Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUSKI USAHATANI JAGUNG DI DESA AIKMEL UTARA KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Desa Aikmel Utara, dan (2) menganalisis faktor yang dominan mempengaruhi produksi usahatani jagung di Desa Aikmel Utara. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan pertimbangan banyak petani yang melakukan usahatani jagung. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang berusahatani jagung di Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel. Seluruh populasi petani jagung di Desa Aikmel Utara diambil 30 responden. Metode pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling, yaitu cara pengambilan sampel secara penelusuran (accidental) dengan mengambil sampel petani jagung yang kebetulan ada di lokasi penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier bergada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung adalah luas lahan (X1), benih (X2), pupuk urea (X3), pupuk SP-36 (X4), dan pupuk ZA (X5), sedangkan untuk yang faktor yang tidak berpengaruh nyata yaitu pestisida (X6) dan tenaga kerja (X7). (2) Hasil pengujian koefisien Beta, faktor yang paling dominan terbesar mempengaruhi produksi usahatani jagung adalah pupuk ZA sebesar 1,545 dan yang paling dominan terkecil mempengaruhi produksi usahatani jagung adalah pestisida sebesar 0,292. Disarankan kepada pemerintah untuk selalu melakukan pembinaan kepada petani agar pengetahuan para petani semakin meningkat dan dapat mempraktekkan usahatani secara benar sehingga produksinya meningkat yang tentunya mempengaruhi tingkat pendapatan petani

    ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI AGROFORESTRI KOPI DI KAWASAN GUNUNG GEULIS, JAWA BARAT

    Full text link
    Coffee is an agricultural commodity with high economic value and promising business opportunities, driven by the increasing demand and interest of consumers. One area with significant potential for coffee development is Gunung Geulis, where forest land has been converted into coffee plantations using an agroforestry system. This system is expected to maintain the ecological functions of the area, particularly hydrological services, while also providing economic benefits for the surrounding community. This study aims to examine the implementation process of coffee agroforestry farming in the Gunung Geulis area and determine its sustainability status. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires. The analysis was conducted using the MDS-Rapcoffe method in R software to assess the level of sustainability and identify key leverage attributes influencing it. The coffee agroforestry farming process in Gunung Geulis includes upstream subsystems, cultivation subsystems, marketing subsystems, and supporting subsystems. The results show that in Jatinangor and Cimanggung Sub-districts within the Gunung Geulis area, the sustainability values are 64,55% and 66,73% respectively, which are categorized as moderately sustainable

    ANALISIS KEUNTUNGAN PETANI TEMBAKAU VIRGINIA NON MITRA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    No full text
    Tembakau virginia menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di antara wilayah penghasilnya, Kabupaten Lombok Tengah dikenal sebagai daerah penghasil tembakau virginia dengan mutu yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan petani tembakau non mitra di Kabupaten Lombok Tengah. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Janapria yang merupakan sentra produksi tembakau virginia terbesar di Kabupaten Lombok Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan 48 responden petani tembakau virginia non mitra. Metode yang digunakan adalah analisis keuntungan dari keseluruhan responden petani tembakau virginia non mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan yang diperoleh dari hasil usaha tani tembakau virginia non mitra di Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp. 60.465042,10 per musim tanam

    ANALISIS HARGA BERAS DI PROVINSI JAWA TIMUR

    Full text link
    Kebutuhan pangan mempunyai arti yang luas dan kompleks dimana ketersediaan, distribusi dan keterjangkauan oleh daya beli masyarakat menjadi topik dalam kebijakan ekonomi nasional. Stabilisasi harga pangan merupakan indikator yang banyak diperbincangkan. Beras merupakan salah satu bahan pangan yang harganya sangat fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren produksi, konsumsi, ketersediaan dan harga beras, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga beras dan menganalisis integrasi pasar beras produsen dan pasar beras konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Tren produksi beras di Provinsi Jawa Timur cenderung menurun sedangkan tren konsumsi, ketersediaan dan harga beras cenderung meningkat. 2) Faktor-faktor PDRB, Produksi Beras, Luas Panen, KURS dan Volume Impor Beras berpengaruh positif dan signifikan terhadap hubungan jangka pendek. Variabel infiltrasi tidak berpengaruh. 3) Integrasi pasar beras produsen dan pasar beras konsumen memiliki hubungan integrasi yang lemah

    MOTIVASI PETANI KAKAO BINAAN PT X DI KABUPATEN BULUNGAN: ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK DAN DUKUNGAN PENYULUHAN

    Full text link
    Kakao merupakan komoditas yang sedang dikembangkan di Kabupaten Bulungan sebagai alternatif mata pencaharian.  Namun, kakao di Kabupaten Bulungan termasuk kedalam komoditas yang masih berkembang dibandingkan komoditas unggulan lainnya seperti kelapa sawit. Hal tersebut seringkali membuat petani ragu untuk ikut serta pengembangannya. Maka, untuk menjaga perkembangannya, diperlukan  motivasi yang tinggi dari petani sebagai pelaksana. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis motivasi petani kakao berdasarkan pengaruh dari dukungan penyuluhan dan karakteristik petani. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif verifikatif dengan pegambilan sampel menggunakan metode samping jenuh (sensus) pada 108 petani kakao binaan PT X di Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh positif dan signifikan dari dukungan penyuluhan terhadap karakteristik petani dan karakteristik petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi petani. Selanjutnya, dukungan penyuluhan tidak berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap motivasi petani. Namun, motivasi petani dipengaruhi oleh dukungan penyuluhan melalui karakteristik petani sebagai variabel mediasi. Hasil dari temuan ini mengindikasikan perlunya rancangan program penyuluhan yang diarahkan pada peningkatan karakteristik petani agar dapat lebih mendorong petani untuk termotivasi melakukan usaha tani kakao melalui pengetahuan, keterampilan, sikap dan keberanian mengambil risiko.&nbsp

    PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGU TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI KECAMATAN SIRAMPOG KABUPATEN BREBES

    Full text link
    The research locatian was chosen purposively. This research was conducted in potato croos in Sirampog district, Brebes Regency. The research method used was a combination of qualitative and quantitative descriptive methods. Respondent samples taken in this research were 5 agricultural extension workers and 97 respondents from 1.744 farmers. This research was conducted from November 2022 to August 2023. The results of this study note that there were seven roles in agricultural extension activities in Sirampog District, namely the role of education dissemination of innovation, facilitation, consultation, supervision, monitoring and evaluation. Agricultural extension workers in Sirampog District received a good response from farmers because farmers felt they were assisted in increasing the agricultural potential of the region and increasing their human resources. Based on the research results, the role of education obtained the highest percentage score, namely 14.70%, was period, because agricultural extension workers directly educate farmers about good farming systems, dosage of fertilizer use, use of agricultural technology, and disease control. The evaluation role obtained the lowest score, which was 14.04%, period capital because it was suspected that farmers rarely met with agricultural extension officers evaluation activities rarely occurred for some farmers who did farming. The results showed that the role of agricultural extension agents in controlling plant pest organist in potato plants had a good role as seen from the role of extension agents as educators, disseminators of inovators , facilitators, colsultation, supervisors, monitorors and evaluators which had an impact on reducing yield losses caused plant pest organist so as in helping to increase potato production

    ANALISIS CURAHAN WAKTU KERJA WANITA TANI DALAM USAHATANI JAGUNG DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI DESA KAPEDI, KECAMATAN BLUTO, KABUPATEN SUMENEP

    Full text link
    Keterlibatan wanita dalam usahatani merupakan bagian dari dinamika sosial-ekonomi pedesaan. Rendahnya pendapatan dari sektor pertanian informal mendorong wanita turut bekerja dalam kegiatan usahatani jagung untuk menambah penghasilan keluarga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis curahan waktu kerja wanita tani serta faktor-faktor yang memengaruhinya dalam usahatani jagung di Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Metode pengambilan sampel dilaksanakan secara purposive sampling kepada 71 responden yang tergabung dalam  KWT dan aktif dalam usahatani jagung. Data curahan waktu kerja kemudian dihitung memanfaatkan perhitungan Hari Orang Kerja (HOK), dan faktor-faktor dianalisis melalui regresi linear berganda. Hasil Penelitian memperlihatkan rata-rata curahan waktu kerja wanita tani dalam satu musim tanam jagung sebesar 21,25 HOK dengan dominasi waktu kerja terbanyak dicurahkan untuk kegiatan pemeliharaan seperti penyiangan, pemupukan, dan pengendalian HPT. Faktor yang memberi pengaruh signifikan terhadap curahan waktu kerja yaitu usia (negatif), luas lahan (positif), dan lama berusahatani (positif), sementara jumlah tanggungan keluarga tidak memberi pengaruh terhadap curahan waktu kerja wanita tani di Desa Kapedi

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA SIMBATAN KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO

    Full text link
    Usaha peternakan ayam petelur merupakan usaha sebagai penghasil sumber protein yang murah dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya, sehingga siklus perputaran usaha sangat besar dan cepat.  Namun demikian usaha peternakan ayam petelur masih sangat fluktuatif harganya karena komponen yang mendukung proses produksinya sangat bergantung pada faktor produksi lainya seperti pakan dan lain-lain. Pengembangan usaha adalah proses yang melibatkan upaya untuk memperluas atau meningkatkan bisnis yang sudah ada, baik melalui ekspansi produk atau layanan, penetrasi pasar baru, diversifikasi portofolio, atau inovasi produk dan proses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Simbatan Kecamatan Kanor. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analis SWOT dan Analisis QSPM. Analisis SWOT dan QSPM merupakan metode yang digunakan untuk menentukan strategi yang tepat bagi perusahaan saat ini. Hasil dari penelitian ini  menunjukkan bahwa strategi tepat yang dapat diterapkan oleh usaha peternakan ayam petelur di Desa Simbatan saat ini adalah strategi grow and build (tumbuh dan bina) dengan cara menjalin kerjasama dengan instansi terkait. Dikarenakan alternatif strategi ini memperoleh Total Attractive Score (TAS) sebesar 6,33 yang paling tinggi dibandingkan dengan alternatif strategi lainnya

    ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA PEMBENIHAN IKAN LALONGGOLOSUA NILA FARM SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PERIKANAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN KOLAKA

    Full text link
    The potential of Indonesian fisheries cultivation is very promising with an economic value of USD 250 billion per year. One of the fishery commodities that is in demand by both domestic and foreign markets is tilapia. Tilapia is in demand by the community with increasing production and demand trends. Market opportunities are increasingly open, triggering the growth of tilapia fish businesses to develop both breeding, rearing and marketing. The purpose of the study is to analyze the business prospects of the Lalonggolosua Nila Farm fish seed business and to analyze the feasibility of the Lalonggolosua Nila Farm fish seed business in Kolaka Regency. The methods and approaches used are survey research and case studies. To answer the first objective related to business prospects, the IFAS Matrix and the IFAS Matrix Matrix are used. While the second problem related to business feasibility, income analysis, B/C ratio and R/C ratio are used. Research Results: The potential of Lalonggosua Nila Farm is a production of 120,000 per year, increasing to 600,000 per year if an investment is made to add 10 ponds. The projected profit per head is IDR 50-100. The potential for tilapia fish farming reaches 50 ha, especially in Lalonggolosua Village and the potential for marketing tilapia. Lalonggosua Tilapia Farm's income per year reaches Rp. 29,089,500 and this business is feasible with a business feasibility value of B/C ratio 1.167 and R/C ratio 2.167

    ANALISIS PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI PADI PADA TIPOLOGI LAHAN BASAH DI KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN

    Full text link
    ABSTRAK Pendapatan usahatani padi sangat dipengaruhi oleh hasil pertanian yang bergantung pada kualitas dan akses terhadap lahan basah. Disparitas pendapatan petani disebabkan oleh perbedaan kondisi tipologi lahan basah seperti pasang surut dan non pasang surut atau lebak yang secara langsung mempengaruhi kemampuan rumah tangga petani untuk membeli dan mengkonsumsi pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pendapatan usahatani padi pada tipologi lahan basah di Kota Palembang. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Karya Jaya dan Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Data yang diambil merupakan data pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu Metode survey. Total sampel pada penelitian ini adalah 138 jiwa. hasil penelitian disimpulkan bahwa pendapatan rumah tangga petani padi di Kota Palembang memiliki rata-rata total pendapatan sebesar Rp73.247.070,23 per tahun. Komponen terbesar berasal dari sektor non-usahatani sebesar 83,61%, disusul oleh usahatani padi sebesar 9,11% dan usahatani non padi sebesar 7,28%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani menggantungkan penghasilan utama mereka bukan dari aktivitas pertanian, melainkan dari sektor di luar pertanian, sehingga peran kegiatan non-usahatani sangat dominan dalam menopang ekonomi rumah tangga.   Kata kunci: Pendapatan usahatani padi, Pendapatan Non usahatani, Tipologi lahan basah.   ABSTRACT Rice farming income is strongly influenced by agricultural yields, which depend on the quality and access to wetlands. Disparities in farmer income are caused by differences in wetland typology conditions, such as tidal and non-tidal, or lebak, which directly affect the ability of farming households to purchase and consume food. This study was conducted to examine rice farming income in wetland typology in Palembang City. This study was conducted in Karya Jaya Village and Keramasan Village, Kertapati District, Palembang City, South Sumatra Province. The data collected were from 2024. The research method used was the survey method. The total sample in this study was 138 people. The results of the study concluded that the average total income of rice farming households in Palembang City was Rp73,247,070.23 per year. The largest component came from the non-farming sector at 83.61%, followed by rice farming at 9.11% and non-rice farming at 7.28%. This indicates that most farmers rely on non-agricultural sectors for their primary income, not agricultural activities. Therefore, non-farm activities play a significant role in supporting the household economy.   Keywords: Non-farm income, Rice farming income, Wetland typology

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇