Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    THE EFFECT OF GLOBAL MACROECONOMIC ON INDONESIAN TEA TRADE IN INTERNATIONAL MARKET

    Full text link
    The aim of the research is to analyze of competitiveness Indonesian tea trade in international market, the factors that influence the value of Indonesian tea exports in the and to analyze the long-term influence of export tariffs and Non-Tariff Measures (NTM) consisting of sanitary and phytosanitary on the value of Indonesian tea exports in the main destination countries. This research using secondary data in the form of panel data with RCA model, the Gravity Model and long-term influence analysis with Fully Modified Ordinary Least Square (FMOLS). The results of research show the competitiveness of Indonesian tea has been great where the RCA value higher than 1. In addition, the variables that have a significant influence on the value of Indonesian tea exports are export tea prices, imported tea prices, export tariffs and the NTM dummy, while the exchange rate and economic distance variables do not have a significant effect on the value of tea exports. In the long term, Indonesia's tea trade policy, which consists of export tariffs and dummy Non Tariff Measures (NTM), has a long-term influence on the value of tea exports

    Analisis Risiko Usahatani Kelapa Sawit Rakyat Di Kampung Selamat Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang

    Full text link
    Salah satu komoditas unggulan yang ada di Indonesia adalah kelapa sawit, yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara. Namun, produktivitas perkebunan rakyat seringkali tertinggal dibandingkan dengan perkebunan besar, terutama akibat risiko produksi, biaya, dan pendapatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko usahatani kelapa sawit rakyat di Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menilai risiko produksi, biaya, dan pendapatan yang dihadapi petani kelapa sawit rakyat. Data dikumpulkan melalui survei kepada 88 responden yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Analisis data mencakup perhitungan koefisien variasi (CV) untuk menentukan tingkat risiko serta analisis pendapatan untuk mengevaluasi keuntungan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menghadapi risiko produksi yang moderat dengan variasi yang dipengaruhi oleh fluktuasi hasil panen dan harga. Risiko biaya muncul akibat ketergantungan pada input produksi, seperti pupuk dan pestisida, sedangkan risiko pendapatan disebabkan oleh ketidakpastian harga pasar. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun ada risiko, usahatani kelapa sawit rakyat di Kampung Selamat tetap memberikan keuntungan dengan rata-rata R/C ratio di atas 1, yang menunjukkan usaha ini layak secara finansial. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya strategi mitigasi risiko melalui optimalisasi penggunaan input produksi dan diversifikasi pendapatan petani. Selain itu, dukungan kebijakan dan program pemerintah seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta penerapan standar keberlanjutan, seperti ISPO, dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan agribisnis dan perencanaan strategis di sektor perkebunan kelapa sawit rakyat

    EFEK THRESHOLD VALUE INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI JAWA BARAT

    Full text link
    Inflasi dan suku bunga menjadi faktor makro terhadap pencapaian nilai tukar petani khususnya di Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efek threshold value dari variabel inflasi dan suku bunga terhadap nilai tukar petani. Data yang digunakan yaitu data triwulan variabel inflasi, suku bunga dan nilai tukar petani selama periode 2014-2022 yang dianalisa menggunakan threshold regresi. Hasil penelitian menunjukkan inflasi memberikan efek terbesar ketika suku bunga berada dalam rentang 4.75 sampai 6 persen terhadap nilai tukar petani dalam jangka panjang. Sementara itu, suku bunga memberikan efek terbesar ketika inflasi berada dalam rentang 0.169 sampai 0.249 persen terhadap nilai tukar petani dalam jangka panjang. Kelompok interval ini dapat menjadi perhatian pemerintah khususnya pertanian di Provinsi Jawa Barat

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR GAMBIR INDONESIA KE PASAR INDIA

    No full text
    Gambir (Uncaria Gambir Roxb) is one of Indonesia's leading export commodities that has various benefits, especially in the health and pharmaceutical industries. Indonesia is the largest gambir exporting country in the world. Indonesia exports the most gambir to India. The average volume of gambir exports is smaller than the production of gambir in Indonesia, there is a difference of 275.64 tons. This excess production should be able to be exported again to be used as an additional foreign exchange earner. The objectives of this study are 1) to analyze the factors that influence the volume of Indonesian gambir exports to India 2) to analyze trends or forecasts of gambir export volumes. This study uses time series data from 2003-2023 and forecasts of export volumes from 2024-2033. This study uses multiple linear regression analysis and trend analysis (forecasting). The results of the study are that the factors that influence the volume of gambir exports are production, export prices and Indian consumption, while the rupiah exchange rate variable does not affect the volume of gambir exports. Gambir forecast for the next 10 years produces 25,978,578 tons in 2033

    ANALISIS KINERJA DAN EFISIENSI RANTAI PASOK CENGKEH DI KABUPATEN GORONTALO

    Full text link
    Cengkeh merupakan komoditas sub sektor perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain konsumsi dalam negeri, cengkeh juga menjadi komoditas yang sering diekspor ke berbagai wilayah. Sebagai wilayah yang baru mengembangkan komoditas cengkeh Kabupaten Gorontalo masih memiliki tantangan dalam pengelolaan rantai pasok terutama untuk kinerja dan efisiensinya. Panjanganya alur rantai pasok cengkeh menyebabkan adanya distparitas harga yang mengakibatkan harga di tingkat petani dan pasar konsumen menjadi tinggi. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk mengkaji 1). Bagaimana kinerja rantai pasok cengkeh di Kabupaten Gorontalo dan 2) Bagaimana efisiensi rantai pasok cengkeh. Penelitian ini menggunakan analisis supply chain operation refference untuk melihat kinerja rantai pasok dan analisis margin pemasaran yang dilanjutkan dengan farmer share. Hasil menunjukan bahwa terdapat 2 pola saluran pemasaran dengan peperapa pelaku utama yakni petani, pengumpul, pedagang besar, manufaktur.  Kinerja rantai pasok yang dilihat dari reability, resposivitas, fleksibilitas,asset, dan cash to cash baik dari petani hingga perusahaan berada pada “Superior” Namun, efisiensi pemasaran menunjukkan margin yang tinggi dan farmer’s share yang rendah, menandakan bahwa petani belum memperoleh nilai yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sistem pemasaran dan penguatan posisi tawar petani dalam rantai paso

    PROSPEK PENGEMBANGAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI BERBAHAN BAKU JAGUNG DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Full text link
    Jagung sebagai salah satu komoditas pertanian terpenting di Indonesia menyimpan potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah (value added) dan rantai nilai (value chain) agroindustri. Pulau Lombok, dengan kondisi geografis dan sosio-ekonomi yang unik, memberikan peluang yang substansial untuk pengembangan agroindustri jagung. Penelitian bertujuan untuk menganalisis prospek pengembangan dan nilai tambah pada agroindustri berbahan baku jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis. Penelitian ini dilakukan di Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. jumlah responden dilakukan secara sensus yaitu dengan mengambil seluruh pengusaha agroindustri berbasis jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri berbahan baku jagung di Kabupaten Lombok Tengah mempunyai prospek yang bagus dan layak untuk terus dikembangkan, hal ini ditunjukkan hasil analisis kelayakan dan tingkat profitabilitas yang dihasilkan, dimana kelayakan usaha produk marning adalah 1,70 dengan tingkat profitabilitas 74%,  sementara kelayakan usaha produk emping menghasilkan kelayakan usaha 1,50 dan tingkat profitabilitas sebesar 50%. Selain itu,  nilai tambah  yang dihasilkan dari agroindustri juga  cukup tinggi yakni usaha marning menghasilkan rasio   nilai tambah sebesar 51,50 %  dan usaha emping menghasilkan rasio nilai tambah sebesar 57,00%

    PENGARUH SUBSIDI BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PULAU BUNGIN

    Full text link
    Harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan kecil. Akses nelayan terhadap BBM bersubsidi akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan hingga kesejahteraan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan rumah tangga nelayan kecil dan pengaruh harga BBM terhadap pendapatan serta tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan di Pulau Bungin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis  40 rumah tangga nelayan. Pengambilan sampel dilakukan menggunaan metode Accidental Sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pendapatan rumah tangga nelayan kecil di Pulau Bungin mencapai nilai rata-rata sebesar Rp 31.048.228/tahun yang bersumber dari usaha penangkapan ikan Rp 27.729.671 (89,3%) dan dari luar usaha penangkapan ikan Rp 3.318.557 (10,7%).  Hasil perhitungan menunjukkan dengan adanya akses nelayan terhadap BBM bersubsidi dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan hingga 19,26% pertahun dan meningkatkan jumlah rumah tangga nelayan sejahtera dari 10% menjadi 55%

    PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROPINSI ACEH

    Full text link
    ABSTRACT Climate change poses a threat to food security and impacts food availability in the region, especially in Aceh Province. The decline in the district food crop production index during the 2016-2023 period indicates a disruption in the agricultural production system in most areas of Aceh Province. This study aims to analyse the effect of climate change on food security in Aceh Province in the short and long term with the Auto Regressive Distributed Lag (ARDL) model approach using panel data (21 district cross section data and time series from 2018-2023) variables of food security index, harvest area, district production obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) and the Regional Food Security Agency (BKPD) while climate data on temperature, rainfall and humidity obtained from the Aceh Province Meteorology and Geophysics Agency (BMKG). The results of the analysis show that the variability of temperature, rainfall and district production has a long-term relationship to the Aceh Food Security Index (IKPA) with a temperature coefficient = 7.583732, meaning that every 1% increase in temperature will cause an increase in IKPA by 7.5%, the rainfall coefficient = 12.63413 means that every 1% increase in rainfall will cause a decrease in IKPA by 12.6% and the coefficient of rice production = 60.30847 means that every 1% increase in rice production will cause an increase in IKPA by 60.3% and the coefficient of corn production = 0.973232 means that every 1% increase in rice production will cause an increase in IKPA by 60.3%. The coefficient of maize production=0.973232 means that every 1% increase in maize production will cause an increase in IKPA by 0.97%. The implication of this research is that a policy or adaptation strategy is needed against rainfall variability that is too high can cause an increase in the population of pests and diseases of rice plants to cause fuso and have an impact on food availability and food security of Aceh Province in the long term. Keywords: Climate change, Production, Food Security, Ace

    EFEKTIVITAS PROGRAM BUMDES AMANAH UMAT TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA WAENETAT KECAMATAN WAEAPO

    Full text link
    ABSTRAK Sektor pertanian memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ketahanan pangan. Namun, keterbatasan akses terhadap permodalan, infrastruktur, dan kualitas sumber daya manusia masih menjadi kendala dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah menggagas pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai instrumen pengembangan potensi ekonomi desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program BUMDes Amanah Umat di Desa Waenetat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 71 responden yang dipilih secara acak. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linier sederhana, dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BUMDes memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, dengan koefisien regresi sebesar 0,301 dan nilai signifikansi 0,000. Uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pendapatan sebelum dan sesudah berpartisipasi dalam program, dengan rata-rata kenaikan pendapatan sebesar Rp1.071.267,61. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam program BUMDes memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi. Oleh karena itu BUMDes Amanah Umat memiliki peran penting dalam memberdayakan masyarakat di Desa Waenetat, meskipun perbaikan pada aspek administrasi dan distribusi masih diperlukan guna meningkatkan efektivitas program di masa yang akan datang.  ABSTRACT The agricultural sector plays a strategic role in Indonesia's economy, particularly in labor absorption and enhancing food security. However, limited access to capital, infrastructure, and the quality of human resources remain obstacles in improving the welfare of rural communities. To address these issues, the government initiated the establishment of Village-Owned Enterprises (BUMDes) as a tool for developing the economic potential of villages. This study aims to analyze the effectiveness of the BUMDes Amanah Umat program in Waenetat Village in improving the community's economy. The method used is quantitative with a correlational approach. Data was obtained through a Likert scale-based questionnaire administered to 71 randomly selected respondents. Data analysis was performed using validity tests, reliability tests, simple linear regression, and paired t-tests. The research results show that the BUMDes program has a positive and significant impact on the improvement of the community's economy, with a regression coefficient of 0.301 and a significance value of 0.000. The paired t-test indicates a significant difference between the income before and after participation in the program, with an average income increase of IDR 1,071,267.61. These findings indicate that community involvement in the BUMDes program has a tangible impact on improving economic welfare. Therefore, BUMDes Amanah Umat plays a crucial role in empowering the community in Waenetat Village, although improvements in administrative and distribution aspects are still needed to enhance the program's effectiveness in the future

    ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN PENUNJANG KENARI (Canarium indicum L.) DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA DAHLIA BAKERY

    Full text link
    Manjemen persediaan bahan penunjang seperti kenari (Canarium indicum L.) memiliki peran penting dalam proses produksi di industri makanan, termasuk pada UMKM Dahlia Bakery. Namun, pengadaan kenari di Dahlia Bakery masih dilakukan secara tidak terstruktur dan bergantung pada kedatangan pemasok tanpa jadwal tetap, sehingga menyebabkan frekuensi pemesanan yang tinggi dan biaya persediaan yang tidak efisien. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan tersebut dan menganalisis bagaimana metode Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock dapat diterapkan dalam menentukan jumlah pembelian optimal, titik pemesanan ulang, serta total biaya persediaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan EOQ, jumlah pembelian optimal adalah 167 kg per pesan dengan frekuensi pemesanan 11 kali per tahun, safety stock sebesar 1 kg, dan reorder point sebesar 40 kg. Total biaya persediaan dapat ditekan dari Rp14.246.345 menjadi Rp1.253.250, menghasilkan efisiensi sebesar Rp12.993.095. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode EOQ secara berkelanjutan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan menunjang kelancaran proses produksi di Dahlia Bakery

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇