Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
Model Literasi Keuangan Berbasis Metode PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resources) untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi UMKM di Kepulauan Seribu
Abstract
This community service program aims to improve the financial literacy of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the Seribu Islands through the PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resources) method. Thirty MSME participants from culinary, craft, and trade sectors were involved in participatory, practice-based training. The program was implemented in five main stages: participatory mapping, action learning, resource sharing, training and mentoring, and empowerment with evaluation. The results showed a significant increase in the average financial literacy score from 3.5 to 4.3 on a 5-point scale, particularly in preparing simple financial reports, separating personal and business finances, and using digital financial applications. Moreover, business owners who applied regular bookkeeping experienced a 10–15% increase in monthly turnover after training. The PARTNER approach proved effective in improving financial behavior and enhancing economic independence through a participatory, practical, and continuous learning process.
Keywords: financial literacy; PARTNER; empowerment; MSMEs; Seribu Islands
Abstrak
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM di Kepulauan Seribu melalui penerapan metode PARTNER (Participatory Training and Empowerment Resources). Sebanyak 30 pelaku usaha mikro dari sektor kuliner, kerajinan, dan perdagangan dilibatkan dalam pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama: pemetaan partisipatif, pembelajaran berbasis aksi, berbagi sumber daya, pelatihan dan pendampingan, serta pemberdayaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor literasi keuangan dari 3,5 menjadi 4,3 pada skala 5, terutama dalam kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menggunakan aplikasi keuangan digital. Selain itu, pelaku usaha yang menerapkan pencatatan rutin mengalami peningkatan omzet sekitar 10–15% dalam satu bulan setelah pelatihan. Pendekatan PARTNER terbukti efektif dalam mengubah perilaku keuangan peserta dan memperkuat kemandirian ekonomi melalui pembelajaran yang partisipatif, praktis, dan berkelanjutan.
Kata Kunci: literasi keuangan; PARTNER; pemberdayaan; UMKM; Kepulauan Serib
Inovasi Pangan Berbasis Mangrove sebagai Penguatan Ekowisata Teluk Tamiang Kotabaru Kalimantan Selatan
Kawasan ekowisata pesisir Teluk Tamiang, Kabupaten Kotabaru, memiliki potensi ekosistem mangrove yang substansial. Namun, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) mangrove seperti daun masih belum optimal dalam menunjang perekonomian lokal dan sektor pariwisata. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan esensial untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis komunitas lokal dalam melakukan inovasi pengolahan produk pangan olahan berbasis daun mangrove yang memiliki karakteristik unik dan daya jual yang kompetitif. Metodologi yang diaplikasikan mencakup serangkaian tahapan persiapan, sosialisasi edukatif, pelatihan partisipatif, demonstrasi teknik pengolahan, dan evaluasi. Mitra utama dalam inisiatif ini adalah ibu-ibu dan remaja putri Desa Teluk Tamiang. Temuan menunjukkan adanya kenaikan signifikan dalam tingkat pengetahuan mitra mengenai manfaat mangrove serta penguasaan keterampilan pengolahan daun mangrove Avicennia alba menjadi beragam produk turunan, termasuk keripik dan kue stik. Produk olahan tersebut memproyeksikan potensi substansial untuk dikembangkan sebagai ikon kuliner otentik lokal dan suvenir khas, yang pada gilirannya akan memperkuat identitas Teluk Tamiang sebagai destinasi ekowisata unggula
Asuhan Gizi Komunitas pada Santri di Pondok Pesantren Darul Falah Sungai Besar, Selangor, Malaysia
Double burden malnutrition saat ini menjadi permasalahan pada remaja. Prevalensi underweight dan obesitas pada remaja semakin meningkat. Pengkajian masalah gizi perlu dilakukan untuk menyusun intervensi yang tepat sesuai kebutuhan gizi remaja. Santri di pondok pesantren cenderung mengalami permasalahan gizi karena kurang adekuatnya asupan gizi. Asuhan gizi secara berkelanjutan perlu dilaksanakan dalam rangka memantau masalah gizi pada remaja, dan menangani masalah gizi yang dihadapi oleh santri sebagain remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan asuhan gizi kepada santri. Lokasi kegiatan dilakukan di Pondok Pesantren Maahad Tahfiz Al Quran Darul Falah Sungai Besar, Selangor, Malaysia. Terdapat 33 santri yang termasuk remaja putri yang terlibat sebagai sasaran pengabdian. Asuhan gizi pada santri dilakukan melalui tahapan pengkajian gizi, penegakan masalah gizi, intervensi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengkajian gizi didapatkan terdapat santri yang memiliki status gizi kurang dan obesitas. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan edukasi gizi pada santri. Hasil evaluasi didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan gizi pada santri. Asuhan gizi terbukti efektif dalam mengkaji masalah gizi, serta memberikan intervensi gizi pada remaja
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (ICM) PADA KEMAMPUAN MENULIS AKSARA SUNDA di SMA NEGERI 1 GARAWANGI KELAS X
Pembelajaran aksara Sunda seringkali menemui kendala, karena siswa menganggapnya kuno dan sulit dihafal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Index Card Match (ICM) pada kemampuan menulis aksara Sunda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest, penelitian dilakukan pada siswa kelas X-1 di SMA Negeri 1 Garawangi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan menulis siswa, di mana nilai rata-rata meningkat dari 56,39 saat pretest menjadi 76,53 saat posttest. Ketuntasan belajar siswa juga meningkat drastis dari 13,88% menjadi 72,22%. Nilai signifikansi uji-t sebesar 0,000, disimpulkan bahwa model pembelajaran Index Card Match (ICM) secara signifikan berpengaruh positif terhadap kemampuan menulis aksara Sunda
The Role of School Libraries in Promoting Reading Interest Among Elementary School Students in Purwakarta: A Descriptive Study
The strengthening of reading interest in elementary school students cannot rely solely on encouragement to read, but requires an enabling literacy ecosystem that is close to children’s daily learning experiences. The school library is expected to function as a learning resource center and a literacy space, yet its role is often uneven due to collection quality, facilities, and management. This study aims to describe the role of the school library in fostering sixth-grade students’ reading interest in a private Islamic elementary school in Purwakarta. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through student questionnaires, observations of library use, and interviews with teachers and librarians, involving 76 students, 22 teachers, and 2 librarians. Data analysis used an interactive model supported by method and source triangulation. The findings indicate that students’ reading interest tends to be positive and aligns with the library’s functioning, reflected in weekly visits (70%), interest in reading beyond textbooks (72%), positive perceptions of collection attractiveness (80%) and room comfort (75%), as well as the library’s perceived support for learning activities (63%). Digital use has begun to emerge (65% using computers/e-books), but digital library integration remains inconsistent among teachers (70% not routine). Key constraints include limited child-friendly fiction collections and uneven home–school collaboration to sustain reading habits outside school. It can be concluded that the school library plays a multidimensional role in supporting reading interest; however, strengthening relevant collections, hybrid literacy services (print, digital), and sustained school parent collaboration is essential for long-term impact.
Keywords: chool library, reading interest, elementary student
Transformasi Pemanfaatan Lahan Gambut menjadi Destinasi Eduwisata Lebah Madu
Abstract
Post-fire peatlands in Tanjung Leban Village, Bandar Laksamana District, Bengkalis Regency often leave environmental and socio-economic problems for the surrounding community. Through this community service program, efforts are being made to transform peatland utilization into a honeybee educational tourism destination as an alternative sustainable solution for ecosystem conservation, educating the public about the importance of peatland preservation, and strengthening the local economy through nature-based tourism activities. The goal is to empower local communities to manage peatlands productively, increase their capacity in honeybee cultivation, and develop the potential for environmentally-based educational tourism. Methods used include outreach, technical training in honeybee cultivation, strengthening community group institutions, and designing peat conservation-based educational tourism packages. The results of the activity indicate an increase in community knowledge and skills in beekeeping, an increase in alternative income sources through honey sales and tourism services, and a growing collective awareness of the importance of preserving peat ecosystems. Furthermore, multi-stakeholder support from the community, local government, companies, and academic partners strengthens the sustainability of the program. Thus, the transformation of peatland utilization into a honeybee educational tourism destination not only provides economic impacts, but also social and ecological ones, while supporting the green development agenda in peatland areas.
Keywords: Peatland; Educational Tourism; Honey Bees; Empowerment; Sustainability
Abstrak
Lahan gambut pasca kebakaran di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis sering meninggalkan permasalahan lingkungan dan sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan upaya transformasi pemanfaatan lahan gambut menjadi destinasi eduwisata lebah madu sebagai alternatif solusi berkelanjutan untuk konservasi ekosistem, edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lahan gambut, serta memperkuat ekonomi lokal melalui kegiatan wisata berbasis alam. Tujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam mengelola lahan gambut secara produktif, meningkatkan kapasitas mereka dalam budidaya lebah madu, serta mengembangkan potensi wisata edukatif berbasis lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya lebah madu, penguatan kelembagaan kelompok masyarakat, serta perancangan paket eduwisata berbasis konservasi gambut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam perlebahan, bertambahnya sumber pendapatan alternatif melalui penjualan madu dan jasa wisata, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem gambut. Selain itu, dukungan multi-pihak antara masyarakat, pemerintah daerah, perusahaan dan mitra akademik memperkuat keberlanjutan program. Dengan demikian, transformasi pemanfaatan lahan gambut menjadi destinasi eduwisata lebah madu tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga sosial dan ekologis, sekaligus mendukung agenda pembangunan hijau di wilayah gambut.
Kata kunci: Lahan Gambut; Eduwisata; Lebah Madu; Pemberdayaan; Keberlanjuta
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI POTONG MENJADI PUPUK KOMPOS PADA KELOMPOK TERNAK DI KABUPATEN PURBALINGGA
Improper management of cattle manure waste often poses significant challenges for farmers, both in terms of economic losses and negative environmental impacts. This community service program aimed to provide training and assistance to the Maju Makmur Livestock Group in Pagedangan Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency, to enhance their knowledge in processing beef cattle manure into economically valuable compost fertilizer. In collaboration with the Purbalingga District Agriculture Office, the program focused on improving farmers’ knowledge and skills in efficient waste processing, as well as developing marketing strategies for compost fertilizer as an additional source of income. Beyond economic benefits, the program also sought to improve environmental health by reducing pollution resulting from unmanaged livestock waste. The activities implemented with the Maju Makmur Livestock Group demonstrated positive outcomes in increasing members’ knowledge and skills through educational and collaborative approaches. The next stage of the program involves conducting chemical analyses of the compost fertilizer to determine nutrient content such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), as well as C-organic levels and pH, designing informative and attractive product labels, and promoting marketing digitalization as an adaptive strategy in the era of modern agriculture
TRENDS IN THE USE OF INTERACTIVE MEDIA FOR MATHEMATICS LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOLS: A LITERATURE REVIEW (2015–2025)
Mathematics learning at the elementary level plays a crucial role in developing students’ logical, systematic, and critical thinking skills, yet it is still widely perceived as abstract and difficult, indicating the need for pedagogical innovation through digital technology integration. This study aims to systematically analyze trends in the use of interactive media in elementary school mathematics learning from 2015 to 2025, focusing on media types, pedagogical implementation strategies, and learning outcomes. Employing a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA 2020 guidelines, literature was collected from Crossref, Google Scholar, and Scopus databases, yielding 1,243 articles, of which 28 studies met the inclusion criteria for analysis. The findings reveal three dominant trends: pedagogical trends marked by a shift toward student-centered learning models such as Problem-Based Learning and Digital Game-Based Learning; technological trends characterized by the increasing use of interactive multimedia, educational games, Augmented Reality, and interactive digital worksheets (E-LKPD); and cognitive trends reflected in a stronger focus on students’ motivation, engagement, and higher-order thinking skills. This review also identifies a key research gap in the limited longitudinal and context-sensitive evaluation of interactive media effectiveness in elementary mathematics learning. The scientific contribution of this study lies in its integrative synthesis of a decade-long development of interactive media by systematically linking media types, instructional models, and learning outcomes, offering a more comprehensive analytical perspective than previous short-term or media-specific reviews
PENERAPAN METODE UX HONEYCOMB DAN GAME DEVELOPMENT LIFE CYCLE PADA GAME FUTURE WARFARE
Pengembangan game modern menuntut penerapan metodologi terstruktur yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode UX Honeycomb dan Game Development Life Cycle (GDLC) pada pengembangan game Future Warfare, yaitu game aksi bertema futuristik-lokal yang dikembangkan menggunakan Unity Engine. Metode UX Honeycomb digunakan untuk mengevaluasi tujuh dimensi pengalaman pengguna, yaitu useful, usable, findable, desirable, accessible, credible, dan valuable, sedangkan GDLC digunakan sebagai kerangka pengembangan mulai dari tahap konseptualisasi, perancangan aset, implementasi mekanika permainan, hingga pengujian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan uji playtesting terhadap 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game Future Warfare memperoleh skor UX yang tinggi pada aspek usability dan desirability, namun masih ditemukan kelemahan pada aspek accessibility dan findability, terutama terkait ukuran teks dan navigasi antarmuka. Secara keseluruhan, penerapan kedua metode ini terbukti mampu menghasilkan proses pengembangan game yang lebih terstruktur serta memberikan gambaran menyeluruh terkait kualitas pengalaman pengguna. Temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan game lokal dengan pendekatan UX yang komprehensif dan metodologi pengembangan profesional
RANCANG BANGUN SISTEM BOOKING ONLINE JASA PHOTOGRAPER STUDY CASE YOGA GALLERY BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE AGILE
Yoga Gallery merupakan usaha jasa fotografi yang berlokasi di Bali dan dimiliki oleh seorang fotografer profesional bernama Yoga. Dalam menjalankan usahanya, Yoga menghadapi tantangan dalam proses pemesanan layanan fotografi yang masih dilakukan secara manual, seperti melalui pesan singkat atau media sosial, yang sering kali menyebabkan ketidakteraturan jadwal dan kurangnya dokumentasi pemesanan. Melalui wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa tidak adanya sistem terpusat untuk manajemen jadwal, layanan, dan data klien menjadi hambatan utama dalam pengembangan usaha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis merancang dan membangun sebuah sistem Booking online berbasis website yang dapat membantu pelanggan dalam melakukan pemesanan layanan secara langsung, melihat portofolio, serta memilih jadwal yang tersedia. Sistem ini juga menyediakan fitur manajemen jadwal, layanan, dan data pelanggan bagi pemilik usaha. Dalam pengembangannya, sistem dibangun menggunakan pendekatan agile, yang memungkinkan penyesuaian berkelanjutan berdasarkan masukan dari pengguna. Diharapkan dengan adanya sistem ini, proses bisnis Yoga Gallery menjadi lebih terstruktur, profesional, dan mampu meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan