Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
    58275 research outputs found

    Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi Bagi Guru-Guru SD N.091483 Jorlang Hataran Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka

    Get PDF
    Pembelajaran yang efektif harus mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa, baik dari segi kemampuan, minat, gaya belajar, maupun latar belakang budaya. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan adaptif. Namun, banyak guru yang masih menghadapi kendala dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan prinsip diferensiasi. Oleh karena itu, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berdiferensiasi bagi guru-guru sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi profesional mereka. Pengabdian ini bertujuan untuk merancang program pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berdiferensiasi. Pelatihan ini meliputi materi tentang prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, teknik identifikasi karakteristik siswa, serta pengembangan perangkat pembelajaran yang adaptif. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran, sehingga guru tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis tetapi juga keterampilan praktis. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep diferensiasi serta kemampuan mereka dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan kebutuhan beragam siswa. Guru-guru juga menjadi lebih terampil dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang responsif dan inklusif. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model bagi upaya peningkatan kompetensi guru di bidang pembelajaran berdiferensiasi, sehingga kualitas pendidikan di sekolah dapat ditingkatkan dan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai

    Pelatihan Penerapan Modul Ajar Interaktif Berbasis Teknologi untuk Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka

    Get PDF
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini didasari oleh hasil studi awal yang mengungkapkan bahwa banyak guru IPA di Kota Pematangsiantar belum memahami konsep pembelajaran terdiferensiasi dalam kurikulum merdeka dan belum pernah mengikuti pelatihan tentang modul ajar. Selain itu, guru belum menguasai konsep dan penerapan pembelajaran terdiferensiasi, sehingga masih mengandalkan pendekatan, media, dan metode pengajaran tradisional tanpa memanfaatkan atau menggunakan modul ajar. Terakhir, guru belum pernah mengikuti pelatihan terkait pembuatan dan pengembangan modul ajar interaktif, terutama yang berbasis teknologi. PkM ini bertujuan untuk menyelenggarakan pelatihan pembuatan modul ajar interaktif berbasis teknologi guna mendukung penerapan pembelajaran terdiferensiasi dalam kurikulum merdeka melalui empat kegiatan utama. Metode pelaksanaan PkM ini mencakup tahap persiapan program, yang terdiri dari analisis situasi, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan kebutuhan pelatihan. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan, yang mencakup penyampaian materi pelatihan. Tahap akhir meliputi monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program, yang mencakup pengumpulan data hasil pelatihan serta langkah-langkah tindak lanjutnya. Kegiatan PkM ini menghasilkan empat capaian utama. Pertama, telah dilaksanakannya pelatihan yang mencakup penyampaian materi tentang kurikulum merdeka, pembelajaran terdiferensiasi, dan pengembangan modul ajar interaktif. Kedua, telah dilaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun materi pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan kurikulum merdeka. Ketiga, telah dilaksanakan workshop mengenai pembuatan modul ajar interaktif yang berbasis teknologi. Keempat, telah dilaksanakan pendampingan dalam pembuatan modul ajar interaktif untuk mitr

    IMPROVING CRITICAL THINKING ABILITIES IN SOCIAL STUDIES LEARNING USING THE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MODEL USED BY AUDIO VISUAL MEDIA IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS

    Get PDF
    The Problem Based Learning model is a learning model that focuses on problem solving so as to stimulate critical thinking skills. The purpose of this study is to improve critical thinking skills in grade V students of SD Negeri Ciptasari I Pangkalan in social studies learning with the Problem Based Learning approach. This type of research is Classroom Action Research with data collection techniques using observation techniques, written tests, and documentation. The research is divided into three cycles, each cycle is divided into several stages; 1) Planning; 2) Implementation; 3) Observation; 4) Reflection. The results of this study are, Implementation of learning with the PBL approach in three stages, namely initial activities, core activities, and closing. In the pre-cycle the number of students who met the minimum criteria was 5 students with a percentage of 35% of all students, in cycle I it increased to 7 students with a percentage of 50%, and in cycle III it increased by 12 students with a percentage of 85.7%. Teacher and student observation sheets increased in each cycle. Teacher observation in cycle I reached 77%, cycle II 88%, cycle III 92%. Student observation sheets in cycle I 65%, cycle II 77%, cycle III increased to 85%. Based on these results, it can be concluded that the critical thinking skills of fifth grade students in social studies learning can be increased through the application of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by audiovisual media

    IMPLEMENTATION OF LOCAL WISDOM PROJECT BASED LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOLS

    Get PDF
    Project-based learning based on local wisdom is increasingly important in education in Indonesia. Through project-based learning, students are invited to actively participate in activities that are relevant to culture and the environment that can foster a sense of love for their region. This type of research is included in the type of field research, the research design used is a qualitative descriptive method. The techniques used to collect the data needed in the study were interviews, observations, and documentation. Based on the research results, it is known that students really enjoy doing project-based learning which is carried out through making kupang omelettes. Apart from having fun learning, students also know and love the local wisdom of their own region, one of which is typical Kupang food which is a typical Sidoarjo food. The project learning activity was carried out by making mussel omelettes using ready-to-process dry mussels as the basic ingredient. This activity can increase local wisdom through learning in elementary schools with fun project learning, so that it can increase the feeling of love for the country and of course student learning outcomes, especially science and social studies lessons

    DIAGNOSTIC ANALYSIS OF THE UTILIZATION OF WORDWALL MEDIA IN DEVELOPING CRITICAL THINKING ABILITIES IN ELEMENTARY SCHOOL MULTIPLICATION LEARNING

    Get PDF
    The lack of student participation in multiplication learning in elementary schools is still a challenge for educators. One approach that can be used to increase student engagement and understanding is gamification, which is the integration of game elements in the learning process. This study aims to explore the effectiveness of the use of Wordwall media in multiplication learning through a case study in grade III UPT SD Negeri 30 Gresik. The study highlights how the Multiplication Balloon Burst game can increase student engagement, as well as develop their critical thinking skills in solving math problems. This study uses a qualitative approach with a case study method, where data is collected through observation of classroom activities, interviews with teachers and students, and analysis of student participation during digital game-based learning. The results show that the use of Wordwall games significantly increases student motivation, creates a more interactive learning environment, and improves understanding of multiplication concepts. In addition, the findings indicate that the integration of gamification elements, such as the scoring system and in-game challenges, can encourage students to participate more actively and think critically in solving multiplication problems. This study concludes that the use of digital-based educational games in mathematics learning can be an effective alternative in improving student learning outcomes. Furthermore, the game also facilitates collaborative learning and assists students in developing critical thinking skills. Therefore, educators are advised to consider the application of gamification in their teaching strategies to improve student engagement as well as their learning outcomes in various other mathematical concepts

    Klasifikasi dan Analisis Semantik Cyberbullying Sosial Media X: Integrasi Web Scraping dan Natural Language Processing (NLP)

    Get PDF
    Cyberbullying di media sosial, khususnya X, telah menjadi isu kritis dengan dampak psikologis yang signifikan. Studi ini menganalisis sejauh mana cyberbullying masih terjadi di platform X dengan pendekatan semantik. Data dikumpulkan melalui proses web scraping menggunakan Selenium dengan menggunakan kategori dan kata kunci spesifik seperti “gendut” dan “bodoh” selama periode Desember 2024. Sebanyak 700 data berhasil dikumpulkan setelah melalui proses deduplikasi, yang mana memenuhi kriteria Slovin (margin of error 3.77%). Proses analisis melibatkan  Natural Language Processing (NLP), termasuk text-cleaning, lowercasing, normalization, tokenization, stopword removal, klasifikasi model menggunakan model BERT yang telah di-fine-tune untuk memastikan program mengenali sebuah komentar termasuk cyberbullying atau tidak, serta pemetaan kata kunci ke 8 kategori, seperti “rasisme” dan “sara”. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 55,4% mengandung indikasi cyberbullying, dengan kategori seksual sebagai yang paling dominan dengan 26,6%, serta kata kunci anjing yang disebut 99 kali. Kata-kata negatif tertentu menunjukkan pola temporal yang fluktuatif, di mana intensitas cyberbullying mencapai puncak pada Minggu 4 dengan persentase tertinggi (79,1%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa cyberbullying masih menjadi fenomena signifikan di platform X, oleh karena itu diperlukan kebijakan moderasi konten yang lebih ketat serta pengembangan sistem deteksi otomatis berbasis machine learning untuk mitigasi cyberbullying secara lebih efektif

    Model Internalisasi Rasa Syukur Melalui Value Clarification Technique Dalam Pembelajaran Kimia Untuk Memperkuat Karakter Religius

    Get PDF
    Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) apa saja kendala yang ada, (2) bagaimana mengevaluasi internalisasi nilai rasa syukur melalui VCT dalam pembelajaran kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi terkait internalisasi nilai rasa syukur dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, angket, observasi dan wawancara. Kombinasi PBL dan VCT membutuhkan waktu lebih lama karena guru perlu memastikan bahwa aspek kognitif dan afektif mencapai tujuan secara bersamaan. Kombinasi ini memiliki keuntungan karena siswa dapat menemukan nilai dan mendapatkan sudut pandang baru mengenai materi kimia yang dapat menjadi cara dalam menanamkan nilai rasa syukur. Sedangkan tantangannya adalah memberikan porsi yang tepat dalam menyampaikan aspek kognitif dan afektif sehingga waktu pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan durasi jam pelajaran

    Perbandingan Model Think Pair Share dan Make a Match terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share  (TPS) dan Make a Match (MAM) terhadap motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD. Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas yang masing-masing diajarkan menggunakan model TPS dan MAM. Data dikumpulkan melalui angket motivasi dan tes hasil belajar yang dianalisis menggunakan uji t-test dan ukuran efek (effect size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran memiliki dampak positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori sangat tinggi. Meskipun tidak ditemukan perbedaan signifikan secara statistik antara kedua model, model MAM menunjukkan keunggulan dalam meningkatkan motivasi belajar, sedangkan TPS lebih unggul dalam mendorong pemahaman mendalam. Berdasarkan temuan ini, disarankan kombinasi kedua model untuk mengoptimalkan pembelajaran IP

    Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Konsep Bilangan Real Dalam Analisis Matematika

    Get PDF
    Bilangan real merupakan fondasi fundamental dalam matematika, namun mahasiswa sering menghadapi kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasarnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemahaman integratif terhadap struktur bilangan real. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep-konsep fundamental bilangan real dan mengidentifikasi keterkaitan sistemik antar konsep untuk memberikan kerangka teoritis yang komprehensif. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan deskriptif-analitis. Sampel terdiri dari 25 sumber literatur yang dipilih secara purposive (15 artikel jurnal, 8 buku referensi, 2 laporan penelitian) periode 2014-2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan pendekatan deduktif-induktif melalui matriks analisis literatur. Penelitian mengidentifikasi tujuh konsep kunci: elemen maksimum-minimum, prinsip induksi matematis, prinsip terurut dengan baik, sifat aljabar dan urutan pada ℝ, ketaksamaan Bernoulli, nilai mutlak, dan persekitaran. Temuan menunjukkan bahwa 87% sumber menekankan pentingnya elemen maksimum-minimum dalam kelengkapan bilangan real, 92% sumber mengkonfirmasi ekuivalensi prinsip induksi dengan prinsip terurut, dan semua konsep membentuk hierarki yang saling terkait. Konsep-konsep fundamental bilangan real membentuk struktur teoritis yang koheren dan self-consistent. Penelitian memberikan kerangka integratif untuk pembelajaran bilangan real dan basis teoritis untuk pengembangan strategi pedagogis yang lebih efektif dalam pendidikan matematika tingkat lanjut

    Validitas Psikometrika Instrumen Self Regulated Learning dalam Pembelajaran Matematika SMA

    Get PDF
    Self Regulated Learning adalah kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri dalam proses belajar untuk membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dalam matematika, Self Regulated Learning merupakan strategi belajar yang dapat membantu peserta didik menjadi lebih mandiri dan meningkatkan prestasi akademik di mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas psikometri Self Regulated Learning pada mata Pelajaran matematika untuk peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Responden penelitian ini adalah peserta didik kelas X pada SMA Negeri di Kota Jakarta Utara sebanyak 300 peserta didik. Hasil penelitian menggunakan winstep menunjukkan terdapat 40 pernyataan yang valid. Dengan nilai unidimensionality 39.4% (kategori cukup). Selain itu, Nilai Cronbach alpha (KR-20) person raw score sebesar 0,93 dan nilai item reliability sebesar 0.99 dapat dikatakan bahwa instrumen Self Regulated Learning reliabel

    5,510

    full texts

    58,275

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Universitas Majalengka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇