Jurnal Agrimansion
Not a member yet
    448 research outputs found

    ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK BLACK GARLIC INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN SEMBALUN (STUDI KASUS UD RINJANI SEJAHTERA DESA SEMBALUN BUMBUNG)

    Get PDF
    Black Garlic merupakan salah satu produk turunan dari bawang putih yang memiliki nilai jual tinggi. Kecamatan Sembalun yang diketahui sebagai sentra produksi bawang putih memiliki peluang dalam melakukan usaha dalam bidang pengolahan produk mentah hasil pertanian. Diketahui terdapat beberapa industri rumah tangga di Kecamatan Sembalun yang melakukan usaha pengolahan bawang putih seperti menjadi black garlic, minyak astiri, bawang goreng, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah produk turunan bawang putih yaitu, black garlic. Penelitian dilakukan pada salah satu rumah industri yang memproduksi black garlic yaitu UD. Rinjani di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Metode analisis yang digunakan adalah metode Hayami. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa usaha industri rumah tangga black garlic pada UD. Rinjani Sejahtera menghasilkan 100 kg bawang putih biasa menjadi black garlic biasa menghasilkan nilai tambah sebesar Rp. 29.412.584 dengan rasio nilai tambah 84% dan tingkat keuntungan sebesar 90%. Sedangkan 100 kg bawang putih nunggal menjadi black garlic nunggal menghasilkan nilai tambah sebesar Rp. 74.017.584 atau 85% dengan ingkat keuntungan sebesar 95%

    ANALISIS KOMPARASI KINERJA FINANSIAL PETANI MITRA DAN NON MITRA PADA USAHATANI TEMBAKAU VIRGINIA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR OF INDONESIA

    Get PDF
    Tobacco is a strategic commodity with significant economic value and profitable cultivation for farmers. Establishing a business partnership is a viable approach for achieving this goal. The purpose of this study was to compare the financial performance of partner and non-partner farmers in East Lombok district tobacco cultivation. Profit, return on capital, net profit margin (NPM), and profitability are used to evaluate financial performance. All of the foregoing measures demonstrated that the financial performance of Virginia tobacco farmers who participated in the partnership program was significantly higher than that of farmers who did not participate. This is achievable due to the fact that farmer partnerships make it possible to gain knowledge and direction on optimal tobacco farming (good practices), so allowing farmers to increase their production and productivity. In addition, partner farmers have pricing certainty, allowing them to generate more earnings. As a result, tobacco growers and farmers of other commodities are encouraged to form mutually advantageous relationships with related businesses in order to increase their profitabilit

    KAJIAN FILSAFAT KEBUDAYAAN PERTANIAN DI PULAU LOMBOK

    Get PDF
    Kajian filsafat kebudayaan pertanian di Pulau Lombok ini bertujuan untuk 1) menyelidiki dan menganalisis secara ontologis keadaan (eksistensi) dan hakekat dari budaya pertanian 2) menyelidiki dan menganalisis secara epistimologis adanya pengetahuan, sumber pengetshuan, asal usul pengetahuan tentang budaya pertanian dan 3) mengetahui secara aksiologis implementasi dan manfaat dari penerapan kebudayaan pertanian. metode penelitian menggunakan metode filsafat ilmu dan analisis fakta dilakukan secara deskriptif dengan neuro critical analisis. tehnik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, penelusuran: fenomena, artefak, pustaka dan naskah manuscript. hasil kajian menyimpulkan bahwa 1) secara ontologis ditemukan adanya (eksis) nya budaya pertanian dan budaya pertanian pada hakekatnya budaya pertanian merupakan cara hidup masyarakat di pulau lombok untuk menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya, serta merupakan strategi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya 2) secara epistimologis ditemukan adanya pengetahuan masyarakat tentang budaya pertanian yang berasal mulai dari: pengalaman masa lalu yang diwariskan leluhur, pengalaman pribadi yang berkembang, catatan catatan dari manuskrip kuno serta dari para penyuluh baik swasta maupun pemerintah dan 3) secara aksiologis budaya agraris telah terimplementasi secara masif di pulau lombok dalam kurun waktu lama serta sudah memiliki manfaat dlm pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pangan (swasembada beras tahun 1982) serta terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat

    INOVASI PENGEMBANGAN PRODUKSI SARI TEBU KONSUMSI UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DAN KEUNTUNGAN DI KOTA MATARAM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis nilai tambah proses pengolahan tebu menjadi minuman sari tebu di Kota Mataram; (2) Menganalisis pengaruh inovasi pengembangan produk dalam meningkatkan keuntungan usaha minuman sari tebu konsumsi di Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Action Research dan unit analisis dalam penelitian ini adalah pelaku usaha minuman sari tebu konsumsi di Kota Mataram. Jumlah responden ditentukan secara sensus sebanyak 6 orang dan 1 pedagang yang melakukan inovasi baru terhadap produk minuman sari tebu konsumsi dan penentuan daerah penelitian ditentukan secara Purposive Sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis nilai tambah menggunakan Metode Hayami dan analisis keuntungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Nilai tambah untuk minuman sari tebu dengan cup ukuran 16 sebesar Rp 10.725/btg bb dengan harga per batang bahan baku sebesar Rp 3.000/btg bb dengan keuntungan per batang sebesar Rp 10.100/btg kemudian rata-rata nilai tambah dengan cup ukuran 16 sebesar Rp 9.824/btg bb dengan rata-rata harga per batang sebesar Rp 5.000/btg bb dengan rata-rata keuntungan per batang sebesar Rp 7.699/btg . Rasio nilai tambah cup ukuran 16 untuk sebesar 71,50%, sedangkan rata-rata rasio nilai tambah cup ukuran 16 sebesar 60,07%. (2) Rata-rata keuntungan usaha cup ukuran 12 sebelum inovasi memperoleh keuntungan per batang sebesar Rp 4.550/btg bb dan nilai tambah sebesar Rp 5.800/btg bb. Sedangkan keuntungan per batang cup ukuran 12 setelah inovasi sebesar Rp 17.000/btg bb dan nilai tambah sebesar Rp 20.125/btg bb

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA UMKM AGROINDUSTRI TAHU DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM Agroindustri tahu di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Praya, Kecamatan Jonggat, serta kecamatan Batukliang.. Lokasi penelitian dipilih secara secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa ketiga Kecamatan tersebut merupakan sentra industri tahu di Kabupaten Lombok Tengah berdasarkan data Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 orang pengusaha tahu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM agroindustri tahu di Kabupaten Lombok Tengah adalah pengalaman usaha, jumlah bahan baku yang digunakan, modal, serta inovatif

    ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PETERNAK LEBAH MADU DI KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Get PDF
    Kecamatan Gerung merupakan salah satu sentra penghasil madu terbesar di Kabupaten Lombok Barat khususnya Desa Tempos dan Desa Banyu Urip. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan Penentuan jumlah responden peternak lebah madu menggunakan metode quota sampling sebanyak 30 orang yang terbagi menjadi 15 orang peternak di masing-masing desa. Kemudian dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil:(1) rata-rata jumlah produksi madu yang dihasilkan di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat dalam tiga kali panen sebanyak 15,2 Liter/botol dan senilai Rp. 2.151.667 untuk rata-rata nilai produksinya.Tingkat pendapatan per kapita per tahun setara beras untuk keluarga responden sebesar 36,33 kg beras/kapita/tahun atau setara US 35,42/kapita/tahun; (2) Berdasarkan Kriteria Kemiskinan Sajogyo maka keluarga peternak lebah madu di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat tergolong “Miskin Sekali” karena hasil pendapatan per kapita per tahun setara beras yang di peroleh kurang dari 240Kg. Kemudian berdasarkan Kriteria Bank Dunia peternak lebah madu di Kecamatan Gerung  tergolong “Miskin” karena pendapatan perkapita pertahun setara dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berada dibawah US 784,75. Dari hasil penjabaran tersebut artinya tingkat kesejahteraan peternak lebah madu masih jauh dari kategori sejahtera

    PERSEPSI PELAKU USAHA TERHADAP BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK DI KECAMATAN SANGATTA UTARA KABUPATEN KUTAI TIMUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha terhadap budidaya sayuran hidroponik di kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur berdasarkan aspek ketersediaan input, budidaya dan pemasaran serta mengetahui korelasi antara luas lahan dan persepsi pelaku usaha.  Penelitian dilaksanakan pada tahun 2022 di Kecamatan Sangatta Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah pelaku usaha yang membudidayakan sayuran dengan teknik hidroponik.  Data dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif menggunakan skala likert 4 butir yaitu sangat setuju (SS), setuju(S), kurang setuju (KS) dan tidak setuju (TS), kemudian hasil penelitian diinterpretasikan menggunakan interval kelas.  Analisis korelasi secara parsial menggunakan rumus Rank Spearman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pelaku usaha terhadap budidaya sayuran hidroponik pada aspek ketersediaan input, aspek budidaya dan aspek pemasaran berada pada kategori setuju dengan instrumen-instrumen yang diteliti dengan total nilai 328.  Terdapat korelasi positif yang kuat dan signifikan antara luas lahan dengan persepsi pelaku usaha dengan nilai koefisien korelasi Rank Spearman sebesar 0,685 dan taraf signifikasi sebesar 0,042 dimana nilai ini < 0,0

    ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN JAJAN TEMERODOK DI KECAMATAN SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

    Get PDF
    This study aims to analyze the added value of the temerodok snack agro-industry in Sakra District, East Lombok Regency, analyze the channel and marketing efficiency of the temerodok snack agro-industry in Sakra District, East Lombok Regency, identify the problems faced in the temerodok snack agro-industry in Sakra District, East Lombok Regency. The method used is descriptive method by determining the sample area by purposive sampling. Respondents were determined by census and market participants were determined using snowball sampling. The data used are quantitative data and qualitative data. Data analysis used is production cost analysis, added value analysis, channel analysis and marketing efficiency. The results showed that the added value generated from the processing of glutinous rice flour into temerodok snacks is Rp.23.840,13/Kg of raw material with an added value ratio of 32,32%. The marketing channel for temerodok snacks in Sakra District uses two channels, namely channel I: Producer - Final Consumer and channel II: Producer - Retailer - Final Consumer with a sales volume from producer to final consumer of 325 Kg with a selling price of Rp.60.000,00/Kg and from retailers to final consumers as much as 136 Kg with a marketing margin of Rp.21.538,46/Kg, so that marketing channel I is more efficient. The marketing of temerodok snack products in Sakra District is fair and efficient from the calculation of the producer's share namely >60% and profit distribution >0.5. The main problems faced by the producers of the temerok agro-industry are fluctuating prices for other inputs (oil, eggs and sugar), lack of business capital and not utilizing social media, while the problems faced by market players are not utilizing social media and a lack of business capital.  Keywords: Added Value, Temerodok Snacks, Marketin

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROWISATA GOLDEN MELON (STUDI KASUS KELOMPOK TANI MILENIAL PESONA ALAM DESA WISATA KEBON AYU, GERUNG, LOMBOK BARAT)

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk: (1) Menganalisis arus uang tunai (cashflow) agrowisata golden melon di Desa Wisata Kebon Ayu; (2) Menganalisis kelayakan finansial agrowisata golden melon di Desa Wisata Kebon Ayu; (3) Menganalisis sensitivitas agrowisata golden melon di Desa Wisata Kebon Ayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Aliran arus uang tunai (cashflow) agrowisata golen melon dengan biaya investasi sebesar Rp 673.524.500, biaya operasioanal sebesar Rp. 438.721.850, penerimaan sebesar Rp. 562.500.000, serta  pendapatan sebesar Rp. 123.778.150. (2) Analisis kelayakan finansial agrowisata golden melon dengan suku bunga sebesar 6% diperoleh nilai NPV sebesar Rp 449.939.988, IRR sebesar 32,2%, Net B/C sebesar 3,59, Gross B/C sebesar 1,12, PP sebesar 5 tahun 3 bulan, dan BEP sebesar 8 tahun 6 bulan. Sehingga dapat dikatakan bahwa usaha agrowisata golden melon ini layak untuk dilaksanakan karena memenuhi kriteria investasi. (3) Analisis sensitivitas jika terjadi penurunan harga golden melon sebesar 20% memperoleh hasil NPV sebesar Rp (378.069.805), IRR sebesar (16%), Net B/C sebesar 0,24, Gross B/C sebesar 0,89, PP 18 tahun 10 bulan, BEP 17 tahun 10 bulan dapat dikatakan bahwa usaha agrowisata golden melon tidak layak untuk dilaksanakan. Jika terjadi penurunan produksi golden melon sebesar 10% memperoleh hasil NPV sebesar Rp 35.935.091, IRR sebesar 8%, Net B/C sebesar 1,14, Gross B/C sebesar 1,01, PP 7 tahun 8 bulan, BEP 9 tahun 9 bulan dapat dikatakan bahwa usaha agrowisata golden melon layak untuk dilaksanakan

    MODEL EKONOMI PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI (Kasus di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)

    Get PDF
    Wilayah Kota Bogor masih memiliki ribuan penduduk dengan mata pencaharian di sektor pertanian. Rumah tangga petani merupakan unit ekonomi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui pengambilan keputusan produksi pertanian. Penellitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik rumah tangga petani, (2) menganalisis pola pengeluaran rumah tangga petani, (3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengeluaran rumah tangga petani. Jumlah sampel yang diperlukan sebagai data primer adalah sejumlah 76 orang anggota rumah tangga petani, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data yang telah diperoleh kemudian ianalisis menggunakan statistic deskriptif untuk menjawab tujuan (1) dan (2). Tujuan (3) didapatkan melalui analisis persamaan simultan dengan metode estimasi 2SLS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa anggota rumah tangga petani di Kecamatan Bogor Barat memiliki usia rata-rata yang masih produktif. Pola pengeluaran rumah tangga petani didominasi oleh pengeluaran konsumsi pangan yang mencapai 58,41%. Variabel dalam penelitian yang sangat memengaruhi berbagai persamaan adalah vaiabel pendapatan disposibel. Pendapatan disposibel ini perlu menjadi perhatian bagi rumah tangga petani dalam menentukan prioritas pengeluaran rumah tangga baik konsumsi maupun investasi

    308

    full texts

    448

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrimansion
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇