Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Analisis Kualitas Layanan E-Kinerja Menggunakan Metode E-Govqual dan Importance Performance Analysis (Studi Kasus: OPD Se-Kabupaten Banyuwangi)

    No full text
    Evaluasi Kualitas Layanan E-Kinerja Menggunakan Metode E-Govqual dan Importance Performance Analysis (Studi Kasus OPD Se-Kabupaten Banyuwangi), Reinaldi Ananda Putra, 162410101083; 2022, 135 HALAMAN; Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember Penerapan e-Government sebagai salah satu hasil dari Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE telah diterapkan di berbagai daerah salah satunya Kabupaten Banyuwangi. Implementasi e-Government berupa layanan e-Kinerja merupakan amanat dari Perpres No. 29 Tahun 2014 mengenai SAKIP. Layanan e-Kinerja merupakan aplikasi berbasis website yang dikembangkan pada 2017 dan memuat indikator-indikator kinerja untuk mengukur kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN). Layanan e-Kinerja digunakan untuk menilai kinerja pegawai sebagai langkah percepatan evaluasi suatu lembaga dan organisasi. Sejak awal hingga empat tahun penggunaan, belum ada evaluasi yang dilakukan terhadap kinerja layanan e-Kinerja secara menyeluruh dan terdokumentasi. Selama masa penggunaan eKinerja juga terdapat beberapa keluhan dan kendala yang disampaikan oleh pengguna secara tidak langsung atau melalui pesan kepada pegawai Diskominfo. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas layanan, perlu dilakukan evaluasi terukur secara berkala dengan membandingkan kinerja layanan dengan manfaat yang diterima oleh pengguna.Dosen Pembimbing Utama : Prof. Dr. Saiful Bukhori, ST., M.Kom. Dosen Pembimbing Pendamping : Beny Prasetyo, S.Kom., M.Kom

    Teori Praktek Pekerjaan Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

    No full text
    Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai berbagai konsep fenomena yang terkait dengan multikulturasime. Materi perkuliahan ini meliputi multikulturalisme, kebudayaan dan pembentukan identitas diri, budaya politik masyarakat multikultural, hak asasi manusia dalam masyarakat multikultural, memahami dan menyikapi pluralitas budaya. Globalisasi merupakan suatu proses salin ketergantungan tingkat global yang membuat dunia seolah-olah “menyempit” atau dengan pendekatan lain globalisasi merupakan suatu proses saling ketergantungan dan keterhubungan antar negara dan antar masyarakat. Hal ini terjadi disebabkan kemajuan dan perkembangan di bidang teknologi, transportasi dan informasi/komunikasi. Globalisasi sebagai proses menjadi sangat nyata dalam kehidupan ekonomi. Globalisasi ekonomi membuat adanya pembagian kerja agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya secara efektif dan efisien, timbulnya kepemilikan pribadi yang dilindungi oleh hukum, yang akhirnya berkembang ke akumulasi kekayaan yang luar biasa dan menyebabkan kesenjangan ekonomi

    Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa Dalam Pembelajaran Suhu dan Kalor Melalui Metode Praktikum

    No full text
    Pada kurikulum 2013 mengharuskan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada konsep, teori, dan fakta, tetapi juga aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum 2013 bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna, yaitu dengan cara mengembangkan suatu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Artinya suatu pengetahuan, keterampilan proses sains, dan sikap ilmiah sangat penting untuk ditanamkan pada peserta didik. Akan tetapi pembelajaran masih didominasi pembelajaran konvensional, yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru (teachers oriented), sehingga guru menjadi satu-satunya sumber pengetahuan. Kegiatan pembelajaran di SDN 5 Wringinpitu masih kurang terstruktur dan fleksibel, sehingga hal ini juga mempengaruhi keterampilan proses sains siswa. dalam kegiatan pembelajaran siswa masih mengandalkan guru daripada berusaha dengan kemampuannya. Selain itu pembelajaran konvensional dengan metode ceramah akan membuat siswa bosan dan kurang memperhatikan. Maka perlu suatu metode pembelajaran yang dapar menarik minat siswa, salah satunya dengan metode praktikum untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran suhu dan kalor melalui metode praktikum dan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil melalui metode praktikum pada materi suhu dan kalor. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fakta dan karakteristik subjek penelitian secara tepat dan sistematis. Penelitian ini menggunakan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Persentase kemampuan siswa dihitung dengan rumus skor yang diperoleh siswa dibagi skor maksimum ideal dari tes yang dilakukan dikali seratus persen, dan hasilnya dimasukkan dalam kategori. Hasil persentase keterampilan proses sains siswa melalui praktikum sebesar 62,50% dengan kategori cukup. Terdapat 6 indikator keterampilan proses sains yang diukur pada penelitian ini, yaitu indikator observasi, klasifikasi, mengukur, mengkomunikasi, memprediksi, dan menyimpulkan. Pada indikator observasi diperoleh persentase sebesar 58,33% dengan kategori kurang, indikator klasifikasi diperoleh persentase sebesar 75,00% dengan kategori cukup, indikator mengukur diperoleh persentase sebesar 75,00% dengan kategori cukup, indikator mengkomunikasikan diperoleh persentase sebesar 58,33% dengan kategori kurang, indikator memprediksi diperoleh persentase sebesar 58,33% dengan kategori kurang, dan indikator menyimpulkan diperoleh persentase sebesar 50,00% dengan kategori sangat kurang. Pada hasil pretest diperoleh persentase sebesar 51,39% dengan kategori sangat kurang, sedangkan hasil posttest diperoleh persentase sebesar 62,49% dengan kategori cukup. Dari hasil pretest dan posttest tersebut dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil setelah dilakukannya pembelajaran dengan metode praktikum. Berdasakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil keterampilan proses sains siswa melalui metode praktikum didapatkan persentase sebesar 62,50% dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa keterampilan proses sains siswa melalui metode praktikum berada pada kategori cukup. Dan terdapat peningkatan hasil pada materi suhu dan kalor. Hal ini dapat diketahui melalui hasil pesentase pretest sebesar 51,39% dengan kategori sangat kurang, sedangkan hasil persentase posttest sebesar 62,49% dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil pada materi suhu dan kalor melalui metode praktikum.Dr. Sudarti, M.Kes. Firdha Kusuma Ayu Anggraeni, S.Si., M.Si

    Curahan Tenaga Kerja Pada Usahatani Tembakau Di Desa Tegalmijin Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso.

    No full text
    Tembakau memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan di Indonesia. Kegiatan usahatani tembakau di Desa Tegalmijin Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso yang memiliki banyak rentetan tahapan dalam penanamannya mengakibatkan kegiatan usahatani tembakau memerlukan tenaga kerja yang banyak dalam setiap kegiatannya. Tenaga kerja yang sudah menyelesaikan pekerjaannya akan mendapatkan upah yang sudah disepakati baik itu upah borongan maupun harian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui curahan tenaga kerja setiap tahapan usahatati tembakau, (2) mengetahui persentase curahan tenaga kerja laki - laki dan perempuan pada usahatani tembakau, dan (3) mengetahui sistem pengupahan tenaga kerja yang diterapkan petani tembakau. Lokasi penelitian terletak di Desa Tegalmijin Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. Pemilihan lokasi dengan pertimbangan setiap tahunnya yang tanaman tembakau selalu ditanam, dan juga desa dengan penghasil tembakau terbanyak untuk kecamatan Grujugan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive method dengan jumlah sampel ditentukan dengan melakukan perhitungan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Total rata-rata petani tembakau menggunakan tenaga kerja sebesar 95,93 HOK per hektar terdiri dari 79,95 HOK per hektar tenaga kerja laki - laki dan 15,98 HOK per hektar tenaga kerja perempuan. (2) Persentase curahan tenaga kerja antara laki - laki dan perempuan dari setiap kegiatan memiliki perbedaan. Persentase penggunaan tenaga kerja laki - laki pada seluruh responden sebesar 83,34% dan tenaga kerja perempuan sebesar 16,66%. (3) Usahatani Tembakau di Desa Tegalmijin Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso menerapkan dua cara system upah yaitu upah harian dan upah borongan.Ebban Bagus Kuntadi, SP.,M.Sc

    Efisiensi Penyisihan Kadar Bod Pada Limbah Cair Tahu Menggunakan Tanaman Bambu Air Dengan Sistem Sub Surface Flow Constructed Wetland

    No full text
    Industri tahu di Indonesia berkembang sangat pesat dikarenakan tingginya permintaan masyarakat terhadap tahu. Tingginya permintaan terhadap tahu tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya produksi tahu yang mengakibatkan banyaknya limbah yang dihasilkan. Sebagian besar industri tahu di Indonesia adalah industri skala rumah tangga yang tidak dilengkapi pengolahan limbah sehingga diperlukan pengolahan, salah satunya dengan phyto-treatment. Pada penelitian ini pengolahan limbah cair tahu dilakukan dengan menggunakan tanaman bambu air (Equisetum hyemale) melalui sistem sub surface flow constructed wetland. Penelitian ini bertujuan untuk menyisihkan kadar pencemar organik pada limbah cair tahu yang dapat dilihat dari kadar BOD (biological oxygen deman), serta mengetahui pengaruh jumlah tanaman dan jenis media terhadap kadar BOD. Adapun variabel bebas pada penelitian ini yaitu jumlah tanaman dan jenis media. Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah aklimatisasi, pretreatment dan range finding test. Phyto-treatment dilakukan selama 20 hari dengan waktu tinggal pengujian BOD pada hari ke 5, 10, 15 dan 20. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan efisiensi penyisihan kadar BOD pada hari ke 20 di Reaktor X1Y1, X2Y1, X1Y2, dan X2Y2 masing-masing sebesar 40,93%, 79,10%, 26,53%, dan 53,61%. Efisiensi penyisian kadar BOD paling besar terdapat pada Reaktor X2Y1 yaitu menggunakan 70 batang tanaman dan jenis media tanah dan kerikil. Adapun berdasarkan hasil uji statistik menggunakan anova dua arah dapat disimpulkan bahwa jumlah tanaman dan jenis media berpengaruh signifikan terhadap kadar BOD

    Pengembangan Perangkat Research-Based Learning dengan Pendekatan STEM dalam Meningkatkan Metaliterasi Peserta Didik Menyelesaikan Masalah Himpunan Pasangan Berurutan

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiPendidikan adalah suatu usaha yang terencana dan sadar untuk terciptanya proses pembelajaran dan suasana belajar sehingga peserta didik dapat memiliki pengendalian diri dan mengembangkan potensi dirinya secara aktif, cerdas, terampil, dan berakhlak mulia. Pemerintah telah mengatur standar nasional pendidikan yang didalamnya menunjukkan bahwa materi numerasi atau matematika wajib termuat pada setiap jenjang pendidikan sebagai salah satu mata pelajaran. Peran ilmu matematika sangat penting dalam menyelesaikan suatu masalah aktivitas kehidupan sehari-hari. Permasalahan dalam matematika dapat ditemukan pada pengaplikasian materi himpunan pasangan berurutan. Permasalahan pengaplikasian himpunan pasangan berurutan yang dipilih yaitu penyusunan penjadwalan pada keberangkatan dan pendaratan pesawat. Pemilihan permasalahan ini dikarenakan agar peserta didik dapat mengaplikasikan materi himpunan pasangan berurutan dalam hal yang lebih kompleks guna mengembangkan ilmu matematika itu sendiri dan juga dapat melibatkan beberapa komponen bidang ilmu lainnya. Perkembangan ilmu matematika yang kompleks tentunya memerlukan suatu kemampuan yang cukup kompleks pula dan memanfaatkan teknologi digital sesuai dengan era indrustri 4.0, kemampuan tersebut dapat berupa kemampuan metaliterasi. Metaliterasi adalah kerangka berpikir menyeluruh dengan referensi mandiri yang komprehensif dibandingkan tipe literasi lainnya. Kemampuan metaliterasi dalam pembelajaran daring dapat menggunakan pendekatanpendekatan untuk menunjang proses pembelajaran tersebut dan pendekatan yang dapat diterapkan yaitu pendekatan STEM. Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) adalah kurikulum multi-disiplin yang berfokus terhadap sains, teknologi, teknik, dan matematika yang terintegrasi dengan proses pendidikan dan berfokus pada pemecahan masalah pada kehidupan sehari-hari serta dalam kehidupan profesional (Healey et al., 2014). Pembelajaran berbasis STEM dapat dikolaborasikan dengan model pembelajaran Research-Based Learning. Research-Based Learning (RBL) adalah suatu metode pembelajaran dengan konsep multi-segi yang mengacu pada berbagai strategi pembelajaran dan pengajaran yang menghubungkan penelitian dan pengajaran (Blackmore & Fraser, 2007). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan sintaks model Research-Based Learning dengan pendekatan STEM dalam meningkatkan kemampuan metaliterasi peserta didik menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan, lalu memaparkan proses dan hasil pengembangan perangkat ResearchBased Learning dengan pendekatan STEM dalam meningkatkan kemampuan metaliterasi peserta didik menyelesaikan himpunan pasangan berurutan, serta mengetahui potret fase metaliterasi peserta didik dalam menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan saat penerapan perangkat Research-Based Learning dengan pendekatan STEM. Proses pengambilan data dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa rumusan sintaks model Research-Based Learning dengan pendekatan STEM dalam meningkatkan kemampuan metaliterasi peserta didik menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan dapat dilaksanakan dengan baik, pelaksanaan perangkat Research-Based Learning memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan kemampuan metaliterasi peserta didik kelas 8A SMP Muhammadiyah 1 Jember dalam menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan, serta potret fase metaliterasi setiap peserta didik memiliki caranya masing-masing dalam menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan saat penerapan perangkat Research-Based Learning dengan pendekatan STEM. Hasil dari penelitian ini adalah sintaks model Research-Based Learning dengan pendekatan STEM dalam meningkatkan kemampuan metaliterasi peserta didik menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan yang DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER x mempertimbangkan penyusunan penjadwalan pesawat di suatu bandara yang memiliki dua atau lebih landasan pacu dengan beberapa pesawat yang akan mendarat di waktu yang relatif bersamaan atau berdekatan. Sintaks RBL-STEM melakukan tahapan sebagai berikut 1) fundamental permasalahan yang berkaitan dengan masalah penjadwalan pesawat, 2) memperoleh terobosan dengan menggunakan pengaplikasian himpunan pasangan berurutan, 3) pengumpulan informasi data terkait penerbangan pada suatu bandara, 4) menganalisis data dengan mensketsa hubungan pesawat dan landasan pacu lalu menghubungkannya dengan himpunan pasangan berurutan, 5) menggeneralisasi penjadwalan pesawat dengan mempertimbangkan waktu keberangkatan dan pendaratan, serta 6) memberikan kesimpulan dari hasil kegiatan penelitian yang telah dilakukan untuk observasi metaliterasi peserta didik. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dengan model Research-Based Learning untuk mengukur metaliterasi peserta didik pada permasalahan himpunan pasangan berurutan meliputi RPP, LKPD, serta pretest dan posttest. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kategori valid ditunjukkan dengan koefisien validitas LKPD sebesar 3,82 (95,5%) dan THB sebesar 3,67 (91,75%) dengan demikian perangkat dikatakan valid. Memenuhi kategori praktis berdasarkan penilaian pengamatan keterlaksanaan model pembelajaran sebesar 4 (100%) dengan demikian keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi. Memenuhi kategori efektif berdasarkan persentase aktivitas peserta didik yang sebesar 3,2 (80%), serta tes hasil belajar peserta didik sebesar 84,2% yang menunjukkan kategori aktif. Pengaruh perangkat Research-Based Learning dengan pendekatan STEM dalam meningkatkan metaliterasi peserta didik dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan paired-sample t test dengan bantuan software SPSS dan diperoleh Sig. (2-tailed) senilai 0,00 < 0,05 atau probabilitas < alpha, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh perangkat Research Based Learning – STEM terhadap metaliterasi peserta didik. Selanjutnya dapat dilihat dari hasil yang DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBE diperoleh dari analisis yaitu persentase peserta didik yang berkemampuan metaliterasi sangat tinggi senilai 0% saat pretest, lalu meningkat menjadi 5,2% saat posttest. Berikutnya peserta didik yang berkemampuan metaliterasi tinggi yaitu 5,2% saat pretest, lalu meningkat menjadi 31,7% saat posttest. Kemudian yang berkemampuan metaliterasi sedang yaitu 0% saat pretest, lalu meningkat menjadi 57,9% saat posttest. Berkemampuan metaliterasi cukup yaitu 68,4% saat pretest, menjadi hanya 5,2% saat posttest. Serta yang berkemampuan metaliterasi rendah yaitu 26,4% saat pretest, lalu menjadi 0% saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan metaliterasi peserta didik kelas 8A yang telah menerapkan pengembangan perangkat Research-Based Learning dengan pendekatan STEM dalam menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan. Potret fase peserta didik dalam menyelesaikan masalah himpunan pasangan berurutan didasarkan pada kemampuan metaliterasi peserta didik tersebut. Empat sampel peserta didik yang diambil mewakili kategori metaliterasi sangat tinggi, tinggi, dan sedang. Hasil potret fase dari empat peserta didik yang telah dikombinasikan menjadi satu disebut dengan global metaliterasi, sedangkan hasil potret fase dari masing-masing peserta didik disebut dengan lokal metaliterasi.Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D (Pembimbing I) Arif Fatahillah, S.Pd., M.Si. (Pembimbing II

    Pengembangan Kreativitas dan Produktivitas Anak pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Pembuatan Handycraft dari Limbah Pertanian

    No full text
    Sistem pembelajaran secara daring menimbulkan beberapa permasalahan pada siswa maupun orang tua, seperti siswa yang kurang bisa mengikuti materi secara efektif, mudah bosan dan kurang fokus dalam belajar, serta kurangnya produktivitas siswa selama di rumah. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan program pengabdian dalam rangka mengembangkan kegiatan pembelajaran lain sebagai alternatif dalam meningkatkan produktivitas dan kreativitas siswa dimasa pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu sosialisasi jenis limbah dan pentingnya pengelolaan limbah, pendampingan pembelajaran dan persiapan pembuatan handycraft, pembuatan handycraft dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Sasaran dari kegiatan ini ditujukan untuk siswa SD di RT.003 RW.001 Ds. Kauman, Kec. Kauman, Kab. Tulungagung. Instrumen penilaian keberhasilan program pengabdian yaitu penilaian hasil posttest pembelajaran melalui soal yang diberikan, penilaian dari beberapa aspek dalam keberhasilan pembuatan handycraft melalui pemberian skor, dan penilaian berdasarkan hasil survei pelaksanaan kegiatan melalui Google Form yang diberikan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian selama 30 hari yaitu siswa memahami materi mengenai limbah, dampak limbah, cara pengelolaan limbah, dan mampu melakukan praktik secara langsung pengelolaan limbah yaitu dengan pembuatan handycraft yang juga dapat meningkatkan kemampuan intelektual anak

    Pengaruh Intensitas Penguasaan Lahan Terhadap Produktivitas Usaha Pertanian di Kabupaten Lombok Utara

    No full text
    Karya saya saya adalah menelaah tentang intensitas penguasaan lahan yang dikaitkan dengan produktivitas usaha pertanian jagung di Kabupaten Lombok Utara dimana produktivitas usahatani jagung itu bisa dicapai dengan intensitas penguasaan lahan yang maksimal dalam berbagai tipeMeneliti tentang efektivitas penguasaan lahan atau yang dikenal dengan intensitas penguasaan lahan terhadap tingkat produktivitas usaha pertanian jagung di Kabupaten Lombok UtaraDr. Herman Cahyo Diartho S.E M.P Aisah Jumiati S.E M.

    Rancang Bangun Generator Axial Flux 1 Phase Stator Ganda Menggunakan Magnet Neodymium (NdFEB) Kutub (U-S)

    No full text
    Penggunaan energi listrik dari waktu ke waktu semakin meningkat karena banyaknya kebutuhan dari masyarakat yang harus menggunakan listrik. Sehingga menimbulkan kelaangkaan pada bahan baku utama untuk mendapatkan listrik yaitu batu bara. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan batu bara sebagai bahan untuk menghasilkan listrik yaitu dengan mengandalkan pembangkit listrik energi terbarukan untuk menghasilkan listrik. Generator memiliki peranan penting pada sebuah pembangkit listrik. Generator adalah mesin listrik yang digunakan untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Prinsip kerja yang digunakan generator adalah dengan teori induksi medan elektromagnetik. Generator Axial Fluks yang memiliki spesifikasi menggunakan stator ganda pada setiap stator terdapat 16 kumparan dimana pada masing-masing kumparan terdapat 1400 lilitan dengan ukuran kawat email 0,2mm, pada rotor menggunakan magnet Neodymium sebanyak 8 buah dengan ukuran magnet 20 mm x 5 mm di pasasang secara berlawanan pada kutubnya yaitu kutub utara dan kutub selatan. Pengujian generator ini menggunakan primover motor ac dan dengan beban yang digunakan lampu LED dengan daya 1,8 watt dan 2,6 watt. Kecepatan putar generator yang digunakan sebesar 2000 r.p.m. dengan menggunakan dua metode pengambilan data yaitu pada saat stator sejajar dan pada saat salah satu sisi stator dimiringkan. Pada pengujian pertama yaitu tanpa menggunakan beban menghasilkan nilai tegangan 17,07 volt dan 24,72 volt pada saat tegangan setelah rectifier pada saat menggunakan stator yang dimiringkan dihasilkan tegangan 16,37 volt dan 24,57 volt tegangan setelah rectifier dengan frekuensi 133,3 Hz. Lalu untuk perhitungan pada tegangan dihasilkan 17,82 volt. Dengan nilai eror persen 4,4 % pada stator sejajar dan 8,9% pada stator yang dimiringkan. Tegangan yang dihasilkan pada saat stator dimiringkan lebih kecil dari pada saat stator sejajar dan sudah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan. Pada pengujian kedua yaitu menggunakan beban pada saat stator sejajar dengan tegangan perhitungan pada stator sejajar yaitu 4,62 volt. Pada beban 1,8 watt dihasilkan tegangan generator sebesar 4,34 volt dan 2,77 volt pada tegangan setelah rectifier dengan nilai eror persen 6,3 % dan arus 0,01072 ampere dengan daya 0,0296944 watt. Selanjutnya beban 2,6 watt dihasilkan teganan generator sebesar 4,27 volt dan 2,69 volt pada tegangan setelah rectifier dengan nilai eror persem 8,1 % dan arus 0,01094 ampere dengan daya 0,0294286 watt. Pada beban yang di paralel dihasilkan tegangan generator sebesar 4,22 volt dan 2,65 volt pada tegangan setelah rectifier dengan nilai eror persen 9,4 % dan arus 0,01107 ampere dengan daya 0,0293355 watt. Pada pengujian ketiga yaitu dengan menggunakan beban pada saat stator dimiringkan dengan tegangan perhitungan pada stator dimiringkan yaitu 4,34 volt. Pada beban 1,8 watt dihasilkan tegangan generator sebesar 4,25 volt dan 2,71 volt pada tegangan setelah rectifier dengan nilai eror persen 2 % dan arus 0,010 ampere dengan daya 0,0271 watt. Selanjutnya beban 2,6 watt dihasilkan teganan generator sebesar 4,25 volt dan 2,70 volt pada tegangan setelah rectifier dengan nilai eror persem 2 % dan arus 0,01006 ampere dengan daya 0,027162 watt. Pada beban yang di paralel dihasilkan tegangan generator sebesar 4,36 volt dan 2,54 volt pada tegangan setelah rectifier dengan nilai eror persen 0,5 % dan arus 0,01037 ampere dengan daya 0,0263398 watt. Nilai eror persen yang ada terjadi karena perbedaan tegangan perhitungan dengan tegangan pengukuran. Nilai eror persen yang ada karena terdapat rugi-rugi mekanik. Dan sudah dapat di pastikan Generator Axial Flux 1 Phase Stator Ganda Menggunakan Magnet Neodymium kutub (U-S) lebih baik menggunakan stator yang sejajar.Ir. Widyono Hadi, M.T. (Pembimbing I) Ir. Gamma Aditya Rahardi, S.T., M.T.(Pembimbing II

    Penerapan Metode Goal Programming pada Pengoptimalan Produksi Furniture UD. JK Aluminium Kabupaten Blitar

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiPerusahaan UD. JK Aluminium merupakan perusahaan mebel yang memiliki sumber daya dikarenakan adanya permintaan produk terhadap konsumen yang harus dipenuhi. Permintaan produksi akan menjadi masalah apabila tidak memiliki manajemen perusahaan yang baik. Termasuk pada persediaan bahan baku yang dilakukan perusahaan hanya berdasar prakiraan. Perusahaan UD. JK Aluminium membutuhkan perencanaan produksi yang baik dan efisien untuk mengelola proses produksi perusahaan. Perusahaan harus memiliki strategi agar tujuan-tujuan perencanaan guna menghasilkan produksi yang optimal. Perusahaan UD. JK Aluminium memiliki tujuan yaitu meminimumkan jumlah biaya anggaran bahan baku, meminimumkan pemakaian bahan baku, meminimumkan jam kerja, dan memaksimumkan hasil produksi. Perencanaan produksi perusahaan yang memiliki lebih dari satu tujuan akan diselesaikan menggunakan metode Goal Programming. Goal programminng adalah salah satu model dalam pengoptimuman multi tujuan. Masalah yang sudah dirumuskan dalam model goal programming selanjutnya akan diselesaikan dengan QM For Windows. Permasalahan yang terdapat di usaha mebel aluminium dijadikan sebagai bentuk formulasi model matematis. Dengan menentukan variabel keputusan, menentukan fungsi tujuan, dan menentukan fungsi kendala. Variabel keputusan yang digunakan pada penelitian ini yaitu jumlah produk jendela, etalase, dan lemari pakaian yang akan diproduksi dalam satuan unit. Selanjutnya fungsi tujuan yang akan dimaksimumkan atau diminimumkan pada penelitian ini adalah meminimumkan jumlah biaya anggaran bahan baku, meminimumkan pemakaian bahan baku, meminimumkan jam kerja, dan memaksimumkan hasil produksi. Kendala-kendala yang dimiliki yaitu jumlah anggaran biaya bahan baku, batas-batas pemakaian bahan baku, jam kerja, dan jumlah produk yang dianjurkan dalam setiap bulan produksi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, solusi dari permasalahan Goal Programming dapat dilakukan menggunakan QM for Windows. Hasil menunjukkan semua fungsi tujuan dapat tercapai dengan baik. Hasil dari permasalahan yaitu yang didapatkan dari aplikasi QM For Windows dapat diketahui bahwa nilai optimal untuk biaya anggaran bahan baku jendela, etalase, dan lemari pakaian sama dengan biaya anggaran yang telah dikeluarkan oleh pemilik produksi mebel yaitu sebesar Rp22.850.000,00 per bulan. Lalu untuk batas atas dapat diminimumkan menjadi bahan baku dari aluminium (b1) yaitu sebesar 28,1 meter dari yang semula 610 meter. Agar proses produksi mencapai target rata-rata jam kerja yang digunakan yaitu 55 jam untuk anjuran volume produksi yang baik dan benar banyak produk yang dihasilkan harus optimal sehingga didapatkan hasil untuk jendela memproduksi sebanyak 10 unit per bulan, etalase sebanyak 5 unit per bulan, dan lemari pakaian sebanyak 5 unit per bulan. Hal ini menunjukkan semua sasaran dapat tercapai dengan optimal.Dosen Pembimbing utama : Susi Setiawani, S.Si., M.Sc. Dosen Pembimbing anggota : Lioni Anka Monalisa S.Pd., M.Pd

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇