Relief : Journal of Craft
Not a member yet
    45 research outputs found

    BAWANG MERAH SEBAGAI MOTIF PADA KEBAYA MELAYU

    Full text link
    The plant of onion bulbs frequently utilizes as spices for food. Visually the shape is circular,This fascination with the form of onion bulbs and their function served as the basis for works as an original motif on Malay kebaya utilizing the batik writing technique. The three steps of the creative process are exploration, design, and embodiment. The exploration stage begins with collecting information from sources relevant to the work that will develop.  The design stage carries out by producing alternate sketches, creating designs with the onion bulb motif, and settling on a chosen design. The use of the batik writing technique combined with the embroidery technique is to carry out the process of achieving the design of the work. The work uses a silk cotton fabric as a material that is dyed with remazol. Umbi bawang merah merupakan tanaman yang biasa digunakan dalam bumbu masakan. Secara visual bentuknya bulat cenderung oval, Ketertarikan terhadap bentuk umbi bawang merah dan kegunaannya menjadi dasar penciptaan karya sebagai kreasi bentuk motif pada kebaya melayu Riau menggunakan teknik batik tulis. Proses penciptaan terdiri dari tiga tahap yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahapan eksplorasi dimulai dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber yang berkaitan dengan penciptaan karya yang akan dibuat. Tahap perancangan dilakukan melalui pembuatan sketsa alternatif, membuat kreasi bentuk motif umbi bawang merah, dan menetapkan desain terpilih. Proses perwujudan rancangan karya dilakukan dengan teknik batik tulis yang dipadukan dengan sulam. Media yang digunakan berupa kain katun sutera dengan pewarnaan remazol

    PENGARUH MORDAN JERUK NIPIS DAN JERUK PURUT TERHADAP HASIL PEWARNAAN ECO PRINT DAUN JARAK PAGAR (Jatropha Curcas) PADA BAHAN KATUN

    Full text link
    Studi ini dilatar belakangi selaku proses pemanfaatan daun jarak pagar untuk membuat motif tekstil dengan teknik pewarnaan eco print yang ramah lingkungan. Studi ini bertujun mendeskripsikan arah warna motif daun pengaruh mordan jeruk nipis dan jeruk purut terhadap hasil pewarnaan eco print bahan katun memanfaatkan daun jarak pagar (Jatropha Curcas). Jenis studi ini yakni studi Eksperimen. Jenis data yakni data primer bersumber dari 18 orang panelis yang sudah melakukan tes buta warna. Instrumen pengumpulan data berupa angket atau kuesioner yang disusun secara Skala Bertingkat (Reting Scale). Hasil pewarnaan eco print dengan mordan jeruk nipis menghasilkan arah warna olive dengan kode #A59876, mordan jeruk purut menghasilkan arah warna muddy waters brown dengan kode #937D48, untuk memperoleh arah warna tersebut diuji menggunakan Colorblind Assistand

    ANALISIS TULISAN KAWAT DALAM ESTETIKA DAN SIMBOL

    Full text link
    This study aims to present metal wires as visual objects in creating works as well as providing articulation, interaction with the audience of the work, as well as providing awareness to observe carefully. The analysis of wire writing in aesthetics and symbols became the inspiration in this research. The method used in this creation is the making of craft art, namely exploration, design, and embodiment using brainstorming, improvisation and imaginary methods, as well as media and technique exploration. Wire writing that is assembled and connected as a whole is a beauty that gives unity values to the signs that surround us, with a series of words arranged randomly and regularly. Using techniques, twisting, bending, connecting and wire using pliers manually. Wire is part of the extraordinary power that becomes an inspiration when people see and observe the uniqueness in aesthetics and symbols.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan kawat logam sebagai objek visual dalam penciptaan karya serta memberikan artikulasi, interaksi terhadap si penikmat dengan karya, juga memberikan kesadaran penikmat untuk  mengamati dengan seksama. Analisis tulisan kawat dalam estetika dan simbol menjadi inspirasi dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah penciptaan seni kriya yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan metode brainstorming, improvisasi dan imajiner, serta ekplorasi media dan teknik. Tulisan kawat yang dirangkai dan disambung secara keseluruhan merupakan keindahan yang memberikan nilai kesatuan terhadap tanda-tanda yang ada di sekeliling kita, dengan rangkaian kata yang disusun secara acak dan teratur. Menggunakan teknik, melilit, menekuk, menyambung dan memotong kawat memakai tang secara manual. Kawat menjadi bagian dari kekuatan tulisan sehingga menjadi inspirasi ketika orang melihat dan mengamati keunikan dalam estetika dan simbol

    BENTUK SUNTIANG SEBAGAI MOTIF PAKAIAN WANITA DENGAN TEKNIK BATIK TULIS

    Full text link
    Suntiang is a Minangkabau women’s headdress at weddings. In making this final work using the technique of written batik with primisima cloth media on women’s clothing which aims to provide information to the public about various kinds of suntiang in Minangkabau, make the suntiang form a new motif by not leaving the form of a typical West Sumatran motif . Seven outfits, including five women’s tops and two scarves with the title of work: suntiang pisang saparak (Payakumbuh), suntiang bungo pudieng, suntiang pisang saparak (Solok Salayo), suntiang ketek, suntiang kipeh limo jurai, suntiang takondai solok and suntiang matua palambaian.ABSTRAK Suntiang adalah hiasan kepala perempuan Minangkabau pada acara pernikahan. Dalam pembuatan karya akhir ini menggunakan teknik batik tulis dengan media kain primisima pada pakaian wanita yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang berbagai macam suntiang di Minangkabau, menjadikan bentuk suntiang sebagai motif baru dengan tidak meninggalkan bentuk motif khas Sumatera Barat, karya batik ini diaplikasikan menjadi tujuh pakaian, diantaranya lima pakaian atasan wanita dan dua selendang dengan judul karya: suntiang pisang saparak (Payakumbuh), suntiang bungo pudieng, suntiang pisang saparak (Solok Salayo), suntiang ketek, suntiang kipeh limo jurai, suntiang takondai solok dan suntiang matua palambaian

    DOL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN TAS MAKE UP

    Full text link
    Dol is a traditional Bengkulu musical instrument resembling a bedug, which is played by striking using a wooden bat with a cloth-covered end. The Dol instrument is tubular with a slightly oblong bottom and has a single membrane as the sound source at the top. The body is painted in bright hues like red, green, and yellow to make it more appealing. Its distinctive form inspired the development of textile products in the form of makeup bags. Ornamentation of works using the batik techniques. The process used to create this artwork involves three stages: exploration, seeking sources of knowledge on dol musical instruments; design, which entails creating drawings for the work; embodiment, which consists of the writing batik technique and stitching the bag. The five pieces of original artwork and two pieces of designed artwork are combined to form a makeup bag. Each work is titled according to the type of rhythm in playing dol namely Suwena 1, Suwena 2, Suwari 1, Suwari 2, Suwari 3, Tamatam 1, and Tamatam 2

    VISUALISASI BURUNG HANTU MELALUI TEKNIK BATIK TULIS

    Full text link
    The creation of this final work aims to visualize the beauty of owls in Textile Crafts using the written batik technique in the basic form of cloth. The method of creating this final work goes through five stages, namely: 1) preparation, 2) elaboration, 3) synthesis, 4) concept realization, and 5) completion. The embodiment of this idea is summarized in 7 works entitled: 1) Pungguk Karat, 2) Beluk Jampuk,  3) Punggok Cokelat, 4) Serak Jawa, 5) Celepuk Rajah, 6) Ketupa-ketupa, 7) Celepuk Reban                                                                        ABSTRAKPenciptaan karya akhir ini bertujuan untuk memvisualisasikan keindahan dan kecantikan burung hantu dalam karya Seni Kriya Tekstil dengan teknik batik tulis dalam bentuk dasar kain. Metode penciptaan karya akhir ini melalui lima tahap yaitu: 1) persiapan, 2) elaborasi, 3) sintesis, 4) realisasi konsep, dan 5) penyelesaian. Perwujudan dari gagasan ini terangkum di dalam 7 karya dengan judul: 1) Pungguk Karat, 2) Beluk Jampuk, 3) Punggok Cokelat, 4) Serak Jawa, 5) Celepuk Rajah, 6) Ketupa-ketupa, 7) Celepuk Reba

    STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN SONGKET PANDAI SIKEK PADA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    ABSTRACT Songket Pandai Sikek is a songket that has been traded in the market. Pandai Sikek is one of the nagari in the Minangkabau which a famous because pandai sikek songket is producer in West Sumatra. The spread of the Covid-19 virus has a negative impact on various economic sectors. The spread of covid -19 has caused a decrease in market demand for the sikek songket. The COVID-19 outbreak requires changes in marketing communication strategies for business players can survive during of a pandemic. The selection of a marketing communication strategy is one of the efforts made so that the business activities of the songket pandai sikek can survive during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study is to identify and determine the choice of an integrated marketing communication strategy that is in accordance with market needs during of the covid-19. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive type of research. The results of the research, integrated marketing communication strategy used during the covid-19 pandemic used by the songket pandai sikek business players is interactive marketing

    MOTIF AKA CINO SAGAGANG PADA INTERIOR KELUARGA

    Full text link
    ABSTRACT Aka cino sagagang motive is one. On the motives applied to Rumah Gadang the motive of aka cino sagagang symbolize a determinate determination to achieves life,s goals this is line with the work to be made, namely the family is a place of basic education to foster personalities. The concept of creating this work departs from the farm of a motif that is stalized to adjust the field applied to the family interior. The theoretical basis used in the realization of this workis the theory used in the realization of this namely the theory of form, function, and aesthetics. The methods in the process of creating this work used the exsploration, design, and realization stages. The material us in the process of making this work is surian wood. The techniques used in making this work is the technique of carving and construction.The work created in three dimentions. This work has a practical and aesthetic function which is used as a disposable object in a family room which consists of a tv cabinet, bookcase, desk chair, display cabinet, and wall lamp.  ABSTRAK Motif aka cino sagagang merupakan salah satu motif yang diterapkan pada rumah Gadang. Motif aka cino sagagang melambangkan suatu tekad yang gigih dalam mencapai tujuan hidup, hal ini sejalan dengan karya yang akan dibuat yaitu interior keluarga, di mana keluarga menjadi tempat pendidikan dasar untuk membina kepribadian.Konsep penciptaan karya ini berangkat dari bentuk motif yang distilisasikan menyesuaikan bidang yang diterapkan pada interior keluarga. Landasan teori yang digunakan dalam perwujudan karya ini yakni teori  bentuk, fungsi, dan estetis. Metode dalam proses penciptaan karya ini menggunakan tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah kayu surian. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah teknik ukir dan kontruksi.Karya yang diciptakan berbentuk tiga dimensi.  Karya ini memiliki fungsi praktis dan estetis yang digunakan sebagai benda pakai dalam ruang keluarga yang terdiri dari kursi three seat, meja, rak buku, kabinet TV, lemari pajang, dan lampu dinding.

    KERAJINAN KERAWANG GAYO KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerajinan kerawang Gayo di kampung kerawang Bebesen, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, Propinsi Aceh, meliputi bentuk, fungsi, dan pemasarannya.  Kampung Bebesen memiliki perajin kerawang terbanyak di Aceh.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data deskriptif yang bersumber dari perajin dan pemilik usaha, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah setempat.  Pembahasan dan pemecahan data penelitian dilakukan dengan dukungan teori yang relevan yaitu teori bentuk, dan fungsi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tinjauan pustaka, wawancara, dan dokumentasi.  Perajin kerawang Gayo di kampung Bebesen menghasilkan produk untuk kebutuhan sehari-hari seperti baju kerawang, tas, rok, jilbab, upuh ulen-ulen, pawak, sarung bantal kursi, serta untuk kebutuhan acara-acara adat, bantal didong yang digunakan dalam kesenian didong, payung, dan beragam bentuk cinderamata.  Adapun motif hias yang banyak dijahitkan dalam produk kerajinan di sini yaitu motif emun berangkat, emun beriring, emun mutumpuk, emun mupesir, tapak seleman, bunge ni kapas, puter tali, dan pucuk rebung.

    SONGKET TRADISIONAL SILUNGKANG (Kajian Teknik dan Motif)

    Full text link
    Makalah ini merupakan sebuah kajian tentang sejarah dari warisan budaya minangkabau yaitu tenun songket Silungkang di Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis songket tradisional Silungkang pada kajian teknik dan motifnya. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kulitatif deskriptif.Teknik analisis data yang digunakan adalah yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang berupa reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik tenun songket tradisional Silungkang telah menggalami modifikasi dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Motif pada kain tenun songket yang merupakan filosofi masyarakat Minangkabau yang memiliki makna pada setiap motifnya, sekarang telah menggalami perubahan yang tidak lagi memperlihatkan filosofi dan makna pada motifnya

    45

    full texts

    45

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Relief : Journal of Craft
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇