JEID - Journal of Educational Integration and Development
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Hubungan Karakter Disiplin Dan Motivasi Peserta Didik Dengan Hasil Belajar Kognitif Akidah Akhlak Kelas VIII MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus
The study aims to determine the disciplined character of students in the moral aqidah at MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus. To find out the motivation of students in the moral aqidah at MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus. To find out cognitive learning outcomes in moral aqidah at MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus. To find out there is a positive relationship between the character of discipline and motivation of students with cognitive learning outcomes in the moral aqidah at MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus. This type of research is quantitative research with quantitative data sources with a view to studying the relationship between two or more variables. Data collection techniques used was simple random sampling technique. The sample is this study were all students of class VIII at MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus, totaling 108 students. The data analysis technique uses the validity and reliability test of the instrument, the classical assumption test, and the hypothesis test. The results showed that the disciplined character of student in the moral aqidah had an average value of 81.3810, this value was included in the interval range 70 < X < 93, meaning that the character of discipline students in the moral aqidah at MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus are in the medium category. The motivation of students in the moral aqidah subjects has an average value of 86.7381, the value is included in the interval range of 77 < X < 96, meaning that the motivation of students is in the medium category. Cognitive learning outcomes of students on the subject of moral aqidah have an average value of 90.8929, the value is included in the interval range of 83 < X, meaning that the cognitive learning outcomes of students are in the high category. There is a positive relationship between the character of the discipline and motivation of students with cognitive learning outcomes in the subjects of moral aqidah at MTs NU Hasyim Asy'ari 2 Kudus. Based on the calculated F value > F table, that is (4,121>3.11). Supported by a significance value smaller than 0.05, which shows a value of 0.013
Urgensi Literasi Digital dalam Pembelajaran Pasca Pandemi COVID-19
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan internet sebagai saluran untuk berbagi banyak hal serta informasi, tentu saja bukan hanya hal positif namun juga hal negatif sehingga pengguna perlu kemampuan dalam menggunakannya. Dalam dunia pendidikan, kegiatan pembelajaran perlu menguasai bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern dan mengantisipasi penyebaran informasi negartif pada pasca pandemi COVID-19. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan pentingnya penerapan literasi digital oleh semua elemen pendidikan dalam pembelajaran pada pasca pandemi COVID-19. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur melalui buku, jurnal, dan artikel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan litetasi digital yan dimiliki oleh peserta didik secara tidak langsung dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Sehingga diperlukan kemampuan literasi digital yang baik, agar penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan pembelajaran pasca pandemi COVID-19 dapat berjalan sesuai tujuan yang ditentukan
Penggunaan Media Konkret untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran Matematika
Metematika adalah salah satu pelajaran yang sulit dipahami siswa. Hal ini memaksa guru untuk menggunakan banyak cara untuk membantu siswa memahami materi yang disampaikan, salah satunya adalah penggunaan media. Media sendiri merupakan salah satu cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran dengan media konkret menunjukkan peningkatan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mempertimbangkan penggunaan media konkret sebagai strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan efektivitas pengajaran Matematika di tingkat sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tertentu pada mata pelajaran Matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VI MIS Miftahul Huda 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini subjeknya adalah siswa kelas VI dan guru matematika kelas VI. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi dan wawancara
Implementasi Model ASSURE Bernuansa STEAM dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran ASSURE bernuansa STEAM dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas V SD 3 Puyoh pada mata pelajaran matematika materi Pecahan. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2022. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD 3 Puyoh dengan total 16 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik non tes. Teknik tes menggunakan tes hasil belajar. Sementara teknik non tes menggunakan observasi aktivitas siswa. Teknik analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini dianalisis secara deskriptif dan sajian visual. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pembelajaran ASSURE bernuansa STEAM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD 3 Puyoh pada mata pelajaran matematika materi Pecahan; 2) Pembelajaran ASSURE bernuansa STEAM dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas V SD 3 Puyoh pada mata pelajaran matematika materi Pecahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model ASSURE bernuansa STEAM dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika materi Pecahan siswa kelas V SD 3 puyoh
Implementasi Model CTL Berbantuan Benda Konkret Untuk Membangun Higher Order Thinking Skills
Kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi salah satu keterampilan yang wajib dimiliki siswa abad 21. Kemampuan ini dapat dilatih melalui pembelajaran Matematika sebab siswa akan dilatih menyelesaikan permasalahan, dan berpikir secara kritis. Namun, sering kali pembelajaran yang terjadi saat ini masih bersifat transmisif (hanya transfer ilmu dari guru ke siswa). Oleh sebab itu, kondisi seperti ini guru dituntut untuk bisa merencanakan pembelajaran bermakna bisa dengan menggunakan model, metode, atau media yang sesuai materi. Salah satu model yang dapat diterapkan pada pembelajaran Matematika adalah model CTL karena pada model ini, pembelajaran akan dikaitkan secara langsung dengan kehidupan nyata. Penerapan model CTL bisa dilakukan dengan berbagai bantuan media baik berbasis ICT atau konvensional. Media konvensional salah satunya yaitu benda konkret, implementasi model CTL berbantuan benda konkret akan menciptakan pembelajaran Matematika yang semakin kontekstual. Penerapan model CTL berbantuan benda konkret diterapkan juga pada sekolah favorit di kabupaten Nganjuk yaitu MI Darul Muta’allimin. Oleh sebab itulah, peneliti tertarik untuk menggali data lebih dalam terkait implementasi model CTL berbantuan benda konkret dalam membangun HOTS siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini yakni penerapan model CTL dengan berbantuan benda konkret efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Bentuk Aljabar
Salah satu bentuk pendidikan yang dilaksanakan pada lingkungan sekolah adalah pelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika, memahami konsep merupakan bagian terpenting. Sedangkan, pemahaman konsep adalah aspek kunci dari pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh kemampuan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika materi bentuk aljabar di kelas VIII E MTs Negeri 1 Kota Sungai Penuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dimana peneliti dilakukan pada Kelas VIII E yang terdiri dari 38 peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa tes. Instrumen tes pada penelitian ini yaitu berupa soal uraian tertulis yang terdiri dari 5 butir soal, pada tiap satu aspek indikator kemampuan pemahaman konsep memuat satu item soal. Dimana indikator pemahaman konsep terdiri dari 5 aspek. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VIII E MTs Negeri 1 Kota Sungai Penuh pada materi bentuk aljabar masih dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata 62,4. Indikator menjelaskan Kembali sebuah konsep menjadi yang paling dominan dalam menunjukkan kemampuan pemahaman konsep siswa
Pembelajaran Blended Learning Mahasiswa di Era Revolusi Industri 4.0
Proses pembelajaran secara tatap muka sudah mulai kehilangan daya Tarik pada era revolusi industri 4.0. Hal tersebut terjadi karena adanya perkembangan teknologi yang semakin meluas maka proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara online untuk tetap adanya pembelajaran secara tatap muka maka harus adanya strategi yang tepat dan efektif pula yaitu dengan menggunakan pembelajaran blended learning yaitu mengkombinasikan antara keduanya pembelajaran online dan tatap muka. Pada pengamatan dan observasi secara online di prodi PAI UIN Raden Intan Lampung semester 3 secara online disana dikatakan sudah melangsungkan proses pembelajarannya dengan blended learning yaitu menggabungkan pembelajaran secara online dan tatap muka dan berlajan dengan baik dan efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran blended learning di era revolusi industri 4.0 berlangsung
Pengembangan E-modul Berbasis Problem based learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Materi Statistika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan e-modul problem based learning yang tepat dan praktis yang digunakan untuk keterampilan berpikir kritis siswa materi Statistika, dan mengetahui keefektifan e-modul problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Materi Statistik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode ADDIE dengan desain Non-Equivalent Control Group. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil kelayakan. Kelayakan e-modul menurut ahli media 85,33 %, kelayakan materi 90%, kelayakan aspek PBL 88%, kelayakan aspek berpikir kritis sebesar 85%, dan kelayakan bahasa sebesar 86,67%. Dari hasil kelayakan secara keseluruhan, e-modul yang dikembangkan Layak dengan kategori sangat baik. Nilai rata-rata angket respon siswa terhadap e-modul yang dikembangkan mencapai nilai 79,83%. Hal ini menunjukkan nilai 79,83% praktis digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan bahan ajar e-modul berbasis Problem based learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran
Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Kritis dalam Konteks Sekolah Menengah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis instrumen yang digunakan untuk menilai kemampuan berpikir kritis. dalam konteks sekolah menengah guna mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh dari penelitian ini terdiri dari skor yang diterima siswa selama uji coba instrumen tes ini. Sampel penelitian ini terdiri dari 25 siswa SMP N 1 Kerinci yang duduk di kelas VIIIB. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pertanyaan yang dibuat valid dan reliabel. Hasil analisis validitas instrumen penilaian kemampuan berpikir kritis secara keseluruhan ditunjukkan bahwa 15 butir soal atau 75% termasuk kategori soal yang valid, serta 5 butir soal atau 25% yang tidak valid. Reliabilitas soal adalah 0,89 berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus KR20. Tingkat reliabilitas sangat tinggi jika 0,80 < r11 ? 1,00, menurut kategori koefisien Guilford
Representations of HOTS in English Reading Comprehension Exam Questions for Islamic Senior High Schools in Jepara
Pemberlakuan kurikulum terbaru dalam sistem pendidikan Indonesia memerlukan penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, analisis pertanyaan sangat penting untuk mengetahui ketersediaan HOTS dalam instrumen penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi HOTS yang terdapat pada soal-soal ujian dan menjelaskan mengapa soal-soal tersebut dikategorikan sebagai soal HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Sumber data yang digunakan adalah soal-soal ujian bahasa Inggris untuk SMA kelas 10, 11, dan 12 yang dikeluarkan oleh organisasi pendidikan Islam di Jepara untuk tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini dianalisis menggunakan Taksonomi Bloom Anderson dan Krathwohl dengan model tiga dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi soal HOTS berdasarkan ranah proses kognitif pada soal ujian kelas 10 sebesar 11,8%, kelas 11 sebesar 20%, dan kelas 12 sebesar 12,1%. Berdasarkan dimensi pengetahuan pada kelas 10, 11, dan 12, soal-soal ujian didominasi dengan kategori pengetahuan faktual dan konseptual, sedangkan soal prosedural dan metakognitif kurang terdistribusi. Berdasarkan hasil penelitian, representasi HOTS pada soal-soal ujian pemahaman membaca kelas 10, 11, dan 12 mempunyai distribusi yang lebih rendah dibandingkan Lower Order Thinking Skills (LOTS)