 increased from 67.64% in the previous vocabulary
score to 82.35% in the vocabulary post-test score in Cycle 1. These results
howed that the target of this research achieved in Cycle 1, so it did not
continue to Cycle 2.
Based on the teaching and learning process by using online
dictionary, it could be concluded that the use of online dictionary enhanced
the eighth grade students’ vocabulary achievement and active participation in
the teaching and learning process of vocabulary in MTsN 5 Ngawi.Dra.Zakiyah Tasnim, M.A. (Pembimbing I)
Dra.Siti Sundari, M.A. (Pembimbing II
Analisis Penentuan Lokasi ATM Menggunakan Metode Diagram Voronoi dengan Jarak Euclid
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiAnjungan Tunai Mandiri (ATM) merupakan salah satu fasilitas layanan transaksi mandiri yang dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia (BSI). Jumlah ATM BSI yang terbatas dan tidak merata di wilayah Kabupaten Jember dianggap belum sepenuhnya mendukung peningkatan minat masyarakat untuk menggunakan perbankan syariah dan mencakup seluruh nasabah BSI yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Jember. Oleh karena itu akan dilakukan pemerataan pembangunan ATM BSI di wilayah Kabupaten Jember dengan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya jumlah penduduk, akses lokasi, dan fasilitas publik.
Permasalahan dalam penentuan lokasi disebut dengan Facility Location Problem (FLP). Salah satu cara penyelesaian permasalahan dalam penentuan lokasi yaitu dengan menggunakan metode diagram Voronoi. Diagram Voronoi menyelesaikan permasalahan penentuan lokasi dengan memetakan wilayah yang diinginkan menjadi beberapa bagian dan memberikan penilaian pada setiap bagian berdasarkan kriteria. Diagram Voronoi membagi wilayah menjadi beberapa bagian yang setiap bagian diwakili oleh satu titik lokasi yang akan dipasangkan dengan setiap titik lokasi terdekat. Perhitungan untuk penentuan lokasi terdekat yaitu dengan menggunakan jarak Euclid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk dibangun ATM BSI di wilayah Kabupaten Jember berdasarkan analisis potensi pada parameter yang digunakan.
Parameter yang digunakan dalam penentuan nilai bobot total diantaranya jumlah penduduk, fasilitas keagamaan, tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, lembaga perbankan, dan fasilitas publik yang terdapat pada tiap kecamatan. Penelitian dilakukan dengan memberikan nilai skor pada setiap data yang digunakan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh Peneliti. Nilai skor tiap data digunakan untuk menghitung nilai bobot total tiap kecamatan. Kantor kecamatan dengan nilai bobot total paling tinggi akan ditetapkan sebagai pusat kecamatan dengan beberapa service area pada tiap pusat kecamatan. Penentuan lokasi ATM BSI dilakukan pada setiap service area berdasarkan analisis potensi pada parameter yang digunakan diantaranya jumlah penduduk, fasilitas keagamaan, tingkat ekonomi, fasilitas publik, aksesibilitas, dan keberadaan ATM BSI yang sudah didirikan sebelumnya.
Penentuan lokasi ATM BSI yang dilakukan pada setiap service area berdasarkan nilai bobot total yang lebih tinggi dibandingkan service area lain, wilayah yang belum terfasilitasi oleh ATM BSI maupun wilayah yang tidak dijangkau oleh ATM BSI yang sudah didirikan sebelumnya. Penentuan lokasi ATM BSI selain dilakukan pada service area juga dilakukan pada setiap pusat kecamatan yang belum terfasilitasi oleh ATM BSI. Hal ini karenakan setiap pusat kecamatan dengan nilai bobot total yang tinggi dianggap merupakan wilayah yang mendukung sebagai lokasi ATM BSI. Berdasarkan parameter yang dianalisis potensi pada setiap service area diperoleh kesimpulan bahwa beberapa pusat kecamatan dan service area yang ditetapkan sebagai lokasi ATM BSI yang baru diantaranya yaitu Kecamatan Mayang, Mumbulsari, Kencong, Puger, Jenggawah, Ajung, Pakusari, Jelbuk, Silo, Tanggul, Sumber Baru, Bangsalsari, Wuluhan, Ambulu, dan Tempurejo.Kosala Dwidja Purnomo, S.Si., M.Si.(Pembimbing I)
Bagus Juliyanto, S.Si., M.Si.(Pembimbing II
Upaya Badan Pengelolaan Sampah (BPS) Go Sampah System (Go Pass) dalam Mengubah Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Masyarakat Melalui Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiPermasalahan pengelolaan sampah masih sering terjadi diperkotaan padat
penduduk. Salah satunya adalah Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten
Banyuwangi. Hal ini terjadi dikarenakan dari tahun ke tahun pola perilaku
masyarakat membiasakan membuang sampah disembarangan tempat. Selain itu,
kepedulian masyarakat yang masih sangat rendah dan para warga yang masih belum
sepenuhnya memiliki pengetahuan, kesadaran yang kurang, maupun fasilitas yang
belum memadai sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan. Oleh
karena itu, melihat permasalahan tersebut Pemerintah Desa Kedungrejo melakukan
upaya peningkatan kualitas lingkungan permukiman dengan mengeluarkan
kebijakan dengan membentuk Badan Pengelolaan Sampah (BPS) Go Sampah
Sistem (Go Pass) yang dirintis pada bulan Agustus tahun 2020. BPS Go Pass ini
merupakan sistem management pengelolaan sampah yang fokusnya menangani
permasalahan lingkungan khususnya pada masalah persampahan dari hulu ke hilir
di Desa Kedungrejo. Sebagai solusi dalam upaya menangani masalah persampahan
BPS Go Pass membuat inovasi melalui program pengelolaan sampah 3R (Reduce,
Reuse, Recycle). Dengan tujuan merubah pola perilaku masyarakat dalam
pengelolaan sampah menjadi lebih baik.
BPS Go Pass menggunakan metode intervensi komunitas yakni
pengembangan masyarakat sebagai upaya pendekatan dengan masyarakat Desa
Kedungrejo. Pengembangan masyarakat terdiri dari tahap persiapan (persiapan
petugas dan persiapan lapangan), tahap assessment (mengidentifikasi masalah,
kebutuhan masyarakat dan potensi), tahap perencanaan alternatif program, tahap
pelaksanaan (Implementasi) program, evaluasi dan monitoring. Metode-metode
intervensi pengembangan masyarakat diterapkan untuk merealisasikan upaya
tersebut dalam memberikan pemahaman, pengetahun serta penyadaran kepada
masyarakat Desa Kedungrejo melalui beragam bentuk kegiatan seperti; sosialisasi
dan edukasi, pelatihan serta pelaksanaan penyediaan tempat sampah di masingmasing rumah tangga, jasa collecting sistem pelayanan penjemputan sampah Go
Pass, dan bank sampah sebagai salah satu alternatif program desa. Hingga saat ini,
adanya program pengelolaan sampah 3R yang dilaksanakan oleh BPS Go Pass di
tengah masyarakat memberikan dampak yang positif bagi perkembangan terhadap
perubahan perilaku masyarakat yang meningkat hampir 80% serta kondisi
lingkungan di Desa Kedungrejo yang menjadi jauh lebih baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan
menganalisis upaya BPS Go Pass dalam mengubah perilaku pengelolaan sampah
masyarakat melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pendekatan penelitian
ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif.
Lokasi pada penelitian ini yaitu berlokasi di Jalan Ahmad Yani, No.32, Desa
Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Teknik
pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi dengan jenis
observasi non-participant observer, menggunakan wawancara semi terstruktur
dimana peneliti menggunakan pedoman wawancara (guide interview), dan
menggunakan studi dokumentasi untuk mendukung adanya upaya BPS Go Pass
dalam mengubah perilaku pengelolaan sampah masyarakat melalui program 3R
(Reduce, Reuse, Recycle). Analisis data dalam penelitian yaitu menggunakan
tahapan analisis data yang dijelaskan oleh Miles & Huberman meliputi
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau
verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu berupa trianggulasi
sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh BPS Go
Pass melalui program pengelolaan sampah 3R dengan menggunakan pendekatan
intervensi pengembangan masyarakat yang terdiri dari; tahap persiapan (persiapan
petugas dan persiapan lapangan), tahap ini dilakukan untuk menyamakan persepsi
antar anggota tim sebagai pelaku perubahan sebelum melakukan kegiatan
penyadaran pada masyarakat, BPS Go Pass menggandeng karang taruna dan ibuibu pkk sebagai kader. Kemudian, tahap assessment (mengidentifikasi masalah,
kebutuhan masyarakat dan potensi), pada tahap ini anggota tim yang terlibat dalam
pembentukan perubahan perilaku masyarakat dituntut untuk berusaha mempelajari
mengenai karakteristik para warga dan melakukan survei lapang terkait
permasalahan serta kebutuhan apa saja yang benar-benar mereka butuhkan selama
ini. Tahap perencanaan alternatif program, pada tahap ini setelah memperoleh
berbagai informasi mereka melakukan musyawarah desa untuk bersama-sama
memikirkan beberapa alternatif program yang nantinya akan di laksanakan untuk
mengatasi permasalahan desa. Tahap pelaksanaan (implementasi) program, pada
tahap ini mereka siap melakukan eksekusi dengan menerapkan beragam bentuk
kegiatan yang sebelumnya telah mereka rancang dan sesuaikan dengan karakteristik
berdasarkan kebutuhan para warga serta permasalahan para warga. Maka,
tercetuslah beragam bentuk kegiatan seperti; kegiatan sosialisasi, edukasi,
pelatihan, serta pelaksanaan penyediaan tempat sampah di masing-masing rumah
tangga, jasa collecting sistem pelayanan penjemputan sampah Go Pass, dan bank
sampah. Dalam tiap pelaksanaan program, dibutuhkan adanya evaluasi dan
monitoring supaya dapat mengetahui perkembangan dan kendala pada setiap
pelaksanaan kegiatan dalam program pengelolaan sampah 3R yang telah diterapkan
pada masyarakat. Kegiatan evaluasi dilakukan selama satu bulan sekali dalam rapat
pengurus BPS Go Pass, sedangkan kegiatan monitoring dilakukan setiap dua
minggu tiga kali oleh para kader dengan cara mengecek langsung pada setiap
rumah-rumah para warga.
Metode-metode intervensi pengembangan masyarakat diterapkan untuk
merealisasikan upaya tersebut dalam memberikan pemahaman, pengetahun serta
penyadaran kepada masyarakat Desa Kedungrejo agar supaya masyarakat dapat
meninggalkan paradigma lama dan mau menjalankan paradigma baru sehingga
perilakunya berubah. Dari dilakukannya upaya-upaya intervensi tersebut yang
dilakukan BPS Go Pass dapat dikatakan berhasil meningkatkan perubahan perilaku
masyarakat sekitar 80%, sehingga perilakunya berubah dalam pengelolaan sampah
rumah tangga terutama dalam pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Hal ini
dapat dilihat dari bagaimana masyarakat sudah mau memilah dan mengelola
sampahnya yang sudah mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari secara baik
akibat adanya program pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa
Kedungrejo. Secara umum dapat dikatakan bahwa program pengelolaan sampah 3R
efektif untuk mengubah perilaku masyarakat. Terciptanya perilaku baru tersebut
dalam pengelolaan sampah memberikan dampak yang positif bagi perkembangan
terhadap perubahan perilaku masyarakat serta kondisi lingkungan di Desa
Kedungrejo menjadi lebih baik, bersih, sehat dan bebas dari sampah.Dosen Pembimbing Kris Hendrijanto S.Sos., M.S