Jurnal Agrimansion
Not a member yet
448 research outputs found
Sort by
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis biaya dan pendapatan usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat; (2) Menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap hasil produksi usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat; (3) Menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat; (4) Menganalisis kendala-kendala yang dihadapi petani dalam usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan unit analisis yaitu petani yang bekerja pada usahatani jagung di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Penentuan daerah sampel dilakukan secara Purposive Sampling dengan penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pemilihan jumlah responden dalam penelitian ini menggunakan metode “Slovin” yang jumahnya harus representative agar hasil penelitian bisa digeneralisasikan dan perhitungannya tidak memerlukan tabel jumlah sampel. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Cara pengumpulan data dilakukan dengan wawancara disertai dengan daftar pertanyaan (kuisioner). Hasil Penelitian menunjukan bahwa: 1) Biaya produksi yang dikelaurkan petani jagung hibrida di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat adalah sebesar Rp. 6.680/Ha dan pendapatan petani yang diperoleh dalam adalah sebesar Rp.11.767.491/Ha. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat luas lahan (X1), benih (X2), dan pupuk NPK (X4), sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh adalah pupuk Urea (X3), pestisida (X5), dan tenaga kerja (X6). 3) Faktor-faktor produksi yang belum efisien pada produksi usahatani jagung hibrida di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat adalah luas lahan (X1) dan pestisida (X5), sedangkan faktor-faktor produksi yang tidak efisien adalah benih (X2), pupuk Urea (X3), pupuk NPK (X4), dan tenaga kerja (X6). 4) Kendala-kendala yang dihadapi oleh petani responden pada usahatani jagung hibrida adalah penggunaan pupuk, hama dan penyakit pada tanaman, kurang tersedianya modal, dan pada proses pemasaran
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SAWI PAKCOY (Brassica rapa subsp. chinensis) PADA LAHAN URBAN FARMING DI KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM
Abstrak
Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Ampenan Kota Mataram Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai (1) Pendapatan usaha tani sawi pakcoy pada lahan Urban Farming Di Kecamatan Ampenan Kota Mataram, (2) Kelayakan usahatani Sawi Pakcoy Pada lahan Urban Farming di Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dan dari 10 Kelurahan di ambil 3 Kelurahan, yaitu : Kelurahan Ampenan Utara, Ampenan Selatan dan Kelurahan Pejarakan Karya dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi (1) Biaya Produksi, (2) Produksi, (3) Nilai Produksi, (4) Pendapatan, (5) Kelayakan (B/C Ratio). Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik wawancara langsung dengan responden menggunakan quisioner yang telah disiapkan dan dilaksanakan pada bulan April 2023. Sampel penelitian ini adalah petani yang melakukan usahatani Sawi Pakcoy Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya tetap yang dikeluarkan responden usahatani Sawi Pakcoy adalah sebesar Rp. 292.723., dan rata-rata biaya tidak tetap sebesar Rp. 1.063.904.,. Sedangkan rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.356.627,. Rata-rata total penerimaan yang diperoleh responden usahatani Sawi Pakcoy sebesar Rp.3.110.400.,- rata-rata total biaya produksi sebesar Rp. 1.356.627,- dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 1.753.773,,. Selanjutnya rata-rata B/C Ratio usahatani Sawi Pakcoy di Kecamatan Ampenan Kota Mataram adalah sebesar 2,29. Artinya usahatani Sawi Pakcoy di Kecamatan Ampenan Kota Mataram layak untuk diusahakan.
Kata Kunci : Biaya, Pendapatan dan Kelayakan
 
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI TAHU DI KECAMATAN JONGGAT DAN KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Penelitian ini bertujuan menganalisis Break Even Point (BEP), keuntungan, R/C ratio dan kelayakan usaha agroindustri tahu di Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Praya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan teknik survey. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat, dan di Desa Aik Mual Kecamatan Praya yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Penentuan jumlah unit analisis ditentukan dengan menerapkan rumus “Slovin”, sedangkan jumlah responden di tiap desa ditentukan secara “proportional sampling”. Variabel dalam penelitian ini adalah produksi, harga per unit produk, biaya produksi, biaya variabel, dan biaya tetap. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis deskriptif, analisis Break Even Point (BEP), dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan produsen agroindustri tahu di Kecamatan Jonggat yaitu Rp 554.523 per produksi atau Rp 16.635.724 per bulan lebih tinggi daripada rata-rata keuntungan di Kecamatan Praya yaitu Rp 298.923 per proses produksi atau Rp 8.967.713 per bulan. BEP di Kecamatan Jonggat 13,46 nampan/bulan, sementara BEP di Kecamatan Praya 31,19 nampan/bulan. Usaha agroindustri tahu di Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Praya layak untuk diusahakan, dilihat dari R/C yang diperoleh di Kecamatan Jonggat sebesar 1,56 dan R/C di Kecamatan Praya yaitu sebesar 1,31
KONTRIBUSI PENDAPATAN BURUH HARIAN LEPAS PEREMPUAN PADA PERKEBUNAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA WAELO KECAMATAN WAELATA KABUPATEN BURU
Kajian ini dilakukan untuk menganalisis kontribusi pendapatan buruh harian lepas perempuan pada perkebunan nilam (Pogostemon Cablin Benth) terhadap pendapatan keluarga di desa Waelo kecamatan Waelata Kabupaten Buru. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan persamaan, dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Teknik penentuan sampel dalam kajian ini dilakukan secara sengaja, sampel yang didapat yaitu 25 responden. Hasil kajian menunjukan sumbangan penghasilan buruh harian lepas perempuan terhadap penghasilan keluarga rata - rata sebesar 54,36% dari total penghasilan keluarga, dengan rataan penghasilan sebesar Rp. 1.859.200 perbulan. Tingkat persentase kontribusinya berdasarkan kriteria pengukuran menurut (Sumantri et al., 2004) yaitu 2 orang buruh harian lepas masuk dalam tingkat persentase kontribusi (21%-40%) yang berarti kontribusinya rendah, 12 orang buruh harian lepas masuk dalam tingkat persentase kontribusi (41%-60%) yang berarti kontribusinya sedang/cukup, dan 11 orang buruh harian lepas lainya masuk dalam tingkat persentase kontribusi (61%-80%) yang berarti kontribusinya tinggi. Penghasilan buruh harian lepas perempuan pada perkebunan nilam dialokasikan sepenuhnya untuk keperluan rumah tangga.
Kata kunci: Kontribusi, Pendapatan, Pekerja Perempua
PERAMALAN JUMLAH PRODUKSI PADI DI NUSA TENGGARA BARAT MENGGUNAKAN METODE SEASONAL AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (SARIMA)
Peran sektor pertanian di Indonesia sangat penting karena sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan juga merupakan penyumbang terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selama tiga tahun terakhir, sektor ini terus mengalami pertumbuhan yang positif. Salah satu komoditas di sektor pertanian adalah tanaman pangan seperti padi. Produksi padi dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk iklim, tanah dan teknologi pertanian. Namun sumberdaya seperti lahan dan air untuk pertanian padi semakin terbatas sementara permintaan terus meningkat. Produksi padi di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami fluktuasi selama 5 tahun terkahir yaitu dari tahun 2019 sampai tahun 2023. Berdasarkan akan kebutuhan informasi mengenai jumlah produksi padi di NTB untuk masa mendatang, pemodelan dan peramalan penting dilakukan untuk perencanaan yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah peramalan jumlah produksi padi di NTB menggunakan metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik NTB yaitu berupa data jumlah produksi padi di NTB periode Januari 2019 sampai Desember 2023. Hasil penelitian ini diperoleh model terbaik yaitu Model SARIMA (2,0,2)(0,1,1)12 berdasarkan nilai Mean Squared Error (MSE) terkecil. Hasil peramalan menunjukkan bahwa jumlah produksi padi tahun 2024 akan mengalami penurunan sebesar 8,58% dibandingkan tahun 2023 dimana jumlah produksi padi tertinggi yaitu bulan April 2024 sebesar 385347 ton sedangkan produksi terendah pada bulan Desember 2024 sebesar 26882 ton
PROFITABILITAS DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN UBI KAYU DI DESA SESAOT KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT
Ubi kayu merupakan salah satu produk pertanian yang mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan karena mempunyai manfaat yang banyak dan secara ekonomi mampu mengentas kemiskinan di pedesaan serta meningkatkan perekonomian nasional. Pengolahan ubi kayu menjadi keripik ubi kayu merupakan usaha untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi dan mengatasi mudah rusaknya produk jika dalam bentuk segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis profitabilitas dan nilai tambah produk olahan ubi kayu di Desa Sesaot Kecamatan Narmada. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Sesaot Kecamatan Narmada, dengan menetapkan UD Waroh Maju Bersama sebagai unit analisis dan responden penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa agroindustri keripik ubi kayu pada UD Waroh Maju Bersama di Desa Sesaot layak untuk dikembangkan. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai tingkat pengembalian investasi dan nilai tambah yang dihasilkan oleh agroindustri keripik ubi kayu sangat tinggi, yaitu masing-masing 78 % dan 79.30 % serta memberikan keuntungan bagi pengusaha sebesar Rp 15.865 untuk setiap kilogram keripik ubi kayu yang diproduksi
ANALISIS FINANSIAL DAN RANTAI PEMASARAN CABAI RAWIT DI KECAMATAN SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
The aims of this research are to: (1) Analyze the costs, income and feasibility of cayenne pepper cultivation in Sukamulia District, East Lombok Regency. (2) Analyze the marketing chain of cayenne pepper in Sukamulia district, East Lombok Regency; (3) Analyze the actors of cayenne pepper marketing in Sukamulia District, East Lombok Regency; and (4) Analyze the marketing margin of cayenne pepper in Sukamulia District, East Lombok Regency. The method used is a descriptive method, while data collection is carried out through survey techniques. The data were analyzed descriptively. The research results show that: The average production cost of cayenne pepper cultivation in Sukamulia District, East Lombok Regency for the dry season in 2023 is IDR 12,648,055/LLG or IDR 50,592,220/ha, while the income earned is IDR 42,756,945/LLG. or IDR 171,027,778/ha. The cultivation of cayenne pepper in this area is worthy of final development as indicated by the ratio R/C = 4.38 (R/C > 1).(2) There are 3 (three) cayenne pepper marketing chains in Sukamulia District, East Lombok Regency, namely; I: Farmers – Village collector traders (PPD) – Inter-island traders (PAP) – Retailers – Final consumers; II: Farmers – Subdistrict collector merchants (PP Kec.) – Anatar Island merchants (PAP) – Retailers – Final consumers; III: Farmers – Village collector traders (PPD) – Retailers – Final consumers; (3) The marketing functions carried out by each actor in the marketing chain are: (a) farmers sell, store, transport, classify and assume risks; b) village collector traders (PPD) carry out purchasing, sales, transportation, storage, sorting, financing, risk-taking and market information; c) subdistrict collector merchants (PPKc) carry out purchases, sales, transportation, storage, classification, financing, risk assumption and information; and d) inter-island traders (PAP) do the same as PPD and PPKc; and (e) retailers do the same as PPD, PPKc, PAP, except financing; (4). The marketing margin in chain I is 12.07%, higher than the marketing margin in chains II and III, that is, 8.62% and 5.95% respectively. The difference in margin between marketing chains is due to the difference in consumer prices and farmer prices, and not. for marketing cost
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI BANANAAIS
Agroindustri merupakan salah satu kegiatan yang memanfaatkan bahan baku pertanian untuk menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah. Nilai tambah produk pertanian dapat meningkatkan nilai jual produk dan menawarkan lebih banyak variasi produk untuk memenuhi kebutuhan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah yang diperoleh dari proses pengolahan buah pisang menjadi keripik pisang. Lokasi penelitian berlokasi di BananAIS yang terletak di Kabupaten Bekasi Timur. Penentuan Lokasi penelitian dipilih secara sengaja, dengan pertimbangan BananaAIS merupakan salah satu produsen penghasil keripik pisang di Kabupaten Bekasi Timur. Responden penelitian berjumlah 2 orang, 1 orang pemilik usaha dan 1 orang pekerja. Metode penelitian menggunakan analisis nilai tambah dengan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri keripik pisang memberikan nilai tambah sebesar 16.820/ hari. Besarnya rasio nilai tambah pada industri BananAIS sebesar 56%. Marjin yang diperoleh sebesar 19.820/hari dengan tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 92%. Sehingga secara ekonomi pengolahan keripik pisang dapat dikatakan mampu memberikan keuntungan. Implikasi penelitian ini, BananaAIS dapat meningkatkan margin dan keuntungan dengan melakukan efisiensi biaya produksi melalui pemilihan bahan baku produksi yang lebih ekonomi
ANALISIS RANTAI PASOK BIJI KOPI MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DI THE CREATOR COFFEE ROASTERS
The Creator Coffee Roaster merupakan salah satu perintis dalam industri coffee roaster di wilayah Kota Yogyakarta dan berdiri selama kurang lebih 13 tahun, dengan berfokus pada pengolahan biji kopi spesialti yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam perjalanannya, The Creator Coffee Roaster dihadapkan pada permasalahan rantai pasok seperti waktu pengiriman yang lambat, biaya logistik yang tinggi, serta ketidakcocokan antara pasokan dan permintaan pasar. Berdasarkan hal tersebut, maka Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis mekanisme rantai pasok biji kopi pada The Creator Coffee Roaster menggunakan enam proses inti model SCOR 12.0, serta mengetahui aliran produk, aliran uang, aliran informasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok The Creator Coffee Roaster melibatkan tiga aliran utama: aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa The Creator Coffee Roaster mengoptimalkan perencanaan (plan) dengan analisis permintaan pasar dan kapasitas produksi 1 ton/bulan, pengadaan (source) berbasis kualitas melalui kemitraan dengan petani, serta produksi (make) yang memperhatikan profil roasting (light, medium, dark). Distribusi (deliver) dilakukan melalui Tokopedia dan toko offline dengan berbagai opsi pengiriman, sementara proses pengembalian (return) dan dukungan (enable) difokuskan pada kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional
ANALISIS KELAYAKAN USAHA KEDAI KOPI DI KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Coffee is a plantation product that is generally processed into a drink, enjoyed by almost all groups. Along with this, the number of coffee enthusiasts tends to increase, this condition encourages the growth and development of coffee shops operated by people in various regions, giving rise to tight competition between coffee shop entrepreneurs. This research aims to analyze the benefits, feasibility and obstacles of coffee shop businesses in Praya District, Central Lombok Regency. The method used in this research is a descriptive method and data collection uses survey techniques. The unit of analysis is the coffee shop business in Praya District. This research was located in Praya, Prapen and Leneng sub-districts. The respondents in this study were coffee shop entrepreneurs. The selection of respondents was determined using the census method of 11 coffee shop entrepreneurs in Praya District. The results of the research show that the profit obtained in one month from the coffee shop business in Praya District is IDR 4,377,471, the coffee shop business in Praya District is worth running from the R/C value of 1.37 and the profitability value is 37%, and The obstacles faced by coffee shop entrepreneurs in Praya District are technical, management, financial and juridical aspects.
Keywords: Eligibility, Coffee Shop, Praya District