Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEWIRAUSAHAAN WANITA TANI DALAM USAHATERNAK DI DESA MENGWI
Ternak babi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Bali, baik dari segi ekonomi maupun sosial budaya. Banyak manfaat dalam berwirausaha yang dapat mendorong seseorang untuk menjadi pengusaha ternak. Namun menjadi seorang entrepreneur sebenarnya tidaklah mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi motivasi Kelompok Ternak melakukan usaha peternakan pasca adanya virus flu babi. Responden berjumlah 30 responden yang merupakan anggota keluarga kelompok tani Sari Maju yang terdiri dari anggota kelompok dan kepala keluarga dalam kelompok. Data internal dianalisis dengan metode deskriptif dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik Kewirausahaan kelompok ternak secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,34. Skor tertinggi diperoleh untuk variabel Berani Mengambil Resiko karena resiko telah diperhitungkan oleh kelompok ternak dengan membandingkan kebutuhan kelompok ternak yang harus dipenuhi karena peluang untuk bekerja di bidang lain pendapatannya tidak besar. Sedangkan rasa trauma kelompok ternak belum hilang sehingga nilai yang paling rendah adalah variabel kepercayaan dir
SIMULASI KEBIJAKAN PERTANIAN TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI INDONESIA
Poverty alleviation is one of the main agendas of a country's economic development. Most of the poor are in the agricultural sector. Government policies in the agricultural sector are expected to be able to touch the most crucial problem in overcoming poverty. The purpose of this research is to; 1) analyze the factors that influence poverty in Indonesia through a structural equation approach. 2) Simulation analysis of alternative combinations of agricultural policies in efforts to reduce poverty in Indonesia. The research method used is an econometric model in the form of structural equations with the TSLS (two-stage least square) analysis method. The type of research data used is time series data on 34 observations. The results of the study show that the Indonesian poverty model is determined by government spending on infrastructure development, economic growth rates, and per capita income with a negative sign, while the variables inflation, rice retail prices, fuel prices (Premium), the amount of rice imports, and previous year's poverty have an influence on poverty in Indonesia with a positive sign. Statistically, the variables of economic growth, fuel prices and per capita income have a significant influence on Indonesian poverty. The policy of eliminating HPP rice which was set simultaneously with the policy of reducing the price of urea fertilizer by 20 percent and increasing the irrigation area by 12 percent resulted in the highest reduction in poverty, namely 0.2650 percent.
 
STRATEGI PETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN PADI DI DESA DIBAL KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI
The area of agricultural land continues to decline due to land conversion. Agricultural land productivity is expected to continue to increase along with increasing population growth in a region. Increasing agricultural productivity is part of efforts to maintain local food security. This research aims to find out farmers' strategies in increasing the productivity of agricultural land which has experienced a decline in area, especially rice farming land. This research was conducted in Dibal Village, Ngemplak District, Boyolali Regency, which is a village affected by evictions from three public facilities. The research method uses descriptive qualitative with data collection through Focus Group Discussion (FGD) with stakeholders representing farmers in farmer groups and also the Dibal Village government. The research results showed that there are 6 strategies to increase rice productivity in Dibal Village, namely 1) There is high motivation in producing rice plants, 2) There is intensification of agricultural land, 3) There is an embroidery planting system by farmers, 4) The use of superior seeds, 5) The existence of solid farmer groups, 6) Availability of tools -agricultural equipment, 7) subsidies for fertilizer and agricultural medicines
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR UDANG VANAME INDONESIA DI PASAR AMERIKA SERIKAT DAN JEPANG
Suatu negara berhasil dalam perdagangan Internasional ditunjukan dari daya saing produk di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing ekspor udang vaname sebagai produk unggulan Indonesia ke pasar Amerika Serikat dan Jepang. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari Trade Map dengan kode HS 030617 dari tahun 2012 hingga tahun 2022. Alat analisis yang digunakan adalah metode Revealed Comparative Advantage (RCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor udang vaname Indonesia ke pasar Amerika Serikat dan Jepang memiliki daya saing, dikarenakan mutu dan kualitas yang lebih baik. Nilai efek daya saing positif karena udang Indonesia memiliki mutu yang lebih sehat dan masih relatif terbebas dari penyakit, serta faktor sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, eksistensi industri pendukung dan kondisi permintaan mendukung daya saing udang vaname di Indonesia.
 
ANALISIS KOMPARATIF PERKEMBANGAN KESEJAHTERAAN PETANI ANTAR SUBSEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Pembangunan yang dilaksanakan selama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Sampai saat ini rakyat Indonesia, sebagian besar masih tinggal di daerah pedesaan dan bekerja pada berbagai subsektor pertanian. Perkembangan kesejahteraan petani tersebut dapat ditinjau dari perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perkembangan kesejahteraan petani antar subsektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang dipergunakan adalah data NTP yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik NTB dalam bentuk data time series bulanan selama 11 tahun (2011-2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang paling dan termasuk sejahtera adalah petani subsektor peternakan, kemudian petani subsektor tanaman pangan; dan petani subsektor perikanan. Sedangkan petani subsektor tanaman hortikultura dan subsektor tanaman perkebunan termasuk katagori belum sejahtera (NTP < 100). Trend perkembangan kesejahteraan petani paling tinggi adalah petani subsektor tanaman pangan, kemudian petani subsektor perikanan, subsektor perkebunan, subsektor peternakan dan yang paling lamban perkembangannya adalah kesejahteraan petani subsektor tanaman hortikultura
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI IKAN NILA SYSTEM KOLAM DI KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, dan 2) Menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi produksi ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan unit analisis pelaku usaha budidaya ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive sampling, penentuan jumlah responden dilakukan dengan quota sampling sebanyak 30 responden. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara langsung kepada responden, dan observasi. Analisis data menggunakan model analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor luas kolam (X1), jumlah benih (X2), jumlah pakan (X3), dan tenaga kerja (X4) secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila system kolam. Secara parsial variabel luas kolam (X1), jumlah pakan (X3), dan tenaga kerja (X4) berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila system kolam, sedangkan variabel jumlah benih (X2) tidak berpengaruh nyata terhadap produksi ikan nila system kolam. (2) Faktor yang paling dominan terbesar mempengaruhi produksi ikan nila system kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah adalah jumlah pakan (X3) dan faktor yang paling dominan terendah mempengaruhi produksi ikan nila sistem kolam di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah adalah jumlah benih (X2)
FAKTOR PENDORONG DAN KONTRIBUSI WANITA BURUH PABRIK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong apa saja yang mempengaruhi, menganalisis pendapatan dan menganalisis kontribusi pendapatan wanita buruh pabrik pada PT. Industri Agribisnis Indonesia terhadap pendapatan keluarga. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Sudirejo, Kecamatan Namorambe, dengan pertimbangan daerah tersebut merupakan tempat bekerja wanita buruh pabrik pada PT. Industri Agribisnis Indonesia. Data primer diperoleh dengan cara wawancara dan kuesioner langsung dengan responden. Dalam penelitian ini banyaknya sampel yaitu 22 wanita buruh pabrik yang bekerja pada PT. Industri Agribisnis Indonesia. Adapun penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sampel sampling jenuh. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui faktor pendorong wanita buruh pabrik bekerja dan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pendapatan dan kontribusi pendapatan yang diperoleh wanita buruh pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Faktor pendorong wanita bekerja pada umumnya ialah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, 2) Rata-rata pendapatan yang diperoleh wanita buruh pabrik setiap bulan sebesar Rp1.869,545,00 dan 3) Kontribusi pendapatan wanita buruh pabrik terhadap pendapatan keluarga adalah sebesar 42,89%
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH
The area of farmers land in Praya District has decreased by 9 ha or 0.0027% in 2021. This means that the carrying capacity of agricultural land will be smaller. Prior to land conversion, most of the land belonged to farmers used to grow food crops. This study aims to (1) analyze the carrying capacity of agricultural land for food crops in Praya District; (2) Analyze the income of food crop farming and its contribution to the household income of farmers in Praya District; (3) Analyze the level of economic welfare of food crop farmer households in Praya District; and (4) Knowing the problems and obstacles faced by farmers in carrying out food crop farming in Praya District. The method used in this research is descriptive method. The research area was determined by purposive sampling. Determination of the number of respondents was determined using the slovin method as many as 42 respondents. The results of the analysis show that (1) The CCR value of food crop farming in Praya District to the number of farmer family members is 2,98. (2) The average income of rice farming in MT I was IDR Rp13.954.756,85/ha, rice farming income in MT II was IDR Rp12.132.750,54/ha, corn, green bean, and soybean farming income in MT III amounted to IDR 13.792.449,43/ha, this income contributed 31,28% to farmer household income. (3) The average income of farmers from farming activities, farming outside of their own farming, from outside of farming, and other sources is still classified as not prosperous. (4) The problems and obstacles faced by farmers are: low productivity, pest attack, and marketin
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI USAHATANI JAGUNG PADA LAHAN IRIGASI AIR POMPA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis besar biaya dan pendapatan usahatani jagung pada lahan irigasi air pompa di Kabupaten Lombok Timur; (2) Menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani jagung pada lahan irigasi air pompa di Kabupaten Lombok Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawncara. Unit analisis dalam penelitian ini yaitu petani yang berusahatani jagung pada lahan irigasi air pompa di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan di Desa Pringgabaya Utara, Desa Labuhan Lombok dan Desa Gunung Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Rata-rata biaya produksi pada ushatanai jagung lahan irigasi air pompa di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur adalah sebesar Rp 10.538.892 per hektar, dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani jagung adalah sebesar Rp 33.021.584 per hektar; (2) Efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani jagung pada lahan irigasi air pompa di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur terdapat beberapa faktor produksi yang penggunaanya belum efisien dan tidak efisien. Faktor produksi yang penggunaannya belum efisien yaitu luas lahan (X1), benih (X2), sapporo (X6), dan tenaga kerja (X8). Sedangakan untuk yang faktor produksi yang penggunaanya tidak efisien yaitu pupuk urea (X3), pupuk phonska (X4), roundup (X5) dan air (X7)
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI JAGUNG PADA LAHAN KERING DI KECAMATAN WAWO KABUPATEN BIMA
Increasing maize production can be done by utilizing dry land as a potential land for maize farming development. This research aims to determine the income of corn farming and calculate the efficiency of corn farming on dry land in Wawo District, Bima Regency. Based on the research results, the value of corn farming income amounted to Rp 4,886,423.69/ha. The efficient value of farming based on the calculation of the R/C ratio is 1.37, meaning that corn farming is in the efficient category to be implemented.
Keywords: Maize, Farm Income, Farm Efficienc