Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN AYAM TALIWANG KEMASAN KALENG PADA UD. DEPOT TALIWANG KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor Internal dan Eksternal dalam pemasaran Ayam Taliwang Kemasan Kaleng, serta menganalisis strategi pemasaran Ayam Taliwang Kemasan Kaleng terbaik pada UD. Depot Taliwang Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis yang digunakan adalah UD. Depot Taliwang di Kecamatan Selaparang Kota Mataram. Alat analisis menggunakan Analisis SWOT. Daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pertanyaan yang telah disediakan. Penentuan responden dalam penelitian ini secara Quota Sampling sebanyak 20 orang, sedangkan pengambilan responden secara Accidental Sampling. Jenis data yang digunakan yaitu kualitatif dan sumber datanya adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD. Depot Taliwang berada pada kuadran I Stenghts-Opportunity (S-O) dimana strategi ini memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang sebesar-besarnya. Terdapat faktor Internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor Eksternal (peluang dan ancaman) dalam pemasaran Ayam Taliwang Kemasan Kaleng. Terdapat strategi pemasaran terbaik yaitu pemanfaatan media promosi baik itu secara Online maupun Offline. Saran yang bisa peneliti sampaikan antara lain: (1) Diharapkan bagi UD. Depot Taliwang lebih gencar dalam kegiatan promosi baik itu secara Online maupun secara Offline. (2) Diharapkan bagi UD. Depot Taliwang untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitas produ
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK AGROINDUSTRI ROTI DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM
Roti merupakan produk makanan dari tepung terigu yang difermentasikan dengan ragi roti, air dan atau tanpa penambahan bahan lain kemudian diolah dengan cara dipanggang. Roti berfungsi sebagai Roti berfungsi sebagai substitusi makanan pokok (beras) masyarakat Indonesia. Salah satu sentra agroindustri roti terletak di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Salah satu sentra agroindustri roti di Kota Mataram terletak di Kecamatan Sandubaya. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari produk agroindustri roti di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, dan (2) Mengetahui strategi pengembangan produk agroindustri roti di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Besarnya nilai tambah yang diperoleh untuk produk agroindustri roti sebesar Rp. 5.428,80,-/KgBB dengan keuntungan sebesar Rp. 3.208,24,-/KgBB. (2) Hasil analisis SWOT agroindustri roti di kecamatan Sandubaya Kota Mataram menunjukkan faktor-faktor kekuatan dan peluang yang lebih kuat sehingga strategi pemasaran yang diperlukan untuk meningkatkan kekuatan dan peluang yang ada yaitu meningkatkan dan memperbanyak varian produk sesuai tren yang berkembang di masyarakat, meningkatkan kualitas serta mutu produk agar dapat menjaga citra yang baik di mata konsumen dan ketersediaan bahan baku yang melimpah akan memperlancar proses produksi roti
PREFERENSI PETANI TERHADAP BENIH KENTANG DI SUMATERA UTARA
ABSTRAK
Keberhasilan budidaya kentang terletak pada input awal yang digunakan. Kesalahan dalam pemilihan benih berdampak pada hasil panen kentang. Berbagai pertimbangan dari petani dalam pemilihan benih membuat pemasar benih harus fokus dalam memotret preferensi petani terhadap kriteria benih seperti apa yang diinginkan. Preferensi petani ini dapat didekati melalui bauran pemasaran yang menunjukkan kombinasi produk, harga, tempat dan promosi. Penelitian dilaksanakan di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir dan Desa Ria-ria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara dari September 2022 hingga Oktober 2023. Jenis penelitian adalah marketing research. Penentuan responden menggunakan purposive quota sampling dengan total sampel 140 orang. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif dengan memanfaatkan Microsoft Excel. Preferensi ataupun kriteria benih kentang yang diinginkan petani berdasarkan bauran produk adalah benih kentang yang memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap penyakit dan memiliki kecocokan dengan lokasi budidaya. Berdasarkan bauran harga, willingness to pay petani terhadap benih kentang berada pada rentang Rp 20.000,- hingga Rp 22.000,- dengan rerata Rp 21.000,- dan nilai potensi penjualan sebesar Rp 1.491.000,-. Dari bauran tempat, petani menginginkan lokasi penjualan benih kentang yang dekat dengan lokasi petani. Bauran promosi yang dapat digunakan adalah melakukan pemberian sampel, kunjungan demplot dan praktek demplot di lahan petani.
Kata Kunci: bauran pemasaran, benih kentang, kriteria benih, preferensi
ABSTRACT
The success of potato cultivation lies in the initial inputs used. Mistakes in seed selection have an impact on potato yields. The various considerations of farmers in this regard make seed marketers have to focus on capturing farmers' preferences for what kind of seed criteria they want. Farmers' preferences can be approached through a marketing mix such as combination of product, price, place and promotion. The research was conducted in Hariara Pintu Village, Harian District, Samosir Regency and Ria-ria Village, Pollung District, Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra Province from September 2022 to October 2023. The type of research is marketing research. Determination of respondents using purposive quota sampling with a total sample of 140 people. Data analysis used descriptive analysis method by Microsoft Excel. Farmers' preferences for seed potato criteria based on the product mix are seed potatoes that have high productivity, are resistant to disease and have compatibility with the cultivation location. Based on the price mix, farmers' willingness to pay for seed potatoes is in the range of Rp 20,000 to Rp 22,000 with an average of Rp 21,000 and a potential sales value of Rp 1,491,000. Base on the place mix, farmers want the location of seed potato sales close to the them location. The promotion mix can be used is to provide samples, visit demonstration plots and practise planting.
Keywords: marketing mix, seed potato, seed criteria, preference
KELAYAKAN USAHATANI UBI KAYU DI DESA PETLENG KECAMATAN ALOR TENGAH UTARA KABUPATEN ALOR
Cassava plants are mostly cultivated to take advantage of the dry land conditions in Alor Regency. Cassava can be utilized and processed into various processed products. The research was carried out in Peteleng Village, Alor Tengah Utara District from March – May 2024. The sample size was 50 people using the Slovin formula. Data was collected through direct interviews with respondents from publication data from the Alor Regency Central Statistics Agency. The research aims to analyze the income and feasibility of cassava farming. The results of the research show that the income from cassava farming in Petleng Village is IDR. 2,571,374 with an R/C ˃ 1 value of 6.24 so that cassava farming is feasible
ANALISIS PENDAPATAN PETANI KEMIRI DI DESA AIMOLI KECAMATAN ALOR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR
Candlenut is one of the plants that has great potential to be developed in community life. The research was conducted in Aimoli Village, Alor Barat Laut District from April to August 2024. The sample size was 70 people using the Slovin formula. Data collection through direct interviews with respondents, publication data from the Central Statistics Agency of Alor Regency and the Agriculture and Plantation Service of Alor Regency. The study aims to analyze farmers' income and the feasibility of candlenut farming in Aimoli Village, Alor Barat Laut District. The results of the study showed that the income of candlenut farmers in Aimoli Village was 16,379,754 and the R/C Ratio was greater than 1 so that candlenut farming was profitable and feasible to be pursued
PENGARUH APLIKASI SISTEM OLAH TANAH TERHADAP KEUNTUNGAN USAHATANI JAGUNG DI DESA BUNUT BAOK KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH
The results showed; (1) The difference in the average cost of corn tillage farming Rp 10.922.844/Ha and the average cost of corn no-tillage farming Rp. 7.504.691. (2) The difference in the average income in corn tillage farming is Rp. 21,696,671 and the average income of corn no-tillage farming is Rp. 14,465,580. (3) The difference in the average efficiency of corn tillage farming is 1,85 and the average efficiency of corn no-tillage farming is 1,49, indicating that both farms are feasible. (4) The difference in the average profit of corn tillage farming is Rp 9.380.233/Ha and the average profit of corn no-tillage farming is Rp 3.141.975/Ha.
Based on the profit function analysis, it is known that the factors that significantly influence the profit of tilled corn are dummy tillage – no-tillage. Variables that do not have a significant effect are selling prices, fertilizer, pesticides, and labor
EFISIENSI DAN PROFITABILITAS USAHA KERUPUK KULIT SAPI DI PAGUTAN TIMUR, KOTA MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis biaya dan keuntungan Usaha Kerupuk Kulit Sapi. (2) menganalisis Efisiensi Usaha Kerupuk Kulit Sapi dan. (3) menganalisis Profitabilitas Usaha Kerupuk Kulit Sapi di Kelurahan Pagutan Timur Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan penentuan daerah sampel secara “Purposive Sampling. Penentuan responden secara “simple Random Sampling”. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, Penerimaan dan keuntungan, analisis efisiensi usaha dan analisis profitabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) keuntungan usaha kerupuk kulit sapi Rp. 5.421.131 per proses produksi (2). kegiatan usaha kerupuk kulit sapi mempunyai nilai R/C ratio sebesar 3,40, artinya usaha ini efisien (3) nilai profitabilitas sebesar 240% lebih tinggi dari angka suku bunga yang berlaku 18% per tahun yang berarti usaha kerupuk kuli sapi di Kelurahan Pagutan Timur Kota Mataram layak diusahaka
ANALISIS PARTISIPASI PETANI DALAM MENGGUNAKAN BENIH PADI UNGGUL DI KECAMATAN SURALAGA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Peningkatan kualitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah dapat dicapai dari mulai perlakuan benih yang baik dan diberikan perlakuan khusus. Dari beberapa literature sebelumnya menyetakan bahwa usahatani tanaman padi sawah belum sesuai dengan harapan. produktifitas tanaman padi sawah masih rendah yaitu sekitar 52,26 kW/ha/th/GKG. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi petani dalam perlakuan benih padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur Sasaran yaitu petani yang tergabung dalam kelompok tani dengan komoditas padi sawah dengan total responden sebanyak 65 petani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tingkat partisipasi petani, sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan partisipasi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi petani padi sawah terhadap kegiatan perlakuan benih termasuk dalam kategori “sedang”. Perlu dilakukan peningkatan intensitas kegiatan penyuluhan, pelatihan cara memberi perlakuan pada benih padi sawah, cara melakukan seleksi benih, dan pengukuran pH tanah untuk tercapai tujuan peningkatan kualitas bibit tanaman padi sawah dan perkembangan tanaman lebih optimal. Rendahnya penggunaan benih padi unggul ini karena tingkat kepercayaan petani terhadap pengelola pertanian atau kelompok tani yang ada di wilayah Kecamatan Suralaga tergolong rendah. Selain itu, adopsi teknologi dan transfer knowledge masih rendah dan sulit diterima oleh petani
ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI PORANG DI KECAMATAN SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usahatani porang di Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Perigi, Desa Sapit, dan Desa Mekar Sari. Penentuan daerah sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang melakukan usahatani porang. Pengambilan jumlah sampel responden ditentukan dengan menggunakan “quota sampling” yaitu dengan menetapkan sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani porang di Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur adalah sebesar Rp 20.854.935/Ha per musim tanam. Penerimaan yang diperoleh oleh petani porang adalah sebesar Rp 141.930.515/Ha per musim tanam, dan pendapatan yang diperoleh oleh petani porang adalah sebesar Rp 121.075.580/Ha per musim tanam. Petani porang di Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Tengah memperoleh keuntungan yang signifikan dengan tingkat profitabilitas sebesar 581%
DAMPAK PEMASARAN DIGITAL PADA PETANI PADI DI DESA KARANG INDAH
Digitalisasi telah membuka peluang baru bagi petani di desa dalam meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran hasil pertanian, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara keseluruhan. Digitalisasi terhadap tingkat ekonomi petani tercermin dalam peningkatan akses pasar dan nilai tambah produk pertanian melalui platform e-commerce dan jaringan distribusi digital. Petani dapat menjual produk mereka langsung kepada konsumen atau melalui mitra distribusi secara online, mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional dan memperoleh margin keuntungan yang lebih tinggi. Penelitian ini berlokasi di Desa Karang Indah, Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan secara mendalam terhadap perilaku dan kejadian secara alami petani dalam memanfaatkan teknolog digital. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu untuk mendapatkan informasi lebih efektif. Adapun subjek penelitian terdiri dari 36 anggota kelompok tani padi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital di Desa Karang Indah masih terbatas, terutama karena kurangnya pengetahuan, keterampilan digital, serta akses terhadap teknologi. Meskipun ada sebagian kecil petani yang telah merasakan manfaatnya, mayoritas petani belum melihat pemasaran digital sebagai solusi yang relevan untuk meningkatkan pendapatan mereka