Universitas Jember

UNEJ Repository
Not a member yet
    75643 research outputs found

    Faktor yang Mempengaruhi Tenaga Kerja Melakukan Migrasi Commuter dari Sidoarjo ke Kota Surabaya

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat tenaga kerja untuk melakukan migrasi commuter dari Sidoarjo ke kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban tanggungan keluarga, tingkat pendidikan, pendapatan, dan status pernikahan terhadap minat tenaga kerja melakukan migrasi commuter dari Sidoarjo ke Kota Surabaya. Untuk mencapai tujuan tersebut dalam penelitian ini digunakan teknik analisis Logistic Regression Model dengan menggunakan data primer dari sampel sebanyak 50 responden. Hasil uji analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel beban tanggungan keluarga, variabel tingkat pendidikan dan status pernikahan berpengaruh positif dan signifikan. Sedangkan variabel pendapatan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat tenaga kerja melakukan migrasi commuter dari Sidoarjo ke kota Surabaya.Dra. Nanik Istiyani, M.Si. (Dosen Pembimbing) Fajar Wahyu Prianto, S.E., M.E. (Dosen Pembimbing

    Aplikasi Pupuk Hayati (Biofertilizer) dan Pupuk ZA Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 14 April 2022_KurnadiBuncis menjadi salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Umumnya buncis dikonsumsi dalam bentuk polong segar, biji kering, kecambah, maupun daun mudanya. Pada tahun 2016 hingga 2018, produksi buncis nasional mengalami fluktuasi. Tahun 2016 terjadi penurunan dari 26.076 ton menjadi 25.084 ton dan pada tahun 2018 naik menjadi 25.965 ton. Penyebab menurunnya produksi adalah keterbatasan lahan yang kondisinya tidak sesuai dengan lingkungan tumbuh buncis akibat penggunaan pupuk anorganik secara massif. Penggunaan pupuk buatan (anorganik) secara terus menerus dapat menipiskan ketersedian unsur-unsur mikro yang ada didalam tanah. Kombinasi pemberian pupuk anorganik dan pupuk hayati dinilai mampu mendukung tingkat produktivias tanaman Buncis. Pupuk hayati juga mampu menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 50-60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati bioboost dan pupuk ZA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Buncis. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2020 di lahan sawah Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Percobaan dilakukan secara faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian konsentrasi Bioboost terdiri dari 3 taraf yaitu B0: kontrol (tanpa Bio-Boost), B1: 20 ml Bioboost/L air, B2: 40 ml Bio-boost/L air dan faktor kedua pemberian dosis pupuk ZA terdiri dari 3 taraf yaitu Z0: kontrol (tanpa pupuk ZA) , Z1: 7,5 gr/tan, Z2: 15 gr/tan. Adapun variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman, panjang akar, volume akar, berat kering tanaman, berat basah tanaman, total polong per perlakuan, dan berat polong. Data yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya dilakukan analisis menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh yang nyata diantara perlakuan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Interaksi konsentrasi pupuk hayati Bioboost dan dosis pupuk ZA menunjukkan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel panjang akar dan volume akar tanaman. Kombinasi terbaik pada panjang akar buncis pada perlakuan B2Z1 (Bioboost 40ml/l dan ZA 7,5 g/tan) dan kombinasi terbaik pada volume akar buncis pada perlakuan B1Z2 (Bioboost 20 ml/l dan ZA 15 g/tan). (2) Konsentrasi pupuk hayati Bioboostr (B) menunjukkan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel panjang akar dan volume akar tanaman. (3) Dosis pupuk ZA (Z1) menunjukkan hasil berbeda tidak nyata pada semua variabel pengamatan, kecuali pada variabel panjang akar dan volume akar tanaman === Common bean are one type of vegetable that is often consumed by Indonesian people. Generally, beans are consumed in the form of fresh pods, dried seeds, sprouts, or young leaves. From 2016 to 2018, national bean production fluctuated. In 2016 there was a decrease from 26,076 tons to 25,084 tons and in 2018 it increased to 25,965 tons. The decline in bean production is due to limited land conditions which are not in accordance with the environment for growing beans due to the massive use of inorganic fertilizers. The continuous use of artificial (inorganic) fertilizers can deplete the availability of micro elements in the soil. The combination of inorganic fertilizers and biological fertilizers is considered to be able to support the productivity level of bean plants. Biofertilizers are also able to save the use of chemical fertilizers by 50-60%. This study aims to determine the effect of bioboost biofertilizer and ZA fertilizer on the growth and yield of chickpeas. The research was carried out from August to October 2020 in the rice fields of Klurahan Village, Ngronggot District, Nganjuk Regency. The experiment was carried out in a factorial manner with the basic pattern of Randomized Block Design (RAK) with 2 treatments and 3 replications. The first factor is giving the concentration of Bio-boost consisting of 3 levels, namely B0: control (without Bio-Boost), B1: 20 ml Bio-boost/L water, B2: 40 ml Bio-boost/L water and the second factor is giving a dose of ZA fertilizer consists of 3 levels, namely Z0: control (without ZA fertilizer), Z1: 7.5 gr/tan, Z2: 15 gr/tan. The variables observed included: plant height, root length, root volume, plant wet weight, plant dry weight, total pods per treatment, and pod weight. The data obtained from the results of the next study were analyzed using analysis of variance and if there was a significant effect between treatments, then further tests were carried out using Duncan's multiple distance test at a level of 5%. The results showed that (1) The interaction of the concentration of Bioboost biofertilizer and ZA fertilizer dose showed no significant difference in all observed variables, except for the variables of root length and root volume of plants. The best combination on chickpea root length was in treatment B2Z1 (Bioboost 40 ml/l and ZA 7.5 g/tan) and the best combination on chickpea root volume was in treatment B1Z2 (Bioboost 20 ml/l and ZA 15 g/tan). (2) The concentration of biofertilizer Bioboostr (B) showed no significant difference in all observed variables, except for the variable length of roots and volume of plant roots. (3) The dose of ZA (Z1) fertilizer showed no significant difference in all observation variables, except for the variable length of roots and volume of plant rootsDosen Pembimbing Skripsi : Ir. Setiyono, M.

    Mesin Pakan Otomatis Guna Meningkatkan Produktifitas Ternak Lele di Desa Sumbersari, Jember Jawa Timur

    No full text
    Lele marupakan salah satu ikan tawar yang permintaannya meningkat setiap tahu, baik dalam bentuk ikan segar maupun makanan olahan. Peningkatan permintaan tersebut beserta kemudahan pemeliharaan menjadikan ikan lele menjadi komoditas budidaya yang banyak dilirik oleh para peternak ikan. Salah satu aspek penting dalam budidaya ikan adalah pemberian pakan ikan, meskipun tergolong mudah namun perlu manajemen pakan agar target produksi ikan meningkat. Cara pemberian pakan ikan kebanyakan menggunakan penaburan ikan secara manual pada permukaan kolam. Cara ini memiliki kelemahan dalam hal kebutuhan tenaga kerja dan waktu yang dibutuhkan bila peternak ikan lele memiliki banyak kolam, terlebih lagi bila peternaknya lupa akan jadwal pemberian pakan ikan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari sosialisasi kegiatan, presentasi materi, pengarahan langkah pembuatan alat pakan ikan otomatis, praktik pembuatan alat, pengujian alat dan evaluasi. Pembuatan alat pakan ikan otomatis ini secara garis besar terdiri dari pembuatan body alat dan perangkaian komponen modul timer. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang yang tergabung dalam kelompok SYSGA di Kecamatan Sumbersari, suatu kelompok masyarakat yang bergerak di bidang budidaya ikan lele. Kegiatan berjalan lancar, peserta nampak antusias selama kegiatan berlangsung. Dibutuhkan monitoring lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi produksi ikan lele para peternak setelah penggunaan alat pakan ikan otomatis

    Pengaruh Variasi Gas Pembawa dan Waktu Flushing Terhadap Reprodusibilitas Baseline Respon Sensor Gas Array dalam Penentuan Profil Aroma Kopi Robusta dengan Penyeduhan

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 28 Juni 2022_KurnadiJenis-jenis kopi terdiri dari tiga macam, yaitu kopi liberika, kopi arabika, dan kopi robusta. Kopi yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah kopi robusta, dan salah satu sentra produksi kopi robusta di Indonesia yaitu kabupaten Jember, Jawa Timur. Kebun kopi robusta di Jember, Jawa Timur tersebar di berbagai daerah, misalnya di daerah Bangsalsari dan Silo. Biji kopi mengandung senyawa volatil yang menyebabkan aroma pada kopi. Identifikasi aroma kopi pada mulanya menggunakan metode standar human tester kemudian dilanjutkan dengan metode yang memiliki sensitifitas tinggi seperti GC-MS. Akan tetapi metode tersebut memiliki beberapa kekurangan, sehingga dikembangkan suatu instrumen yang memiliki akurasi dan sensitifitas lebih tinggi yaitu electronic nose. Salah satu komponen dalam electronic nose yaitu sensor gas array yang digunakan untuk menangkap dan mendeteksi aroma kopi. Sensor gas yang digunakan untuk identifikasi aroma kopi Bangsalsari dan Silo dalam penelitian ini yaitu 8 jenis sensor MQ, yaitu MQ-136, MQ-135, MQ-3, MQ-6, MQ-7, MQ-8, MQ-9, dan MQ-2. Karakteristik aroma kopi dapat ditentukan dari pola respon sensor yang dihasilkan. Kinerja sensor gas array dapat ditentukan berdasarkan nilai repeatabilitas dan reprodusibilitas baseline. Penentuan baseline dalam penelitian ini menggunakan variasi gas pembawa (argon, nitrogen, dan udara kering) dan uap air. Titik fokus dalam penelitian ini adalah menentukan waktu optimal gas pembawa dalam melakukan flushing sehingga tegangan sensor dapat dikembalikan ke titik baseline awal. Variasi waktu flushing yang digunakan yaitu 60 detik, 180 detik, 300 detik, 420 detik, dan 540 detik. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan running menggunakan software LabView dengan urutan pengaliran gas pembawa kemudian uap air untuk penentuan baseline, uap kopi seduh, dan dilanjutkan dengan flushing menggunakan uap air lalu gas pembawa. Proses running tersebut dilakukan terhadap masing-masing variasi gas pembawa dan waktu flushing sebanyak 10 kali ulangan selama waktu 2 minggu sekali dalam 2 bulan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA Two Way With Replication, uji t-test, uji BNT (Beda Nyata Terkecil), dan uji reprodusibilitas menggunakan nilai %RSD. Berdasarkan hasil uji ANOVA Two Way With Replication pada tegangan baseline sensor MQ-3, MQ-6, dan MQ-136 menyatakan bahwa terdapat pengaruh variasi gas pembawa dan waktu flushing terhadap reprodusibilitas baseline. Pengaruh variasi gas pembawa dan waktu flushing dapat dijelaskan dengan uji t-test dan uji BNT. Berdasarkan uji t-test menyatakan bahwa gas pembawa paling baik yaitu udara kering karena nilai tegangan antara baseline awal dan baseline akhir yang dihasilkan hampir sama, sedangkan gas argon, nitrogen, dan uap air menunjukkan nilai tegangan antara baseline awal dan baseline akhir cenderung berbeda. Selanjutnya, hasil uji BNT menyatakan bahwa nilai tegangan baseline dari minggu ke-1 hingga minggu ke-7 cenderung mengalami perubahan, akan tetapi berdasarkan nilai %RSD reprodusibilitas pengukuran baseline kedua aroma sampel kopi menunjukkan hasil pengukuran dapat dikatakan baik atau reprodusibel. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tegangan baseline memang cenderung berubah setiap waktu, tetapi perubahan tersebut masih dalam kriteria presisi. Optimasi variasi waktu flushing dilakukan menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa gas pembawa argon dan nitrogen menghasilkan tegangan yang cenderung berbeda antara baseline awal dan baseline akhir pada semua variasi waktu. Penggunaan udara kering untuk proses flushing menunjukkan bahwa pada waktu 300 detik sebagian besar sensor mampu dikembalikan tegangannya ke titik baseline semula, sehingga dapat dikatakan bahwa waktu optimal udara kering dalam melakukan flushing permukaan sensor gas yaitu 300 detik.Dosen Pembimbing utama : Drs. Zulfikar, Ph.D Dosen Pembimbing anggota : Asnawati, S.Si., M.S

    Pengampuan Sebagai Dasar Pemberhentian Sementara Dari Jabatan Notaris

    No full text
    Seorang Notaris yang diberi kewenangan haruslah telah cakap agar dapat dibebani dengan kewenangan, tidak mungkin seseorang berwenang apabila ia tidak cakap. Konsep tersebut muncul dalam Pasal 9 Ayat 1 Huruf b juncto Pasal 12 Huruf b Undang-Undang Jabatan Notaris. Pasal tersebut memberi penjelasan bahwa Notaris dapat diberhentikan sementara apabila Notaris tersebut berada dibawah pengampuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menemukan makna kriteria pengampuan yang dapat digunakan sebagai batasan ukuran pemberhentian sementara. Pada penelitian ini digunakan pendekatan yuridis normatif. Hasil dari penelitian ini yaitu Notaris berada dalam masa pengampuan maka notaris tersebut dapat dikatakan sebagai orang yang tidak cakap dan tidak dapat melakukan perbuatan hukum. Hal ini dapat di buktikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Pemberhentian sementara Notaris diatur dalam ketentuan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris

    Tradisi Ruwatan Desa di Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember Tahun 2010-2019

    No full text
    Ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan merupakan upacara adat bersih desa yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang Kabupaten Jember sejak dahulu. Upacara ini dilakukan agar desa tidak diganggu oleh demit penunggu disebut Buta. Awal kemunculan Ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan tidak terlepas dengan cerita pembunuhan Buta oleh petinggi desa Baratan yaitu Proyo Guno. Ritual ruwatan desa awalnya bernama Ritual ondel-ondel ta’butaan bersih desa. Ritual ondel-ondel ta’butaan bersih desa yang mulai ditinggalkan membuat masyarakat Kelurahan Baratan bekerjasama dengan perangkat desa untuk mengaktualisasi dan merevitalisasi kembali Ritual ondel-ondel ta’butaan bersih desa, sehingga terjadi peristiwa sejarah yaitu perubahan nama menjadi Ritual ruwatan desa. Ritual ruwatan desa di kelurahan Baratan memiliki keunikan yaitu identik dengan akulturasi budaya islam-jawa yaitu unsur selametan bernuansa islam (tasyakuran), pembacaan 6 jenis mantra, sesaji dan kesenian ta’butaan untuk ritual. Permasalahan dalam penelitian ini antara lain : (1) bagaimana latar belakang munculnya ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan tahun 2010-2019 ?; (2) bagaimana pelaksanaan Ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan tahun 2010-2019 ?; (3) bagaimana perkembangan unsur-unsur Ritual ruwatan desa baratan tahun 2010-2019 ?. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji latar belakang munculnya Ritual ruwatan di desa Baratan, mengkaji pelaksanaan dan fungsi Ritual ruwatan desa di kelurahan Baratan, mengkaji dan mengetahui perkembangan unsur-unsur Ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan berjalan seiring berkembangnya zaman dari tahun 2010-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkahnya yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan yaitu antropologi budaya dan teori evolusi universal Leslie A. White. Hasil penelitian ini antara lain : (1) Munculnya Ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan terjadi pada tahun 2010 sebagai akibat revitalisasi Ritual ta’butaan bersih desa yang mulai ditinggalkan penganutnya. (2) Pelaksanaan ruwatan desa di Kelurahan Baratan terdiri dari tahap persiapan dan pelaksanaan inti. Tahap persiapan terdiri dari rapat, kerja bakti, pembuatan sesaji, mempersiapkan sanggar dan sarana-prasarana. Tahap pelaksanaan inti terdiri dari selametan tasyakuran, arak-arakan hari pertama, selamatan sanggar, ritual njupuk sajen, arak-arakan hari kedua, dan pembacaan 6 mantera wajib. Tujuan ruwatan desa diantaranya pengusir roh jahat, tolak bala, doa leluhur, hiburan, pelestarian budaya, ekonomi. (3) Perkembangan unsur-unsur ruwatan desa di Kelurahan Baratan terjadi karena pengaruh energi fisik, energi sosial, dan teknologi. Simpulan dari penelitian ini bahwa ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan mulai dilaksanakan pada tahun 2010 sebagai akibat revitalisasi Ritual ta’butaan bersih desa. Ritual ruwatan desa di Kelurahan Baratan dari tahun 2010-2019 mengalami perkembangan pada unsur-unsurnya. Perkembangan Ritual ruwatan yang disebabkan energi fisk dan sosial diantaranya pada tahun 2010 terjadi perubahan nama dari ta’butaan bersih desa menjadi ruwatan desa serta penambahan unsur selametan tasyakuran, pertambahan peserta dari luar daerah Baratan pada tahun 2014 dan golongan muda pada tahun 2015, pada tahun 2017 terjadi pergantian waktu pelaksanaan dari bulan ruwah menjadi bulan agustus, perubahan rute pada tahun 2016. Pada tahun 2015 terjadi perubahan unsur kesenian ta’butaan yang meliputi bentuk, warna, dan hiasan yang mengalami perkembangan sebagai bentuk kemajuan zaman yang semakin pesat. Pada tahun 2016 terjadi perubahan unsur sesaji yang meliputi pertambahan jumlah dan jenis sesaji dan perubahan kemasan. Pada tahun 2010-2019 terjadi perkembangan jenis kesenian dalam pelaksanaan Ritual ruwatan desa yang awalnya hanya menampilkan satu jenis kesenian yaitu ta’butaan, menjadi menampilkan berbagai kesenian ritualonal yang terdapat di Kelurahan Baratan.Prof. Dr. Bambang Soepeno, M.Pd; Dr. Drs. Sugiyanto, M.Hu

    Potensi kombinasi scaffold gipsum puger dan aloe vera terhadap angiogenesis pada soket pasca ekstraksi gigi tikus Wistar jantan

    No full text
    Pasca perawatan ekstraksi gigi ini tentu akan menimbulkan luka. Luka pasca ekstraksi gigi secara fisiologis akan mengalami proses penyembuhan yang terdiri atas penyembuhan jaringan lunak dan jaringan keras secara bersamaan. Angiogenesis memiliki peran yang penting dalam kesiapan jaringan untuk mensuplai nutrisi. Perawatan pasca ekstraksi gigi memerlukan metode untuk mempercepat penyembuhan. Salah satunya dapat menggunakan kombinasi scaffold hidroksiapatit gipsum puger (HAGP) dengan aloe vera. Tujuan penelitian menganalisis potensi kombinasi Scaffold gipsum puger dengan lidah buaya (aloe vera) terhadap angiogenesis pada soket gigi pasca ekstraksi gigi tikus wistar jantan. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratorium 32 ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok: Kelompok diberlakukan ekstraksi gigi (K), kelompok diberlakukan ekstraksi gigi dan diberikan scaffold aloe vera (PI), kelompok diberlakukan ekstraksi gigi dan diberikan scaffold HAGP (PII), serta kelompok ekstraksi gigi dan diberikan scaffold HAGP dan aloe vera (PIII). Ekstraksi gigi dilakukan pada gigi M1 rahang bawah kiri. Tikus di euthanasia sesuai dengan masing – masing kelompok. Data dianalisis menggunakan uji Anova Least Significant Difference (LSD). Hasil: Kombinasi scaffold HAGP dan aloe vera berhasil meningkatkan angiogenesis pada hari ke-7, tetapi gagal menurunkan atau menstabilisasi angiogenesis pada hari ke-14 pada kelompok perlakuan. Hasil uji One Way Anova dan LSD menunjukkan perbedaan signifikan jumlah fibroblas pada seluruh kelompok sampel (p<0,005). Simpulan: Potensi kombinasi scaffold gipsum puger (HAGP) dan lidah buaya (aloe vera) kurang efektif dalam proses angiogenesis pada hari ke 14 pasca ekstraksi gigi tikus Wistar jantan

    Modul Praktikum Keperawatan Anak

    No full text
    Pengkajian status kesehatan anak melibatkan banyak komponen antara lain wawancara, observasi, pengkajian perkembangan emosional, fisiologi, kognitif, dan sosial anak serta pemeriksaan fisik. Pengkajian menyeluruh dan cermat pada seorang anak merupakan landasan yang membuat perawat dapat menentukan kebutuhan anak. Fokus proses pengkajian bergantung pada tujuan kunjungan dan kebutuhan anak. Pengkajian merupakan proses yang berkelanjutan dan diulangi dalam beberapa waktu pada setiap pertemuan. Keterampilan perawat sangat penting dalam kesuksesan pengkajian pada ana

    How to Develop Oral Communication Skill of Junior High School Students: The Experience of a Good EFL Teacher

    No full text
    As Covid-19 pandemic has caused the closure of schools for a long period of time, English teaching and learning process must be conducted online. To know how English teachers conducted online teaching, the present study investigated the experiences of a good EFL teacher in using different kinds of strategies to develop Junior High School students’ oral communication skill. Using a narrative research design, data were collected from semi-structured interview with a Junior High School English teacher using purposeful sampling to provide rich information to answer research question. The results of the thematic analysis showed a big theme that emerged, i.e., strategies to develop the students’ oral communication skill. This big theme is divided into four sub-themes: strategies to develop the students’ dialogue skill, strategies to develop the students’ monologue skill, strategies to develop the students’ fluency, strategies to develop the students’ accuracy. In addition, the results of this research are expected to give meaningful contribution, not only for the other English teachers but also for the other researchers.Prof. Dr. Budi Setyono, M.A. (Dosen Pembimbing 1) Dra. Zakiyah Tasnim, M.A. (Dosen Pembimbing 2

    Relevansi Nilai Laporan Keberlanjutan Perusahaan Peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia

    No full text
    Finalisasi unggah file repositori tanggal 9 Juni 2022_KurnadiPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis ada tidaknya pengaruh pengungkapan laporan keberlanjutan dan peringkat perusahaan terhadap relevansi nilai yang diproksikan dengan Earning Response Coefficient pada perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yakni laporan tahunan dan laporan keberlanjutan tahun 2017-2019. Metode pemilihan sampel pada penelitian ini yakni purposive sampling dan menghasilkan 38 sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan variabel independen yakni Sustainability Report Disclosure dan peringkat perusahaan, variabel kontrol yakni ukuran perusahaan, dan variabel dependen yakni Earning Response Coefficient. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengungkapan laporan keberlanjutan dan peringkat perusahaan tidak berpengaruh terhadap relevansi nilai yang diproksikan dengan Earning Response Coefficient pada perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol juga menunjukan tidak berpengaruh terhadap relevansi nilai diproksikan dengan Earning Response Coefficient pada perusahaan peserta Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Yosefa Sayekti, M.Com., Ak., CA. Dosen Pembimbing Anggota : Dewi Ayu Puspita, S.E., M.SA., A

    6,632

    full texts

    75,643

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNEJ Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇