OJS STKIP PGRI Situbondo
Not a member yet
    1029 research outputs found

    FT FILSAFAT PENDIDIKAN SEBAGAI DASAR PEMBELAJARAN BERMAKNA DALAM KURIKULUM TEMATIK SD

    No full text
    This study aims to analyze the application of educational philosophy as the foundation of meaningful learning within the Thematic Curriculum in elementary schools. Educational philosophy—particularly progressivism, constructivism, and humanism—serves as an essential basis for designing holistic, contextual, and student-centered learning. However, the implementation of thematic learning in schools often reveals a gap between the philosophical foundations of the curriculum and classroom learning practices. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers, and document analysis of lesson plans (RPP) and learning implementation. The findings indicate that teachers’ understanding of the philosophical foundations of the curriculum varies and tends to be technical in nature. Nevertheless, several philosophical values—such as learning by doing, contextual learning, and respect for students’ individuality—have emerged in practice, although not yet implemented consistently. The contribution of educational philosophy is reflected in the increased relevance of learning materials to real-life contexts, the development of learner autonomy, and the creation of more meaningful learning processes. This study emphasizes the importance of strengthening teachers’ philosophical understanding as a key factor in the successful implementation of the Thematic Curriculum and as an effort to build learning that liberates students intellectually, socially, and emotionally.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan filsafat pendidikan sebagai dasar pembelajaran bermakna dalam Kurikulum Tematik di Sekolah Dasar. Filsafat pendidikan, khususnya progresivisme, konstruktivisme, dan humanisme, merupakan landasan penting dalam merancang pembelajaran yang holistik, kontekstual, serta berpusat pada peserta didik. Namun, implementasi pembelajaran tematik di sekolah sering menunjukkan adanya kesenjangan antara landasan filosofis kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru, serta analisis dokumen RPP dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru tentang dasar filosofis kurikulum masih bervariasi dan cenderung teknis. Meskipun demikian, beberapa nilai filosofis seperti learning by doing, pembelajaran kontekstual, serta penghargaan terhadap keunikan peserta didik telah muncul dalam praktik, walaupun belum sepenuhnya konsisten. Kontribusi filsafat pendidikan terlihat dari meningkatnya relevansi materi dengan kehidupan nyata, terbangunnya kemandirian belajar, serta terbentuknya proses belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pemahaman filosofis guru sebagai kunci keberhasilan implementasi Kurikulum Tematik dan sebagai upaya membangun pembelajaran yang memerdekakan peserta didik secara intelektual, sosial, dan emosional

    FT ANALISIS KEBIJAKAN SEKOLAH TERHADAP INOVASI PEDAGOGIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMPS 2 AL-MUHAJIRIN

    No full text
    The background of this study stems from the need for schools to address the challenges of modern education through the strengthening of policies that encourage teacher creativity, the use of technology, and the development of student-centered learning strategies. School policies that support pedagogical innovation are expected to enhance the achievement of optimal learning outcomes. This study employs a qualitative approach using a case study method. The results indicate that school policies at SMPS 2 Al-Muhajirin have been directed toward strengthening pedagogical innovation through teacher training programs, the utilization of digital technology, the cultivation of an active learning culture, and the improvement of learning facilities. The implementation of pedagogical innovation is reflected in the use of collaborative and project-based learning models, technology integration, and differentiated approaches tailored to students’ needs. These innovations have been shown to have a positive impact on students’ learning motivation, as evidenced by increased participation, interest, enthusiasm, and learner autonomy. However, the study also identifies several obstacles, including limited technological facilities, variations in teachers’ competencies in adapting innovations, and a lack of continuous mentoring. Overall, the study concludes that well-directed and consistent school policies play a crucial role in promoting pedagogical innovation, and that such innovation significantly contributes to enhancing students’ learning motivation. This study recommends strengthening continuous professional development, optimizing digital facilities, and enhancing collaboration among teachers to ensure the sustainability of pedagogical innovation at SMPS 2 Al-Muhajirin.Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan sekolah untuk menghadapi tantangan pendidikan modern melalui penguatan kebijakan yang mendorong kreativitas guru, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Kebijakan sekolah yang mendukung inovasi pedagogik diharapkan mampu meningkatkan pencapaian hasil belajar optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sekolah di SMPS 2 Al-Muhajirin telah mengarah pada penguatan inovasi pedagogik melalui program pelatihan guru, pemanfaatan teknologi digital, pembiasaan budaya belajar aktif, dan peningkatan fasilitas pembelajaran. Implementasi inovasi pedagogik terlihat pada penggunaan model pembelajaran kolaboratif, berbasis proyek, integrasi teknologi, serta pendekatan diferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik. Inovasi tersebut terbukti berdampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik, yang terlihat dari meningkatnya partisipasi, minat, antusiasme, serta kemandirian belajar. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan fasilitas teknologi, variasi kompetensi guru dalam mengadaptasi inovasi, serta kurangnya pendampingan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan sekolah yang terarah dan konsisten berperan penting dalam mendorong inovasi pedagogik, dan inovasi pedagogik tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan pelatihan berkelanjutan, optimalisasi fasilitas digital, dan peningkatan kolaborasi antar guru untuk memastikan keberlanjutan inovasi pedagogik di SMPS 2 Al-Muhajirin

    PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MICROSITE KEPADA GURU DI SEKOLAH KECAMATAN JONGGOL, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

    Full text link
    Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru melalui pelatihan pembuatan dan pengelolaan microsite sebagai media pembelajaran interaktif. Dengan latar belakang minimnya pemanfaatan teknologi dalam proses belajar-mengajar di sekolah mitra, program ini memberikan solusi berupa pelatihan teknis, pendampingan, dan penerapan microsite guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga mendukung kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi. Luaran yang diharapkan mencakup peningkatan keterampilan guru, akses pembelajaran yang lebih fleksibel, dan publikasi ilmiah terkait. Program ini dijalankan melalui berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga evaluasi keberlanjutan. Metode dalam analisis data menggunakan Pre Test dan Post Test dengan menggunakan software SPSS. Guru yang mengikuti pelatihan microsite ini sebanyak 30 guru di SMA Plus Putra Melati. Hasil olah data diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan Guru dalam penggunaan microsite. Nilai pre test diperoleh rata-rata 55, sedangkan nilai post test diperoleh rata-rata 86,33. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi selisih yang meningkat mencapat 31,33, hal ini bagus untuk penggunaan microsite dalam pembelajaran

    Philosophy as the Foundation for the Development of Modern Pedagogical Science

    No full text
    This study examines the relevance of philosophy in the development of modern pedagogical science, focusing on the application of Islamic philosophy in education during the era of globalization. The background of this research lies in the increasingly complex challenges of education, such as the advancement of digital technology, cultural diversity, and the demands for competency-based learning. This study aims to explore how philosophy, particularly Islamic philosophy, can provide a strong philosophical foundation for developing educational theories and practices relevant to the needs of modern society. The method employed is a qualitative approach with a literature review. Data were collected by analysing literature related to educational philosophy, epistemology, ontology, and axiology. The findings reveal that philosophy, especially Islamic philosophy, provides a robust theoretical basis for developing holistic education that integrates intellectual, moral, and spiritual dimensions. Applying Islamic philosophical values can cultivate academically intelligent, morally upright individuals capable of addressing global challenges. This study concludes that Islamic philosophy is highly relevant in addressing modern educational challenges by integrating academic, moral, and spiritual aspects into a comprehensive educational curriculum

    Penanaman Pendidikan Karakter Empati dalam Pembelajaran Sejarah di SMA IT Granada Samarinda

    Full text link
    This study aims to determine the cultivation of empathy character education in history learning and to find out the obstacles faced by teachers in cultivating empathy character education in history learning at SMA IT Granada Samarinda. This research uses qualitative research with phenomenological studies through observation, interviews and documentation. The results showed that character-based learning planning, the material used by history teachers regarding the events of November 10 with an open learning model Open Ended Learning (OEL). The strategy applied by history teachers in instilling empathy character education by providing exemplary examples. The core activities in the implementation of learning include the teacher's explanation of the events of the struggle of KH. Hasyim Asy'ari and Bung Tomo, followed by discussion, question and answer, conclusion and evaluation. The obstacles faced by history teachers in the implementation of learning include lack of student attention in class, lack of student understanding related to empathy, lack of teaching variations and lack of teacher skills in designing character-based learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman pendidikan karakter empati pada pembelajaran sejarah dan mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam penanaman pendidikan karakter empati pada pembelajaran sejarah di SMA IT Granada Samarinda. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi fenomenologis melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran berbasis karakter, materi yang digunakan guru sejarah mengenai peristiwa 10 november dengan model pembelajaran secara terbuka Open Ended Learning (OEL). Strategi yang diterapkan oleh guru sejarah dalam menanamkan pendidikan karakter empati dengan pemberian contoh keteladanan. Kegiatan inti dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi penjelasan guru mengenai peristiwa perjuangan KH. Hasyim Asy’ari dan Bung Tomo, dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, kesimpulan dan evaluasi. Kendala yang dihadapi guru sejarah pada pelaksanaan  pembelajaran meliputi  kurangnya perhatian siswa di kelas, kurangnya pemahaman siswa terkait empati, kurangnya variasi mengajar dan kurangnya keterampilan guru merancang pembelajaran berbasis karakter

    Perlukah Posisi Internasional Monetery Fund (IMF) Mendukung Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang?

    Full text link
    Artikel ini membahas peran pembangunan ekonomi negara berkembang yang di dukung International Monetary Fund (IMF). Di era globalisasi, negara-negara berkembang menghadapi tantangan seperti volatilitas pasar keuangan dan keterbatasan sumber daya. IMF, didirikan pada tahun 1944, berperan penting dalam menyediakan pinjaman, bantuan teknis, penelitian, analisis, dan surveilans untuk memperkuat kebijakan ekonomi negara anggotanya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan mengkaji sumber dari berbagai jurnal referensi untuk memahami dampak dan kritik terhadap peran IMF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun IMF telah membantu negara-negara berkembang mengatasi krisis keuangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kebijakan dan persyaratannya seringkali dipandang memperburuk kondisi negara yang sedang krisis. Terlepas dari kritik tersebut, IMF terus berperan dalam menciptakan stabilitas ekonomi global. Artikel ini juga mengulas sejarah IMF, kebijakan jangka pendek dan jangka panjangnya, serta dampak bantuan IMF pada beberapa negara. Kesimpulannya, IMF perlu terus beradaptasi dan berinovasi agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan

    FORMULATION DRINK HEALTH MATERIAL BASE OF BUTTERFLY PEA FLOWER (Clitoria ternatea L.) AND BUSINESS DESIGN INNOVATION

    Full text link
    The COVID-19 pandemic has increased the use of herbal supplements, creating opportunities for developing butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) as a health beverage. This study aimed to formulate a stable, preferred product and design its business scheme. Four formulations with 2 grams of butterfly pea flower, varying amounts of mint leaves (0.8 g or 0.5 g) and lemon (0.35 g or 0.5 g) were tested. A hedonic test with 20 semi-trained panelists determined the most preferred formula. The selected formula underwent moisture content analysis using the thermogravimetric method at 105°C. Shelf life was evaluated with the ASLT Arrhenius model at 25°C, 35°C, and 45°C over 20 days, assessing moisture content, organoleptic properties, and pH. Microbial contamination, including Total Plate Count (ALT) and Yeast and Mold Count (AKK), as well as heavy metal levels (As, Hg, Cd, Pb) using AAS, were also examined. Results showed Formula 2 as the most preferred, with 8.13% moisture content and a shelf life of 6.9 months at 25°C in sealed packaging. Aroma was the most affected parameter during storage. Microbial analysis recorded ALT at 3×10³ CFU/g and AKK at 5×10² CFU/g. Heavy metal content met BPOM and SNI standards. Thus, Formula 2 was identified as the best formulation for commercial development

    PERAN GURU DALAM MENGAJAR BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji peran guru dalam mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN Baru 06 Pagi Jakarta, yang merupakan salah satu sekolah inklusif. Fokus utama penelitian adalah tantangan yang dihadapi guru dalam merancang pembelajaran diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan ABK tanpa adanya diskriminasi, sehingga anak-anak dengan keterbatasan dapat belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi, kendala, dan dampak peran guru dalam mendukung pendidikan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, observasi terhadap proses pembelajaran, serta dokumentasi kegiatan belajar-mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pendekatan individual, visual, dan multisensori. Guru juga bekerja sama dengan orang tua untuk mendukung perkembangan ABK, seperti melalui pemberian latihan tambahan dan konsultasi rutin. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan pelatihan khusus bagi guru, kekurangan fasilitas inklusif, serta kebutuhan untuk memodifikasi metode ajar agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif yang kondusif. Guru perlu mendapat dukungan berupa pelatihan berkelanjutan dan pengadaan sarana yang memadai untuk memastikan keberhasilan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus

    PREDIKSI PEMILIHAN PROGRAM STUDI PADA MAHASISWA KIP FAKULTAS TEKNIK MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST

    Full text link
    Pemilihan program studi yang tepat sangat penting untuk mendukung keberhasilan akademik, terutama bagi mahasiswa penerima bantuan KIP Kuliah. Banyak kasus menunjukan bahwa mahasiswa memilih prodi tidak sesuai dengan minat atau potensi karena pengaruh luar, seperti orang tua atau keterbatasan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan pilihan program studi mahasiswa KIP di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin menggunakan algoritma Random Forest. Dataset diperoleh dari data akademik mahasiswa, mencakup atribut seperti nilai, jurusan asal, dan pilihan pordi. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan praproses data, pelatihan model Random Forest, serta evaluasi performa model. Hasil evaluasi menunjukan akurasi sebesar 89%, yang menunjukan algoritma ini efektif dalam membantu merekomendasikan program studi sesuai. Temuan ini di harapkan dapat mendukung proses pembinaan akademik dan penempatan mahasiswa oleh pihak universitas

    Manajemen Digital Sekolah Berbasis Google Workspace dalam Meningkatkan Kompetensi Guru dan Inovasi Pembelajaran (Studi Kasus SMP 57 Bandung)

    Full text link
    This study stems from the increasing demand for digital transformation in education, which calls for adaptive and technology-integrated school management. Google Workspace has emerged as a promising platform to enhance administrative efficiency and digital-based learning. The research aims to explore the implementation of digital school management based on Google Workspace to improve teacher competence and foster innovation in teaching practices. The study is grounded in the concepts of POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), and digital leadership, emphasizing the integration of technology in educational management. This case study was conducted at SMP Negeri 57 Bandung, located at Jl. Gempol Sari No. 142, RT 05/RW 09, Gempol Sari Village, Bandung Kulon District, Bandung City, West Java, Postal Code 40215. The results reveal that Google Workspace has been systematically implemented across four managerial stages and has positively impacted teachers' digital literacy, work efficiency, and creativity in designing technology-based learning. Innovative practices are reflected in collaborative learning, the use of interactive media, and active student engagement. The study recommends ongoing training and the development of data-driven evaluation systems to ensure the sustainable implementation of digital school management

    943

    full texts

    1,029

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STKIP PGRI Situbondo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇