Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Implementasi Pendekatan Konstruktivistik Dalam Collaboration Skill Pendidikan Agama Islam Di Kurikulum Merdeka
This study analyzes the implementation of a constructivistic approach in the development of collaboration skills in Islamic Religious Education subjects in the Independent Curriculum at SD Alam Insan Mulia Lubuklinggau. With a qualitative descriptive method, data was obtained through observation, interviews, and document analysis using purposive sampling techniques. The results of the study show that the Independent Curriculum allows a constructivistic approach to develop, especially through groupwork and discussion-based learning that improves students' collaboration, engagement, and motivation skills. This approach is also effective in integrating the nature school curriculum and encouraging the development of social, emotional, and critical and creative thinking skills. However, the study found weaknesses, such as adaptation difficulties for students who prefer to learn individually or lack confidence in cooperation
Analisis Elemen Visual pada Poster Film “JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM”
Poster film tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi tetapi juga menyampaikan pesan simbolis yang mencerminkan tema, suasana, dan narasi film. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi elemen visual pada poster film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure melalui konsep penanda (signifier) dan petanda (signified). Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui pengamatan visual dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual seperti tipografi sans-serif modern, warna abu-abu muda sebagai latar, ilustrasi karakter utama, serta tata letak terstruktur berperan signifikan dalam menyampaikan tema cinta modern dan romantika fantasi yang menjadi inti cerita film. Tipografi mencerminkan kesederhanaan dan modernitas, sementara warna latar menonjolkan fokus pada karakter. Tata letak mengarahkan perhatian audiens untuk memahami informasi secara terorganisasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual pada poster berhasil membangun makna simbolis yang mendukung narasi film. Sebagai saran, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana elemen visual pada poster film mempengaruhi persepsi audiens secara lebih mendalam
PERLINDUNGAN HUKUM UNTUK PEKERJA LEPAS: MENYIKAPI TANTANGAN DI ERA GIG ECONOMY: LEGAL PROTECTION FOR FREELANCE WORKERS: ADDRESSING CHALLENGES IN THE GIG ECONOMY ERA
Perlindungan hukum bagi pekerja lepas di era gig economy menjadi isu penting yang memerlukan perhatian khusus. Dengan meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan fleksibel dan kontrak, pekerja lepas menghadapi tantangan signifikan terkait hak dan perlindungan hukum mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek perlindungan hukum yang ada, menganalisis kebijakan ketenagakerjaan yang relevan, dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pekerja lepas dalam mendapatkan hak-hak mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis yuridis normatif, di mana penelitian ini akan mengkaji peraturan dan undang-undang yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan mempelajari dokumen hukum serta literatur yang berkaitan dengan perlindungan pekerja lepas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa upaya untuk melindungi hak pekerja lepas, masih banyak celah dalam implementasi hukum yang perlu diperbaiki. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan pengembangan kebijakan yang lebih baik untuk memastikan perlindungan hak-hak pekerja di era gig econom
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA INTERNASIONAL: LEGAL PROTECTION OF CHILDREN IN INTERNATIONAL ARMED CONFLICT
Konflik bersenjata internasional yang terjadi di dunia telah memanfaatkan dan berdampak buruk pada anak. Bukan hanya menjadi korban, tetapi anak juga dimanfaatkan dalam angkatan bersenjata, yang tentu saja melanggar hak asasi manusia. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengkaji bagaimana perlindungan hukum terhadap anak dalam konflik bersenjata internasional. Metode penelitian dikaji secara yuridis normatif di mana penelitian dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang bersifat hukum. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni menggunakan teknik studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengkaji dan menelaah berbagai literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa hukum internasional telah menetapkan perlindungan hukum atas anak di tengah konflik bersenjata internasional di antaranya diatur dalam Konvensi Jenewa 1949, Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1949 tahun 1977, dan Konvensi Hak Anak 1989. Anak yang merupakan bagian dari penduduk sipil harus dilindungi, tidak dilibatkan dan tidak dijadikan sasaran dalam konflik bersenjata internasional. Namun, dalam pelaksanaannya banyak anak yang terlibat serta menjadi korban dalam konflik bersenjata internasional. Hal ini disebabkan karena tidak diperhatikannya prinsip pembedaan antara warga sipil dan kombatan yang dapat menjadi objek sasaran perang. Simpulan dalam penelitian ini yakni Perlindungan hukum terhadap anak merupakan suatu usaha untuk dilaksanakannya hak dan kewajiban anak secara manusiawi. Perlindungan sipil termasuk anak-anak menjelaskan bahwa anak tidak dapat mengambil bagian dalam permusuhan. Anak-anak memiliki hak untuk diberlakukan selayaknya anak serta mendapat perlindungan atas hak-hak nya dalam kondisi konflik bersenjata sekalipun
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BERBANTUAN MEDIA KARTU BERGAMBAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran quantum teaching terhadap kemampuan menulis teks eksposisi berbantuan media kartu bergambar. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Dharma Karya UT dengan populasi kelas VIII yang berjumlah 90 peserta didik. Sampel penelitian adalah kelas VIII 2 sebagai kelas eksperimen berjumlah 30 peserta didik dan kelas VIII 3 sebagai kelas kontrol berjumlah 30 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif (true experimental) dengan rancangan post-test only. Pembelajaran diterapkan menggunakan model quantum teaching dengan bantuan media kartu bergambar untuk memudahkan peserta didik mengeksplorasi pengetahuan, berpikir kritis, dan imajinatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan model quantum teaching berbantuan media kartu bergambar, sedangkan kelas kontrol tidak mendapatkan perlakuan tersebut. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang telah divalidasi oleh ahli, nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 87,50, sedangkan kelas kontrol adalah 76,50 menunjukkan perbedaan signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran quantum teaching berbantuan media kartu bergambar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis teks eksposisi.
Kata kunci: menulis teks eksposisi, model quantum teaching, media kartu bergambar.
This study aims to determine the effect of quantum teaching learning model on the ability to write exposition text assisted by picture card media. This research was conducted at SMP Dharma Karya UT with a population of class VIII totalling 90 students. The research sample was class VIII 2 as an experimental class with totally 30 students and class VIII 3 as a control class with totally 30 students. The research method used is quantitative (true experimental) with post-test only design. Learning is applied using the quantum teaching model with the help of picture card media to facilitate students to explore knowledge, think critically, and imaginatively. The results showed a significant effect on the experimental class that received the quantum teaching model treatment assisted by picture card media, while the control class did not get the treatment. The research instrument in the form of a description test that has been validated by experts, the average value of the experimental class is 87.50, while the control class is 76.50 showing a significant difference. Thus, it can be concluded that the quantum teaching learning model assisted by picture card media has a significant effect on the ability to write expository text.
Keywords: writing expository text, quantum teaching model, picture card media
PENGEMBANGAN MODUL KETERAMPILAN BERBICARA (PRESENTER) SEBAGAI PENUNJANG KECAKAPAN LITERASI SISWA SMP DI KABUPATEN KUNINGAN
Keterampilan berbicara diperoleh sejak manusia dapat melafalkan bunyi bahasa dan merangkainya menjadi sebuah kalimat utuh, keterampilan tersebut dapat digunakan dalam bersosialisasi. Wawasan keterampilan berbicara bidang pewara perlu diberikan kepada siswa sejak jenjang SMP. Hal ini terlihat dalam Festival Literasi Sekolah (FLS) untuk jenjang SMP yang di dalamnya terdapat berbagai lomba salah satunya adalah lomba presenter. Dalam kegiatan FLS yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan ditemukan permasalahan dari para peserta lomba yaitu kurangnya penguasaan topik, gestur yang kaku, tempo berbicara yang tidak stabil, dan kurangnya percaya diri dalam membawakan sebuah acara. Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti akan mengembangakan modul keterampilan berbicara khususnya presenter sebagai penunjang kecakapan literasi untuk para guru bahasa Indonesia agar dapat membimbing para siswa ketika akan mengikuti lomba presenter. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Penelitian dan Pengembangan atau Reasearch and Development (R and D). Adapun hasil dari penelitian ini adalah dari hasil identifikasi kebutuhan guru yang diperoleh dari pengisian angket, 10 orang guru Bahasa Indonesia SMP yang menjadi partisipan menjawab “ya” untuk setiap pertanyaan. Hasil rekapitulasi harapan dan kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa mayoritas guru membutuhkan modul yang sesuai dengan standar kompetensi atau tujuan dan dicantumkan di dalam modul sehingga siswa dapat mengetahuinya. Desain modul terdiri dari sampul, kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan modul, deskripsi modul, materi inti, latihan, rangkuman, tugas, referensi. Hasil uji kelayakan secara umum modul layak digunakan hanya ada sedikit revisi. Hasil penelitian ini disosialisasikan kepada 15 guru SMP Bahasa Indonesia di kabupaten Kuningan.
Kata kunci: Pengembangan, Modul Keterampilan Berbicara(Presenter), Literasi siswa
Speaking skills are acquired since humans can pronounce language sounds and assemble them into a whole sentence, so that these skills can be used in socialising. Insight into speaking skills in the field of storytelling needs to be given to students since junior high school. This can be seen in the School Literacy Festival (FLS) for junior high school which includes various competitions, one of which is a presenter competition. In the FLS activities carried out by the Kuningan Regency Education and Culture Office, problems were found from the contestants, namely lack of mastery of the topic, stiff gestures, unstable speaking tempo, and lack of confidence in presenting an event. Based on this description, the researcher will develop a speaking skills module, especially presenters, as a support for literacy skills for Indonesian language teachers so that they can guide students when participating in presenter competitions. The approach used in this research is the Research and Development (R and D) approach. The results of this study are from the results of the identification of teacher needs obtained from filling out the questionnaire, 10 junior high school Indonesian language teachers who became participants answered ‘yes’ for each question. The results of the recapitulation of expectations and needs show that the majority of teachers need a module that is in accordance with the competency standards or objectives and is included in the module so that students can know it. The module design consists of a cover, preface, table of contents, instructions for using the module, module description, core material, exercises, summary, assignments, references. The results of the feasibility test in general the module is feasible to use only a few revisions. The results of this study were socialised to 15 junior high school Indonesian teachers in Kuningan district.
Keyword : Development, Speaking Skills Module (Presenter), Student Literac
Physical Component Analysis of Smash Ability in Volleyball Game
This study aims to determine; (1) Is there a relationship between eye-hand coordination and smash ability; (2) Is there a relationship between arm muscle explosive power and smash ability; (3) Is there a relationship between arm muscle strength and smash ability; (4) Is there a simultaneous relationship between eye-hand coordination, arm muscle explosive power, arm muscle strength and smash ability. The population of this study was all male students of SMKN 1 Makassar. The sample used was 30 people. The sampling method used a simple random sampling technique where the sample was taken randomly. The data analysis techniques used in this study were descriptive analysis, correlation analysis, and regression analysis at a significance level of α = 0.05. The results of the study showed that; (1) There is a relationship between eye-hand coordination and smash ability with a value of r = 0.770 (P <α = 0.05). (2) There is a relationship between arm muscle explosive power and smash ability with a value of r = 0.830 (P <α = 0.05). (3) There is a relationship between arm muscle strength and smash ability with an r value of 0.803 (P < α = 0.05). (4) There is a significant relationship between hand-eye coordination, arm muscle explosive power, arm muscle strength and smash ability with an R value of 0.736 or 73.60%
Analisis Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bernalar Kritis Siswa SDN 2 Darek
Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk kepribadian, moral, dan nilai-nilai etika dalam diri siswa. Salah satu karakter yang terkandung dalam profil pelajar pancasila yaitu bernalar kritis. Peran guru dalam penguatan pendidikan karakter terutama pada karakter bernalar kritis sangat penting dikarenakan kemampuan bernalar kritis siswa masih rendah, namun dalam pengimplementasiannya guru masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami guru sekolah dasar dalam penguatan pendidikan karakter bernalar kritis siswa di SDN 2 Darek. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan strategi untuk membantu siswa agar lebih aktif dalam mengidentifikasi informasi penting secara mandiri, guru juga mengalami kesulitan dalam mengajak siswa dalam mengevaluasi dan melakukan penalaran pada materi tertentu, serta guru mengalami kesulitan membimbing siswa dalam mengevaluasi pemikiran mereka secara kritis dan logis
Studi Evaluatif Implementasi Pelatihan Persiapan Masa Purnabakti di Duta Transformasi Insani
Masa purnabakti sering kali menjadi sumber kekhawatiran bagi para pekerja. Hal ini akibat dari kurangnya keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pendapatan pasca-kerja. Maka dari itu, pelatihan persiapan masa purnabakti perlu diselenggarakan untuk meminimalisasi terjadinya hal tersebut. Tentu ketika proses penyelenggaraannya perlu dilaksanakan evaluasi untuk mengukur sejauh mana ketercapaian tujuan program pelatihan yang telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program pelatihan persiapan masa purnabakti di Duta Transformasi Insani. Pelatihan tersebut mengangkat tema Program Bisnis Ikan Lahan Sempit (Bioflok). Model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi Kirkpatrick dengan subjek penelitian yang berasal dari salah satu perusahaan BUMN di Indonesia. Data dikumpulkan dengan melakukan studi dokumentasi, dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta terkait persiapan masa pensiun. Evaluasi ini merekomendasikan keberlanjutan program di masa mendatang untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada calon pensiunan dengan catatan dilakukan perbaikan pada beberapa aspek agar hasil pelatihan menjadi lebih optimal
Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar
Destinasi pariwisata merupakan salah satu sektor yang selalu diminati oleh masyarakat, terutama desa wisata yang sedang dalam tren saat ini. Desa wisata Sumberbulu terbentuk berawal dari adanya inisatif masyarakat yang kemudian membentuk kelompok dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Partisipasi masyarakat Desa Sumberbulu menciptakan sebuah desa wisata yang berkembang pesat sehingga masuk nominasi sebagai desa wisata dengan edukasi terbaik di Indonesia dalam kategori Souvenir tahun 2021. Inti dari masalah dalam penelitian ini yaitu peran partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata Sumberbulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti berupaya untuk memahami fenomena sosial dari subyek penelitian secara menyeluruh dan dijelaskan dalam bentuk deskripsi kata-kata ataupun kalimat yang jelas menggunakan metode ilmiah (Moleong, 2017). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan model analisis kualitatif menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yakni dengan cara (1) Pengumpulan Data, (2) Kondensasi Data, (3) Penyajian Data, dan (4) Penarikan Kesimpulan. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat desa Sumberbulu dalam pengembangan Desa Wisata Sumberbulu dinilai sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat antusias masyarakat dan keikutsertaan mulai dari golongan pemuda, ibu-ibu, maupun bapak-bapak dalam setiap program yang dijalankan untuk pengembangan desa wisata Sumberbulu Karanganyar