Relief : Journal of Craft
Not a member yet
    45 research outputs found

    Bentuk Palaminan sebagai Interior Istano Basa Pagaruyuang

    Full text link
    This research is entitled "The Shape of Palaminan as the Interior of Istano Basa Pagaruyung." Its purpose is to describe the form of application and what elements, in terms of motifs and colors, are found in the palaminan at Istano Basa Pagaruyung. This research uses a descriptive qualitative research method. The object of this research is Palaminan in Istano Basa Pagaruyung. Informants in this study were obtained using a purposive sampling method. This palaminan research method was conducted through qualitative research to describe the palaminans found in Istano Basa Pagaruyung. Data was collected through observation, interviews, documentation, and recording of the interview results. The results of Palaminan research in Istano Basa Paguruyung consist of nine elements in their application, there are 5 motifs and colors that give the value of Minangkabau traditionalism, seen in terms of aspects of color psychology. Palaminan color has a meaning that is compatible with the function of space utilization that applies Palaminan to the building in Istano Basa Paguruyung. Keywords: shape, palaminan, interior, Istana Basa Pagaruyuan

    Bentuk Kencung Beruk sebagai Ornamentasi pada Tas Kulit

    Full text link
    Kencung beruk merupakan tumbuhan liar yang memiliki bunga berbentuk kantong yang unik. Tumbuhan ini sumber inspirasi penciptaan karya berupa tas kulit yang dilahirkan berfungsi sebagai tas santai dan tas ransel. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan sebagai berikut: tahap eksplorasi yaitu melakukan pengamatan atau observasi langsung pada tumbuhang kencung beruk yang dijadikan sebgai motif hias pada karya yang telah diciptakan dan tahap perancangan yaitu diawali dengang menuangkan ide dalam bentuk sketsa maupun desain. Adapun tahap perwujudan dalam proses sebuah karya yang pertama memilih sketsa yang sesuai dengan kosnep, membuat gambar kerja, mempersiapkan alat dan bahan, mengolah bahan, proses penggarapan karya sesuai hingga proses finishing. Konsep yang digunakan dalam karya ini adalah bentuk Kencung beruk dan dijadikan sebagai motif dalam pembuatan karya ini. Bahan yang digunakan dalam karya ini adalah kulit samak nabati, Kulit Crazy horse (samak krom), dan teknik yang dipakai dalam karya ini adalah teknik jahit manual dan jahit mesin. Hasil karya terdiri daritujuh buah karya yang dibuat dalam bentuk tas ransel tas ransel santai pria dan tas salempang. Adapun karya-karya tersebut diberi judul: Bagpack Pria, Tas Ransel Santai Pria, Tas Santai Pria, Tas Traveling Pria, Tas Salempang Pria, Tas Ransel Pria, Tas Santai Pria. Kata Kunci: Kencung beruk dan Tas Kuli

    Bentuk Bawang Merah Sebagai Motif Hias Cardigan Wanita

    Full text link
    Shallots are a plant that provides many benefits to humans, one of which is that shallots can be used as a cooking spice and traditional medicine. Shallots have a unique shape, in terms of structure they have various shapes, some are round, sometimes a bit oval, which makes the creator interested in making the visual of the shallot plant as a motif on women's cardigans. The shape of the shallot plant is made into a batik motif which is created using written batik techniques and sewing techniques, while the material used to make the work is silk cotton. The resulting work consists of 7 works, with the titles composition, symmetrical, balance 1, balance 2, sowing, side by side, growing and developin

    EKSPRESI CERITA SURAU KESELARASAN KOTO PILIANG PADA KARYA RELIEF LOGAM

    Full text link
    ABSTRAK Surau mempunyai peranan dan fungsi yang disignifikan dalam kebudayaan Minangkabau. Surau yang menjadi acuan penciptaan karya adalah Surau Lubuk Bauk yang terdapat di Nagari Batipuh, Tanah Datar. Konsep perwujudkan karya bersumber dari Surau keselarasan Koto Piliang dengan mengadirkan cerita yang bersumber dari aktivitas Surau keselarasan Koto Piliang. Cerita yang diwujudkan pada relief logam, berupa kegiatan yang terdapat pada Surau tua Lubuk Bauk, seperti mengaji, beladiri, dan gotong-royong. Metode penciptaan karya relief melalui tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penggarapan karya menggunakan teori, diantaranya bentuk, estetika, fungsi, dan ekspresi. Penggarapan karya menggunakan bahan plat alumunium dan tembaga dengan teknik tatah. Hasil karya relief logam berjumlah lima buah dengan judul yaitu: Mambangun Surau, Mangaji, Basilek I, Basilek II, Basilek III, Judul yang tercipta merupakan gambaran nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat Minangkabau diantaranya belajar membaca Al-Qur’an, gotong-royong, dan  pengendalian diri serta bela diri. Kata kunci: Ekspresi , Cerita Surau keselarasan Koto Piliang , dan Relief logam

    Puncak Perayaan Tabuik Pada Media Logam

    Full text link
    ABSTRAKPerayan tabuik merupakan kegiatan untuk mengenangnya cucu Nabi Muhammad SAW yang di Pariaman pada tanggal 1 sampai 10 Muharam. Dalam acara tersebut terdapat fungsi (nilai) di antaranya fungsi sosial dan fungsi ekonomi, yang dapat memperkuat persatuan, serta kesejahteraan dalam masyarakat Pariaman. Hal logam tersebut menjadi ide penciptaan dalam karya relief. Metode yang dilakukan dimulai dari eksplorasi mencari referensi tulisan, dan data tentang tabuik. Perancangan karya sesuai konsep yang dijelaskan menjadi beberapa sketsa alternatif, sehingga diwujudkan menjadi karya teknik tatah pada media plat alumunium, dan tembaga dengan menggunakan teori ekspresi. Hasil karya rendah dengan judul-judul:Tabuik naiak pangkek, tabuik basandiang, maadu tabuik, mamanjek tabuik, tabuik tabuang, yang difungsikan sebagai hiasan dinding.  Kata kunci: Tabuik, ekspresi, dan relief loga

    BATIK TULIS UBA DI SMKN 8 PADANG

    Full text link
    Uba is one of the natural dyes derived from the bark of salam, besides being used as a dye and preserving fish nets, uba can also be used to dye fabrics in batik. This article aims to introduce batik using uba dye and the presence of uba is expected to add to the collection of the diversity of natural batik dyes in Indonesia. This research method is qualitative with descriptive research type. The dyeing was carried out three times using alum fixation, lime and tunjung. Fixation using alum produces a lighter color close to the base color, lime produces a light yellowish color and tunjung produces colors that tend to be dark brown and dark. The longer the soaking and dyeing process, the darker the color of the fabric and the resulting classic and attractive color. Success in the manufacture of uba dye depends on the concentration of the solution, the fixation used, high artistic taste and special care.ABSTRAK Uba merupakan salah satu pewarna alam yang berasal dari kulit batang salam, selain digunakan sebagai pewarna dan mengawetkan  jala ikan, uba juga dapat digunakan untuk mewarna kain pada batik. Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan batik dengan menggunakan pewarna uba dan kehadiran uba diharapkan bisa menambah koleksi dari keanekaragaman pewarna alam batik yang ada di Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pencelupan dilakukan sebanyak tiga kali menggunakan fiksasi tawas, kapur dan tunjung. Fiksasi menggunakan tawas menghasilkan warna yang lebih muda mendekati warna dasar, kapur menghasilkan warna yang terang kekuningan dan tunjung menghasilkan warna yang cenderung cokelat tua dan gelap. Semakin lama proses perendaman dan pencelupan maka warna kain semakin pekat dan warna yang dihasilkan klasik dan menarik. Keberhasilan dalam pembuatan pewarna uba tergantung pada konsentrasi larutan, fiksasi yang digunakan, cita rasa seni yang tinggi serta perawatan khusus

    EKSPRESI RUMAH LONTIOK DAN FENOMENA DI SEKITARNYA PADA KARYA RELIEF KAYU

    Full text link
    Penciptaan karya akhir ini bersumber dari rumah adat lontiok  Kampar Riau sebagai konsep karya seni relief kayu. Karya ini bertujuan mewujudkan kembali rumah lontiok dan mengekspresikan bentuk rumah dengan fenomena yang ada di sekitarnya menjadi bentuk karya relief kayu. Metode penciptaan karya akhir ini menggunakan tiga tahap, yaitu tahap eksplorasi yang dimulai dengan observasi langsung atau melalui kajian literatur, tahap perancangan dengan membuat desain melalui referensi gambar, sketsa alternatif, dan desain pilihan, tahap perwujudan melalui pemilihan bahan kayu  yang berkualitas, penggunaan alat dan teknik ukir. Hasil dari karya yang diciptakan adalah memvisualisasikan bentuk arsitektur rumah lontiok dengan fenomena alam yang terjadi di Kampar melalui karya-karya kriya seni yang memiliki hubungan dengan sosial masyarakat setempat. Karya seni yang dihasilkan berupa hiasan dinding yang memberi pesan kepada masyarakat agar terus menjaga rumah adat lontiok agar tetap terjaga dan lestari.

    VISUALISASI RANGKIANG DALAM PENCIPTAAN SELENDANG DENGAN TEKNIK BATIK DAN SULAMAN

    Full text link
    The purpose of creating this artwork is to visualize rangkiang with Minangkabau motifs on shawls using batik and embroidery techniques. The method used in making this shawl goes through the stages of preparation, elaboration, synthesis, concept realization and completion. The results achieved in the creation of this embroidery work are the shawls entitled  motif rangkiang jo motif itiak pulang patang, motif rangkiang jo motif aka cino, motif rangkiang jo motif rantiang babungo, motif rangkiang jo motif kaluak paku, motif rangkiang jo motif siriah gadang, motif rangkiang jo motif padi, motif rangkiang jo motif rantiang babungo.Adanya tujuan penciptaan karya seni ini adalah untuk memvisualkan rangkiang dengan motif Minangkabau pada kain selendang dengan teknik batik dan sulam. Metode yang digunakan dalam penciptaan selendang ini melalui tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep dan penyelesaian. Hasil yang dicapai dalam penciptaan karya seni sulaman ini yaitu berjudul motif rangkiang jo motif itiak pulang patang, motif rangkiang jo motif aka cino, motif rangkiang jo motif rantiang babungo, motif rangkiang jo motif kaluak paku, motif rangkiang jo motif siriah gadang, motif rangkiang jo motif padi, motif rangkiang jo motif rantiang babungo

    EKSPERIMENTAL MEKANIKA GERAK KINCIA PADA KARYA SENI KINETIK

    Full text link
    Kincia is one of the cultural products in Minangkabau that functions as a tool for pounding rice by utilizing the power of river water flow. The concept of creation is inspired by traditional technology and cultural values that exist in kincia in Minangkabau, the concept and idea of this creation are realized using the theoretical basis of form, function, aesthetic, and kinetic. The creation of this work goes through several stages, namely exploration, design, and realization In the process of working on this work using craft techniques, namely scroll techniques, lathe techniques, construction techniques and lamination techniques, the materials used in making this work are several types of wood such as Surian wood, jackfruit wood, jelutung wood, and rengas wood. created using a power source from the rotation of the lever which is allowed for direct movement by the audience and some works using a rotating motor such as a dynamo, some works highlight interaction with the audience to provide a different experience that will be felt by the audience. Kincia  adalah salah satu produk kebudayaan di Minangkabau yang berfunfgsi sebagai alat untuk menumbuk padi dengan memanfaatkan tenaga aliran air sungai. Konsep penciptaan ini terinspirasi dari teknologi tradisional dan nilai-nilai budaya yang ada pada kincia di Minangkabau, konsep dan ide penciptaan ini diwujudkan mengunakan landasan teori bentuk, fungsi, estetis, dan kinetic, Penciptaan karya ini melewati beberapa tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, dalam proses pengerjaan karya ini memakai teknik kriya yaitu teknik scroll, teknik bubut, teknik kontruksi dan teknik laminasi, bahan yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah  beberapa jenis kayu seperti kayu surian, kayu nangka, kayu jelutung, dan kayu rengas, karya yang di ciptakan mengunakan sumber tenaga dari putaran tuas yang di perbolehkan untuk gerakan langsung oleh penikmat dan beberapa karya menggunakan motor putar sepeti dinamo,  beberapa karya menonjolkan interaksi dengan penikmat untuk memberikan pengalaman berbeda yang akan dirasakan penikmat.

    PEMBUATAN EKSTRAK PEWARNA ALAM KAYU MAHONI UNTUK BENANG SONGKET DI STUDIO PINANKABU CANDUANG KABUPATEN AGAM

    Full text link
    This research is about mahogany wood natural dye for songket yarn at Pinankabu Studio. The purpose of this study was to describe the recipe, extraction technique and color results of natural mahogany wood at the Pinankabu Canduang studio, Agam Regency. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques include observation, interview, and documentation techniques. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that the recipe for making mahogany wood extract used a ratio of 1:10, where 1 kg of mahogany was dissolved in 10 liters of water. Then the technique of making mahogany wood extract includes preparing tools and materials according to the dose, natural ingredients are boiled with water until they shrink by half from the initial dose. After that the stew is filtered and cooled. The colors produced by the mahogany wood extract at Studio Pinankabu are beige, blackish ash, and brown.ABSTRAK Penelitian ini tentang pewarna alam kayu mahoni untuk benang songket di Studio Pinankabu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan resep, teknik pembuatan ekstrak dan hasil warna bahan alam kayu mahoni distudio pinankabu canduang kabupaten agam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resep pembuatan ekstrak kayu mahoni menggunakan perbandingan 1:10, dimana 1 kg kayu mahoni dilarutkan dengan 10 liter air. Kemudian teknik pembuatan ekstrak kayu mahoni meliputi menyiapkan alat dan bahan sesuai takaran, bahan alam direbus dengan air hingga menyusut setengah dari takaran awal. Setelah itu hasil rebusan disaring dan didinginkan. Warna yang dihasilkan ekstrak kayu mahoni di Studio Pinankabu yaitu warna beige, abu kehitaman, dan coklat

    45

    full texts

    45

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Relief : Journal of Craft
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇