75643 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Modal Sosial oleh Paguyuban Bukit Jamur dalam Pengembangan Usaha Budidaya Jamur di Desa Panti
Validasi unggah file repositori_Kacung
Finalisasi unggah file repositori tanggal 21 April 2022_KurnadiModal sosial memiliki peranan penting dalam pengembangan masyarakat.
Sebagai salah satu modal dalam aset komunitas, modal sosial menjadi alat yang
digunakan masyarakat untuk mengoptimalkan modal-modal lain yang ada.
Pemanfaatan modal sosial yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Panti adalah
bentuk nyata bagaimana modal sosial mampu membantu pengembangan
masyarakat dalam usaha budidaya jamur. Budidaya jamur merupakan usaha yang
berkembang di tengah masyarakat yang diinisiasi oleh inisiator bernama
Muhammad Soleh. Usaha tersebut dijalankan dengan tujuan agar mendapatkan
pendapatan yang lebih stabil sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Keberadaan modal sosial di tengah masyarakat menjadi alat yang digunakan
untuk menyatukan masyarakat di dalam institusi bernama Paguyuban Bukit
Jamur. Kesamaan nilai berupa pemahaman tujuan bahwa usaha budidaya jamur
yang dijalankan bersama-sama akan lebih berhasil, membuat masyarakat bersatu
dan membentuk paguyuban. Melalui paguyuban tersebut masyarakat yang sudah
mengenal sejak lama percaya bahwa satu sama lain akan dapat membantu
pengembangan usaha budidaya jamur yang mereka jalankan. Salah satu hal yang
membuat mereka memutuskan mengembangkan usaha secara bersama-sama
adalah keberadaan jaringan di luar komunitas yang mereka miliki dapat
mendukung pengembangan usaha mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan
menganalisis pemanfaatan modal sosial yang dilakukan oleh anggota Paguyuban
Bukit Jamur dalam pengembangan usaha budidaya jamur yang mereka jalankan di
Desa Panti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian
di Dusun Gebang Langkap, Desa Panti, Kabupaten Jember. Penentuan informan
dalam penelitian ini menggunakan purposive dan snowball, untuk informan pokok
berjumlah 4 orang dan informan tambahan berjumlah 2 orang. Pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara (semi terstruktur), observasi dan dokumentasi.
Setelah data terkumpul, maka data disajikan secara deskriptif dan dianalisis
berdasarkan pada metode analisis data dari Miles dan Huberman (2009:62) untuk
mendapatkan kesimpulan. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan
teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan modal sosial yang
dilakukan anggota Paguyuban Bukit Jamur di Desa Panti dilakukan dengan
mengoptimalkan modal sosial yang sebelumnya sudah ada berupa nilai, jaringan
(network), kepercayaan (trust) yang terinstitusi menjadi satu untuk menyatukan
tujuan individu masyarakat Desa Panti. Masyarakat memiliki tujuan bahwa
dengan menjalankan usaha budidaya jamur mereka akan mendapatkan pendapatan
yang stabil serta kehidupan yang lebih baik. Tujuan tersebut disatukan menjadi
tujuan bersama sehingga terbentuk nilai bahwa melalui usaha budidaya jamur
yang dijalankan bersama-sama, usaha tersebut akan berkembang. Nilai tersebut
terinstitusi dalam sebuah paguyuban bernama Paguyuban Bukit Jamur. Melalui
Paguyuban Bukit Jamur masyarakat percaya (trust) bahwa satu sama lain mampu
membantu pengembangan usaha budidaya jamur yang dijalankan oleh masingmasing anggota. Salah satunya adalah membantu perluasan jaringan (network) di
luar paguyuban yang dapat membantu pengembangan usaha mereka.
Pengoptimalan modal sosial yang sudah mereka lakukan sebelumnya digunakan
untuk mengorganisasi potensi-potensi individu anggota paguyuban berupa potensi
sumber daya manusia, potensi finansial, potensi teknologi dan potensi lingkungan
menjadi aset bersama (aset komunitas) yang digunakan untuk pengembangan
usaha budidaya jamur secara bersama-sama.Dosen Pembimbing utama : Budhy Santoso, M.Si., Ph.
Habitus Masyarakat di Daerah Kekeringan pada Desa Jatisari Kabupaten Situbondo
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 Mei 2022_KurnadiKekeringan merupakan salah satu masalah serius yang sering muncul ketika musim kemarau tiba.
Biasanya keadaan ini muncul pada suatu wilayah secara terus-menerus yang mengalami curah
hujan di bawah rata-rata sehingga pasokan air menjadi sedikit. Pada umumnya bencana
kekeringan tidak dapat diketahui mulainya, namun dapat dikatakan bahwa kekeringan terjadi saat
air yang ada sudah tidak lagi mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu contohnya yaitu
kekeringan yang terjadi di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo. Masyarakat
Desa Jatisari ini harus berusaha keras untuk mendapatkan air yang digunakan sebagai kebutuhan
sehari-hari mereka seperti minum, memasak, mandi dan mencuci. Dalam penelitian ini,
menggunakan teori Pierre Bourdieu tentang habitus. Habitus adalah struktur mental atau kognitif
yang dengannya orang berhubungan dengan dunia sosial. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif, dengan di fokuskan pada metode pendekatan etnografi. Etnografi berfokus
pada kelompok yang memiliki kebudayaan yang sama. Hasil penelitian yang diperoleh adalah
danya habitus di Desa Jatisari membuat masyarakat memiliki sifat tolong menolong yang
dibuktikan dengan adanya gotong-royong dalam membuat sumber air dan memperbaiki sumur
bor yang rusak. Kemudian adanya kerukunan terhadap tetangga ketika diperbolehkan meminjam
air, menitipkan jurigen untuk mengambilkan air dan kejujuran masyarakat ketika melakukan
transaksi air membuat hubungan yang semakin erat didalam bermasyarakat Dari adanya
kesulitan yang sama dalam mendapatkan air akibat daerah kekeringan ini,
membuat masyarakat memiliki toleransi yang tinggi untuk saling membantu agar
mempermudah aktifitas yang dilakukan sehari-harinya. Habitus dibangun dan
berlakukan oleh masyarakat sejak dahulu hingga saat ini.
.Dosen Pembimbing : Baiq Lily Handayani, S.sos., M.Sosi
Pengaruh Macam Media dan Klon Terhadap Pertumbuhan Akar Metode Cangkok Susu pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiTanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki ekonomi yang tinggi bagi perekonomian nasional. Gerakan nasional rehabilitasi untuk memenuhi kebutuhan bibit pada tanaman kakao yaitu melalui perbanyakan vegetatif dengan salah satunya menggunakan metode cangkok. Permasalahan pada metode cangkok yaitu pada macam klon dan macam media terhadap pertumbuhan perakaran yang masih kurang optimal. Inovasi terbarukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan metode cangkok susu, dengan tujuan untuk menghasilkan bibit yang memiliki perakaran lebih optimal dibandingkan dengan cangkok biasanya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh macam klon dan macam media terhadap pertumbuhan akar metode cangkok susu pada tanaman kakao (Theobroma cacao L.). Metode yang dipakai dalam melakukan penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 (Petak utama) terdiri dari 3 taraf diantaranya yaitu Klon PA (C1), Klon GC (C2), Klon BL (C3). Faktor 2 (Anak petak) terdiri dari 3 taraf diantaranya yaitu Cocopeat (M1), Tanah+Cocopeat+Kompos Kambing (M2), Tanah+Cocopeat+Kompos Sapi (M3). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara macam klon dan macam media terhadap pertumbuhan akar. Sedangkan terdapat pengaruh nyata pada macam media terhadap jumlah akar, diameter akar, dan panjang akar. Sedangkan tidak terdapat pengaruh yang nyata pada macam klon terhadap semua variabel pengamatan kecuali pada suhu media.Dosen Pembimbing utama : Ir. Gatot Subroto, M. P
The Role of Human Capital in Agriculture Development in Canada
This study examines the impact of the
direction of the relationship of education and health
development in Canada on agricultural development
efforts in Canada. This study using vectors which are
generally used in a-theory research so that human
capital theory is used as a determinant of key factors,
not as the basis for econometric equations. The results
of the vectoring carried out in this study can be
described through the estimation of the IRF (impulse
response function) estimation. The next step is to
forecast the influence of each variable in the form of a
forecasting graph so that it can be seen clearly the
combination of the direction of the relationship or the
influence of each variable. We found that Canadian
agriculture is increasingly productive and investment
in education and health continues to increase. Of
course, this is a good sign. The graph of employment
in agriculture has increased up to the sixth period.
However, it continues to decline. This indicates that
there is a decrease in the number of people working in
the agricultural sector. This could be due to an
increase in agricultural technology so that the number
of workers needed is decreasing or a sign of a large
number of job options in Canada outside the
agricultural sector
Does Perceived Risk? A Study of Technology Acceptance Model on Online Shopping Intention
This research discusses and tests the factors influencing consumer intentions in making
online purchases in Indonesia based on technology acceptance models and perceived risks. The
survey was conducted online over the internet and collected 308 valid data. Data were analyzed
using structural equation model methods and with to help of the Smart PLS 3.0 program.
According to the findings, perceived ease of use, usefulness, and risk positively influenced online
purchase intentions. Perceived risk concerns, on the other hand, get a negative effect on online
purchasing intentions. The research focused on the impact of perceived risk, perceived ease of
use, and perceived usefulness on online purchase intentions. Other determinants need to be
considered for future studies
Pengkodean Citra dengan Kombinasi Metode 3D Playfair, Bit Shift, dan Pixel Shift
Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiZaman teknologi saat ini, pengiriman pesan semakin berkembang dengan
munculnya banyaknya aplikasi yang mewadahi masyarakat agar lebih mudah
mengirim pesan. Pesan yang disampaikan memiliki berbagai macam bentuk,
diantaranya adalah teks, gambar, dan suara. Pengiriman pesan yang semakin
berkembang juga didukung dengan munculnya internet yang menyediakan akses
untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan
pemakainya yang tersebar di seluruh dunia sehingga tak jarang banyak pengguna
internet (pihak lain) menyalahgunakan penggunaan internet untuk mengakses
informasi atau pesan yang seharusnya tidak diakses sehingga dibutuhkan sebuah
ilmu kriptografi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Pada penelitian ini membahas tentang pengkodean citra dengan kombinasi
metode 3D Playfair, Bit Shift, dan Pixel Shift. Proses pengkodean citra dengan
kombinasi metode 3D Playfair, Bit Shift, dan Pixel Shift tediri dari tiga tahap yaitu
menginputkan kunci, enkripsi, dan dekripsi. Proses enkripsi terdiri dari beberapa
tahap yaitu menentukan iterasi, trigram 3D Playfair, Bit Shift, enkripsi 3D
Playfair, konversi trigram ke × , dan Pixel Shift. Proses dekripsi terdiri dari
beberapa tahap yaitu menentukan iterasi, Pixel Shift, trigram 3D Playfair, dekripsi
3D Playfair, Bit Shift, dan konversi trigram ke × . Hasil pengkodean citra
dengan kombinasi metode 3D Playfair, Bit Shift, dan Pixel Shift pada proses
enkripsi terlihat acak (tidak berpola) dan terlihat jelas bahwa plainimage sangatlah
berbeda dengan cipherimage. Proses dekripsi dengan kombinasi metode 3D
Playfair, Bit Shift, dan Pixel Shift berhasil mengembalikan cipherimage yang telah
diproses menjadi plainimage atau citra aslinya.
Berdasarkan data penelitian yang terdiri dari 26 citra RGB dan tiga kunci
yang telah diuji, hasil akan dianalisis keamanannya menggunakan tiga metode
analisis yaitu NPCR, UACI, analisis korlasi. Hasil yang diporelah dari NPCR
yaitu nilai NPCR kombinasi metode 3D Playfair, Bit Shift, dan Pixel Shift lebih
besar yaitu 99,58% daripada dengan metode 3D Playfair yaitu 88,51%. Hasil
yang diporelah dari UACI yaitu nilai UACI kombinasi metode 3D Playfair, Bit
Shift, dan Pixel Shift lebih besar yaitu 33,02% daripada dengan metode 3D
Playfair yaitu 11,78%. Hasil yang diporelah dari analisis korelasi yaitu nilai
analisis korelasi kombinasi metode 3D Playfair, Bit Shift, dan Pixel Shift lebih
mendekati 0 yaitu 0,028194 daripada dengan metode 3D Playfair yaitu 0,658528.
Berdasarkan tiga metode analisis keamanan yang telah didapat, dapat disimpulkan
bahwa pengkodean citra dengan kombinasi metode 3D Playfair, Bit Shift, dan
Pixel Shift lebih baik atau aman daripada dengan metode 3D Playfair.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Kiswara Agung Santosos, S. Si., M. Kom.
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Agustina Pradjaningsih, S. Si., M. Si
Uji Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp) pada Mencit dengan Metode Bersihan Karbon
Sistem imun adalah kumpulan mekanisme kompleks yang terjadi di dalam
tubuh sebagai respon terhadap adanya zat asing atau infeksi yang masuk. Ada dua
macam sistem imun, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Kelainan
pada sistem imun, seperti penyakit autoimun, gangguan imunodefisiensi, dan
reaksi hipersensitivitas disebabkan karena adanya respon imun yang tidak
terkontrol. Penyakit tersebut dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan yang
memiliki indikasi sebagai imunomodulator. Imunomodulator adalah obat atau
substansi yang bekerja dengan cara memodulasi fungsi dan aktivitas dari sistem
imun. Ada tiga macam imunomodulator, yaitu imunoadjuvant, imunostimulan,
dan imunosupresan. Penggunaan obat-obatan tersebut dalam jangka waktu
panjang dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, sehingga
menyebabkan pengembangan obat yang berasal dari tumbuhan. Salah satu
tanaman yang berpotensi untuk dijadikan sebagai imunomodulator adalah temu
giring. Temu giring merupakan tanaman dari genus Curcuma yang mengandung
zat aktif kurkumin. Kurkumin telah banyak dilaporkan untuk imunomodulasi yang
kuat, antioksidan, antiinflamasi, dan aktivitas antitumor. Selain kurkumin, temu
giring juga mengandung banyak senyawa kimia, seperti minyak atsiri, saponin,
flavonoid, tanin, amilum, lemak, damar, dan zat warna kuning.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas
ekstrak etanol temu giring dosis 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB
terhadap nilai indeks fagositosis dan jumlah sel leukosit pada mencit yang
diinjeksikan karbon. Mencit sebanyak 25 ekor dibagi secara acak menjadi 5
kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan 3 kelompok uji
dengan dosis 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Masing-masing
kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Setiap kelompok diberikan sediaan secara
peroral selama 6 hari berturut-turut. Kemudian di hari ke-7, suspensi karbon
diinjeksikan secara intravena pada bagian ekor mencit. Darah mencit diambil pada
menit ke-5 dan 15 setelah penyuntikan karbon. Darah dilisiskan pada 4 mL asam
asetat 1% dan diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Darah
pada menit terakhir juga diambil untuk perhitungan jumlah sel limfosit, monosit,
dan neutrofil menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran 100x.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara peningkatan
dosis dengan nilai indeks fagositosis, yaitu semakin besar dosis maka semakin
besar pula nilai indeks fagositosis yang dihasilkan. Nilai rata-rata indeks
fagositosis pada semua kelompok uji dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB lebih dari
satu (IF>1), sehingga menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu giring
memiliki aktivitas imunostimulan. Berdasarkan uji statistik, nilai indeks
fagositosis sel makrofag mencit yang diberi ekstrak etanol rimpang temu giring
dosis 500 mg/kgBB memberikan nilai indeks fagositosis paling besar. viii
dibandingkan dua dosis lainnya dan berbeda signifikan (p<0,05) dengan
kelompok kontrol positif dan kontrol negatif.
Perhitungan jumlah sel limfosit, monosit, dan neutrofil pada semua
kelompok uji lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol negatif. Berdasarkan uji
statistik, jumlah sel limfosit dan monosit darah tepi mencit yang diberi ekstrak
etanol rimpang temu giring pada dosis 500 mg/kgBB paling tinggi dibandingkan
dua dosis lainnya dan berbeda signifikan (p<0,05) dengan kelompok kontrol
positif dan kontrol negatif. Jumlah sel neutrofil tertinggi juga diperoleh dari
ekstrak etanol rimpang temu giring dosis 500 mg/kgBB dan berbeda signifikan
dengan (p<0,05) kontrol negatif. Peningkatan jumlah sel limfosit, monosit, dan
neutrofil pada darah tepi mencit setelah diinjeksikan karbon menunjukkan adanya
peningkatan aktivitas fagositosis. Hal ini sebanding dengan peningkatan nilai
konstanta dan indeks fagositosis pada metode bersihan karbon, sehingga dapat
disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu giring memiliki aktivitas
imunostimulan.Dosen Pembimbing Utama : Dr. apt. Fifteen Aprila Fajrin, S.Farm., M.Farm.
Dosen Pembimbing Anggota : apt. Fransiska Maria Christianty, S.Farm.,M.Farm
Analisis Mutu Tepung Komposit MOCAF (Modified Cassava Flour) dan Bubuk Teh Hijau (Matcha) pada Berbagai Rasio Persentase
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 Mei 2022_KurnadiMOCAF atau Modified Cassava Flour merupakan salah satu jenis inovasi tepung dari singkong yang sudah banyak digunakan di Indonesia. MOCAF dapat dibuat dengan proses fermentasi pada singkong. Pengaplikasian MOCAF pada bahan pangan memiliki kekurangan khususnya pada kandungan senyawa bioaktif, dikarenakan kandungan utama MOCAF adalah pati yang merupakan jenis karbohidrat. Inovasi yang bisa meningkatkan mutu maupun kandungan pada MOCAF adalah mencampurkannya dengan bahan lain yang memiliki kandungan senyawa bioaktif sehingga membentuk tepung komposit. Bubuk teh hijau (matcha) merupakan salah satu jenis bahan tambahan pangan alami yang sering diaplikasikan pada pengolahan bahan pangan karena mengandung banyak senyawa biaoktif seperti polifenol. Penambahan matcha pada MOCAF diharapkan dapat meningkatkan kandungan senyawa polifenol serta dapat berpengaruh pada sifat fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio penambahan matcha terhadap mutu dari tepung komposit MOCAF-matcha.
Penelitian diawali dengan membuat tepung komposit. Matcha dan MOCAF dicampur dan diaduk hingga homogen. Rancangan penelitian mengguankan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu persentase matcha dan MOCAF. Persentase yang digunakan terdiri dari 0:100, 2:98, 4:96, 6:94, 8:92 dan 10:90%. Pengolahan data penelitian menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) meliputi derajat putih, kadar air, kadar abu, sifat pasta, sifat termal, swelling power, WHC, OHC, totak polifenol, aktivitas antioksidan dan kadar serat pangan. Beda nyata diantara rerata perlakuan digunakan uji beda nyata DNMRT (Duncan Multiple Range Test)
Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio persentase matcha berpengaruh nyata terhadap karakteristik mutu dari tepung komposit MOCAF matcha. Peningkatan rasio persentase matcha yang digunakan pada tepung komposit menyebabkan penurunan pada nilai derajat putih, kadar air, kadar serat pangan, swelling power, dan oil holding capacity, sedangkan pada nilai kadar abu, water holding capacity, total polifenol dan aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan. Rasio persentase matcha tidak berpengaruh pada sifat termal, tetapi berpengaruh pada sifat pasta yaitu rasio persentase matcha akan menurunkan nilai peak viscocity, minimum viscocity, breakdown, final viscocity dan breakdown serta peningkatan pada peak time dan pasting temperature.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Ir. Herlina, M.P
The Fifth Grade Students' in Ability Writing Summary of Explanation Text at SDN Wonojati 01 Jenggawah Jember
Pembelajaran bahasa merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan
agar dapat menguasai bahasa. Pembelajaran bahasa mencakup 4 aspek
keterampilan berbahasa, diantaranya keterampilan menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis. Pembelajaran bahasa, khususnya pembelajaran menulis di
kelas V meliputi pembelajaran menulis ringkasan, menulis teks narasi, dan
menulis surat undangan. Penelitian ini membahas mengenai kemampuan menulis
menulis ringkasan teks eksplanasi siswa kelas V dilihat dari aspek kesesuaian isi
dengan teks asli, penggunaan kata baku, penggunaan kalimat efektif, penggunaan
huruf kapital, penggunaan tanda baca titik dan koma, serta penggunaan konjungsi
kausalitas.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada 1 dan 2 Maret 2021
dengan guru kelas V SDN Wonojati 01 diperoleh informasi bahwa sebanyak 22
siswa tidak tepat dalam mencantumkan ide pokok pada salah satu paragraf,
menyalin seluruh teks tanpa diringkas, tidak menggunakan kata baku, serta kurang
tepat dalam menggunakan huruf kapital, tanda baca, konjungsi kausalitas, dan
kalimat efektif. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah
kemampuan menulis ringkasan teks eksplanasi siswa kelas V SDN Wonojati 01
Jenggawah Jember; dan (2) faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi
kemampuan menulis ringkasan teks eksplanasi siswa kelas V SDN Wonojati 01
Jenggawah Jember.
Penelitian dilaksanakan di SDN Wonojati 01, Kecamatan Jenggawah,
Kabupaten Jember. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dengan jumlah 37
siswa terdiri atas 26 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang
digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data terdiri atas,
reduksi data, penyajian data, pemberian bobot dan penghitungan persentase, serta
penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan dalam penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai
rata-rata kemampuan siswa dalam menulis ringkasan adalah 68,05, nilai tersebut
termasuk kategori baik. Sebanyak 5 siswa atau 13,51% memiliki kemampuan
menulis ringkasan sangat baik, 11 siswa atau 29,72% memiliki kemampuan baik,
dan 11 siswa atau 29,72% tergolong kategori kemampuan cukup. Persentase
tertinggi terdapat pada 12 siswa atau 32,44% dengan kategori kemampuan kurang.
Kemampuan menulis ringkasan teks eksplanasi siswa kelas V SDN Wonojati 01
secara keseluruhan tergolong cukup tinggi; dan (2) faktor-faktor yang
mempengaruhi kemampuan menulis ringkasan siswa antara lain, rendahnya minat
baca, minimnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kurangnya
pembiasaan menulis, dan kurangnya pendampingan belajar oleh orang tua di
rumah, khususnya belajar menulis.
Adapun saran yang diberikan yaitu: (1) siswa sebaiknya melakukan
pembiasaan menulis dan membaca untuk mengurangi kesalahan dalam penulisan,
menambah kosa kata dan membantu penggunaan bahasa yang baik dan benar
sesuai kaidah kebahasaan; (2) guru sebaiknya mengetahui hal-hal yang
mempengaruhi kemampuan menulis siswa agar dapat meningkatkan kemampuan
siswa terutama dalam menulis sehingga tujuan pembelajaran bahasa dapat mudah
dicapai; (3) bagi pihak sekolah sebaiknya perlu menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar ketika berkomunikasi di lingkungan sekolah; dan (4) bagi
peneliti lain sebaiknya penelitian mengenai kemampuan menulis dapat dijadikan
gambaran untuk menunjang pembelajaran bahasa dan menciptakan pembaruanpembaruan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, khususnya
menulisDosen Pembimbing I : Drs. Hari Satrijono M. Pd
Dosen Pembimbing II : Zetti Finali, S.Pd., M.P
Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Profitabilitas Perbankan Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19
Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiSetiap perusahaan rela melakukan berbagai cara untuk mempertahankan eksistensinya. Perusahaan dituntut untuk mengembangkan hubungan sosial perusahaan kepada lingkungan, masyarakat, konsumen, dan pemegang saham (stakehoder). Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan laba dengan mengimplementasikan Corporate Social Responsibility. Pandemi Covid-19 di Indonesia mengakibatkan dampak yang signifikan pada usaha di semua sektor, khususnya perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sub sektor perbankan termasuk ke dalam sektor jasa yang sangat terdampak pandemi. Pandemi Covid-19 mendorong perusahaan untuk ikut berpartisipasi dan berkomitmen dalam pengendalian masalah ekonomi masyarakat selama pandemi dengan memperhatikan kepentingan stakeholder. Dalam hal ini, pengungkapan Corporate Social Responsibility merupakan solusi dalam meningkatkan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat selama pandemi. Pengungkapan CSR yang baik memiliki peran penting dalam menarik sinyal positif dari stakeholder. Tidak hanya itu, respon positif yang diberikan stakeholder berupa kepercayaan akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh yang diberikan CSR terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan nilai Return On Equity (ROE). Metode yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Corporate Social Responsibility pada periode 2017 hingga 2020, sebelum pandemi, maupun selama pandemi Covid-19.Dosen Pembimbing Utama : Indah Purnamawati, S.E., M.Si., Ak.
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Ahmad Roziq, S.E., M.M., Ak