Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    EUCHEUMA COTTONI SEAWEED AGRIBUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY IN EAST LOMBOK REGENCY

    Get PDF
    Seaweed has many benefits for the food and non-food industries. This commodity is worth developing to increase farmers' income, but until now the seaweed agribusiness still has many obstacles. The purpose of this study was to analyze alternative strategies for developing seaweed agribusiness in Jerowaru District, East Lombok Regency. Respondents in this study were Eucheuma Cottoni seaweed farmers, academics, extension workers/chairmen of Gapoktan, and the Department of Maritime Affairs and Fisheries of East Lombok Regency. Data analysis using SWOT analysis. Based on the results of the analysis there are several alternative strategies for developing seaweed agribusiness in Jerowaru District, East Lombok Regency, namely: SO strategies; (1) The availability of potential land that is still widely available can be utilized to increase seaweed production, (2) Development of post-harvest activities, and (3) Developing post-harvest training activities, WO strategies; (1) Creating access between farmers and capital institutions with government assistance, (2) Increasing the role of government and extension workers to provide market information, and (3) Seaweed price policies to protect farmers, ST strategies; (1) Developing environmentally friendly seaweed cultivation for example with pipes, (2) Improving infrastructure, and (3) Creating healthy cooperation between middlemen and farmers, WT strategies; (1) Running farm management to be efficient and effective and (2) Creating healthy cooperation between middlemen and farmers

    ANALISIS POLA KEMITRAAN PETANI PENANGKAR TERHADAP PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI BENIH PADI BERSERTIFIKAT DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk:1) Mengetahui jenis input produksi yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra. 2) Mengetahui jumlah input produksi yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara Purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jonggat Kabuapaten Lombok Tengah. Penentuan jumlah responden dalam penelitian ini dilakukan secara quota sampling yaitu dengan menetapkan sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 orang petani yang bermitra dan 30 orang petani yang tidak bermitra. Sedangkan untuk pemilihan responden dilakukan dengan metode proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1)  Jenis input produksi yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra adalah tidak berbeda. Varietas benih yang digunakan adalah situ bagendit. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, urea, ZA, NPK, dan ponska. Jenis pestisida yang digunakan adalah Matador dan Alika. 2) Jumlah input yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra adalah berbeda. Untuk penggunaan pupuk organik, hasil uji t signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 3,2417 lebih besar dari t-tabel 1,7033. Dalam penggunaan pupuk Ponska, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 2,0597 lebih besar dari t-tabel 1,6924. Dalam hal penggunaan Matador (pestisida), signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 3,4457 lebih besar dari t-tabel 1,7056. Demikian pula halnya pada tahap penanaman, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 1,6720 lebih besar dari t-tabel 1,6716. Sama halnya pada tahap pemupukan pertama, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 5,8784 lebih besar dari t-tabel 1,6896. Pada tahap pemupukan kedua, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 3,6170 lebih besar dari t-tabel 1,6741. Pada tahap penyemprotan, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 4,8492 lebih besar dari t-tabel 1,6860. Demikian pula pada tahap kegiatan pengairan, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 4,3418 lebih besar dari t-tabel 1,689

    ANALISIS EFISIENSI USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN MADAPANGGA KABUPATEN BIMA

    No full text
    The aims of this study were to: (1) examine the effect of the use of production factors on maize production in Madapangga sub-district, Bima district; (2) Analyzing the efficiency of the use of production factors in corn farming in Madapangga Subdistrict, Bima Regency; (3) Knowing the advantages of corn farming in Madapangga Subdistrict, Bima Regency.                 The method used in this research is descriptive method. This research is located in Madapangga Subdistrict, Woro Village and Tonda Village and determined by purposive sampling on the basis that these two villages have the most corn farmers and the area of ​​corn farming land. The number of respondents was determined as many as 30 respondents and selected by proportional random sampling. Sources of data used are primary data and secondary data.                 The results of the research are: (1) Production factors (production inputs) that affect the production of corn farming are production factors: seeds (X2), urea (X3) and the use of labor (X7), while other production factors are phoska fertilizer (X4 ), Pelangi fertilizer (X5) and pesticides (X6) had no significant effect on corn farming production. (2) Based on the results of the analysis of the efficiency of input use in corn farming in the District of Madapangga, Bima Regency, it is known that the use of seed input (X2), urea fertilizer (X3), phoska fertilizer (X4) and the use of labor (X7) is not efficient because the value of the efficiency ratio NMP/BKM > 1 then it is necessary to add input, while for inputs Production of rainbow fertilizers (X5) and pesticides (X6) is not efficient because the value of the efficiency ratio of NMP/BKM is < 1 and it is necessary to reduce the amount of use of production inputs. (3) The profit earned on corn farming in Madapangga Subdistrict, Bima Regency in 2022 is Rp. 40,003,234 per arable area or 25,808,538 per hectare

    A FEASIBILITY ANALYSIS IN SMALLHOLDER COFFEE FARMING IN CIBAL BARAT SUBDISTRICT, MANGGARAI DISTRICT

    No full text
    Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan strategis bagi pertumbungan ekonomi. Pengembangan kopi di Kabupaten  Manggarai dihadapkan pada masalah endahnya produktivitas kopi rakyat  karena umur tanaman  kopi yang sudah tua. tujuan penelitian ini  adalah (1)  menganalisis karakteristik petani kopi rakyat (2)   menganalisis kelayakan   usahatani   kopi di   Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cikal Barat, Kabupaten Manggarai. Lokasi penelitian dipilih secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Cikal Barat merupakan salah satu sentra pengembangan kopi di Kabupaten Manggarai. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 39 orang. Analisis kelayakan finansial usahatani kopi di Kecamatan Cibal Barat dilakukan dengan menggunakan 3 kriteria investasi usaha yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), serta Internal Rate of Return (IRR).   Berdasarkan analisis kelayakan usaha tani yang dilakukan maka usaha tani kopi di kecamatan Cibal Barat di kategorikan masih layak untuk diusahakan. Hasil analisis NPV sebesar Rp 20.094.015, dengan Net B/c 1,26 dan IRR sebesar 23,56%.  Rendahnya manfaat bersih yang diterima oleh petani disebabkan karena umur kopi yang sudah tua serta kegiatan budidaya yang masih sederhan

    PEMASARAN DAN BREAK EVEN POINT USAHATANI NANAS DI KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    The purposes of this research are to: (1) find out the marketing of pineapples in the District of Masbagik, (2) find out the cost structure of pineapple farming in the District of Masbagik, (3) analyzing the break even point on Pineapple farming in District of Masbagik. The results showed that: (1) Pineapple marketing channel in the District of Masbagik pass through three channel, namely : the first marketing channel; Farmers – PPD – PAP, the second marketing channel; Farmers – PAP, the third marketing channel; Farmers – Merchant Retailer. (2) The cost structure of pineapple farming is the variable costs amounting to IDR 16,324,152/Hectares, fixed costs amounting to IDR 1,462,680/Hectares and total production costs amounting to IDR 17,786,832/Hectares. (3) The production break even point (BEP) is 2,359.16 Kg/Ha, price BEP is IDR 577.48/Kg and revenue BEP is IDR 2,713,035.48

    CO-INTEGRASI HARGA ANTARA PASAR PRODUSEN DAN KONSUMEN GULA PASIR DI KABUPATEN JEMBER: SEBUAH ANALISIS VECTOR ERROR CORRECTION MODEL (VECM)

    Get PDF
    Harga gula pasir sebagai komoditas utama di Kabupaten Jember terus mengalami fluktuasi selama beberapa bulan terakhir ini. Perubahan harga gula tersebut tentu akan berimplikasi terhadap penurunan daya beli masyarakat dan daya jual produsen. Selain itu, Harga di tingkat produsen seharusnya dapat terdeliver dengan baik hingga ke tingkat konsumen, demikian juga harga di tingkat konsumen seharusnya dapat dideliver dengan baik ke tingkat produsen. Selama ini harga gula di Kabupaten Jember terdapat margin yang sangat tinggi. Berdasarkan hal tersebut menjadi penting meneliti terkait volatilitas harga dan integrasi pasar gula di Kabupaten Jember. Tujuan Penelitian ini adalah  menganalisis volatilitas harga komoditi gula pasir  di Kabupaten Jember dan menganalisis integrasi pasar vertical dari produsen ke konsumen gula pasir di Kabupaten Jember. Data yang digunakan adalah data harga gula di tingkat produsen dan konsumen di Kabupaten Jember berupa data time series bulanan dengan periode waktu 53 series. Alat analisis yang digunakan adalah ARCH-GARCH untuk volatilitas harga dan model Vector Error Correction Model (VECM) untuk mengetahui integrasi pasar produsen dan konsumen. Komoditas gula pasir memiliki kecenderungan lebih volatile pada harga konsumen. Terdapat integrasi jangka panjang pada pasar gula di Kabupaten Jember

    KAPASITAS DIRI PEREMPUAN PENGOLAH HASIL PERTANIAN BERBASIS KEDELAI DI KOTA MATARAM

    Get PDF
    Kapasitas diri menjadi sangat penting dimiliki oleh setiap perempuan yang bekerja sebagai pengusaha home industri olahan kacang kedelai di Kota Mataram. Pelatihan, pembinaan dan pendampingan yang dilakukan penyuluh diharapkan dapat mengembangkan kapasitas diri perempuan agar mampu melahirkan ide-ide untuk pengembangan usaha. Penelitian  ini bertujuan untuk  mengkaji kemampuan individu perempuan yang  berbisnis olahan hasil pertanian berbasis kedelai dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas diri. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kota Mataram, yaitu Kecamatan Sekarbela, Kecamatan Selaparang dan Kecamatan Sandubaya. Metode yang diterapkan dalam studi ini yaitu desain deskriptif eksplanatori yang melibatkan metode survei melalui wawancara dan observasi. Hasil analisis menemukan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang tergolong tinggi dan sangat tinggi dalam hal  kemampuan merencanakan bisnis, mengidentifikasi serta memecahkan masalah, memanfaatkan peluang, dan mempertahankan kelangsungan usaha. Karakteristik personal perempuan dan hubungannya dengan kapasitas diri menunjukkan bahwa adanya peningkatan pendidikan non formal, motivasi berusaha yang kuat, akses informasi yang memadai dan partisipasi aktif dalam kelompok secara signifikan berhubungan dengan penigkatan individu perempuan yang terlibat dalam pengolahan  hasil pertanian berbasis kedelai. Sedangkan karakteristik seperti umur, pendidikan formal, lama berusaha dan jumlah tanggungan keluarga tidak memiliki hubungan dengan kapasitas dir

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI GULA AREN DI DESA KEKAIT KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi gula aren di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi gula aren di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, mengidentifikasi kendala yang dihadapi pengusaha dalam usaha gula aren di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pengusaha gula aren di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Dari tujuh dusun, dipilih tiga dusun secara sengaja (Purposive Sampling) yang terdiri dari Kekait Thaibah, Kekait I dan Kekait II. Penentuan jumlah responden ditentukan secara “Quota Sampling” sebanyak 30 responden. Pengambilan responden pada penelitian ini dilakukan secara “Accidental Sampling”. Jenis data dalam penelitian ini meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam pengolahan hasil penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan produksi gula aren di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat yaitu 8 kg/responden. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi gula aren yaitu jumlah nira. Kendala-kendala yang dihadapi pengusaha dalam usaha gula aren diantaranya cuaca tidak menentu sebanyak 21 pengusaha (70%) dan kurangnya tenaga kerja sebanyak 9 pengusaha (30%)

    ANALISIS STRATEGI PEMASARAN KAIN TENUN RUMAH PRODUKSI MEKAR SARI DI KECAMATAN RABA KOTA BIMA

    Get PDF
    This research aims to analyze the marketing strategies of Mekar Sari's Handwoven Fabric. The method used in this research is descriptive. The unit of analysis in this research is the Mekar Sari production house. The research area was determined using purposive sampling considering that Mekar Sari's fabric consumers are spread across the Raba District. The types of data used are qualitative and quantitative. The data sources used in this research are primary and secondary data. The variables in this research are place, price, product, and promotion. The data analysis techniques used are SWOT analysis, IE analysis, and QSPM analysis. The research results indicate that there are 3 priority strategies to be implemented, namely building brand identity, offering discounts to recruit agents in strategic locations, and expanding the market

    ANALISIS PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

    Get PDF
    Proses pembangunan nasional yang tengah dijalankan masih terfokus pada pembangunan ekonomi denganorientasi pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari tahun ke tahun. tujuan untuk menganalisis Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi beserta factor-faktor yang mempengaruhinya di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2015 – 2021. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang bersumber dari berbagai instansi yang berkaitan langsung dengan penelitian ini. Teknik analisis menggunakan tabel maupun grafik. Untuk melihat pertumbuhannya dipergunakan rumus pertumbuhan. Sedangkan untuk melihat perkembangan dan perubahan menggunakan rumus perubahan atau perkembangan dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami pergerakan atau perkembangan yang mengalami penurunan maupun Peningkatan. Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 – 2021 secara rata-rata tumbuh sebesar 4,11 persen lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 3,82 persen dalam priode yang sama. Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara mengalami penurunan sebanyak 66.990 jiwa dari tahun 2015 -2021, dengan perkembangan yang terus mengalami penurunan.  Aktivitas investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2015-2021 dilakukan oleh nilainya lebih besar berasal dari Invetasi Luar Negeri (PMA) dan  dari dalam negeri (PMDN). Secara rata-rata besarnya kontribusi yang berasal dari PMDN sebesar 50,86 persen sedangkan yang berasal dari PMA sebesar 49,14 persen. Nilai Investasi yang berasal dari PMA mengalami perkembangan yang melambat dibanding nilai investasi yang berasal dari PMDN bahkan cenderung mengalami penurunan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mampu direalisasikan oleh pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di atas nilai 1 trilyun rupiah dan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇