Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
ANALISIS MARKETING MIX PADA PENJUALAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KOPI KRAKATAU DESA PASURUAN LAMPUNG SELATAN
Kopi menjadi minuman tingkat ketiga yang dominan dikonsumsi di dunia setelah teh dan juga air. Inovasi dan kreativitas dari kopi membuat komoditas tersebut menjadi sebuah produk yang gemar diekspor serta diperjualbelikan di seluruh dunia. UMKM Kopi Krakatau adalah perusahaan industri yang beroperasi pada sektor pertanian terkhusus kopi. Penelitian ini mengimplementasikan pendekatan metode yang seimbang antara kuantitatif dan juga kualitatif dengan menggunakan marketing mix dan analisis strenght, weakness, opportunities dan threat (SWOT). Hasil dari penelitian pada marketing mix,dalam strategi produk perusahaan menjual produk seperti kopi bubuk dan kopi biji yang berkualitas sebagai produk andalan perusahaan. Dalam steategi harga,perusahaan menjual produk dengan harga yang sangat kompetitif di pasaran. Dalam strategi promosi, perusahaan melakukan penjualan online melalui sosial media serta promosi dari mulut ke mulut.Dalam strategi tempat, perusahaan memiliki media konvensional atau penjualan secara langsung dan melalui media e-commerce. Hasil penelitian untuk analisis SOWT pada tabel IFAS menhasilkan nilai 3,37 dan pada tabel EFAS menghasilkan nilai 3,41. Pada diagram SWOT, UMKM Kopi Krakatau menempati posisi kuadran I (Growth Oriented Strategy) atau pertumbuhan yang agresif. Pada penelitian initelah menghasilakn 11 alternatif startegi yang dapat diterapkan pada UMKM Kopi Krakatau
PERILAKU PASAR KOMODITAS INFLASI DAN FAKTOR PENENTUNYA DI KOTA TASIKMALAYA
Inflasi komoditas pertanian erat kaitannya dengan pembentukan harga pada tingkat konsumen akhir. Pembentukan harga merupakan interaksi perilaku pasar dengan strukturnya. Penelitian ini menganalisis proses interaksi antara lembaga pemasaran dan faktor-faktor penentunya. Penelitian ini menggunakan teori permainan dan analisis chi-square berdasarkan data dari pedagang beras dan bawang merah di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan harga komoditas terkait dengan strategi dominan, yaitu komunikasi antara pedagang. Strategi ini merupakan keseimbangan Nash karena memberikan hasil terbaik. Perubahan dalam pasokan dan komunikasi antar pedagang erat kaitannya dengan perilaku kenaikan harga. Di sisi lain, pengalaman perdagangan merupakan faktor penentu dalam perilaku penurunan harga.
Kata Kunci: perilaku, strategi, keseimbangan Nas
STRATEGI ADAPTASI PETANI LAHAN KERING TERHADAP FENOMENA PERUBAHAN IKLIM BERDASARKAN PERSFEKTIF GENDER DI KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani lahan kering terhadap fenomena perubahan iklim berdasarkan perspektif gender di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah; serta mengetahui strategi adaptasi petani lahan kering terhadap fenomena perubahan iklim berdasarkan perspektif gender di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Tingkat persepsi petani lahan kering di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah mengenai perubahan iklim khususnya petani perempuan lebih rendah dibandingkan dengan petani laki-laki. Sedangkan bentuk strategi adaptasi yang dilakukan oleh petani lahan kering di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah yaitu strategi aktif, strategi pasif dan strategi jaringan. Untuk trategi aktif, yang lebih dominan dilakukan petani perempuan lahan kering yaitu melibatkan anggota keluarga dalam bekerja, sedangkan strategi aktif yang lebih dominan dilakukan petani laki-laki yaitu pekerjaan sampingan selain usahatani. Strategi pasif yang lebih dominan dilakukan petani perempuan yaitu mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pangan, sedangkan strategi paasif yang lebih dominan dilakukan petani laki-laki yaitu mengurangi biaya produksi usahatani yang dilakukan. Adapun strategi terakhir yaitu strategi jaringan, petani perempuan maupun petani laki-laki lebih dominan untuk meminta bantuan kepada keluarga, teman dan tetangg
ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULA AREN DI DESA KARANG BAYAN KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Pohon aren sudah lama dimanfaatkan oleh penduduk Indonesia, salah satunya adalah pengolahan agroindustri gula aren yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pendapatan yang diperoleh petani dari agroindustri gula aren di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat; (2) Menganalisis nilai tambah yang diperoleh petani dari agroindustri pengolahan nira aren menjadi gula aren di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat; dan (3) Menganalisis hambatan yang dihadapi produsen agroindustri gula aren di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif denganunit analisis pengusaha agroindustri gula aren.Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Rata-rata pendapatan yang diperoleh pengusaha gula aren di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar sebesar Rp 226.805 per proses produksi; (2) Nilai tambah yang diperoleh oleh pengusaha agroindustri gula aren di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar adalah sebesar Rp 6.103 per liter bahan baku dengan rasio nilai tambah sebesar 49,65%. Artinya bahwa dalam pengolahan nira aren menjadi produk gula aren akan memberikan nilai tambah sebesar 49,65% dari nilai produk; dan (3) Hambatan atau kendala yang dihadapi dalam pengusaha agroindustri gula aren di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsaryaitu terbatasnya modal yang digunakan, fluktuasi harga gula aren, ketersediaan bahan baku yang tidak kontinu, dan pengaruh pergantian musim/cuaca.
 
ANALISIS STRATEGI KONTINUITAS BISNIS PRODUK OLAHAN PANGAN KWT NINE SERU DI DESA LANTAN
Kelompok Wanita Tani Nine Seru di Desa Lantan adalah salah satu kelompok ekonomi produktif yang bergerak pada usaha pengolahan sumber daya alam menjadi produk olahan pangan, seperti keripik pisang dan keripik talas. KWT Nine Seru merasa cukup sulit untuk bertahan pada kondisi persaingan saat ini dan membutuhkan strategi yang tepat untuk menjaga usahanya tetap eksis. Salah satu metode analisis yang dapat digunakan untuk memperoleh strategi yang tepat adalah analisis SWOT. Dengan analisis SWOT , pelaku usaha dapat memilih beberapa alternatif strategi yang akan digunakan sesuai dengan kondisi internal dan eksternal usaha. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi kontinuitas bisnis bagi produk olahan pangan KWT Nine Seru. Metode yang digunakan adalah FGD, evaluasi faktor internal dan eksternal, dan analisis SWOT. Responden terdiri dari 21 orang pelaku usaha yang tergabung dalam KWT Nine Seru. Hasil penelitian menemukan beberapa alternatif strategi SO, ST, WO, dan WT yang dapat diterapkan oleh KWT Nine Seru. Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah strategi ST, menerapkan harga jual sesuai dengan harga pasar
EVALUASI EFEKTIVITAS PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM MADAPANGGA DI DESA NDANO KECAMATAN MADAPANGGA KABUPATEN BIMA
Taman Wisata Alam (TWA) Madapangga di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi alam yang kaya dengan luas 232 hektar, mencakup pemandangan pegunungan, hutan alami, dan danau yang indah. Berbagai aktivitas wisata seperti pendakian, panjat tebing, dan pengamatan satwa menambah daya tarik kawasan ini. Selain itu, terdapat fasilitas pendukung seperti kolam renang, area berkemah, dan sungai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengelolaan TWA Madapangga dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan konservasi lingkungan. Dengan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan kawasan ini cukup efektif dengan skor 67 dari evaluasi enam aspek nilai akhir MEET. Faktor pendukung meliputi potensi alam yang besar dan letak geografis yang strategis, sedangkan faktor penghambat termasuk infrastruktur yang minim dan pengelolaan yang belum optimal. Rekomendasi strategis diberikan untuk memperbaiki infrastruktur, meningkatkan fasilitas, dan memperluas promosi guna menarik lebih banyak pengunjung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat
ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN DAN PEDAGANG (STUDI KASUS : KAWASAN HUTAN MANGROVE DESA LEMBAR SELATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT)
Keberadaan ekowista hutan mangrove sangat penting bagi masyarakat sekitarnya. Manfaat ekowisata hutan mangrove tidak hanya sebagai upaya melestarikan lingkungan saja, namun juga memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, penelitian ini membahas mengenai dampak pengembangan ekowisata dari segi ekonomi khususnya pendapatan msyarakat. Identifikasi dampak dari pengembangan ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan pihak-pihak terkait untuk menyusun strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove. Penelitian ini dilakukan di kawasan ekowisata hutan mangrove Desa Lembar Selatan. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji beda (uji t). berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapat sebelum dan sesudah ekowisata hutan mangrove dikembangkan. Pengembangan ekowisata hutan mangrove memberi dampak positif pada pendapatan nelayan dan pedagang. Hal tersebut dilihat dari rata-rata pendapatan yang semakin meningka
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI JAGUNG DI DESA OTAK RARANGAN KABUAPTEN LOMBOK TIMUR
This study aims to; (1) analyze the costs and income of corn farming in Otak Rarangan Village, East Lombok Regency; (2) analyze the financial feasibility of corn farming in Otak Rarangan Village, East Lombok Regency. The method used in this study is the descriptive-quantitative method. The unit of analysis in this study was Corn Farmers in Otak Rarangan Village, East Lombok Regency, totaling 30 respondents. The determination of the research area and the determination of respondents were selected by purposive sampling. The results of this study indicate that; the total cost that must be incurred by the respondent farmers in each production or planting season is IDR 4,677,387.57 per hectare with a total income of IDR 23,009,120.37 per hectare. Based on the financial feasibility analysis, corn farming in Otak Rarangan Village is declared feasible, because it has an NPV value, Net B/C ratio, and Profitability Ratio greater than 0, and an IRR value greater than the applicable discount rate
OPTIMALISASI KEBERLANJUTAN DESA WISATA BERBASIS KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI TRI HITA KARANA DI KABUPATEN TABANAN, BALI
Kabupaten Tabanan, dikenal sebagai lumbung beras Pulau Bali, tidak hanya kaya akan budaya agraris melalui sistem subak yang menjaga keberlanjutan pertanian, tetapi juga memainkan peran penting dalam pariwisata berbasis desa. Penerapan filosofi Tri Hita Karana, yang mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam (Palemahan), telah menjadi fondasi kuat dalam pengelolaan desa wisata. Namun, kekhawatiran muncul terkait dampak buruk pariwisata yang berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana Implementasi Tri Hita Karana (X1) dan Kinerja Pengelolaan Desa Wisata (X2) berkontribusi terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Y) di Tabanan sehingga keberlanjutan Desa Wisata dapat terjaga. Penelitian ini melibatkan 200 responden dari berbagai desa wisata di Kabupaten Tabanan, Bali. Dengan menggunakan pendekatan SEM-PLS, hasil analisis menunjukkan bahwa baik Implementasi Tri Hita Karana maupun Kinerja Pengelolaan Desa Wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Koefisien pengaruh masing-masing adalah 0,569 untuk Implementasi Tri Hita Karana dan 0,369 untuk Kinerja Pengelolaan Desa Wisata, dengan t-statistik > 1,96 dan p-value < 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai lokal yang terintegrasi dalam sistem desa wisata tidak hanya mempertahankan keberlanjutan ekologi dan budaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika pariwisata yang terus berkemban
KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN DHARMASRAYA
Kegiatan penyuluh pertanian dalam hal persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan merupakan rangkaian yang padat sistematis dan terstruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Identifikasi komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Dharmasraya 2). Menganalisis kinerja penyuluh pertanian lapangan dalam pengembangan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Dharmasraya 3). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian lapangan dalam pengembangan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Dharmasraya. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposional random sampling dan alat analisisnya adalah Location Quotient (LQ), analisis deskriptif kuantitatif dan regresi linier berganda, dengan responden sebanyak 31 orang penyuluh pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan Padi sawah di Kecamatan Koto baru, Sitiung, Pulau punjung dan Sembila koto. Sedangkan untuk jagung yaitu Kecamatan Koto besar, Asam jujuhan dan Padang laweh. Sedangkan untuk kacang tanah terdapat di Kecamtan Koto besar, Koto salak dan Tiumang. Sedangkan untuk Ubi kayu yaitu Kecamatan Koto besar, Asam jujuhan, dan Tiumang. Untuk Ubi jalar terdapat di Kecamatan Koto Besar. Kinerja penyuluh pertanian lapangan dalam pengembangan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Dharmasraya di kategorikan sangat tinggi terutama pada Padi sawah, Jagung, Kacang tanah dan Ubi kayu, sedangkan untuk Ubi jalar dikategorikan sedang. Faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian lapangan dalam pengembangan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Dharmasraya adalah karakteristik dan motivasi.
Kata Kunci: Pertanian, Penyuluh, Kinerj