Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Motivation, Welfare, and Work Spirit as Drivers of Employee Performance
Employee performance at PT. Sindangkasih Multi Usaha (Perseroda) Majalengka Regency shows an interesting phenomenon that deserves attention, where there are indications of significant variations between company expectations and the realization of individual and team achievements. Initial observations show that although the company has a clear organizational structure and targets, implementation in the field is sometimes not aligned, marked by fluctuations in target achievement, productivity levels, and compliance with standard operating procedures. This phenomenon is very relevant to further research because employee performance is the backbone of the success of regional companies in achieving business goals, providing optimal public services, and contributing to the economic development of Majalengka Regency. This study aims to determine the effect of motivation, work welfare and enthusiasm on employee performance. The research method used is a survey method with a descriptive verification approach. The population in this study were 83 employees of PT. Sindangkasih Multi Usaha (Perseroda) Majalengka Regency. With a saturated sampling technique, the entire population was sampled. The analysis technique used multiple linear regression analysis, coefficient of determination analysis, which first conducted a classical assumption test, then conducted a hypothesis test. The results of the study indicate that motivation, welfare, and work enthusiasm partially have a positive and significant effect on employee performance at PT. Sindangkasih Multi Usaha (Perseroda) Majalengka Regency
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Harian Lepas pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Peralatan dan Perbengkelan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Harian Lepas pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Peralatan dan Perbengkelan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka”. Tujuannya untuk mengetahui tingkat disiplin kerja, kinerja pegawai, serta pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja Pegawai Harian Lepas. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei, pengumpulan data melalui observasi dan angket pada 50 responden dari 61 populasi. Analisis dilakukan secara deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan disiplin kerja berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata 4,38, sedangkan kinerja pegawai berada pada kategori baik dengan rata-rata 4,17. Analisis korelasi dan pengujian hipotesis membuktikan adanya pengaruh signifikan tetapi tidak terlalu kuat antara disiplin kerja dan kinerja, dengan koefisien determinasi sebesar 21,83%, sementara 78,17% variasi kinerja dipengaruhi oleh faktor lain di luar disiplin kerja.
Kata Kunci : Disiplin Kerja, Kinerja Pegawai, Pegawai Harian Lepa
Edukasi Kesehatan Kulit Interaktif sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Dermatologis di Pondok Pesantren Darussalam Jember
Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan umum di lingkungan pesantren akibat interaksi yang tinggi antar santri, tempat tinggal bersama, dan fasilitas sanitasi yang terbatas. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang deteksi dini dan pencegahan penyakit kulit di Pondok Pesantren Darussalam Jember melalui sesi edukasi. Program ini dilakukan secara luring dan melibatkan 50 peserta, termasuk fasilitator, dosen, dan santri. Untuk menilai efektivitas sesi ini, dilakukan evaluasi pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata nilai tes meningkat dari 45,6% (pre-test) menjadi 88,3% (post-test), menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 42,7%. Dengan memperkuat edukasi kesehatan dan langkah-langkah pencegahan, pesantren dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mengurangi prevalensi penyakit kulit, dan meningkatkan kesejahteraan santri secara keseluruhan
Pelatihan Tata Kelola Desa Wisata Untuk Pengembangan Potensi Lokal Di Kampong Benua Melayu Laut : Training on Tourism Village Management for Local Potential Development in Kampong Benua Melayu Laut
Salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata yang berbasis potensi lokal adalah pengembangan desa wisata. Desa Wisata Kampung Melayu Benua Melayu Laut, yang terletak di Kota Pontianak, memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang layak untuk menjadi destinasi wisata yang unggul. Namun, hasil kajian awal menunjukkan masih adanya kesenjangan kapasitas dalam pengelolaan event pariwisata, rendahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, serta minimnya partisipasi masyarakat lokal dalam aktivitas wisata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam manajemen event yang inovatif, terstruktur, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi, yang diikuti oleh 10 peserta Pokdarwis. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman tata kelola desa wisata, dari 25% menjadi 75%. Penerapan nyata dari pelatihan ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Festival Pawai Obor dan Eksibisi Meriam Karbit, yang berhasil memperkuat citra destinasi wisata serta mendorong kolaborasi antara Pokdarwis, masyarakat, dan pihak akademik. Program PKM ini terbukti memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas lokal dan menciptakan ekosistem pariwisata desa yang inklusif dan berkelanjutan
Pengembangan Agroindustri Gula Aren sebagai Strategi dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal
Tanaman aren (Arenga pinnata) merupakan komoditas hutan non-kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan tersebar luas di Indonesia, termasuk di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Salah satu desa dengan potensi pengembangan agroindustri gula aren adalah Desa Girimulya, yang memiliki ketersediaan bahan baku dan keterampilan masyarakat dalam mengolah nira menjadi gula aren. Namun, proses produksi yang masih tradisional menimbulkan berbagai kendala seperti rendahnya efisiensi, kualitas produk, dan keterbatasan pemasaran. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Universitas Majalengka, dilakukan intervensi dalam bentuk penyuluhan, pelatihan inovasi produk, penguatan branding, serta Forum Group Discussion (FGD). Program ini bertujuan meningkatkan daya saing produk gula aren melalui pendekatan modern dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta serta peningkatan kesadaran akan pentingnya inovasi dan kebersihan produksi. Evaluasi awal juga menunjukkan adanya partisipasi aktif dalam pengembangan produk, meskipun masih diperlukan peningkatan jangkauan peserta. Program ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dan mendukung konservasi pohon aren secara berkelanjutan
PELATIHAN METODOLOGI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI GURU-GURU SMA NEGERI 2 PANGURURAN
Sekolah merupakan rumah kedua guru dan peserta didik dalam kehidupan persekolahan. Kini sekolah diibaratkan rumah, maka kelas berperan sebagai kamar. Ruang kelas adalah rumah tempat menimba ilmu, membentuk sikap baik dan karakter unggul, menata dan melatih keterampilan peserta didik. Oleh sebab itu, kelas harus dikelola dengan baik, supaya guru dan peserta didik nyaman dalam kebersamaan keseharian mereka dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru. Akan tetapi, dalam proses pembelajaran tidak selamanya mulus berhasil, ada kalanya hasil belajar peserta didik mengalami penurunan bahkan ketidaktuntasan, walaupun guru sudah memiliki kualifikasi dan kompetensi memadai dalam bidang pendidikan, baik kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. PTK sebagai upaya penguatan dan penyelamatan kualitas peserta didik menuju ketuntasan belajar sesuai dengan KKTP yang telah ditentukan oleh guru. Metodologi PTK sangat tepat karena melalui pendekatan penelitian yang fokus pada penerapan tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui refleksi dan kolaborasi antara guru dengan peserta didik, guru dengan observer (sesama guru), pengawas, dan kepala sekolah. Keberhasilan guru dalam pembelajaran dapat dilihat dari nilai ketuntasan belajar, semakin banyak peserta didik yang melampaui KKTP, semakin tinggi tingkat ketercapaian guru dalam pembelajaran. Melalui PTK, bagi guru di SMA Negeri 2 Pangururan, Kabupaten Samosir.
Kata Kunci: 
Implementasi Pemanfaatan Perangkat IoT Pada Tanaman Holtikultura (Cabai Merah Besar Di Argapura Majalengka)
Budidaya cabai merah besar di Argapura, Majalengka, merupakan salah satu komoditas pertanian penting bagi masyarakat setempat, terutama bagi Kelompok Tani Mekar Mulya. Namun, petani menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam aspek irigasi dan pengendalian hama. Data dari BPS tahun 2020-2023 menunjukkan fluktuasi produksi cabai merah yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu dan minimnya infrastruktur irigasi yang memadai (1). Permasalahan irigasi menjadi hambatan utama, terutama di musim kemarau, di mana tanaman mengalami kekeringan yang berdampak pada penurunan hasil panen (2). Selain itu, serangan hama seperti thrips, lalat buah, dan penyakit antraknosa menjadi tantangan signifikan dalam mempertahankan kualitas dan kuantitas produksi (3). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan perangkat IoT berbasis Android, seperti sensor NPK, kelembaban, suhu, intensitas cahaya, serta kamera pemantau hama dan kematangan buah, untuk memudahkan proses monitoring dan pengambilan keputusan bagi petani (4). Diharapkan teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas hasil panen, efisiensi penggunaan air, serta menurunkan tingkat serangan hama (5). Kegiatan ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa dari Universitas Majalengka, khususnya Program Studi Informatika dan Agroteknologi, sebagai bagian dari implementasi MBKM dan kontribusi terhadap IKU universitas (6)
Pengelolaan Kesehatan Psikologis Ibu Nifas Melalui Digitalisasi Di Rw 04 Wonokromo Surabaya
Ibu nifas kerap menghadapi tekanan psikologis seperti depresi postpartum dan kecemasan, namun keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan konseling menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu nifas dalam menjaga kesehatan mental melalui edukasi digital dan pemanfaatan chatbot “SI-KIA” sebagai media pendampingan. Metode pelaksanaan mencakup koordinasi lintas sektor, penyuluhan kepada ibu nifas, pelatihan kader kesehatan, serta pendampingan dalam penggunaan chatbot. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan diskusi kelompok. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu nifas mengenai gejala gangguan psikologis serta peningkatan keterlibatan dalam memanfaatkan fitur konsultasi digital. Kader kesehatan juga berperan aktif dalam memfasilitasi penggunaan teknologi dan memberikan dukungan psikososial. Kegiatan ini memperkuat sinergi antara masyarakat dan tenaga kesehatan dalam mencegah gangguan psikologis selama masa nifas. Simpulan dari kegiatan ini menyatakan bahwa pendekatan digital yang didukung oleh edukasi langsung dan peran kader mampu meningkatkan ketahanan psikologis ibu nifas di tingkat komunitas
Pelatihan Dasar Jurnalistik Untuk Siswa SDK St. Yohanes Baobolak Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata: Meningkatkan Keterampilan Berbicara Di Depan Umum Dalam Menyampaikan Hasil Liputan Berita
Komunikasi dan jurnalistik merupakan dua aspek penting yang sangat berperan dalam membentuk keterampilan sosial, intelektual, dan kepercayaan diri generasi muda, khususnya siswa Sekolah Dasar. Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan utama yang sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi secara jelas, menarik, dan meyakinkan. Pelatihan dasar jurnalistik bagi siswa SDK St. Yohanes Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum dalam menyampaikan hasil liputan berita serta membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi secara efektif. Program pelatihan ini mencakup pengenalan konsep dasar jurnalistik, praktik pembuatan berita sederhana dengan menggunakan metode 5W+1H, latihan wawancara, serta lomba wartawan sebagai media pengaplikasian keterampilan yang telah diperoleh. Selain mengasah kemampuan teknis jurnalistik, pelatihan juga menanamkan pemahaman tentang etika jurnalistik dan pentingnya penggunaan bahasa yang tepat dan menarik dalam penyampaian informasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi verbal, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan berita secara publik. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam pengembangan literasi media, keterampilan berbicara, dan kemampuan sosial yang mendukung kemajuan akademis dan sosial siswa SDK St. Yohanes Baobolak di masa depan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan jurnalistik siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup yang penting untuk menghadapi tantangan global.
Kata kunci: komunikasi, jurnalistik, pelatihan dasar, keterampilan berbicara, siswa SDK St. Yohanes Baobola
Edukasi Mobilisasi Dini Untuk Pasien Pasca Anestesi Spinal Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara
Mobilisasi dini merupakan aktivitas yang dapat dilakukan pasien pasca operasi dimulai dari latihan ringan di atas tempat tidur hingga pasien mampu berjalan ke kamar mandi atau keluar kamar. Penundaan mobilisasi dapat menyebabkan komplikasi seperti ileus 5%, atelektasis 19%, dan retensi urin hingga 70% yang memperpanjang masa rawat inap. Hasil pra-survei terhadap 10 pasien pasca operasi dengan anestesi spinal di RS Islam Banjarnegara menunjukkan bahwa 8 orang hanya mendapatkan informasi lisan dan 2 lainnya pernah melihat informasi melalui video di internet. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai mobilisasi dini pasca operasi dengan anestesi spinal. Metode yang digunakan berupa edukasi kepada 30 peserta yang dibantu dengan media audiovisual dan leaflet. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi 25 peserta (83,3%) memiliki pengetahuan kurang. Sedangkan, setelah diberikan edukasi 26 peserta (86,7%) berada dalam kategori baik. Monitoring dan evaluasi di ruang rawat inap penerapan mobilisasi dini yang menerapkan pada tahap 1 sebanyak 12 peserta (63,3%), tahap 2 sebanyak 26 peserta (86,6%), tahap 3 sebanyak 21 peserta (70,0%), namun menurun pada tahap 4 yaitu hanya 17 peserta (34,4%) peserta yang menerapkan. Dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media audiovisual dan leaflet efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta penerapan pasien terkait mobilisasi dini pasca anestesi spinal