75643 research outputs found
Sort by
Investigasi Temperatur Curie dan Kurva Histeresis Bahan Feco Menggunakan Software Vampire
Finalisasi unggah file repositori tanggal 18 April 2022_KurnadiSpin-based electronics atau spintronik merupakan kajian elektronik yang
melingkupi elektron dan spin. Salah satu contoh penerapan ilmu spintronik adalah
efek Tunneling Magnetoresistance (TMR). Salah satu devais yang memanfaatkan
efek TMR adalah Magnetic Tunnel Junction (MTJ) pada Hard Disk Drive (HDD)
Read-Head (Gang dan Park, 2006). Salah satu material yang potensial untuk
diaplikasikan untuk pada Hard Disk Drive (HDD) adalah FeCo. FeCo memiliki
karakteristik unik yang dapat digunakan di banyak aplikasi yang membutuhkan
kerapatan fluks tinggi seperti penyimpanan data dan perangkat elektronik (Negusse,
2007). Karakteristik uniknya adalah saturasi tinggi, Temperatur Curie (Tc) tinggi,
anisotropi magnetokristalin rendah, permeabilitas tinggi, dan kekerasan yang baik
(Han et al., 2014). Pada penelitian ini telah disimulasikan material ferromagnetik
menggunakan software vampire. Material yang digunakan adalah FeCo dengan
struktur kristal BCC dan geometri nanocube dalam bentuk random alloy dengan
ukuran 5 nm. Karakteristik nilai temperatur Curie dan histeresis material FeCo telah
diamati pada berbagai variasi komposisi yaitu 1090, 2080, 3070,
4060, 5050, 6040, 7030, 8020, 9010. Hasil dari
simulasi mikromagnetik memberikan data mengenai perbedaan sifat kemagnetan
yang dihasilkan berdasarkan variasi komposisi material FeCo dan dilakukan
plotting menggunakan software Origin. Selanjutnya bentuk material FeCo
divisualisasi menggunakan software Povray.
Berdasarkan hasil penelitian investigasi temperatur curie dan kurva
histeresis material FeCo menggunakan software vampire maka dapat diambil
kesimpulan bahwa komposisi material FeCo mempengaruhi nilai temperatur curie
yang dihasilkan oleh material FeCo. Komposisi terbaik pada alloy FeCo adalah
pada saat persentase Co 20% sampai dengan 50% (8020, 7030,
6040, 5050) dengan temperatur Curie yang dihasilkan sebesar 1050K.
Selain itu, komposisi juga mempengaruhi nilai medan koersivitas yang dihasilkan
oleh bahan FeCo. medan koersivitas paling tinggi adalah pada komposisi Co 60%
yaitu sebesar 3,85 T. Medan koersivitas juga dipengaruhi oleh temperatur.
Kenaikan temperatur menyebabkan nilai medan koersivitas yang dihasilkan oleh
bahan FeCo semakin menurun. Untuk kondisi temperatur di atas temperatur curie,
medan koersivitas tidak dapat ditentukan, karena kurva histerisis mengalami
kerusakanDosen Pembimbing Utama : Dr. Lutfi Rohman, S.Si., M.Si
Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Artoto Arkundato, S.Si., M.Si
-
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 April 2022_KurnadiTanaman Sawi Pakcoy merupakan tanaman sayuran banyak digemari masyarakat Indonesia. Sawi Pakcoy merupakan salah satu spesies sawi dari keluarga Cruciferae yang banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat dan vitamin A,B,C,E,K dan baik untuk kesehatan. Di Indonesia, kebutuhan pasar akan sayuran sangat besar. Permasalahan yang sering terjadi di budidaya tanaman sawi pakcoy adalah banyaknya permintaan pasar namun produksinya menurun. Hasil Badan Pusat Statistik (2018) produksi tanaman sawi pakcoy megalami fluktuasi. Melihat produktivitas tanaman sawi-sawian yang mengalami fluktuasi, maka diperlukan perbaikan dalam teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan produksi sawi pakcoy. Peningkatan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy dapat menggunakan penambahan media tanam cocopeat dan arang sekam dan pemberian pupuk hayati Bioboost.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara komposisi media tanam dan pemberian pupuk hayati, dan pengaruh komposisi media tanam dan pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse Kecamatan Patrang pada bulan Maret-April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yaitu M1 (Tanah), M2 (Tanah + Cocopeat), M3 (Tanah + Arang Sekam). Faktor kedua adalah pemberian pupuk hayati bioboost dengan berbagai konsentrasi yaitu C0 (0ml/liter), C1 (80 ml/liter), C2 (120 ml/liter), C3 (160 ml/liter).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak terjadi interaksi antara faktor komposisi media tanam dan pemberian pupuk hayati; (2) faktor komposisi media tanam memberikan pengaruh nyata pada semua parameter pengamatan dimana perlakuan M3 (Tanah + Arang Sekam) merupakan media tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy dan; (3) faktor pemberian konsentrasi pupuk hayati bioboost memberikan pengaruh yang nyata pada semua parameter pengamatan dan pemberian pupuk hayati bioboost dengan konsentrasi C1 (80 ml/l) merupakan konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy.Dr. Ir Tri Candra Setiawati, M.Si.(Dosen Pembimbing
Analisis Kadar Hemoglobin pada Wanita Perokok dan Wanita Bukan Perokok di Indonesia (Analisis Matching Sampel menggunakan Data IFLS 5)
Latar belakang: wanita memiliki risiko untuk memiliki kadar hemoglobin yang rendah, namun bagi perokok memiliki risiko kadar hemoglobin yang tinggi. Pengaruh merokok pada kualitas kadar hemoglobin pada tubuh dapat mengindikasikan suatu gangguan kesehatan.
Tujuan: Untuk mengetahui kadar hemoglobin pada wanita perokok dan bukan perokok.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional dengan analisis data sekunder IFLS 5 melibatkan matching sampel 127 wanita perokok dan 127 wanita bukan perokok menggunakan Propensity Score Matching (PSM). Hasil: Pada penelitian ini didapatkan kadar hemoglobin wanita perokok cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita bukan perokok bahkan setelah dilakukan matching, dimana secara kategorik status nilai Hb didapatkan 5 wanita termasuk memiliki kategori kadar Hb yang tinggi (>15 gr/dl). Secara analisis numerik kadar hemoglobin pada wanita perokok adalah 13.1 (7.3-17) sedangkan kadar hemoglobin wanita bukan perokok adalah 12.8 (7.1- 15.3). Pada pengelompokkan wanita perokok berdasarkan lama Riwayat merokok didapatkan nilai kadar Hb tertinggi ditemukan pada kelompok wanita perokok dengan Riwayat merokok selama 3 tahun lebih. Hasil uji korelasi didapatkan bahwa terdapat korelasi positif antara nilai IMT dengan kadar Hb.
Kesimpulan: Setelah dilakukan matching sampel antara wanita perokok dan bukan merokok kadar Hb pada kelompok perokok wanita masih terlihat cenderung lebih tinggi dibandingkan kelompok wanita bukan perokok. Selain itu kualitas kadar Hb pada seorang perokok juga harus mendapat perhatian lebih karena merokok dapat meningkatkan kadar karbon monoksida pada darah
The Effect of Brand Image, Product Quality, and Price on Consumer Satisfaction on Eiger Products in East Java
The purpose of this study was to determine the effect of brand image, product quality, and price on consumer satisfaction with Eiger products. The population of this research is Eiger consumers in Jember. The sampling technique in this research is nonprobability sampling with the sampling method used is purposive sampling. based on the criteria that is rmale and female respondents aged 18 years and over and respondents who have purchased and used Eiger products in existing stores in the last 1 year. The sample used was 170 respondents. The type of data in this study uses quantitative data. Primary data sources were obtained directly from questionnaires given via google form and secondary data obtained from web topbrand-award.com, idntimes.com, eigeradventure.com, and jemberkab.go.id. The data analysis method used is multiple regression analysis. The results of this study are three analysis results, namely brand image has a significant effect on consumer satisfaction for Eiger products in Jember. Product quality has a significant effect on consumer satisfaction for Eiger products in Jember
Audit Kapabilitas Tata Kelola Sumber Daya Teknologi Informasi dan Infrastruktur dalam Rangka Mendukung Implementasi E-Government Menggunakan Framework Cobit 5
Dinas Komunikasi dan Informatika Kab Gresik adalah sebuah Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) yang mempunyai peran dalam hal penyediaan sumber
daya teknologi informasi dan infrastruktur untuk mendukung tujuan dari
Kabupaten Gresik maupun dengan OPD terkait di Kabupaten Gresik. Maka dari
itu keperluan untuk meningkatkan akuntabilitas tata kelola yang baik merupakan
tujuan dan langkah guna menerapkan konsep tata kelola yang baik. Upaya yang
diberikan adalah dengan melakukan proses evaluasi TI dan pada penelitian ini
framework COBIT 5 dengan stakeholder needs kesembilan belas yaitu “Are
sufficient IT resources and infrastructure available to meet required enterprise
strategic objectives?” menjadi proses evaluasi TI terpilih. Hasil yang didapatkan
pada penelitian ini yaitu level kapabilitas saat ini dari setiap proses, dilanjutkan
dengan analisa gap level dengan membandingkan pada level target, dan
memberikan rekomendasi untuk perbaikan tata kelola TI pada Dinas Komunikasi
dan Informatika Kab Gresik.
Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan melakukan wawacara dengan
stakeholder dari pihak Dinas Komunikasi dan Informatika Kab Gresik untuk
mencari informasi yang dibutuhkan penelitian termasuk dengan tujuan yang ingin
diraih. Kemudian proses selanjutnya menentukan tujuan audit dengan melakukan
tahapan cascade stakeholder needs pada empat tahapan yaitu dengan menentukan
stakeholder needs yang disesuaikan pada kebutuhan objek penelitian dengan
menentukan enterprise goals, IT-Related Goals, dan Enabler goals. Pada tahapan
cascade terakhir pada stakeholder needs kesembilan belas yaitu “Are sufficient IT
resources and infrastructure available to meet required enterprise strategic
objectives?” didapatkan tujuh enterprise goals, tiga belas IT-related goals dan 37
enabler goals/process. Hasil dari proses – proses tersebut diperbolehkan untuk
tidak digunakan sepenuhnya, dikarenakan organisasi tidak menerapkan semua
proses tersebut. Maka proses selanjutnya yaitu peneliti melakukan kembali
wawancara dengan menjelaskan ke-37 proses yang direkomendasikan dengan
memastikan proses – proses yang diterapkan di Dinas Komunikasi dan
Informatika Kab Gresik. Hasilnya adalah terdapat sebanyak enam belas proses
yang telah diterapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kab Gresik, dan
akan dilakukan proses penilaian pada 1 Desember 2019 sampai dengan 31 Maret
2020. Hasil dari penilaian akan menghasilkan level kapabilitas saat ini dan akan di
analisa sesuai dengan level target, sebagai dasar dari rekomendasi yang diberikan.
Berdasarkan dari hasil penilaian evaluasi Tata Kelola TI dengan mengacu
pada COBIT 5 pada enam belas proses yang dilakukan yaitu tujuh proses
mendapatkan nilai level 0 (incomplete process), delapan proses mendapatkan
level 1 (performed process), dan satu proses mendapatkan level 2 (managed
process) dengan masing – masing level target yaitu pada rentang 2, 3, dan 5.Fahrobby Adnan, S.Kom., M.MSi. (Pembimbing I)
Beny Prasetyo, S.Kom., M.Kom. (Pembimbing II
Pendekatan Kelembagaan dalam Studi Administrasi Publik
Kajian dan praktik administrasi publik di berbagai negara terus mengalami
dinamika yang mengarah pada perkembangan yang konstruktif. Berbagai
perubahan telah terjadi sejalan dengan semakin kompleksnya permasalahan yang
dihadapi oleh penyelenggara negara. Para ahli telah menanggapi kompleksitas ini
dengan terus mengembangkan Ilmu Administrasi. Denhardt dan Denhardt (2003),
mengungkapkan bahwa ada 3 (tiga) paradigma dalam administrasi publik.
Pendekatan tersebut adalah Old Public Administration (OPA), New Public
Management (NPM) dan New Public Service (NPS).
Paradigma OPA atau model klasik administrasi publik, berfokus pada
bagaimana pemerintah melakukan tindakan administrasi secara demokratis,
efisien, dan efektif, bebas dari manipulasi kekuasaan, dan bagaimana berfungsi
dengan baik, benar, dan berhasil (Wilson, 1887). Fokus paradigma OPA adalah
pada penggunaan bersifat hierarki, interaksi dan kerja sama dalam organisasi
pemerintah yang sudah mapan. Paradigma OPA memungkinkan pemerintah
memainkan peran yang sangat penting baik dalam perumusan kebijakan maupun
dalam pemberian layanan publik. Hirarki yang berpusat pada pemerintah, dan
hubungan antara pemerintah dengan sektor swasta serta masyarakat sering
diartikan sebagai hubungan bawahan, interaksi yang bias dan tidak setara dalam
kerjasama tersebut sejatinya mencerminkan pola hubungan yang tidak
mencerminkan kerjasama, namun mengarah pada sistem yang instruksional
Pengaruh Lama Fermentasi Serbuk Gergaji dan Dosis Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan
Serbuk gergaji merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari industri pengolahan kayu. Berat limbah serbuk gergaji yang dihasilkan di Jawa Timur mencapai 113.655,45 ton/tahun. Secara umum serbuk gergaji dimanfaatkan sebagai media baglog budidaya jamur tiram, sebagai media tanaman hias dan bahan pembuatan pupuk kompos. Pemanfaatan serbuk gergaji sebagai pupuk dasar kompos masih belum cukup maksimal dikarenakan masih belum diketahui oleh khalayak masyarakat. Serbuk gergaji memilik kandungan hara N sekitar 0,23-1,96%, kandungan P2O5 sekitar 0,00-0,09%, dan K2O sekitar 0,01-0,48% sehingga berpotensi apabila dijadikan sebagai pupuk dasar pembenah tanah. Namun permasalahanya adalah serbuk gergaji merupakan bahan organik yang memiliki kandungan lignin dan selulosa tinggi. Selain itu jumlah karbon yang terdapat dalam serbuk gergaji dapat meningkatkan kadar C/N ratio, sehingga nilai C/N sangat tinggi. Sedangkan nilai C/N yang dibutuhkan sebagai persyaratan kompos adalah dengan kadar yang rendah. Solusi yang ditawarkan untuk mengantisipasi permasalahan tersebut yaitu berupa lama fermentasi didalam pengomposan serbuk gergaji dengan berbagai waktu yang berbeda-beda. Salah satu persyaratan agar dapat menghasilkan kompos yang berkualitas yaitu terdapat kandungan unsur hara N, P dan K minimal sebesar 2%. Solusi selanjutnya yang ditawarkan yaitu penambahan kotoran sapi sebagai campuran dalam pengomposan serbuk gergaji. Diketahui kotoran sapi memiliki kandungan hara yang cukup tinggi. Kotoran sapi yang ditambahkan dosisnya berbeda-beda diharapakan dapat membantu dalam menghasilkan kompos yang berkualitas bagi tanaman Kailan.
Tanaman Kailan merupakan salah satu jenis hortikultura sayur yang haus akan pupuk organik, salah satunya yaitu kompos. Kandungan hara yang dihasilkan dari kompos dapat diserap oleh tanaman Kailan untuk proses pertumbuhannya sehingga dapat menghasilkan kadar bobot segar yang tinggi. Apabila bobot segar yang dihasilkan memiliki kadar yang tinggi, maka memungkinkan hasil panen yang didapat juga tinggi. Sehingga tujuan dari adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah dari lama fermentasi kompos serbuk gergaji yang ditambahkan dengan berbagai dosis kotoran sapi dapat memberikan pengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kailan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial. Faktor pertama lama fermentasi (L) serbuk gergaji yang terdiri dari 3 taraf diantaranya L1 (21 hari), L2 (28 hari) dan L3 (35 hari). Faktor kedua dosis kotoran sapi (D) yang terdiri dari 4 taraf diantaranya D0 (dosis 0%), D1 (dosis 10%), D2 (dosis 30%) dan D3 (dosis 50%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu berat segar tanaman (gram) sebagai variabel utama, kemudian tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), volume akar (ml), berat kering tanaman (gram), laju pertumbuhan relatif (gram/tanaman) dan kadar air (%) sebagai variabel pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis ragamnya dengan uji F dengan taraf 1 dan 5%. Apabila terdapat hasil perlakuan yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan taraf nyata 5%.
Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa perlakuan dosis kotoran sapi dan lama fermentasi pengomposan memberikan interaksi yang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman Kailan. Secara faktor tunggal, penambahan dosis kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel kecuali pada variabel volume akar dan kadar air. Sedangkan faktor tunggal lama fermentasi pengomposan berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan. Secara keseluruan perlakuan dosis 50% dan waktu fermentasi pengomposan selama 35 hari terah merupakan kombinasi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kailan.Ir. Raden Soedradjad, M.T
Sistem Peramalan Sudut Gerak Jari pada Robot Tangan untuk Terapi Stroke dengan Metode Long Short Term Memory (LSTM)
Berdasarkan data dari Kemenkes RI, setiap tahunnya lebih dari 36 juta
orang meninggal karena Penyakit Tidak Menular (PTM) (63% dari seluruh
kematian). Secara global PTM penyebab kematian nomor satu setiap tahunnya
adalah penyakit kardiovaskuler salah satunya yaitu stroke. Stroke merupakan suatu
sindrom yang diakibatkan oleh adanya gangguan aliran darah pada salah satu
bagian otak yang menimbulkan gangguan fungsional otak berupa defisit neurologik
atau kelumpuhan saraf. Penderita pasca stroke yang sudah dinyatakan sembuh
masih belum bisa melakukan aktivitas seperti biasa, maka diperlukan rehabilitasi
untuk mengembalikan fungsi otot.
Tujuan penelitian ini yaitu dapat merancang sebuah robot tangan yang
dapat digunakan sebagai alat terapi stroke yang dapat mendeteksi sudut dengan
metode Long Short Term Memory (LSTM). Dengan adanya peramalan ini
diharapkan dapat mendukung untuk rehabilitasi stroke pada fase sub akut. Selain
itu meningkatkan efektifitas dari penggunaan robot terapi dan dapat meningkatkan
kondisi dari pasien sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya serta
terciptanya teknologi yang dapat dijangkau oleh masyarakat.
Ada beberapa tahapan dalam penelitian ini yaitu tahapan pengambilan
data, perancangan dan pengujian. Tahapan pengambilan data dilakukan dengan
pemrosesan sinyal Electromyography (EMG) yang diterima dari myoarmband dan
mengambil sudut gerak jari menggunakan smart glove. Tahapan perancangan
diantaranya perancangan elektronika, desain sistem kendali serta perancangan
mekanik dari robot tangan. Pengujian sistem dilakukan dalam dua tahap yaitu
pengujian secara offline dan secara online.Ir. Khairul Anam, S.T., M.T., Ph.D. (Pembimbing I)
Arizal Mujibtamala Nanda Imron, S.T., M.T (Pembimbing II
Pengaruh Model Problem Based Learning dengan Media Flash Card pada Materi Zat Aditif dan Zat Adiktif Terhadap Aktivitas dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP
Finalisasi 27 Mei 2022_KurnadiIPA merupakan kumpulan teori mengenai pengetahuan, fakta-fakta,
konsep, prinsip dan tumbuhnya sikap ilmiah melalui proses penemuan dalam
kehidupan sehari-hari secara sistematis. Karakteristik IPA adalah materi yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, pemahaman konsep IPA bukan hanya
dihafal tetapi memahami konsep berdasarkan penemuan sendiri dengan dikaitkan
pada lingkungan sekitarnya. Keberhasilan pembelajaran IPA dipengaruhi oleh
beberapa aspek seperti model pembelajaran dan media yang digunakan.
Sedangkan pembelajaran yang terlaksana masih berpusat pada guru dan siswa
cenderung pasif selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini menyebabkan
ketergantungan siswa terhadap instruksi dari guru daripada mengkontruksi sendiri
pengetahuannya. Hal tersebut dapat mempengaruhi terhadap rendahnya aktivitas
dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA. Untuk mengatasi
masalah tersebut, dapat dilakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa,
penerapan model dan media yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan materi
IPA. Sehingga pembelajaran berlangsung dengan menyenangakan, lebih mudah
tersampaikan, siswa lebih banyak melakukan aktivitas, dan mengembangkan
kemampuan berpikir kritis, yaitu dengan model problem based learning dan
media flash card.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengkaji pengaruh model PBL
dengan media flash card pada materi zat aditif dan zat adiktif terhadap aktivitas
belajar siswa, dan (2) mengkaji pengaruh model PBL dengan media flash card
pada materi zat aditif dan zat adiktif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain
penelitian post-test only control group design. Penelitian dilaksanakan di SMP
Negeri 11 Jember pada semester ganjil Tahun Ajaran 2021/2022. Populasi
penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Jember, dan sampel
yang dipilih adalah dua kelas, VIII E sebagai kelas eksperimen dan VIII F sebagai
kelas kontrol. Terknik dan instrument pengambilan pengumpulan data
menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data
untuk menjawab kedua rumusan masalah dengan menggunakan analisis rata-rata
dan uji independent sample t-test berbantuan SPSS.
Hasil penelitian untuk menguji hipotesis rumusan masalah yang pertama
dengan meninjau pada rata-rata aktivitas belajar siswa kelas kontrol dan kelas
eksperimen. Nilai rata-rata aktivitas kelas eksperimen sebesar 76% dengan
kategori aktif, sedangkan kelas kontrol sebesar 28% dengan kategori kurang aktif,
maka dapat dinyatakan bahwa model PBL dengan media flash card pada materi
zat aditif dan zat adiktif berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Selanjtunya
pengujian untuk rumusan masalah yang kedua dengan uji normalitas dan uji
homogenitas, didapatkan bahwa data normal dan homogen. Sehingga dapat
dilanjtkan dengan uji parametrik yaitu uji independent sample t-test, didapati nilai
Sig. (2-tailed) sebesar 0.00 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka
dapat dinyatakan bahwa model PBL dengan media flash card pada materi zat
aditif dan zat adiktif berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis
siswa.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka disimpulkan bahwa (1)
terdapat pengaruh signifikan penenerapan model PBL dengan media flash card
pada materi zat aditif dan zat adiktif terhadap aktivitas belajar siswa, dan (2)
terdapat pengaruh signifikan penenerapan model PBL dengan media flash card
pada materi zat aditif dan zat adiktif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.Dosen Pembimbing Utama : Dwi Aristya Putra, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
Dosen Pembimbing Anggota :Ulin Nuha, S.Pd., M.Pd
The Influence of Competence and Work Discipline on Salesman Performance at PT. Cakra Guna Karya Nusa Banyuwangi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja salesman. Penelitian ini dilakukan pada PT. Cakra Guna Karya Nusa Banyuwangi khususnya pada karyawan salesman. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh karyawan salesman PT. Cakra Guna Karya Nusa Banyuwangi. Metode sampling yang digunakan yaitu metode sensus. Sampel yang digunakan sebanyak 31 responden atau jumlah keselutuhan karyawan salesman. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data kuantitatif berupa angka dari skor jawaban kuesioner yang diolah menggunakan teknik statistik. Sumber data yang digunakan yaitu data primer. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja salesman PT. Cakra Guna Karya Nusa Banyuwangi.Chaerul Saleh, S.E., M.Si. (Dosen Pembimbing I)
Dr. Arnis Budi Santoso, S.E., M.Si. (Dosen Pembimbing II