Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MENGGUNAKAN BENIH UNGGUL PADI SAWAH DI DESA WAENETAT KECAMATAN WAEAPO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis benih unggul yang digunakan petani, menganalisis fakto-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menggunakan benih unggul, serta mengetahui tingkat produksi padi sawah yang dihasilkan melalui penggunaan benih unggul. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Waenetat, Kecamatan Waeapo pada bulan Januari hingga Februari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui wawancara dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, serta sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Jumlah sampel 73 orang dengan menggunakan sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani menggunakan benih unggul IR 42, Ciherang, dan Cigeulis, sementara lainnya menggunakan IR 32, Label Putih, M70, IR 64, HMS, dan Galur. Keputusan petani dalam menggunakan benih unggul dipengaruhi oleh harga benih dan kualitas benih, sedangkan pengalaman berusahatani dan peran kelompok tani tidak berpengaruh signifikan. Rata-rata produksi tertinggi yang dihasilkan oleh petani diperoleh dari penggunaan benih Label Putih, yaitu sebesar 8,50 ton/ha

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI SINGKONG DI KECAMATAN BANJAR MARGO, KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG

    No full text
    The use of production factors with the right dosage in cassava farming can affect cassava production. The efficiency of the use of each production factor needs to be achieved to optimize production and income in cassava farming. This study aims to analyze the factors that affect cassava farming and examine the efficiency of the use of production inputs used. The selection of the research location used the purposive sampling method while the sample withdrawal used the Disproportional Stratified Random Sampling method. The population in this study is cassava farmers in Purwa Jaya Village as many as 233 farmers and Mekar Jaya Village as many as 292 farmers. Based on the characteristics of the respondents who were adjusted, 50 respondents were obtained from cassava farmers. Primary data in this study were collected by means of a survey using questionnaires and analyzed using regression with the function of Cobb-Douglas type production equations. The results of the study show that the factors that significantly affect cassava production are land area, seeds, urea fertilizer and farming experience. The production factors in technically efficient cassava farming are land area, seeds, urea fertilizers, NPK fertilizers, organic fertilizers, insecticides, and labor. Production factors in cassava farming that can be increased to achieve optimal production allocatively are land area, seeds, urea fertilizer, and insecticides

    ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis biaya dan pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan Sandubaya, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah di Kecamatan Sandubaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan penentuan daerah sampel secara purposive sampling. Responden petani ditentukan secara accidental sampling sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan,  serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata biaya produksi pada usahatan padi sawah sebesar Rp 8.721.627,90 per luas lahan garapan atau Rp 9.378.094,52 per hektar, dan rata-rata pendapatan yang diterima dalam usahatani padi sawah sebesar Rp 22.702.812,10 per luas lahan garapan atau Rp 24.411.625,91 per hektar. (2) faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah adalah luas lahan, benih, urea, phonska dan tenaga kerja sedangkan faktor produksi pupuk ZA, pestisida dan pengalaman petani tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Disarankan kepada petani sebaiknya lebih giat lagi dalam kegiatan pengotimalan pemanfaatan lahan dalam teknik penanaman padi, agar mendapatkan hasil produksi padi berdasarkan luas lahan yang dimilikinya, dan kepada peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan melihat jumlah penggunaan faktor-faktor produksi yang optimal sehingga dapat meningkatkan produksi padi dan dapat meningkatkan pendapatan petani padi

    ANALISIS PERMINTAAN BUAH IMPOR DI TOKO BUAH KOTA MATARAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuam untuk menganalisis permintaan buah impor di toko buah Kota Mataram dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan buah impor di toko buah Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan unit analisis adalah konsumen buah impor di toko buah Kota Mataram. Daerah penelitian ini ditentukan secara purposive sampling, yaitu Kecamatan Mataram, Kecamatan Cakranegara, dan Kecamatan Sekarbela. Penentuan jumlah responden ditetapkan secara quota sampling, sebanyak 30 responden. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif, dan sumber data adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan  melakukan wawancara langsung kepada responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisis deskriptif mengunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis dan permintaan buah impor di Kota Mataram bervariasi; (2) Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan buah impor di toko buah Kota Mataram meliputi jumlah anggota keluarga, pendapatan konsumen dan tingkat pendidikan. Beberapa hal yang disarankan meliputi: Penyesuaian harga buah impor; Peningkatan ketersediaan buah yang popular; Pelaksanaan strategi pemasaran berdasarkan arakteristik konsumen; Penawaran varian buah lokal sebagai substitusi; Pelaksanaan edukasi konsumen mengenai kesehatan; Pemantauan pasar dan tren konsumsi secara berkala; dan Peningkatan kualitas layanan dan pengalaman berbelanja

    PERANCANGAN STRATEGI OPTIMALISASI PRODUKSI SAGU BASAH UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN USAHA PENGOLAHAN: PENDEKATAN SWOT-AHP

    Full text link
    Optimalisasi produksi sagu basah bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga merupakan bagian penting dari strategi pengembangan agribisnis lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi produksi sagu basah guna mendukung keberlanjutan usaha pengolahan di Desa Poreang. Penelitian ini dilakukan di Desa Poreang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Responden penelitian ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari petani, pelaku usaha pengolahan sagu basah, pedagang, dan tenaga ahli dari instansi pemerintah serta perguruan tinggi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT-AHP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dihasilkan meliputi diversifikasi produk, penguatan kapasitas usaha, dan pemanfaatan limbah sagu berbasis ekonomi sirkular (SO); peningkatan akses pembiayaan, pelatihan manajerial, dan teknologi tepat guna (WO); konservasi lahan dan revitalisasi peran pelaku lokal (ST); serta pembentukan koperasi produsen dan kolaborasi kelembagaan untuk mitigasi risiko dan penguatan keberlanjutan (WT)

    PROTOTYPE PRODUK MAKANAN DESSERT ”CHEESECUIT” (STUDI KASUS PADA USAHA CHEESEECUIT D&E DI KOTA MAKASSAR)

    Full text link
    Cheesecuit D&E is a micro business in Makassar that produces desserts made from cheese and biscuits. This study aims to create a prototype food product, a dessert, according to consumer needs and preferences. The research method used a qualitative descriptive approach, involving market surveys, identifying consumer needs and preferences, designing the product, and testing the prototype. The results showed that data and information were collected from a target market consisting of 27% males and 73% females, with an average age of 30 years and mostly students. The most preferred flavors were cheese and chocolate. The initial stage of developing the “cheesecuit D&E” dessert prototype involved conducting market surveys, designing the product, creating the initial product, conducting organoleptic tests, and finalizing the product. The product resulted in a product design that was in line with consumer preferences. Organoleptic tests showed a significant improvement in taste and visual aspects, especially for the cheese variant

    ANALISIS PRODUKSI CABAI MERAH KERITING (CAPPSICUM ANNUM L) DI DESA MOROKAI SERAM UTARA TIMUR KECAMATAN KOBI KABUPATEN MALUKU TENGAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui produksi dan Faktor faktor apa saja yang mempengaruhi Produksi Cabai merah keriting (Capsicum Annuum L) Di Desa Morokai Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah.Penelitian ini dilakukan di Desa Morokai Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah. Lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan terdapat petani yang menanam cabai merah keriting. Populasi dalam penelitian ini yaitu para petani cabai merah keriting di desa morokai dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Data yang digunakan adalah Data Primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan Analisis regresi linier berganda dengan model Cobb-Douglass. Dari hasil penelitian diketahui bahwa (1) Produksi cabai merah keriting terbesar 5.000 kg dan produksi paling kecil sebesar 900 kg dari jumlah responden sebanyak 60 orang dengan total prodsi keseluruhannya dalam satu kali musim tanam yaitu sebanyak 120,800 kg. Dengan jumlah panennya yaitu sebanyak 5 kali masa panen, yang dilakukan secara bertahap dan biasanya panen yang paling tertinggi yaitu pada panen ke tiga. (2) Hasil analisis Regresi Linier Berganda menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi diantaranya yaitu Luas lahan (X1), Tenaga kerja (X3), dan Pupuk (X4), Sedangkan yang tidak berpengaruh yaitu Bibit (X2) dan Pestisida(X4). Kata-Kata Kunci: Produksi, Cabai Merah Keritin

    ANALISIS KEPUASAN PETANI TEBU TERHADAP KINERJA PENYULUH TERKAIT PENERAPAN BONGKAR RATOON DI KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepuasan petani tebu terhadap kinerja penyuluh pertanian terkait penerapan bongkar ratoon di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan 50 orang petani tebu sebagai sampel yang ditentukan secara sengaja (purposive sampling). Sampel diambil secara acak menggunakan sistem undian. Analisis data yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis dengan metode CSI didapatkan nilai sebesar 79,16% yang dapat diartikan bahwa petani tebu puas terhadap kinerja penyuluh terkait penerapan bongkar ratoon. Sedangkan hasil analisis IPA didapatkan hasil terdapat 2 atribut pada kuadran I, pada kuadran II terdapat 5 atribut pada kuadran II, kuadran III terdapat 6 atribut, serta kuadran IV ada 2 atribut. Berdasarkan hasil yang didapat penyuluh pertanian harus memprioritaskan untuk meningkatkan kinerjanya pada atribut penyuluh tepat sasaran dalam memberikan solusi permasalahan petani dan atribut penyuluh menangani masalah petani hingga tuntas

    ANALISIS PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) TERHADAP PENGETAHUAN ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DI KELURAHAN DASAN AGUNG KOTA MATARAM

    Full text link
    Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga adalah melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi program P2L dalam meningkatkan pengetahuan kelompok wanita tani di Kelurahan Dasan Agung Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistem acak sederhana (simple random sampling). Analisis data menggunakan softwere SPSS untuk menghitung regresi linier berganda. Sedangkan untuk tingkat implementasi dan pengetahuan KWT menggunakan tabel distribusi frekwensi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 orang responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program P2L dalam meningkatkan pengetahuan anggota KWT di Kelurahan Dasan Agung Kota mataram tergolong Sangat Baik. Nilai R-Square sebesar 53,3% variabel pengetahuan KWT dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model ini yaitu persiapan demplot, pertanaman dan penangan pasca panen. Sisanya yaitu sebesar 46,7%, dijelaskan oleh faktor lain di luar model ini. Pengaruh implementasi Program P2L berpengaruh simultan kepada pengetahuan anggota KWT “Aneka” dalam hal pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman panga

    ANALISIS INTEGRASI PASAR DAN TRANSMISI HARGA CABAI MERAH BESAR DI KOTA MATARAM (KASUS: PASAR MANDALIKA DAN PASAR KEBON ROEK)

    Full text link
    This study aims to determine the price transmission that occurs in the main market (Mandalika market) to the retail market (Kebon Roek market) and to determine the level of market integration that occurs between the main market (Mandalika market) and the retail market (Kebon Roek market). The method used namely descriptive method. The unit of analysis in this study was the price of large red chilies in the city of Mataram, with two comparative markets, namely the Mandalika main market and the Kebon roek retail market. The type of data used is quantitative data. The data source used is secondary data. The data analysis used is ET and IMC analysis. The results of this study indicate that: (1) The price transmission that occurs between the Mandalika main market and the Kebon Roek retail market is running inefficiently. This can be seen from the ET value < 1, which is 0. 734, indicating that if there is a change in the price of large red chilies at the wholesale market level by 1%, the price at the retail market level will change by 734%. It can be stated that price changes at the retail market level are not well transmitted to prices at the main market level. This shows that there is an imperfect competition market in the marketing of large red chilies in both markets. (2) Market integration in the marketing of Large Red Chili at the Mandalika Main Market with the Kebon Roek Retail Market in Mataram City, namely IMC = 1. 710 means that IMC > 1 means that market integration is low. This shows that the prices at the Mandalika Main Market are not fully transformed to the market level Kebon Roek retailer

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇