Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
The Role of Physical Education in Developing Positive Character Traits in Elementary School Students
This study investigates the role of physical education in fostering positive character development among elementary school students, focusing on collaboration, discipline, responsibility, and respect. The research addresses a gap in understanding the broader impact of physical education beyond physical fitness, emphasizing its potential to shape students' social and moral values. The study was conducted at SD Negeri Mamajang 3 Makassar using a qualitative design, involving interviews with teachers and students, classroom observations, and data analysis. A total of 30 students participated in the study, representing diverse demographic backgrounds. The findings reveal that physical education significantly contributes to character development. Approximately 60% of students demonstrated a high level of collaboration, while 67% showed strong discipline in adhering to instructions and maintaining punctuality. Responsibility was evident in 40% of students who actively assumed leadership roles, and respect was the most dominant character, with 73% of students displaying respectful behavior toward peers. These results highlight the effectiveness of structured physical education programs in promoting positive character traits through teamwork-based and leadership-oriented activities.
The study concludes that physical education is a critical tool for holistic student development, providing both physical and character-building benefits. However, the research is limited to a single school and primarily relies on qualitative methods, which may restrict the generalizability of the findings. Future research should explore longitudinal studies and include larger, more diverse samples to strengthen the validity and applicability of the results. Policymakers and educators are encouraged to integrate character-building strategies into physical education curricula to enhance student development comprehensively
Implementasi Pojok Baca di Kelas dalam Mendukung Budaya Literasi: Tinjauan pada Program Gerakan Literasi Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan baru serta penemuan. Yang kedua adalah untuk membuktikan atau menguji pengetahuan yang sudah ada. Yang ketiga adalah untuk mengetahui perkembangan sarana pojok baca berpengaruh penting dalam mensukseskan gerakan literasi sekolah. Studi ini adalah penelitan kepustakaan analisisnya adalah menganalisis isi dari artikel. Setelah itu, artikel atau jurnal yang sesuai kriteria kemudian dijadikan satu dan dibuat rangkuman jurnal yang mencakup nama penulis, sampel, tahun diterbitkan jurnal, tujuan penelitian, alat ukur (instrumen), dan hasil atau temuan penelitian. Dalam literatur, sepuluh artikel membahas pojok baca dalam program GLS, semua artikel yang diperoleh adalah jurnal nasional dengan melakukan pencarian pada publish or perish menggunakan "pojok baca, gerakan literasi sekolah" adalah kata kuncinya. setelah itu dievaluasi dengan analisis evaluasi kritis untuk memeriksa inti jurnal dan hasil studi untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan antara jurnal tersebut.Dari hasil pencarian 10 jurnal tersebut terdapat 6 jurnal yang membahas tentang peran pojok baca terhadap gerakan literasi sekolah. Beberapa temuan penting yang diperoleh dari berbagai jurnal termasuk dibuatnya ruang baca didalam sudut kelas sangat berkontribusi mensukseskan program gerakan literasi sekolah. Kedua, ruang baca didalam sudut kelas membuat minat membaca siswa dapat meningkat sehingga siswa dapat bertambah wawasannya. Ketiga, memberikan pengaruh yang positif antara sarana pojok baca dalam mendukung budaya literasi
Pengembangan Perikanan dan Pertanian di Lembang Mappa’, Kec. Bonggakaradeng Tana Toraja
Lembang Mappa’, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya lokal serta merumuskan strategi pengembangan berkelanjutan di kedua sektor tersebut. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, dan analisis data sekunder terkait produksi dan pengelolaan sumber daya alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geografis, kesuburan tanah, dan ketersediaan air mendukung pengembangan pertanian padi, sayuran, dan kopi, sementara perikanan air tawar memiliki peluang besar melalui budidaya ikan mas dan nila. Strategi pengembangan melibatkan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, penyediaan sarana produksi, dan integrasi teknologi modern. Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta juga menjadi kunci keberhasilan. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Lembang Mappa’
SOSIALISASI MANAJEMEN WAKTU UNTUK MENDORONG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BELAJAR SISWA
Kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Cilimus bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya manajemen waktu guna meningkatkan produktivitas belajar mereka. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengatur waktu mereka dengan lebih efektif dan efisien melalui pembuatan jadwal kegiatan harian. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan simulasi dalam pembuatan manajemen waktu mereka sendiri sebelum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik saat sekolah maupun ekstrakulikuler. Pentingnya manajemen waktu terletak pada manfaatnya yang meliputi penetapan prioritas yang jelas, pengurangan keterlambatan, penyelesaian tugas tepat waktu, peningkatan kepuasan dalam menyelesaikan pekerjaan, serta kemampuan untuk tetap fokus dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, manajemen waktu juga melatih kebiasaan disiplin terkait waktu, sehingga tugas-tugas dapat diselesaikan dengan lebih efisien. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami dan menerapkan manajemen waktu dalam kehidupan sehari-hari mereka, menumbuhkan perilaku disiplin yang bermanfaat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pembukaan kegiatan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan penutupa
Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi UMKM Kelorida melalui Penggunaan Mesin Penepung Daun Kelor
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi UMKM Kelorida dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi tepung daun kelor, mengingat sebelumnya produksi dilakukan secara manual dengan blender yang hanya mampu menghasilkan 2 kg tepung per hari. Keterbatasan ini menghambat UMKM Kelorida dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi dampak penggunaan mesin penepung daun kelor terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional di UMKM Kelorida. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan langkah-langkah meliputi identifikasi masalah, pemilihan dan implementasi mesin penepung baru, serta pengukuran produktivitas sebelum dan sesudah penggunaan mesin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah implementasi mesin penepung, kapasitas produksi meningkat signifikan hingga 15 kg per hari, dengan kualitas tepung yang lebih konsisten dan sesuai standar food grade. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penggunaan mesin penepung daun kelor terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi UMKM Kelorida, serta membuka peluang bagi diversifikasi produk dan ekspansi pasar yang lebih luas. Teknologi ini menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha di sektor UMKM
PELATIHAN PEMBUATAN HEALTHY DRINK INSTAN DI SEKOLAH TANGGUH (SELANTANG) JEMBER
Lansia adalah kelompok usia yang sering kali menghadapi berbagai tantangan, baik fisik maupun mental. Proses penuaan membawa perubahan yang signifikan dalam kesehatan, mobilitas, dan kesejahteraan emosional. Pemberdayaan lansia merupakan upaya menjadikan lansia tetap sehat, tetap aktif, dan terus produktif, dengan memberikan pemaparan tentang IPTEK dalam komunitas antara generasi. Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) berada di Perumahan Griya Mangli Indah Blok BA 01, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Di sekolah ini lansia diberikan ilmu dan pengalaman yang sangat mendukung kelangsungan hidup mereka di usia lanjut. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi antara lain lansia memiliki penyakit kronis seperti diabetes, rematik, penyakit jantung, dan masih banyak lagi. Beberapa lansia memiliki perekonomian yang mungkin berada di tingkat tengah ke bawah, sehingga mereka kurang mengerti dan peduli terhadap kesehatannya sendiri. PKM ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan terkait pola hidup yang sehat dan pelatihan pembuatan Healthy Drink Instan untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh kepada lansia di SELANTANG Jember. Pada saat PKM ini dilakukan, para lansia tersebut sangat antusias dan merespon dengan sangat baik, dimulai dari pembukaan, penyampaian materi, dan juga saat pelatihan pembuatan Healthy Drink Instan nya. Sebelum dan sesudah membuat Healthy Drink Instan, para lansia diminta untuk mengerjakan pretest dan postest yang berkaita dengan PKM ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai pada lansia setelah mereka menyimak penyampaian materi dan melakukan pembuatan Healthy Drink Instan. Pelatihan pembuatan Healthy Drink Instan ini berjalan dengan baik dan memberikan banyak manfaat
Penguatan Kompetensi Profesional Guru SMK Akuntansi dan Keuangan Lembaga Kota Semarang Melalui Teacher Leadership Training
Guru memiliki fungsi yang sangat penting dan strategis untuk membimbing, mendidik dan melatih peserta didik sesuai capaian pembelajaran yang telah ditentukan. Kompetensi profesional bagi seorang guru tidak hanya tentang kemampuan menguasai materi yang diajarkan namun juga tentang kemampuan pengelolaan pembelajaran dan manajemen kelas. Seorang guru profesional dalam kelas dituntut mampu dalam membentuk kelompok guna menciptakan iklim belajar yang menyenangkan dengan mengoptimalkan penggunaan model, metode strategi dan media pembelajaran yang sesuai. Hal ini tentunya diperlukan keterampilan dalam memimpin kelas apabila guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran pada proses pengarahan peserta didik untuk mendapatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang lebih baik. Sebagai upaya dalam pengembangan kepemimpinan guru akuntansi kota Semarang, pelatihan dapat menjadi solusi yang dapat dilakukan secara intensif. Berdasarkan Teacher Leader Model Standards, pelatihan yang diberikan untuk menguatkan kompetensi profesional guru dapat dibagi menjadi 3 aktivitas utama yaitu Collaboration, Sharing Best Practices, Taking Action. Melalui pelatihan tersebut guru dengan kemampuan kepemimpinannya dalam proses pendidikan akan mampu untuk mengoptimalkan setiap elemen seperti sarana dan prasarana, keberagaman peserta didik, rekan kerja, dan budaya sekolah untuk mengarahkan peserta didik dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional yaitu terciptanya manusia terdidi
Penerapan dan Pelatihan Aplikasi Pengelolaan Stunting pada Desa Merbaun, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur
Desa Merbaun memiliki masalah prioritas terkait dengan kesehatan terlebih dikarenakan tingginya angka stunting pada balita. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan Aplikasi Pengelolaan Stunting dan pelatihan pemanfaatan aplikasi tersebut untuk membantu proses evaluasi dan monitoring terhadap perkembangan balita di Desa Merbaun. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari empat tahapan yaitu tahapan persiapan dengan melakukan FGD, tahap pelaksanaan dengan mengembangkan aplikasi dan melakukan pelatihan pemanfaatannya, tahap evaluasi dengan mengukur perbandingan hasil pre-test dan post-test serta tahap pelaporan dan publikasi. Berdasarkan hasil post-test disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan pemanfaatan aplikasi pengelolaan stunting dapat memberikan peningkatan pemahaman terkait penggunaan dan manfaat baik bagi tenaga kesehatan, kepada desan dan staf desa Merbaun. Peserta 01 dan 02 mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 35, peserta 03 sebesar 42, peserta 04 sebesar 40 dan peserta 05 sebesar 30. Aplikasi pengelolaan stunting ini dapat membantu tenaga kesehatan untuk melakukan monitoring terhadap status balita sehingga pengambil kebijakan di tingkat desa dan puskesmas dapat menerapkan aturan dan program yang tepat sasaran dalam mengurangi angka stunting di Desa Merbaun
Pelestarian Lingkungan Melalui Pembagia dan Penanaman Bibit Tanaman Buah Di Dususn IV Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung
Pelestarian lingkungan menjadi isu penting yang harus diperhatikan pemerintah maupun masyarakat.penanaman bibit pohon mejadi strategi dalam upaya mempertahankan keberlanjutan lingkungan, pelestarian lingkungan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam penanaman pohon. Kegiatan Penanaman Bibit Pohon bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkugan dengan lokasi penanaman dilakukan di Dusun IV ,Desa Batukarut, Kab.Bandung. Kegiatan dilakukan dengan pembagian 200 bibit pohon yang dibagikan ke masing-masing RW Penetapan lokasi penana- man mejadi lokasi yang tepat untuk lokasi penanaman dengan berbagai pertimbangan ekologi, sosial, ekonomi untuk menjamin kebehasilan dalam jangka panjang,. Metode yang dilakukan dengan pembagian dan penanaman bibit pohon di Dusun IV ,Desa Batukarut, Kab.Bandung yang pelaksanaan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatanini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan respon baik dari Masyarakat
Sosialisasi Birokrasi Digital dan Keamanan Siber di Era Masyarakat Digital 5.0 Bagi Warga di Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) mengenai Sosialisasi Birokrasi Digital dan Keamanan Siber di Era Masyarakat Digital 5.0 merupakan hal yang esensial di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu masif di masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penyelenggaran birokrasi yang saat ini sudah memiliki berbagai inovasi di ruang digital sehingga menjadi penting juga untuk menyadari pentingnya keamanan siber dalam mengoptimalkan peran birokrasi digital. Aktifitas pengabdian masyarakat ini ditujukan secara khusus kepada warga yang bertempat tinggal di lingkungan Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat agar dapat memahami urgensi dari birokrasi digital dan keamanan siber. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diselenggarakan secara tatap muka yang menggunakan Ruang Serbaguna Kelurahan Pangkalan Jati sebagai tempat acara sosialisasi. Peserta yang menghadiri acara ini sejumlah 30 orang yang sebagian besar merupakan tokoh masyarakat, Ketua RW, Ketua RT, perwakilan PKK, hingga para remaja yang menjadi bagian dari masyarakat di wilayah tersebut. Dalam kegiatan sosialisasi ini dipaparkan materi tentang birokrasi digital dan keamanan siber, karakteristik masyarakat digital, hingga tantangan dan hambatan ke depan. Berdasarkan kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi ini perlu diagendakan dengan rutin untuk mengoptimalkan pemahaman warg