Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH DAERAH MELAUI KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, PENGENDALIAN AKUNTANSI, SISTEM PELAPORAN DAN PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka)
Akuntabilitas merupakan prinsip dasar dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Hasil evaluasi SAKIP dan audit menunjukkan masih adanya kelemahan dalam pengelolaan anggaran, sehingga akuntabilitas kinerja terus menjadi isu strategis seiring meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang transparan dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kejelasan sasaran anggaran, pengendalian akuntansi, sistem pelaporan, dan penerapan standar akuntansi pemerintah terhadap akuntabilitas kinerja pemerintah daerah, dengan studi pada Pemerintah Kabupaten Majalengka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Majalengka. Sedangkan Sampel merupakan 27 organisasi perangkat daerah Kabupaten Majalengka. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran 108 kuesioner berbentuk fisik kepada organisasi pemerintah daerah, yang diisi dan Kembali berjumlah 76 dari 27 organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian akuntansi dan sistem pelaporan berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung variabel pengendalian akuntansi dan sistem pelaporan lebih besar dari nilai ttabel. Variabel pengendalian akuntansi memiliki nilai thitung 3,057 > ttabel 1,99346 dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,005 dan variabel sistem pelaporan memiliki nilai thitung 2,612 > ttabel 1,99346 dengan nilai signifikansi 0,011< 0,05. Sedangkan kejelasan sasaran anggaran dan penerapan standar akuntansi pemerintah tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja pemerintah
Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja di PT BSI Kantor Cabang Bandung Selatan
Based on the results of observations and interviews, this study was motivated by a decrease in the number of employees at PT Bank Syariah Indonesia (BSI) South Bandung Branch Office, which was known to be caused by a lack of compensation for work results. The purpose of this study was to analyze the effect of compensation on employee work productivity. The research method used was associative quantitative with primary data obtained through observation, interviews, literature studies, and questionnaires. The sampling technique used saturated sampling with a population of 30 employees who were also used as research samples. The results showed that compensation had a significant effect on work productivity with a contribution of 32.5% (t count 3.674 > t table 2.04841). Thus, compensation has been proven to play an important role in increasing employee productivity at PT BSI South Bandung Branch Office
Hubungan Work–Life Balance dan Kepuasan Kerja Dengan Produktivitas Karyawan Milenial
Employee productivity among millennials has become a strategic issue in human resource management in the modern era, particularly amid increasing demands for work flexibility and personal life balance. Work–life balance and job satisfaction are regarded as two important factors that potentially influence employee productivity levels. This study aimed to analyze the relationship between work–life balance and job satisfaction with the productivity of millennial employees. The study employed a descriptive analytic design with a correlational approach. A total of 125 millennial employees at Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) were selected using a total sampling technique. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that there was a significant relationship between work–life balance (p = 0.000) and job satisfaction (p = 0.000) with the productivity of millennial employees. Employees with higher levels of work–life balance and job satisfaction tended to demonstrate better work productivity. This study concludes that improving work–life balance and job satisfaction is a crucial strategy for enhancing the productivity of millennial employees. UBHI is therefore recommended to develop flexible work policies, create a supportive work environment, and implement fair reward systems to optimize the performance of the millennial workforce.Produktivitas kerja karyawan milenial menjadi isu strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia di era modern, seiring meningkatnya tuntutan fleksibilitas kerja dan keseimbangan kehidupan pribadi. Work–life balance dan kepuasan kerja dipandang sebagai faktor psikososial penting yang berpotensi memengaruhi produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan work–life balance dan kepuasan kerja dengan produktivitas karyawan milenial di Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 125 karyawan milenial yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work–life balance memiliki hubungan positif dan signifikan dengan produktivitas karyawan (p = 0,000; r = 0,566), dengan kekuatan hubungan sedang. Kepuasan kerja juga berhubungan positif dan signifikan dengan produktivitas karyawan (p = 0,000; r = 0,527), dengan kekuatan hubungan sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan work–life balance dan kepuasan kerja cenderung diikuti oleh peningkatan produktivitas karyawan milenial. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat kerangka konseptual yang menempatkan faktor psikososial kerja sebagai determinan utama produktivitas serta memperluas bukti empiris pada konteks institusi pendidikan tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pengembangan model konseptual produktivitas karyawan milenial serta perumusan kebijakan manajemen sumber daya manusia yang lebih adaptif. UBHI disarankan untuk mengembangkan kebijakan kerja fleksibel, lingkungan kerja yang suportif, serta sistem penghargaan yang adil guna mengoptimalkan kinerja generasi milenial
Sosialisasi Tentang Komunikasi Bisnis Efektif Serta Pemanfaatan Aplikasi Canva dan Media Sosial Sebagai Alat Promosi Bagi Anak Muda di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape
Kemampuan komunikasi bisnis yang efektif menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif. Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi seperti aplikasi desain grafis (Canva) dan media sosial (Instagram, Facebook, TikTok) sangat mendukung upaya promosi yang kreatif dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, mengenai pentingnya komunikasi bisnis yang efektif serta bagaimana cara menggunakan Canva dan media sosial sebagai alat promosi usaha. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif, praktik langsung, serta diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mampu memahami konsep komunikasi bisnis, membuat materi promosi menggunakan Canva, serta menyusun strategi promosi di media sosial secara lebih terarah. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan pemuda desa dan meningkatkan daya saing produk lokal
Peningkatan Nilai Ekonomi Jagung Melalui Pelatihan Pembuatan Tepung Jagung di Desa Bulotalangi Timur Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Bulotalangi Timur Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Desa Bulotalangi memiliki hasil pertanian utama berupa jagung yang selama ini dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi relatif rendah. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok istri tani, dalam mengolah jagung menjadi produk bernilai tambah melalui pelatihan pembuatan tepung jagung. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung, pemahaman mengenai higienitas pangan, serta munculnya motivasi untuk mengembangkan usaha rumahan. Produk olahan berupa tepung jagung mendapat respon positif dari masyarakat dan dinilai memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan desa. Evaluasi melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) menegaskan bahwa program relevan dengan kebutuhan masyarakat serta direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah desa dan perguruan tinggi. Dengan adanya program KKN ini, potensi jagung di Desa Bulotalangi Timur tidak hanya berhenti pada komoditas mentah, tetapi dapat berkembang menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui inovasi produk pangan lokal
Training on Interpreting Featured Products for UMKM Actors in Using English in Cireundeu
This training is designed to empower UMKM actors and local residents in Cireundeu Traditional Village through English, focused on marketing featured cassava-based products. The objectives of this training are: (1) to increase the public's confidence in using English, (2) to develop their storytelling abilities in English to describe "Rasi" and other cassava-based products, and (3) to raise awareness of the importance of product interpretation as a marketing tool. The method used is presenting the interpretation material in English. As for the stages in carrying out the training activities, they begin with a post-test questionnaire before the training, followed by material presentation and Q&A, presentation practice on making “rasi” in English, and finally a post-test after the training. The overall results of this training show that it has provided a very significant improvement. The largest percentage increase was in the participants' ability to tell stories about 'Rasi' in English. Based on average analysis, the training had a positive impact in all measured areas. The most dramatic improvement was seen in practical English language skills, particularly in their ability to describe their products, which is a key skill for interacting with tourists. One way to optimize training is to conduct intensive training and provide continuous support
PKM Peningkatan Daya Saing Usaha Melalui Digital Marketing Dan Strategi Penetapan Harga Pada Pelaku UMKM Di Jatinegara Kaum
Abstract
Community service activities (Abdimas) can be a solution in overcoming community problems regarding digital business and equalizing the prices of goods and services in the community, especially in overcoming price inequality in MSMEs in Jatinegara Kaum, East Jakarta which was held for 1 day on June 14, 2025 in the Great Hall of the Jatinegara Kaum Residents' Meeting, East Jakarta. The partner's problem is not familiar with digital technology, small businesses that have just entered the digital market face challenges competing with large platforms, many MSMEs in Jatinegara Kaum face limited capital to purchase raw materials in large quantities, competition between MSMEs is very tight, MSMEs that have easier access to raw material suppliers tend to be able to maintain more stable product prices, MSMEs that buy from other suppliers cause raw material prices to be higher affecting product selling prices. Participants in this activity include MSMEs Actors and members of the Jatinegara Kaum Forest Farmers Group. The method used in this community service is Community Based Research (CBR) with a Forum Group Discussion (FGD) approach in training and mentoring. The result of this activity is an increase in the understanding of community service partners regarding the concept of calculating natural prices, selling price determination strategies and understanding how to market the products produced to be sold and known in the market using Digital Marketing.
Abstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas) dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan masyarakat mengenai bisnis digital dan penyetaraan harga barang dan jasa di masyarakat, terutama dalam mengatasi ketimpangan harga pada UMKM di Jatinegara Kaum, Jakarta Timur yang dilaksanakan selama 1 hari pada 14 Juni 2025 di Aula Besar Pertemuan Warga Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Permasalahan mitra adalah tidak familiar dengan teknologi digital, bisnis kecil yang baru memasuki pasar digital menghadapi tantangan bersaing dengan platform besar, banyak UMKM di Jatinegara Kaum menghadapi keterbatasan modal untuk membeli bahan baku dalam jumlah besar, persaingan antar pelaku UMKM sangat ketat, UMKM yang memiliki akses lebih mudah ke pemasok bahan baku cenderung bisa menjaga harga produknya lebih stabil, UMKM yang membeli dari pemasok lain menyebabkan harga bahan baku menjadi lebih tinggi berpengaruh pada harga jual produk. Peserta kegiatan ini meliputi Para Pelaku UMKM dan anggota Kelompok Tani Hutan Jatinegara Kaum. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah Community Based Research (CBR) dengan pendekatan Forum Group Discussion (FGD) dalam pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pemahaman mitra abdimas terhadap konsep perhitungan harga alamiah, strategi penetapan harga jual dan memahami bagaimana cara memasarkan produk yang dihasilkan terjual dan dikenal di pasaran menggunakan Digital Marketing
PENANGANAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KOMUNITAS (Pemberian Terapi Senam Erobik Low Impact, edukasi dan pemeriksaan kesehatan Pada Lansia Di Kelurahan Bujel Kota Kediri Tahun 2025)
Elderly individuals experience a degenerative process. One of the factors contributing to the decline in body function is the neurocirculatory system. This condition leads to hypertension. Therefore, efforts are needed to address hypertension in the elderly in the community. These measures include education, health checks, and complementary therapy in the form of low-impact aerobic exercise. A community service program is needed to address hypertension in the elderly in the community. The three-day community service program consisted of health education on hypertension on the first day, health checks on the second day, and low-impact aerobic exercise therapy on the third day. The program ran smoothly, in accordance with the contract and objectives. Participants enthusiastically participated in each session until its completion. Participants reported a greater understanding of hypertension. The health check results were summarized in the community health center, and low-impact aerobic exercise was administered according to standard operating procedures (SOP). The community service progra
Penyuluhan Parenting : Peran Orang Tua dalam Mendampingi Generasi Z di Desa Grinting
Generasi Z merupakan digital native yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi pesat, sehingga pola pikir dan interaksi mereka sangat dipengaruhi oleh dunia maya. Kondisi ini menciptakan kesenjangan literasi digital yang signifikan antara anak dan orang tua di Desa Grinting, mengharuskan orang tua memiliki peran pendampingan yang adaptif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi ibu-ibu PKK Desa Grinting, mengenai strategi digital parenting yang efektif dalam mendampingi Generasi Z. Desain pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan yang bersifat edukatif-interaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh 52 ibu-ibu anggota PKK Desa Grinting untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui skor pemahaman peserta. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta terkait konsep digital parenting , peran pengawasan, dan cara menanggapi isu-isu digital anak. Skor rata-rata membuktikan efektivitas program penyuluhan dalam transfer pengetahuan kepada khalayak sasaran. Artinya, program penyuluhan parenting terbukti berhasil dalam meningkatkan literasi digital orang tua di Desa Grinting. Sedangkan implikasi temuan menekankan pentingnya program literasi digital yang berkelanjutan bagi orang tua untuk memperkuat kemampuan mereka dalam mendampingi anak-anak Generasi Z di era digital yang terus berkembang
Microbe Goes to School: Implementation of Experiential Learning for Students of SMAN 5 Tanjungpinang
One of the problems faced by the partner at SMA Negeri 5 Tanjungpinang is the low learning interest of students in biology lessons and the lack of student literacy about the role of microorganisms in life. Learning with an experiential learning approach in biology lessons can be a solution. Experiential learning is conducted in two stages, namely face-to-face in the classroom and Open Lab. The PKM activity is followed by 42 students who are tested with pre-tests and post-tests. The results are analyzed using N-Gain. The PKM program shows success in increasing students' learning interest and achieving literacy about the role of bacteria in life. The increase in students' learning interest falls into the moderate category, with an average N-Gain score of 0.43 (increase 43%). This is because the advantage of the PKM program through the application of experiential learning in biology involves direct real-world experience and active participation, often through laboratory work, to deepen understanding and acquire practical skills for students. The weakness of this PKM activity is that it is only carried out incidentally; therefore, for the sustainability of this program, it needs to be implemented systematically to improve students' interest and literacy, especially about the role of microorganisms