Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP SUSU KAMBING ETAWA (STUDI KASUS USAHA TERNAK KAMBING ETAWA PAK YETNO DI DESA BENUA RAJA KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempegaruhi kepuasan konsumen terhadap susu kambing etawa di Usaha Ternak Kambing Etawa Pak Yetno Di Desa Benua Raja Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dimana penetuan sampel berdasarkan kebetulan. Data yang digunakan dalam penelitian ii yaitu data primer dan data sekunder. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan konsumen terhadap susu kambing etawa di Usaha Ternak Kambing Etawa Pak Yetno digunakan analisis statistik dengan metode analisis regresi linier berganda. Sedangkan untuk pengolahan data dilakukan menggunakan sofware komputer SPSS 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas produk (X1) tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen terhadap susu kambing etawa (Y), variabel kualitas pelayanan (X2) tidak berpengaruh terhadap kepuasan konsumen terhadap susu kambing etawa sedangkan variabel lokasi (X3) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen terhadap susu kambing etawa Di Usaha Ternak Kambing Etawa Pak Yetno di Desa Benua Raja Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamian
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK AGROINDUSTRI BERBAHAN BAKU KEDELAI DI KECAMATAN ALAS KABUPATEN SUMBAWA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui nilai tambah produk agroindustri berbahan baku kedelai di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa; (2) Mengetahui keuntungan dari usaha agroindustri berbahan baku kedelai di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa; (3) Mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi pengusaha dalam melakukan usaha agroindustri berbahan baku kedelai di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis pada penelitian ini adalah pengusaha agroindustri berbahan baku kedelai di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa. Metode penentuan daerah penelitian yaitu dengan metode purposive sampling atau sengaja. Metode penentuan jumlah responden dilakukan berdasarkan teknik sampling jenuh atau disebut juga metode sensus, yang mana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik survei yaitu dengan wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai tambah yang diperoleh untuk agroindustri tahu sebesar Rp 5.402/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 26,82% dan tingkat keuntungan sebesar 19,87%, Sedangkan nilai tambah untuk agroindustri tempe sebesar Rp 6.035/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 28,74% dan tingkat keuntungan sebesar 23,49%. (2) Keuntungan agroindustri tahu adalah sebesar Rp 507.448/PP sedangkan untuk agroindustri tempe keuntungan yang didapatkan yaitu Rp 333.445/PP. (3) Faktor-faktor penghambat yang dihadapi pengusaha di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa adalah kurangnya ketersediaan bahan baku, kurangnya modal usaha, dan kendala dalam proses produksi seperti perebusan yang kurang matang dan bahkan perebusan yang terlalu matang
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH SISTEM JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN RAMAN UTARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah sistem jajar legowo di Kecamatan Raman Utara. Lokasi penelitian di lakukan di Desa Rantau Fajar kecamatan Raman Utara. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan sampel jenuh yaitu sebanyak 40 responden yang menanam padi sawah sistem jajar legowo. Sumber pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder dengan metode kuesioner dan wawancara serta referensi yang mendukung dalam penelitian ini. Alat analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan yaitu regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah sistem jajar legowo di Kecamatan Raman Utara secara parsial yaitu luas lahan, benih, pupuk UREA sedangkan pupuk SP, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan pada taraf kepercayaan 95%.
Kata Kunci: Faktor produks
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI DAN PEMASARAN USAHATANI JAMBU KRISTAL DI DESA DASAN TAPEN KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) biaya produksi, pendapatan usahatani jambu kristal di Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. (2) efisiensi ekonomi usahatani jambu kristal di Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. (3) efisiensi pemasaran usahatani jambu kristal di Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis adalah usahatani jambu kristal dan lembaga pemasaran di Desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Teknik penentuan petani responden secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 5 orang petani, sedangkan untuk lembaga pemasaran secara snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 17 pedagang jambu kristal. Jenis data adalah data kuantitatif dan kualitataif. Sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Analisis data yaitu: menganalisis biaya dan pendapatan, R/C ekonomi dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata biaya produksi dalam usahatani jambu kristal yaitu sebesar Rp 55.154.016,79 per ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp 38.889.148,68 per ha. (2) efisiensi ekonomi usahatani jambu kristal yaitu R/C sebesar 1,71 per LG. (3) efisiensi pemasaran jambu kristal termasuk efisien karena diperoleh share petani ³ 60% dan distribusi keuntungan berkisar antara 0,5 –
ANALISIS PEMASARAN SAYURAN HIDROPONIK DAN KONVENSIONAL DI KOTA MATARAM
The aims of this study were: (1) To analyze the marketing channels for conventional and hydroponic vegetables in Mataram City; (2) Analyzing the marketing efficiency of hydroponic and conventional vegetables using the SCP method; (3) Analyzing obstacles in marketing hydroponic and conventional vegetables. The method used is descriptive method. The unit of analysis in this study is the hydroponic vegetable marketing system and the conventional vegetable marketing system. This research is located in the Mataram city area by focusing on three sub-districts namely Ampenan, Sekarbela and Selaparang Districts. The number of respondents taken by census was 15 people consisting of 6 hydroponic vegetable farmers and 9 conventional vegetable farmers. The data analysis used is marketing channel analysis and SCP analysis.
The results of the study show: (1) Hydroponic and conventional vegetable marketing channels in Mataram City consist of two channels, namely channel I: Producers - Consumers, and channel II: Producers - Wholesalers - Consumers; (2) a) A more efficient marketing channel for marketing hydroponic vegetables is channel II. In lettuce marketing, the farmer's share value is 85.7%, profit distribution is 1%, and sales volume is 222Kg. Whereas in pakcoy marketing, the farmer's share value is 80%, the profit distribution is 1% and the sales volume is 44Kg. b) In conventional vegetable marketing, a more efficient marketing channel is channel II. In lettuce marketing, the farmer's share value is 83.3%, profit distribution is 1%, and sales volume is 125Kg. Whereas in pakcoy marketing, the farmer's share value is 80%, profit distribution is 1% and sales volume is 1140Kg; (3) Obstacles faced by farmers and marketing institutions include capital, price, climate, pests, seeds, and production.
 
PENGARUH HARGA DAN PROMOSI TERHADAP PEMBELIAN PRODUK PESTISIDA PT SAKA SAKI DESA MAMBEN LAUK KECAMATAN WANASABA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor harga terhadap pembelian produk pestisida serta pengaruh faktor promosi terhadap pembelian produk pestisida PT Saka Saki di CV Alam Raya Agriculture. Populasi penelitian ini adalah konsumen pestisida PT Saka Saki, Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 konsumen. Data dianalisis dengan analisis regresi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan CV Alam Raya Agriculture selaku distributor dari PT Saka Saki melakukan penetapan harga pestisida dengan harga yang terjangkau dan penetapan harga yang sama pada kelima toko pestisida yang merupakan sub distributor CV Alam Raya Agriculture yaitu Bintang sebesar Rp. 80.000, Cylate Rp. 35.000, Surya Rp. 75.000, dan Red Bell Rp. 80.000. Harga tersebut berpengaruh secara nyata terhadap pembelian pestisida, terdapat 51% konsumen menyatakan harga pestisida terjangkau dan 49% konsumen menyatakan sebaliknya. Bentuk promosi yang dilakukan CV Alam Raya Agriculture terhadap produk pestisida PT Saka Saki adalah dengan melakukan penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan (demplot), dengan sarana promosi yaitu kaos produk, baliho, iklan, umbul-umbul, promosi tersebut berpengaruh secara nyata terhadap pembelian pestisida. Promosi merupakan alasan terbanyak dalam pembelian pestisida merek Bintang, Surya, Red Bell, sedangkan merek Cylate dibeli dengan kualitas bagus sebagai alasan terbanya
PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI PADA COFFEE CAMPUS BANDAR LAMPUNG
Industri kopi di Bandar Lampung mengalami peningkatan, hal tersebut berakibat pada pengusaha Coffee shopharus berorientasi pada produk kopi yang diinginkan konsumen.Penelitian inibertujuan mengetahui karakteristik dan proses keputusan pemebelian konsumen kopi di Coffee Campus. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode accidental sampling sebanyak 33 orang. Analisis yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif berdasarkan identifikasi kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif,keputusan pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Karakterisik konsumen sebagai pengunjung Coffee Campus paling banyak adalah laki-laki dengan usia berkisar 21-25 tahun, pendidikan Diploma, belum menikah,dan berprofesi sebagai mahsiswa. Pada tahap pengenalan kebutuhan, kosumen lebih mengenal manfaat kopi di Coffee Campus adalah sebagai penghilang rasa haus dan alasan mengonsumsinya dikarenakan cita rasanya yang enak. Tahap pencarian informasi diperoleh konsumen dalam memilih produk Coffee Campus yaitu berasal dari orang terdekat yang memberitahu produk kopi Coffee Campus. Tahap evaluasi alternatif dengan pertimbangan paling besar mengenai cita rasa secara terencana adalah tahapan yang paling sering dilakukan oleh konsumen. Keputusan pembelian Coffee Campus dilakukan konsumenpaling banyak yaitu satu kali dengan rasa cappucino ice. Perilaku pasca pembelian yaitu konsumen yang menyukai Coffee Campus paling banyak dengan alasan karena rasanya yang enak, konsumen merasa puas, dan konsumen akan merekomendasikan produk Coffee Campus kepada orang lainnya.
 
OPTIMALISASI PENDAPATAN USAHATANI DI DAERAH IRIGASI PANDANDURI-SWANGI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sistem pengelolaan dari usahatani lahan sawah musim kemarau dengan mempertimbangkan variasi musim dan kondisi alam yang memaksimumkan pendapatan petani lahan sawah di DI Pandanduri-Swangi Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data dengan teknik survei yang berpedoman pada kuisioner. Hasil dari penelitian ini adalah Model Optimal dengan Program Linier (PL) menunjukkan kombinasi padi dan cabe merupakan solusi optimal pada tanah Vertisol tahun El Nino, Pada tanah yang lain pada tipe tahun yang sama tanaman tembakau adalah tanaman terbaik. Pada kondisi musim kemarau normal dan kemarau kering (El Nino) kombinasi yang optimum adalah tanaman tembakau dan tanaman ubijalar. Hal ini terjadi bilamana air mulai berkurang maka dipilihlah tanaman lain yang sedikit memerlukan air.. Tanaman sayuran dan buahan semusim yang seperti cabe, tomat, terung, kacang panjang diwakili cabe, dan tanaman ubi jalar juga dapat ditanam dan berhasil optimal di DI Pandanduri-Swangi tetapi pendapatan maksimal optimal hanya diperoleh dengan kombinasi tembakau dan tanaman cabe
PEMODELAN NILAI TUKAR PETANI SUBSEKTOR HORTIKULTURA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENGGUNAKAN TIME SERIES BOX JENKINS
Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan indikator penting yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan petani. Oleh karena itu, pemodelan terhadap NTP perlu dilakukan untuk mengamati pergerakannya dari waktu ke waktu dalam rangka mengantisipasi kemungkinan yang terjadi. Pemodelan NTP dapat dilakukan dengan menggunakan time series Box-Jenkins. Data yang digunakan adalah data bulanan NTP subsektor hortikultura di Provinsi Nusa Tenggara Barat dari bulan Januari 2017 hingga Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang diperoleh adalah model ARIMA (0,2,1). Berdasarkan hasil peramalan, diperoleh informasi bahwa NTP subsektor hortikultura mengalami peningkatan untuk satu tahun ke depa
ANALISIS DAYA SAING USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BIMA
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis keuntungan privat dan keuntungan sosial usahatani bawang merah di Kabupaten Bima; (2) Menganalisis daya saing (keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif) usahatani bawang merah di Kabupaten Bima. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usahatani bawang merah di Kabupaten Bima. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bima dengan mengambil 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu (Desa Rasabou dan Desa Lambu) secara purposive sampling, sedangkan penentuan jumlah responden dilakukan secara quota sampling yaitu sebanyak 50 responden. Jenis data yang digunakan meliputi data kuantitatif dan kualitatif, sedangkan sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskripstif. Analisis data menggunakan analisis keuntungan dan analisis daya saing menggunakan table policy analysis matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keuntungan privat usahatani bawang merah di Kabupaten Bima sebesar Rp 32.386.662 per hektar sedangkan keuntungan sosial sebesar Rp 40.555.905 per hektar. Dengan demikian usahatani bawang merah di Kabupaten Bima layak untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif; (2) Usahatani bawang merah di Kabupaten Bima memiliki daya saing. Hal ini dapat dilihat dari nilai PCR 0.646 dan DRCR 0.595 < 1