75643 research outputs found
Sort by
Bilateral Trade Analysis of ASEAN and China Countries in ACFTA Cooperation (Gravity Model Approach)
At the end of 2001 ASEAN and China agreed on free trade in Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam, known as the ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Periodically, ASEAN and China make agreements, one of the goals of which is to eliminate or cut barriers to trade in goods, both tariffs and non-tariffs. Under ACFTA, tariff reduction began in July 2005 and aims to cut import duties to zero by 2010 on about four thousand types of goods for the relatively developed ASEAN countries namely Thailand, Malaysia, Singapore, Indonesia, the Philippines and Brunei. The Gravity Model predicts trade based on distances and interactions between countries in terms of their economic size. The Gravity Model in economics imitates Newton's law of gravity which also takes into account the physical distance and size between two objects. The application of this model to explain economic phenomena regarding the interaction between the two countries has been widely carried out by economists. The study uses panel data from China and ASEAN6 in the 2010- 2020 research period with ASEAN6 exports to China as the dependent variable, and the independent variables include the GDP of the destination country and the country of origin, economic distance proxied in the form of transportation tariffs, exchange rates and economic openness. Panel data regression analysis was used to see the effect of the independent variable on the dependent variable by determining the best model (common effect, fixed effect, random effect) and the classical assumption test performed was the multicollinearity test and the heteroscedasticity test. The results showed that the GDP of destination and origin countries, distance, and exchange rates significantly affected the export value of ASEAN6 to China. Meanwhile, economic openness has no significant effect on the value of ASEAN6 exports to China
Peran Pengelola Pasar dalam Penerapan Protokol Kesehatan Sebagai Antisipasi Penyebaran COVID-19 di Pasar Tradisional
Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang cukup besar pada kesehatan dan aktifitas ekonomi
seperti perdagangan. Pasar Tradisional Lembung Lor ditetapkan sebagai klaster baru COVID-19
karena terdapat 4 pedagang yang terkonfirmasi COVID-19. Pasar menjadi tempat yang
menyediakan kebutuhan esensial bagi masyarakat sehingga pengendalian dilakukan dengan
melakukan penegakan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
pengelola pasar dalam penerapan protokol kesehatan pada pedagang sebagai antisipasi
penyebaran COVID-19 di Pasar Tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
pendekatan studi kasus yang dilakukan di Pasar Tradisional Lembung Lor di Desa Tunjungmekar,
Kabupaten Lamongan. Informan kunci yaitu Kepala Desa Tunjungmekar, Informan utama yaitu
Pengelola Pasar, Informan Tambahan yaitu Pedagang dan Bidan Desa. Kredibilitas dalam
penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dari Informan kunci, utama, dan tambahan, serta
triangulasi teknik dengan melakukan observasi. Hasil penelitan ini adalah Regulasi yang digunakan
dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Pasar mengacu pada Intruksi
Rifka Mahendra Damayanti et al| Peran Pengelola Pasar Dalam Penerapan Protokol
Kesehatan Sebagai Antisipasi Penyebaran Covid-19 Di Pasar Tradisional
(272-286)
LLDIKTI Wilayah X 273
Pemerintah Desa, Satgas Kecamatan, dan Kementerian Kesehatan. Pelaksanaan peran oleh
pengelola pasar dibagi menjadi tiga, yaitu 1) Pencegahan dengan sosialisasi, 2)Penemuan kasus
dengan koordinasi dengan bidan karena tidak ada fasilitas deteksi dini yang disediakan oleh
pengelola pasar, 3)Penanganan kasus dengan melakukan koordinasi bersama lintas sektor,
pemeriksaan rapid test dan pelacakan kontak erat di pasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
upaya pengendalian COVID-19 di Pasar Lembung Lor dilakukan dengan melibatkan banyak pihak
serta kegiatan promosi kesehatan (promote) dilakukan oleh seluruh pengelola pasar dengan sistem
piket dan Kerjasama dengan Satgas Kecamatan
Analisis Pengaruh Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi pada Perbankan Syariah Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 21 April 2022_KurnadiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh risk profile, good corporate governance,earning, dan capital terhadap pertumbuhan laba pada perbankan syariah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2016-2020. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah risk profile menggunakan rasio NPF, good corporate governance menggunakan rasio BOPO, earning menggunakan rasio ROE, dan capital menggunakan rasio CAR. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian iniadalah perbankan syariah terdaftar di OJK tahun 2016-2020. Dengan menggunakan purposive sampling terdapat sebanyak 9 perbankan syariah dan 45 data yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Data ini berupa laporan keuangan tahunan perbankan syariah yang di publikasikan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS23.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa risk profile (NPF) dan earning (ROE) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Adapun good corporate governance (BOPO) dan capital (CAR) tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba perbankan syariah.Dr. Siti Maria Wardayati, M.Si, Ak.CA,CPA,CSRS,CRMO (Dosen Pembimbing)
Moch. Shulthoni, S.E, MSA (Dosen Pembimbing
Analisis Kegagalan Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Altman Modifikasi, Zmijewski, dan Springate
Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi dari metode analisis kegagalan kinerja model Altman modifikasi, Zmijewski dan Springate pada PT. Garuda Indonesia Tbk.. Analisis ini menggunakan data laporan keuangan pada tahun 2017- triwulan 2 tahun 2021. Teori sinyal merupakan teori yang mengartikan bahwa berbagai informasi dalam perusahaan sangat penting bagi berbagai pihak yang membutuhkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi-kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Altman modifikasi, Zmijewski dan Springate merupakan model yang akurat dalam mengukur kegagalan kinerja perusahaan. Ketiga Model menghasilkan bahwa PT. Garuda Indonesia Tbk. mengalami kegagalan kinerja dari tahun 2017 - triwulan 2 tahun 2021. Hasil tersebut akurat karena sesuai dengan kondisi PT, Garuda Indonesia Tbk. saat ini yang mengalami kegagalan kinerja secara teknis.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Yosefa Sayekti, S.E., M.Com., Ak.
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Whedy Prasetyo, S.E., M.SA., Ak
Determinants of Carbon Tax Implementation
Empirically this study examines the relationship between
carbon tax implementation with several variables, namely
voluntary awareness, behavior change, business performance,
business size and business growth. The multiple regression
model analysis is based on 52 respondents of companies in East
Java that run forestry, energy and transportation businesses in
Malang Raya (Malang Regency, Malang City, Batu City),
Pasuruan Regency and Blitar Regency. The results showed that
the implementation of the carbon tax was significantly and
positively associated with voluntary awareness and business
size, and significantly and negatively associated with business
performance. The results of the study did not succeed in
supporting the hypothesis of a relationship between the
implementation of carbon taxes with behavioral changes and
business growth. These results indicate that the carbon tax
implementation a based on the polluters-pay principle takes
place. A philosophy that reflects of carbon tax function as a
sustainable activity towards being more efficient, low-carbon
and environmentally friendly. Internal awareness of Taxpayer
regarding carbon emission rates application or carbon pricing
in the business activities carried out. The economic value of
carbon that influences the realization Sustainability Report
implementation
Analisis Efektivitas Mesin Sabut Kelapa pada Industri Cocofiber dan Cocopeat dengan Metode OEE (Overall Equipment Effectiveness
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 Mei 2022_KurnadiCV. Sumbersari merupakan perusahaan yang memproduksi cocofiber dan
cocopeat yang menggunakan bahan baku dari sabut kelapa. Dalam industri ini
penggunaan alat dan mesin yang sudah bertenaga listrik sangat berpengaruh
terhadap biaya produksi, serta fakta bahwa industri ini sering mendapat pesanan
dari luar negeri yang menunjukan bahwa perusahaan memiliki kinerja yang sangat
tinggi.
Untuk memastikan mesin produksi dapat bekerja dengan baik dapat
dilakukan melalui evaluasi kondisi mesin dengan penilaian overall equipment
effectiveness. (OEE) merupakan alat ukur (matric) yang sering digunakan dalam
mengukur efektivitas peralatan produksi yang dapat memberikan informasi kepada
perusahaan untuk membantu dalam menentukan kebijakan perawatan /
maintenance yang akan dilakukan. Keunggulan dari analisis OEE yaitu,
penilaiannya terfokus pada availability, performance dan quality. Oleh karena itu
perlu untuk dilakukan pengukuran efektivitas mesin dengan penilaian overall
equipment effectiveness (OEE). Maintenance sendiri akan dilakukan analisis
penyebab serta akibat dari kerusakan-kerusakan yang terjadi serta penelitian ini
menggunakan analisis fishbone untuk mempermudah analisis tersebut serta mencari
usulan perbaikan dari permasalahan tersebut.
Selama 2 bulan penelitian didapatkan hasil perhitungan OEE yaitu mesin
pengurai belum berhasil mecapai standar yaitu 85%, akan tetapi dilihan dari
komponen OEE sendiri (meliputi avaibility, performance dan quality) juga masih
belum mencapai standar. Salah faktor yang menyebabkan rendahnya nilai OEE
karena rendahnya nilai performance, standar nilai performance sendiri yaitu 95%,
sehingga nilai performance mesin masih belum mencapai nilai standar yang telah
ditentukan. Hal tersebut dikarenakan seringnya mesin mengalami breakdown,
sehingga ouput yang dihasilkan kurang maksimal kemudian mempengaruhi
tercapainya target yang sudah diterpakan oleh perusahaan.
Hasil analisis fishbone menunjukan bahwa penyebab mesin tidak mencapai
standar/sering mengalami breakown karena 5 faktor yaitu : usia mesin serta
banyaknya part mesin yang harus diganti. operator kelelahan sehingga kurang teliti
dalam mengawasi mesin. karyawan yang kurang memperhatikan prosedur
penggunaan mesin menyebabkan mesin mengalami brekadown. bahan baku yang
akan diproses kurang baik, sehingga perlu dilakukan perubahan metode perbaikan
karena terbatasnya peralatan untuk melakukan perbaikan. Listrik mati atau
penurunan daya listrik. Solusi untuk hal tersebut adalah peremajaan mesin,
menambah karyawan, sortir material, penyesuainya metode serta efisiensi listrik.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Bambang Herry P.S.TP.,M.Si
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Nita Kuswardhani ,S.TP.,M.En
Analisis Keterkaitan dan Multiplier Efek Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Nasioanal
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiStudi ini bertujuan untuk mengetahui peran sektor industri pengolahan terhadap perekonomian di Indonesia dengan melihat nilai keterkaitan, nilai penyebaran dan nilai multiplier efek sektor industri pengolahan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BPS Indonesia yaitu berupa data input output tahun 2016 dan data tenaga kerja sektoral tahun 2016. Fokus dalam penelitian ini menggunakan metode analisis input output. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan memiliki nilai keterkaitan langsung tidak langsung total ke depan dan keterkaitan langsung total ke belakang yang tinggi terhadap sektor lainnya. Nilai penyebaran sektor industri pengolahan yang tinggi menjadikan sektor industri pengolahan sebagai leading sector dalam perekonomian Indonesia. Sementara itu, sub sektor industri pengolahan yang menjadi sektor utama adalah sektor industri makanan dan minuman. Nilai multiplier output, multiplier pendapatan, dan multiplier tenaga kerja sektor industri pengolahan memiliki nilai lebih dari satu (>1) yang artinya sektor industri pengolahan memiliki nilai multiplier yang tinggi dalam perekonomian, hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan permintaan akhir pada sektor industri pengolahan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.Dosen Pembimbing I: Aisah Jumiati, S.E., M.P.
Dosen Pembimbing II: Drs. Sunlip Wibisono, M.Kes
Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan di Kabupaten Jember
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan salah satu sumber pendapatan dan juga dana yang dikelola terhadap pembangunan di daerah. Salah satu pembangunan yang penting dan berkelanjutan di daerah adalah infrastruktur jalan. Dengan menggunakan penelitian hukum yuridis normatif, penelitian ini menemukan adanya permasalahan dalam hal tersebut, khususnya di Kabupaten Jember. Permasalahan yang ditemukan yaitu banyak jalan-jalan yang perlu untuk menjadi perhatian pemerintah daerah. Beberapa tahun terakhir banyak terlihat jalan berlubang bahkan dapat dikatakan rusak dan tidak layak untuk dilewati. Jalan-jalan yang rusak hampir tersebar merata diseluruh Kabupaten Jember, tentu pemerintah daerah memiliki tanggungjawab untuk mencarikan solusi dan mengembalikan kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, penelitian ini menawarkan gagasan berupa bagaimana prosedur dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah dalam hal pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Jember. Penelitian ini mengkaji besar dana yang dialokasikan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang masih menjadi kewenangan pemerintah daerah Kabupaten Jember melalui APBD 3 tahun terakhir yaitu pada tahun 2019, 2020, dan 2021. Penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah Kabupaten Jember juga dibahas sehingga dapat diketahui pengelolaan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Jember sudah terlaksana dengan baik atau tidak.Dr. R.A. Rini Anggraeni, S.H., M.H.
Ida Bagus Oka Ana, S.H., M.M
Klasifikasi Penentuan Lokasi Strategis Outlet Bank Syariah Indonesia dengan Metode Naïve Bayes Classifier
Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiIndustri perbankan di Indonesia saat ini telah berkembang begitu pesat dalam
membuat jaringan kantor atau outlet yang lebih luas kepada para nasabah dan calon
nasabah. Perkembangan sektor perbankan saat ini tidak hanya terjadi pada
perbankan konvensional saja namun juga pada perbankan syariah, salah satunya
yang sedang berkembang saat ini adalah Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank
Syariah Indonesia berusaha untuk mengembangkan lokasi jaringan kantor atau
outlet cabang baru yang strategis. Penentuan lokasi suatu bank yang strategis ini
akan memperhatikan tingkat efisiensi lokasi operasional, karena suatu lokasi
merupakan investasi dalam jangka waktu yang cukup panjang untuk bank itu
sendiri dengan pertimbangan berbagai parameter. Parameter tersebut tentunya
dapat diklasifikasikan untuk memudahkan suatu proses analisis pengambilan
keputusan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam menentukan suatu
proses klasifikasi data untuk analisis pengambilan keputusan adalah dengan
menggunakan Naïve Bayes Classifier.
Naïve Bayes Classifier merupakan suatu proses klasifikasi data dengan konsep
pengklasifikasian probabilistik sederhana berdasarkan teorema bayes. Probabilistik
sederhana ini menggunakan perhitungan probabilitas atau kemungkinan kejadian
dengan melakukan proses penjumlahan frekuensi dan kombinasi nilai-nilai dari
suatu data. Metode ini memberikan asumsi bahwa variabel atau parameter yang ada
dalam data saling bebas atau independen dari nilai-nilai pada variabel atau
parameter kelas yang ada.
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan klasifikasi penentuan lokasi
strategis kantor atau outlet Bank Syariah Indonesia dalam cakupan wilayah
penelitian area Tapal Kuda (Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi)
serta area Malang Raya (Lumajang, Malang, Pasuruan, Probolinggo) menggunakan
metode Naïve Bayes Classifiers. Variabel dalam penelitian ini akan terdiri dari
jumlah kepadatan penduduk wilayah (1
), jumlah penduduk beragama Islam (2
),
jarak outlet dengan pusat perdagangan atau pasar (3
), jarak outlet dengan pusat
pemerintahaan (4
), lokasi kawasan Industri (5
), lokasi kawasan perkantoran
(6
), jarak outlet dengan kantor keamanan (7
). Penelitian dilakukan dengan
menggunakan 58 data kantor atau outlet resmi Bank Syariah Indonesia yang
tersebar dalam cakupan batasan wilayah penelitian. Pembagian persentase data
penelitian akan digunakan 70% data training dan 30% data testing.
Hasil penentuan model dan pengenalan pola-pola klasifikasi data penelitian
kali ini diperoleh perhitungan nilai probabilitas prior dan conditional probabilities
dari masing- masing variabel proses klasifikasi. Model yang telah diperoleh dari
data training selanjutnya akan dilakukan proses pengujian evaluasi model. Hasil
akurasi proses klasifikasi menunjukan nilai sebesar 87,80% yaitu model mampu
dengan baik benar mengklasifikasikan 36 dari 41 total data training. Proses
dilanjutkan dengan pengoptimalan model menggunakan pemilihan nilai k-fold
terbaik. Hasil pengujian menunjukan digunakanya = 10 untuk diterapkan pada
metode tuning 10-fold cross validation pengujian evaluasi dan performa model
menggunakan data testing.
Hasil uji performa model dengan metode Naïve Bayes Classifier untuk
penelitian ini menunjukan nilai akurasi sebesar 94,12%. Nilai akurasi menunjukan
bahwa metode ini baik untuk mengklasifikasikan data kestrategisan suatu lokasi
kantor atau outlet. Metode ini mengklasifikasikan 16 dari total 17 data testing
dengan benar. Evaluasi model dengan perhitungan nilai luasan di bawah kurva
ROC atau nilai AUC menunjukan hasil sebesar 0,9808. Nilai tersebut menghasilkan
performa model klasifikasi yang dilakukan metode Naïve Bayes Classifier pada
penelitian ini tergolong dalam klasifikasi yang sangat baik. Penelitian ini
menghasilkan 6 rekomendasi hierarki variabel paling berpengaruh dari 7 variabel
yang digunakan berdasarkan konsep variable importance. Penentuan variable
importance dapat menjadi pertimbangan institusi Bank Syariah Indonesia dalam
mengoptimalkan indikator pemilihan lokasi kantor atau outlet yang strategis
kedepanya sesuai dengan hasil hierarki yang diperoleh dalam penelitian ini.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Mohamat Fatekurohman, S.Si., M.Si.
Dosen Pembimbing Anggota : Dian Anggraeni, S.Si., M.Si
Penentuan Lokasi Strategis Automatic Teller Machine PT. Bank Syariah Indonesia Tbk menggunakan Metode Desicion Tree
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiAutomatic Teller Machine (ATM) adalah suatu teknologi mesin yang
digunakan untuk layanan perbankan tertentu secara otomatis sebagai pengganti
teller pada outlet dan memberikan solusi kepada nasabah untuk bertransaksi dalam
waktu yang tidak terbatas. ATM PT. Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) adalah
ATM yang memberikan pelayanan sesuai dengan fitur yang ada pada outlet BSI
sehingga dengan adanya mesin ATM ini dapat mempermudah nasabah BSI
menjalankan transaksi sesuai dengan fitur yang disediakan. Upaya penempatan
lokasi ATM BSI dilakukan dengan mengambil beberapa data sesuai dengan faktor
pendukung yang akan digunakan. Faktor pendukung yang digunakan antara lain
jangkauan atau jarak dari pusat keramaian menuju lokasi ATM, kepadatan
penduduk area penempatan lokasi ATM dan tingkat keamanan sekitar lokasi ATM.
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan yang sudah diambil dari
penentuan lokasi ATM BSI yang didirikan dengan metode Desicion Tree dari
proses klasifikasi Data mining yang belum dilakukan oleh peneliti-peneliti
sebelumnya.
Penelitian dilakukan dari 30 data lokasi ATM BSI yang ada di area Jember
meliputi 5 kabupaten terdiri dari kabupaten Lumajang, kabupaten Jember,
kabupaten Bondowoso, kabupaten Situbondo dan kabupaten Banyuwangi. Variabel
bebas yang digunakan berdasarkan jumlah penduduk dan jarak ATM ke beberapa
lokasi keramaian dengan 11 variabel bebas yang digunakan. Variabel terikat
diperoleh berdasarkan variabel bebas yang digunakan berdasarkan indikator terbaik
dari masing-masing lokasi yang digunakan sebagai sampel. Penelitian diawali
dengan analisis data untuk deteksi data yang digunakan dan dilanjutkan proses
pembagian data training dan data testing. Data training dan data testing digunakan
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
viii
berdasarkan proporsi dengan akurasi terbaik untuk proses membangun model
Desicion Tree Algoritma C4.5 dan hasil model dapat diuji untuk mengetahui
kelayakan dari model yang sudah dibuat. Proses selanjutnya membangun model
Desicion Tree Algoritma C4.5 dengan hasil yang menunjukkan pohon keputusan
dari beberapa variabel yang digunakan.
Hasil model Desicion Tree Algoritma C4.5 dapat dilakukan proses uji
model untuk mengetahui tingkat akurasi dari model yang dibangun. Uji model
klasifikasi yang digunakan berdasarkan tabel confusion matrix dan kurva ROC(
Receiver Operating Characteristic) dengan nilai AUC (Area Under the ROC
Curve) yang menunjukkan hasil akurasi sangat baik dengan masing-masing akurasi
sebesar 1 dan model mampu memprediksi dengan membedakan lokasi strategis
dan tidak strategis sesuai dengan 30 lokasi ATM BSI yang digunakan sebagai
penelitian. Rule dari model yang dibangun adalah variabel jumlah penduduk dan
jarak ATM ke SPBU sebagai landasan untuk menganalisis penentuan lokasi
strategis ATM PT. Bank Syariah Indonesia TbkDr. Mohamat Fatekurohman, S.Si., M.Si.(Pembimbing I)
Dian Anggraeni S.Si., M.Si..(Pembimbing II