Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    PENGATURAN LUAS TANAM SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN STABILISASI HARGA DAN PENDAPATAN PETANI: STUDI KASUS KOMODITI CABE DI PULAU LOMBOK, INDONESIA

    Get PDF
    Berbeda dengan strategi stabilisasi untuk komoditi biji-bijian yang dapat disimpan lama, kebijakan stabilisasi untuk cabe rawit dilakukan melalui pengaturan waktu dan luas tanam karena komoditi ini umumnya dikonsumsi dalam kondisi segar. Dengan menggunakan data harga di tingkat konsumen bulanan (2012-2016) dan dianalisis menggunakan model program linear untuk memaksimumkan penerimaan maka luas optimal penanaman cabe di musim kemarau adalah 1.418 hektar per bulan sementara di musim hujan adalah 1.786 hektar per bulan dengan nilai penerimaan 846.299.124.300 rupiah. Selain itu hasil penelitian mengindikasikan harga cabe pada musim kemarau sekitar Rp. 64.638 per kg di musim kemarau sementara di musim hujan Rp. 36.644 per kilogram. Menstabilkan harga pada nilai rata-ratanya dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat

    STUDI NILAI TAMBAH PENGOLAHAN BANDENG DI KECAMATAN PALIBELO KABUPATEN BIMA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui proses pengolahan bandeng menjadi bandeng presto, (2) Menganalisis nilai tambah yang dihasilkan dari olahan ikan bandeng menjadi bandeng presto, dan (3) Mengetahui kendala usaha rumah tangga pada usaha pengolahan bandeng presto di Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses pengolahan pada usaha bandeng presto terdiri dari 6 (enam) tahap yaitu pembersihan bahan baku, pembuatan bumbu, pelumuran bumbu, memasak bandeng, pendinginan, dan pengemasan. (2) Nilai tambah untuk bandeng presto adalah Rp 21.219/kg bahan baku dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.535.424 per daur usaha produksi, Rasio nilai tambah bandeng presto yaitu 42,44% artinya setiap Rp 100,- nilai produksi akan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 42,44 dan (3) Kendala-kendala yang dihadapi nelayan dalam usaha pengolahan bandeng yaitu kendala bahan baku, pemasaran, dan modal

    ANALISIS NILAI TAMBAH PENGERINGAN IKAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengkaji struktur biaya pada usaha pengeringan ikan di Kabupaten Lombok Timur. (2) Menganalisis nilai tambah dari usaha pengeringan ikan di Kabupaten Lombok Timur. (3) Mengetahui kendala yang dihadapi nelayan dalam pengeringan ikan di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Hasil penelitian nilai tambah pengeringan ikan menunjukkan bahwa : (1) Struktur biaya pada produk ikan kering terdiri dari biaya vaiabel dan biaya tetap. Biaya variabel untuk cumi kering utuh sebesar Rp 3.341.857 (95,99%) dan biaya tetap sebesar Rp 9.357 (0,27%), biaya variabel untuk cumi kering belah sebesar Rp 1.565.674 (94,13%) dan biaya tetap sebesar Rp 6.524 (0,39%), biaya variabel untuk teri kering sebesar Rp 1.586.667 (99,75%) dan biaya tetap sebesar Rp 4.030 (0,25%), biaya variabel untuk udang rebon sebesar Rp 1.430.028 (99,87%) dan biaya tetap sebesar Rp 1.808 (0,13%), (2) Nilai tambah untuk cumi kering utuh sebesar Rp 28.728/kg bb, cumi kering belah sebesar Rp 30.913,04/kg bb, teri kering sebesar Rp 7.424,24/kg bb, dan untuk udang rebon sebesar Rp 5.250/kg bb, (3) Kendala-kendala yang dihadapi nelayan dalam usaha pengeringan ikan yaitu kendala bahan baku, kendala cuaca, kurangnya teknologi dan minimnya modal

    TRANSFORMASI SOSIAL EKONOMI PROGRAM PEMBERDYAAN USAHA GARAM RAKYAT (PUGAR) TERHADAP PENDAPATAN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PETAMBAK GARAM DI KAWASAN PESISIR LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah: a) menganalisis pengaruh Program  PUGAR terhadap pendapatan petambak garam b) menganalisis pengaruh program PUGAR terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan program PUGAR berpengaruh terhadap peningkatan petambak garam sebesar Rp 31.487.613/Ha dibandingkan petambak Non PUGAR Rp 14.807/Ha/musim, b) Program PUGAR tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja Program PUGAR sebesar 184,68 HKO dan Non PUGAR 121,62 HKO/musim

    STUDI KINERJA EKONOMI DAN RANTAI NILAI PEMASARAN USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN SUMBAWA

    Get PDF
    Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu sentra pengembangan jagung di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2017 produksi jagung di Kabupaten Sumbawa mencapai sebesar 287.258 ton dengan luas areal panen 43.043 hektar, dengan tingkat produktivias sekitar 6 ton Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ekonomi usahatani  jagung dan  untuk menganalisis  rantai nilai pemasaran komoditi jagung di Kabupaten Sumbawa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dengan teknik survei dengan mewawancarai 20 pertani responden. Untuk menjawab tujuan penelitian in, data yang terkumpul  dianalisis dengan menggunakan analaisis kelayakan dan nilai tambah. Hasil penelitian menjukkan bahwa usahatani upsus jagung layak untuk diusahakan, karena mampu menghasilkan keuntungan petani sebesar Rp 2592703,00 dan menghasilakan R/C rasio 3,34. Selain itu usahatani jagung tersebut mampu menghasilkan tingkat pengembalian modal sebesar 234% serta menghasilkan tingkat produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 351 837,30/HKO. Saluran pemasaran yang mampu memberikan keuntungan yang lebih besar bagi produsen dan menciptakan nilai tambah yang paling besar terdapat pada saluran pemasaaran ke III

    PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN BURUH DAN STRATEGI ADAPTASI YANG DILAKUKAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN POKOK PADA SAAT MUSIM BARAT

    Get PDF
    Nelayan buruh merupakan struktur komunitas nelayan yang memilki tingkat sosial ekonomi yang paling miskin. Nelayan buruh tidak memiliki aset perikanan dan hanya mengandalkan tenaga untuk memperoleh pendapatan dari pembagian hasil dengan nelayan pemilik. Pada saat musim barat (paceklik) nelayan buruh aktifitas melaut sangat terbatas, sehingga perlu strategi adaptasi untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Tujuan penelitian: menganalisis tingkat pendapatan rumah tangga nelayan buruh pada musim barat dan mengetahui strategi adaptasi yang dilakukan rumah tangga nelayan buruh dalam pemenuhan kebutuhan pokok pada musim barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik survey. Responden dipilih sebanya 60 rumah tangga nelayan buruh secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan : a) Pendapatan rumah tangga nelayan buruh pada musim barat adalah Rp 1.442.667, dan b) strategi adaptasi yang dilakukan rumah tangga nelayan buruh dalam pemenuhan kebutuhan pokok pada musim barat adalah nelayan buruh bekerja di luar perikanan, memanfaatkan anggota keluarga untuk mencari nafkah, melakukan arisan, menarik simpanan (tabungan), meminjam kepada tetangga, meminjam kepada juragan (pemilik perahu), meminjam kepada koperasi, dan menjual aset rumah tangga

    KESEMPATAN KERJA DAN PENDAPATAN PELAKU PEMASARAN AGRIBISNIS ONLINE DI KOTA MATARAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis kesempatan kerja dari pelaku pemasaran agribisnis online (driver Go-Food dan driver Grab Food) di Kota Mataram; dan (2) menganalisis pendapatan dari pelaku pemasaran agribisnis online (driver Go-Food dan driver Grab Food)  di Kota Mataram. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data di analisis dengan menggunakan perhitungan HKO (Hari Kerja Orang) dan dengan menggunakan analisis biaya dan pendapatan.             Penelitian ini dilakukan di Kota Mataram, karena saat ini di Kota Mataram sedang gencar-gencarnya penggunaan fitur layanan Go-Food dan Grab Food. Pengambilan responden dalam penelitian ini dengan cara accidental sampling. Sedangkan penentuan jumlah responden dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 40 responden dengan menggunakan quota samplin. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Kesempatan kerja/peluang kerja dari pelaku pemasaran agribisnis online di Kota Mataram berdasarkan perhitungan sebesar 5.920 HKO dengan hasil perhitungan HKO untuk per individu sebesar 1,6 HKO/orang dengan rata-rata jam kerja sehari selama 11.45 jam/hari; dan (2) Rata-rata pendapatan yang diterima oleh pelaku pemasaran agribisnis online di Kota Mataram per bulan sebesar Rp 2.131.44

    PERKEMBANGAN DAN PROYEKSI PRODUKSI DAN KONSUMSI BERAS DI NUSA TENGGARA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisis perkembangan produksi dan konsumsi beras di Nusa Tenggara Barat (b) menganalisis metode peramalanyang tepat untuk memproyeksikan produksi dan konsumsi beras di Nusa Tenggara Barat, dan (c) memproyeksikan produksi dan konsumsi beras di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jenis data yang digunakan merupakan data kuantitatif dan kualitatif dengan sumber data sekunder. Analisis data yang digunakan diantaranya adalah metode deskriptif,metode Double Exponential Smoothing oleh Holt dan Metode Trend Least Square dan metode Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perkembangan produksi beras di Nusa Tenggara Barat dalam kurun waktu 14 tahun terakhir (2005-2018) mengalami fluktuasi, namun secara umum mengalami peningkatan. Produksi beras terendah di NTB terjadi pada tahun 2005 sebesar 772.421 ton, sedangkan produksi beras tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 1.409.855 ton. Hal tersebut juga diikuti oleh perkembangan konsumsi beras di NTB. Tingkat konsumsi beras terendah terjadi pada tahun 2013 sebesar 504.240 ton/tahun, sedangkan tingkat konsumsi beras tertinggi terjadi pada tahun 2018 sebesar 586.601 ton/tahun. Perbandingan jumlah produksi beras dan tingkat konsumsi beras di NTB menunjukkan adanya surplus produksi sebesar 556.194 ton. (2) Metode peramalan terbaik yang dapat digunakan untuk memproyeksikan produksi beras di Nusa Tenggara Barat tahun 2019-2023 adalah metode Trend Least Square karena mempunyai nilai MAPE terkecil, sedangkan metode peramalan terbaik untuk memproyeksikan konsumsi beras di NTB tahun 2019-2023 adalah metode Holt’s Double Exponential Smoothing karena mempunyai nilai MAPE terkecil. (3) Produksi beras diproyeksikan sebanyak 1.425.916 ton pada tahun 2019 dan sebanyak 1.602.890 ton pada tahun 2023 dengan peningkatan sebesar 22.122 ton per tahun. Konsumsi beras diproyeksikan sebanyak 599.346 ton/tahun pada tahun 2019 dan sebanyak639.755 ton/tahun pada tahun 2023. Produksi beras dalam 5 tahun kedepan mengalami surplus diatas konsumsi sebesar 686.889 ton per tahu

    KAJIAN EKONOMI DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI TEMBAKAU POLA KEMITRAAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Kabupaten Lombok Timur merupakan sentra produksi tembakau di NTB. Hal ini dikarenakan Lombok Timur memiliki daya dukung relatif lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain di NTB, serta banyaknya jumlah perusahaan yang terlibat dalam melakukan pembinaan pada komoditi ini. Penelitian ini ditujukan; (1) untuk mengetahui dampak kemitraan terhadap kelayakan dan penyerapan tenaga kerja pada usahatani tembakau, (2) untuk mengetahui pola kemitraan atau binaan yang terbentuk antara perusahaan dan petani tembakau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dengan teknik survei dengan mewawancarai 20 petani responden. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa keuntungan yang diperoleh petani sebesar Rp 25 220 734 per Ha, dengan R/C-ratio usahatani 1,77 serta tingkat pengembalian modal (B/C-ratio) sebesar 76%, ini berartai secara finansial usahatanI tembakau virgina sangat layak dikembangkan. Selain itu, hasil penelitan juga menunjukkan bahwa usahatani tembakau virginia mampumenyerap tenaga kerja yang sangat besar yakni sebesar 557 HKO per musim per Ha. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa respon petani terhadap pola kemitraan yang dikembangkan oleh perusahaan cukup baik, terutama terhadap aspek budidaya dan pemasaran. Pola atau model kemitraan antara petani dan perusahaan pada usahatani virginia adalah pola dagang umum. Petani tembakau virgina yang bermitra dengan perusahaan mampu mengelola usahatani secara efisien serta memperoleh keuntungan yang cukup

    ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI SAWAH IRIGASI DI DESA CENDI MANIK KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Get PDF
    Kecamatan Sekotong merupakan daerah terluas di Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Barat bahwa produksi padi Kecamatan Sekotong berada pada urutan ke-6 terbanyak. Guna meningkatkan produksi pertanian di wilayah ini, pemerintah membangun beberapa irigasi (embung). Penelitian dilakukan di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dari dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total pendapatan rumahtangga petani sawah irigasi sebesar Rp 17.734.644/tahun, sedangkan rata-rata pengeluaran rumah tangga petani sawah irigasi sebesar Rp 14.208.012/ tahun; kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani sawah irigasi tergolong rawan pangan sebanyak 15 responden (75%), kurang pangan sebanyak 2 responden (10%), rentan pangan  sebanyak 3 responden (15%), dan tidak ada responden yang tergolong tahan pangan; masalah yang dirasakan oleh petani sawah irigasi dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga yaitu pada aspek lingkungan fisik saja berupa ketersediaan air sebanyak 9 responden (45%), kesuburan tanah (40%), dan hama penyakit sebanyak 3 orang (15%). Disarankan kepada pemerintah, memberikan sosialisasi dan bimbingan secara berkelanjutan mengenai pentingnya mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalori dan protein cukup

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇