Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
ANALISIS EFISIENSI USAHATANI CABAI RAWIT DI KECAMATAN SURALAGA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga sering dihadapkan pada berebagai kendala yang mempengaruhi belum optimalnya produksi cabai rawit dan jumlah penerimaan usahatani yang diperoleh petani. Sebagai wilayah yang menjadi sentra produksi cabai rawit, usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga perlu adanya efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur; dan 2) Menganalisis efisiensi usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam) bulan, mulai bulan Mei hingga Oktober 2023 di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Responden penelitian ini adalah petani yang melaksanakan usahatani cabai rawit yang ditentukan secara kuota sampling sebanyak 50 responden (2% dari populasi petani cabai rawit sebanyak 2443 orang). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Biaya usahatani cabai rawit ini meliputi biaya tetap sebesar Rp Rp 29.096.000 per hektar dan biaya variabel sebesar Rp 39.820.000 per hektar dan 2) Usahatani cabai rawit di Kecamatan Suralaga sangat efisien dan layak untuk dikembangkan karena diperoleh nilai R/C ratio sebesar 2,29 (R/C ratio > 1) dan nilai B/C ratio sebesar 1,29 (B/C ratio > 0)
Kata kunci : cabai rawit, efisiensi, usahatan
STUDI AGRIBISNIS USAHA KERUPUK KULIT SAPI DI KOTA MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis biaya dan pendapatan usaha kerupuk kulit di Kota Mataram; (2) menganalisis nilai tambah usaha kerupuk kulit di Kota Mataram; (3) mengetahui efisiensi pemasaran usaha kerupuk Kulit di Kota Mataram.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha kerupuk kulit di Kota Mataram. Pengambilan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling yaitu Kecamatan Mataram dan Kecamatan Cakranegara karena sebagai sentra produksi kerupuk kulit. Kemudian dari 2 kecamatan tersebut dipilih 3 kelurahan yaitu Pagesangan Barat mewakili Kecamatan Mataram, Kelurahan Cakranegara Selatan dan Kelurahan Cakranegara Selatan Baru mewakili Kecamatan Cakranegara. Responden dalam peneitian ini adalah pengusaha kerupuk kulit. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara dengan responden berpedoman daftar pertanyaan yang sudah disiapkan. Analisis data yang digunakan adalah: aliran proses; analisis biaya dan penerimaan; Metode hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata pendapatan usaha kerupuk kulit di Kota Mataram sebesar Rp 1.211.055,- per proses produksi; (2) Rasio nilai tambah 55,31%; (3) Saluran pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram melalui 3 (tiga) saluran pemasaran, yaitu: Saluran Pemasaran-1 (Produsen → Pedagang Pengepul Kecamatan → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir) sebanyak 50,55% dari seluruh produknya; 25,28% melalui Saluran Pemasaran-II (Produsen → Pr → KA); dan 9,10% melalui Saluran Pemasaran-III (Produsen → KA); Saluran pemasara-III (Produsen → KA) lebih efisien dibandingkan saluran pemasaran-I (Produsen → PPK → Pr → KA) dan saluran pemasaran-II (Produsen → Pr → KA) karena tidak memiliki margin pemasaran, sementara itu margin pemasaran pada saluran pemasaran-I dan II sebesar Rp 25.000/kg; Share produsen pada saluran pemasaran-I dan saluran pemasaran-II adalah 80% > 60%, yang berarti pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram efisien; Distribusi keuntungan pada saluran pemasaran-I (Produsen → PPK → Pr → KA) sebesar 0,16 < 0,5 yang berarti pemasaran kerupuk kulit di Kota Mataram melalui saluran pemasaran-I dapat dikatakan tidak efisien dimana keuntungan pemasaran tidak terdistribusi secara adil diantara lembaga pemasaran yang terlibat (PPK dan Pr). Nilai ratio keuntungan dengan biaya pemasaran (∏/C) pada pedagang pengepul (PPK) adalah 19,67 lebih besar dibandingkan nilai ratio keuntungan dengan biaya pemasaran (∏/C) pada pedagang pengecer (Pr) adalah 3,24, artinya pedagang pengepul menerima keuntungan lebih besar dibandingkan pedagang pengecer dan biaya pemasaran yang dikeluarka
MODEL ARIMA BOX-JENKINS UNTUK MERAMALKAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
The development of tourism in West Lombok is supported by geographical conditions with scattered clusters of small islands (gili), tropical climate, and the cultural peculiarities of the Sasak tribe, so that it becomes an attraction in the development of global tourist destinations. West Lombok tourism development will be even more attractive with the establishment of the Mandalika National Tourism Development Strategic Area. West Lombok can play a role concurrently with this strategic policy momentum. Developing new growth centers based on the tourism sector in collaboration with other sectors and packaging the village's potential to become a thematic tourism village. Methods for predicting the number of tourist visits to West Lombok Regency are urgently needed to assist the district government in preparing appropriate facilities and infrastructure if there is a possibility of an increase in tourist visits. The method used in this study is the Box-Jenkins ARIMA method to predict the number of foreign tourist visits in West Lombok Regency. The data used in this study is secondary data sourced from the West Lombok Regency Tourism Office from January 2014 to December 2021. The results showed that the ARIMA model (2,1,2) is the most suitable model for predicting the number of foreign tourist visits to West Lombok Regency because this model produces the smallest Sum of Squared Errors (SSE) and Mean Squared Error (MSE) values compared to other models
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PADA UMKM TAHU DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok produksi yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan harga jual produk tahu di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kecamatan Praya, Kecamatan Jonggat, serta kecamatan Batukliang. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) yakni pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan perhitungan penetapan harga jual menggunakan metode cost plus pricing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih perhitungan harga pokok produksi sebesar Rp 2,72 berdasarkan metode perhitungan yang digunakan oleh pelaku usaha dengan metode full costing. Harga jual produk tahu per unit berdasarkan perhitungan cost plus pricing adalah sebesar Rp 643,47 dengan perhitungan yang digunakan oleh pelaku usaha, sedangkan harga jual tahu per unit dengan pendekatan full costing adalah sebesar Rp 646,78. Ada selisih sebesar Rp 3,39 dengan tingkat Bunga yang sama yaitu sebesar 25%
ANALISIS KINERJA EKONOMI DAN DETERMINAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA PERIODE 1983-2022
Ketimpangan merupakan masalah krusial yang harus segera diselesaikan. Ketimpangan pendapatan memiliki dampak negatif yang luas bagi masyarakat. Diantaranya adalah masyarakat miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, sehingga kesejahteraan mereka menurun. Selain itu, ketimpangan juga memunculkan kecemburuan sosial dan mendorong terjadinya konflik sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantutatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk; 1) menganalisis kinerja ekonomi Indonesia periode 1983-2022; 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Indonesia periode 1983-2022. Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series dari tahun 1983-2022 (40 pengamatan). Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ekonomi dari aspek pertumbuhan ekonomi paling baik dicapai oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan tingkat ketimpangan pendapatan terendah dicapai oleh pemerintahah Presiden Habibi, Abdurrahman Wahid, dan Megawati. Tingkat inflasi tertinggi terjadi di masa orde baru, sedangkan pemerintahan paling baik dalam mengendalikan inflasi adalah pemerintahan Jokowi. Penurunan jumlah penduduk miskin paling tinggi terjadi pada pemerintahah Presiden Habibi, Abdurrahman Wahid, dan Megawati. Dimana rata-rata tingkat penurunan jumlah penduduk miskin pada periode 1999-2004 sebesar 5,21 % per tahun. Sedangkan tingkat penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia paling rendah terjadi pada Pemerintahan Jokowi. Faktor yang berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia adalah variabel pertumbuhan ekonomi, belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur, harga BBM bersubsidi, harga beras eceran (tingkat konsumen) dan rezim pemerintahan (variabel dummy)
ANALISIS FINANSIAL DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA USAHATANI PERBENIHAN PORANG DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis biaya, pendapatan, dan kelayakan usahatani perbenihan porang di Kabupaten Lombok Utara; dan (2) Menganalisis penyerapan tenaga kerja pada usahatani perbenihan porang di Kabupaten Lombok Utara; Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata biaya produksi pada usahatani perbenihan porang di Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp 3.157.954 /LLG atau Rp 77.977.674 /ha. Rata-rata produksi yang dihasilkan pada usahatani perbenihan porang sebanyak 22.910 biji atau 229,10 kg dengan harga jual sebesar Rp 1.250/biji atau Rp 125.000/kg, maka diperoleh nilai produksi (penerimaan) sebesar Rp 28.637.323/LLG atau Rp715.933.075/ha. Nilai produksi tersebut setelah di kurangi biaya produksi sebesar Rp 6.162.516,91 /LLG atau Rp 154.062.922,50 /ha, maka dapat diperoleh pendapatan sebesarRp 22.474.805,89/LLG atau Rp 561.870.147,25/Ha. Nilai R/C rasio (Revenue Cost Rasio) usahatani perbenihan porang di Kabupaten Lombok Utara sebesar 4,64 (R/C>1); (2) Rata-rata penyerapan tenaga kerja usahatani pembenihan porang di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dalam satu kali proses produksi (6 bulan) sebanyak 12,38 HKO/LLG atau 309,50 HKO/Ha.
 
ANALISIS STRATEGI PENGHIDUPAN DAN PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RUMAHTANGGA NELAYAN DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Tujuan penelitian yaitu untuk (1) menganalisis asset dan strategi penghidupan rumahtangga nelayan; (2) Merumuskan strategi penghidupan rumahtangga nelayan: 3) Menganalisis intervensi program dan Ekspektasi Program Peningkatan Kesejahteraan Rumahtangga Nelayan, serta Skala Prioritasnya di Kecamatan Pinggabaya Kabupaten Lombok Timur. Responden penelitian ini adalah rumahtangga nelayan sebanyak 34 reponden yang ditentukan secara proportional sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian diperoleh bahwa: 1). Asset penghidupan rumahtangga nelayan di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur terdiri atas asset produktif utama, akses terhadap lembaga keuangan (tabungan dan pinjaman), akses terhadap air bersih, sanitasi, dan fasilitas kesehatan, penguasaan teknologi, asset sosial dan politik, ekspresi tentang masa depan, dan peranan wanita (perspektif gender) ; 2). Strategi penghidupan rumahtangga nelayan adalah melakukan diversifikasi usaha dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup; 3) Intervensi program dari pihak terhadap luar rumahtangga nelayan di Kabupaten Lombok Timur termasuk di Kecamatan Pringgabaya sudah sangat baik. Bentuk intervensi tersebut berupa perbaikan lingkungan di kawasan pesisir maupun untuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat nelayan; dan Prioritas bentuk program dan bantuan ke depan adalah bantuan tunai baik dalam bentuk bantuan sosial untuk kelompok masyarakat miskin maupun untuk modal usaha
STRATEGI PEMASARAN USAHA ANYAMAN KETAK DI KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Adanya pandemi covid-19 menyebabkan terjadinya penurunan jumlah penjualan anyaman ketak sehinnga perlu strategi pemasaran yang tepat untuk menaikkan kembali jumlah penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: biaya dan pendapatan usaha anyaman ketak di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, faktor-faktor internal dan eksternal usaha anyaman ketak di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, dan strategi pemasaran usaha anyaman di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, metode SWOT dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan biaya yang dikeluarkan per bulan sebesar Rp 16.194.446 dengan penerimaan sebesar Rp 23.675.000 sehingga pendapatan sebesar Rp 7.480.554. Faktor internal: kualitas produk yang tinggi, variasi produk yang beragam, dan penggunaan sosial media sebagai tempat promosi. Faktor eksternal: kepercayaan konsumen terhadap usaha anyaman ketak, minat konsumen dalam dan luar negeri yang tinggi, dan adanya event pameran.Terdapat tiga strategi prioritas yaitu: meningkatkan dan mempertahankan kualitas, kuantitas produk agar dapat menarik semakin banyak minat konsumen dalam & luar negeri agar memperoleh pendapatan yang tinggi, meningkatkan promosi melalui sosial media dan terlibat dalam event pameran untuk menarik semakin banyak minat konsumen dalam & luar negeri, dan meningkatkan kepercayaan kepada konsumen dalam & luar negeri dengan produk yang selalu mengikuti perkembanganAnyaman keta
ANALISIS TREND HARGA BAWANG MERAH DI KABUPATEN ALOR
Vegetable plants are one of the leading horticultural crops in the agricultural sector in Indonesia which are in great demand by the public because they have high nutritional content. Shallots are one of the leading vegetable commodities that are in great demand by the public as a cooking spice and as medicine. As the population increases and the development of industries that require shallot raw materials, the demand for shallots continues to increase. This research was conducted to determine price trends and forecast the price of shallots in Alor Regency in the future. The data analysis method used in this research is analysis of development trends and trends in onion price movements using the least squares method formula with the help of MS Excel. The research results show that the development of the price of shallots in Alor Regency from January 2020 to December 2022 shows the direction of an increase in prices each month of IDR. 259.59/kg with a determinant coefficient of R2 = 0.1064 or 10.64%. The forecast for the price of shallots in Alor Regency in 2023 is likely to continue to increase slowly. It is hoped that the government can maintain the stability of shallot prices both at the producer and consumer levels, because predictions of shallot prices in the future continue to increase
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN DAN EFISIENSI USAHA JAMUR TIRAM DI DESA TAMANSARI KECAMATAN GUNUNG SARI LOMBOK BARAT
Penelitia ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Untuk menganalisis efisiensi usaha jamur turam di Desa Tamansari Kecamatan Gunungsari, (2) Untuk menganalisis efisiensi pemasaran usaha jamur tiram di Desa Tamansari Kecamatan Gunungsari. Penentuan responden dilakukan secara “Quota Sampling” yaitu menetapkan sebanyak 22 orang responden dari total 64 orang yang melakukan budidaya Jamur Tiram di kedua dusun. Berdasarkan jenisnya, data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif, sedangkan berdasarkan sumbernya ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data pada penelitian ini yaitu: (1) Analisis Efisiensi Usaha; (2) Analisis Efisiensi Pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Usaha jamur tiram di Desa Tamansari secara ekonomi termasuk efisien atau layak diusahakan. Karena memperoleh hasil R/C ratio sebesar 1,5. (2) Saluran pemasaran pada usaha jamur tiram yang paling efisien adalah saluran pemasaran I yakni dari produsen langsung ke konsumen akhir. Dengan memperoleh farmer share sebesar 100%. Usaha jamur tiram di desa Tamansari layak untuk diusahakan dan dikembangkan, oleh karena itu petani perlu melakukan upaya agar penggunaan input produksinya lebih efisien sehingga meningkatkan produksi dan keuntungan serta meminimalisir biay