Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
EKONOMISASI PEKARANGAN UMAT HINDU BERLANDASKAN TRI HITA KARANA
This study aims to determine the perception of Hindus community in Mataram about the use of the yard, the form of the use of the yard and the implications of the use of the yard based on Tri Hita Karana philosophy . This study uses a descriptive qualitative approach by conducting direct observations, in-depth interviews and document studies. Description tell what happened and trying to get facts related to the use of yards by Hindus in Mataram City, West Nusa Tenggara. The results of this study stated that the perception of Hindus in the city of Mataram about the use of the landscape based on Tri Hita Karana is to create a balance which means the realization of harmony in life, especially between humans and their environment, which in Panca Yadnya means Bhuta Yadnya, which is addressed to the Bhuta Kala, namely the elements of nature. The form of utilization of the yard Hindus follow a cropping pattern called Caraka with the placement of plants in the yard according to their function in each family, namely as a provider of food, complementary to traditional ceremonies, medicinal ingredients and as a fulfillment of beauty. The implication of optimal use of the yard by Hindus also means participating in the palemahan principle, namely establishing a harmonious relationship with nature while reducing dependence on materials for daily needs that are purchased or imported from outside the city of Mataram.
 
ANALISIS PERAMALAN PRODUKSI, KONSUMSI DAN HARGA JAGUNG DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Memproyeksi jumlah produksi Jagung di Nusa Tenggara Barat tahun 2020-2025, (2) Memproyeksi jumlah konsumsi Jagung di Nusa Tenggara Barat tahun 2020-2025, (3) Memproyeksi harga Jagung di Nusa Tenggara Barat tahun 2020-2025. Penelitian ini menggunakan metode data runtut waktu (time series) dengan unit analisis yang digunakan adalah produksi jagung, konsumsi jagung, dan harga jagung di Provinsi NTB. Jenis data yang digunakan adalah jenis data sekunder dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan beberapa analisis data diantaranya adalah metode double moving average, double exponential smothing, tren linier, tren kuadratik dan ARIMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jumlah produksi jagung di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2020 - 2025 secara berturut-turut sebanyak 2.902.254,90 ton, 3.264.611,35 ton, 3.626.967,81 ton, 3.989.324,27 ton, 4.351.680,73 ton dan 4.714.037,19 ton. (2) jumlah konsumsi jagung di Provinsi Nusa Tenggara barat pada tahun 2020 - 2025 secara berturut-turut sebanyak 7.447,89 ton, 7.744,33 ton, 8.040,78 ton, 8.337,22 ton, 8.633,67 ton dan 8.930,11 ton. (3) harga jagung di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2020 - 2025 rata-rata secara berturut-turut sebesar Rp. 5.451, Rp. 5.581, Rp. 5.712, Rp. 5.843, Rp. 5.974 dan Rp. 6.105
STUDI KEPUASAN KONSUMEN PRODUK KERIPIK TALAS UD SELALU JAYA DI KOTA MATARAM
The purposes of this research are to 1) determine the level of consumer satisfaction with taro chips products at UD Selalu Jaya in Mataram City, 2) find out what are the attributes of taro chips that determine customer satisfaction, 3) determine the relationship between product quality and customer satisfaction levels of taro chips.The method used in this research is descriptive method and data collection techniques using a questionnaire / questionnaire and observation. This research was conducted in Mataram City by determining three districts, namely Mataram District, Selaparang District and Cakranegara District. Determination of respondents was determined by as many as 50 respondents, the type of data used was quantitative and qualitative data, while the data source used was primary data. The data obtained were analyzed by 1) Validity and Reliability Test, 2) Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI).The results of the study said that 1) the level of customer satisfaction with the UD Selalu Jaya taro chips product in the city of Mataram using the calculation of the Customer Satisfaction Index (CSI) shows that all consumers are quite satisfied, this can be seen from the CSI value of 0.64 with a scale range. 0.51-0.65.) The relationship between product quality and the level of consumer satisfaction, the relationship shows a positive linearity relationship, namely the higher the product performance, the higher the level of consumer satisfaction. Attributes that need to be prioritized to be improved are product quality, shape, color and aroma
ANALISIS VOLATILITAS DAN RISIKO HARGA KOMODITAS KEDELAI DI PASAR INTERNASIONAL
Penelitian bertujuan untuk: (1) menganalisis volatilitas harga komoditas kedelai di pasar internasional pada tahun 1960—2021 ; (2) menganalisis risiko harga komoditas kedelai di pasar internasional pada tahun 1960—2021. Data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa perkembangan harga kedelai di pasar internasional pada Januari 1960 — Maret 2021 yang diperoleh dari World Bank. Analisis data pada penelitian ini menggunakan ARCH GARCH dan CCV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) volatilitas harga komoditas kedelai di pasar internasional dipengaruhi oleh volatilitas harga kedelai di pasar internasional pada satu periode sebelumnya dengan nilai ARCH sebesar 0,4193 dan varians harga kedelai di pasar internasional pada dua periode sebelumnya dengan nilai total GARCH sebesar 0,7116 ; (2) harga komoditas kedelai di pasar internasional pada periode Januari 1960 sampai dengan Maret 2021 menyimpang sebesar 2,06% sampai dengan 47,89% dari harga yang diharapka
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP TEMBAKAU RAKYAT “KASTURI” DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui atribut-atribut tembakau rakyat “Kasturi” yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli tembakau rakyat “Kasturi” di Kecamatan Pringgasela, 2) Untuk mengetahui atribut-atribut tembakau rakyat “Kasturi” yang perlu untuk diperbaiki guna meningkatkan kepuasan konsumen tembakau rakyat “Kasturi” di Kecamatan Pringgasela, 3) Untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi tembakau rakyat “Kasturi” di Kecamatan Pringgasela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pringgasela. Penentuan responden ditetapkan sebanyak 70 responden, jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara: 1) Uji Validitas dan Reliabilitas, 2) Uji Importance Performance Analysis (IPA) dan 3) Uji Customer Statisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Atribut-atribut produk yang menentukan kepuasan konsumen terdapat pada kuadran II meliputi 5 atribut, 2) Atribut-atribut produk yang perlu untuk diperbaiki guna meningkatkan kepuasan konsumen tembakau rakyat “kasturi” terdapat pada kuadran I dan III meliputi 5 atribut, 3) Tingkat kepuasan konsumen terhadap tembakau rakyat “kasturi” di Kecamatan Pringgasela menunjukkan bahwa secara keseluruhan konsumen merasa sangat puas terhadap tembakau rakyat “kasturi”, hal ini dapat dilihat dari nilai CSI sebesar 76,43% dengan rentang skala 75-100%
ANALISIS DAMPAK WAKTU TANAM TANAMAN TOMAT TERHADAP BIAYA PRODUKSI, HARGA DAN PENDAPATAN USAHATANI DI KECAMATAN ALAS KABUPATEN SUMBAWA
This study aims to examine the differences in the cost structure and income of tomato farming at various planting seasons in Alas Subdistrict, Sumbawa Regency. The data collected is primary data through questionnaires and secondary data, namely data obtained from BPS and scientific papers related to this research. The analysis technique is a survey technique and is presented in tabular form. The results of this study indicate that the average cost spent on tomato farming in the dry season is IDR 75.047.412/ ha, while the cost of tomato farming during the rainy season is IDR 64.273.351/ ha, the average price of tomatoes in the dry season is IDR Rp. 11,790 per kg, while in the rainy season it is Rp. 5,435 per kg and income. In the dry season, income from tomato farming is Rp 150.430.781/ ha, while for the rainy season it is Rp 20.304.842/ ha. This shows that there are significant differences in the costs and income of tomato farming in various planting seasons in Alas District, Sumbawa Regency
APLIKASI MODEL PRINCIPAL AGENT PADA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN WAJIB TANAM BAWANG PUTIH DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Sebagai salah satu negara importir bawang putih terbesar di dunia, dimana lebih dari 95 persen kebutuhan domestik saat ini dipenuhi dari impor, pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri. Artikel ini membahas salah satu upaya peningkatan produksi bawang putih tersebut yaitu kebijakan wajib tanam bawang putih oleh importir yang bermitra dengan petani. Hubungan kemitraan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Model Principal Agent, dimana hubungan kerja masing-masing komponen pendukung kebijakan didiskusikans dan dievaluasi secara kritis. Hak dan kewajiban para pihak (principal dan agent) dianalisis dan dievaluasi implementasinya berdasarkan kontrak Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani, serta peran dan fungsi koordinasi pemerintah melalui dinas terkait dievaluasi berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan wajib tanam oleh importir yang bermitra dengan petani bawang putih telah sesuai dengan PKS dan menguntungkan para pihak tanpa adanya moral hazard. Namun demikian peran koordinatif pemerintah sangat minimal terutama pada tahap monitoring dan pelaporan hasil
KAJIAN KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI PASCA GEMPA BUMI DI KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan rumahtangga petani terdampak gempa bumi. Penelitian ini juga mengamati strategi adaptasi rumahtangga petani dalam mengatasi situasi kerawanan pangan yang dialaminya. Akhir dari tujuan kajian ini adalah adanya rekomendasi pola intervensi yang perlu dilakukan oleh stakeholder agar tercapai ketahanan pangan rumahtangga petani.
Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara di 3 (tiga) desa yang terparah akibat gempa bumi dengan menggunakan metode riset eksploratif. Data dikumpulkan melalui metode survei (indepth interview, observasi dan FGD). Untuk menjawab tujuan penelitian dilakukan analisis persamaan Ketahanan Pangan (KP), Angka Kecukupan Energi (AKE), dan Pangsa Pengeluaran Pangan (PPP) serta analisis tabel untuk menunjukkan keragaan ketahanan pangan. Untuk menentukan faktor-faktor determinan yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga digunakan analisis regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan distribusi rumah tangga petani menurut AKE sebagian besar tidak tahan pangan (51,43%) tetapi reratanya sudah tahan pangan (75,77% dari NKE), berarti terdapat disparitas kecukupan energi antar rumah tangga petani yang cukup tinggi. Berdasarkan analisis Pangsa Pengeluaran Pangan (PPP) teridentifikasi sebanyak 62,86 persen rumahtangga petani tergolong tidak tahan pangan dengan distribusi pada kriteria rumahtangga (rawan pangan sebesar 34,29 persen; kurang pangan sebesar 17,14 persen dan 11,43 persen tergolong rentan pangan), sedangkan rumahtangga tahan pangan sebesar 37,14 persen. Status gizi balita sebagian besar tergolong gizi baik yakni sebesar 70,83 persen, balita dengan status gizi kurang sebanyak 20,83% dan balita dengan status gizi lebih sebanyak 8,33%. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor determinan yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumahtangga petani adalah: pengetahuan pangan dan gizi, ketersediaan pangan, dan pengeluaran pangan.
Direkomendasikan bahwa diperlukan: a) Proses edukasi tentang pola konsumsi pangan yang beragam dan berkualitas (gizi seimbang), b) Perlu dilakukan diversifikasi sumber penghidupan untuk mencukupi kebutuhan pangan dan non pangan dengan mengembangkan potensi sumberdaya alam seperti memaksimalkan pemanfaatan sumber air untuk mendukung kegiatan pertanian lahan kering, c) Melibatkan masyarakat khususnya petani dalam pelaksanaan proyek padat karya maupun pembangunan kembali sarana dan prasarana yang rusak akibat gempa bumi, d) Menumbuhkan wira usaha baru dikalangan pemuda berdasarkan pada potensi usaha yang bisa dikembangkan berdasarkan pada kearifan lokal
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BUAH MELON DI KOTA MATARAM
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah permintaan buah melon, faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan buah melon di Kota Mataram dan elastisitas permintaan buah melon akibat adanya perubahan harga dan pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan secara purposive sampling yaitu di Pasar Mandalika dan Arena Buah Cakranegara. Penentuan responden dibagi menjadi 2 kategori yaitu pedagang buah melon dan konsumen buah melon, untuk pedagang buah melon ditetapkan seluruh pedagang buah melon, sedangkan untuk konsumen buah melon ditentukan secara quota sampling yaitu berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Jumlah permintaan buah melon per rumah tangga di Kota Mataram pada bulan Februari adalah rata-rata sebesar 64,75 kg. 2) Faktor yang berpengaruh terhadap jumlah permintaan buah melon di Kota Mataram yaitu harga buah melon. 3) Elastisitas harga terhadap permintaan buah melon di Kota Mataram sebesar 1,295 (Eh>1) (elastis) dan menyebabkan kenaikan permintaan terhadap buah melon sebesar 1,295% bila harga turun 1%, sedangkan elastisitas pendapatannya sebesar 0,343 (Ep<1) (inelastis) dan menyebabkan kenaikan permintaan buah melon sebesar 0,343% bila pendapatan naik 1%
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA KERUJUK BERBASIS MASYARAKAT DI DESA MENGGALA KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA
This study aims to: (1) analyze the level of community participation in the development of ecotourism referrals; (2) analyze what factors are related to the level of community participation in the development of referred ecotourism; (3) analyze what strategies can be applied to increase community participation in the development of ecotourism referrals. The research method used in this research is descriptive method. The research was conducted in Kerujuk Hamlet, Mengala Village which was selected by purposive sampling with the consideration that the hamlet has an ecotourism program that involves the community. The determination of the number of respondents was determined by proportionate stratified random sampling using the Slovin formula and the number of respondents was determined to be 43 respondents. The collected data was then analyzed using a scoring system, Spearman rank correlation test analysis and SWOT analysis. The results showed that the level of community participation was included in the low category because community involvement was still lacking in all stages of activities carried out in an effort to develop ecotourism referrals. Factors related to the level of community participation are non-formal education (skills), income, length of stay and age. The strategy that can be applied in an effort to increase community participation is the WO strategy or weakness-opportunity, where cooperative efforts with the government or educational institutions are carried out to improve the quality of human resources to be more independent in managing creative and innovative referral ecotourism.