Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Etnomatematika pada Tari Kuntulan Kembang Pujian Banyuwangi sebagai Bahan Paket Soal Tes

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 6 Juni 2022_KurnadiMatematika merupakan ilmu pengetahuan yang memungkinkan manusia melakukan eksplorasi dalam mengamati suatu pola, memahami hubungan, dan menggunakan kemampuan pemecahan masalah. Konsep matematika sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pengkajian suatu budaya, adat istiadat atau kebiasaan dalam masyarakat tertentu yang tanpa disadari memuat konsep matematika merupakan salah satu ranah kajian matematika yang disebut etnomatematika. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali etnomatematika pada tari Kuntulan Kembang Pujian Banyuwangi. Unsur-unsur tari yang diteliti pada penelitian ini adalah gerakan dan pola lantai yang merupakan unsur pokok dari kesenian tari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Daerah penelitian dalam penelitian ini adalah Kabupaten Banyuwangi. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah budayawan dan pelatih tari Kuntulan Kembang Pujian Banyuwangi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa terdapat etnomatematika pada gerakan dan pola lantai tari Kuntulan Kembang Pujian Banyuwangi. Beberapa konsep matematika dan aktivitas matematika muncul pada gerakan serta pola lantai tari. Aktivitas dan konsep matematika yang muncul pada gerakan tari adalah aktivitas membilang dan konsep transformasi geometri. Aktivitas membilang muncul pada setiap gerakan tari. Aktivitas membilang yang dilakukan penari adalah kegiatan membilang 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. Konsep transformasi geometri pada gerakan tari Kuntulan Kembang Pujian diantaranya translasi, refleksi, dan rotasi. Konsep translasi muncul pada gerakan yang memiliki bentuk dan arah hadap sama namun diulang pada posisi yang berbeda. Konsep refleksi muncul pada gerakan tari yang memiliki bentuk gerak yang sama namun arah hadap bercerminan. Konsep rotasi muncul pada gerakan tari yang memiliki bentuk yang tetap dan penari melakukan perputaran di tempat baik beruap putaran penuh ataupun putaran tidak penuh. Konsep matematika yang muncul pada pola lantai adalah konsep titik, konsep garis, konsep bangun datar, dan konsep transformasi geometri. Konsep titik yang dimaksud merupakan posisi setiap penari pada sebuah pola lantai. Konsep garis pada pola lantai didapat dari penarikan garis antar titik yang mewakili atau menyimbolkan posisi setiap penari. Konsep bangun datar diperoleh dari bentuk-bentuk pola lantai yang diterapkan oleh penari pada area panggung. Bentuk datar yang terbentuk antara lain bangun trapesium, persegi panjang, jajar genjang, segitiga, layang-layang, dan poligon segi enam (heksagon). Konsep transformasi geometri yang muncul pada pola lantai adalah translasi, refleksi, dan dilatasi. Konsep translasi muncul pada pola lantai yang memiliki bentuk yang sama persis namun dilakukan pada posisi dan waktu yang berbeda (diulang). Konsep refleksi muncul pada pola lantai yang memiliki bentuk yang sama namun pola lantai yang selanjutnya merupakan hasil pencerminan dari pola lantai sebelumnya. Konsep dilatasi muncul pada pola lantai yang memiliki bentuk yang sama akan tetapi jarak antar penari pada pola selanjutnya menjadi lebih dekat, sehingga pola lantai yang terbentuk menjadi lebih kecil. Produk hasil penelitian ini adalah paket soal tes, dimana paket soal tes dibuat berdasarkan hasil penelitian etnomatematika pada pola lantai tari Kuntulan Kembang Pujian Banyuwangi. Paket soal tes berisi 8 soal uraian dengan pokok bahasan bangun datar segiempat untuk siswa kelas VII yang disusun berdasarkan Revisi Taksonomi Bloom. Paket soal tes dapat diakses melalui laman bit.ly/3AEPbdC.Dosen Pembimbing Utama : Dra. Titik Sugiarti, M.Pd. Dosen Pembimbing Anggota : Drs. Toto’ Bara Setiawan, M.Si

    Strategic Planning for Sustainable Economic Recovery in the New Normal Period in the City of Surabaya

    No full text
    The Covid-19 pandemic has had a considerable impact on the economy in the city of Surabaya, especially in the fields of Micro, Small, and Medium Enterprises and the creative industry, tourism, and employment. The City of Surabaya. By using SWOT analysis, it can be concluded that although the economic growth of the City of Surabaya during the Covid-19 pandemic has decreased, the economic growth in the City of Surabaya is still positive and always above the national and East Java economic growth and improved the economy after the covid pandemic. These include empowering MSMEs, integrating tourist destinations, both natural tourism, populist-based history, and religion, improving the quality of the workforce to suit the company's needs, and so on

    Karakteristik Mutu Fisik, Sensoris dan Aktivitas Antioksidan Beragam Formula Es Krim Kunyit – Jahe Berbahan Penstabil CMC dan Karagenan pada Berbagai Konsentrasi

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiPentingnya penstabil dalam pembuatan es krim berguna untuk menahan terjadinya pengkristalan es krim pada saat masa penyimpanan dan menstabilkan pengadukan dalam proses pencampuran bahan baku es krim. Penstabil yang cukup ekonomis dan sering digunakan adalah CMC dan karagenan. Berdasarkan penelitan terdahulu mengacu pada Istiqomah (2017) pada es krim edamame peneliti menyatakan bahwasanya bahan penstabil CMC dan karagenan yang dihasilkan masih belum sesuai dengan kriteria es krim yang baik. Pada bahan penstabil CMC dan karagenan memiliki kandungan serat yang berbeda, sehingga penggunaan bahan penstabil dalam pengolahan es krim dapat mempengaruhi karakteristik es krim yang dihasilkan. Bahan pendukung yang dapat ditambahkan dalam pembuatan es krim untuk meningkatkan sifat fungsional kesehatan dan zat pewarna alami dalam produk es krim adalah jahe dan kunyit. Mengkonsumsi jahe dan kunyit akan meningkatkan derajat kesehatan karena mengandung banyak senyawa bioaktif salah satunya sebagai antioksidan, namun mengkonsumsi kunyit dan jahe kurang diminati oleh masyarakat karena memiliki rasa yang pedas dan pahit. Penambahan bahan penstabil pada pembuatan es krim kunyit dan jahe perlu dibatasi, hal ini berguna untuk menghasilkan es krim dengan karakteristik yang baik diantaranya tidak cepat meleleh, dan memiliki tekstur lunak atau halus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui mutu fisik, aktivitas antioksidan dan mutu sensoris es krim kunyit – jahe dengan penstabil CMC dan karagenan serta mengetahui konsentrasi CMC dan karagenan yang dapat menghasilkan es krim kunyit – jahe dengan sifat yang baik dan disukai. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama jenis bahan penstabil yaitu CMC dan karagenan dan faktor kedua konsentrasi jenis bahan penstabil yaitu 0,1%; 0,3%; 0,5% dengan 4 kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Parameter pengamatan yang digunakan yaitu mutu fisik (overrun, kecepatan meleleh, kecerahan dan tekstur), aktivitas antioksidan, mutu sensoris (warna, aroma, rasa, tekstur dan keseluruhan), dan uji efektivitas untuk menentukan perlakuan terbaik. Data fisik dan kimia yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada α (0,05). Sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan Chi-Square pada α (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jenis dan konsentrasi bahan penstabil menghasilkan nilai yang berbeda terhadap overrun, kecepatan meleleh, dan tekstur, namun menghasilkan nilai yang tidak berbeda terhadap kecerahan (lightness) dan aktivitas antioksidan es krim kunyit - jahe kunyit - jahe. Hasil uji chi square pada mutu sensoris pada α (0,05) menghasilkan nilai yang berbeda pada tekstur es krim kunyit - jahe, namun menghasilkan nilai yang tidak bebeda terhadap aroma, warna, rasa, dan keseluruhan es krim kunyit - jahe berbasis kunyit – jahe dengan variasi jenis dan konsentrasi bahan penstabil. Es krim kunyit dan jahe dengan perlakuan terbaik dan disukai dihasilkan pada perlakuan jenis bahan penstabil CMC dengan konsentrasi 0,1%. Es krim kunyit dan jahe tersebut memiliki nilai overrun 38,87%, nilai kecepatan meleleh 1,27g/menit, nilai kecerahan (lightness) 69,42, nilai tekstur 2,23 mm/50g/10 detik, nilai aktivitas antioksidan 70,33%, dan uji sensoris menghasilkan 52% panelis agak menyukai warna es krim, 52% panelis agak menyukai aroma es krim, 72% panelis agak menyukai rasa es krim, 24% panelis menyukai tekstur es krim, dan 20% panelis menyukai penampilan keseluruhan es krim.Dosen Pembimbing Utama : Ir. Mukhammad Fauzi M.Si

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecenderungan Pegawai dalam Melakukan Tindak Kecurangan (Fraud) pada Perusahaan Manufaktur

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan pegawai dalam melakukan tindak kecurangan (fraud). Peneltian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode kuisioner. Populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PT. Karya Mitra Seraya selain manajerial berjumlah 52 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner yang dibagikan via online melalui google form. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah asimetri informasi, penegakan peraturan, keefektifan pengendalian internal, moralitas individu, dan kesesuaian kompensasi. Penelitian ini menggunakan analisis linear berganda dalam pengujian hipotesis. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan, yang berarti tidak terjadi asimetri informasi di dalam perusahaan. Sedangkan, penegakan peraturan, keefektifan pengendalian internal, moralitas individu dan kesesuaian kompensasi berpengaruh negatif terhadap kecenderungan kecuranga

    HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN (Quo Vadis Perlindungan Konsumen Pangan Rekayasa Genetika)

    No full text
    Setiap orang adalah konsumen. Tidak akan ada seorangpun dapat memenuhi semua kebutuhan hidupnya dari hasil kerjanya sendiri. Belum termasuk jumlah kebutuhan dasarnya saja seperti sandang (Pakaian), pangan, dan papan (tempat tinggal) setiap orang pasti membutuhkan orang lain

    Peningkatan Fungsi Instalasi Pompa Air Berbasis Panel Surya diI Desa Banyuglugur Kabupaten Situbondo

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 13 April 2022_KurnadiSemakin meningkatnya kebutuhan energi listrik untuk berbagai kebutuhan manusia maka usaha manusia untuk mengeksploitasi sumber energi habis di pakai juga meningkat. Mengingat terbatasnya persediaan energi listrik tersebut, maka mulai dikembangkan energi alternatif yang sumbernya seperti energi matahari. Energi matahari yang tersedia di Indonesia yang memiliki iklim tropis sangat melimpah. Selain itu energi matahari merupakan energi terbarukan dan tidak akan habis, energi matahari juga ramah lingkungan. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atau sering dikenal dengan panel surya akan lebih efektif diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan seperti kebutuhan listrik rumah tangga seperti penerangan rumah, mesin cuci, rice cooker, pompa air dan lainnya. Salah satu aplikasi untuk pemanfaatan PLTS yaitu digunakan untuk sumber energi penggerak pompa, terutama di daerah yang jauh dari sumber listrik. Secara umum kinerja pompa air tenaga surya dapat berjalan dengan baik apabila mendapatkan sinar radiasi matahari yang cukup. Radiasi matahari di Indonesia nilainya relatif tinggi yaitu rata- rata mencapai 4,5 kWh/m2 /hari (Bachtiar, 2006) sehingga pompa air tenaga surya ini memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Desa Banyuglugur merupakan salah satu desa di kabupaten Situbondo yang memiliki potensi sinar matahari yang bagus sepanjang tahunnya untuk pembangunan PLTS. Desa Banyuglugur memiliki program pompa air berbasis panel surya yang bekerjasama dengan PAMSIMAS (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau yang selalu mengalami kekeringan. Dalam penelitian ini penulis akan membahas mengenai perhitungan daya pompa berbasis panel surya di desa Banyuglugur serta perencanaan pembangkit listrik tenaga nano hidro dengan memanfaatkan air yang sudah tersimpan pada tandon dengan metode pump storage menggunakan aplikasi HOMER. Pada perhitungan kebutuhan air perhari diketahui jumlah penduduk banyuglugur sebanyak 60 KK dengan jumlah pengguna air sebesar 240 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air perhari rata – rata sebesar 60 – 100 liter maka diperoleh jumlah pemakaian hari sebesar 24 m3 . Pada perhitungan kapasitas tandon diperoleh ukuran 8,6 m x 4,3 m x 4,3 m yang dapat menampung kebutuhan air sebesar 159 m3 dan dapat menopang kebutuhan warga sebesar 24 m3 selama 6 hari, dengan kapasitas tandon ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangkit listrik dengan metode pump storage. Pada penelitian ini diperoleh daya hasil keluaran panel surya pada hari pertama sebesar 2.867,71 Watt, 1.790,1 Watt pada hari kedua, 1.864,2 Watt pada hari ketiga, 1.670,7 Watt pada hari keempat dan 1.650,9 Watt pada hari kelima. Untuk daya yang digunakan oleh pompa yaitu sebesar 716,36 Watt pada hari pertama, 720,53 Watt pada hari kedua, 720,53 Watt pada hari ketiga, 750,55 Watt pada hari keempat dan 722,54 Watt pada hari terakhir. Sedangkan untuk daya yang dapat disimpan oleh PLTNH yaitu 707,187 kWh pada hari pertama, 640,979 kWh pada hari kedua, 594,946 kWh pada hari ketiga, 605,263 kWh pada hari keempat, dan 720,330 kWh pada hari terakhir. Untuk total daya yang dapat disimpan oleh PLTS dan PLTNH yaitu sebesar 735,857 kWh pada hari pertama, 658,879 kWh pada hari kedua, 613,586 kWh pada hari ketiga, 621,963 kWh pada hari keempat, dan 673,423 kWh pada hari kelima dengan daya rata-rata yang disimpan sebesar 673,423 kWh. Hasil keluaran daya panel surya cenderung kecil dikarenakan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya matahari, bayangan awan, dan perubahan iklim secara tiba-tiba, sedangkan untuk daya yang dihasilkan PLTNH cenderung stabil dikarenakan flowrate atau debit air yang mengalir ke turbin air cenderung stabil dengan flowrate sebesar 5,8 m3 /h. Dengan debit air sebesar itu maka diperoleh total daya PLTNH rata-rata sebesar 673,423 kWh dengan penambahan beban sejumlah satu buah titik lampu.Suprihadi Prasetyono, S.T., M.T. (Pembimbing I) Dr. Ir. Andi Setiawan, S.T.,M.T. (Pembimbing II

    Perbedaan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tahap Akademik dan Mahasiswa Profesi terhadap Pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs)

    No full text
    Healthcare Associate Infections (HAIs) merupakan infeksi yang terjadi di tempat pelayanan kesehatan yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dan bisa menular ke pasien atau petugas kesehatan. Faktor seperti kurangnya pengetahuan perawat, dapat juga menjadi penyebab terjadinya HAIs. Penting bagi para petugas kesehatan, termasuk mahasiswa keperawatan yang sedang melakukan praktik di pelayanan kesehatan untuk mengetahui tindakan-tindakan dalam mencegah HAIs. Tindakan yang dapat dilakukan dalam pencegahan HAIs salah satunya yaitu menerapkan kewaspadaan standar. CDC merekomendasikan sebelas komponen utama yang harus dipatuhi dan dilaksananakan dalam kewaspadaan standar, yaitu kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri, dekontaminasi peralatan perawatan pasien, kesehatan lingkungan, pengolahan limbah, perlindungan tenaga kesehatan, penatalaksanaan lienen, praktik menyuntik yang aman, penempatan pasien, etika batuk dan etika bersin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa tahap akademik dan mahasiswa profesi terhadap pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs). Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan analisis komparatif dan menggunakan total sampling sebagai teknik pengambilan sampel yang melibatkan 298 responden yang terdiri dari 196 mahasiswa akademik dan 102 mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik mahasiswa, pengetahuan tentang Healthcare Associated Infections (HAIs), pengetahuan tentang penerapan standar precautions, pengetahuan tentang penerapan hand hygiene dengan total 46 pertanyaan. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney. Hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian ini sebanyak 96% mahasiswa akademik memiliki pengetahuan yang baik tentang HAIs dan 98% mahasiswa profesi memiliki pengetahuan yang baik tentang HAIs. Pada indikator pengetahuan tentang standar precaution didapatkan sebanyak 83% mahasiswa akademik dan 93% mahasiswa profesi memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang penerapan standar precaution. Sedangkan sebanyak 31% mahasiswa akademik dan 53% mahasiswa profesi memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penerapan hand hygine. Hasil uji dengan menggunakan Mann-Whitney didapatkan nilai p=0,619 pada indikator pengetahuan tentang HAIs, nilai p=0,459 pada indikator pengetahuan tentang SP dimana nilai tersebut menunjukkan lebih besar dari nilai p pada batas kritis yaitu p=0,05 yang dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang HAIs dan standard precaution pada mahasiswa akademik dengan mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Sedangkan nilai p=0,005 pada indikator pengetahuan tentang HH dimana nilai tersebut menunjukkan lebih kecil dari nilai p pada batas kritis yaitu p=0,05 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan tentang hand hygiene mahasiswa akademik dengan mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang HAIs dan standar precaution pada mahasiswa akademik dengan mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Jember, dan ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang hand hygiene pada mahasiswa akademik dengan mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang pencegahan healthcare associated infections dan dapat menjadi bahan evaluasi mahasiswa, khususnya penerapan hand hygiene yang sering kali tidak dilakukan. Sehingga dapat memperbaikinya dan diterapkan di pelayanan kesehatan. === Among healthcare workers, nurses are the ones most exposed to patients since they are in contact 24h a day. Nurses lack of knowledge factors can lead to HAIs. Therefore, it’s important especially for nurses and nursing students to understand how to prevent HAIs. The aim of this study was to analyze the difference in knowledge levels of academic nursing students and professional nursing students in prevention. This study used descriptive design with comparative analysis. Total participant is 298 nursing students consisted of 196 academic nursing students and 102 professional nursing students were gathered with total sampling technique and statistic test used Mann Whitney. The results showed there aren’t a difference in knowledge level of the academic nursing students and professional nursing students, on the indicator of knowledge about HAIs (p= 0,619), on the indicator of knowledge about standard precautiom (p= 0,459), and there is a difference on the indicator of knowledge about hand hygiene (p= 0.001). Almost all respondents have good knowledge about HAIs. Knowledge of HAIs is very important to learn, with the aim that nursing students can avoid exposure to HAIs, and can apply HAIs prevention and control when practicing in healthcare settings.Ns. Wantiyah, S.Kep., M.Kep. (Dosen Pembimbing I) Ns. Retno Purwandari, S.Kep., M.Kep. (Dosen Pembimbing II

    School Based Management

    No full text
    Organisasi dapat dipahami sebagai wadah terselenggaranya suatu kegiatan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebagain ahli mendifinisikan organisasi merupakan proses interkasi individu untuk mencapai tujuan dengan mengoptimalkan sumberdaya yang ada. Organisasi juga dapat dipahami sebagai institusi yang memeiliki kaidah normative yang mengatur sekelompok orang dalam menjalankan tupoksi dan tupoksinya untuk mencapai sutau tujuan yang ditetapkan bersama. Organisasi dalam proses mencapai tujuan menurut Hoy dan Miskel, 1982 (dalam Soepeno, 2010). dipengaruhi oleh berbagai faktor penentu. Faktorfaktor penentu itu meliputi proses kepemimpinan, pemberian motivasi, sistem komunikasi, proses pengaruh-interaksi, proses pengambilan keputusan, perumusan dan pencapaian tujuan, dan proses control

    Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal HOTS Pokok Bahasan SPLTV ditinjau dari Self-regulated Learning

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiKemampuan literasi matematika adalah suatu kemampuan dimana seseorang dapat merumuskan permasalahan matematika yang ada, kemudian mampu menerapkan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam menyelesaikan permasalahan untuk selanjutnya seseorang tersebut dapat melakukan penafsiran permasalahan pada kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar. Kemampuan literasi matematika menurut PISA dibagi kedalam 6 level, dengan level1 merupakan level terendah dan level 6 merupakan level tertinggi. Terdapat beberapa indikator dalam pemenuhan level kemampuan literasi matematika. Indonesia sendiri menduduki peringkat terendah dalam pemenuhan level kemampuan literasi matematika, Indonesia selalu berda pada peringkat 10 terbawah dengan nilai rata-rata 375 (level 1). Menurut Hidayat dkk. Rendahnya kemampuan literasi matematika tidak hanya disebabkan kurangnya pengetahuan melainkan dipengaruhi kurangnya self-regulateed learning siswa dalam belajar. Beberapa penelitian sebelumnya membahas tentang rendahnya kemampuan literasi matematika di Indonesia akan tetapi masih belum ada penelitian serupa yang dilakukan pada siswa dengan self-regulated learning pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV). Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal HOTS pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) ditinjau dari selfregulated learning. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal HOTS ditinjau dari selfregulated learning yang dimiliki oleh siswa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri Arjasa. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa mewakili setiap tingkatan self-regulated learning. Prosedur yang digunakan pada penelitian ini meliputi kegiatan pendahuluan, penyusunan instrumen, validasi instrumen, penentuan subjek penelitian, pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen pada penelitian yang digunakan terdiri atas peneliti, angket self-regulated learning, soal tes kemampuan literasi metematika, pedoman wawancara, dan lembar validasi. Pengambilan data dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 2 Desember 2021 yaitu diberikannya angket kepada seluruh siswa kelas X IPA 1 yang terdiri dari 34 siswa dan 3 desember 2021 yaitu pemberian soal tes dan wawancara terhadap tiga subjek. Berdasarkan data yang diperoleh, dilakukan analisis untuk mengetahui siswa dengan self-regulated learning rendah, sedang, dan tinggi untuk selanjutnya diberikan soal tes. Pada kategori self-regulated learning rendah siswa tidak dapat memenuhi indikator level 4 kemampuan literasi matematika, siswa hanya dapat menuliskan kembali informasi dengan tidak memahami maksud dari soal. Pada kategori self-regulated learning sedang siswa juga tidak dapat memenuhi semua indikator level 4 kemampuan literasi matematika, siswa hanya dapat memenuhi satu indikator yaitu menggunakan informasi pada soal dengan merubah informasi pada soal dalam bentuk matematika, siswa tidak dapat menemukan langkah yang dapat menyelesaikan soal tersebut. Pada kategori self-regulated learning tinggi, siswa dapat memenuhi indikator pada level 4 dengan menyelesaikan soal dengan baik, yaitu dengan menyelesaikan soal menggunakan metode tertentu, menggunakan informasi pada soal, menggunakan ketrampilan berhitungnya dan dapat memberikan kesimpulan beserta alasannya. Namun tidak dapat memenuhi indikator pada level selanjutnya yaitu level 5 dan level 6.Dosen Pembimbing I : Dr. Drs. Didik Sugeng Pambudi, M.S. Dosen Pembimbing II : Randi Pratama Murtikusuma, S.Pd., M.Pd

    Determinants of Purchase Intention During COVID-19: A Case Study of Skincare Products in East Java

    No full text
    During COVID-19, consumers of skincare products pay more attention to safety and comfort. In such a crisis, consumers seek skincare products with brand effectiveness, high quality, and persuasive reviews by social media influencers. This study investigates the influence of brand effectiveness, product quality, and celebrity endorsers on purchase intention of halal skincare products in the pandemic. The study employed a survey of halal skincare users in East Java, Indonesia. A purposive sampling of 180 female respondents was analyzed; they were followers of Safi-Skincare Instagram and aged 18 and over. Descriptive statistics indicated that religious background strengthened the factors influencing the purchase intention towards a skincare product. The data were then analyzed using multiple linear regression with a statistical level of confidence of 95%. The result showed that brand effectiveness, product quality, and celebrity endorsers significantly affect purchase intention in Indonesia during the pandemic. The study concludes that Muslim standards reinforce rigid standards applied to skincare products with a halal logo, supporting good quality performance and encouraging stronger purchase intention. This study contributes to understanding consumer behavior in the pandemic using a purchase intention framework that can be applied to the safety and comfort of other consumer products

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇