Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Pengembangan Herbisida Alami Dari Cuka Aren Untuk Meningkatkan Prodktifitas Pertanian Lokal
pengembangan herbisida alami dari cuka aren bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal dengan solusi ramah lingkungan. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketergantungan petani pada herbisida kimia yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan. Cuka aren, dengan kandungan asam asetatnya, dipilih sebagai alternatif alami yang aman dan efektif. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi cuka aren, formulasi herbisida, serta uji efektivitas terhadap gulma di lahan pertanian. Hasil menunjukkan bahwa herbisida berbahan dasar cuka aren mampu menghambat pertumbuhan gulma secara signifikan tanpa merusak tanaman utama. Selain itu, penggunaan herbisida alami ini juga berpotensi mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya praktik pertanian berkelanjutan. Kesimpulannya, herbisida dari cuka aren merupakan inovasi yang relevan untuk diterapkan dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian loka
Membangun Brand Kopi Toraja: Inovasi Pemasaran Milenial untuk Petani Kopi di Rantepao melalui Media Sosial
Kopi Toraja dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki cita rasa khas dan kualitas tinggi. Namun, penjual kopi di Rantepao, Toraja Utara, menghadapi tantangan dalam meningkatkan visibilitas dan penjualan produk mereka di pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pemasaran berbasis media sosial yang dapat digunakan oleh petani milenial untuk meningkatkan kualitas brandring hasil olahan kopi. Melalui pengembangan identitas merek yang kuat, interaksi aktif dengan pelanggan, kolaborasi dengan influencer, dan penyelenggaraan acara, petani kopi dapat memperkuat posisi mereka di pasar dan menarik lebih banyak konsumen. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi petani kopi dan pelaku industri lainnya dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran yang efekti
Pengenalan dan Penggunaan Aplikasi Teknologi dan Informasi (TIK) dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah sebagai Penunjang Karir Guru
Pengembangan karir merupakan hal yang penting bagi seorang guru dan karena hal ini sangat berpengaruh setidaknya terhadap kepuasan kerja dan peningkatan penghasilan. Salah satu upaya bagi guru dalam mengembangkan karir adalah dengan melakukan penulisan karya tulis ilmiah yang terpublikasi. Karya tulis ilmiah menunjukkan bahwa guru benar-benar menguasai kompetensinya sehingga layak disebut guru profesional. Karya tulis ilmiah adalah tulisan guru mengenai kajian pendidikan serta metode pembelajaran yang dilakukan. Kesulitan guru untuk menyusun karya tulis ilmiah dapat dimaklumi karena secara umum guru belum terlatih serta belum pernah menyusun karya tulis ilmiah. Untuk menanggulangi kendala yang dihadapi para guru di atas maka perlu diberikan pelatihan pembuatan karya tulis ilmiah dengan menggunakan aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Berdasarkan hal tersebut, maka pengabdian ini akan memberikan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah berbasis TIK untuk guru di SMP Negeri 28 Sarolangun. Dari pelatihan ini diharapkan guru dapat membuat karya ilmiah berupa buku dan artikel untuk menunjang karir yang selanjutnya akan berdampak pada peningkatan SDM sekola
Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Pembelajaran Geografi Spasial Era 4.0 di Smk Negeri 2 Surakarta
Semua bidang pendidikan, termasuk geografi, harus mengembangkan teknologi yang canggih, mudah diakses, dan berbasis internet karena munculnya era baru masyarakat 5.0. Drone untuk pemetaan adalah salah satu teknologi yang berkembang dalam bidang keilmuan geografi. Walau bagaimanapun, kemajuan teknologi di bidang geografi masih belum dimasukkan ke dalam pembelajaran geografi, terutama di tingkat pendidikan menengah kejuruan, seperti yang terlihat di SMK N 2 Surakarta. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa guru di sekolah menengah masih belum mengetahui perkembangan teknologi ini. Ini adalah latar belakang kegiatan pengabdian ini, yang bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman guru di tingkat pendidikan menengah tentang penggunaan drone untuk berbagai kajian geografi. Penyebaran informasi tentang teknologi drone, pelatihan, dan simulasi pengoperasian drone adalah bagian dari pengabdian. Peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan, dan mereka mengapresiasi bagaimana kegiatan dilakukan karena menarik dan memberi mereka banyak pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai antara hasil pre-test dan post-test, yang menunjukkan bahwa peserta lebih memahami penggunaan teknologi drone. Bahkan, peserta meminta kegiatan lanjutan yang lebih khusus yang membahas penggunaan drone dalam satu kajian tertentu, mulai dari pengumpulan data hingga pengolaha
Pelatihan Literasi Digital Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di SMP Swasta Surya Pematangsiantar
Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, menuntut guru untuk memiliki kompetensi literasi digital yang memadai. Kompetensi ini menjadi penting untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi, terutama dalam era digitalisasi pendidikan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital guru-guru di SMP Swasta Surya Pematangsiantar. Metode pelatihan melibatkan pendekatan partisipatif melalui workshop, pendampingan, dan praktik langsung menggunakan berbagai platform dan aplikasi digital yang relevan dengan pembelajaran. Hasil program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, seperti penggunaan Learning Management System (LMS), aplikasi pembelajaran interaktif, dan media sosial sebagai alat pembelajaran. Indikator keberhasilan program ini diukur melalui peningkatan pemahaman konsep literasi digital, keterampilan teknis, dan penerapan teknologi dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran dan motivasi siswa. Dengan demikian, program ini mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dalam literasi digital
Implementasi Puding Ubi Ungu Sebagai Intervensi Pencegahan Stunting di Posyandu 69 Desa Pocangan
Stunting merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan anak sehingga menyebabkan malnutrisi dan peningkatan risiko stunting. Di Indonesia, stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi yang tinggi di berbagai daerah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerapkan program untuk meningkatkan kebiasaan makan sehat dengan memperkenalkan makanan baru puding ubi ungu, di daerah setempat. Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi dan sehat kepada anak-anak dan ibu Hamil di daerah tersebut. Intervensi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti frekuensi konsumsi puding ungu dan tingkat pendidika
Edukasi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) dalam Mendukung Ekosistem Halal di SMPN 1 Bangkalan
Makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi. Makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh berpengaruh terhadap kesehatan. Di sisi lain, umat islam memiliki kewajiban untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang halal sesuai Al Quran. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan tentang kuliner halal, aman dan sehat di SMPN 1 Bangkalan. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu ceramah menggunakan media poster tentang Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS), dan diikuti dengan tanya jawab. Peserta kegiatan sejumlah 42 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan pengelola kantin yang ada di SMPN 1 Bangkalan. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang kuliner halal, aman, dan sehat pada peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan nilai p 0,000. Harapan dari kegiatan ini dapat mendukung pembentukan Zona KHAS sebagai upaya mendukung ekosistem halal di SMPN 1 Bangkala
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN NUGET TERFORTIFIKASI DAUN PEPAYA JEPANG (Cnidoscolus aconitifolius) DI SEKOLAH TANGGUH (SELANTANG) JEMBER
Seiring bertambah usia di masa lansia, maka organ-organ dalam tubuh pun juga ikut mengalami penuaan. Sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa lansia rentan terserang berbagai penyakit, termasuk infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) berada di Perumahan Griya Mangli Indah Blok BA 01, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Sekoleh ini diikuti oleh para kader Lansia Perempuan dari Perumahan Griya Mangli. Jumlah kader yang aktif menjadi anggota sekoalah ini yaitu sekitar 30 orang. Program yang telah di jalankan dimana para lansia akan mendapatkan berbagai materi pengetahuan, seperti tujuh dimensi lansia dan gizi lansia, hingga kegiatan yang menyenangkan lainnya, seperti terapi syukur, senam lansia, kewirausahaan, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan, antara lain lansia rawan mengalami gangguan gizi dan infeksi penyakit, kurangnya pemahaman lansia terkait Kesehatan, beberapa orang lansia memiliki tingkat ekonomi rendah sehingga enggan untuk membeli produk vitamin dipasaran yang dinilai mahal, kurangnya kreatifitas lansia dalam mengolah makan yang memiliki kandungan gizi tinggi menjadi produk makanan olahan yang baik. PKM ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan dalam pembuatan nuget terfortifikasi daun pepaya jepang untuk meningkatkan Kesehatan dan daya tahan tubuh kepada lansia di SELANTANG Jember. Pada saat PKM ini dilakukan, respon lansia di Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember sangat antusias, dimulai dari pengarahan pembuatan Nuget dan proses pembuatannya berlangsung secara baik dan lancar. Sebelum dan sesudah pembuatan Nuget, para lansia diminta untuk mengerjakan pretest da post test yang berkaitan dengan PKM ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai post test meningkat menjadi 8,09. Pelatihan pembuatan nuget terfortifikasi daun pepaya jepang berjalan dengan baik dan para siswa juga mengikuti kegiatan dengan antusias
Edukasi Kesehatan Mulut dan Gigi pada Anak Usia 6-10 Tahun di MDTA Riyadhotul Mubtadiin
Kesehatan mulut dan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang harus dijaga sejak dini. Anak-anak usia 6-10 tahun adalah kelompok yang sangat rentan terhadap masalah gigi dan mulut, seperti karies gigi (gigi berlubang), penyakit gusi, serta kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan gigi. Pada usia ini, anak-anak berada dalam fase transisi dari gigi susu menuju gigi permanen, sehingga perhatian terhadap kebersihan mulut menjadi sangat penting. Edukasi kesehatan gigi pada anak usia 6-10 tahun penting dilakukan karena pada usia ini, anak-anak cenderung lebih mandiri dalam menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan gigi. Tujuan pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan terkaitan dengan kesehatan mulut dan gigi; dengan harapan peningkatan bebas karies gigi pada anak-anak usia 6-10 tahun. Tempat dilakukan di MDTA Riyadhotul Mubtadiin. Jumlah responden adalah 40 anak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan melalui metode ceramah,menggunakan alat berupa power point slides, leaflet serta diperjelas dengan metode demonstrasi. Hasil dari intervensi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa anak-anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait definisi dan tujuan dari menggosok gigi, frekuensi dan waktu menggosok gigi, dampak jika tidak menggosok gigi, serta cara menggosok gigi yang benar. Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan peserta dalam menjawab dan berperan aktif selama kegiatan berlangsun
SOSIALISASI DAN WORKSHOP APLIKASI E-POSYANDU BAGI KADER POSYANDU SEI JANG LAUT DAN POSYANDU AISYIYAH KOTA TANJUNGPINANG
E-Posyandu merupakan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai upaya yang digunakan untuk mempermudah dalam pengolahan data, analisis maupun pelaporan hasil kegiatan kader posyandu ke Puskesmas. E-Posyandu di sosialisasikan kepada seluruh kader posyandu Sei Jang Laut dan Aisyiyah. Peserta mempu mengikuti kegiatan sosialisasi dan workshop dengan baik, dimana kader posyandu mampu memahami cara kerja dari aplikasi E-Posyandu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 13 orang kader posyandu. Dari kegiatan pengabdian ini banyak peserta mendapatkan ilmu baru dan peningkatan kemaupun terutama mengenai E-Posyandu. Hasil evaluasi pelatihan di lakukan melalui kuisioner, jumlah partisipan yang mengisi kuisioner berjumlah 13 orang, dimana hasil Penilaian Pemahaman terhadap materi sosialisasi & workshop 53,8 %. Kualitas penyampaian materi 69,2. Interaksi dengan trainer 66,7 dan Kesesuaian materi dengan kebutuhan kader posyandu 69,2. Optimalisasi pemberdayaan kader dan digitalisasi pos pelayanan terpadu merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan posyandu di lingkungan kota Tanjungpinan