75643 research outputs found
Sort by
Analisis Konsep Fisika Kuantum pada Teleportasi Berbasis Al-Qur’an
Validasi unggah file repositori_Rudi K
Finalisasi unggah file repositori tanggal 17 Mei 2022_KurnadiAnalisis Konsep Fisika Kuantum Pada Teleportasi Berbasis Al-Qur’an; Nurul Faridah, 180210102011; 2022; 63 halaman; Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.
Teleportasi merupakan suatu peristiwa perpindahan yang dilakukan secara praktis dan cepat. Teleportasi dalam dunia teknologi sebenarnya telah dilakukan, meskipun masih dalam tahap partikel atom. Banyak peneliti atau orang-orang yang menyatakan bahwa teleportasi merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan terutama pada benda-benda atau manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang menganalisis konsep terjadinya peristiwa teleportasi terutama dalam peristiwa dalam Al-Qur’an. Mempelajari apa yang ada dalam Al-Qur’an dapat membuat manusia menyadari kebenaran yang ada dalam Al-Qur’an dan menyadari bahwa hal yang terjadi di dunia ini cukup rumit dan kompleks karena itu tidak mungkin bahwa apa yang terjadi hanya sebuah kebetulan, pasti ada Tuhan yang mengatur dan membuat segalanya. Hal yang dituliskan dalam Al-Qur’an dan dapat dijelaskan secara ilmiah merupakan bukti bahwa Al-Qur’an merupakan suatu kebenaran yang nyata dan jika terdapat hal yang tidak dapat diilmiahkan dan diluar nalar/logika manusia maka hal tersebut juga merupakan bukti bahwa ada kekuatan lain yang telah mengatur segalanya (Tuhan).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kuantum pada teleportasi berdasarkan peristiwa perpindahan singgasana Ratu Balqis dan berdasarkan peristiwa Isra’ Mi’raj. Penelitian ini dapat dikatakan analisis konsep karena mengambil peristiwa yang terdapat dalam Al-Qur’an yang kemudian dianalisis dengan pendekatan teori kuantum. Hal-hal yang dikaji dalam penelitian teleportasi ini yaitu peristiwa yang terdapat dalam Al-Qur’an tentang teleportasi yaitu perpindahan singgasana Ratu Balqis dan peristiwa Isra’ Mi’raj. Teori yang cukup mendekati peristiwa teleportasi dan digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kuantum.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kualitatif deskriptif berupa studi pustaka dengan menganalisis buku dan jurnal yang berkaitan. Data yang diperoleh nantinya akan berupa data deskriptif, yaitu seperti wawancara den literatur yang berhubungan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu keterhubungan/integrasi antara fisika kuantum dengan teleportasi yang terjadi pada peristiwa perpindahan singgasana Ratu Balqis dan peristiwa Isra’ Mi’raj. Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menentukan topik, mengumpulkan data, analisis data, menyusun argumen dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori kuantum yang digunakan pada peristiwa perpindahan singgasana Ratu Balqis dapat membuat peneliti memperoleh gambaran tentang bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi jika ditinjau dengan kuantum. Pada proses analisisnya, peristiwa perpindahan singgasana Ratu Balqis telah memperoleh tentang data-data jarak perpindahan, waktu perpindahan, dan siapa yang membantu proses perpindahan tersebut. Data-data yang telah diperoleh tersebut kemudian akan dianalisis, dan dihitung dengan menggunakan teori kuantum seperti relativitas, sedangkan untuk kecepatannya diperoleh dengan rumus fisika tentang kecepatan benda.
Hasil akhirnya akan diketahui bahwa apa yang telah dijelaskan dalam Al-Quran (sesuai Tafsir Al-Quran) adalah benar. Pada peristiwa Isra’ Mi’raj, gabungan antara teori relativitas dengan kuantum Annihilasi untuk pergerakan dengan kecepatan cahaya dan relativitas umum untuk ruang lengkung jagat raya ternyata tidak mampu untuk menjelaskan peristiwa Isra' Mi'raj. Maka kemudian, Mi’raj akan dipandang sebagai peristiwa yang keluar dari dimensi ruang-waktu manusia.Dosen Pembimbing Utama : Drs. Bambang Supriadi, M.Sc.
Dosen Pembimbing Anggota : Drs. Maryani, M.Pd
Analisis Penggunaan Jumlah Bahan Aktif Pestisida dan Banyaknya Keluhan Masalah Kesehatan pada Petani di Wilayah Agroindustri Jember
Pestisida dapat menyebabkan masalah kesehatan baik akut ataupun kronik. Latar belakang dari penelitian ini adalah Penggunaan pestisida di kawasan agroindustri Jember yang tidak dapat dihindari. Paparan pestisida pada petani Jember, baik paparan langsung ataupun tidak langsung, diduga menjadi salah satu penyebab munculnya masalah kesehatan.. Keterkaitan antar penggunaan bahan aktif pestisida dan masalah kesehatan pada petani di wilayah agroindustri jember perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan jumlah bahan aktif pestisida dengan banyaknya masalah kesehatan pada petani di wilayah Agroindustri Jember. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observational dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diambil adalah petani yang berada di kabupaten jember yang diwakili oleh 11 kecamatan. Besar sampel berjumlah 84 orang yang diambil dengan accidental sampling. Variabel yang diambil adalah jenis pestisida, jumlah bahan aktif yang dipakai, keluhan masalah kesehatan, Analisis menggunakan analisis unvaried dan bivariate menggunakan Chi square tes dengan p <0,05. Penggunaan bahan aktif yang digunakan selama penyemprotan mayoritas 1 bahan aktif 51,19% .Keluhan masalah kesehatan sebesar 52,38% dengan keluhan terbanyak adalah pusing sebesar 29,76%.Hasil Analisis jumlah bahan aktif saat penyemprotan dengan banyaknya keluhan kesehatan dengan menggunakan Chi Square tes, p= 0,009 dengan nilai p<0,05. Dari penelitian ini didapatkan ada hubungan penggunaan bahan aktif residu pestisida dengan keluhan masalah kesehatan pada petani di Jember. Petani yang terpapar kebanyakan tidak merasakan keluhan kesehatan
Pengembangan E-LKPD pada Materi Energi dalam Sistem Kehidupan untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMP
Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiKeterampilan berpikir kreatif merupakan kebiasaan melatih fikiran
dengan memperhatikan imajinasi, mengungkap kemungkinan baru, dan intuisi.
Keterampilan berpikir kreatif merupakan unsur pembangun yang harus didalami.
Keterampilan berpikir kreatif merupakan hal yang perlu dilatih dan
dikembangkan dalam proses pembelajaran. Faktanya keterampilan berpikir
kreatif siswa belum sesuai dengan yang diharapkan dan perlu ditingkatkan. Hal
tersebut dibuktikan dengan beberapa penelitian yang terkait keterampilan beprikir
kreatif siswa. Keterampilan berpikir kreatif siswa yang rendah dapat disebabkan
karena dalam pembelajaran siswa belum terlibat secara aktif. Siswa hanya
mendapatkan materi dari apa yang diberikan oleh guru dan kurang leluasa
mengembangkan idenya sehingga hal ini menyebabkan rendahnya berpikir
kreatif siswa.
Untuk mengembangkan keterampilan berpikir siswa dapat dilakukan
dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sehingga siswa dapat
memahami konsep pada materi IPA dan aktif dalam pembelajaran. Melalui
LKPD ini memungkinkan siswa dapat meningkatkan keterampilan berpikir
kreatifnya karena meminimalkan peran guru sebagai pendidik dan lebih
memaksimalkan peran siswa dalam pembelajaran. Upaya yang telah dilakukan
masih menggunakan LKPD konvensional, sedangkan adanya kemajuan teknologi
di era golbalisasi ini menuntut inovasi baru dalam tampilan LKPD. Kondisi
pandemi saat ini juga mengakibatkan pembelajaran seringkali dilakukan secara
daring (dalam jaringan) yang mengakibatkan aktivitas belajar siswa lebih banyak
menggunakan jaringan internet. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
diperlukan adanya penyusunan perangkat pembelajaran salah satunya E-LKPD.
Proses pembelajaran menggunakan ELKPD dapat berlangsung lebih efektif.
Materi yang digunakan yaitu energi dalam sistem kehidupan karena materi ini
materi ini menuntut siswa untuk terbiasa mengembangkan gaya berpikir untuk
berpikir kreatif sehingga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.
Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan
validitas, kepraktisan, dan efektivitas E-LKPD pada materi energi dalam sistem
kehidupan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan
menggunakan model pengembagan Nieveen yang meliputi (1) preliminary
research; (2) prototyping stage; dan (3) assessment stage. Tahap preliminary
research dilakukan analisis masalah dan pengembangan konseptual berdasarkan
literatur dan penelitian terdahulu. Selanjutnya adalah tahap prototyping stage
yang menghasilkan rancangan pertama tahap pengembangan. Produk E-LKPD
dinilai kevalidannya oleh validator yaitu 3 guru MTs Negeri 1 Jember. Validasi
ahli dilakukan oleh dua dosen pendidikan IPA. Skor rata-rata yang diperleh dari
validator adalah 86% degan kategori sangat valid.
Tahap assesment stage dilakukan dengan melakukan uji coba lapangan
dengan sampel 29 siswa kelas VII C MTs Negeri 1 Jember. Proses pembelajaran
dilakukan selama tiga kali pertemuan. Data yang diperoleh adalah data
keterlaksanaan pembelajaran dan hasil tes siswa. Keterlaksanaan pembelajaran
menggunakan E-LKPD memperoleh presentase sebesar 90%, kategori sangat
praktis. Tes digunakan untuk mengetahui efektivitas E-LKPD terhadap
peningkatan keterampilan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil analisis, diketahui
bahwa nilai N-gain adalah 0.57 atau dalam kriteria sedang. Selain tes juga
terdapat respon siswa. Respon siswa terhadap E-LKPD terbagi menjadi
pernyataan positif dengan presentase 90% kategori sangat tinggi dan pernyataan
negatif dengan rata-rata 35% kategori kurang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa E-LKPD yang
dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid dan layak digunakan dalam
pembelajaran. Kepraktisan E-LKPD dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran
termasuk dalam kategori sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa E-LKPD
yang dikembangkan praktis digunakan dalam pembelajaran. E-LKPD pada
materi energi dalam sistem kehidupan efektif untuk meningkatkan keterampilan
berpikir kreatif siswaDosen Pembimbing Utama : Pramudya D. A. P, S.Pd., M.Pd., Ph,D.
Dosen Pembimbing Anggota : Ulin Nuha, S.Pd., M.P
Makna Barokah dan Implikasi Relasional Dalam Masyarakat Pesantren
Nurul Hidayat, S.Sos., MUPAbstrak
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama Islam yang salah satu ciri khasnya yaitu mengajarkan pendidikan islam tradisional. Pada kajian Sosiologi identifikasi pesantren dianggap sebagai sebuah struktur. Kehidupan pesantren memiliki aspek dan pola kehidupan tersendiri yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Nilai yang tertanam pada santri dan masyarakat pesantren mengenai makna barokah tersebut dapat dilihat melalui pendekatan interaksionisme simbolik. Menjelaskan tentang persepsi santri terhadap nilai-nilai barokah dapat diwujudkan melalui simbol-simbol, yang merupakan hasil dari konstruksi pemikiran dan juga pemahaman kiai tentang Al-Qur’an, hadis dan kitab-kitab sehingga dipahami di kalangan santri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitiannya yaitu pondok pesantren Roudlotut Tholabah, Kabupaten Jember. Untuk menentukan informan peneliti menggunakan metode purposive sampling. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat berbagai jenis kegiatan santri untuk mendapatkan barokah seperti membantu gotong royong memperbaiki rumah kiai atau pesantren, menata sandal kiai, berebut minum atau makanan sisa kiai, membantu kebutuhan kiai, seperti menjaga dan mengurus ternak kiai. Selain itu santri juga mencari barokah lewat kegiatan membantu masyarakat di berbagai kegiatan keagamaan. Dengan demikian terjadi berbagai kesamaan mengenai makna barokah berdasarkan simbol yang telah dipahami. Selain itu dengan berbagai kegiatan yang dilakukan menyebabkan terjadinya relasi antara pihak yang terlibat.
Kata Kunci: Pondok Pesantren, interaksionisme simbolik, ngalap barokah
Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Grand Cafe di Jember
Kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah stres kerja dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pengaruh stres kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada Grand Café di Jember. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan operasional Grand Café yang berjumlah 36 karyawan, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tenik analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja dan motivasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan, dan stres kerja dan motivasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan
Gambaran Parenting Self-Efficacy Pada Ibu Dengan Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Panti Kecamatan Panti Kabupaten Jember
Finalisasi file tanggal 13 April 2022_KurnadiMasa bayi (0-6 bulan) merupakan periode emas sekaligus periode kritis
karena pada masa ini terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat
serta memerlukan banyak perawatan dan ketelitian dalam proses pengasuhannya.
Untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan tersebut, bayi
membutuhkan asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang yang optimal.
Pemenuhan kebutuhan gizi bayi sangat bergantung pada orangtua (ibu) dan jika
kebutuhan gizi tersebut tidak terpenuhi maka bayi akan mengalami gizi kurang.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi bayi yaitu faktor
psikologis ibu. Faktor psikologis yang dimaksud adalah kepercayaan diri ibu.
Kepercayaan diri ibu merupakan bagian dari parenting self-efficacy, yaitu unsur
kognitif sentral dalam kompetensi pengasuhan anak berupa keyakinan yang
merujuk kepada perasaan dalam perannya sebagai orang tua atau persepsi orang tua
terhadap kemampuan untuk memberikan pengaruh yang positif terhadap perilaku
dan perkembangan anak. Ibu dengan parenting self-efficacy yang tinggi akan
memiliki kepercayan diri yang tinggi pula sehingga akan berdampak positif pada
kemampuan mereka untuk merawat dan mengasuh bayi secara adekuat.Dosen Pembimbing Utama : Latifa Aini S., S. Kp, M. Kep, Sp. Kom
Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Kholid Rosyidi M. N., S. Kep, M.N
“Perlindungan Hukum Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 yang Berakibat Penyakit, Kecacatan Tubuh dan Atau Hilangnya Nyawa Pasca Vaksinasi
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiCOVID-19 merupakan Spesies virus yang melanda dunia. Jika tidak ditangani segera, maka dapat menyebabkan sakit yang parah seperti sindrom pernaasan akut, pneumonia, gagal ginjal, bahkan kematian. Untuk menjamin kesehatan rakyat sebagai perwujudan UUD 1945 dan Pasal 15 Ayat (2) UU Kekarantinaan Kesehatan pemerintah mengadakan program vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19. Kematian yang terjadi pada tenaga kesehatan tersebut membuat masyarakat takut dengan adanya kejadian ikutan pasca vaksinasi sehingga menurunkan keyakinan masyarakat terhadap keefektifan dari program vaksinasi tersebut. Turunnya keyakinan masyarakat harus diimbangi dengan perlindungan terhadap penerima vaksinasi sehingga masyarakat merasa aman dan menumbuhkan kepercayaan mereka terhadap program vaksinasi tersebut.
Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan tipe penelitian doktrinal dengan pendekatan perundangan-undangan dan pendekatan konseptual. Metode pengumpulan bahan hukum menggunakan studi pustaka, dengan bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan nonhukum. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu pertama, apakah tindakan pelaksana vaksinasi yang menimbulkan penyakit, kecacatan tubuh dan atau hilangnya nyawa sebagai kejadian ikutan pasca vaksinasi dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum pidana; kedua, apa perlindungan hukum terhadap penerima vaksinasi yang mengalami penyakit, kecacatan tubuh dan atau kematian sebagai kejadian ikutan pasca vaksinasi COVID-19 menurut hukum positif Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. Untuk dapat dipertanggungjawabkannya suatu perbuatan harus memenuhi unsur-unsur tindak pidana yaitu unsur objektif dan unsur subjektif. Dalam hal ini perbuatan yang dilakukan adalan tindakan vaksinasi yang menimbulkan penyakit, kecacatan tubuh dan/atau hilangnya nyawa penerima vaksin COVID-19. Tenaga Kesehatan Pelaksana Layanan Vaksinasi COVID-19 yakni Dokter, Bidan, Perawat dan Petugas Kesehatan yang melaksanakan tugas pelayanan vaksinasi yang berakibat penyakit, keacacatan tubuh atau hilangnya nyawa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana jika layanan yang diberikan dilakukan sesuai dengan peraturan-peraturan mengenai pelaksanaan layanan vaksinasi yang telah mengatur secara ketat tentang tata cara dan prosedur vaksinasi. Hal sebaliknya, pelaksana layanan vaksinasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana jika tindakan tersebut ditemukan adanya unsur kesalahan (sengaja atau alpa). Hal tersebut sesuai dengan asas tiada pidana tanpa kesalahan. Perlindungan hukum abstrak yang dilakukan pemerintah adalah dengan cara membentuk peraturan perundang-undangan yang mengatur secara detail mengenai ketentuan hukum dalam pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Bentuk perlindungan konkret yang dilakukan pemerintah yaitu dengan menugaskan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota melakukan pemantauan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca vaksinasi COVID-19 dan juga memberikan kompensasi kepada penerima vaksin yang mengalami kejadian ikutan pasca vaksinasi COVID-19.
Saran yang dapat diberikan dalam skripsi ini yaitu: Dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19, seyogyanya semua peraturan-peraturan yang sudah ada dilaksanakan secara konsisten dan dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kejadian ikutan pasca vaksinasi yang bersifat fatal seperti penyakit, kecacatan tubuh hingga kematian. Selain itu, pemerintah harus lebih aktif mensosialisasikan mengenai perlindungan hukum sebagai tanggung jawab negara atas program vaksinasi COVID-19 vaksinasi COVID-19 sehingga dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap kejadian ikutan pasca vaksinasi yang dapat terjadi.Dosen Pembimbing Utama, Dwi Endah Nurhayati, S.H., M.H
Dosen Pembimbing Anggota Fiska Maulidian Nugroho, S.H., M.H
Analisis Daur Hidup Penerapan Circular Economy di Peternakan Burung Puyuh melalui Pemanfaatan Larva Black Soldier Fly
Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiPeternakan burung puyuh merupakan salah satu usaha yang berjasa bagi
kehidupan manusia. Namun tidak jarang usaha peternakan mengalami kendala
seperti tingginya harga ransum. Model circular economy dapat dijadikan sebagai
opsi yang sesuai untuk diterapkan pada peternakan burung puyuh agar siap
menghadapi kendala seperti tingginya harga ransum dan sulitnya pengelolaan
limbah. Pada model ini material yang sudah dikonsumsi dan menjadi limbah dapat
diolah kembali menjadi produk. Penerapan konsep circular economy diawali dari
kesadaran bahwa dalam proses produksi bisa saja terjadi inefisiensi bahan baku
dan meningkatkan peluang pencemaran terhadap lingkungan. Penerapan konsep
circular economy dengan ruang lingkup cradle to cradle, memiliki prinsip bahwa
pentingnya sumber energi yang terbarukan, hanya bahan yang mudah diurai dan
aman yang boleh dilepaskan kelingkungan atau bahkan limbah hasil produksi bisa
diolah lagi agar bisa dimanfaatkan dengan tetap mengikuti circular economy.
Berdasarkan konsep circular economy larva black soldier fly (BSF) menjadi
kandidat yang memiliki potensi besar sebagai pakan ternak, karena dibudidayakan
melalui proses pertanian yang ramah lingkungan, hemat biaya produksi, dan
mampu dihasilkan produk sampingan dari pemanfaatanya untuk mengolah
limbah. BSF merupakan organisme yang pada fase larva dapat dimanfaatkan
sebagai dekomposer dan kandungan protein pada larva BSF cukup tinggi, yaitu
sekitar 40-50% sehingga berpotensi dijadikan ransum. Penelitian ini bertujuan
menginventarisasi besar energi serta membandingkan dampak pada daur hidup
usaha peternakan antara kondisi sebelum dan setelah penerapan konsep circular
economy. Metode yang digunakan adalah life cycle assessment (LCA) yang
memiliki tahapan: penentuan tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori,
penilaian dampak, dan interpretasi serta pemberian rekomendasi perbaikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan circular economy
dengan pemanfaatan larva BSF sebagai organisme pengolah limbah mampu
menurunkan GWP. Sebelum adanya penerapan circular economy dihasilkan
global warming potential (GWP) sebesar 19,60 kg CO2eq. Kemudian setelah
adanya penerapan circular economy alternatif ke-1, GWP menurun menjadi 10,78
kg CO2eq dan pada penerapan circular economy alternatif ke-2, GWP meningkat
menjadi 31,73 kg CO2eq. Melalui penerapan circular economy juga, efisiensi
energi produksi menjadi lebih baik, pada alternatif ke-1 dihasilkan NEV sebesar
284,58 dan NER sebesar 1,59 serta alternatif ke-2 efisiensi energinya sudah baik,
akan tetapi sedikit lebih kecil dari alternatif ke-1, dengan nilai NEV sebesar
156,90 dan NER sebesar 1,19. Sedangkan sebelum adanya penerapan circular
economy nilai NEV yang dihasilkan sebesar -320,64 dan NER sebesar 0,12.
Dalam sudut pandang ekonomi, alternatif ke-1 memiliki pendapatan lebih kecil
dari alternatif ke-2, namun dengan GWP yang lebih rendah. Berbeda dengan alternatif ke-2, pendapatan yang dihasilkan lebih tinggi dari alternatif ke-1, namun
GWP yang dihasilkan juga lebih tinggi, yang disebabkan tingginya penggunaan
energi khususnya penggunaan LPG pada perebusan dan pengeringan larva BSF.
Rekomendasi perbaikan agar dihasilkan produksi yang lebih efisien dan ramah
lingkungan yaitu: mengganti sumber energi proses pengeringan dari bahan bakar
LPG dengan energi panas sinar matahari, menggunakan filter udara pada knalpot
kendaraan, dan mengupayakan penghematan konsumsi energi listrik.Dr. Elida Novita, S.TP., M.T.(Pembimbing I
Legal Protection Principle for Workers Terminated Due to Industrial Digitalization
Employment termination caused by industrial digitalization is contrary to the constitutional rights of workers. The essence of this right indicates that everyone has the right to get a decent living and fair treatment through a constructive and proportionate working relationship. Constitutional rights are an inseparable part of human rights. It is a primary right, thus the state is obliged to protect and realize it through the state constitution and existing positive law. One of the fundamental constitutional rights is the protection of workers due to terminations. However, a legal vacuum exists regarding the protection for labour due to industrial digitalization. The phenomenon of industrial digitalization is unavoidable, workers will be greatly harmed when most companies digitize simultaneously for the sake of efficiency. Such protection must be regulated proportionally which is oriented towards fulfilling the interests of workers as an impact of the company's efficiency due to digitalization. The legal principles of providing legal protection for workers who have been terminated due to digitalization include, first, the principle of legal protection guarantee for workers and their families; Second, the principle of fair compensation; Third, the principle of mutual will of parties involved in the working relationship; and Fourth, the principle of authoritative intervention
Pewarnaan Titik Ketakteraturan Lokal Inklusif pada Keluarga Graf Roda
Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiDiberikan G(V,E) adalah graf sederhana dan terhubung dimana V(G) disebut himpunan titik dan E(G) disebut himpunan sisi. Pewarnaan titik ketakteraturan lokal inklusif didefinisikan dengan sebuah pemetaan fungsi l:v(G)→{1,2,…,k} sebagai fungsi pelabelan dan w^i:V(G)→N merupakan fungsi dari pewarnaan titik ketakteraturan lokal inklusif, dengan w^i (v)=l(v)+∑_(u∈N(v))▒〖l(u)〗. Jumlah warna minimum yang dihasilkan dari pewarnaan titik ketakteraturan lokal inklusif sebuah graf G diseut bilangan kromatik titik ketakteraturan lokal inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deduktif aksiomatik dan metode pendeteksi pola. Pada penelitian ini, kita akan membahas mengenai pewarnaan titik ketakteraturan lokal inklusif dan menemukan bilangan kromatik pada keluarga graf roda.Dosen Pembimbing 1 : Dr. Arika Indah Kristiana, S.Si., M.Pd
Dosen Pembimbing 2 : Robiatul Adawiyah, S.Pd., M.Si