75643 research outputs found
Sort by
Efektivitas Pengelolaan Dana Desa dalam Pembangunan Fisik Desa Jantok Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pengelolaan dana desa melalui tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan hingga pertanggungjwaban di Desa Jantok Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif pendekatan studi kasus dengan menganalisa pengelolaan dana desa di Desa Jantok yang akan diteliti sesuai dengan fakta yang terjadi di Desa Jantok dengan melakukan wawancara kepada kepala desa, bendahara, dan masyarakat. Uji validitas data diperoleh dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Desa Jantok telah mengelola dana desa untuk pembangunan fisik dengan efektif dengan melibatkan masyarakat, sesuai dengan rencana kerja, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meskipun dalam tahapnya masih ditemukan kendala yang dihadapi yakni pada proses perencanaan, yaitu tidak semua masyarakat yang hadir memberikan usulan pada musyawarah desa. Kendala lain yang ditemukan adalah masyarakat tidak terlalu memperhatikan terkait pelaporan dana desa meskipun tetap menghadiri musyawarah penyampaian laporan, bagi masyarakat yang terpenting adalah pembangunan telah dilaksanakan dan bermanfaat.Hendrawan Santosa Putra, S.E., M.Si., Ak. (Dosen Pembimbing I)
Drs. Imam Mas’ud, M.M., Ak. (Dosen Pembimbing II
Efek Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah dalam Menurunkan Kadar Malondialdehid Ginjal Tikus Wistar yang Diinduksi Diazinon
Diazinon is an organophosphate pesticide often used by farmer. The residue of diazinon may contaminate agricultural products and if accidentally consumed in a long term, may potentially led to health problems such as kidney disorders. Shallot (Allium cepa) peel was recently proposed to help recover the kidney damage due to its high flavonoid antioxidant content. This study aims to determine the antioxidant effect of shallot peel extract in reducing oxidative stress caused by diazinon with malondialdehyde (MDA) level indicator on the kidney of Wistar rats (Rattus norvegicus). This research was a true experimental with an in-vivo posttest-only control group design. The 28 rats were divided using a simple random sampling technique. The groups were the control group (K0), the diazinon group (K1), SPEE (Shallot Peel Ethanol Extract) groups which are P1 (300 mg/kg BW), P2 (600 mg/kg BW), P3 (900 mg/kg BW), P4 (1200 mg/kg BW) and P5 (2400 mg/kg BW). At the end of the study, the MDA kidney levels was analysed using the TBARS method. Effective doses were found in 600 mg/kg BW/day, 900 mg/kg BW/day, 1200 mg/kg BW/day, and 2400 mg/kg BW/day. The optimal dose of shallot peel extract in this study was 600 mg/kg BW/day. This study showed the effectiveness of shallot peel extract in reducing kidney MDA levels in diazinon-induced Wistar rats
Karakteristik Fisik dan Kimia Mi Basah Berbahan Campuran Mocaf, Pasta Buah Naga Merah, Pasta Edamame dengan Variasi Penambahan Gum Xanthan dan Karagenan
Finalisasi unggah file repositori tanggal 13 April 2022_KurnadiMayoritas masyarakat Indonesia mengonsumsi mi sebagai pengganti nasi. Tingginya konsumsi mi mengakibatkan jumlah penggunaan tepung gandum naik setiap tahunnya. Penggunaan campuran gum xanthan dan karagenan digunakan untuk mengolah mi tanpa terigu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dan mengetahui karakteristik fisik dan kimia mi basah variasi penambahan gum xanthan dan karagenan. Rancangan penelitian dengan satu faktorial yaitu variasi penambahan karagenan dan gum xanthan (%) yaitu 6 fomulasi meliputi; P0(0:50), P1 (10:40), P2(20:30), P3(30:20), P4(40:10), dan P5(50:0). Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Uji pertama yaitu sifat fisik berpengaruh signifikan pada sifat warna dan elastisitas. Uji kedua yaitu sifat kimia berpengaruh signifikan pada kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar karbohidrat. Formulasi terbaik diperoleh formualasi P0(50:0) dengan hasil penelitian yaitu nilai warna sebesar 28.58 l ; elastisitas 0.20 N/mm2 ; daya rehidrasi 1.20% ; cooking loss 17.5% ; kadar air 14,00% ; kadar abu 5.12% ; kadar lemak 1.4% ; kadar protein 10.18% ; dan kadar karbohidrat 65.8%.Ir. Giyarto, M.Sc (Dosen Pembimbing
Analisis Mutu Fisik Sari Buah Nanas (Ananas comosus L Merr.) dengan Penambahan Bahan Penstabil Selama Penyimpanan
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiBuah nanas memiliki masa simpan pendek yakni hanya 4-6 hari. Selebihnya
buah nanas akan mengalami proses pembusukan yang disebabkan faktor mekanis,
mikrobiologis, dan fisiologis. Sehingga perlu dilakukan penanganan pasca panen,
agar dapat mempertahankan nilai gizi, rasa, dan meningkatkan nilai ekonomis buah
nanas. Salah satu cara pengolahan buah yang dapat digunakan sebagai alternatif
adalah dengan mengolah buah nanas menjadi sari buah nanas.
Sari buah didefinisikan sebagai cairan yang diperoleh dengan memeras buah
baik disaring ataupun tidak, tanpa harus mengalami fermentasi. Namun masalah
yang sering terjadi dalam pembuatan sari buah adalah terjadinya kerusakan suspensi
sari buah selama proses penyimpanan. Untuk menghasilkan sari buah nanas yang
baik tanpa merusak kandungan gizi di dalamnya perlu adanya penambahan bahan
penstabil. Penstabil yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelatin, CMC, dan
kitosan. Ketiga jenis penstabil tersebut memeiliki karakteristik kimia yang hampir
sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sari buah nanas dengan
penambahan bahan penstabil dengan jenis dan konsentrasi yang berbeda.
Parameter yang dianalisis meliputi: total padatan terlarut, pH, viskositas,
dan stabilitas. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance) dua
arah apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan New
Multiple Range Test). Selanjutnya data diolah secara deskriptif menggunakan
Microsoft excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik penambahan
kitosan dengan konsentrasi 1,5% memberikan pengaruh paling baik terhadap mutu
sari buah nanas, dengan total padatan terlarut sebesar 8,5o
brix, pH sebesar 5,15,
viskositas sebesar 2,91cP, dan stabilitas sebesar 100%.Dosen Pembimbing Utama : Dian Purbasari, S.Pi., M.S
Hubungan Tingkat Konsumsi dan Pengetahuan Gizi dengan kejadian Kurang Energi Kronis pada Calon Pengantin di Kecamatan Camplong
Latar Belakang: Calon pengantin merupakan masa prakonsepsi yang tepat untuk mempersiapkan kehamilan. Status KEK pada calon pengantin dapat mempengaruhi kondisi kehamilan dan kesejahteraan bayi yang akan datang. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat konsumsi dan pengetahuan gizi dengan kejadian kurang energi kronis pada calon pengantin. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian melibatkan 33 calon pengantin di KUA Camplong yang terdaftar pada bulan Agustus 2020. Peneliti mengukur lingkar lengan atas untuk mengetahui status KEK, 30 pertanyaan untuk mengukur pengetahuan gizi berupa angket, dan food recall 2x24 jam untuk mengukur tingkat konsumsi. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil: KEK pada calon pengantin sebesar 48,5%, tingkat konsumsi energi dengan responden yang menderita KEK dengan tingkat konsumsi defisit, sebanyak 16 orang (48,5%). Tingkat pengetahuan gizi pada calon pengantin yang menderita KEK kategori sedang sebanyak 8 orang (24,3%). Terdapat hubungan tingkat konsumsi energi dengan status KEK p < α adalah 0,015. Kesimpulan: Asupan energi yang cukup dapat mencegah terjadinya kurang energi kronis pada calon pengantin. Konsumsi makanan merupakan salah satu faktor utama penentu status gizi seseorang
Hubungan antara Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kasus Amebiasis pada Petani di Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiAmebiasis merupakan masalah kesehatan utama pada masyarakat negara
berkembang. Amebiasis disebabkan oleh E. histolytica dengan mortalitas sebanyak
100.000 jiwa per tahun. Sebagian besar penderita amebiasis tidak menunjukkan
gejala tetapi juga bisa bergejala seperti diare, demam, dan nyeri perut. Personal
hygiene dan sanitasi lingkungan yang buruk merupakan faktor risiko penyebab
kasus amebiasis. Pemanfaatan air limbah, kotoran ternak, hingga jarangnya cuci
tangan dengan sabun menyebabkan petani berisiko terinfeksi amebiasis. Tujuan peneliti dalam skripsi ini untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kasus amebiasis pada petani di Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Metode yang digunakan peneliti untuk mendeteksi E. histolytica yaitu dengan pemeriksaan mikroskop perbesaran 1000x dan pengukuran dengan image raster 3.0. Pembuatan preparat menggunakan metode sedimentasi dengan pewarnaan lugol iodine. Penilaian kondisi sanitasi lingkungan dan personal hygiene menggunakan metode wawancara dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Fisher-Exact.
Hasil penelitian yang didapat dari 30 responden dengan karakteristik subjek penelitian didominasi oleh jenis kelamin perempuan, berusia 45-59 tahun, dan tingkat pendidikan SD. Persentase kasus amebiasis mencapai 10% dengan mayoritas subjek penelitian memiliki personal hygiene personal hygiene buruk (93,3%) dan sanitasi lingkungan yang baik (53,3%). Analisis hubungan antara personal hygiene dengan kasus amebiasis menunjukkan p=0,193 (p>0,05) dan sanitasi lingkungan dengan kasus amebiasis menunjukkan p=1,000 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kasus amebiasis.Dosen Pembimbing Utama : Dr. dr. Dina Helianti, M.Kes
Dosen Pembimbing Anggota : dr. Bagus Hermansyah, M.Biome
Karakteristik Pembakaran Difusi Burner dengan Bahan Bakar Campuran Pertadex dan Biodisel Ampas Kelapa (Cocos Nucifera)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiPenggunaan energi fosil yang masih menjadi prioritas utama, membuat
ketersediaannya semakin menipis serta harga yang melonjak naik. Oleh karenanya
perlu adanya energi alternatif terbarukan seperti biodisel. Biodisel merupakan
energi baru terbarukan (EBT) yang berasal dari minyak tumbuh-tumbuhan atau
lemak hewan yang kemudian diolah melalui proses transesterifikasi. Salah satu
bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan biodisel adalah limbah minyak
ampas kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nyala api
pembakaran dari biodisel minyak ampas kelapa yaitu berupa temperatur api,
panjang api, dan warna api. Metode penelitian menggunakan variasi campuran
bahan bakar pertadex dan biodisel dengan komposisi B0, B10, B20, B30, dan
B100 pada aliran udara 30 ℓ/menit dan 40 ℓ/menit. Dari pengujian yang telah
dilakukan menunjukkan bahwa variasi komsosisi bahan bakar dan konsumsi udara
mempengaruhi temperatur, panjang, dan warna nyala api pembakaran. Hasil
pengujian karakteristik pembakaran, temperatur api, panjang api, dan warna api
tertinggi berada pada B0 sedangkan nilai terendah berada pada B100 baik pada
udara 30 ℓ/menit maupun 40 ℓ/menit.Dosen Pembimbing utama : Ir. Digdo Listyadi Setyawan, M.Sc.
Dosen Pembimbing anggota : Dr. Yuni Hermawan S.T.,M.T
Sistem Pengereman Dinamis Direct Current Inject pada Motor Induksi Tiga Fasa 0,335 HP Menggunakan Buck Converter Berbasis Arduino Uno
Motor listrik merupakan salah satu alat yang wajib dimiliki dalam dunia industri, dimana motor listrik sendiri digunakan dalam proses produksi maupun digunakan untuk peralatan yang bergerak. Dalam dunia industri Penggunaan motor dengan arus bolak – balik lebih dari 90% daripada motor dengan arus satu arah (Frank D, 1996). Penelitian ini menggunakan motor 3 phase 0,335 HP dengan kecepatan 1330 rpm. Pada penelitian ini menggunakan variasi tegangan yang diinjeksikan pada motor. Penelitian kali ini menggunakan metode DC inject, dengan melakukan injeksi tegangan DC pada motor 3 phase ketika motor terputus dengan sumber. Penggunaan Buck converteri untuk mengatur nilai tegangan yang akan diinjeksikan pada motor. Ketika waktu yang dibutuhkan motor untuk berhenti diperoleh, dapat dilakukan perhitungan torsi yang terjadi ketika pengereman. Penelitian ini meunjukkan bahwa semakin besar tegangan DC yang diinjeksikan pada motor akan menyebabkan waktu ketika motor terputus dengan sumber akan semakin cepat, sedangkan ketika semakin besar tegangan DC yang diinjeksikan pada motor akan menyebabkan torsi pengereman yang semakin besar juga.Dr. Ir. Triwahju Hardianto, S.T., M.T. (Dosen Pembimbing I)
Ir. H. Andi Setiawan, S.T., M.T. (Dosen Pembimbing II
Inventarisasi Penyakit Tanaman Kubis Bunga dengan Pola Tanam Polikultur Bawang Merah
Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiKubis bunga (Brassica olaraceae L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak disukai masyarakat karena mudah diolah dan memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh.Penyakit utama yang menyerang tanaman kubis bunga yaitu busuk hitam, busuk lunak dan akar gada. Cara pengendalian OPT yang sering dilakukan petani yaitu dengan menggunakan pestisida kimia karena pengaplikasiannya dianggap mudah, akan tetapi dampak negatif lain dari penggunaan pestisida kimia yaitu dapat meninggalkan residu pada tanah yang berbahaya bagi mikroorganisme non patogen. Cara lain yang digunakan untuk mengatasi dampak negatif tersebut yaitu menggunakan tanaman pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman pendamping bawang merah pada tanaman kubis bunga terhadap keberadaan penyakit, insidensi penyakit dan keparahan penyakit.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari P1 (Kontrol), P2 (Bawang merah - Kubis bunga - Kubis bunga - Bawang merah) dan P3 (Bawang merah - Kubis bunga - Bawang merah - Kubis bunga - Bawang merah).Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan.Penelitian ini dilakukan di Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember dan identifikasi penyakit dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember.Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata kemudian dilakukan uji BNJ pada taraf kepercayaan 5%.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan penyakit yang ditemukan pada lahan budidaya yaitu busuk hitam (Xanthomonas campestris) yang muncul pada 21hst dan 28st serta penyakit bercak daun muncul pada 35hst.Insidensi penyakit dan keparahan penyakit busuk hitam menunjukkan hasil berbeda tidak nyata, sedangkan insidensi dan keparahan penyakit bercak daun menunjukkan hasil berbeda nyata.Hal tersebut disebabkan oleh pemberian tanaman pendamping dan kondisi lingkungan abiotik (suhu dan kelembapan).Dr. Ir. Rachmi Masnilah, M. Si (Dosen Pembimbing
Collaborative Governance dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati pada Wisata Kampung Blekok di Kabupaten Situbondo
Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiPenelitian ini didasari oleh permasalahan kawasan peisisir Desa Klatakan di
Kabupaten Situbondo yang kaya akan potensi alamnya, tetapi dalam kondisi
tercemar dan tidak terawat. Kondisi tercemarnya kawasan hutan mangrove di pesisir
pantai Desa Klatakan membuat Kepala Daerah Kabupaten Situbondo mempunyai
usulan untuk mengelola kawasan hutan mangrove tersebut dengan cara melakukan
collaborative governance dalam pengelolaannya sehingga dapat menjadi kawasan
wisata konservasi keanekaragaman hayati di Kabupaten Situbondo. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan proses collaborative governance dalam pengelolaan
kawasan konservasi keanekaragaman hayati pada Wisata Kampung Blekok di
Kabupaten Situbondo. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif, jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan dua jenis data, yaitu data
primer dan data sekunder. Data diperoleh melalui, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori proses collaborative governance dari
Morse dan Stephent. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses collaborative
governance dalam pengelolaan kawasan konservasi keanekaragaman hayati di
Kabupaten Situbondo dilakukan melalui empat tahap kolaborasi yaitu assesment,
initiation, deliberation dan implementation. Pada tahap assesment, initiation dan
deliberation telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan collaborative governance dan
menghasilkan perjanjian kerjasama antara DLH, Pemerintah Desa Klatakan,
Pokdarwis, dan PT. Paiton Energy yang kemudian dijadikan sebagai dasar
pelaksanaan kolaborasi. Pada proses pelaksanaannya, kolaborasi sudah terlaksana
sesuai dengan apa yang telah disepakati, tetapi masih ada beberapa bagian yang
dirasa masih membutuhkan perbaikan dalam pelaksanaannya. Terlepas dari hal
tersebut upaya collaborative governance dalam pengelolaan kawasan konservasi
keanekaragaman hayati pada Wisata Kampung Blekok, tetap berjalan dan
menghasilkan beberapa perubahan baik.Dr. Anastasia Murdyastuti, M.Si (Dosen Pembimbing)
Tree Setiawan Pamungkas, S.A.P., MP.A (Dosen Pembimbing