Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Public Speaking: Teknik Berbicara di Depan Umum dalam Mengelola Vokal dan Gesture yang Tepat
Public speaking is an essential skill that supports self-confidence, effective communication, and professionalism, both in educational settings and daily life. However, many individuals, particularly students and youth, still struggle with managing their voice and gestures appropriately when speaking in public. This community service activity aimed to enhance participants’ understanding and skills in public speaking techniques, especially in vocal control and appropriate use of gestures. The target group of this program consisted of young people and students from a local community. The implementation method included interactive training, practical simulations, and evaluations through pre-test and post-test. The results showed improvements in participants’ self-confidence, understanding of public speaking concepts, and their ability to manage voice intonation and body language in a more structured manner. This activity had a positive impact on developing more effective communication potential in various public settings
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Di SMP Negeri 1 Cigasong
SMP Negeri 1 Cigasong Majalengka telah melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di semua jenjang kelas, mulai dari kelas rendah hingga tinggi, untuk meningkatkan minat baca siswa. Literasi dikembangkan melalui kegiatan di kelas dan perpustakaan, termasuk pojok baca (library corner) dan lingkungan sekolah yang mendukung budaya literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi GLS pada tiga tahap: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan model interaktif (pengumpulan data, kondensasi, penyajian, dan penarikan/verifikasi kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pembiasaan, kegiatan membaca 15 menit (baik nyaring maupun dalam hati) dilakukan setiap hari. Buku yang dibaca dicatat dalam jurnal harian, dan seluruh warga sekolah terlibat aktif dalam kegiatan ini
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital di Instagram Pada Akun @niskala_coffee
Perkembangan media sosial sebagai alat komunikasi pemasaran digital telah memberikan peluang besar bagi pelaku usaha dalam menjangkau konsumen secara lebih luas dan personal. Salah satu media sosial yang digunakan adalah Instagram, seperti yang diterapkan oleh Niskala Coffee dalam membangun brand awareness dan hubungan interaktif dengan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh Niskala Coffee melalui akun Instagram @niskala_coffee, mengungkap elemen kunci strategi tersebut, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap aktivitas pemasaran di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Niskala Coffee telah menerapkan perencanaan strategi komunikasi pemasaran yang terarah, meliputi perencanaan konten, pembuatan content calendar, pelaksanaan program loyalty card, hingga interaksi aktif dengan konsumen melalui fitur Instagram dan WhatsApp. Selain itu, Niskala Coffee rutin melakukan analisis SWOT bulanan guna mengukur efektivitas strategi dan mengidentifikasi potensi perbaikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital yang dilakukan telah membantu Niskala Coffee dalam membangun brand awareness dan meningkatkan keterlibatan audiens meskipun masih terdapat tantangan dalam menghadapi persaingan serta perubahan tren digital.
Kata-kata Kunci: Strategi Pemasaran Digital; Instagram; Komunikasi Pemasaran Terpadu; SWOT; Loyalitas Konsumen
ANALISIS POTENSI PERIKANAN DI KABUPATEN BOGOR MENGGUNAKAN METODE CPI BERBASIS WEBGIS
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki garis pantai lebih dari 81.000 km, lebih dari 17.508 pulau, dan luas laut sekitar 3,1 juta km², menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar. Sumber daya perikanan Indonesia, baik laut maupun air tawar, memiliki potensi besar, terbukti dari peningkatan nilai ekspor produk perikanan sebesar 21,61% pada 2021. Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar dalam perikanan budidaya air tawar. Produksi budidaya perikanan di kabupaten ini mencapai 133.507,15 ton pada 2022, didukung oleh faktor geografis, iklim, infrastruktur, dan kebijakan pemerintah.Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi perikanan di Kabupaten Bogor menggunakan metode Composite Performance Index (CPI). CPI digunakan untuk menentukan peringkat potensi perikanan di 40 kecamatan berdasarkan kriteria dan bobot tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Ciseeng memiliki potensi tertinggi dengan nilai indeks gabungan CPI sebesar 91,02. Selain itu, penelitian ini menampilkan sistem informasi geografis berbasis WebGIS, yang memvisualisasikan analisis potensi perikanan melalui layout peta Kabupaten Bogor.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam memaksimalkan pengelolaan sektor perikanan di Kabupaten Bogor serta mendukung pengembangan ekonomi lokal dan nasional
MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KATA SISWA KELAS 2 SD
Rendahnya kemampuan siswa kelas 2 SD dalam menuliskan kata menjadi latar belakang utama dalam penelitian ini, hal ini terungkap dalam observasi awal dalam proses pembelajaran di kelas sehingga peneliti berinisiatif untuk mencarikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2 dalam menulis kata menggunakan media gambar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD Swasta Al Majidiyah Kecamatan Bagan Sinembah Desa Bagan Batu Kabupaten Rokan Hilir yang berjumlah 27 siswa. Penelitian dilakukan selama semester kedua tahun ajaran 2022 – 2023. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research dengan dua siklus penelitian. Data kuantitatif adalah data yang dikumpulkan dari hasil tes formatif yang dilakukan setiap siklus. Pengamatan dilakukan pada setiap siklus pembelajaran yang merupakan data kualitatif. Hasil belajar siswa kemudian ditentukan dengan mengkombinasikan data yang terkumpul dengan kriteria keberhasilan. Terdapat 11 siswa atau (41%) siswa yang lulus pada Pra-siklus, kemudian pada sisklus 1 terdapat 18 siswa atau 67% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 23 siswa atau 85% dan sudah melampaui kriteria keberhasilan yang telah peneliti tetapkan di awal. Sehingga penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa SD kelas 2 dalam menulis kata.
Kata kunci : Media gambar, menulis, hasil belajar
The low ability of second-grade elementary school students in writing words became the main issue addressed in this study. This problem was revealed during initial classroom observations, prompting the researcher to seek solutions. The purpose of this research is to improve students’ abilities—particularly in Indonesian language classes for second graders—to write words using picture media. The subjects of this study were 27 second-grade students at SD Swasta Al Majidiyah, Kecamatan Bagan Sinembah, Desa Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir. The research was conducted during the second semester of the 2022–2023 academic year. This study employed the Classroom Action Research method over two cycles. Quantitative data were collected from formative tests administered in each cycle, while qualitative data were gathered through observations during each learning cycle. Students’ learning outcomes were determined by combining the collected data with predetermined success criteria. In the pre-cycle, 11 students (41%) met the criteria; in cycle 1, 18 students (67%) met the criteria; and in cycle 2, the number increased to 23 students (85%), surpassing the initial success criteria set by the researcher. Thus, the use of picture media can enhance second-grade elementary students’ ability to write words.
Keyewords: Picture Media, Writing, Learning Outcom
Missing Pieces in Realizing Unity and Coherence in The Jakarta Post News Articles
Abstract: This research examines the missing elements in realizing unity and coherence in The Jakarta Post news articles. Five news articles issued in first week of November 2024 were analyzed qualitatively to get the description whether unity and coherence realized in the news articles or not. The results show that four news articles have strong element unity realization, however those news articles lack in realizing coherence because of missing elements like spelling, punctuation, and capitalization. In contrast, one news article is coherent but not unified due to the loss of main idea. Four news articles have one main idea, supporting sentences without conclusion. One news article has two main ideas, supporting sentences without conclusion. The inexistence of conclusion in the writing does not impactful in realizing unity of the articles as long as the supporting sentences develop the main ideas completely (Oshima & Hogue, 2006). Five news articles applied key nouns repetitively, conjunctions, and logical sequence which flowed smoothly between one to another sentences. Nevertheless, four news articles have missing elements in spelling, capitalization, and punctuation. In conclusion, although each news article has missing pieces in realizing one of the elements of unity and coherence, The Jakarta Post news articles still can be a real-world context model of writing which contributes to the higher learning which expose and guide the readers how to write paragraphs well
Pembentukan Pendidikan Karakter Peserta Didik Melalui Media Wayang Beber
Pendidikan karakter merupakan sebuah penanaman pembelajaran akhlak dan budi pekerti untuk mengontrol perilaku peserta didik. Berkembangnya teknologi yang semakin canggih, secara langsung peserta didik dapat menyerap informasi melalui smartphone. Upaya untuk mencegah perilaku negatif melalui tayangan smartphone tersebut adalah dengan menghadirkan wayang beber sebagai media pembelajaran di sekolah. Wayang beber merupakan wayang tertua di Indonesia. Cerita dalam wayang beber dalam penelitian ini tidak lagi Dewi Sekar Taji dan Panji Asmoro Bangun tetapi mengangkat cerita lokal yakni Wasis Joyokusumo. Wasis Joyokusumo merupakan tokoh atau Adipati kota Pati yang memiliki sifat arif dan bijaksana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penanaman pendidikan karakter melalui cerita wayang beber Wasis Joyokusumo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah menanamkan pendidikan karakter peduli sosial. Penting penelitian ini dilakukan karena semakin banyak budaya asing diserap, maka semakin lunturnya budaya lokal. Hal demikian memiliki dampak yang signifikan misalnya, bersikap acuh kepada orang lain. Hal ini dikarenakan generasi milenial hidup pada zaman yang serba canggih. Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah (1) penyampaian nilai budaya, (2) pengembangan karakter positif, (3) pembelajaran yang menarik dan interaktif, (4) penguatan budaya dan identitas
Analisis Kemandirian Belajar pada Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Klari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa sekolah menengah pertama menjalani proses belajar matematika secara mandiri. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan melibatkan 46 siswa yang terdaftar sebagai peserta didik kelas VIIF di SMP Negeri 3 Klari pada tahun ajaran 2024/2025. Dalam penelitian ini, kuesioner kemandirian belajar yang terdiri dari 24 pernyataan dan mencakup 9 indikator diberikan langsung kepada peserta penelitian. Berdasarkan hasil analisis terhadap jawaban dari 46 siswa, ditemukan bahwa rata-rata tingkat kemandirian belajar matematika siswa mencapai 70,40%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SMP Negeri 3 Klari telah memiliki kemampuan belajar secara mandiri. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut tetap diperlukan melalui dukungan dari orang tua maupun proses pendidikan di sekolah
Analisis Self-Confidence Siswa SMA Kelas XI dalam Pembelajaran Matematika
Self-confidence is important for learning because it makes individuals more optimistic during the learning process. This study aims to analyze and measure the average ratio of self-confidence levels among students of class XI.B at SMA Negeri 1 Klari in learning mathematics. A qualitative approach was employed, and a case study was conducted on 34 students from class XI.B. The sampling technique used in this research was purposive sampling. The research instrument was a non-test instrument, and the data collection technique involved a questionnaire. The results showed a percentage of 80.07% for the first indicator, 81.39% for the second indicator, 78.00% for the third indicator, and 78.43% for the fourth indicator. These findings indicate that the self-confidence of class XI.B students in learning mathematics is generally at a fairly good level
Mewujudkan Budaya Literasi Melalui Minat Membaca Bagi Siswa Sanggar Bimbingan Hulu Langat Malaysia
Literasi, atau kemampuan literasi, adalah keterampilan yang sangat penting yang harus dikuasai oleh siswa di era disrupsi untuk menghadapi puncak gelombang transformasi digital abad 21. Untuk tetap hidup di abad ke-21, siswa harus menguasai 16 keterampilan. Salah satu keterampilan yang dimaksud adalah keterampilan literasi dasar yang harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini termasuk pemahaman tentang cara menghadapi perubahan yang mutlak dan cara menyelesaikan masalah yang kompleks. Sanggar Bimbingan di Hulu Langat Selangor Malaysia, adalah lokasi kegiatan pengabdian ini. Memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi dalam budaya, serta pengaruhnya, adalah tujuan pengabdian ini. Sanggar Bimbingan Hulu Langat memiliki rencana, pelaksanaan, dan laporan kegiatan yang sistematis. Beberapa kegiatan termasuk sosialisasi budaya literasi, kegiatan budaya literasi, dan pendampingan siswa dengan guru selama kegiatan literas