Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM PENGEMBANGAN SISTEM AGRIBISNIS JAGUNG DI KECAMATAN GERUNG LOMBOK BARAT

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui peran penyuluh pertanian lapangan dalam agribisnis jagung di Kecamatan Gerung Lombok Barat; 2) mengetahui pengembangan sistem agribisnis jagung di Kecamatan Gerung Lombok Barat; dan 3) mengetahui hubungan antara peran penyuluh pertanian dalam agribisnis jagung dengan pengembangan sistem agribisnis jagung di Kecamatan Gerung Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah petani jagung yang tergabung dalam kelompok tani. Lokasi penelitian ditetapkan secara purposive sampling. Responden pengurus kelompok tani ditentukan secara purposive sampling dan responden anggota kelompok tani ditentukan secara proportional random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, skala likert, dan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peran penyuluh pertanian lapangan dalam agribisnis jagung di Kecamatan Gerung Lombok Barat termasuk dalam kategori ‘Sedang’ atau cukup berperan; 2) pengembangan sistem agribisnis jagung di Kecamatan Gerung Lombok Barat termasuk dalam kategori ‘Rendah’ atau kurang baik; 3) terdapat hubungan antara peran penyuluh pertanian dalam agribisnis jagung dengan pengembangan sistem agribisnis jagung

    the COMPARISON OF MELINJO CHIPS MARKETING CHANNELS IN THE SPECIAL REGIONS OF YOGYAKARTA (DIY) AND CENTRAL JAVA

    No full text
    Emping melinjo is one of the processed products from agricultural products. This food is a kind of chips made from old melinjo fruit seeds. Emping melinjo in Bantul Regency is not only marketed in the Yogyakarta area but also outside the region. In Batang emping melinjo Regency, it is not only marketed locally, but also reaches Surabaya, Jakarta and even abroad. The marketing of emping melinjo is often constrained by unstable demand, which is a lot of demand at a certain time. This unstable consumer demand for melinjo chips can be circumvented by production arrangements. However, not all melinjo chips producers are able to make production arrangements. The research method used is descriptive method, by taking all craftsmen respondents who are in Batang Regency and Bantul Regency, while taking merchant respondents by snowball. The marketing of melinjo chips in two different regions, geographical conditions and regional characteristics make two real differences. The marketing channel for emping melinjo in Bantul Regency, DIY has four channels, while in Batang Regency, Central Java, it only has three channels. The channel with the highest number of craftsmen in Bantul as many as 30 craftsmen chose channel I, while in Batang Regency the craftsmen chose channel III to sell their business melinjo chips. The highest profit received by craftsmen/producers occurs in channel I in Batang Regenc

    PERAMALAN PRODUKSI DAN HARGA BAWANG PUTIH DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    This study aims to: (1) analyze the pattern of development of garlic production and prices in East Lombok Regency. (2) Analyzing the most suitable quantitative forecasting method to predict the production and price of garlic in the next 5 years in East Lombok Regency. The data used in this research is secondary data. Then to process the data used time series forecasting method. The pattern of production and price data shows that there is an element of trend and after viewing the ACF and PACF, it shows that the data is stationary. The best forecasting for production uses the Single Exponential Smoothing method because it has the smallest error value. The results of the production calculation show that the MAD value is 13,414, the MSE value is 477,560,765, and the MAPE value is 17% and has an average production value of 6.088.9 ton. While the results of the price calculation, the MAD value is 4,090, the MSE value is 31,075,403, and the MAPE value is 8%, but the results of price forecasting are relatively constant at Rp. 40,000

    Kontribusi Ekonomi Usaha Kerajinan Tikar Mendong (Fimbristylis Globulosa) Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur

    Get PDF
      ABSTRACT   This study aims to: (1) analyze the types of productive economic activities of respondent farmer households in Lenek District East Lombok Regency; (2) analyzing the income from the mendong mat crafts business and its contribution to farmer households income in Lenek District of East Lombok Regency; (3) Knowing the problems and obstacles faced by the craftsmen in managing the mendong mat craft business in Lenek District East Lombok Regency. This research uses descriptive method. Analysis of the data used is the analysis of income and business contributions. The results of the study showed that: (1) There were 7 types of productive economic activities carried out by respondents farmer household in Lenek District including; mendong mat craft business, farming, farm laborers, tobacco processing workers, construction workers, shop employees and migrant workers. (2) The income from the mendong mat craft business is Rp 6,115,239,83/year with a contribution of 30.40% to the total household income in farm in Lenek District. The contribution of the mendong mat craft business gave a significant contribution to increasing the household income of the respondent farmers. (3) The problems and obstacles of craftsmen in managing the mendong mat craft are the low quality of mendong dyes, low product development skills, traditional weaving equipment, low ability to market the product of the type of a Alus mat, the price of the product mat is still low, high prices of raw materials, and its own capital for business development.   Keywords: productive economy, mendong mat crafts, income, contributio

    STUDI KOMPARASI BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU VIRGINIA BINAAN DAN NON BINAAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan unit analisis usahatani Tembakau Virginia Binaan dan Non Binaan di Kabupaten Lombok Timur, yaitu: Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur, dan Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru. Jumlah responden, yaitu 20 responden di Desa Menceh dan 20 responden di Desa Pemongkong. Analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, efisiensi, untuk menguji hipotesis digunakan uji-f dan uji-t dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Rata-rata biaya produksi pada usahatani tembakau Virginia Binaan Rp 34.602.380,36 per hektar lebih besar dibandingkan dengan biaya produksi pada usahatani tembakau Virginia Non Binaan sebesar Rp 34.064.637,55 per hektar. (2) Rata-rata nilai produksi pada usahatani tembakau Virginia Binaan di Kabupaten Lombok Timur adalah 32,80 kw per hektar dan rata-rata pendapatan untuk usahatani tembakau Virginia Non Binaan di Kabupaten Lombok Timur sebesar 28,10 kw per hektar (3) Rata-rata pendapatan pada usahatani tembakau Virginia Binaan sebesar Rp 45.599.512,54 rupiah per hektar lebih besar dibandingkan dengan pendapatan usahatani tembakau Virginia Non Binaan Rp 28.159.697,05 rupiah per hektar (4) Rata-rata biaya produksi, pendapatan dan nilai R/C pada usahatani tembakau Virginia Binaan lebih besar dan signifikan pada taraf nyata 5% dibandingkan pada usahatani tembakau Virginia Non Binaan

    ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PADA USAHATANI CAISIM (Brassica chinensis var. parachinensis) DI KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Get PDF
    This study aims to: (1) analyze the income of caisim farming in Lingsar District West Lombok Regency; (2) analyzing the efficiency of input use in caisim farming in Lingsar District West Lombok Regency; (3) knowing the supporting and inhibiting factors in caisim farming in Lingsar District West Lombok Regency. The analysis used in this research are: income analysis, Cobb-Douglas function analysis, and descriptive analysis. The results showed that: (1) The average income of caisim farming in Lingsar District was IDR 1,929,875.83/LLG or IDR 112,202.08/are; (2) Of the eight types of inputs used in caisim farming, inputs of land area, seeds, manure, ponska fertilizer and labor have not been efficient. Meanwhile, the use of urea, Gandasil-D, and pesticide inputs is inefficient; (3) The supporting factors for caisim farming in Lingsar District are: (a) technical aspects (availability of production facilities and land potential); (b) economic aspect (marketing); (c) institutional aspects (the existence of institutions providing capital), while the inhibiting factors include (a) technical aspects (pest attacks); (b) economic aspects (uncertain output selling prices and increasingly expensive fertilizer prices); (c) institutional aspects (farmers' activity when they are given counseling). Based on the results of the research, some suggestions can be made as follows: (1) Caisim farmers, especially in Lingsar District, West Lombok Regency are expected to follow cultivation techniques as recommended, especially the use of seeds, fertilizers and pesticides so that they can further increase land productivity, production of caisim and income; (2) It is expected that caisim farmers will be more active in extension activities held by local PPL so that respondent farmers in Lingsar District can increase their knowledge, especially in caisim vegetable cultivation

    ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN DI KECAMATAN PRINGGABAYA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk:  (1) Menganalisis tingkat pendapatan dan kesejahteraan (livelihood outcome) rumahtangga  nelayan  di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur; (2) Mengetahui persepsi rumahtangga nelayan tentang kondisi kawasan pesisir dan penting konservasi di  kawasan pesisir di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur .  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1).  (a) Rata-rata total pendapatan rumahtngga nelayan di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp 22.511.687,- yang berasal dari  berbagai bersumber pendapatan dengan pendapatan per kapitas sebesar Rp 5.844.765,-.  Strategi penghidupan melalui diversifikasi usaha mampu meningkatkan pendapatan rumahtangga nelayan Kontribusi pendapatan  dari sumber penghasilan baru  seperti: sumberdaya perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian tanaman pangan, yang menjadi daya dukung utama dari rumahtangga nelayan di wilayah ini  ini mencapai 56,79 persen dari total penghasilan rumahtnggga; (b) Tingkat pendapatan per kapita rumahtangga nelayan di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur dibandingkan dengan distribusi pendapatan berdasarkan kategori tingkat kesejahteraan dan/atau tingkat kemiskinan menurut kriteria  Sayogyo, Bank Dunia, dan BPS, ditemukan bahwa ketiga standar  kesejahteraan memberikan hasil yang agak berbeda. Berdasarkan kriteria BPS, rumahtangga nelayan di  Kecamatan Pringgabaya tersebut termasuk kategori tidak miskin, tetapi kalau dirinci ditemukan 38,24 persen responden masuk kategori miskin dan 61,76 persen termasuk kategori tidak miskin.  Berdasarkan kriteria Bank Dunia, rata-rata pendapatan per kapita rumahtangga nelayan di wilayah ini tergolong miskin, tetapi sesungguhnya ada yang termasuk kategori tidak miskin sebanyak 47,06 persen, sedangkan yang miskin sebanyak 52,94 persen. Sementara itu berdasarkan kriteria Sayogyo menghasilkan kategori tidak miskin yaitu sebanyak 44,12 persen, diikuti hampir miskin 29,41 persen, sangat miskin 14,71 persen, dan miskin 11,76 persen; (2) (a) Sebanyak 44 persen  responden menyatakan bahwa kondisi  kawasan pesisir beserta ekosistemnya  saat ini sama saja dengan waktu-waktu sebelumnya, selanjutnya terdapat 32 persen menyatakan bahwa kawasan pesisir beserta ekosistemnya lebih baik dari masa lalu, dan 20 persen menyatakan bahwa lebih jelek dibandingkan sebelumnya; (b) Persepsi rumahtangga nelayan tentang konservasi  di kawasan pesisir Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur sangat penting

    KONTRIBUSI USAHA LEBAH MADU TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA TANI DI DESA MEKARSARI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    Meski awalnya hanya mencoba dalam usaha budidaya lebah Trigona, namun pada akhirnya petani mulai berusaha lebih serius setelah mengetahui bahwa lebah Trigona memiliki nilai ekonomi yang baik serta memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui besarnya pendapatan usaha lebah madu di Desa Mekar Sari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. (2) Mengetahui total pendapatan keluarga di Desa Mekarsari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. (3) Mengetahui besar kontribusi usaha lebah madu terhadap pendapatan keluarga di Desa Mekarsari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata pendapatan dari usaha lebah madu di Desa Mekarsari yaitu sebesar Rp 794.000 per tahun. (2) Rata-rata pendapatan keluarga di Desa Mekarsari sebesar Rp 11.001.250. (3) Besar kontribusi usaha lebah madu terhadap pendapatan keluarga yaitu sebesar 7,23%

    EFISIENSI EKONOMI DAN PENDAPATAN USAHATANI MELON DI KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi, efisiensi ekonomi dan pendapatan usahatani melon di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Unit analisisnya yaitu usahatani melon di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling di tiga desa yaitu Desa Kawo, Desa Segala Anyar dan Desa Gapura. Penentuan responden dilakukan secara sensus yaitu sebanyak 47 orang Pengumpulan data menggunakan teknik survai dan observasi. Data dianalisis denga regresi model tipe Cobb-Douglass, efisiensi teknis  dan efisiensi harga, serta  analisis biaya dan pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input prduksi yang berpengaruh positif dan nyata terhadap produksi adalah input produksi luas lahan, benih, pupuk NPK, dan tenaga kerja; namun secara ekonomi belum dikelola secara efisien. Namun input pupuk KNO3 dan pestisida antracol berpengaruh negatif dan penggunaannya secara ekonomi  tidak efisien atau sudah berlebihan. Rata-rata pendapatan usahatani yang diperoleh adalah sebesar  Rp. 11.211.856 perpetani atau sebesar Rp 91.169.072 per hektar dengan RC ratio sebesar 1,99

    ANALISIS KESESUAIAN KUALITAS TAHU YANG DIMINTA DAN KUALITAS TAHU YANG DITAWARKAN DI KOTA MATARAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis kualitas tahu yang diminta oleh konsumen di Kota Mataram; (2) menganalisis kualitas tahu yang ditawarkan oleh produsen di Kota Mataram; dan (3) menganalisis kesesuaian kualitas tahu yang diminta oleh konsumen dan kualitas tahu yang ditawarkan oleh produsen di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik survei dan dilengkapi pengumpulan data sekunder. Unit analisis dalam penelitian ini adalah konsumen dan produsen tahu di Kota Mataram. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Mataram. Dari 6 kecamatan di Kota Mataram ditetapkan 4 kecamatan sebagai daerah sampel penelitian konsumen yaitu Kecamatan Mataram, Sekarbela, Sandubaya dan Kecamatan Cakranegara dan 2 kecamatan sebagai daerah sampel penelitian produsen yaitu Kecamatan Sandubaya dan Kecamatan Sekarbela secara purposive sampling atas pertimbangan bahwa kecamatan tersebut memiliki jumlah konsumsi dan produksi tahu terbanyak dari 6 kecamatan lainnya. Jumlah responden konsumen ditentukkan secara “quota sampling” yakni 30 konsumen. Untuk menentukan responden konsumen di keempat kecamatan tersebut menggunakan teknik “accidental sampling”. Jumlah sampel produsen tahu diambil secara “quota sampling” yakni 30 produsen. Selanjutnya jumlah responden produsen di masing-masing kecamatan dilakukan secara “quota sampling” (50% produsen di Desa Abiantubuh dan 50% produsen di Desa Kekalik Jaya). Untuk menentukan responden produsen di kedua kecamatan tersebut menggunakan teknik “accidental sampling”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Konsumen tahu di Kota Mataram meminta (mengkonsumsi) tahu dengan kualitas cukup empuk, berwarna cukup putih, dan sangat segar; (2) Produsen tahu di Kota Mataram menawarkan (memproduksi) tahu dengan kualitas cukup empuk, berwarna putih, dan sangat segar; (3) Terdapat kesesuaian antara tingkat keempukan, warna dan kesegaran tahu yang diminta oleh konsumen dan tahu yang ditawarkan oleh produsen di Kota Mataram

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇