JEID - Journal of Educational Integration and Development
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Pengembangan Sistem Informasi dalam Mendukung Pendidikan Kesehatan Siswa di Sekolah
Pendidikan kesehatan merupakan salah satu proses kegiatan yang memberikan layanan kesehatan siswa di sekolah melalui pendidikan. Layanan kesehatan yang diberikan di sekolah dilaksanakan oleh Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang bekerjasama dengan dokter untuk melakukan Screening, Medical Check Up (MCU), Dental Check Up (DCU). Beberapa masalah kesehatan siswa dapat disebabkan oleh kurangnya perhatian dan pemahaman orang tua yang berkaitan dengan kesehatan siswa. Kondisi kesehatan siswa mempengaruhi kesuksesan pendidikan anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi monitoring kesehatan siswa sebagai upaya pendukung pendidikan kesehatan siswa di sekolah. Langkah monitoring kesehatan siswa sesuai dengan Permenkes nomor 25 tahun 2014 merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan agar setiap anak dapat memiliki kemampuan untuk dan keterampilan mengimplementasikan hidup bersih dan sehat, sehingga tumbuh kembangnya menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas lebih optimal. Metode pengembangan sistem menggunakan System Development Life Cycle dengan model waterfall. Penelitian ini menghasilkan Sistem informasi yang digunakan untuk memonitoring kesehatan siswa sebagai pendukung pendidikan kesehatan di sekolah. Dengan menggunakan sistem informasi pihak sekolah, guru, dan wali siswa dapat dengan mudah mengetahui perkembangan kesehatan siswa secara lengkap untuk mendukung layanan pendidikan kesehatannya
Kegiatan Pembiasaan Melalui Bimbingan Kelas dalam Menanamkan Karakter Religius Siswa di Kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan 1) Mendeskripsikan kegiatan pembiasaan bimbingan kelas di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya. 2) Mendeskripsikan penanaman karakter religius siswa di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya. 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat kegiatan pembiasaan bimbingan kelas di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu 9 orang siswa, guru kelas V, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kegiatan pembiasaan bimbingan kelas di kelas V MIS Islamiyah Palangka Raya: Membaca doa belajar, membaca surah secara klasikal, menyetor hafalan, membacakan hafalan di depan siswa, dan memberikan nasehat. 2) Penanaman karakter religius siswa di kelas V: a) aspek cinta damai yaitu saling bekerjasama muraja’ah hafalan, menghargai teman membacakan hafalan di depan, sabar menunggu giliran dalam menyetorkan hafalan; b) aspek teguh pendirian yaitu rutin menyetorkan hafalan; c) aspek percaya diri yaitu berani membacakan hafalan di depan siswa dan tidak bergantung dalam menyelesaikan setoran hafalan. 3) Faktor pendukung kegiatan pembiasaan bimbingan kelas diantaranya kerjasama antara guru kelas dan guru lainnya, dukungan orang tua, kemampuan siswa, sarana prasarana. Faktor penghambat kurangnya waktu kegiatan pembiasaan bimbingan kelas, kurangnya bimbingan dan perhatian orang tua, lingkungan pergaulan serta kesadaran siswa
Studi Literatur: Analisis Kritis Sistem dan Perkembangan Kurikulum di Indonesia
Madrasah tunduk pada hukum pendidikan yang berpedoman pada ajaran yang sesuai dengan ketentuan alam semesta Indonesia yang berusaha untuk mampu mengembangkan kemampuan internal perwakilan panti asuhan sehingga mempunyai kecakapan hidup dengan menggunakan kecerdasan spiritual, intelektual, emosional dan kebajikan yang mulia, beserta segala kecerdasan yang diterimanya sangat dibutuhkan oleh batin masyarakat, ibu dan alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bagaimana rotasi kurikulum sekolah pada era pra-legitimasi terjadi pada era pasca-legitimasi. Jenis analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mendeteksi rotasi program studi madrasah di Indonesia belum tergerak sejak akar memori infiltrasi ajaran Islam berkembang dari masa pra relaksasi hingga saat ini. Dari segi skenario, program studi madrasah mempunyai kontras yang berbeda-beda, tergantung pada situasi dan kondisi yang lahir di berbagai tempat. Perbedaan yang kontras pada program studi yang terdaftar terbagi menjadi 3 periode, yaitu: 1). Kurikulum Madrasah hadir pada sepuluh dekade penjajahan Belanda, 2). Kurikulum Madrasah mempunyai kelonggaran sepuluh dekade, 3). Kurikulum Madrasah sudah ada pada masa Orde Baru, dan 4). Kurikulum Madrasah hadir pada masa reformasi. Kurikulum madrasah berbentuk program studi yang terorganisir, meskipun masih cukup sederhana, apalagi setelah adanya langkah modernisasi masif yang dibawa oleh sap-percha pencetus kewarganegaraan yang mencontoh Timur Tengah. Pasca keringanan, program studi madrasah secara civic mempunyai bentuk yang terstruktur dan berkembang dengan semangat keinginan dan perputaran zaman muncullah program studi yang serupa dengan saat ini
Pengukuran Kemampuan Pemecahan Soal Matematika: Evaluasi Validitas dan Reabilitas Soal Ujian
Butir soal yan dibuat untuk menilai kemampuan pemecahan masalah kadan tidak sesuai, oleh karena itu diperlukan uji coba tes validitas, indeks kesukaran, reabilitas serta daya beda. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Kelayakan setiap butir soal yang dibuat. Penelitian ini dilatar belakangi oleh soal tes yang biasa diberikan kepada siswa dimana peneliti dapat mengetahui validitas, indeks kesukaran, reabilitas serta daya beda soal yang dibuat. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan menggunakan istrumen penelitian Tes yang dibuat peneliti dan diuji cobakan ke siswa dengan memberikan tes berupa tes essay dengan jumlah 9 soal dan diujikan kepada 14 orang siswa kelas x jurusan tata busana di SMKN 5 Kerinci, Jambi. Tes tersebut mencangkup materi bilangan berpangkat, logaritma dan bentuk akar. Data yang diperoleh yaitu data hasil tes matematika pada istrumen uji coba berupa lembar jawaban soal. Dalam pengumpulan data diperoleh melalui hasil tes pada instrumen uji coba soal. Analisa data dilakukan dalam beberapa tahap. Editing,koding,dan tabulating. Dengan menetukan validitas, reabilitas(sangat tinggi), daya beda(rendah) dan indeks kesukaran(perlu diperbaiki. Oleh karena itu setelah membuat soal dan diujikan ke siswa soal tersebut sangat perlu dicek validitas, reabilitas, daya beda dan indeks kesukarannya
Penerapan Model Scramble Berbasis Saintifik dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD 3 Puyoh
Tujuan penelitian yaitu 1) untuk mengetahui apakah Model Scramble Berbasis Saintifik dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SD 3 Puyoh pada mata pelajaran matematika Materi Pecahan, dan 2) Untuk mengetahui apakah Model Scramble Berbasis Saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD 3 Puyoh pada mata pelajaran matematika Materi Pecahan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). terdapat empat tahapan yang harus dilalui yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. PTK ini dilakukan di SD 3 Puyoh Kecamatan Dawe Kudus. Waktu penelitian dilakukan bulan Juli sampai September 2022. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD 3 Puyoh Kecamatan Dawe Kudus sebanyak 16 siswa, dengan perincian 8 siswa putra dan 8 siswa putri. Intrumen yang digunakan yaitu instrumen tes dan non tes. Teknik analisis data untuk mengukur data kuantitatif dengan cara teknik analisis deskriptif dengan menentukan mean atau rerata. Data kualitatif dianalisis dengan proses koding untuk mengorganisir data pada setiap kategori dengan tabel kriteria deskriptif yang dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Hasil analisis data diperoleh bahwa: 1) Model Scramble Berbasis Saintifik dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SD 3 Puyoh pada mata pelajaran matematika Materi Pecahan. 2) Model Scramble Berbasis Saintifik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD 3 Puyoh pada mata pelajaran matematika Materi Pecahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan Model Scramble Berbasis Saintifik dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika materi Pecahan siswa kelas V SD 3 puyoh
Analysis of Students' Mathematical Reasoning Ability in Learning Realistic Mathematics Education in terms of self-regulation of quadrilateral material
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan penalaran siswa kelas VII pada materi segiempat dengan pendekatan RME ditinjau dari self-regulation. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Terdapat 6 responden yang dijadikan subjek dalam penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan, triangulasi (angket, tes dan wawancara) dipakai sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa dengan tingkat self-regulation tinggi mempunyai penalaran matematis tinggi yaitu siswa dapat mencapai semua indikator penalaran matematis (2) Siswa dengan tingkat self-regulation sedang mempunyai penalaran matematis sedang yaitu tidak semua siswa dapat memenuhi semua indikator. Untuk soal kedua siswa hanya dapat memenuhi kemampuan mengajukan dugaan (3) Siswa dengan tingkat self-regulation rendah memiliki penalaran matematis rendah yaitu siswa hanya dapat memenuhi beberapa indikator salah satunya siswa hanya memenuhi indikator melakukan dugaan untuk soal kedua. Bagi siswa yang mempunyai penalaran matematis sedang dan rendah agar lebih meningkatkan pemahaman terkait materi maupun soal. Hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan mengaitkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
Pengaruh Video Interaktif Berbasis Masalah Terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik
This study aims to determine the application of problem-based interactive videos to students' learning independence, learning independence before using problem-based interactive video media and the effect of problem-based interactive videos on students' learning independence on the concept of the human reproductive system. This type of research is experimental research with a quasi-experimental method of nonequivalent control group design. The results of the study stated that the application of problem-based interactive videos obtained student responses in the sufficient category. Independent learning of students before learning in the control class in the high category and the experimental class in the high category. There is an effect of problem-based interactive video that is oriented towards learning independence of students as evidenced by a test using the Mann-Whitney formula with the result of Sig (2-tailed) of 0.000 with a probability of 0.05 proving that sig (2-tailed) is smaller than the probability value.
Kurangnya Optimalisasi Pemenuhan Gaya Belajar Peserta Didik Slow Learner dalam Belajar Matematika
Peserta didik slow learner membutuhkan waktu yang lama dan perlu penekanan materi dalam proses pembelajaran. Setiap peserta didik slow learner memiliki tipe gaya belajar masing-masing. Berdasarkan temuan dilapangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kurang optimalnya pemenuhan gaya belajar yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling yang terdiri dari satu guru matematika, satu guru pendamping khusus, dan tiga peserta didik slow learner. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa gaya belajar peserta didik slow learner tidak dipenuhi secara optimal pada proses pembelajaran. Hal tersebut ditemukan pada aspek metode pembelajaran, materi pembelajaran, evaluasi, dan media pembelajaran yang digunakan. Dampak yang terjadi adalah peserta didik akan kesulitan dalam belajar matematika karena cara yang melekat pada peserta didik untuk belajar tidak difasilitasi dengan baik.
Kata Kunci: Slow learner, Gaya belajar, Pembelajaran matematik
Pengaruh Self Esteem dan Self Efficacy Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran Self Esteem, Self Efficacy, dan Kesiapan Kerja pada siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara, (2) Pengaruh antara Self Esteem terhadap Kesiapan Kerja pada Siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara, (3) Pengaruh antara Self Efficacy terhadap Kesiapan Kerja pada Siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara, (4) Pengaruh antara Self Esteem dan Self Efficacy terhadap Kesiapan Kerja pada Siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Data diambil melalui penyebaran kuesioner (angket) secara online kepada 438 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh Self Esteem terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara, (2) Terdapat pengaruh Self Efficacy terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara, (3) Terdapat Pengaruh Self Esteem dan Self Esteem secara bersama-sama terhadap Kesiapan Kerja pada Siswa SMK Negeri di Kecamatan Pontianak Utara
Relevansi Animasi Super Jojo dalam Kurikulum 2013 Tema Diriku Kelas 1 SD/MI
Pembelajaran berbasis video semakin sering digunakan dalam dunia pendidikan karena lebih mudah untuk membuat dan menyimpan secara online. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Menggambarkan materi ajar K13 Tema 1 kelas 1 di SD/MI. 2) Mendeskripsikan episode animasi Super JoJo yang sesuai dengan K13. 3) Mendeskripsikan relevansi animasi Super JoJo sebagai media pembelajaran dalam materi ajar K13 tema 1 kelas 1 di SD/MI. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa materi ajar dalam buku tematik kelas I SD/MI tema 1 diriku memiliki 4 subtema di dalamnya yakni sub tema 1 aku dan teman baru, sub tema 2 tubuhku, sub tema 3 aku merawat tubuhku dan sub tema 4 aku istimewa dengan 6 pembelajaran untuk masing-masing subtema dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, SBdP, PJOK, dan Matematika. Subtema 1 “aku dan teman baru” relevan dengan animasi super jojo episode “mari olahraga, hidup sehat dengan olahraga”. subtema 2 “tubuhku” relevan dengan episode “belajar nomor bersama”. subtema 3 “aku merawat tubuhku” relevan dengan episode “bayi rajin menggosok gigi”.subtema 4 “aku istimewa” relevan dengan episode “ayo kita belajar abc bersama yuk”