Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
ANALISIS STRATEGI PENGHIDUPAN DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI RUMAHTANGGA NELAYAN DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi potensi asset rumahtangga dan strategi penghidupan (livelihood strategy) sesuai dengan asset yang dimiliki yang dilakukan oleh rumahtangga nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat; (2) Menganalisis tingkat pendapatan dan kesejahteraan (livelihood outcome) rumahtangga dari dampak strategi penghidupan yang dilakukan; dan (3) Memformulasi strategi penghidupan ke depan dan model intervensi menurut preferensi rumahtangga serta potensi sumberdaya di kawasan pesisir Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data dianalisis secara deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Asset penghidupan masyarakat nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat meningkat sehingga potensi pengembangan ekonomi mereka ke depan cenerung meningkat pula; (2) Strategi penghidupan utama dari rumahtangga nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Lembar adalah melakukan diversifikasi usaha sebagai suatu mekanisme untuk masalah kehidupan mereka dalam rangka mempertahankan dan/atau meningkatkan kesejahteraan mereka; (3) Rata-rata total pendapatan rumahtngga masyarakat nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Lembar mencapai Rp 20.572.570,- yang berasal dari berbagai bersumber pendapatan dengan pendapatan per kapitas sebesar Rp 5.143.143,-. Strategi penghidupan melalui diversifikasi usaha mampu meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Lembar. Kontribusi pendapatan dari sumber penghasilan baru seperti: sumberdaya perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian tanaman pangan, yang menjadi daya dukung utama dari masyarakat nelayan di kawasan pesisir ini mencapai 38 % dari total penghasilan rumahtnggga; (4) Berdasarkan kriteria BPS, masyarakat nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Lembar tersebut termasuk kategori tidak miskin; kriteria Bank Dunia pendapatan per kapita masyarakat nelayan di kawasan ini tergolong miskin. Sementara itu berdasarkan kriteria Sayogyo menghasilkan kategori yang tenagh-tengah yaitu hamprr miskin; dan (5) Prioritasan program dan bentuk bantuan ke dapan adalah bantuan tunai, tersediaaanya sumber pembiayaan murah, bantuan teknis menyangkut pengetahuan dan ketrampilan, bantuan bahan peralatan untuk memulai usaha, dan membantu program manajemen usaha dan mengembangkan jaringan pemasaran produk
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program kawasan rumah pangan lestari di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara dan menganalisis kendala-kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha pekarangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan daerah penelitian ini ditentukan secara purposive sampling karena desa tersebut merupakan desa yang pertama kali menerapkan KRPL dengan memilih Kecamatan Gangga. Penentuan jumlah responden dilakukan secara quota sampling dengan menetapkan 30 responden dari pelaku usaha. Pelaku usaha pekarangan dipilih secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KRPL di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara dinilai berhasil, dan perlu diprogramkan di lokasi-lokasi lain
KONTRIBUSI KEGIATAN PRODUKTIF PEREMPUAN TANI TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETANI DI KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA
Keragaan kegiatan ekonomi produktif perempuan tani dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi rumahtangga petani, berdasarkan alasan tersebut penelitian ini bertujuab : (1) Untuk menganalisis pendapatan perempuan tani dari berbagai jenis kegiatan produktif, (2) Untuk menganalisis kontribusi pendapatan perempuan tani terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan unit analisis adalah rumah tangga petani. Daerah penelitian ini ditentukan secara purposive sampling, yaitu: Desa Pemenang Barat dan Desa Pemenang Timur. Penentuan jumlah responden ditetapkan dengan metode quota sampling
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kegiatan produktif perempuan tani meliputi: kegiatan pada usahatani sendiri sebanyak 20 orang (47,5 %), dengan rata-rata pendapatan per bulan Rp. 169.465; berdagang sebanyak 11 orang (27,5 %) dengan rata-rata pendapatan Rp. 3.609.500; pengolahan VCO sebanyak 9 orang (22,5%), rata-rata pendapatannya Rp. 803.121; dan jasa 3 orang (7,5%), dengan rata- rata pedapatan per bulan Rp. 1.600.000. (2) Kontribusi pendapatan perempuan tani terhadap pendapatan rumah tangga petani sebesar 52,85%, kontribusi terbesar bersumber dari kegiatan berdagang
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP SAYURAN SEGAR DI HYPERMART LOMBOK EPICENTRUM MALL KOTA MATARAM
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam membeli sayuran segar berdasarkan atribut sayuran segar, 2) Untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli sayuran segar di Hypermart Lombok Epicentrum Mall. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey dan wawancara, lokasi penelitian di Hypermart Lombok Epicentrum Mall Kota Mataram. Jumlah sampel sebanyak 5% dari rata-rata pengunjung Hypermart per hari yang ditentukan secara “Accidental Sampling”. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara: Analisis Multiatribut Fishbein model TRA, dan Analisis Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perilaku konsumen terhadap produk sayuran segar berada pada perilaku yang netral, dilihat dari sikap dan norma subyektif konsumen, perilaku konsumen tersebut dipengaruhi oleh beberapa atribut yang secara berturut-turut sebagai berikut: kemasan/packaging, kebersihan, kecerahan warna, kesegaran, harga dan ketersediaan sayuran. 2) Proses pengambilan keputusan pembelian sayuran segar dimulai dengan tahap pengenalan masalah, yaitu karena persediaan sayuran sudah habis, informasi penjualan sayuran segar didapatkan konsumen langsung dari Hypermart, pada tahap evaluasi alternatif konsumen lebih mempertimbangkan ketersediaan sayuran, lalu pada tahap keputusan pembelian, konsumen memutuskan untuk berbelanja sayuran segar di Hypermart karena kualitas sayuran yang bagus. Pada tahap pasca pembelian sebagian besar konsumen merasa puas terhadap pembelian produk sayuran segar yang dilakukan dan akan melakukan pengulangan pembelian produk sayuran segar di Hypermart Lombok Epicentrum Mall
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA AGROINDUSTRI ABON BERBASIS IKAN DI KOTA MATARAM
Analisis Nilai Tambah dan Penyerapan Tenaga Kerja pada Agroindustri Abon Berbasis Ikan di Kota Mataram, bertujuan untuk : (1) Untuk menganalisis penyerapan tenaga kerja pada agroindustri berbagai jenis abon ikan di Kota Mataram, (2) Untuk mengkaji nilai tambah pada agroindustri dari berbagai jenis abon ikan di Kota Mataram, (3) Untuk mengetahui kendala apa saja yang di hadapi pelaku usaha agroindustri abon ikan di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan teknik survei. Hasil penilitian ini menunjukkan: (a) Penyerapan tenaga kerja (HKO) masing–masing jenis abon ikan yaitu abon ikan marlin(1), abon ikan marlin(2), abon ikn tuna(1), abon ikan tuna(2), abon ikan gabus, abon ikan tenggiri, abon ikan tongkol, abon ikan asin, abon ikan cakalang dan abon ikan lele, diurutkan; 0,10 HKO/kg dan 2,571 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,857 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,571 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 1,714 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,714 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,571 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,571 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,429 HK0/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,143 HKO/pp; 0,10 HKO/kg dan 2,000 HKO/pp. (b) Nilai tambah untuk abon ikan marlin(1), abon ikan marlin(2) abon ikan tuna(1), abon ikan tuna(2), abon ikan gabus, abon ikan tengiri, abon ikan tongkol, abon ikan asin, abon ikan cakalang dan abon ikan lele, diurutkan : Rp 21.417/kg bb; Rp 26.317/kg bb; Rp 20.725/kg bb; Rp 24.975/kg bb; Rp 31.900/kg bb; Rp 15.150/kg bb; Rp 24.675/kg bb; Rp 14.325/kg bb; Rp 8.900/kg bb dan Rp 26.200/kg bb. (c) Kendala yang dihadapi adalah mendapatkan bahan baku ikan gabus. Disarankan kepada pelaku usaha abon ikan untuk mencoba memasarkan produk melalui media sosial agar jangkauan pemasaran produknya menjadi lebih luas dan mengharapkan terjadinya peningkatan permintaan produk agar terjadi penambahan tenaga kerja pada usaha agroindustri. Diharapkan pemerintah dapat membantu dalam memenuhi bahan baku yang sulit ditemukan, agar pelaku usaha dapat memenuhi permintaan pasar
PARTISIPASI ISTRI NELAYAN PADA KEGIATAN EKONOMI PRODUKTIF DI KECAMATAN AMPENAN
Penelitian ini bertujuan untuk: mengindentifikasi jenis kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh istri nelayan, mengetahui partisipasi istri nelayan pada kegiatan ekonomi, dan menganalisis kontribusi pendapatan istri nelayan terhadap pendapatan rumahtangga nelayan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei dengan unit analisis rumahtangga nelayan di pesisir Pantai Ampenan. Penentuan daerah sampel dengan tehnik purposive sampling yaitu Kelurahan Bintaro, yang meliputi Lingkungan Bugis, Pondok Perasi dan Bintaro. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Biaya dan Pendapatan, Partisipasi dan Kontribusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: jenis kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan istri nelayan meliputi: pedagang ikan, sembako, serabi, nasi, jajan dan pedagang sayur; buruh cuci, buruh pindang, pembantu rumahtangga, pengasuh anak, penjaga toko, dan karyawan loundry. Istri nelayan memanfaatkan peluang bekerja pada kegiatan ekonomi produktif dengan rata-rata partisipasi 261,31 HKO (71,59%) per tahun. Rata-rata pendapatan rumahtangga nelayan sebesar Rp 162.657.038 per tahun dengan rata-rata kontribusi pendapatan perempuan sebesar 6,72% dari total pendapatan rumahtangga.Disarankan untuk meningkatkan pendapatan istri nelayan khususnya di Kecamatan Ampenan kepada pemerintah melalui satuan kerja terkait sehingga dapat meningkatkan partisipasi istri nelayan pada berbagai kegiatan ekonomi produktif
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KUALITAS PRODUK MASKER ORGANIK DI KOTA MATARAM
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut-atribut kualitas produk yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli masker organik , untuk mengetahui hubungan kepuasan konsumen dengan atribut-atribut kualitas produk masker organik dan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam membeli masker organik di Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Penelitian ini dilakukan di Kota Mataram dengan menetapkan 3 kecamatan sebagai lokasi penelitian ditentukan secara “purposive sampling” dengan pertimbangan bahwa kecamatan tersebut memiliki konsumen terbanyak yaitu Kecamatan Sekarbela, Kecamatan Mataram dan Kecamatan Selaparang. Penentuan responden ditentukan dengan menggunakan “rumus Slovin” dan untuk menentukan jumlah responden pada setiap kecamatan di Kota Mataram ditentukan dengan teknik “proporsional random sampling”. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara uji Validitas dan Realibilitas, Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 atribut yang ada, hanya 20 atribut kualitas produk yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli masker organik, hubungan kepuasan dengan atribut kualitas produk dipetakan ke dalam diagram kartesius yang terbagi menjadi empat kuadran meliputi kuadran I; prioritas utama, kuadran II; pertahankan prestasi, kuadran III; prioritas rendah, dan kuadran IV berlebihan dan tingkat kepuasan konsumen terhadap masker organik adalah 0.81 puas karena berada pada rentang 0.65-0.84. 
ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TAHU DI KELURAHAN ABIAN TUBUH KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan agroindustri tahu, mengetahui faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi pengembangan agroindustri tahu di Kelurahan Abian Tubuh, mengetahui alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan agroindustri tahu di Kelurahan Abian Tubuh, dan mengetahui perioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan agroindustri tahu di Kelurahan Abian Tubuh. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan dilaksanakan dengan teknik survei. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), yaitu Kelurahan Abian Tubuh karena di kelurahan tersebut terdapat jumlah industri tahu yang paling banyak. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) analisis usaha untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usaha, (2) analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha, (3) matriks SWOT untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha. Dari hasil penelitian diketahui bahwa : Kekuatan utama dalam mengembangkan industri tahu yaitu jumlah modal yang dikelola, SDM pembuat tahu sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Sedangkan kelemahan utamanya yaitu kurangnya subsidi kedelai dan belum ada standarisasi produk tahu. Peluang dalam mengembangkan industri tahu yaitu kualitas bahan baku dan kepercayaan konsumen. Sedangkan ancamannya yaitu kenaikan harga sembako dan kurangnya pasokan kayu sebagai bahan bakar akibat musim hujan
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI SAYURAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Komoditas sayuran merupakan salah sayu komoditas andalan yang diharapkan karena rata-rata berumur pendek dan dapat diproduksi di lahan yang sempit. Di samping memiliki keunggulan, usahatani sayuran juga memiliki kendala yang cukup berat yakni tingginya tingkat risiko yang dihadapi. Oleh sebab itu maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko produksi yang dihadapi oleh petani sayuran dan strategi penanganan yang dapat diterapkan oleh petani sayuran untuk menangani risiko produksi di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilakukan pada dua kelompok tani yaitu Poktan Horseka dan Poktan Hijau Daun dengan total responden 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabe memiliki risiko produksi yang paling besar berdasarkan tingkat produktivitas dengan nilai Koefisien Variasi atau KV = 0,54 dibandingkan dengan kacang panjang (0,32), mentimun jepang (0,36) dan tomat (0,42). Penyebab utamanya adalah faktor cuaca, serangan hama lalat buah dan serangan penyakit antraknose. Komoditas yang memiliki risiko produksi berdasarkan pendapatan terbesar adalah tomat dengan nilai KV = 0,48. Penyebab utamanya adalah biaya produksi tanaman tomat rata-rata lebih tinggi dibandingkan tanaman lainnya seperti cabe, kacang panjang dan mentimun jepang. Untuk memperkecil risiko produksi sayuran di KLU maka petani sebaiknya melakukan pengelolaan lingkungan areal usahatani dengan baik melalui kegiatan penanaman tanaman pelindung, penanaman tanaman pengusir hama atau penjebak hama (crop trapping) dan memperbanyak penggunaan pupuk kandang
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI DAN PEMASARAN SAYURAN TOMAT DI KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisa pendapatan usahatani sayuran tomat di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, (2) Untuk menganalisa efisiensi finansial usahatani sayuran tomat di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, (3) Untuk mengidentifikasi saluran dan efisiensi pemasaran sayuran tomat di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, (4) Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi oleh petani sayuran tomat yang ada di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.
Hasil penelitian menujukan bahwa: rata-rata pendapatan yang diperoleh petani sayuran tomat sebesar Rp 8,186,443 per luas Garapan. Usahatani tomat yang dilakukan oleh petani dapat dikatakan menguntungkan sehingga efisien untuk diusahakan (layak), dimana nilai R/C lebih dari 1. Nilai R/C per luas lahan garapan sebesar 3,4. Adapun Saluran Pemasaran Tomat di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Tahun 2015 ada empat saluran pemasaran yaitu: (a) Petani – Pedagang Pengumpul – Pengecer – Konsumen Akhir (Saluran I). (b) Petani – PedagangPengumpul – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen Akhir (Saluran II). (c) Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Konsumen Akhir (Saluran III). (d) Petani – Pedagang Pengumpul – Konsumen Akhir (Saluran IV).
Masalah-masalah yang dihadapi oleh petani sayuran tomat diantaranya : (a) kurangnya peran dari balai penyuluhan pertanian terhadap petani sayuran tomat. (b) lembaga pemasaran dalam memasarkan tomat adalah kurangnya modal dan harga produk tomat yang rendah atau tidak menentu