Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    DETERMINAN NILAI PRODUKSI PETANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Full text link
    Cabai rawit menjadi salah satu komoditas pada sektor holtikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Masyarakat Indonesia yang cenderung menggemari masakan pedas membuat permintaan cabai rawit menjadi cukup tinggi. Hal ini dapat dijadikan sebagai peluang yang sangat baik bagi petani untuk meningkatkan pendapatannya melalui peningkatan jumlah produksi cabai rawit yang mana peningkatan pendapatan ini akan ditentukan pula oleh nilai produksi cabai rawit. Oleh karena nilai produksi yang tinggi dapat menjadi indikator tingginya tingkat pendapatan petani, maka diperlukan kajian mengenai determinan nilai produksi petani. Penelitian ini melibatkan 30 responden petani cabai rawit di wilayah Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat NTB. Data yang digunakan adalah nilai produksi sebagai variabel dependen atau variabel  serta biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih dan biaya tenaga kerja sebagai variabel independen (variabel , , , dan ). Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara deskriptif dan secara inferensial. Analisis inferensial menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih dan biaya tenaga kerja mempengaruhi variabel nilai produksi secara bersama-sama. Variabel bebas yang berpengaruh secara parsial terhadap nilai produksi adalah variabel biaya tenaga kerja

    SPATIAL ANALYSIS OF REGIONAL DEVELOPMENT OF NGEMPLAK DISTRICT 2013-2023

    Full text link
    Development policies influence the rate of regional development. Population growth and the affordability of areas to urban centers determine development policies. Urban areas that have experienced rapid development will gradually influence the surrounding peri-urban areas. The expansion of urban areas leads to suburban areas, starting from the expansion of residential areas. This research aims to determine regional development and regional development priorities in Ngemplak District. This research is qualitative research with comparative and spatial analysis. The results of this research are 1) the level of regional development in Ngemplak District is categorized into 3, namely developed, medium and underdeveloped areas. Villages in the advanced category include Sawahan Village, Ngesrep Village, Pandeyan Village, Kismoyoso Village, Donohudan Village and Gagaksipat Village. Those included in the medium category are Dibal Village, Manggung Village and Sobokerto Village, and those included in the underdeveloped villages are Sindon Village, Ngargorejo Village and Giriroto Village. 2) There are 3 development priorities, namely priority 1 for underdeveloped villages, priority II for medium level villages and priority III for advanced villages

    PREFERENSI WARGA KOTA MATARAM TENTANG DAGING PREMIUM

    Full text link
    This study aims to examine the preferences of residents of Mataram City, West Nusa Tenggara Province, in choosing and consuming premium beef. Premium meat has recently been produced from cattle on Sumbawa Island and also from cattle developed on Lombok Island in recent years. This study used a survey approach. Interviews were conducted with 86 small-medium income residents of Mataram with an income range of Rp 5 million - Rp 30 million per month. Respondents consisted of housewives and several men. Premium meat consumption in this study was in the form of beef purchased in a special place in fresh or processed form or in the form of premium meat enjoyed in restaurants or cafes. The results showed that the preference of Mataram City residents towards premium meat was relatively good as reflected in the recognition of residents that premium meat is classified as tender, more juice and soft. The frequency and intensity of premium meat consumption by residents of Mataram City, especially in restaurants and cafes, is still relatively limited. More than half (55.81 percent) of Mataram residents enjoy premium meat 1-5 times per month and as many as 23 percent of Mataram residents rarely enjoy premium meat. The rest of the premium meat enjoys quite intensely. &nbsp

    DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA

    Full text link
     Pembangunan infrastruktur jalan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah pedesaan, dengan meningkatkan aksesibilitas, mobilitas, dan distribusi barang serta jasa. Penelitian ini mengkaji kondisi infrastruktur jalan pedesaan saat ini dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang utama untuk meningkatkan jaringan jalan guna mendukung pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami dampak pembangunan jalan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa. Data dikumpulkan melalui survei kuantitatif kepada masyarakat desa sebanyak 50 responden, pelaku usaha lokal sebanyak 20 responden, dan pengguna jalan sebanyak 50 orang terkait dampak ekonomi yang dirasakan setelah pembangunan jalan. Selain itu, data primer juga didapatkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pengusaha lokal untuk mendapatkan wawasan kualitatif mengenai perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi. . Analisis tematik dilakukan untuk mengungkap pola persepsi masyarakat terkait manfaat infrastruktur jalan di desa Montong Ajan di Kecamatan Praya. Pembangunan jalan di Desa Montong Ajan berhasil meningkatkan aksesibilitas dan mendukung perekonomian lokal, terbukti dari peningkatan harga komoditas pertanian, distribusi hasil tani yang lebih mudah, dan biaya transportasi yang menurun. Proyek ini juga mendorong perkembangan usaha kecil dan menengah di desa berkat akses yang lebih baik. Meskipun masih ada tantangan, seperti kebutuhan infrastruktur tambahan, dampak positif proyek ini diperkirakan akan terus berlanjut dengan dukungan pemeliharaan rutin dari pemerintah desa. Ke depan, partisipasi masyarakat dalam merawat infrastruktur ini diharapkan dapat membantu mempertahankan manfaat jangka panjang.   Kata-Kata Kunci: Pembanguan infrastruktur jalan, Pertumbuhan ekonomi pedesaaan, Aksesibiltas, Pemberdayaan ekonomi loka

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF TERHADAP MASYARAKAT DESA

    Full text link
    Penerapan pendidikan inklusif di lingkungan pedesaan berpotensi signifikan dalam mewujudkan akses pendidikan yang adil bagi semua individu, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, meskipun menghadapi tantangan terkait keterbatasan sumber daya dan pemahaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan inklusif di desa, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul, serta memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif secara berkelanjutan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan data di daerah pedesaan yang didominasi oleh masyarakat tani. Metode yang digunakan mencakup survei melalui kuesioner kepada orang tua, guru, dan siswa, wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, serta observasi lapangan di sekolah-sekolah inklusif. Analisis data dilakukan dengan kombinasi statistik deskriptif untuk hasil survei dan analisis tematik untuk wawancara serta observasi, bertujuan untuk memahami penerapan pendidikan inklusif dan tantangannya dalam konteks komunitas tani. Pemahaman mengenai pendidikan inklusif di kalangan guru dan kepala sekolah cenderung lebih baik dibandingkan dengan orang tua dan pemangku kepentingan lokal, di mana guru melihatnya sebagai upaya untuk memberikan kesempatan belajar yang setara. Meskipun ada dukungan dari orang tua dan pemangku kepentingan, mereka masih menghadapi keterbatasan pemahaman tentang konsep ini. Selain itu, tantangan dalam implementasi pendidikan inklusif di lingkungan pedesaan meliputi keterbatasan fasilitas dan perlunya pelatihan bagi guru untuk menyesuaikan metode pengajaran. Peningkatan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sosialisasi yang berkelanjutan, sangat penting untuk memastikan keberhasilan pendidikan inklusif dan mengurangi stigma terhadap siswa berkebutuhan khusus di masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Komunitas Pedesaan, Pemangku Kepentingan, Akses Setar

    ANALISIS FLUKTUASI HARGA KOMODITAS PANGAN TERHADAP INFLASI DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2020 - 2023

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fluktuasi harga komoditas pangan terhadap tingkat inflasi di Provinsi Kalimantan Barat selama periode 2020-2023. Meskipun sektor pertanian berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Kalimantan Barat, ketidakstabilan harga pangan tetap terjadi akibat faktor-faktor seperti perubahan musiman, bencana alam, dan keterbatasan infrastruktur transportasi. Dengan menggunakan model Vector Error Correction (VECM), penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fluktuasi harga beras, daging ayam ras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, dan cabai merah terhadap tingkat inflasi di Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga komoditas pangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan IHK di Kalimantan Barat baik di jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil simulasi menggunakan analisis IRF menunjukkan bahwa respons IHK terhadap guncangan (shock) harga berbagai komoditas pangan memberikan fluktuasi yang cukup signifikan pada awal periode, yang kemudian bergerak stabil menuju ke titik keseimbangannya. Berdasarkan hasil analisis FEVD, daging ayam ras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar dalam menjelaskan variabilitas IHK (9,92%)

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN SABBANG KABUPATEN LUWU UTARA

    Full text link
    Kecematan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan salah satu daerah yang masyarakatnya sebagian besar merupakan petani tanaman kakao yang memiliki potensi perkebunana kakao terbaik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi perumusan pengembangan usahatani kakao untuk meningkatkan taraf ekonomi rumah tangga petani. penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai Maret sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah populasi sebanyak 326 maka jumlah responden 33 petani, pedangan 1, dan penyuluh lapangan 1. Selanjutnya data diolah menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa peluang usahatani tanaman kakao sangat menjanjikan dan dapat bersaing  oleh karena itu konsep pengembangan diarahkan untuk mewujudkan peluang usaha dengan memaksimalkan pemberdayaan luas lahan tanaman kakao untuk meningkatkan kualitas, kuantitas produksi biji kakao, penanganan terhadap serangan hama dan penyakit, melakukan penanaman kembali tanaman kakao yang sudah mati dan melakukan peremajaan terhadap tanaman kakao yang sudah tua untuk meningkatkan produksi dengan perbaikan metode sistem penanganan pascapanen, pemanfaatan modal sendiri dan melakukan kerja sama yang jelas dengan pedagang guna menciptakan pasar baru untuk memenuhi permintaan yang tinggi sera mewujudkan kualitas biji sesuai standar sehingga dapat bersaing dipasar lokal dan pasar ekpor untuk meningkatkan taraf ekonomi rumah tangga petani dalam menjaga stabitlitasnya. Pengembangan usaha tani kakao berada pada kuadran II, yang mengindikasikan strategi pertumbuhan dengan konsentrasi melalui integrasi horizontal. Petani diharapkan dapat meningkatkan kualitas biji kakao untuk mendapatkan harga jual yang layak dan dapat bersaing dipasara

    PENGARUH PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI JAWA TENGAH TAHUN 2003-2023

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja total di Provinsi Jawa Tengah dan menguji pengaruh variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian, luas lahan sawah, dan upah minimum provinsi terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian selama periode 2003-2023. Data yang digunakan berupa data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja mengalami penurunan signifikan dari tahun 2003 hingga 2023. Secara parsial, PDRB sektor pertanian dan luas lahan sawah tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan upah minimum provinsi memiliki pengaruh negatif yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kenaikan upah minimum cenderung mengurangi jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan yang lebih optimal terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi tenaga kerja, serta kebijakan untuk meningkatkan daya tarik sektor pertanian bagi generasi muda

    DINAMIKA KELOMPOK TANI TANAMAN PANGAN PASCA PANDEMI COVID-19 DI DESA KARANG SIDEMEN KECAMATAN BATUKLIANG UTARA

    Full text link
    Awal tahun 2020, dampak pandemi covid-19 bagi perekonomian nasional mengalami tekanan. Selain mempengaruhi sektor kesehatan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor pertanian. Para petani di desa-desa menghadapi kesulitan dalam mengakses pasar untuk menjual produk mereka atau membeli bahan baku pertanian seperti pupuk, benih, dan pestisida karena keterbatasan suplai dan transportasi. Penelitian ini penting untuk mengevaluasi dinamika kelompok tani tanaman pangan setelah Pasca Covid-19 di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif, dengan jumlah responden yang akan diwawancarai sebanyak 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok tani tanaman pangan setelah pandemi Covid-19 di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara tergolong dalam kategori sangat dinamis. Selama pandemi Covid-19, unsur pembinaan kelompok dari 56 (80%) responden dinilai tidak baik, sementara suasana kelompok dari 31 (44,29%) responden dinilai cukup baik, dan unsur rencana terselubung dari 70 (100%) responden dinilai tinggi. Namun, setelah pandemi Covid-19, semua unsur dinilai sangat baik, dengan rencana terselubung dari 70 (100%) responden dinilai tinggi

    PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI TOMAT DI DESA COMPANG DALO

    Full text link
    Sektor pertanian merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan masyarakat, pertanian adalah salah satu bagian penting dari ekonomi nasional. Ini menunjukkan bahwa pertanian seharusnya menjadi pendorong ekonomi nasional dan merupakan komponen penting. Di Indonesia, pembangunan kawasan pertanian utama yang dipromosikan pemerintah memiliki tujuan. Meningkatkan produksi pertama dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Penyuluh pertanian melakukan penyuluhan tentang teknologi yang sesuai sebagai pembaharu aktif. untuk menentukan rencana bisnis petani terbaik. Dalam strategi, peluang, ancaman, kelemahan, dan kekuatan digunakan. Keunggulan dan kelemahan merupakan komponen internal yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis pertanian. Peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian tentang peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan pendapatan petani tomat Desa Compang Dalo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani tomat di Desa Compang Dalo. Hasilnya menunjukkan bahwa peran penyuluh memenuhi kriteria baik dan sedang, yang berarti bahwa peran tersebut berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan dan juga membantu menyelesaikan masalah dalam proses produksi petani dengan memberikan kegiatan penyuluhan secara konsisten.&nbsp

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇