Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
PERAMALAN INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI (PUPUK DAN PESTISIDA) DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MENGGUNAKAN METODE ARIMA INTERVENSI
The level of farmer welfare can be measured through the Farmer’s Terms of Trade (FTT), one of the indicators used to measure it is the Price Paid by Farmers Index (IB). IB is expenditure by farmers in the form of goods or services for household consumption, production costs, and additional capital goods, while the prices of fertilizers and pesticides contribute to determining the IB value in the production cost category. Because the FTT is largely determined by the IB in the fertilizer and pesticide category, a more in-depth analysis of the development of this index value is needed so that forecasts can be made regarding the development of the IB in the fertilizer and pesticide category for the next period. The data used in this research is data on the Price Index Paid (IB) of farmers for production costs in the form of fertilizers and pesticides from January 2017 to December 2021. The research method used is ARIMA intervention because of the drastic decline in IB during the pandemic COVID. IB forecasting results for the next six months show an upward trend, and in June 2022 it will reach a price index of 120.937
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN SURALAGA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi pengembangan usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga dan untuk mengetahui strategi yang tepat dalam pengembangan usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga. Pengambilan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Reponden ditentutukan secara quota sampling sebanyak 50 orang. Metode pangambilan responden dengan Accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian Menunjukkan bahawa : Aspek-aspek yang mempengaruhi produksi dan penerimaan usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga adalah bibit cabai rawit, lahan, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan alat-alat pertanian, dan Strategi pengembangan usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga yaitu berada pada kuadran I, yaitu usahatani cabai rawit mempunyai kekuatan dan peluang. Strategi yang dapat diambil adalah agresif atau growth oriented strategy yaitu dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki petani dalam kegiatan usahatani cabai rawit. Selain itu, pada kuadran I ini petani dapat menerapkasn strategi S-O (Strenght – Opportunities)
SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW: FAKTOR PENENTU PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI SAYUR ORGANIK DI INDONESIA
Perubahan gaya hidup sehat telah menjadi tren di masyarakat modern. Masyarakat lebih memilih dalam mengkonsumsi produk organik termasuk sayuran organik. Perubahan dalam gaya hidup masyarakat memperkuat minat konsumen terhadap produk organik sehingga hal ini mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi sayuran organik.penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui metode tentang perilaku konsumen dalam pembelian sayuran organik, 2) mengetahui perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sayuran organik, dan 3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sayuran organik. Metode dalam penelitian ini menggunakan Studi Kajian Literatur (Systematic Literature Review) dengan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Artikel diperoleh melalui publish or perish yang kemudian dilakukan penyaringan artikel sesuai dengan konsep penelitian. Artikel diseleksi sesuai dengan kata kunci yang digunakan dalam penelitian dan dianalisis sesuai dengan rumusan masalah penelitian serta dilakukan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1) teknik analisis data yang paling sering digunakan adalah analisis regresi logistik, 2) perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sayuran organik dipengaruhi oleh beberapa faktor determinan meliputi faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis, 3) faktor yang paling mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian sayuran organik adalah faktor pribadi. Dengan mengetahui lebih rinci terkait faktor-faktor yang berpengaruh dalam perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian sayuran organik, hal ini dapat dijadikan acuan untuk merancang strategi pemasaran yang efisien untuk pasar sayuran organik
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA ALAM DI DESA WISATA TETEBATU KECAMATAN SIKUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata alam di Desa Wisata Tetebatu; (2) untuk mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata alam di Desa Wisata Tetebatu. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaif. Unit analisis adalah anggota POKDARWIS, pengelola objek wisata, pengelola penginapan, dan para pelaku UMKM yang ada di Desa Tetebatu. Penelitian dilaksanakan di Desa Tetebatu yang dipilih secara purposive sampling, dengan pertimbangan Desa Tetebatu merupakan Desa sentral yang berada pada kawasan Desa Wisata Tetebatu. Penentuan jumlah responden dilakukan secara quota sampling sebanyak 40 responden. Data yang terkumpul kemudian di analisis menggunakan system skoring dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata alam di Desa Wisata Tetebatu termasuk pada kategori sedang dikarenakan keterlibatan masyarakat pada setiap tahapan menunjukkan tingkat partisipasi yang variatif, pada tahap perencanaan tingkat partisipasi masyarakat rendah, tahap pengorganisasian tingkat partisipasi masyarakat tinggi, tahap pelaksanaan tingkat partisipasi masyarakat tinggi, dan pada tahap pengawasan tingkat partisipasi masyarakat rendah. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata alam di Desa Wisata Tetebatu yaitu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu partisipasi fisik dan partisipasi non fisi
KONTRIBUSI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI PADA KAWASAN HUTAN GUNUNG SASAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan pada usahatani Hutan Kemasyarakatan (HKm); untuk menganalisis total pendapatan rumah tangga petani Hutan Kemasyarakatan (HKm); untuk menganalisis kontribusi pendapatan dari Hutan Kemasyarakatan (HKm) terhadap total pendapatan rumah tangga petani; dan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kawasan Hutan Gunung Sasak. Responden dalam penelitian ini adalah petani dari dua blok kelompok tani hutan di Desa Tempos dan di Desa Giri Sasak. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif untuk menghitung biaya, pendapatan dan kontribusi pada Hutan Kemasyarakatan (HKm). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh pada usahatani HKm sebesar Rp 12.270.229/tahun/LLG (0,28 Ha); Rata-rata besarnya total pendapatan rumah tangga petani Hutan Kemasyarakatan (HKm) sebesar Rp 47.411.451/tahun; Kontribusi HKm terhadap total pendapatan rumah tangga petani sebesar 26%; Tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kawasan Hutan Gunung Sasak tergolong tidak miskin atau sejahtera berdasarkan kriteria Sajogjo (penduduk pedesaan) dengan rata-rata pendapatan per kapita setara beras dengan 1.071kg/kapita/tahun, sedangkan menurut kriteria Bank Dunia tergolong tidak miskin atau sejahtera dengan rata-rata pendapatan per kapita per hari sebesar Rp 43.29
ANALISIS PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Analisis kebijakan pengembangan komoditas unggulan pertanian Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk menentukan komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Lombok Utara. Pendekatan survey melalui pengumpulan data primer berupa pengamatan dan wawancara responden petani dan pemangku kepentingan (pedagang, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak Pemda Bupati, Assisten II, Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi). Data sekunder dari berbagai institusi berupa luas lahan pertanian, jumlah dan jenis ternak, produksi komoditas pertanian, data kependudukan yang diperoleh dari Dinas Pertanian kabupaten, BPS, Bappeda, Perguruan Tinggi. Penentuan komoditas unggulan menggunakan analisis L/Q indeks, selanjutnya untuk mengetahui ketepatan penentuan komoditas unggulan dilakukan penilaian terhadap komoditas unggulan terpilih oleh pemangku kepentingan pihak pemda menggunakan skala tinggi, sedang dan rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa komoditas unggulan Kabupaten Lombok Utara yaitu jagung pada semua kecamatan, ubi kayu pada Kecamatan Kayangan dan Bayan; dan komoditas kacang tanah pada Kecamatan Tanjung, Kayangan dan Bayan. Komoditas mangga dan pisang tidak merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Lombok Utara. Dukungan inovasi pengembangan komoditas unggulan pertanian berupa penyediaan benih, teknis budidaya praktis, pascapanen dan pengolahan hasil komoditas
NILAI TUKAR DAN KESEJAHTERAAN RUMAHTANGGA PETANI DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Pembangunan pertanian suatu daerah tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, namun juga mengarah pada peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup petani serta peningkatan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui struktur pendapatan rumahtangga petani; (2) Mengetahui struktur pengeluaran rumah tangga petani; (3) Mengetahui nilai tukar dan kesejahteraan rumah tangga petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pringgasela dengan mewawancarai 30 responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa struktur pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Pringgasela di dominasi pendapatan yang diperoleh dari luar sektor pertanian (off farm), yang berkontribusi sebesar 63%, sedangkan sektor pertanian (on farm) berkontribusi sebesar 37%. Sementara itu struktur pengeluaran rumah tangga petani, selain pengeluaran untuk biaya usahatani, terdiri dari pengeluaran untuk pangan dan non pangan, dimana besarnya pengeluaran rumah tangga untuk pangan sebesar 57 % sedangkan non pangan adalah 43%. Dengan NTRP 1,17 menunjukkan bahwa rumah tangga petani telah cukup sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan hidup hidupnya sehari-hari. Namun jika dilihat dari NTP, maka sumber pendapatan yang diperoleh dari sektor pertanian belum mampu mensejahterakan keluarga petani
ANALISIS KELAYAKAN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kelayakan usahatani jagung di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur; (2) mengkaji distribusi penyerapan tenaga kerja pada kegiatan usahatani jagung di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur; dan (3) mengidentifikasi hambatan usahatani jagung di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usahatani jagung di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif, dengan sumber data berasal dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kelayakan usahatani, analisis biaya, pendapatan, penerimaan, analisis penyerapan tenaga kerja, dan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Usahatani jagung diketiga daerah strata layak untuk diusahakan, dengan nilai R/C ratio sebesar 1,48 untuk usahatani jagung daerah strata I, dan R/C ratio sebesar 1,66 untuk usahatani jagung di daerah strata II, serta 1,80 untuk usahatani jagung di daerah strata III. (2) Distribusi penyerapan tenaga kerja pada berbagai kegiatan usahatani jagung di Kecamatan Terara yaitu pada penyiapan lahan sebesar 22,93 HKO/Ha, penanaman sebesar 54,50 HKO/Ha, pengairan sebesar 0,58 HKO/Ha, penyiangan sebesar 1,50 HKO/Ha, pemupukan sebesar 4,25 HKO/Ha, penyemprotan sebesar 2,36 HKO/Ha, pemanenan sebesar 74,38 HKO/Ha, pemipilan sebesar 1,11 HKO/Ha, penjemuran sebesar 6,93 HKO/Ha, dan kegiatan pengangkutan sebesar 7,39 HKO/Ha. (3) Hambatan-hambatan yang dihadapi petani jagung dalam berusahatani yaitu adanya gangguan hama, harga jagung yang berfluktuasi, harga saprodi yang mahal, kelangkaan pupuk, dan kurangnya modal.
Kata Kunci: Kelayakan, Tenaga kerja, Usahatani Jagung, Lombok Timur
ABSTRACT
This studi aims to: (1) analyze the feasibility of corn farming in the Terara District, East Lombok Regency; (2) examine the distribution of employment absorption in corn farming activities in the Terara District, East Lombok Regency; (3) study the obstacles in corn farming in the Terara District, East Lombok Regency. The research method used in this study is descriptive method, while data collection techniques were conducted through surveys. The unit of analysis in this research is corn farm in Terara District, East Lombok Regency. Data used in this study includes qualitative and quantitative data, obtained from primary and secondary sources. Data analysis includes feasibility analysis, income analysis, revenue analysis, employment absorption analysis, and descriptive analysis. The results showed that: (1) Corn farming is feasible in all three strata areas, with an R/C ratio of 1.48 for corn farming in stratum I, and an R/C ratio of 1.66 for corn farming in stratum II, and 1.80 for corn farming in stratum III. (2) The distribution of employment absorption per hectare in various corn farming activities in Terara District is as follows: land preparation 22.93 mandays, planting 54.50 mandays, irrigation 0.58 mandays, weeding 1.50 mandays, fertilization 4.25 mandays, spraying 2.36 mandays, harvesting 74.38 mandays, shelling 1.11 mandays, driying 6.93 mandays, and transportation mandays. (3) The obstacles faced by corn farmers in agricultural business are pest disturbances, fluctuating corn prices, expensive production costs, scarcity of fertilizers, and insufficient capital.
Keywords: Feasibility, Employment, Corn Farming, East Lombo
ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI JAGUNG VARIETAS BISI 18 DAN VARIETAS PIONEER P27 GAJAH DI DESA REMBITAN KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
This research aims to compare production costs, production quantities, income and farming efficiency of corn variety Bisi 18 and corn variety Pioneer P27 Gajah in Rembitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency. This research uses a descriptive method. The unit of analysis is the Bisi 18 variety corn farming and Pioneer P27 Gajah corn variety in Rembitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency. Determining the number of sample respondents for corn variety Bisi 18 and corn variety Pioneer P27 Gajah using "quota sampling" namely by assigning 50 farmers each - 25 farmers of corn variety Pioneer P27 Gajah and 25 farmers corn variety Bisi 18. To determine the number of sample farmers for each -Each hamlet was carried out using "accidental sampling". Data collection was carried out by means of a survey, namely direct interviews with respondents using a questionnaire tool. The data analysis used is cost analysis, income analysis, efficiency analysis and comparative analysis using the T-test. The results of this research are that the average production cost of the Pioneer P27 Gajah corn farming is IDR 10,252,563/ha and the production cost of the Bisi 18 corn variety is IDR 11,647,466/ha. The average production on the Pioneer-27 Gajah corn variety farm is 4,685 kg/ha, while the production on the Bisi 18 variety corn farm is 5,360 kg/ha. The average farming income for the Pioneer-27 Gajah corn variety is IDR 12,317,908/ha, while for the Bisi 18 corn variety it is IDR 14,324,472/ha. The efficiency of corn farming of the Bisi 18 variety is 2.23, which is greater than the efficiency of corn farming of the Pionerr-27 Gajah variety, namely 2.20
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI KERIPIK SINGKONG OLEH KWT NINE SERU DI DESA LANTAN
Agroindustri keripik singkong yang selama ini dijalankan oleh KWT Nine Seru di Desa Lantan merupakan kegiatan produktif para ibu-ibu petani maupun ibu rumah tangga di Desa Lantan untuk membantu perekonomian keluarga. Namun selama menjalani agroindustri keripik singkong ini, para pelaku usaha belum mengetahui nilai pendapatan yang diperoleh dan apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha agroindustri keripik singkong oleh KWT Nine Seru di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Penentuan sampel responden dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan responden mengetahui seluruh kegiatan operasional agroindustri keripik singkong. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif yang menggunakan data kuantitatif kemudian dianalisis menggunakan analisis pendapatan dengan rumus π = TR – TC dan rumus R/C Ratio untuk menilai kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri keripik singkong KWT Nine Seru memperoleh pendapatan sebesar Rp2.287.361 per bulan dan usaha ini dapat termasuk layak atau menguntungkan karena nilai R/C Ratio lebih besar dari 1, yaitu 1,556