75643 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-LKPD untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik SMP pada Pembelajaran IPA Materi Energi dalam Sistem Kehidupan
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiKeterampilan kolaborasi merupakan salah satu proses belajar yang dilakukan secara berkelompok untuk mendiskusikan beberapa perbedaan dalam pandangan dan pengetahuan melalui kegiatan diskusi seperti memberikan saran, mendengarkan dan menyimak jalannya diskusi, serta menghargai perbedaan pendapat yang ada. Keterampilan peserta didik dalam berkolaborasi menjadi sangat penting dimiliki oleh peserta didik karena pembelajaran yang disusun secara kolaboratif akan melibatkan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran dan dapat mengembangkan cara berpikir kritis peserta didik. Fakta yang ada disekolah menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik dalam berkolaborasi tersebut masih rendah. LKPD berbasis elektronik merupakan salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan kolaborasi peserta didik, karena E-LKPD dapat didesain secara khusus untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik dan mudah untuk diakses menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone, laptop, komputer, dan perangkat elektronik lainnya. Oleh karena itu dengan menggunakan E-LKPD dalam pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik.
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan keefektifan E-LKPD untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik SMP kelas 7 dalam pembelajaran IPA materi energi dalam sistem kehidupan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan di bidang pendidikan atau Educational Design Research (EDR) dengan menggunakan model pengembangan oleh Plomp. Tahap pengembangan yang digunakan terdiri atas tiga tahapan, yang meliputi tahap preliminary research, tahap prototyping, dan tahap assessment. Hasil validitas E-LKPD diperoleh dari hasil validasi oleh para validator, sedangkan hasil kepraktisan diperoleh dari penilaian lembar keterlaksanaan pembelajaran oleh observer, dan hasil keefektifan diperoleh dari hasil analisis N-Gain menggunakan data dari lembar penilaian keterampilan kolaborasi dan angket respon peserta didik.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa skor validitas E-LKPD memiliki persentase validasi isi sebesar 88% (sangat valid) dan validasi konstruk sebesar 88% (sangat valid), sehingga skor validitas secara keseluruhan yang didapat sebesar 87,50%. Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat diartikan bahwa E-LKPD berada pada kategori sangat valid karena telah memenuhi kriteria validasi isi (memiliki unsur keterbaruan dan sesuai dengan kebutuhan yang ada) dan validasi konstruk (disusun secara sistematis dan memiliki struktur yang baik). Penilaian tingkat kepraktisan E-LKPD memperoleh skor uji kepraktisan sebesar 3,6. Hasil kepraktisan E-LKPD tersebut berarti bahwa E-LKPD berada pada kategori sangat praktis karena dapat digunakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang. Penilaian keefektifan E-LKPD memperoleh skor rata-rata N-Gain sebesar 0,52 atau jika dalam bentuk persen sebesar 52%. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, dapat diartikan bahwa E-LKPD dinyatakan cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik. Respon peserta didik terhadap E-LKPD pada pembelajaran IPA dinyatakan sangat puas karena memperoleh skor persentase hasil angket respon peserta didik sebesar 82,66%.
Berdasarkan analisis data hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid, dengan demikian E-LKPD sudah dapat digunakan sebagai bahan ajar pada materi energi dalam sistem kehidupan. Kepraktisan E-LKPD termasuk dalam kategori sangat praktis, dengan demikian E-LKPD dapat digunakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang serta mudah untuk diakses oleh peserta didik ataupun guru. Keefektifan E-LKPD mencapai kategori cukup efektif, dengan demikian berarti bahwa E-LKPD sudah cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik.Dr. Supeno, S.Pd., M.Si
Diah Wahyuni, S.Pd., M.S
Hubungan Stres Kerja dengan Burnout pada Tenaga Kerja di PTPN XII Perkebunan Renteng Kabupaten Jember
Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiBurnout merupakan masalah yang sering dialami oleh karyawan akibat dari tuntutan pekerjaan. Burnout ditandai dengan kondisi lelah secara fisik, mental dan emosional sebagai akibat dari stress pekerjaan dalam kurun waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan burnout pada tenaga kerja di PTPN XII Perkebunan Renteng Kabupaten Jember. Desain penelitian ini menggunakan kuantitaif korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 104 responden dengan teknik purposive sampling. Kuesioner terdiri dari kuesioner demografi, stress kerja dan alat ukur burnout adalah Maslach Burnout Inventory (MBI). Analisis korelasi menggunakan uji Pearson dengan p-value 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia responden yang terbanyak berusia yaitu >45 tahun sebanyak 36 responden (34,6%) dan usia 36-45 tahun sebanyak 36 responden (34,6%), jenis kelamin sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 61 responden (58,7%), sebagian besar telah menikah yaitu sebanyak 84 responden (80,8%)dan lama masa kerja sebagian besar telah bekerja >5 tahun sebanyak 76 responden (73,1%). Hasil uji statistik tersebut menunjukkan bahwa nilai p 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima artinya ada hubungan antara stress kerja dan burnout pada tenaga kerja di di PTPN XII Perkebunan Renteng Kabupaten Jember. Diharapkan peran perawat sebagai tenaga kesehatan dapat mengembankan suatu intervensi keperawatan untuk menangani terjadinya stress akibat pekerjaan sehingga tidak terjadi burnoutDosen Pembimbing Utama : Ns. Erti Ikhtiarini Dewi, M.Kep., Sp. Kep. J.
Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Kholid Rosyidi MN, MN
Sensitivitas Permintaan Pangan Pokok pada Era Pandemi COVID-19 di Indonesia
Pandemi Covid-19 yang melanda menyebabkan Indonesia mengalami penurunan produksi pertanian, naiknya harga pangan, pembatasan kegiatan ekspor impor, penurunan konsumsi pangan dan non pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui permintaan pangan pokok pada era pandemi, menelaah alokasi anggaran rumah tangga serta mengetahui elastisitas harga dan elastisitas pendapatan. Penelitian ini menggunakan data pengeluaran untuk konsumsi penduduk Indonesia berdasarkan hasil Susenas bulan Maret 2020. Analisis data menggunakan model AIDS. Hasil analisis menunjukkan beras menjadi pangan pokok utama dengan pangsa pengeluaran sebesar 52% di perkotaan dan 57% di perdesaan, diikuti berturut-turut komoditas daging ayam, telur, minyak goreng, gula pasir dan susu. Perbandingan konsumsi antara sebelum dan pada era pandemi menunjukkan terjadi peningkatan konsumsi untuk seluruh komoditas selain susu dan gula pasir di perkotaan, sedangkan di perdesaan penurunan konsumsi pada komoditas beras, susu dan gula pasir. Pangsa pengeluaran pangan pokok dipengaruhi secara signifikan oleh harga dan pendapatan di perkotaan, sedangkan di perdesaan harga dan pendapatan tidak berpengaruh secara signifikan. Pada era pandemi Covid-19 terjadi pertumbuhan permintaan untuk pangan hewani. Selanjutnya elastisitas pendapatan baik di perkotaan maupun di perdesaan menunjukkan beras, minyak goreng dan gula pasir termasuk barang inferior, sedangkan daging ayam, telur dan susu termasuk barang normal. Era pandemi menjadi momen tepat bagi pemerintah untuk mempromosikan berbagi jenis pangan lokal sebagai trobosan percepatan program diversifikasi pangan, perlunya inovasi teknologi pangan untuk menemukan komoditas substitusi gula pasir.Dr. Riniati, M.P (Dosen Pembimbing I)
Dr. Agus Luthfi, M.Si. (Dosen Pembimbing II
Strategi Greenpeace dalam Mempengaruhi Kebijakan Pembangunan Proyek Irigasi Selandia Baru untuk Mencegah Peningkatan Masalah Pencemaran Air
Skripsi ini membahas mengenai strategi advokasi Greenpeace sebagai NGO lingkungan dalam memengaruhi kebijakan pemerintah Selandia Baru untuk mencegah peningkatan masalah pencemaran air. Dalam menjelaskan topik yang diangkat, penulis menggunakan konsep Transnasional Advocacy Network (TAN) dari Margaret E. Keck dan Kathryn Sikkink. Penulis menggunakan metode penelitian kuallitatif dan sumber data sekunder. Pembahasan dalam skripsi ini akan menunjukkan strategi advokasi Greenpeace terhadap pemerintah Selandia Baru untuk mencegah peningkatan pencemaran air pada tahun 2016-2018 dengan menggunakan empat taktik dari TAN, yaitu information politics, symbolic politics, leverage politics, dan accountability politics. Greenpeace menuntut pemerintah untuk menghentikan subsidi para proyek irigasi karena telah mendorong intensifikasi pertanian yang menjadi penyebab utama dari pencemaran air. Skripsi ini berargumen bahwa dengan menggunakan empat taktik dari TAN, Greenpeace berhasil membuat pemerintah Selandia Baru mengabulkan tuntutannya untuk membuat kebijakan yang menghentikan pemberian subsisi pada proyek irigasi.Dosen Pembimbing Utama : Drs. Abubakar Eby Hara, M.A., Ph.D
Dosen Pembimbing Anggota : Agus Trihartono, S.Sos., M.A., Ph.D
Perbedaan Kontaminasi Protozoa Usus pada Sayur Lalapan dan Higiene Sanitasi Makanan di Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiInfeksi protozoa usus merupakan salah satu penyebab utama food borne diseases di dunia, terutama di negara berkembang. Penyebaran infeksi protozoa usus mengakibatkan timbulnya banyak kasus diare tiap tahun. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember pada tahun 2020 mencatat, jumlah kasus diare di Kabupaten Jember mencapai 66.412 kasus. Kecamatan Sumbersari merupakan kecamatan dengan angka kejadian diare tertinggi di Kabupaten Jember, dengan jumlah kasus diare pada tahun 2020 mencapai 3602 kasus. Kecamatan Patrang menduduki peringkat ke 9 jumlah kasus diare di Kabupaten Jember dengan jumlah kasus diare mencapai 2694 kasus pada tahun 2020. Penularan food borne diseases dapat terjadi melalui konsumsi makanan terkontaminasi protozoa usus. Konsumsi sayuran mentah terkontaminasi juga dapat menjadi sumber infeksi protozoa usus. Protozoa usus yang dapat mengontaminasi sayuran mentah diantaranya Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Blastocystis hominis, dan Cryptosporidium spp., dan Cyclospora cayetanensi. Kontaminasi protozoa usus pada sayuran mentah sering terjadi apabila sayuran dijual di tempat dengan tingkat higiene sanitasi makanan yang rendah. Higiene sanitasi makanan meliputi pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan makanan, serta penyajian makanan. Higiene sanitasi makanan yang buruk menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kontaminasi protozoa usus pada makanan termasuk sayuran mentah, oleh karena itu peneliti ingin meneliti perbedaan kontaminasi protozoa usus pada sayur lalapan dan higiene sanitasi makanan di Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontaminasi protozoa usus pada sayur lalapan dan higiene sanitasi makanan di Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sumbersari, Kelurahan Tegalgede, dan Kelurahan Kebonsari di Kecamatan Sumbersari; Desa Patrang, Desa Gebang, dan Desa Jember Lor di Kecamatan Patrang, dan Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 30 di tiap kecamatan. Data tentang higiene sanitasi makanan didapatkan melalui lembar observasi sedangkan kontaminasi protozoa usus didapatkan melalui pemeriksaan sayur lalapan dengan metode kualitatif. Data disajikan dalam bentuk diagram dan tabel. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi Square dan dianalisis menggunakan SPSS 21.
Hasil pemeriksaan didapatkan kontaminasi Entamoeba histolytica pada dua sampel (6,7%) sayur lalapan di Kecamatan Patrang dan tidak ditemukan kontaminasi protozoa usus pada sayur lalapan di Kecamatan Sumbersari. Karakteristik responden di kedua kecamatan paling banyak berjenis kelamin perempuan, berada pada usia produktif, menempuh pendidikan dasar dan menengah, telah berjualan lebih dari satu tahun, memiliki penghasilan lebih dari 2,5 juta rupiah tiap bulan, dan belum pernah mendapatkan edukasi keamanan pangan. Hasil observasi higiene sanitasi makanan menunjukkan terdapat 23 penjual lalapan dengan higiene sanitasi makanan yang baik di Kecamatan Sumbersari dan terdapat 24 penjual lalapan dengan higiene sanitasi makanan yang baik di Kecamatan Patrang. Berdasarkan hasil Uji Chi Square, perbedaan higiene sanitasi makanan di Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Patrang memiliki nilai P-value sebesar 0,517 (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ditemukan kontaminasi protozoa usus pada sayur lalapan di Kecamatan Sumbersari dan ditemukan dua kontaminasi protozoa usus di Kecamatan Patrang, serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada higiene sanitasi makanan di Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Saran untuk penelitian ini yaitu penjual harus menerapkan higiene sanitasi makanan yang baik di tempat berjualan dan konsumen lalapan harus menjaga personal hygiene yang baik agar infeksi protozoa usus dapat dicegah.Dosen Pembimbing Utama : Dr. dr. Yunita Armiyanti, M.Kes., Sp.Par.K.
Dosen Pembimbing Anggota : dr. M. Ali Shodikin, M.Kes., Sp.A
Analisis Kemampuan Spasial Siswa SMP Kelas IX Dalam Menyelesaikan Soal Tabung Ditinjau Dari Level Berpikir Geometri Van Hiele
Spatial ability is the ability related to space, that should be mastered by students in order to better understand the concept of building space also, spatial ability influences the overall learning outcomes of mathematics. Spatial ability is influenced by van Hiele's level of geometric thinking, namely the level of thinking of students in studying geometry which at each level requires basic skills to solve geometric problems. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe the spatial ability in solving tube space problems in terms of van Hiele's geometric thinking level of class IX students of junior high school. Data of 31 students by giving the first test, namely the van Hiele test, then the second test, namely the spatial ability test, after that six students, consist of 2 students from each van Hiele level. The method used in this research is test and interview. At level 0 (visualization) stage students can achieve 3 indicators of spatial ability characteristics, at level 1 (analysis) and level 2 (informal deduction) students only met 4 indicators of spatial ability characteristics
Struktur Naratif dalam Novel Midah Simanis Bergigi Emas Karya Pramoedya Ananta Toer dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiPemahaman tentang penceritan dapat diperoleh dari karya sastra berupa
novel, salah satunya adalah novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya
Ananta Toer. Novel Midah Simanis Bergigi Emas ini memiliki penceritaan yang
menarik dengan alur maju di dalamnya. Hal ini terlihat dari pengarang yang
menyusun cerita begitu komplek mulai dari perkenalan, konflik hingga
penyelesaian, namun memiliki kilas balik dari dalam diri tokoh utama. Untuk
memahami struktur naratologi diperlukan pengkajian berupa: urutan, durasi dan
frekuensi, serta modus dan voice yang terdapat dalam rumusan masalah berikut (1)
Bagaimana penceritaan novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedy
Ananta Toer; (2) Bagaimana letak narator dalam novel Midah Simanis Bergigi
Emas karya Pramoedya Ananta Toer; (3) Bagimana pemanfaatan hasil penelitian
novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer sebagai
alternatif materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII Semester II.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Rancangan yang digunkan adalah
penelitian deskriptif dengan pendekatan yang digunakan berupa pendekatan
strktural yaitu keterkaitan semua analisi dan aspek karya sastra yang bersama-sama
menghasilkan makna menyeluruh. Serta objektif yang berupa fakta-fakta yang
tampak dalam penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Midah
Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan oleh Lentera
Dipantara pada tahun 2003 dan kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2018. Data dalam
penelitian ini menggunakan tabel pemandu. Metode analisis data dalam penelitian
ini menggunakan metode deskripsi analisis. Deskripsi analisis merupakan proses
mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil cacatan
lapang, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyususn ke dalam pola,
memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan
sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Hasil analisis dalam penelitian menunjukkan bahwa: pertama urutan dalam
novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer memiliki pola
urutan penceritaan prolepsis yaitu penyajian cerita secara kronologis, berurutan
membuat alur maju. Hal ini dapat dilihat dari pengenalan tokoh di awal ceria, lalu
berlanjut dengan mulainya konflik, hingga penyelesaian di dalam novel tersebut.
selain urutan penceritaan terdapat dua unsur yang dibahas yaitu durasi dan
frekuensi. Durasi berperan dalam menggambarkan perbedaan antara waktu yang
sebenarnya dari suatu peristiwa dan waktu yang dibutuhkan narator untuk
menceritakan peristiwa tersebut dalam cerita. Sedangkan frekuensi berhubungan
dengan keseringan sebuah peristiwa terjadi dalam cerita dan seberapa sering
peristiwa tersebut sisebutkan dalam cerita. Hal ini ditunjukkan dengan midah
mengingat kembali bagimana sang ayah memarahinya karena piringan musik yang
ia beli. Kejadian tersebut di tunjukkan beberapa kali dalam cerita, dan bertujuan
untuk menguatkan kisah dalam cerita.
Kedua letak narartor dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya
Pramoedya Ananta Toer dalam hal ini terdapat dua unsur yang dibahas yaitu modus
dan voice. Modus dan voice digunakan sebagai penjelas bahwa pengarang tidak
berada di dalam kisah tersebut dan berada di luar cerita. ketiga, hasil penelitian ini
dapat dijadikan sebagi alternatif materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
kelas XII. Pembelajaran meliputi pemahaman teori unsur intrinik serta teori struktur
naratologi secara mandiri. Kemudian, menemukan unsur intrinsik berupa tokoh,
dan alur dan struktur naratologi dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya
Pramoedya Ananta Toer.
Kesimpulan dari penelitin ini adalah dengan menggunakan struktur naratif
dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer akan
didapatkan berupa urutan kronologis yang membuat penceritaan dalam novel
menjadi alur maju. Peran durasi dan frekuensi untuk memperkuat pengkisahan
dalam novel sehingga pembaca dapat masuk dan merasakan secara langsung
kejadian dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer.
x
Selain itu, dengan struktur naratif letak narator dalam novel dapat ditemukan.
Dengan menggunakan mood dan voice pembaca akan mudah mengetahui sudut
pandang yang digunakan pengarang dalam pengkisan novel Midah Simanis Bergigi
Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Selnajutnya struktur naratif ini juga dapat
dijadikan alternatif materi pembelajaran bahasa indonesia di SMA dengan KD 3.9
menganalisis isi dan kebahassan teks novel. Penelitian ini disarankan untuk
mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam
memahami struktur naratif yang terdapat dalam novel. Saran yang dapat diberikan
adalah bagi penelitian selanjutnya agar lebih memperkuat teori tentang struktur
naratif dan dapat menemukan tinjauan pustaka lebih luas tentang kajian struktur
naratifDra. Endang Sri Widayati., M.Pd (Pembimbing I)
Siswanto, S.Pd., M.A. (Pembimbing II
Analysis of Exposure to an Extremely Low Frequency (ELF) 700 µt and 1000 µt Magnetic Fields in Tuna Meat (Euthynnus Affinis C)
The resistance of tuna meat in a room temperature classed quietly short as it takes approximately 6 hours has encountered a process of decay. Consequently, the technology is needed to increase its durability. This study aims to analyze the exposure to Extremely Low Frequency (ELF) 700 μT and 1000 μT magnetic fields in tuna meat (Euthynnus Affinis C). The sample was 3300 grams of fresh tuna meat, which had been stored in the refrigerator for 4 hours as it was divided into 66 plastic wrappers (50grams), then grouped into three groups. They were the control group (K), the ELF magnetic fields intensity 700 μT (E700) group, and the ELF magnetic fields ELF intensity 1000 μT (E1000) group with variations in an exposure time of 15 minutes, 30 minutes, and 45 minutes. Measurement of pH and assessment of physical condition was carried out onthe 5th, 10th, and 15th hours after being exposed to the ELF magnetic fields. The results highlighted the pH value in all groups exposed to the ELF magnetic fields wassignificantly lower (p < 0.05) than the control group. Meanwhile, the physical condition of tuna exposed to the ELF magnetic fields appeared to be better than the control until the 15th hour of storage. Conclusion: Exposure to an ELF magnetic field with an intensity of 1000 μT for 15 minutes has the potential to increase the physical resistance of tuna until the 15th hour after being exposed to an ELF magnetic field
Penanganan Katarak
Katarak adalah hilangnya transparansi lensa yang
mengganggu penglihatan. Katarak merupakan penyebab utama
kebutaan, terhitung lebih dari 50% kasus diseluruh dunia.
Patofisiologi katarak tergantung dari faktor biofisik, biokimia,
seluler, stress oksidatif, stress reticulum endoplasma dan apoptosis.
Berbagai temuan ilmiah menunjukkan adanya hubungan fungsional
antara stres retikulum endoplasma dan stres oksidatif, namun
mekanisme di balik korelasi tersebut belum sepenuhnya diketahui.
Satu-satunya cara yang tersedia dan efektif untuk mengatasi
katarak adalah operasi, namun memerlukan biaya yang relatif
mahal dan tenaga yang sangat terlatih, sehingga pencegahan
merupakan alternatif dalam penanganan penyakit ini. Katekin dari
teh hijau terbukti efektif untuk mencegah katarak dengan
menghambat stres retikulum endoplasma dan stres oksidatif
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dalam Upaya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Wali Murid TK di Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember
Upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bentuk
perilaku kesehatan agar terhindar dari penyakit atau masalah gigi dan mulut.
Upaya tersebut perlu ditanamkan sejak dini, sebab peran aktif orang tua dapat
memengaruhi perilaku anaknya terutama saat beruisa prasekolah. Namun,
sebelum menerapkan hal tersebut penting bagi orangtua memahami tentang upaya
menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi dirinya. Pengetahuan dan sikap disertai
tindakan merupakan faktor-faktor yang saling berhubungan dan mempengaruhi
seseorang dalam berperilaku kesehatan. Pengetahuan merupakan respon dari
penginderaan (penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, maupun perasa)
terhadap sebuah objek untuk mendapatkan hasil dari suatu rasa ingin tahu
sedangkan sikap adalah respon dengan sifat tertututp akibat dari suatu stimulus
terhadap obyek tertentu. Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut pada tahun
2020 di wilayah Indonesia, khususnya di Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember
yakni rendahnya jumlah kunjungan ke poli gigi dibandingkan dengan masalah
kesehatan gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan,
tingkat sikap serta menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat sikap
dalam upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Jenis penelitian yang digunakan yakni observasional analitik dengan
rancangan cross sectional. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan
teknik total sampling yang sebelumnya dipilih secara acak yakni didapatkan 3
lembaga dari total 7 lembaga TK, sehingga didapatkan sampel yaitu TK Dharma
Wanita, TK Al Baiturrahmah dan TK Gemilang sejumlah 100 sampel wali murid
yang semuanya dipilih sebagai responden. Terdapat 2 variabel dalam penelitian
ini yaitu variabel tingkat pengetahuan dan variabel tingkat sikap yang diukur
dengan instrumen kuesioner. Data hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel
dan gambar lalu dianalisis mengunakan uji hubungan kendall tau melalui aplikasi
SPSS. Uji rank kendall tau digunakan pada data non parametrik dengan ketentuan
data berpasangan serta berskala ordinal. Uji ini bertujuan untuk mengetahui
apakah terdapat hubungan antar variabel dalam penelitian ini.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan karakteristik mayoritas responden
dalam penelitian ini: berjenis kelamin perempuan sebanyak 94 responden (94%);
berusia 20-30 tahun 56 responden (56%); tingkat pendidikan SMP dan
SMA/SMK masing-masing 29 responden (58%); pekerjaan ibu rumah tangga 47
responden (47%). Tingkat pengetahuan responden dalam penelitian ini termasuk
dalam kategori tingkat yang baik sebanyak 81 responden (81%), begitu juga
dengan tingkat sikap responden menunjukkan sikap yang baik sejumlah 82
responden (82%). Berdasarkan hasil uji kendall tau, diketahui koefisien korelasi
sebesar 0,560** dengan sig. (2-tailed) 0,000 dari total 100 responden. Hal ini
bermakna bahwa hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dalam upaya
menjaga kesehatan gigi dan mulut pada wali murid TK di Kecamatan Jelbuk,
Kabupaten Jember adalah signifikan, kuat dan searah.drg. Kiswaluyo, M.Kes
Dr. drg. Ari Tri Wanodyo Handayani, M.Ke