Rumah Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
58275 research outputs found
Sort by
THE ROLE OF THE HIDDEN CURRICULUM IN DEVELOPING DISCIPLINE ATTITUDES OF FIFTH-GRADE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: A CASE STUDY
The low discipline of elementary school students, which is reflected in delays, irregularities in following classroom procedures, and weak adherence to school norms, shows that the formation of discipline cannot depend on formal instruction and written regulations alone. In basic education, the internalization of disciplinary values takes place through implicit daily experiences. This study aims to analyze the role of hidden curriculum in shaping the discipline attitude of grade V elementary school students and identify supporting and inhibiting factors for its implementation. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data was collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation review, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model that included reduction, presentation, and verification of data repeatedly. The results of the study show that hidden curriculum operates through three main mechanisms, namely the daily routine of the school, the role model of teachers, and social norms that are not written in the classroom culture. These three mechanisms synergistically shape student discipline behavior, including punctuality, adherence to procedures, academic independence, and the ability to self-regulate social interactions. Supporting factors include the stability of school culture and teacher commitment, while inhibiting factors include inconsistency in disciplinary practices, diversity of family backgrounds, and limited facilities. This study concludes that hidden curriculum has a strategic role in building student discipline in a natural, humanistic, and sustainable manner through strengthening the culture of habituation in elementary schools. This study provides empirical evidence regarding the operational mechanism of hidden curriculum in the formation of discipline in Indonesian elementary schools
OPTIMALISASI STRATEGI SOLOMO MARKETING PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK: PWM NASI BEBEK ARAYA
Tingginya kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian nasional belum diimbangi dengan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Banyak pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam literasi digital, promosi online, serta pembangunan identitas merek. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital UMKM Nasi Bebek Araya di Kabupaten Malang melalui penerapan strategi SoLoMo Marketing (Social, Local, Mobile). Metode yang digunakan adalah advokasi dan pendampingan langsung, dimulai dari observasi kondisi usaha, pelatihan pembuatan logo, hingga implementasi strategi promosi melalui platform TikTok. Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi untuk menilai efektivitas promosi digital yang dilakukan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek visibilitas digital, dengan pertambahan pengikut dan interaksi di akun TikTok, serta munculnya pelanggan baru yang mengetahui usaha melalui media sosial. Selain dampak promosi, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya identitas merek dan konsistensi komunikasi digital bagi pelaku UMKM. Pendekatan SoLoMo terbukti efektif membantu UMKM beradaptasi dengan perilaku konsumen modern yang berbasis sosial, lokal, dan mobile. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa transformasi digital dapat diwujudkan melalui strategi sederhana namun tepat sasaran, yang menggabungkan edukasi, kolaborasi, dan inovasi berbasis kearifan loka
Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris bagi Siswa Taman Kanak-Kanak melalui Aplikasi Word Bank
Dalam era di mana teknologi menjadi pendorong utama perubahan, kita tidak dapat mengabaikan bagaimana teknologi berdampak besar pada pendidikan. Dalam era digital, pembelajaran tidak lagi terbatas oleh dinding kelas. Siswa dapat menjelajahi konsep-konsep kompleks melalui simulasi interaktif.Pengalaman belajar pun menjadi lebih terlibat dan menyesuaikan diri dengan gaya belajar unik masing-masing individu. Setiap institusi pendidikan tentu saja ingin memberikan pelayanan terbaik kepada warga belajarnya dalam
proses pembelajaran berbasis digital yang dapat dilakukan.Tidak terkecuali TK Pembangunan yang berlokasi di Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Namun terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah termasuk diantaranya untuk pembelajaran kosakata Bahasa Inggris.Sejauh ini, siswa belum memiliki jadwal tetap untuk pengayaan kosakata Bahasa Inggris dikarenakan masih terbatasnya bahan ajar digital yang dapat digunakan serta minimnya inovasi dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Tujuan kegiatan PKM yang didanai oleh DPPM Direktorat Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini adalah untuk menyediakan solusi untuk beberapa masalah yang ada di mitra serta kemajuan teknologi yang dapat berdampak positif jika digunakan dengan benar melaui aplikasi Word Bank
Optimalisasi Potensi Pariwisata melalui Rencana Tata Bangunan Lingkungan (RTBL) Kawasan Wisata Gunung Puntang, Kabupaten Bandung
The development of the Gunung Puntang tourist area, Campakamulya Village, Bandung Regency, has high multispectrum potential, combining ecotourism, the history of the Malabar Radio Station (1917–1929), and Puntang Arabica Coffee agrotourism. However, the utilization of this potential is hampered by the absence of comprehensive planning documents, resulting in suboptimal management of objects and facility layout. This study aims to formulate spatial guidelines through the Building and Environmental Planning Plan (RTBL) to realize planned and sustainable development. The method used is qualitative-participatory (Participatory Mappingand FGD) adapted from the standard components of the RTBL. Data were analyzed using SWOT Analysis to formulate a development strategy. The research results in the form of an Eco-Heritage Edupark concept that divides the area into five functional zones: Education & History, Conservation & Adventure, Agrotourism, Commercial, and Residential. This RTBL provides planning guidelines for the revitalization of Malabar Station, improving accessibility, and increasing the capacity of local human resources. In conclusion, the preparation of the RTBL is a strategic step to create a superior destination with high competitiveness, while maintaining the balance of the local ecosystem and culture
INTERVENSI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP DISIPLIN TATA TERTIB SISWA SMP SAMARINDA
Disiplin tata tertib sangat penting dimiliki oleh setiap siswa yang sedang menempuh proses pendidikan. Dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 22 Samarinda Tahun Ajaran 2024/2025 menunjukkan tingkat kedisiplinan tata tertib yang rendah, hal ini dibuktikan dengan hasil AKPD dan catatan buku kasus Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Self-Manajemeni Sebagai penyebab meningkatnya Disiplin Tata Tertib Siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Samarinda. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental dengan design one one-group pre-test dan post-test. Subjek yang digunakan sebanyak 6 siswa dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket disiplin tata tertib dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik parametrik uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai lebih besar dari pada maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa diterima dan ditolak. Serta skor rata-rata pre-test 69 dan skor rata-rata post-test 99,33 sehingga bimbingan kelompok teknik self-management dapat meningkatkan disiplin tata tertib siswa sebanyak 43,95%. Kesimpulan penelitian ini adalah Disiplin Tata Tertib Siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Samarinda Tahun Ajaran 2024/2025 dapat ditingkatkan menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik self-management. Sehubungan dengan hasil penelitian ini diharapkan Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah dapat menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik self-management sebagai salah satu opsi dalam meningkatkan disiplin tata tertib siswa.Disiplin tata tertib sangat penting dimiliki oleh setiap siswa yang sedang menempuh proses pendidikan. Dengan adanya fenomena yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 22 Samarinda Tahun Ajaran 2024/2025 menunjukkan tingkat kedisiplinan tata tertib yang rendah, hal ini dibuktikan dengan hasil AKPD dan catatan buku kasus Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Self-Manajemeni Sebagai penyebab meningkatnya Disiplin Tata Tertib Siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Samarinda. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental dengan design one one-group pre-test dan post-test. Subjek yang digunakan sebanyak 6 siswa dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket disiplin tata tertib dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik parametrik uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai lebih besar dari pada maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa diterima dan ditolak. Serta skor rata-rata pre-test 69 dan skor rata-rata post-test 99,33 sehingga bimbingan kelompok teknik self-management dapat meningkatkan disiplin tata tertib siswa sebanyak 43,95%. Kesimpulan penelitian ini adalah Disiplin Tata Tertib Siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Samarinda Tahun Ajaran 2024/2025 dapat ditingkatkan menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik self-management. Sehubungan dengan hasil penelitian ini diharapkan Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah dapat menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik self-management sebagai salah satu opsi dalam meningkatkan disiplin tata tertib siswa
GAME EDUKASI ADMINISTRASI ARSIP SURAT BERBASIS CONSTRUCT 2 DI BIRO UMUM SEKRETARIAT DAERAH
Pengelolaan arsip surat yang efektif merupakan elemen vital dalam menunjang efisiensi birokrasi dan akuntabilitas kerja di lingkungan pemerintahan. Namun, masih banyak pegawai yang memiliki pemahaman terbatas mengenai prosedur kearsipan, akibat kurangnya media pembelajaran yang menarik dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi game edukasi sebagai media pembelajaran interaktif dalam memahami prosedur pengelolaan arsip surat di biro umum sekretariat daerah. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Aplikasi dirancang berbasis Construct 2 dengan fitur utama berupa materi pengelolaan surat, simulasi permainan, serta pengenalan kode jenis surat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi dinilai sangat layak oleh pengguna, dengan mayoritas responden menyatakan sangat setuju terhadap manfaat, tampilan, dan kemudahan aplikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa game edukasi dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan pemahaman kearsipan secara digital, khususnya bagi pegawai yang memiliki latar belakang non-arsiparis. Aplikasi ini juga berpotensi diterapkan sebagai media pelatihan berbasis kompetensi dalam sistem birokrasi pemerintahan
ANALISIS KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL DALAM CERITA RAKYAT BANGKA BELITUNG “BATU BALAI”
Penelitian mengenai analisis kohesi leksikal dan gramatikal dalam cerita rakyat "Batu Balai" ini mengarah pada kebutuhan untuk memahami bagaimana unsur-unsur linguistik berkontribusi terhadap struktur dan makna naratif dalam cerita rakyat tersebut. Cerita rakyat sering kali menjadi cerminan budaya dan nilai-nilai masyarakat di mana cerita itu berasal, dan analisis kohesi leksikal dan gramatikal membantu mengungkapkan cara cerita ini dibangun, diorganisir, dan menyampaikan pesan-pesannya kepada pembaca atau pendengarnya.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) Aspek kohesi gramatikal dalam cerita rakyat Batu Balai dan (2) Aspek kohesi leksikal dalam cerita rakyat Batu Balai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan penekatan struktural. Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan beberapa temuan, sebagai berikut; (1) Kohesi gramatikal dalam penelitian ini ditemukan 11 data dengan rincian sebagai berikut; aspek referensi sebanyak 3 data atau 27%, konjungsi sebanyak 5 data atau 46%, elipsis sebanyak 2 data atau 18%, dan subtitusi 1 data atau 9%. Sedangkan (2) Kohesi leksikal ditemukan 9 data dengan rincian sebagai berikut; aspek repetisi 4 data atau 45%, sinonim sebanyak 4 data atau 44%, dan antonim 1 data atau 11%
ANALISIS KEJAHATAN BERBAHASA DAN KONSEKUENSI HUKUM DI MEDIA SOSIAL TIKTOK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kejahatan berbahasa yang terjadi pada plattform digital yang berkembang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat beberapa jenis kejahatan berbahasa yang muncul atau sering terjadi diantaranya ujaran kebencian, penghinaan, berita bohong (hoaks) baik tulisan atau narasi pada akun tertentu ataupun komentar negatif pada kolom komentar dalam menanggapi isu tertentu pada media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Discourse Completion Task (DCT) yang digunakan untuk penelitian-penelitian pragmatik inter-bahasa dan sosiolinguistik untuk mengetahui bagaimana penutur merealisasikan ujaran dalam konteks sosial tertentu. Hasil penelitian didapatkan unsur ujaran kebencian terhadap orang yang berpotensi menimbulkan diskriminasi sosial pada suku tertentu yang menimbulkan perpecahan dengan potensi pasal yang dikenakan yaitu Pasal 28 ayat (2) UU ITE, disebutkan bahwa setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan; dan dehumanisasi/penghinaan terhadap penyanyi dalam penampilannya yang bersifat merendahkan bahkan tidak selayaknya disebut penyanyi dengan potensi pasal yang dikenakan yaitu UU ITE No. 19 Tahun 2016 Pasal 27 ayat (3) Melarang penghinaan dan/atau pencemaran nama baik di media elektronik dan UU Anti Diskriminasi & Perlindungan Martabat: UU No. 11 Tahun 2008 Pasal 28 ayat (2) (jika memenuhi unsur ujaran kebencian) body shaming dapat diarahkan ke unsur perbuatan tidak menyenangkan, bergantung pada motif & akibat
ANALISIS BIBLIOMETRIK PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan, tren, dan struktur pengetahuan dalam bidang penelitian pembelajaran menulis cerpen melalui analisis bibliometrik. Sebanyak 842 publikasi dari periode 2015–2025 dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengeksplorasi performa, jaringan konseptual, dan kolaborasi ilmiah. Hasil analisis metrik menunjukkan bidang ini aktif dengan produktivitas rata-rata 11-12 publikasi per tahun, meskipun dampak sitasinya masih terbatas (h-index 10, rata-rata 0,85 sitasi per makalah). Visualisasi jaringan mengungkapkan tiga klaster penelitian utama: (1) wacana akademik global berfokus pada student dan short story; (2) kajian metodologis tentang research dan learning; serta (3) diskursus kontekstual nasional Indonesia yang menekankan penerapan model pembelajaran. Analisis densitas dan overlay lebih lanjut mengidentifikasi “Siswa SMP/SMA/SMK” sebagai kata kunci paling dominan (frekuensi 210) dan menunjukkan pergeseran tren tematik dari media konvensional seperti gambar berseri (rata-rata tahun 2018.9) menuju pemanfaatan media teknologi digital seperti Wattpad (rata-rata tahun 2021.4). Temuan ini mengonfirmasi bahwa penelitian pembelajaran menulis cerpen bersifat dinamis, ditandai dengan kolaborasi penulis yang masih terbatas (rata-rata 1,66 penulis/makalah) dan fokus kuat pada pengembangan model, media, dan bahan ajar inovatif untuk tingkat pendidikan menengah. Studi ini memberikan peta komprehensif yang dapat menjadi dasar bagi peneliti dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi celah penelitian, peluang kolaborasi, serta arah pengembangan keilmuan yang lebih strategis di masa mendatang
Pemberdayaan kelompok Sadar Wisata Untuk Pengembangan Edu-Agrowisata di Desa Tambakmekar Kabupaten Subang
Desa Tambakmekar Kabuapaten Subang memiliki potensi pertanian dan perikanan untuk dikembangkan menjadi Edu-Agrowisata, namun menghadapi kendala beruapa lemahnya manajemen destinasi, keterbatasan atraksi wisata edukatif, serta minimnya strategi promosi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi dan studi banding. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi program, pelatihan, penyusunan pake wisata, manajemen desa wisata berkelanjutan, pembuatan website dan konten, serta inovasi produk sabun organic dari limbah ampas jus nanas. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pemahaman peserta berdasarkan pre-test dan post-test. Selain itu terbentuk rancangan paket wisata unggulan, website desa wisata, serta sabun organic sebagai salah satu buah tangan andalan Desa Wisata Tambakmekar. Program ini diharapkan berhasil meningkatkan daya saing Desa Tambakmekar sekaligus memberikan manfaat ekonomi, social, dan lingkungan secara verkelanjutan