Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    1. Analisis Kebijakan Pengelolaan Perikanan Pesisir Provinsi Bengkulu

    No full text
    Abstract The aims of this research are(1) to assess economic contribution of Fisheries Management to the Product Domestic Regional Brutto (2) to analysis the new approach to support of coastal community income (3) to design policy of sustainable coastal fisheriesm management. The research has been conducted in Bengkulu Province by using survey methods of 578 respondents. The collected data have been analyzed by using Input-Output Table of Bengkulu Provinsi and Logical Framework Analysis (LFA).  The result shows that the fisheries contribution to the economy of the province in 2002 was not significant considering the large area of its coastal zone. This indicated that the fishery sector, from upstream to the downstreams, has not been optimally managed. The backward and forward linkages values and sensitivity of capture fisheries were higher, compared to the culture fisheries. Expansion of brakishwater pond has a direct impact to mangrove degradation.  Simulation shows that an increase of 30% in the Regional Expenditure Allocation for manpower development on trainings of the fishermans is the best effort to boost up the sector’s contribution to the growth of the economy in Bengkulu Province. However, the policy would also bring a risk of increasing environmental externality as a negative impact. The effort to increase the expansion of fishery processed product market through 80% increase in the market segment would result in most optimum impacts on the performance of the economy in the Province  Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengkaji kontribusi ekonomi dari pengelolaan perikanan terhadap PDRB (2) Menganalisis pendekatan baru dalam menunjang peningkatan pendapatan masyarakat pesisir; (3) merancang kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan. Penelitian telah dilakukan di Provinsi Bengkulu dengan menggunakan metoda survey terhadap 578 responden. Data yang terkumpul di analisis dengan menggunakan Tabel Input-Output Provinsi Bengkulu dan Logical Framework Analysis (LFA).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi sektor perikanan dalam perekonomian pada tahun 2002 belum signifikan dibandingkan dengan potensinya. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor perikanan dalam arti luas (dari hulu sampai hilir) belum dikelola secara optimal. Nilai Backward Linkages dan Forward Linkages  sektor perikanan tangkap lebih besar dan derajat kepekaannya lebih tinggi dibandingkan dengan sektor perikanan budidaya.  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan alokasi belanja daerah untuk peningkatan SDM melalui pelatihan nelayan pengolah hasil perikanan sebesar 30 persen adalah upaya terbaik untuk meningkatkan besarnya kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan resiko terjadinya peningkatan dampak negatifnya sebagai faktor eksternalitas lingkungan; sedangkan upaya meningkatkan perluasan pasar produk olahan perikanan dengan peningkatan pangsa pasar sebesar 80 persen, akan memberikan dampak yang paling optimal terhadap kinerja ekonomi

    4. Analisis frontier penggunaan input pada usahatani padi dengan menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification) di Kabupaten Lombok Tengah

    No full text
    abstrak Tanaman pangan yang sampai saat ini dianggap sebagai komoditi terpenting dan strategis bagi perekonomian Indonesia adalah padi, karena selain merupakan tanaman pokok bagi sebagian besar petani, juga merupakan bahan makanan pokok bagi penduduk Indonesia. Bangsa Indonesia telah lama mengenal bercocok tanam padi. Menurut sejarah, padi dikenal dan ditanam orang sejak zaman Hindu atau bahkan sebelumnya.  Dalam upaya peningkatan produksi beras, pemerintah melaksanakan berbagai usaha melalui intensifikasi tanaman padi.  Angka kenaikan produksi beras menurun terus, bahkan dikhawatirkan Indonesia akan kembali menjadi negara pengimpor beras. Oleh karena itu, strategi yang ditempuh pemerintah dalam mempertahankan atau mengembalikan kondisi swasembada beras adalah memperbaiki mutu intensifikasi di daerah-daerah potensial yang beririgasi baik (Dinas Pertanian Tanaman Pangan NTB, 2001)

    2. Tidak banyak peranan kredit bagi petani kecil

    No full text
    Abstrak Tulisan ini mendeskripsikan peranan kredit pertanian secara teoritis dan empiris dari berbagai belahan dunia, dan peranannya bagi petani kecil di Lombok Tengah.  Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara dengan petani pengguna kredit. Banyak tujuan ingin dicapai oleh program perkreditan pertanian, seperti peningkatan produksi, pendapatan, dan lain-lain.  Namun, bagi petani kecil di Lombok Tengah, kredit dirasakan dampaknya lebih dalam bentuk menolong mereka di masa sulit, yaitu untuk melanjutkan produksi pertanian dan hidup mereka.  Peningkatan produksi pertanian dan pendapatan petani sebagai akibat dari penggunaan kredit, terjadi dalam persentase yang rendah. Abstract This paper describes the roles of agricultural credit, theoretically and empirically of the world wide, and credit roles for small holder farmers in Central Lombok.  Data were collected through desk study and interviews with farmers who used credit.  Credit is provided for many purposes, including increasing agricultural production, farmers’ income, and others.  Yet, credit helped just little bit for farmers in Central Lombok, in that credit could sustain farm productions and families’ living.  Production and income improvement could occur only in a low percentage

    1. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SOSIO-EKONOMI YANG BERPENGARUH TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM GEMA PADI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT

    No full text
    ABSTRAK Gema Palagung 2001 adalah gerakan atau upaya khusus Pemerintah Indonesia untuk memperoleh kembali dan melestarikan swasembada pangan khususnya padi pada tahun 2001 melalui Peningkatan Mutu Intensifikasi. Berkaitan dengan upaya tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor sosio-ekonomi yang berpengaruh terhadap pelaksanaan Gema Padi; dan  menganalisis tingkat produksi dan pendapatan yang diperoleh petani dari penerapan paket Gema Padi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei dengan mewawancarai 60 petani responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat empat faktor sosio-ekonomi yang diduga berpengaruh nyata dan positif yang berpengaruh terhadap keberhasilan Gema padi, yaitu luas lahan, pendidikan, pengalaman berusahatani, dan modal; meskipun belum mampu memenuhi produksi yang ditargetkan, petani peserta Gema Padi telah mampu meningkatkan produksinnya. ABSTRACT ‘Gema Palagung” is a special effort by Indonesian government to re-achieve and sustain self-sufficiency of food crops production (especially rice and soybean) by improving Intensification quality and crop management. The study aims are to identify socio-economic factors that influence  implentation of Gema Paddy program and to analyze production and income earned by farmes who applied the program. The study used descriptive method. The analysis of the study was based on primary data from a survey of 60 individual farm households  The results of the study indicated that (1) there were four socio-economic factors that significantly influence rice production, namely land, education, experience, and capital (fund);(2) although did not meet targeted production, on average the actual production achieved by farmes around 75% of the target, the program was able to increase rice production from 43.30 ku to 47 ku per hectare

    2. EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PADA INDUSTRI RUMAHTANGGA GULA AREN DI DESA PEMEPEK LOMBOK TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi teknis dan efisiensi harga penggunaan faktor produksi pada Industri rumahtangga gula aren telah dilakukan di Desa Pemepek Lombok Tengah dengan metode analisis desktriptif pada 16 responden yaitu masing-masing 8 responden pada Kelompok Usaha bersama (KUB) dan Non KUB. Pengembangan analisis menggunakan model fungsi produksi Cobb-Douglas dengan OLS, MLE dan Z-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi teknis dari penggunaan faktor produksi nira segar, kayu bakar, kayu korot, tenaga kerja wanita dan minyak kelapa pada industri rumahtangga gula aren KUB dan Non KUB telah tercapai dan tidak ada satupun input yang efisien dari aspek harga. Faktor produksi nira segar, tenaga kerja wanita dan minyak kelapa digunakan secara tidak efisien, sedangkan faktor produksi kayu bakar dan kayu korot penggunaannya belum efisien. Demikian juga pada industri rumahtangga gula aren Non KUB tidak ada satupun faktor produksi digunakan secara efisien. Faktor produksi yang tidak digunakan secara efisien yaitu bahan baku nira segar, kayu bakar, tenaga kerja wanita sedangkan belum efisien penggunaannya adalah faktor produksi kayu korot dan minyak kelapa. ABSTRACT This research was carried out to measure technical and price efficiency usages of inputs in Palm Sugar Household Industry. The study was conducted at Pemepek Village Central Lombok using descriptive analysis method interviewing 16 respondents from KUB and Non KUB with 8 respondents each. For extended analysis both Cobb-Douglass production function OLS, MLE and Z-test were used. The result of analysis indicated that technical efficiency of production factors such as fresh “nira”, firewood, korot wood, woman labour and palm oil have been efficient in both KUB and Non-KUB and none of these inputs were efficient in term of price. Production factors such as fresh “nira”, woman labour and palm oil were used inefficiently while firewood and korot wood had not efficient yet. The same case found in Non-KUB where none of production factors have been used efficiently. Firewood, korot wood, woman labour and palm oil at KUB and Non KUB have technically efficient while production factors such as sap (fresh nira), firewood, korot wood, woman labour and palm oil have not reached price efficiency

    6. PENGEMBANGAN INDUSTRI GERABAH DI DESA BANYUMULEK: Suatu Kajian Kritis dari Perspektif Perubahan Sosial

    No full text
    ABSTRAK Dinamika sosial dalam pengembangan industri gerabah di desa Banyumulek dapat dikaji dalam perspektif teori perubahan sosial. Analisis kritis atas pengembangan industri gerabah di Desa Banyumulek menunjukkan bahwa perubahan sosial yang terjadi berumber dari introduksi teknologi produksi dan disain serta sektor pariwisata (ekonomi). Hal ini tampak dari pembinaan yang dilakukan oleh Lombok Craft Project (LCP) dan beberapa lembaga lainnya yang menekankan pada teknik produksi untuk meningkatkan kualitas gerabah, dan penyediaan pasar di Selandia Baru bagi gerabah yang dihasilkan oleh perajin binaan. Sentuhan teknologi dan pemasaran telah mendorong gerak berubahan sosial lain dalam sistem produksi, pemasaran, dan hubungan sosial ekonomi dalam masyarakat. Walau terjadi mobilitas sosial horizontal maupun vertikal dalam masyarakat Banyumulek, analisis dan kajian ini juga menunjukkan adanya gerak perubahan sosial yang tidak dikehendaki dan tidak diantisipasi, yaitu dengan munculnya perilaku eksploitatif pedagang atas pengrajin, yang dapat bermuara pada munculnya konflik sosial antar kelas. ABSTRACT Social dynamics within pottery industrial development in Banyumulek could be analysed through social change theory perspective. Critical analysis of Banyumulek industrial development shows that technology and tourism intervention have been considered as the main sources of social changes. This could be seen from Lombok Craft Project (LCP) involvement through which production technologies and product qualities were introduced. These changes have led to broader social changes, from production, marketing to social economic relationships within the community. Even though fast social mobility – both horizontal as well as vertical social mobility - have taken place, this analysis highlighted an unpredicted and unanticipated social changes such those exploitative behaviours performed by traders over the potters. There is a need to address this social issue to avoid social conflict in the long run

    6. Tingkat stabilitas dan fluktuasi harga gabah dan beras di Indonesia

    No full text
    Abstrak Program stabilisasi harga gabah dan harga beras akan dapat dilaksankan secara nyata, jika perkembangan pada bagian suplai lebih dikonsentrasikan dibandingkan sisi permintaan sebagai sumber dari variabilitas harga. Untuk melakukan hal ini, mekanisme untuk merespons setiap penurunan produksi seharusnya dikembangkan dan dilakukan. Tujuan penelitian adalah menganalisis fluktuasi dan tingkat stabilitas harga gabah dan beras. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan  indikator Koefisien Variasi dan Galat Rerata Akar Kuadrat. Hasil penelitian menyimpulkan  bahwa, 1) fluktuasi harga gabah lebih tinggi dibandingkan fluktuasi harga beras, 2) tingkat stabilitas harga gabah dalam rezim Pasar Terbuka Terkendali relatif lebih tinggi (lebih stabil) dibandingkan dalam rezim Orde Baru maupun dalam rezim Pasar Bebas, 3) tingkat stabilitas harga beras dalam rezim Orde Baru relatif lebih tinggi (lebih stabil) dibandingkan dalam Pasar Terbuka Terkendali dan rezim Pasar Bebas. Abstract The program of stabilization paddy and rice price can do that, if the mover supply side more concentrated than demand side as source of price variation. To make it, mechanism to response of production decline must be developed.  The objective of this study is to analyze variation and rate of stabilization of paddy and rice price. Data used in this study is secondary data. The data are analyzed by making use of variation coefficient and Root Mean Square Error (RMSE) indicators. Results of the study showed that : 1) stability rate of paddy price in the Controlled Open Market regime relative more stable than New Order and Free Market regime. 2) stability rate of rice price in the New Order regime relative more stable than Free Market and Controlled Open Market regime

    2. Pola penelolaan produksi dan tingkat pendapatan petani kayu jati di Kabupaten Sumbawa

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pola pengelolaan produksi kayu jati, (2) pendapatan dan kontribusi usahatani kayu dan non kayu terhadap total pendapatan petani jati, dan (3) alternatif peningkatan pendapatan petani kayu jati. Penelitian telah dilakukan dengan metode deskriptip dan teknik survai dengan mengambil 41 petani jati dan 10 petani empon-empon bawah naungan di Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Produksi kayu jati di Kabupaten Sumbawa bersumber dari lahan tegalan, kebun dan sawah yang berstatus milik dengan pola sebagai tanaman pinggir dan monokultur tidak teratur; (2) Rata-rata pendapatan petani dari usahatani kayu adalah Rp 4.985.714 per tahun dengan kontribusi 27,05 % terhadap total pendapatan rumahtangga petani; (3) Peningkatan pendapatan petani jati dapat dilakukan dengan pemanfaatan bawah naungan dengan tanaman empon-empon dan porang. Abstract The research objectives are to know: (1) production management pattern of teak (Tectona grandis), (2) income and contribution of wood farm and non wood to total farmers incomes,and (3) structure and behaviour of teak market. The research used descriptive method and survey technique. Samples included 41 teak farmers, and 10 farmers who grew crops under canopy in Batudulang Village Batulanteh District. The study revealed the following: (1) Teak production in Sumbawa Regency sourced from rainfed land, garden and cropping land owned privately. Teak were planted at the side of land and scattered monoculture; (2) Average farmer income from wood farm was Rp 4,985,714 per year, and contributed 27,05 % to total household income; (3) Farmers income could be increased by planting spices and porang trees under teak tree canopy. &nbsp

    5. A new paradigm forest development in Sambelia, East Lombok: A Clean Development Mechanism (CDM) approach

    No full text
    Abstrak Tulisan ini menyajikan pendekatan baru dalam pembangunan kehutanan yang diujicoba di Sambelia Lombok Timur: Pendekatan CDM dengan penekanan pada kajian keberadaan proyek.  Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (pusposive) yaitu desa Labuan Pandan, mewawancarai petani, pemerintah, LSM dan universitas masing masing 25, 2, 2 dan 3 responden.  Dengan menggunakan quessioner yang disediakan CDM proyek, wawancara mendalam dilakukan dengan semi struktur langsung.  Data sekunder dikumpulkan dari institusi yag relevan.  Studi ini mengungkapkan bahwa pendekatan CDM menjajikan banyak keunggulan: ekologi, ekonomi dan finansial.  Kehadiran CDM kurang dikenal masyarakat dan karenanya perlu sosialisasi yang lebih intensif agar masyarakat dapat memberikan dukungan optimal.  Peranan lembaga donor sangat menentukan keberhasilan pendekatan ini. Abstract This paper presents the implementation of a new paradigm forest development in Sambelia, East Lombok: a CDM approach.  The target village was selected on purpose, namely: Labuan Pandan Village.  Respondents consist of 25 farmers, 2 local government representatives, 2 NGO representatives, 3 university representatives.  Primary data were collected using quessionaire provided by CDM Project.  In-depth interview was applied using semi structure direct question.  Secondary data were collected from relevant institution such as East Lombok District Office, Sambelia Sub District Office, and from Statistic Office.  This study recorded that the CDM approach promises many benefits: ecology, economy and financial.  The presence of CDM is less well known by local people and therefore it needs to be socialized more intensively to enhance the support and stake holders participation.  The role of funding countries plays the key determinant factor for the approach

    4. STUDI PELAKSANAAN PROYEK SEKTOR IRIGASI TERPADU KE DUA DI NUSA TENGGARA BARAT: Kelembagaan P3A dan Program IPAIR

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat perkembangan kelembagaan P3A dan tanggapan petani terhadap fungsi dan permasalahan P3A, (2) mengetahui pelaksanaan dan partisipasi petani dalam mendukung keberhasilan program Iuran Pelayanan Irigasi (IPAIR). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan mewawancara mendalam 60 responden. Penelitian menunjukkan (1) tingkat perkembangan kelembagaan P3A di Nusa Tenggara Barat berada pada kriteria sedang berkembang dengan pencapaian skor 11,78. (2) tanggapan anggota terhadap fungsi dan permasalahan P3A positif, (3) anggota P3A belum mengetahui manfaat yang diterima dari program IPAIR pola baru, dan (4) realisasi penerimaan IPAIR kurang dari 50%, yang disebabkan belum mantapnya kelembagaan P3A dan masih kurangnya informasi IPAIR pola baru yang diperoleh petani anggota P3A. Dari hasil yang diperoleh maka perlu adanya pembinaan secara langsung yang terkoordinasi, baik antara pemerintah dengan pengurus P3A, maupun di antara instansi pemerintah yang terkait dengan pembinaan P3A, dengan sasaran utama memperbaiki dan memantapkan kelembagaan P3A dan meningkatkan sosialisasi  guna meningkatkan pemahaman petani anggota P3A tentang tujuan program IPAIR pola baru. ABSTRACT The aims of this research are: (1) to analyse the development of the level of P3A institutional and to know farmer responds to function of the organisation and problems faced by P3A; (2) to know implimentation of and farmers participation in supporting programs successful. The research use descriptive methods, and the data was collected by interviewing 60 respondents. The result of study indicate that: (1) the degrec P3A as an istitutional is still in developing level, with achievement score about 11.78; (2) the members of P3A respond positively both on the function and problems faced by the institutional of P3A; (3) the members of P3A do not know the benefit of IPAIR with its new paradigm; (4) achievement of IPAIR is less than 50% of the target since P3A as an institutional is not steady and lack of socialitation of IPAIR programs to the members of P3A. Therefore, government and other related institutional should give guidance in order to improve P3A as an organisation and to increase the member’s awareness about the purpose of IPAIR with its new paradigm

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇