Jurnal Institut Pemerintahan Dalam Negeri
Not a member yet
    1935 research outputs found

    FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Abstract Waste has become one of the main challenges faced by several cities in Indonesia today. Rapid population growth significantly contributes to the increase in waste volume. The mismatch between waste production and management capacity, along with limited land availability, demands an effective management system to reduce the amount of waste generated. This study aims to identify the factors causing the suboptimal implementation of waste management policies in Semarang City and to formulate steps to enhance the success of their implementation. The approach used in this study is post-positivist, with data collection methods including interviews and documentation. The study results revealed that the factors causing the lack of successful implementation include the suitability of the instrument policy, clarity of the design policy related to procedures, time, and resources, and changes in management targets, as well as clarity of institutional structures and coordination between organizations. In addition, smooth supervision by related agencies and the high benefits felt by the community are also positive factors. On the other hand, the challenges faced include difficulties implementing policy instruments, lack of community supervision, limited resources, inability to implement standard operating procedures, and low community participation. Steps that can be taken include using human resources as human resources and the use of available technology, as well as the involvement of the community, communities, environmentalists, and the private sector in supporting the implementation of waste management policies in the city of Semarang.   Keywords: Public Policy, Policy Implementation, Waste Management.Abstrak Sampah menjadi salah satu tantangan utama berbagai kota di Indonesia saat ini. Pertumbuhan populasi yang pesat berkontribusi besar terhadap peningkatan volume sampah. Ketidaksesuaian antara produksi sampah dan kapasitas pengelolaan, serta keterbatasan lahan, menuntut adanya sistem pengelolaan yang efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Semarang yang belum optimal, serta merumuskan langkah-langkah untuk meningkatkan keberhasilan implementasinya. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah post-positivist, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil studi mengungkapkan bahwa faktor penyebab kurang berhasilnya implementasi ini mencakup kesesuaian instrumen kebijakan, kejelasan desain kebijakan terkait prosedur, waktu, sumber daya, perubahan target pengelolaan, dan kejelasan struktur kelembagaan serta koordinasi antar organisasi. Selain itu, kelancaran pengawasan oleh badan terkait dan tingginya manfaat yang dirasakan masyarakat juga menjadi faktor positif. Di sisi lain, hambatan yang dihadapi berupa kesulitan dalam pelaksanaan instrumen kebijakan, kurangnya pengawasan masyarakat, keterbatasan sumber daya, ketidakmampuan dalam melaksanakan standar operasional prosedur, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Langkah-langkah yang dapat dilakukan, meliputi pemanfaatan sumber daya manusia sebagai human capital dan pemanfaatan teknologi yang tersedia, serta pelibatan masyarakat, komunitas, pemerhati lingkungan, serta swasta dalam mendukung implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Semarang.   Kata Kunci: Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan, Pengelolaan Sampa

    AGEING POPULATION AND ITS IMPLICATIONS FOR URBAN PLANNING IN SURABAYA CITY

    No full text
    Surabaya is inevitably influenced by the global trend of an ageing population; thus, policymakers need to integrate this factor into the city's future planning. This research seeks to outline the forthcoming elderly demographic and suggest strategies that correspond with this emerging trend. This research employs a dual methodology, integrating numerical data analysis with descriptive insights. The methodology utilizes the cohort component projection approach alongside content analysis. Data was obtained through secondary surveys by extracting data from existing literature. The results indicate that by 2050, there will be a significant rise in the elderly demographic, which will directly impact the old-age dependency ratio, necessitating proactive measures to address this concern. The Surabaya City Government can pursue initiatives aligned with the Age-Friendly City concept, though enhancements across various dimensions of this framework are necessary beforehand. Keywords: Cohort Component Projection, Ageing Population, and Age-Friendly City.Surabaya is inevitably influenced by the global trend of an ageing population; thus, policymakers need to integrate this factor into the city's future planning. This research seeks to outline the forthcoming elderly demographic and suggest strategies that correspond with this emerging trend. This research employs a dual methodology, integrating numerical data analysis with descriptive insights. The methodology utilizes the cohort component projection approach alongside content analysis. Data was obtained through secondary surveys by extracting data from existing literature. The results indicate that by 2050, there will be a significant rise in the elderly demographic, which will directly impact the old-age dependency ratio, necessitating proactive measures to address this concern. The Surabaya City Government can pursue initiatives aligned with the Age-Friendly City concept, though enhancements across various dimensions of this framework are necessary beforehand. Keywords: Cohort Component Projection, Ageing Population, and Age-Friendly City

    PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERBASIS POTENSI TEKNOLOGI, INOVASI, DAN PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    No full text
    The suboptimal use of information and technology systems for planning and monitoring, along with the lack of innovation and social empowerment programs by the Development Planning Agency at the Sub-National Level (Bappeda) of Central Lampung Regency, is indicated to potentially hinder the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This issue has drawn the author’s attention to propose ideas regarding the potential development of technology, innovation, and socio-economic empowerment to Bappeda of Central Lampung Regency. This study aims to explain the role of Bappeda in supporting sustainable development based on the potential, technology, innovation, and socio-economic empowerment of the community in Central Lampung Regency. By employing literature studies and descriptive analysis, document-based data relevant to the research focus were critically and thoroughly analyzed to obtain comprehensive answers to the research questions. The results indicate that Central Lampung Regency faces 15 strategic issues and six significant problems within Bappeda. The author suggests that the development of technology, innovation, and socio-economic empowerment can be achieved through collaborative efforts involving various stakeholders, ensuring that all processes are well-executed. It is hoped that the complexity of these problems can be addressed by maximizing the resources available in Central Lampung with support through several program initiatives aimed at achieving the sustainable development goals of Lampung Province by 2030.Belum optimalnya sistem infomasi dan tekonologi untuk menyusun dan memonitor perencanaan, serta kurangnya inovasi dan program pemberdayaan sosial oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Lampung Tengah yang diindikasikan akan berdampak pada tidak tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) menarik perhatian penulis untuk memberikan gagasan mengenai potensi pengembangan teknologi, inovasi, dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat kepada Bappeda Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran Bappeda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis potensi, teknologi, inovasi, dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Lampung Tengah. Dengan menggunakan studi kepustakaan dan analisis deskriptif sumber data berupa dokumen yang terkait dengan fokus penelitian dianalisis secara kritis dan mendalam sehingga memperoleh jawaban yang komprehensif berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada Kabupaten lampung Tengah memiliki 15 isu strategis dan 6 masalah yang dimiliki oleh Bappeda Lampung Tengah. Gagasan penulis terhadap potensi pengembangan teknologi, inovasi, dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan upaya kolaboratif berbagai stakeholder sehingga seluruh proses pengembangan teknologi, inovasi, dan pengembangan sosial ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan baik. Harapannya kompleksitas masalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan seluruh potensi sumber daya di Lampung Tengah dengan dukungan melalui beberapa program kegiatan yang memiliki tujuan untuk mencapai Pembangunan berkelanjutan provinsi lampung 2030

    PENDEKATAN PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PERENCANAAN TATA RUANG KOTA UNTUK PERUBAHAN IKLIM

    No full text
    Greenhouse gases, which consist of 55% carbon, have been reported as the most significant contributor to climate change. Greenhouse gases have encouraged various international efforts to reduce carbon levels worldwide. One is emphasizing climate change adaptation and mitigation programs in city development. Planning is an essential element for any urban development initiative. Planning requires making choices in pursuit of stated goals. Understanding urban planning related to climate change as a "wicked problem" is the basis for choosing an appropriate planning approach. Strategic spatial planning is widely practiced worldwide to develop a coordinated vision to guide urban areas' medium to long-term development. However, the literature needs a more comprehensive conceptualization of spatial strategic planning. City spatial strategic planning is primarily published in empirical studies, which generally focus on one case. This article, apart from providing a specific overview of how the strategic planning process is carried out in urban spatial planning related to climate change, also explains various reasons why strategic planning is an appropriate approach in urban planning related to climate change.   Keywords : strategic planning, climate change, wicked problemGas rumah kaca yang terdiri dari 55% karbon telah dilaporkan sebagai penyumbang terbesar penyebab terjadinya perubahan iklim. Hal ini mendorong berbagai upaya internasional untuk mengurangi kadar karbon di dunia.  Salah satunya adalah menekankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dalam pembangunan kota.  Perencanaan adalah elemen penting untuk setiap inisiatif pembangunan kota. Perencanaan memerlukan pengambilan pilihan dalam mengejar tujuan yang dinyatakan. Memahami perencanaan kota terkait perubahan iklim sebagai “wicked problem” merupakan landasan memilih pendekatan perencanaan yang sesuai. Perencanaan strategis tata ruang banyak dipraktekkan di seluruh dunia untuk mengembangkan visi yang terkoordinasi untuk memandu pembangunan daerah perkotaan jangka menengah hingga jangka panjang. Namun, konseptualisasi yang komprehensif perencanaan strategis tata ruang belum banyak dalam berbagai literatur.  Perencanaan strategis tata ruang kota banyak dipublikasikan dalam studi empiris yang umumnya fokus pada satu kasus. Tulisan ini selain memberikan gambaran secara khusus bagaimana proses perencanaan strategis dilakukan dalam perencanaan tata ruang kota terkait perubahan iklim, juga menjelaskan berbagai alasan mengapa perencanaan strategis merupakan pendekatan yang sesuai dalam perencanaan kota terkait perubahan iklim

    THE ROLE OF THE DISASTER PREPAREDNESS TEAM IN CENTRAL LOMBOK

    No full text
    Central Lombok has a high ratio and vulnerability to disasters caused by natural events. Various disaster threats caused by natural events can befall Central Lombok, such as: Floods, Extreme Waves, Earthquakes, Droughts, Extreme Weather, Landslides, Flash Floods, Tsunamis, Mount Rinjani Eruptions, and Forest & Land Fires. This research is aimed at finding out the role of the Disaster Preparedness Team in dealing with the threat of natural disasters in Central Lombok. The approach used in this research is descriptive qualitative, and data collection techniques by means of observation, interviews and literature study. This research resulted in the conclusion that the role of the Disaster Preparedness Team is still lacking due to the small number of Disaster Preparedness Teams, the lack of equipment and infrastructure to support disaster preparedness teams, and the lack of knowledge of residents about disasters. Keywords: Role, Disaster Preparedness Team, Natural EventsLombok Tengah mempunyai tingkat rasio dan kerentanan tinggi terhadap bencana yang disebabkan oleh peristiwa alam. Berbagai ancaman bencana yang disebabkan oleh peristiwa alam dapat saja menimpa Lombok Tengah, seperti: Banjir, Gelombang Ekstrim, Gempa Bumi, Kekeringan, Cuaca Esktrim, Tanah Longsor, Banjir Bandang, Tsunami, Letusan Gunung Rinjani, dan Kebakaran Hutan & Lahan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran dari Tim Siaga Bencana dalam menghadapi ancaman bencana alam di Lombok Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa masih kurangnya peran dari Tim Siaga Bencana disebabkan oleh masih kurangnya jumlah Tim Siaga Bencana, masih minimnya perlengkapan dan infrastruktur penunjang tim siaga bencana, dan masih minimnya pengetahuan warga tentang kebencanaan. Kata Kunci: Peran, Tim Siaga Bencana, Peristiwa Ala

    Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Promosi Pariwisata Melalui Media Sosial di Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada: (Studi Di Desa Lengkosambi Utara)

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada permasalahan pemanfaatan teknologi informasi terutama media sosial dalam hal peningkatan promosi pariwisata di Kabupaten Ngada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor serta upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah untuk menghadapi era zaman sekarang dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam membantu mempromosikan potensi daerah khususnya bidang pariwisata yang menjadi unggulan dari Kabupaten Ngada. Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menggunakan teori e-government Indrajit yang membuat penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya, teori tersebut mencakup 3 Dimensi yaitu support, capacity, dan value. Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu masih ditemukan beberapa kendala seperti masih kurangnya infrastruktur jaringan yang mencukupi untuk daerah yang memiliki tempat wisata, masih kurangnya sumber daya manusia yang mengoperasikannya, dan yang ketiga adalah anggaran. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukan adanya upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah terlebih lagi dari Dinas Pariwisata untuk mempromosikan pariwisata namun dalam sejalannya waktu pemanfaatan teknologi informasi tersebut belum terlihat maksimal, sehingga tetap perlu adanya peningkatan baik itu dari SDM, infrstruktur, dan juga anggaran

    Kinerja Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam Penerapan Aplikasi Jakarta Evolution (Jakevo) di Kota Administrasi Jakarta Utara

    No full text
    Unit Pengelola Penananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Administrasi Jakarta Utara memberikan pelayanan perizinan melalui aplikasi JakEVO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam penerapan aplikasi Jakarta Evolution (JakEVO) di Kota Administrasi Jakarta Utara, dan mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat pada penerapan Aplikasi Jakarta Evolution (JakEVO) di Kota Administrasi Jakarta Utara. Metode yang digunakan oleh peneliti ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Unit Pengelola Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam penerapan aplikasi JakEVO telah berjalan baik pada dimensi proses, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Namun, terdapat indikator yang masih belum maksimal, yaitu indikator dana pada dimensi masukkan (input). Kesimpulannya, bahwa kinerja serta pelayanan publik oleh UP PMPTSP Kota Administrasi Jakarta Utara telah terlaksana dengan baik. Walaupun telah terlaksana dengan baik tetapi masih ada hambatan-hambatan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Untuk itu, rekomendasi yang diberikan adalah berupa pemberian edukasi bagi masyarakat yang masih memiliki kekhawatiran melakukan kesalahan jika melakukan perlayanan perijinan secara online dan memperkuat server. Kata Kunci: JakEVO, Kinerja, Pelayanan Publik, Pelayanan Perizinan

    Analisis Sosial dan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Kualitas Udara Perkotaan: Studi Kasus di Kota Jakarta dan Surabaya

    No full text
    Kualitas udara perkotaan merupakan isu krusial yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di kota-kota besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi informasi dan faktor sosial dalam pengelolaan kualitas udara di Jakarta dan Surabaya sebagai dua kota besar di Indonesia. Studi ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi dampak teknologi informasi terhadap pemantauan dan pengelolaan kualitas udara, serta bagaimana persepsi dan perilaku masyarakat mempengaruhi efektivitas kebijakan lingkungan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap penduduk, analisis data kualitas udara dari stasiun pemantauan, dan wawancara dengan pejabat pengelola lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi informasi, seperti aplikasi pemantauan udara dan sistem peringatan dini, telah meningkatkan kesadaran masyarakat dan respon terhadap kualitas udara yang buruk. Namun, ada perbedaan signifikan antara Jakarta dan Surabaya dalam hal integrasi teknologi dan partisipasi masyarakat, yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan infrastruktur yang berbeda di masing-masing kota. Studi ini menyimpulkan bahwa sementara teknologi informasi dapat memfasilitasi pengelolaan kualitas udara dengan cara yang lebih efisien, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan kebijakan yang sesuai. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup peningkatan investasi dalam teknologi pemantauan, serta penguatan kampanye kesadaran lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal di Jakarta dan Surabaya. Kata kunci: Kualitas Udara, Teknologi Informasi, Sosiologi Masyarakat, Jakarta, Surabaya, Pengelolaan Lingkungan

    THE IMPLEMENTATION OF THE POPULATION CONTROL SYSTEM IN NORTH MINAHASA REGENCY NORTH SULAWESI PROVINCE

    No full text
    This research investigated the implementation of population control systems, the associated challenges, and the strategies employed in North Minahasa Regency. It utilized a qualitative research approach with a case research methodology. Key informants included the Head of the DPPKB Office, the Secretary of the Service, the Head of the Population Control, Advocacy, Mobilization, and Information Division, the Head of the Policy Integration Section, Planning and Population Impact Analysis, the Head of the Advocacy Section, Communication, Information, and Education, Inter-Agency Relations Development and Field Lines, the Head of the Planning and Finance Sub-Division, KB Counsellors, Bappeda Staff, and the Legal Section Staff of the North Minahasa Regency Government. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies, with validity ensured by triangulation techniques. Data analysis followed the Miles and Huberman Model, involving data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings showed that the implementation of population control in North Minahasa Regency adhered to the Grand Design of Population Development for 2020-2035, which included programs and activities aimed at managing population quantity, enhancing population quality, and directing population mobility. Challenges identified included limited human resources, inadequate facilities and infrastructure, insufficient budget support, and the absence of Regional Regulations on Population Control. Strategies to address these issues included personnel development, leveraging family planning extension workers, competency enhancement, optimizing budget and facility use, and improving communication, coordination, and partnerships with relevant stakeholders.   &nbsp

    THE ROLE OF THE TRANSPORTATION DEPARTMENT IN IMPROVING THE PUBLIC SERVICE QUALITY ON THE LAND TRANSPORTATION FIELD AT DOMPU REGENCY

    No full text
    Transportation is a basic need for various communities, which helps in mobilizing passengers and goods from one place to another as well as facilitating connectivity. Therefore, this study aims to determine the role of the Transportation Department in improving public service quality in the land transportation field at Dompu Regency. The study procedures were carried out using qualitative methods by collecting data through interviews, observation, and documentation. The data obtained were analyzed using interactive methods. The results showed that the role of the Transportation Department of Dompu Regency in improving public service quality in the land transportation field was evident through various aspects. These included 1) Physical evidence (Tangibles), namely fully meeting quality in terms of procurement of facilities and the provision of good service by officers, 2) Reliability, where the service was running according to the SOP, 3) Responsiveness, namely providing appropriate and careful service, but there were still time constraints, 4) Assurance, where the need to increase the time guarantee and the cost guarantee provided was appropriate, and 5) Empathy, namely demonstration of good quality by officers. This study also revealed the presence of active, participative, and passive role.   Keywords: Public Service, Land Transportation, Service Quality.Transportation is a basic need for various communities, which helps in mobilizing passengers and goods from one place to another as well as facilitating connectivity. Therefore, this study aims to determine the role of the Transportation Department in improving public service quality in the land transportation field at Dompu Regency. The study procedures were carried out using qualitative methods by collecting data through interviews, observation, and documentation. The data obtained were analyzed using interactive methods. The results showed that the role of the Transportation Department of Dompu Regency in improving public service quality in the land transportation field was evident through various aspects. These included 1) Physical evidence (Tangibles), namely fully meeting quality in terms of procurement of facilities and the provision of good service by officers, 2) Reliability, where the service was running according to the SOP, 3) Responsiveness, namely providing appropriate and careful service, but there were still time constraints, 4) Assurance, where the need to increase the time guarantee and the cost guarantee provided was appropriate, and 5) Empathy, namely demonstration of good quality by officers. This study also revealed the presence of active, participative, and passive role.   Keywords: Public Service, Land Transportation, Service Quality

    0

    full texts

    1,935

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Institut Pemerintahan Dalam Negeri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇