JEID - Journal of Educational Integration and Development
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kinerja Guru Bahasa Inggris dalam Memajukan Mutu Pembelajaran Bahasa Inggris pada Tingkat Madrasah Tsanawiyah
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya peningkatan guru bahasa Inggris dalam upaya memajukan mutu pembelajaran Bahasa Inggris pada tinggat Madrasah Tsanawiyah. Sebagai profesi yang berperan penting dalam pendidikan, seorang guru diharuskan mampu menunjukkan bahwa kinerjanya dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini berkaitan dengan salah satu penyebab utama rendahnya mutu pendidikan di Indonesia yakni rendahnya kinerja guru. Salah satu faktor yang mempengararuhi ialah rendahnya disiplin kerja guru, yang nantinya akan berimbas terhadap mutu kelulusan peserta didik yang pada akhirnya berpengaruh pula terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Namun, dalam hal menumbuhkan kedisiplinan diperlukan upaya untuk meningkatkan kinerja guru. Hal ini bisa kita terapkan dengan adanya salah satu mata pelajaran yang ada di Madrasah Tsanawiyah yaitu pendidikan Bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset kepustakaan dengan menampilan argumentasi dari hasil kajian pustaka dan hasil pemikiran penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada dua strategi penting yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru, yaitu pelatihan dan motivasi kinerja. Pelatihan digunakan untuk menangani rendahnya kemampuan guru, sedangkan motivasi kinerja digunakan untuk menangani rendahnya semangat dan gairah kerja. Intensitas penggunaan kedua strategi tersebut tergantung dari kondisi guru itu sendiri. Bahkan, jika memang diperlukan, keduanya dapat digunakan secara simultan
Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah lemahnya kemampuan koneksi matematika siswa, kemudian pembelajaran masih berpusat pada guru. Tujuan penelitian ini untuk pencapaian kemampuan koneksi matematika siswa melalui pendekatan CTL. Jenis penelitiannya adalah pra-eksperiment dengan rancangan the statistic group comparison desing. Intrumen yang digunakan berbentuk tes. Teknik analisis data mengunakan uji–t. Bedasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai kemampuan koneksi matematika siswa yang melalui pendekatan CTL 73,77 kategori baik. Hasil uji hipotesis disimpulkan thitung=1,96>ttabel = 1,67, keputusannya tolak H0 dan terima H1. Hal ini berarti kemampuan koneksi matematika siswa melalui pendekatan CTL lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran kovensional. Jadi melalui pendekatan CTL dapat mengatasi pencapaian kemampuan koneksi matematika siswa di MTSN 1 Agam dengan perolehan kategori baik.
Pengaruh Multimedia Articulate Storyline 3 terhadap Kemandirian Belajar Siswa pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas X di MAN 1 Kudus
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kondisi kemandirian belajar siswa kelas X di MAN 1 Kudus sebelum penerapan multimedia articulate storyline 3, 2) mengetahui penerapan multimedia articulate storyline 3 pada materi keanekaragaman hayati kelas X di MAN 1 Kudus, 3) mengetahui pengaruh multimedia articulate storyline 3 terhadap kemandirian belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati kelas X di MAN 1 Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi-Experimental Design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan melalui uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan pada analisis deskriptif, kondisi kemandirian belajar siswa kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 4 sebelum penerapan multimedia articulate storyline 3 mayoritas siswa berada pada kategori mandiri. 2) Penerapan multimedia articulate storyline 3 memiliki respon baik dari siswa pada kategori kuat dengan 73%. 3) Penggunaan multimedia articulate storyline 3 terhadap kemandirian belajar siswa memiliki pengaruh signifikan yang dapat dibuktikan dengan hasil uji regresi linier sederhana, yakni Fhitung = 47,349 4,159 = Ftabel. Berdasarkan uji tersebut, dapat dinyatakan bahwa multimedia articulate storyline 3 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian belajar siswa. Berdasarkan koefisien determinasi, diketahui bahwa besarnya pengaruh multimedia articulate storyline 3 terhadap kemandirian belajar siswa adalah sebesar 60,4%
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Partisipasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X di SMA Hidayatul Mustafidin Dawe Kudus Tahun Ajaran 2021/2022
Hasil belajar matematika banyak diberi pengaruh oleh beberapa faktor, salah satunya ialah kecerdasan emosional dan partisipasi belajar. Jika siswa dapat mengontrol emosi atau memiliki kecerdasan emosi dengan baik saat pembelajaran matematika, sehingga partisipasi belajar akan tumbuh dan membuat hasil belajar matematika siswa baik. Jenis kajian iniialah korelasional serta memakai pendekatan kuantitatif, dengan maksud untuk memahami pengaruh diantara kecerdasan emosional dengan partisipasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Hidayatul Mustafidin Tahun Ajaran 2021/2022. Data diperoleh dengan memakaiangket atau kuesioner serta tes, yaknikuesioner kecerdasan emosional serta kuesioner partisipasi belajar yang berjumlahkan 17 pertanyaan, dan instrumen tes hasil belajar berjumlahkan 15 soal pilihan ganda dengan materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) pada siswa kelas X yang berjumlahkan 34 siswa. Dari hasil kajian yang dijalankan, 1) adanya pengaruh diantara kecerdasan emosional terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Hidayatul Mustafidin Dawe Kudus Tahun Ajaran 2021/2022. 2) terdapat pengaruh antara partisipasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Hidayatul Mustafidin Dawe Kudus Tahun Ajaran 2021/2022. 3) terdapat pengaruh antara kecerdasan emosional dan partisipasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X di SMA Hidayatul Mustafidin Dawe Kudus Tahun Ajaran 2021/2022
Kemampuan Guru dalam Mengimplementasikan Model Pembelajaran Lesson Study Mata Pelajaran Matematika di Tingkat Madrasah Tsanawiyah
Matematika menjadi lebih mudah dan menyenangkan dipelajari apabila menggunakan teknik yang tepat. Guru harus mampu memilih dan memetakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Lesson study merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah metode library research dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian pada penelitian ini adalah analisis isi melalui lima tahap, yaitu Pengumpulan data, Pertanyaan penelitian, Hipotesis, Penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil peneitian menunjukkan bahwa 1) Prinsip kolaborasi akan memfasilitasi para guru untuk membangun komunitas belajar yang efektif dan efesien, sedangkan prinsip berkelanjutan akan memberi peluang bagi guru untuk menjadi masyarakat belajar sepanjang hayat. 2) Indikator-indikator implementasi lesson study adalah pengembangan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran, siklus plan-do-see, proses sharing pengalaman berbasis pengamatan pembelajaran, dan proses-proses refleksi secara berkelanjutan. 3) Lesson study dapat diimplementasikan dalam pembelajaran melalui siklus plando-see dengan enam tahapan, yaitu membentuk kelompok lesson study, menentukan fokus kajian, merencanakan research lesson, pelaksanaan pembelajaran dan observasi aktivitas pembelajaran, mendiskusikan dan menganalisis hasil observasi, dan refleksi dan penyempurnaan. Tahapan-tahapan kegiatan lesson study tersebut dapat memfasilitasi peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa
The Analysis of the Problem Solving Ability of Middle School Students in Solving Circle Problems
This research is a type of descriptive qualitative research that aims to analyze the problem solving abilities of students. The data analyzed were in the form of problem solving ability test results. The abilities are analyzed based on 4 indicators, namely: understanding problems, planning problems, solving problems, and making conclusions. This test was conducted on February 28, 2022 at SMP Negeri 1 Paloh with a sample of 33 students of class VIII on the Circle material. Based on the results of the analysis, students have very low ability in solving problems. In the indicator of understanding the problem and making conclusions, many students did it wrong, even many did not write down the information and make conclusions. While on the indicators of making plans and solving problems, some students did not do it correctly
Upaya Peningkatan Kinerja dan Kedisiplinan Guru PAI dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak secara Daring pada Peserta Didik Tingkat Madrasah Tsanawiyah
Guru mempunyai peran, fungsi, dan tugas penting dalam mencerdaskan warga negara. Kinerja yang berkualitas menggambarkan kualitas profesionalnya. Pendidikan aqidah akhlak merupakan suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami arti percaya diri dan dapat menumbuhkan kedisiplinan belajar secara utuh dan luwes sehingga dapat menghayati tujuan dan pada intinya dapat mengamalkan serta menjadikan aqidah akhlak sebagai pedoman hidup. Maka dari itu, perlunya ada upaya meningkatkan kinerja guru untuk mendorong peningkatan kinerja secara optimal. Tujuan penulisan artikel ini yaitu Membahas Upaya Peningkatan Kinerja dan Kedisiplinan Guru PAI Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Secara Daring Pada Peserta Didik Tingkat Madrasah Tsnawiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode library research dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggabungkan hasil banyak studi orisinal, sistematis, terencana, observasi retrospektif, dengan analisis statistika yang formal. Hasil dari penelitian ini yaitu upaya peningkatan kinerja guru Pendidikan Agama Islam di masa pandemi covid-19 dilakukan dengan pembuatan instrument dengan Google Form. Peningkatan kedisiplinan guru mengajar salah satunya pada pelajaran Aqidah Akhlak. Di samping itu, guru juga harus berupaya mewujudkan siswa kearah motivasi dalam memperhatikan materi yang disampaikan, sehingga kegiatan proses pembelajaran Aqidah Akhlak bisa berjalan secara efektif dan kondusif
Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas V di MI Zumrotul Wildan Jepara
This study discusses the relationship between parents' education level and students' learning motivation on mathematics learning outcomes for the fifth grade students of MI Zumrotul Wildan. This study was conducted with the aim of knowing the relationship between parents' education level and students' learning motivation together with the mathematics learning outcomes of class V MI Zumrotul Wildan students. This study uses quantitative research methods to obtain the significance of the relationship between parental education level and student learning motivation on cognitive learning outcomes in mathematics, while the approach used in this study is correlation. The subjects of this study were 22 students of class V MI Zumrotul Wildan Jepara taken from a representative population. The data analysis technique used is statistical analysis with multiple correlation techniques. The results of this study indicate that 1) there is a positive and significant relationship between Parental Education Levels with Cognitive Learning Outcomes for Class V Mathematics Subjects at MI Zumrotul Wildan 2) there is a positive and significant relationship between Student Learning Motivation and Cognitive Learning Outcomes for Grade Mathematics Subjects. V MI Zumrotul Wildan 3) There is a positive and significant relationship between the education level of parents and students' learning motivation together there are cognitive learning outcomes of students in mathematics, it is shown from the test results through the F test that the F arithmetic value > F table is 5,495 > 3.52 and sig. 0.013 the value is smaller than 0.05. So Ha is accepted and Ho is rejected
Moderasi Beragama dalam Konteks Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam rangka pembentukan karakter moderasi beragama peserta didik melalui pembelajaran. Melalui pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai, harapannya tujuan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dapat tercapai dengan baik. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis moderasi beragama Melalui strategi pembelajaran kewarganegaraan berbasis kearifan lokal peserta didik diajak untuk menggali dan memahami sesuatu yang sangat dekat dengan dirinya. Pokok dasar setiap ajaran agama adalah mengajarkan moderasi dalam beragama. Toleransi beragama juga merupakan salah satu ajaran bagi umat manusia yang diajarkan rosul. Hidup berdampingan dengan pemeluk keyakinan yang berbeda sudah lama terjadi. Dengan fakta ini Sikap moderasi dalam beragama sangatlah dibutuhkan. Nilai moderasi dalam beragama mempengaruhi kehidupan bermasyarakat. Nilai itu menjadi landasan utama dan dasar hukum dalam menyikapi kemajemukan dalam menjalani kehidupan bersama. Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin sepatutnya mengedepankan semangat persaudaraan ditengah banyaknya perbedaan. Semangat persaudaraan yang dimaksudkan disini adalah semangat persaudaraan antar sesame manusia, persaudaraan sebangsa. Beberapa prinsip yang dapat mempermudah terciptanya moderasi beragama yaitu sikap toleran terhadap ragam agama, budaya suku ataupun kebudayaan dan lain-lain
Peran Pendidikan Gerakan Revolusi Mental Berbasis Keluarga dalam Kebudayaan Nusantara
The character of nation that is firmly guided by religion and noble values ??continues to decline.The existence of a mental revolution changes the perspective, thoughts, attitudes and behavior that is oriented towards progress and modernity, thus making the nation able to compete with other nations in the world. Understanding the mental revolution movement is an obligation for every family member to introduce the spirit of revolution to change constructive thinking patterns and have a level of productivity in thinking and working for the progress of the nation. The role of parents as caregivers and educators for children must have a balanced attitude in caring for and educating children. This research use library research with a qualitative approach. The research method used is content analysis. The results of this study discuss about the mental revolution, cultural education in the family and educational theory approaches