75643 research outputs found
Sort by
Efektivitas Cendawan Endofit Penginduksi Ketahanan Padi Terhadap Alelopati Gulma Echinochloa crus-galli
Produksi padi di Indonesia pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 7,75% dari tahun
sebelumnya. Penurunan ini terjadi akibat beberapa salah satunya yakni persaingan padi dengan gulma.
Gulma yang tumbuh di lahan persawahan padi dapat menurunkan produktivitas mencapai 87%.
Keberadaan senyawa alelopati mengakibatkan gangguan pertumbuhan tanaman padi akibat
terganggunya proses fisiologis pada tanaman. Hal tersebut yang menjadi pertimbangan dalam
melakukan penginduksian tanaman padi dengan cendawan endofit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas beberapa isolat cendawan endofit dalam menginduksi ketahanan tanaman padi
terhadap alelopati gulma. Metode penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non
faktorial dengan perlakuan in vitro 7 perlakuan dan 4 ulangan dan in vivo 5 perlakuan dan 5 ulangan.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis keragaman (analysis of variance, ANOVA), jika
hasilnya berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji beda nyata DMRT dengan taraf nyata 5%. Hasil
penelitian menunjukan cendawan endofit C7U (Nigrospora sp.) mampu meningkatkan ketahanan
tanaman dengan meningkatkan aktivitas fisiologis pada tanaman padi dengan meningkatkan jumlah
klorofil, jumlah anakan, tinggi tanaman serta panjang akar. Pemberian cendawan endofit hasil
eksplorasi yang diinokulasikan pada tanaman memiliki kemampuan dalam meningkatkan hormone IAA
yang berbeda nyata dengan perlakuan kontrol.Dr. Ir. Rachmi Masnilah, M.Si.(Pembimbing I
Analisis Karakteristik Kecerdasan Visual Spasial Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Konten Shape and Space ditinjau dari Tipe Kepribadian menurut David Keirsey
Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiKecerdasan visual spasial adalah kecerdasan yang mencakup kemampuan berpikir dalam gambar, serta kemampuan untuk menyerap, mengubah, dan menciptakan kembali berbagai macam aspek dunia visual spasial. Terdapat empat karakteristik yang digunakan untuk mendeskripsikan kecerdasan visual spasial, yaitu pencarian pola (pattern seeking), pengkonsepan (conceptualizing), pemecahan masalah (problem solving), dan imajinasi (imaging). Keempat karakteristik tersebut sangat terlihat pada siswa dengan kecerdasan visual spasial yang tinggi (Haas, 2003). Namun setiap manusia pada hakikatnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda. Tipe kepribadian manusia digolongkan menjadi empat, yaitu: artisan, idealist, guardian, dan rational (Keirsey, 1998). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan visual spasial siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten shape and space berdasarkan tipe kepribadian ditinjau dari ketercapaian karakteristik kecerdasan visual spasial. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 15-17 November 2020 di SMAN 7 Kediri kelas XI MIPA 1 dengan jumlah 27 siswa. Pemilihan subjek penelitian sebanyak 8 siswa, yang terdiri dari 2 siswa dari masing-masing tipe kepribadian berdasarkan kesamaan pencapaian karakteristik kecerdasan visual spasial yang ditampilkan masing-masing tipe kepribadian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, metode tes dan metode wawancara. Instrumen penelitian berupa angket MBTI, soal tes PISA konten shape and space, pedoman wawancara, serta lembar validasi. Keseluruhan instrumen ini telah diuji validasi dan telah dinyatakan valid. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada kedelapan subjek penelitian, karakteristik kecerdasan visual spasial yang memenuhi dari setiap tipe kepribadian berbeda-beda. Secara keseluruhan pencapaian karakteristik kemampuan visual spasial
siswa dalam setiap tipe kepribadian dalam penelitian ini kedelapan subjek penelitian mampu dalam pencarian pola dengan melihat susunan gambar serta mampu menggunakan hubungan pola tersebut untuk menyelesaikan masalah. Pada karakteristik
pengkonsepan subjek guardian, subjek idealist, dan subjek rational dapat menerapkan konsep serta menghubungkan antara data dan konsep yang telah dimiliki, sedangkan subjek artisan hanya mampu menghubungkan satu konsep saja dan ada konsep lain yang tidak dipahami sehingga hasil pengerjaan tidak benar. Pada karakteristik pemecahan masalah subjek rational mampu menggunakan ide-idenya untuk menyusun strategi dalam menyelesaikan permasalah geometri, subjek guardian kesulitan dalam
memvisualisasikan permasalah geometri sehingga tidak dapat menyusun pemecahan masalah yang tepat, begitu pula dengan subjek artisan dan subjek idealist yang tidak mampu menggunakan idenya untuk menyelesaikan permasalah geometri. Pada karakteristik pengimajinasian subjek artisan, subjek idealist, maupun subjek rational mampu menentukan gambar bentuk lain yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada soal, sedangkan subjek guardian kesulitan dalam menentukan bentuk geometri dan hal yang bersifat imajinatif.Dosen.Pembimbing.1 : Prof. Dr. Sunardi, M.Pd.
Dosen.pembimbing.2 : Reza Ambarwati, M.Pd., M.Sc
The Influence of Work environment and Fulfillment of Occupational Needs on The Performance of Geography Teachers at Public Senior High School in Lumajang Regency
The objectives of this study are to analyze the effect of the work environment on the performance of Geography teachers at the state senior high schools in Lumajang Regency, investigate the effect of the fulfillment of occupational needs on the performance of Geography teachers, and analyze the influence of the work environment and the fulfillment of occupational needs on the performance of Geography Teachers. This research deployed quantitative research, coupled with correlational analysis to examine the cause-effect relationship between the dependent and independent variables. Research results point out that the teacher's work environment affects their performance by 30.25%. The fulfillment of occupational needs poses an effect on teachers’ performance by 26.41%. This means that greater fulfillment of occupational needs results in increased teacher performance. Finally, the work environment and the fulfillment of occupational needs concurrently pose a positive effect on the teacher’s performance. The coefficient of simultaneous determination (R2) is 46.9%
Pengembangan Prototype E-Nose dengan Metode Neural Networks Menggunakan Labview dan Aplikasinya untuk Klasifikasi Aroma Kopi Robusta Kabupaten Probolinggo
Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki
komoditas produksi kopi tinggi. Tempat ditanamnya kopi sangat mempengaruhi
rasa dan aroma pada kandungan kopi sehingga setiap daerah memiliki
karakteristik kopi yang khas. Perbedaan aroma kopi dapat diidentifikasi dengan
indra penciuman manusia, namun dikarenakan sangat bersifat subjektif dan
memiliki kemampuan terbatas sehingga dibutuhkan alat yang dapat digunakan
untuk membedakan aroma kopi dengan akurat. Aroma kopi dapat dibedakan
dengan bantuan E-Nose. E-Nose adalah serangkaian sensor gas yang memiliki
kemampuan mendeteksi perubahan aroma dengan memberikan respon berupa
perubahan tegangan.
Klasifikasi respon sensor pada kopi dapat dilakukan secara mudah dan
cepat dengan menggunakan algoritma matematika, salah satunya yaitu Neural
networks. Neural networks merupakan sistem informasi yang mampu
mengidentifikasi pola dengan cara menstimulasikan proses pembelajaran
berdasarkan kerja sel syaraf biologi. Algoritma neural networks dalam
implementasinya membutuhkan suatu software, salah satunya yaitu LabVIEW.
LabVIEW adalah software laboratory yang menggunakan virtual instrument
dengan bahasa pemrograman berbasis diagram blok atau grafik sehingga dapat
digunakan untuk akuisisi data.
Preparasi sampel dilakukan dengan memanaskan dua erlenmeyer yang
berisi 45 mL air merek Aqua bersuhu 92oC dan seduhan 3 gram bubuk kopi
ukuran 50-60 mesh. Bubuk kopi diseduh menggunakan 45 mL air merek Aqua
bersuhu 92oC. Data yang diambil dari pengukuran ini sebanyak 450 data dengan rincian 150 data respon uap air dan 300 data respon uap aroma kopi. Pengukuran
dilakukan 25 pengulangan untuk setiap kebun. Set data yang digunakan terdiri
dari 60 set data training dan 15 set data pengujian. Data training pada program
training neural networks terlebih dahulu dilakukan pelabelan dan ektraksi fitur.
Pelabelan dilakukan ke dalam 3 kelas yaitu kelas 0 untuk kebun Pakuniran, kelas
1 untuk kebun Tiris, dan kelas 2 untuk Kebun Krucil. Ektraksi fitur dilakukan
dengan dua parameter fitur yaitu fitur integral dan fitur selisih. Proses ekstraksi
fitur integral dilakukan dengan menghitung luas bawah seluruh grafik respon
sensor sedangkan proses ekstraksi fitur selisih dilakukan dengan menghitung
selisih antara data puncak tertinggi pada uap kopi dan data terendah uap air. Data
fitur dilakukan proses training data pada program. Parameter neural networks
yang dapat dioptimasi saat training meliputi jumlah hidden layer, fungsi aktivasi,
dan cost function. Training data dilakukan berulang dengan menggunakan
parameter fitur yang berbeda sehingga output training menghasilkan dua model
dengan akurasi 80% untuk fitur selisih dan akurasi 90% untuk fitur integral.
Model dilakukan proses pengujian guna mengetahui kinerja algoritma
neural networks dalam mengklasifikasikan data ke kelas kebun target. Proses
klasifikasi kopi robusta Kabupaten Probolinggo dilakukan secara terintegasi
sehingga dari proses pengukuran kopi dapat langsung terklasifikasi ke kebun
targetnya. Pengujian juga dilakukan pada kopi yang berasal dari kopi luar range
data training, yang disebut sebagai kopi X. Tujuan pengujian terhadap kopi X ini
yaitu untuk mengetahui kemampuan program yang telah dibuat dalam
mengklasifikasi kopi yang berasal dari luar range kebun data training. Program
telah berhasil mengklasifikasikan kopi X ke kebun Tiris.
Hasil dari pengujian yaitu program dapat mengklasifikasikan kopi sesuai
dengan kelas kebun target yaitu kebun Pakuniran, kebun Krucil, dan kebun Tiris.
Program juga mampu mengklasifikasi kopi yang berasal dari kopi luar range data
training yaitu ke kebun Tiris. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa program
mampu mengklasifikasikan kopi dengan baik dan benar. Program yang telah
dilakukan pengujian selanjutnya dikonversi ke format exe file untuk memudahkan
peneliti lain dalam mengklasifikasi kopi tanpa menggunakan LabVIEWTri Mulyono, S.Si., M.Si (Pembimbing I)
Drs.Siswoyo, M.Sc., Ph.D. (Pembimbing II
Meningkatkan Keragaman Genetik Tanaman PADI (Oryza Sativa L.) Melalui Induksi Mutasi Menggunakan Senyawa EMS (Ethyl Methanesulphonate)
Pemuliaan tanaman dapat dilakukan salah satunya dengan mutasi. Mutasi
sendiri merupakan perubahan susunan materi genetik mahluk hidup yang diamati
secara fenotip, untuk menimbulkan suatu mutasi dibutuhkan bahan mutagen yaitu
EMS (Ethyl Methanesulphonate). EMS dapat menyebabkan mutasi terhadap
tanaman padi yang kemudian menghasilkan keragaman genetik yang dapat
meningkatkan sifat-sifat baik tanaman. Penelitian ini menggunakan padi varietas
mentik susu yang merupakan salah satu varietas lokal yang memiliki potensi untuk
dikembangkan, karena beras yang berbentuk bulat, punel, dan wangi menjadikan
beras padi mentik susu memiliki nilai jual tinggi, selain itu varietas lokal memiliki
ketahanan terhadap berbagai cekaman. Kekurangan yang dimiliki oleh padi varietas
lokal mentik susu yaitu rendahnya potensi hasil yang dimilikinya 5,5 ton/ha hingga
6 ton/ha, nilai tersebut cukup rendah dibandingkan dengan varietas unggul nasional.
Penelitian ini dilaksanakan pada lahan di Desa Antirogo, Kecamatan
Sumbersari, Kabupaten Jember dari bulan Agustus hingga November 2021.
Penelitian ini menggunakan analisis data standart error mean dan dilakukan dengan
cara deskriptif yaitu melakukan interpretasi data yang diperoleh melalui
pengamatan mengenai pertumbuhan tanaman padi mutan dan kontrol yang paling
tinggi disetiap kombinasi perlakuan, kemudian dilakukan analisis molekuler
menggunakan metode RAPD menggunakan tiga primer yaitu OPA 02, OPA 16,
dan OPD 02. Terdapat dua faktor perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini,
faktor pertama yaitu konsentrasi EMS sebesar 0,3%, 0,6%, dan 0,9%. Faktor kedua
yaitu lama perendaman EMS pada benih padi dengan lama perendaman 3 jam, 6
jam, dan 9 jam. Kedua faktor tersebut dikombinasikan dan ditambah dengan satu
kontrol maka terbentuk 10 kombinasi perlakuan, dengan setiap kombinasi
dilakukan penanaman padi sebanyak 20 tanaman.
Hasil penelitian menujukkan aplikasi EMS dapat menimbulakn sifat baru
terhadap semua parameter tanaman. Pengaruh terjadi pada tinggi tanaman, jumlah
anakan, kandungan klorofil, luas daun, dan sudut daun. Keragaman genetik yang
disebabkan oleh EMS (Ethyl Methanesulphonate) juga ditunjukkan dari hasil
analisis molekuler menggunakan RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA)
yang menjukkan DNA polimorfisme, dan memiliki kekerabatan yang jauh.Ir. Kacung Hariyono, MS., Ph.D. (Pembimbing I
Perbedaan Volume Prostat pada Pasien BPH dengan Hipertensi dan tanpa Hipertensi di RSD dr. Soebandi Jember
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiBenignc Prostatec Hyperplasia (BPH) didefinisikan sebagai suatu penyakit
yang ditandai dengan terjadinya peningkatan jumlahcsel stroma dan epitel pada
daerah periurethral prostat yang dapat terlihat dari gambaran histopatologi.
Penyebab BPH saat ini masih belum diketahui pasti, namun didiuga berhubungan
dengan proses proliferasi sel atau apoptosis sel yang terjadi secara abnormal
sehingga dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah sel kelenjar prostat.
Penelitian sebelumnya menunjukkan ada beberapa faktor risiko BPH, salah satunya
adalah hipertensi. BPH ditandai dengan pembesaran volume prostat secara
progresif baik pada jaringan fibromuskular dan kelenjar pada zona periuretra dan
transisional prostat yang terletak di kandung kemih. Dalam praktik medis, sebagian
besar gangguan prostat didiagnosis dengan mengukur volume prostat. Ukuran
prostat dapat diukur menggunakan USG. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbedaan volume prostat pada pasien Benign Prostate Hyperplasia
dengan hipertensi dan tanpa hipertensi di RSD dr. Soebandi Jember.
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional. Penelitian ini
menggunakan data sekunder yang diambil di ruang rekam medis RSD dr. Soebandi
Jember yang memenuhi kriteria inklusi penelitian pada bulan Desember 2021 –
Januari 2022. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa
rekam medis pasien yang terdiagnosis BPH di RSD dr. Soebandi Jember sebanyak
64 pasien.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok penderita BPH
terbanyak ialah rentang usia 61-70 tahun, grade BPH terbanyak berdasarkan ukuran
volume prostat ialah grade dua (31-50 cc), dan derajat keparahan hipertensi pada
penderita BPH terbanyak ialah hipertensi derajat satu. Hasil analisis statistik
menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara volume prostat pada
pasien BPH dengan hipertensi dan tanpa hipertensi (p-value sebesar 0,013).
Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan antara volume prostat pada pasien BPH dengan hipertensi dan tanpa
hipertensi. Meskipun demikian, tetap perlu pengkajian ulang yang lebih
komprehensif dengan menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak.dr. Septa Surya Wahyudi, Sp.U
dr. Zahrah Febianti, M.biome
Overview of Nurses Factors about Safety Behavior of Infusting in the Emergency Room (ER) of Lumajang Regional Hospital
Introduction: Hospitals are unique and complex workplaces, with hospital workers who undergo more occupational health and safety problems than other civilian workers. Accident and Emergency Room (ER) is the main window in hospital services which is always related with the patient’s soul. The accident and emergency roomalso has a higher risk because it provides first aid to patients whose medical history is unknown. The study aimed to describe the nurses factors of safety behavior in infusion in the emergency room of Lumajang regional hospital.
Method: This study used a qualitative method based on a descriptive survey. This study used a total sampling, with a total of 20 nurses as respondents. The data collection technique used a questionnaire in interviews and observation using a checklist sheet.
Result: Indicated that most of them were male, with the working period between 5 years, most of them had never attended OSH training / socialization, and the last level of formal education was Diploma III of Nursing. Most of them had a level of knowledge. about OSH and work safety motivation in the high category, and 85% of nurses still had unsafe behavior in infusion during work.
Conclusion: pointed out that nurses who had a safety behavior in the less safe category were nurses with a high level of knowledge about OSH and nurses with high motivation for work safety who had a safety behavior in the less safe categor
Pengaruh Kepercayaan Dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Nasabah Bank Syariah Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan kepuasan baik
secara parsial maupun secara simultan terhadap loyalitas nasabah Bank Syariah
Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 100 nasabah Bank Syariah
Indonesia dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi
linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepercayaan (X1)
secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas
nasabah (Y) dibuktikan dengan hasil nilai t statistik sebesar 8,294 dengan nilai
signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Variabel kepuasan (X2) nilai t statistik sebesar
2,578 dengan nilai signifikansi sebesar 0,011 < 0,05, dengan demikian variabel
kepuasan (X2) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas
nasabah (Y). Hasil Uji F dengan nilai Fstatistik 205,699 dengan signifikansi 0,000.
Hasil ini membuktikan bahwa secara simultan variabel kepercayaan dan kepuasan
mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah
Pengaruh Penggunaan Media Animasi dalam Pembelajaran IPA Materi Konsep Gerak terhadap Aktivitas Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di SMP
Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiIlmu pengetahuan alam (IPA ) adalah sekelompok ilmu yang mempelajari alam semesta dan isinya yang terjadi di alam sekitar dengan berlandaskan serangkaian proses ilmiah. Pembelajaran IPA di sekolah tidak hanya ditekankan untuk memahami konsep sains semata, melainkan diarahkan pada efek iringan pembelajaran yaitu aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis. Aktivitas belajar memegang peranan penting dalam pembelajaran. Selain aktivitas belajar kemmapuan yang sangat dibutuhkan pada abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Seorang pemikir kritis mampu melihat dan memecahkan permasalahan yang ia temukan. Namun dalam praktek di lapangan, guru kurang memfasilitasi siswa dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran yang dilakukan cenderung hanya memberikan informasi satu sumber yaitu guru, sehingga pembelajaran akan menjadi pasif dan membosankan. Hal ini dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Media animasi (video) merupakan salah satu media pengajaran yang dapat digunakan untuk mempelajari materi pelajaran dan melatihkan kemampuan berpikir kritis serta aktivitas belajar siswa. selain itu, guru dapat mengelola pembelajaran dengan mudah, menarik, dan lebih baik dari pembelajaran sebelumnya, karena di dalam media animasi dilengkapi dengan audio, visual, trasnsisi, kata, kalimat, dan animasi yang menarik, sehingga dengan menggunakan media animasi dalam pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk (1) mengkaji pengaruh penggunaan media animasi dalam pembelajaran IPA materi konsep gerak terhadap aktivitas belajar siswa di SMP, dan untuk (2) mengkaji pengaruh media animasi dalam pembelajaran IPA materi konsep gerak terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMP.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design. Tempat penelitian yaitu di MTs Negeri 04 Banyuwangi pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik dan instrumen pengumpulan data utama yang digunakan, yaitu observasi (non tes) dan tes. Sementara teknik dan instrumen data pendukung yang digunakan, yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik untuk mengananlisis data menggunakan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis yang diperoleh siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan. Data hasil aktivitas belajar siswa terlihat persentase rata-rata aktivitas belajar pada kelas eksperimen sebesar 68,63%, sedangkan pada kelas kontrol memperoleh persentase rata-rata aktivitas belajar sebesar 66,12%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase rata-rata dari masing-masing indikator aktivitas belajar, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Adapun hasil analisis kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai pre-test dan post-test kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemudian uji normalitas, yang menunjukkan bahwa kedua sampel telah terdistribusi normal karena nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,052 > 0,05. Kemudian data tersebut dilakukan uji T yaitu uji Independent Sample T-Test yang menunjukkan bahwa pada tabel Equal variances assumed nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa ada pengaruh yang signifikan dari hasil pemberian perlakuan. Berdasarkan analisis data yang diperoleh maka kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan media animasi berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, serta media animasi mampu meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam kategori tinggi.Dosen Pembimbing Utama : Prof. Dr. I Ketut Mahardika, M.Si.
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Iwan Wicaksono, S.Pd., M.Pd
Pengaruh Nilai Tukar, Foreign Direct Investment dan Investasi Portofolio Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara ASEAN 4
ASEAN adalah organisasi geopolitik di kawasan Asia Tenggara yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial dan budaya, mempromosikan perdamaian dan stabilitas kondisi politik di tingkat regional. Dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki, negara-negara ASEAN termasuk dalam 20 besar negara tuan rumah investasi. Selama krisis moneter 1998, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina (ASEAN 4) mendapat dampak yang signifikan. Koreksi drastis nilai tukar mata uang, yang secara signifikan mempengaruhi kondisi sosial politik, menyebabkan penurunan jumlah investasi asing langsung dan investasi portofolio yang mengalir ke negara-negara tersebut. Berbagai kebijakan pemerintah dan bank sentral dalam menjaga kemudahan investasi bagi negara-negara investor membuat ekonomi ASEAN 4 pulih dengan cepat seperti yang dikenal luas dengan Miracle of Asia. Setelah Global Imbalance akibat subprime mortgage di Amerika Serikat pada tahun 2008, negara-negara ASEAN 4 terkena dampaknya namun tidak sesignifikan krisis ekonomi tahun 1998. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh nilai tukar, investasi asing langsung, dan investasi portofolio di negara-negara ASEAN 4 pasca krisis dalam fenomena ketidakseimbangan global. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, FDI dan Investasi Portofolio. Metode yang digunakan adalah model regresi fixed effect. Hasil yang diperoleh adalah tingginya nilai aliran modal masuk FDI ke negara-negara ASEAN 4 dan nilai tukar yang terjaga yang dapat memulihkan pemulihan ekonomi yang diproksikan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat bahkan dalam kondisi ketidakseimbangan global.Dr. Sebastiana Viphindratin, M.Kes.
Dr. Moh. Adenan, M.M